P. 1
Analisis Aspek Hukum Dan Manajemen Kontrak Industri Konstruksi

Analisis Aspek Hukum Dan Manajemen Kontrak Industri Konstruksi

|Views: 350|Likes:
Dipublikasikan oleh njakerguru
Analisis ASpek Hukum
Analisis ASpek Hukum

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: njakerguru on May 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2015

pdf

text

original

Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi

ANALISIS ASPEK HUKUM & MANAJEMEN KONTRAK DALAM INDUSTRI KONSTRUKSI
Manlian Ronald. A
(Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Desain & Teknik Perencanaan -Universitas Pelita Harapan) ABSTRACT In life cycle construction industry, each phase of the activities must be managed by the law, such as a contract. All participants who join in construction industry, such as owner, architect, civil engineering, suppliers in each phase of life cycle construction do their professional ethics with responsibility.. Contract in construction industry will not only manage all the participants in constructrion, but also will treat the risks of construction. In contract management, there are key activities that must be done, viz: preparing and making the contract, contract as a guidance of work (TOR), contract as a'controlling, administration of the contract. In this paper it will be analyzed the law aspect and contract management in construction industry systematically in order to keep all the activities in life cyle construction doing well. Key words: Law aspect, contract management, life cycle construction, contract, construction industry I. Aspek Hukum dalam Industri Konstruksi Industri kontruksi adalah salah satu industri yang dalam prosesnya sangat kompleks, oleh karena melibatkan banyak pihak. Hal tersebut dimulai dari ide si pemilik proyek (owner), kemudian divisualisasikan oleh perancang/arsitek dalam bentuk disain rancang bangun. Disain tersebut dengan mengamati berbagai hal termasuk bahan/ material dan transportasi kemudian dibangun/konstruksi dengan terlebih dahulu
I

Law Review, Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Vol. II, No.2, November 2002

Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi

mempersiapkan bahan/material konstruksi. Proses konstruksi yang dibatasi oleh waktu sesuai perencanaan dan penjadwalan (planning and scheduling) perlu diatur secara hukum hak dan kewajibannya agar pelaksanaan konstruksi dapat berjalan baik. Untuk beberapa pekerjaan proyek yang sangat kompleks, para pelaku jasa konstruksi diatur dalam manajemen konstruksi professional yang menciptakan hubungan pekerjaan konstruksi baik hubungan kontraktual, hubungan fungsional maupun struktural secara sinergis. Pemberi kerja/owner/ bowheer berupa perorangan/ perusahaan/konsorsium memberikan pekerjaan jasa konstruksi sebagai pihak pertama, yang secara hukum memiliki hak penuh terhadap hasil pekerjaan konstruksi. Dalam hak ini pula, pihak pertama memiliki kewajiban membayar sejumlah uang sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak. Realisasinya dapat dilakukan pembayaran secara bertahap sesuai jadwal kontrak. Pemberi kerja dalam hal ini secara struktural dapat diwakilkan secara resmi oleh pihak yang ditunjuk dan dipercaya yang disebut 'manajemen konstruksi (construc2

tion management professional)', yang bekerja secara profesional secara perorangan maupun kelompok/perusahaan. Pihak kedua dalam proyek konstruksi adalah si perancang/ arsitek (designer) berupa perorangan maupun perusahaan yang diakui secara professional. Pihak kedua dalam UUJK No. 18 tahun 1999 secara fungsional dapat diakui secara spesialis. Jadi perancang sebagai pihak kedua dimungkinkan terdiri dari beberapa konsultan spesialis/ bidang yang sangat expert di bidangnya, yang secara operasional dikoordinir oleh koordinator perancang. Secara kontraktual, pihak kedua bertanggung jawab kepada pemberi kerja/wakil pemberi kerja untuk melakukan kegiatan perancangan/disain sesuai kontrak yang diperjanjikan. Pihak ketiga sebagai pihak pelaksana kontruksi adalah kontraktor, yang secara fungsional dapat terdiri dari beberapa kontraktor spesialis yang secara sinergis berhubungan langsung dengan para pemasok/supplier. Keseluruhan sistem ini diatur dalam manajemen konstruksi, yang ditampilkan dalam gambar di bawah ini:

Law Review, Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Vol. II, No.2, November 2002

Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi Contract Management Risk Management Hubungan Kontraktual Hubungan Fungsional Hubungan Struktural Operation Management Time Management Cost Management Quality Management Information Management Human Aspect Management Gambar 1 Hubungan Proyek Konstruksi Law Review. November 2002 3 . II. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. No.2. Vol.

