Anda di halaman 1dari 10

UWW

BAB-IV

KEBIJAKAN FISKAL

UWW

TUJUAN KEBIJAKSANAAN FISKAL

Memantapkan stabilitas makro ekonomi. Mengurangi ketergantungan dengan bantuan luar negeri. Meningkatkan distribusi pendapatan.

UWW

PENDAPATAN
Sumber pendapatan pada prinsipnya masih didominasi :
1. 2. 3.

Pendapatan dari minyak. Pendapatan non minyak. Bantuan luar negeri.


A.

B.

Selama periode bom minyak dana bantuan mengalami peningkatan prosentase anggaran pembangunan yang kecil dari 70% -75% dari total tahun 1970, penurunan yang sama kecilnya dengan 25% pada tahun 1974 dan kembali pada tahun 1980 1982 . Akan tetapi pada akhir tahun 1980 telah meningkat menjadi 70% (sebesar 81.6% pada tahun 1988). Sebelum terjadi bom minyak pada saat keuangan Indonesia dan kapasitas implementasi masih lemah, program bantuan memberikan lebih dari 50% dari keseluruhan. Penurunan yang tajam ini terjadi awal tahun pertama pertengahan tahun 70-an dan pada awal tahun 80-an sangat kecil , Meskipun demikian andilnya meningkat tajam selama krisis 1980-an dari sebesar 10% sampai dengan 34% pada periode 1983-1986.

UWW

NODR DAN REFORMASI PERPAJAKAN TAHUN 1980AN.

Reformasi yang diperkenalkan pada tahun 1984-85, dengan latar belakang yang dijelaskan secara detail oleh Gillis(1985), merupakan usaha serius pertama pada masa kemerdekaan Indonesia untuk memperkenalkan sistem pajak yang lebih effisien, ringan dan bersih. Hasil reformasi ini sangat mengesankan. NODR riel meningkat cukup besar setelah tahun 1984, melebihi periode tahun 1973-1984 meningkat sebesar 86%, sedangkan peningkatan dari tahun 1984 sampai dengan 1992 lebih dari 200%, peningkatan yang sangat tajam terjadi pada pertengahan tahun 1980-an .

UWW

PENGELUARAN
1.

Kecenderungan

Kecenderungan dalam pengeluaran mencerminkan suatu sisi penting bagi pendapatan. Pengeluaran riel pemerintah meningkat sangat tajam pada tahun 1970-an akibat langsung dari pendapatan minyak. Pemerintah dengan cepat mengalokasi proporsi anggaran pengeluaran untuk pembangunan yang sedang dilaksanakannya .
Bagian terakhir meningkat dari 20% ditahun 1968 hingga 50% pada bom minyak yang tinggi pada tahun 1976. Peningkatan proporsi dana yang digunakan pada proyek pembangunan sepanjang periode ini berakibat pada menurunnya bantuan yang penting sebagai sumber pengeluaran pembangunan. 5

UWW

2.

Komponen utama.

Sejumlah observasi dapat dibuat yaitu terfokus pada komponen belanja rutin dan pembangunan. Pertama, analisis tren didalam anggaran rutine relatif jelas. Pada awal orde baru, gaji pegawai negeri mondominasi anggaran, hampir setengah dari seluruh total pengeluaran. Subsidi regional dan kategori material pada sisi pengeluaran yang lain yang tidak dijumlahkan, menyerap sebagian besar sisa anggaran rutin. Pembanyaran utang yang terdapat pada format anggaran akan semakin membengkak hingga tahun 1992.

UWW

Other Market
Indirect Tax Direct Tax Tx Transfer Payment Tr Disposible Income Yd

Business Sector

GOVERNMENT Sector

House hold sector

Output

GDP

Investasi

Government Expenditure

Consumption

SAVING

Y
Product Market

LM

UWW

Tingkat Bunga
IS i-5

IS

i-4 IS i-3 IS

IS

IS

Y1

Y2

Y3

Y4

Y5

[Pendapatan Nasional]

UWW

PENDAPATAN
Pajak Pendapatan 24.2 21.5 23.7 24.4 24.0 28.4 30.8 30.1 31.8 31.5 32.5 34.7 36.1 37.1

- DATA RIEL.

KOMPOSISI PENDAPATAN NON MINYAK

Tahun 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1991 1992

Pajak Tak Langsung Total VA Trade Lain-2 74.1 73.2 66.6 66.0 67.5 63.2 58.1 60.8 59.2 58.2 59.8 55.5 54.4 53.6 17.4 16.5 16.2 17.3 18.0 19.3 19.3 20.8 20.0 17,7 13.5 14.4 33.6 33.4 36.6 39.0 33.9 29.4 33.6 29.0 23.7 25.1 23.2 23.6 29.0 23.5 8.1 8.3 20.1 17.7 16.7 19.3 15.9 15.0 15,1 14,7 16.0 17.4 17.3 17.6 12.8 11.9

Income Non Tax 1.7 5.4 9.6 9.6 8.5 8.4 11.1 9.3 9.1 9.8 7.7 9.8 9.4 9.3
9

UWW

PENGELUARAN RUTIN DALAM KOMPONEN UTAMA


KOMPONEN UTAMA PENGELUARAN RUTIN
( Juta rp )

Tahun 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992

Personel Total Gaji/Pens 1,001.6 760.3 1,419.9 1,053.9 2,023.3 1,482.9 2,277.1 1,660.4 2,418.1 1,749.0 2,757.0 1,996.0 3,046.8 2,206.6 4,018.3 3,072.6 4,310.6 3,330.0 4,616.9 3,561.0 4,998.2 3,832.7 6,201.5 4,826.0 7,053.5 5,570.5 8,102.5 6,299.3 9,465.7 7,532.8

Subsidi Regional 522.3 669.9 976.1 1,209.1 1,315.4 1,547.0 1,883.3 2,489.0 2,649.7 2,815.6 3,037.7 3,566.4 4,236.6 4,834.2 5,283.2

Hutang 534.5 684.1 784.8 931.1 1,224.5 2,102.6 2,776.5 3,323.1 5,058.1 8,204.6 10,940.2 11,938.7 13,394.6 13,433.8 15,217.1

Bahan Lain-2 685.3 1,287.9 2,015.8 2,560.3 2,038.3 2,005.2 1,722.4 2,121.1 1,540.9 1,884.4 1,762.9 2,624.5 5,313.0 3,857.1 4,065.2

Total 2,743.7 4,061.8 5,800.0 6,977.6 6,996.3 8,411.8 9,429.0 11,951.5 13,559.3 17,481.5 20,739.0 24,331.1 29,997.7 30,227.6 34,031.12
10