Anda di halaman 1dari 1

ISOLASI KAPANG Morfologi, fisiologi, genetika atau aktivitas kapang dapat kita pelajari apabila mempunyai isolat murninya.

Oleh karena itu, kapang yang akan dipelajari harus dipisahkan dahulu dari substrat pertumbuhannya atau dari lingkungan sekitarnya. Makalah ini akan membahas mengenai isolasi dan identifikasi kapang. Isolasi kapang dari sumber alaminya merupakan salah satu ketrampilan dasar Mikologi yang harus dikuasai. Teknik isolasi kapang dapat dilakukan dengan berbagai cara dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 yaitu metode langsung (direct method) dan metode selektif (selective method). A. Teknik isolasi langsung 1.Transfer langsung (direct transfer) Istilah transfer diaplikasikan pada teknik-teknik yang melibatkan transfer sederhana kapang dari habitat alaminya menjadi kultur murni dan dilakukan di laboratorium. Metode ini merupakan metode paling sederhana dilakukan dengan mengambil sebagian habitat atau substrat di bawah mikroskop sehingga pertumbuhannya mudah dilihat. Jarum inokulasi dipanaskan sampai berwarna merah (membara), didinginkan, dan digunakan untuk mentransfer beberapa spora ke medium plate steril. Langkah ini dilakukan secara aseptik. Hal ini akan lebih mudah dilakukan dengan diawali mengambil sebagian agar dengan jarum inokulasi atau menempelkannya pada medium agar. Agar digunakan untuk melekatkan spora.Gambar 1 memperlihatkan teknik aseptik yang dilakukan untuk memindahkan biakan kapang. Alternatif lain yaitu dengan melembabkan jarum inokulasi dengan gliserin. Metode ini memerlukan beberapa hari agar kapang tumbuh dan membentuk koloni. Teknik transfer langsung juga dapat digunakan untuk mendapatkan kultur murni cendawan (mushroom).