Tek.Alat Bantu .Penjualan .Tek. No.Riset Dasar. Ilmu Terapan (multi disiplin) . Ilmu Dasar.2. Konstruksi .Kepastian .Tek.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi Hubungan dalam proyek konstruksi di atas .Investasi .Tek.Ekonomi . perguruan 4 Law Review. Desain . Mwntanwics Sionomik Teknologi . Vol.Teknologi . Operasi .Sospol . Produksi . Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.Bahan Setengah Jadi .Teknik Pemeliharaan | ft L •.Tek. Individu dan Masyarakat Feedback ke semua Inputs sebelumnya untuk Riset.Pendanaan .Evaluasi Lingkungan . Riset Terapan. November 2002 .Kualitas Prdk .Kesesuaian Input • Bahan Baku .Evaluasi Ekonomis i i i ii i ii 1r 1r Masukan-masukan dan Umpan Balik : • 1 r 1r 1 r .Implementasi Antar Disiplin Antar Disiplin Dipasok Oleh Industri Manufaktur Pendukung Antar Disiplin Catatan: Adayg Dioperasikan oleh Lembaga. 11. Pengetesan .Evaluasi .Desain atau Rekayasa .Komponen Produk .Pengembangan Teknologi yang dilaksanakan lembaga-lembaga pemelitian. Pcndidikan Pengembangan . seperti dalam gambar di bawah ini: k Constrttctioo • „ Option Study -Pasar . bertujuan menyelesaikan pekerjaan konstruksi dalam proses industri konstruksi {life cycle construction).

Kegiatan penyusunan kontrak 2. November 2002 5 . Kegiatan penggunaan kontrak sebagai pedoman pelaksanaan 3. Kegiatan menggunakan kontrak sebagai alat pengendalian 4. dan penggunaan sebagai alat pengendali dari kontrak tersebut. penggunaan sebagai pedoman pelaksanaan. Manajemen Kontrak Manajemen kontrak adalah kegiatan untuk mengelola suatu kontrak agar kontrak tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dan sebagai alat pengendalian pelaksanaan pekerjaan. II. Sehingga dapat dikatakan. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Karena itu perlu dilakukan pengelolaan penyusunan dan pengadministrasian kontrak.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi II. Vol.2. No. Kegiatan melakukan administrasi terhadap pembuatan. Gambaran kegiatan manajemen kontrak ini dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini: MELAKUKAN MANAJEME!S KONTRAK t MELAKUKAN PENYUSUNAN KONTRAK i r i ' Ii MENGGUNAKAN KONTRAK Sebagai PEDOMAN PELAKSANAAN MENGGUNAKAN KONTRAK Sebagai KENDALI PELAKSANAAN ii \r p 1k MELAKUKAN ADMINISTRASI KON'fRAK d Gambar 3 Manajemen Kontrak Law Review. manajemen kontrak meliputi: 1.

kondisi iklim dan lingkup pekerjaan Tender/Pelelangan Dalam proses pelelangan. Dokumen prakualifikasi meliputi: • • • • Instruksi kepada peserta Prakualifikasi Surat permintaan mengikuti prakualifikasi Form perusahaan Informasi umum dan lingkup pekerjaan yang mencakup lokasi proyek.2. syarat administratis syarat teknis Mempersiapkan syarat peserta pelelangan Pembukaan dokumen pelelangan Penetapan calon pemenang Pengumuman pemenang Penunjukan pemenang 2. II. klasifikasi (penggolongan perusahaan menurut bidang pekerjaan) dan kualifikasi (penilaian serta penggolongan perusahaan). yaitu : a. ada suatu proses yang harus dilalui. Vol.2. bentuk kontrak apa yang harus dipakai. yang terdiri dari : Pembentukan panitia pelelangan. Mempersiapkan dokumen lelang. November 2002 .Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi 2. Prakualifikasi Prakualifikasi adalah proses penelitian yang dilakukan oleh pemberi tugas/pengguna jasa untuk mendapatkan tingkat pengalaman dan kapasitas penyedia jasa/ kontraktor yang memenuhi tingkat yang dipersyaratkan untuk mengerjakan suatu proyek. dilakukan beberapa tahapan kegiatan. Untuk membuat suatu perjanjian/kontrak terlebih dahulu para pihak harus sepakat. Proses Terjadinya Kontrak Konstruksi Sebelum kontrak konstruksi ditandatangani oleh pihak yang mengikatkan diri. yang memuat sekurang-kurangnya : syarat umum. No. b. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.Berbagai bentuk kontrak konstruksi Pada prinsipnya suatu kontrak/perjanjian mengatur hak dan kewajiban para pihak yang mengikat diri di dalam kontrak/ perjanjian.1. Prakualifikasi meliputi kegiatan: registrasi (pencatatan dan pendaftaran data perusahaan). 6 Law Review.

II. pekerjaan perencanaan dipisahkan dengan pelaksanaannya. No. Vol. konsep perencanaan. pelaksanaan termasuk peijinan serta pendanaan dikerjakan oleh pihak/perusahaan yang disebut TURN KEY BUILDER * Si pemberi tugas harus membayar provisi Bank untuk payment guarantee selama masa pembangunan * Si pemberi tugas kemungkinan mengalami pemblokiran sebagian rekening di Bank pendukung payment guarantee * Kemungkinan proyek sedikit lebih mahal dari kontrak biasa * Pelaksana tugas harus menyediakan dana sejak awal proyek hingga selesai Law Review. kemudian pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor KfilUfimKul) * Si pemberi tugas dapat memilih perencana/kontraktor pelaksana/QS/MK yang murah * Setiap tahapan pekerjaan dapat diamati langsung oleh si pemberi tugas * Si pemberi tugas dapat menekan biaya jika menggunakan kontraktor spesialis * Penerima tugas tidak perlu menyediakan dana yang cukup besar untuk membangun * Penerima Tugas tak perlu menanggung besar biaya uang {cost of money) * Mengurangi risiko rugi si penerima tugas * Si pemberi tugas tidak perlu menyediakan dana sejak awal proyek hingga proyek selesai * Si pemberi tugas tidak memerlukan Quantity Surveyor (QS) * Si pemberi tugas tidak perlu pengawas pekerjaan lengkap * Tidak ada risiko keuangan bagi si pemberi tugas * Bagi si pelaksana pekerjaan tidak ada hambatan dalam perhilungan prestasi * Pelaksana pekerjaan bebas mengatur tahapan pekerjaan agar lebih efisien Kerugiun * Si pemberi tugas harus menyediakan dana sejak awal mula pekerjaan * Kemungkinan MK/ QS kurang berkualitas sehingga menguntungkan si pelaksana pekerjaan * Secara tidak langsung menanggung cost of money * Kelancaran pekerjaan si pelaksana tugas dapat terhambat karena birokarasi 2 Design & Construct Dalam sistem ini seluruh pekerjaan sejak studi kelayakan.2. Berbagai bentuk kontrak dalam industri konstruksi dapat dilihat padatabel di bawah ini: No 1 Bentuk Kontrak Konvensional Dt-lmisi Dalam sistem ini. hukum dan Iain-lain. perencanaan lengkap.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi karena setiap bentuk kontrak mengandung beberapa konsekuensi langsung terhadap segi-segi teknis pelaksanaan. keuangan. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Artinya pekerjaan perencanaan diserahkan kepada konsultan perencana (Arsitek). November 2002 7 .

Misalnya.2. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. pemilik proyek mendapat income/ royalty tanpa ada resiko * Pemilik proyek dapat mengunakan tanah untuk maksud/ usaha lain * Pelaksana pekerjaan dapat menekan biaya investasi untuk membangun properties karena fasilitas lahan 8 Law Review. risikonya cukup tinggi karena masa pengelola cukup lama (income menurun) 3 Sistem Swa KelolalForce Account Sistem ini menganut seluruh sistem membangun yang dikerjakan sendiri oleh owner. cost of money bertambah * Bila proyek cukup besar. keamanan dan pengamanan * Nilai fasilitas yang sudah dibangun setelah berakhir masa pengelolaan sudah sangat rendah (aus. ada seseorang/perusahaan yang memiliki suatu asset/tanah yang letaknya sangat strategis mengajak kerjasama seseorang lain * Si pemberi tugas dapat memiliki suatu properties/ fasilitas tanpa mengeluarkan dana selain asset yang telah dimiliki (tanah) * Selama pengelolaan.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi * Pelaksana pekerjaan tahu persis'seluruh aspek pekerjaan * Tidak ada birokrasi dalam proses pelaksanaan * Bila pelaksana terlambat menyelesaikan pekerjaan. ketinggalan jaman) * Bagi si pengembang. No. November 2002 . dana yang dipinjam dari Bank cukup besar yang berarti menierlukan agunan yang besar pula * Ada kemungkinan terbatasnya sumber daya manusia * Dibutuhkan biaya recruiting/ pelatihan * Adanya kebutuhan alat dan pasok bahan yang sangat besar * Adanya masalah hubungan dan tenaga kerja * Adanya kenaikan jaminan untuk kewajiban konstruksi seperti transport. * Seluruh pekerjaan dapat terkontrol dan dikendalikan langsung oleh si pemilik 4 System Builder & Operate Transfer (BOT) Sistem BOT berarti suatu system kerjasama dalam mengembangkan suatu property/asset. logistik. diperlukan modal dasar yang cukup besar beserta jaminannya * Bagi si pengembang/ pelaksana. Vol. II. selain dikenakan denda.

II.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi telah tersedia * Pihak pengembang dapat menambah keuntungan bila pengembalian investasi dana dapat dipercepat * Pihak pengembang kemungkinan selama masa pengelolaan lebih panjang dari semestinya yang diminta tanpa diketahui owner 5 Sistem Buid Lease & Transfer (BLT) Sistem Buid Lease & Transfer (BLT) Sistem BLT. No. Vol. kemudian setelah fasilitas tadi dari investor selama waktu tertentu lalu mengelola dan memungut hasilnya dan pada akhirnya masa penyewaan (lease period) proyek/ fasilitas tersebut kembali kepada owner * Pemilik dapat memiliki properties/fasilitas secara sewa di atas asset yang telah dimiliki Selama masa penyewaan mendapat income dari seiisih harga sewa dan pendapatan hasil fasilitas Pemilik proyek kemungkinan dapat mengagunkan tanah untuk maksud/usaha lain Bagi si pengembang dapat menekan biaya investasi untuk membangun properties karena fasilitas lahan telah tersedia Pihak pelaksana/ pengembang memiliki jaminan pendapatan yang pasti dari pemilik. fasilitas mengembalikan dana investasi Bagi si pelaksana/ pengembang kemungkinan masa penyewaan lebih panjang dari semestinya * Nilai fasilitas yang sudah dibangun setelah berakhir masa pengelolaan sudah sangat rendah (aus. Law Review. ketinggalan jaman) * Bagi pihak pelaksana/ pengembang diperlukan modal dasar untuk investasi yang cukup besar beserta jaminannya * Bagi pihak pelaksana/ pengembang tidak ada tambahan keuntungan walaupun fasilitas cukup laku karena hasil pemanfaatan fasilitas diniknmti owner * * * * * 6.2. namun pembiayaan proyek dilakukan oleh pemilik sendiri dengan ketentuan perusahaan yang mengelola selama * Si pemilik proyek dapat memiliki suatu property/fasilitas dengan bantuan pihak lain * Pihak pemilik sejak awal masa pengelolaan mendapat /'ncome/sewa * Bagi si pemberi tugas. Lease & Transfer adalah suatu sistem membangun proyek atau fasilitas milik owner dengan biaya sepenuhnya dari developer / pengembang. November 2002 9 . Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. kemungkinan perlu jaminan lain untuk mencukupi biaya pembangunan * Bagi si pemilik. Sistem Pengelolaaan Sistem ini terjadi kerja sama antara pemilik proyek dan pengelola. risiko dana cukup bear.

Maka sebagai imbalannya jasa mengelola proyek tersebut. dan pada akhir masa pengelolaan mendapat dana dari hasil penjualan lahan * Selama masa pembangunan dan pengelolaan. jasanya diperlukan lama. November 2002 .2. No. Vol. si pemilik masih dapat mengagunkan tanah untuk maksudmaksud lain (selama harga tanah belum lunas) * Pihak pelaksana/ pengembang dapat menekan biaya kemungkinan income tidak mencukupi untuk mengembalikan dana yang dipinjam akibat persaingan dengan fasilitas lain * Bagi pihak pelaksana/ pengelola kemungkinan beruntung berkurang karena biaya pemasaran membengkak akibat persaingan * Bagi pihak pelaksana/ pengelola selama masa pengelolaan selalu ada ancaman dari pesaing-pesaing lain yang mungkin lebih menarik yang belum terlihat pada waktu fasilitas belum dibangun * Setelah berakhir masa pengelolaan. Sistem ini secara Sistem Build. si pemilik tidak memiliki apa-apa lermasuk kepemilikan tanah * Bagi si pemilik kemungkinan harga tanah pada saat berakhirnya masa pengelolaan sudah sangat tinggi * Si pelaksana/ pengembang perlu modal dasar yang cukup besar beserta agunannya * Risiko keuangan si pelaksana/ pengembang menjadi tinggi sekali karena masa pengelolaan cukup lama 7. pihak pemilik dapat segera menjual fasilitas yang masih relatif baru (capital gain) * Pihak pelaksana/ pengembang mendapat hak mengelola suatu property dengan biaya yang relatif murah (risiko dana yang ditanam relatif kecil) * Pihak pelaksana/ pengembang dapat menambah keuntungan bila pengembalian biayabiaya dapat dipercepat * Bagi si pengelola.: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi i masa pengelolaan tidak boleh memungut seluruh hasil pengelolaan. biasanya pengelola diberi jasa berupa prosentase dari hasil pengelolaan yang berkisar 10-20% tanpa risiko * Setelah berakhir masa pengelolaan. namun (BOO) pada akhir masa pengelolaan tidak terjadi transfer tapi pihak pelaksana/ pengelola akan memiliki fasilitas tersebut. 10 Law Review. II. pihak pemilik mendapat income tanpa risiko. karena kemungkinan masa pengelolaan lebih panjang dari semestinya * Pihak pemilik proyek dapat mengambil manfaat yang besar dari suatu fasilitas yang dibangun tanpa mengeluarkan dana dengan memanfaatkan asset yang ada * Selama masa pengelolaan. Operate & Owned filosofis sama dengan system BOT. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.

Proyek-proyek pemerintah seperti DPU yang pembiayaannya dari World Bank menggunakan FIDIC sebagai acuan. menurut berbagai literatur dan penelitian yang ada. Hal ini dilakukan karena : a. sehingga memungkinkan untuk memiliki lahan dengan cara angsuran * Pihak pelaksana/ pengembang dapat memiliki fasilitas berikut lahannya pada akhir masa pengelolaan 2. Banyak kasus proyek swasta yang menggunakan FIDIC sebagai acuan c.2. Vol. yang pada prinsipnya adalah adanya: a. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Adapun General Conditions of Contract terdiri atas 72 klausul (untuk edisi 1987 dan dicetak ulang tahun 1992 yang selanjutnya disebut FIDIC 92) yang berisi: Law Review. Pola Kontrak Pola kontrak yang melibatkan berbagai pihak dalam industri konstruksi. secara umum mengacu kepada Pola Kontrak FIDIC. FIDIC (Federation Internationale Des IngenieursCounseils atau The Internationale Federation of Consulting Engineers) yang prinsipnya menerbitkan suatu pola kontrak. II. Pola kontrak FIDIC dianggap cukup terbuka dan cukup lengkap b. yaitu pola kontrak yang menyeluruh dan umum (bagian I). karena proyek pemborongan yang pembiayaannya dari World Bank menggunakan FIDIC sebagai acuannya. November 2002 11 . Sudah lama yaitu sejak tahun 1937. General Conditions of Contract.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi investasi untuk membangun fasilitas karena lahan tersedia dan harga dapat dicicil/dibayar pada akhir masa pengelolaan * Pihak pelaksana/ pengembang kemungkinan masa pengelolaan lebih panjang. No.3.

Consents. II. Approvals.1 Engineer's Duties & Authority 2.5 Cash Flow Estimate to be Submitted 14. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.1 Work to be in Assordance with Contract 14.3 Engineer's Authority to Delegate 2.2 Headings & Marginal Notes 1.2 Assignment of Subcontractor's Obligations Contract Documents 5.5 Notices.1 Boreholes & Exploratory Excavation 19.3 Cash Flow Estimate to be Submitted 14.2.1 Language & Law 5.1 Setting-Out 18.4 Contractor not Relieved of Duties or Responsibility 14.1 Contractor's Superintendence 16.2 Not Foresseeable Physical Obstructions or Conditions 13.1 Assignment of Contract 4.1 Performance Security 10.1 Programmed to be Submitted 14.1 Safety.5 Instructions in Writing 2.2 Permanent Works Designed by Contractor 7.2 Engineer's Representative 2.1 Sufficiency of Tender 12.3 Loss or Damage Due to Employer's Risks 12 Law Review.4 Delays & Cost of Delay of Drawings 6.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi Definitions and Interpretation 1.5 Failure by Contractor to Submit Drawings 7.6 Contractor not Relieved of Duties or Responsibility Responsibilities 15.2 Site Operations & Method of Construction 9.2 Priority of Contract Documents 6.1 Subcontracting 4.1 Contractor's Employees 16. Certificates & Determinations & Engineer's Enj•ineer Representatives 2.1 Supplementary Drawings & Instructions 7.2 Revised Programme 14.3 Interpretation 1.2 Engineer at Liberty to Object 1 7.6 Engineer to Act Impartially Assignment & Subcontracting 3.3 Claims Under Performance Security 11.3 Responsibility Unaffected by Approval General Obligations 8.2 Responsibility to Rectify Loss or Damage 20.4 Appoinment of Assistants 2. November 2002 .1 Definitions 1.3 Disruptions of Progress 6.1 Care of Works 20.1 Contractor's General Responsibilities 8.2 Employer's Responsibilities 20. No.2 One Copy of Drawings to be Kept on Site 6. Vol.4 Singular & Plural 1.1 Custody & Supply of Drawings & Documents 6. Security and Protection of The Environment 19.2 Period of Validity of Performance Security 10.1 Inspections of Site 12.1 Contract agreement 10.

1 Damage to Persons & Property 22.4 Exclusions 22.1 Engagement of Staff & Labour 35.2 Uncovering and Making Openings 39. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.3 Responsibility for Amounts not Recovered 21.2 Minimum Amount of Insurance 23.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi 20.3 Cost of Test 36.3 Indemnity by Employer 23.1 Time for Completion 44.4 Waterbome Traffic 31.1 Contractor to Keep Site Clear 33.4 Cost of Tests not Provided for 36.1 Accident or Injury to Workmen 24.4 Compliance with Policy Conditions 26.2 Adequacy of Insurances 25.2 Failure to Give Possession 42.4 Rejection 37.1 Patent Rights 28.1 Returns of Labour & Contractor's Equipment Materials.5 Independent Inspection 38. Materials or Plant 39.3 Transport of Materials or Plant 30.2 Cost of Samples 36.2 Facilities for Other Contractors 32.2 Transport of Contractor's Equipment or Temporary Works 30.1 Inspection of Operations 37.3 Remedy on Contractor's Failure to Insure 25.1 Avoidance of Damage to Roads 30.1 Compliance with Statues.1 Commencement of Works 42.1 Evidence and Terms of Insurances 25.1 Oppurtunities for Other Contractors 31.2 Insurance Against Accident to Workmen 25.1 Extension of Time for Completion 13 Law Review.3 Cross Liabilities 24.3 Dates for Inspection and Testing 37.2 Engineer's Determination Followong Suspension 40.1 Quality of Materials.1 Clearance of Site on Completion Labour 34.2. No.1 Examination of Work before Covering Up 38.1 Fossils 28.1 Insurance if Eorks and Contractor's Equipment 21.2 Inspection and Testing 37. Plant & Workmanship 36.3 Suspension Lasting More than 48 days Commencement and Delays 41. Plant and Workmanship 36. Regulations 27.1 Interference with Traffic & Adjoining Properties 30.5 Engineer's Determination where Test not Provided for 37. II.3 Rights of Way and Facilities 43. November 2002 .2 Exceptions 22.2 Royalties 29.2 Default of Contractor in Compliance Suspension 40. Vol.1 Suspension of Work 40.1 Third Party Insurance (including Employer's Property) 23.1 Removal of Improver Work.1 Possession of Site and Access Thereto 42.4 Employer's Risk 21.2 Scope of Cover 21.

2 Employer not liable for Damage 54.3 Payment of Retention Money 14 Law Review.4 Surfaces Requiring Reinstatement Defects Liability 49.1 Defects Liability Period 49.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Konlrak dalam Industri Konstruksi 44.2.5 Payment of Claims Contractor's Equipment.2 Reduction of Liquidated Damages 48.1 Definition of "Nominated Subcontractors" 59.2 Breakdown of Lump Sum Items Provisional Sums 58.3 Substantial Completions of Part 48.1 Contractor to Search Alterations.4 Re-export of Contractor's Equipment 54.2 Power of Engineer to Fix Rates 52.3 Production of Vouchers Nominated Subcontractors 59.4 Payments to Nominated Subcontractors 59.1 Notice of Claims 53.1 Method of Measurement 57.1 Restriction on Working Hours 46. No. Objection to Nomination 59.2 Use of Provisional Sums 58.4 Daywork Procedure for Claims 53.2 Instructions for Variations 52.3 Customs Clearance54. Vol.1 Contractor's Equipment.4 Failure to Comply 53.3 Interim Determination of Extension 45.1 Rate of Progress 47.1 Taking-Over Certificate 48.1 Quantities 56.3 Cost of Remedying Defects 49.2 Completion of Outstanding Work & Remedying Defects 49.3 Variations Exceeding 15 percent 52.1 Valuation of Variations 52.5 Conditions of Hire of Contractor's Equipment 54.2 Contemporary Records 53.8 Approval of Materials not Implied Measurement 55.1 Liquidated Damages for Delay 47. November 2002 .1 Monthly Statements 60. Temporary Works and Materials 54.7 Incorporation of Clause in Subcontracts 54.6 Costs for the Purpose of Clause 63 54. Temporary Works and Materials.2 Monthly Payments 60.2 Nominated Subcontractors.3 Substantiation of Claims 53. Exclusive Use for The Works 54.1 Works to be measured 57.2 Taking Over of Sections or Parts 48. II. FakuUas Hukum Universitas Pelita Harapan.3 Design Requirements to be Expressly Stated 59.5 Certification of Payments to Nominated Subcontractors Certificates and Payments 60. Additions & Omissions 51.1 Variations 51.2 Contractor for Provide Notification and Detailed Particulars 44.4 Contractor's Failure to Carry Out Instructios 50.1 Definition of "Provisional Sum" 58.

Conditions of Particular Application disebut Long 15 Law Review.3 Damage to Works by Special Risks 65.4 Projectile.10 Time for Payment 61. November 2002 .3 Change of Address Default of Employer 69.2 Currency Proportions 72.2 Removal of Contractor's Equipment 69.2 Unfulfilled Obligations Remedies 63.9 Cessation of Employer's Liability 60.4 Correction of Certificates 60.1 No Liability for Special Risks 65.2 Amicable Settlement 67.3 Arbitration 67. Vol.2.2 Special Risks 65.1 Engineer's Decision 67.2 Subsequent Legislation Currency and Rates of Exchange 71.4 Failure to Comply with Engineer's Decision Notices 68. Conditions of Particular Application yang biasa disebut sebagai Bagian II sebagai jembatan untuk menyusun Condition of Contract dari proyek tersebut.3 Currencies of Payment for Provisional Sums Tabel 5 General Conditions of Contract .5 Increased Cost Arising for Special Risks 65.6 Outbreak of War 65.7 Discharge 60.8 Payment if Contract Terminated Release From Performance 66.FIDIC a.5 Resumption of Work Changes in Cost and Legislation 70.1 Urgent Remedial Work Special Risks 65.1 Rates of Exchange 72. Missile 65.4 Assignment of Benefit of Agreement 64. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. II.1 Default of Employer 69.1 Approval only by Defects Liability Certificate 62.2 Notice to Employer and Engineer 68.1 Currency Restrictions 72.1 Increase or Decrease of Cost 70.6 Final Statement 60. No.1 Default of Contractor 63.1 Defects Liability Certificates 62.2 Valuation at Date of Termination 63.5 Statement at Completion 60.1 Payment in Event of Release From Performance Settlement of Disputes 67.3 Payment on Termination 69.8 Final Payment Certificate 60.1 Notice to Contractor 68.7 Removal of Contractor's Equipment on Termination 65.4 Contractor's Entitlement to Suspend Work 69.3 Payment after Termination 63.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi 60.

• FIDIC mengeluarkan bagian 2 yang disebut Conditions of Particular Application yang diterjemahkan sebagai persyaratan untuk aplikasi khusus yang digunakan untuk menjembatani perubahan dari persyaratan umum kepada persyaratan proyek yang lebih khusus. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. November 2002 .Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi Form Contract.A i iufN HUKUM PERJANJIAN KUH PERDATA 1r CONDITION OF CONTRACT 16 Law Review. No.ULAR ArrLiv. dan pada tahun 1998 FIDIC menerbitkan pula Short Form Contract yang berisi tentang pekerjaan penunjang konstruksi yang tidak permanen. II.2. Perubahan serta masukan dan prosesnya dapat dilihat pada bagan 6 di bawah ini: Bagan 6 Penyusunan Kontrak Konstruksi DOKUMEN LELANG SPESIFIKASI & KETENTUAN PELAKSANAAN GENERAL CONDITIONS OF CONTRACT fc : w PAR 11L. Vol. Dalam Conditions of Particular Application berisi klausul-klausul yang sama dengan klausul-klausul pada General Condition of Contract. Kemudian klausul yang tidak tepat untuk proyek yang dimaksud dapat dirubah atau dihilangkan.

Vol. Employer's Representatives Authorised Person Employer's Representatives 4. Employer Provision of Site Permits Employer's Instructions Approvals 3. Adapun isi Short Form Contract FIDIC 1998 adalah sebagai berikut: Tabel 7 Short Form Contract . Definitions The Contract Dates. Time for Completion Execution of The Works Programme Extenxion of Time Late Completion 8.2. The Contractor General Obligations Contractor's Representatives Subcontracting Performance Security 5. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Short Form of Contract Versi FIDIC FIDIC untuk pekerjaan pokok digunakan Long Form Contract dengan General Condition of Contract dengan 72 pasal/klausul. No. 10. November 2002 17 . Taking Over Completion Taking-Over Notice Remedying Defects Remedying Defects Uncovering and Testing 9. Variations & Claims Valuation of Variations Early Warning Valuation of Claims Valuation and Claims Procedure 11. kemudian lewat Application of Particular Condition dicapai Condition of Contract. 6. Contract Price and Payment Valuation of The works Monthly Statements Interim Paymens First Hall of Retention Second Half of Retention Final Payment Currency Default Default for Engginer Law Review. Tujuannya adalah agar pekerjaan ini di luar kontrak pokok. Employer's Risks Employer's Risks 7. Design by Contractos Contractor's Design Responsibility for Design 12.Times and Periods Money & Payments Other Definitions Interpretation Priority of Documents Law Communications Statutory Obligations 2. sehingga tidak perlu amandemen serta addendum dari kontrak pokok. II.Fidic 1998 1.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi • Short Form of Contract a. Sedangkan untuk pekerjaan penunjang konstruksi yang tidak permanent dipakai Short Form Contract dengan 15 pasal/klausul.

3. Konsultan Pengawas 4. Pelaksanaan 2. Jangka Waktu Pelaksanaan 10. 7. Tenaga Kerja dan Upah 6. PU Standar kontrak Ditaba digunakan khusus untuk bangunan gedung dan perumahan pemerintah. namun ada imbalannya yaitu uang muka 20% Law Review. 8. Short Form of Contract Versi Direktorat Tata Bangunan (Ditaba) Dep. Jaminan Pelaksanaan & Jaminan Uang Muka 12. 5. November 2002 .2. Sub Kontraktor l ). Vol. Alat-Alat 5. Masa Pemeliharaan 11. Dasar Pelaksanaan Pekerjaan 3. 12. 10. Bahan-bahan dan 4. Pelaksanaan Pihak 7. II. 9. Keadaan Memaksa 11. baik dengan volume besar maupun kecil. Kedua 8.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi b. Harga Borongan 1. 2. Adapun isi dari kontrak pelaksanaan adalah sebagai berikut: Tabel 8 Kontrak Versi Ditaba Pekerjaan 1. 6. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Cara Pembayaran Pekerjaan tambah Kurang Pengamanan Tempat Kerja & Tenaga Kerja Laporan & Buku Harian Sanksi & Denda Risiko Penyelesaian Perselisihan Pemutusan Perjanjian Bea Meterai & Pajak Tempat Kedudukan Lain-Lain Penutup Dari standar kontrak versi Ditaba di atas pe*rlu diperhatikan mengenai pasal atau klausul 18 Sanksi dan Denda hanya berlaku untuk kontraktor saja. No.

2. Short Form of Contract Versi Gilbreath Standar kontrak versi Gilbreath dapat dilihat pada table di bawah ini: Tabel 10 Kontrak Versi Gilbreath 1. seperti tabel di bawah ini: Tabel 9 Kontrak Versi Perumnas 1. Short Form ofContract Versi Perumnas Dalam standar kontrak versi Perumnas hanya terdiri dari 9 pasal. Short Form Contracts Procedure For Short Form Contracts Protection Versus Brevity Short Form Change Orders Short Form Contracting Cautions Representatives Cases Law Review. Vol. 6. 6. No. 2. 5. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. 4. 4. 8. 7. 2. Tugas Pekerjaan Referensi Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu Pelaksanaan & Pemeliharaan Nilai Kontrak Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond) Pembayaran & Berita Acara Keadaan Memaksa Denda Penutup d. 3. 3. II. November 2002 19 . 5.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi c. 9.

Sebab Yang Halal 2.2. No. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya 2. Kontrak sebagai pedoman & pengendali pelaksanaan dapat diamati pada bagan di bawah ini: Law Review. Cakap membuat suatu perjanjian/kewenangan pihakpihak 3. suatu kontrak adalah syah bila memenuhi 4 syarat: 1. Hal ini berarti pula bahwa sesuatu yang di luar kontrak. Suatu kausa yang halal 20 Keempat syarat keabsahan kontrak di atas pada dasarnya dapat dibagi 2. Syarat Subyektif a.4 Keabsahan Kontrak Kontrak konstruksi pada dasarnya digunakan untuk mengalihkan risiko. tidaklah serta merta dapat menjadi dasar suatu klaim. Syarat Obyektif a. Hal Tertentu b. Timbulnya kontrak dalam industri konstruksi diawali ddengan adanya kesepakatan yang dilindungi hukum dari kedua belah pihak. November 2002 . serta alat pengawasan maupun pemenuhan hak serta kewajiban para pihak. Mengenai suatu hal tertentu 4. Sehingga dapat disebutkan bahwa alat untuk mengalihkan risiko adalah kontrak. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. II. yaitu : 1. Adanya Kesepakatan b. Vol. Kontrak sebagai pedoman dan pengendali pelaksana Tahapan kegiatan selanjutnya dalam manajemen kontrak setelah penyusunan kontrak dan penggunaan kontrak sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan. Kewenangan pihak-pihak 2. misalnya suatu risiko yang harus ditanggung oleh salah satu pihak dalam melaksanakan pekerjaan yang disepakati. Ini berarti kontrak atau perjanjian tertulis haruslah dipatuhi oleh kedua belah pihak baik sebagai pedoman pelaksanaan.6. adalah menggunakan kontrak sebagai pengendali pelaksanaan. Menurut KUH Perdata Pasal 1320.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi 2.

Vol. MUTU.Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstruksi Bagan 11 Kontrak Sebagai Pedoman & Pengendali Pelaksanaan KdMRAK SPESIF1KASI. Keuangan Tagihan EVALUASI 1 Pengendalian •4 Konfirm-Bayar Persoalan-Koreksi Apresiasi-Hargai TINDAK LANJUT Pemimpin Proyek 2. BIAYA SPESIFIKASI. Fisik B.A. November 2002 . II. Melakukan pencatatan atas semua kegiatan Manajemen Kontrak 21 Law Review.7 Administrasi kontrak Tahap akhir dalam Manajemen Kontrak Industri Konstruksi adalah administrasi kontrak. MUTU. WAKTU. No. BIAYA MASUKAN PROSES PRODUK Lap. adalah : a. Mingguan Lap.2. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.A. WAKTU. BIAYA £ ) ^ Perancang SPESIFIKASI. Beberapa hal yang dilakukan dalam administrasi kontrak. Bulanan MONITORING ± Kontraktor Pengawa sail Konsultan Pengawas VALIDASI B. WAKTU. Harian Lap. MUTU.

Citra Aditya Bakti. DAFTAR PUSTAKA 1. "Hukum Perikatan". Manlian. Seminar Pengenalan Hukum Jasa Konstruksi . Dalam Manajemen Kontrak Konstruksi. 10. ada beberapa tahapan kegiatan penting. " Etika dan Kode Etik Hukum Arsitek Dalam Industri Konstruksi di Indonesia ". 14122561 9. Arsitek Indonesia. Maret 2002. penggunaan sebagai pedoman pelaksanaan.Vol I No. "AD/ART IAI".Adventus: Analisis Aspek Hukum & Manajemen Kontrak dalam Industri Konstrukst b. Hal. FIDICEdisi 1992 22 3. No. Nazarkhan.UPH. FIDIC Edisi 1998 4. Jakarta 6. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. 1995 Law Review. Jurnal Hukum Universitas Pelita Harapan Law Review. ISSN : 1410-6043 8. KUH Perdata Republik Indonesia 7. Majalah Pilar. 7 Agustus 2002 5. "Contract Law".V/03-14 Jan 2002. Seminar Pengenalan Hukum Jasa Konstruksi . yaitu : • Kegiatan penyusunan kontrak • Kegiatan penggunaan kontrak sebagai pedoman pelaksanaan • Kegiatan menggunakan kontrak sebagai alat pengendalian • Kegiatan melakukan administrasi terhadap pembuatan. Vol. Singapore. Satrio. "Mengenal Hukum-Hukum Jasa Konstruksi". Times Book International. 3. Hikmahanto. dan penggunaan sebagai alat pengendali dari kontrak tersebut.2. "Hukum Konstruksi Dalam Perspektif Ilmu Hukum". Setiap tahapan kegiatan dalam industri konstruksi perlu diatur secara hukum b. Catherine. Memasukkan dalam system Retrival Kesimpulan a. " Sertifikat Bangunan Dalam Investasi Konstruksi ". 11. Melakukan pendokumentasian catatan-catatan c. 69. November 2002 . 1986 2. ISSN No. No. l/Th. IV. Manlian. 7 Agustus 2002.UPH.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->