Anda di halaman 1dari 2

PENGAMATAN LINGKUNGAN SEKITAR TENTANG SAMPAH

Sampah adalah sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak digunakan, tidak disenangi atau dibuang, dari sisa aktifitas kelangsungan hidup manusia (ilmu kesehatan lingkungan). Perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan mengakibatkan daerah permukiman semakin luas dan padat. Peningkatan aktivitas manusia, menyebabkan bertambahnya volume trimbulan sampah. Faktor yang mempengaruhi jumlah sampah selain aktivitas penduduk antara lain adalah jumlah atau kepadatan penduduk, sistem pengelolaan sampah, musim, dan tingkat sosial ekonomi. Penanganan sampah yang selama ini dilakukan belum sampai pada tahap memikirkan proses daur ulang atau menggunakan ulang sampah tersebut (Paradigma baru). Penanganan sampah yang selama ini dilakukan hanya mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman kota dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir atau membakarnya (Paradigma lama). Cara seperti ini kurang bisa mengatasi masalah persampahan karena masih dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Pencemaran Lingkungan berhubungan erat dengan sampah karena sampah merupakan sumber pencemaran. Permasalahan sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin menurun daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Di satu pihak, jumlah sampah terus bertambah dengan laju yang cukup cepat, sedangkan di lain pihak kemampuan pengolahan sampah masih belum memadai. Hal seperti inilah yang terjadi di daerah pemukiman khususnya di daerah Jeruju. Masyarakat pada umumnya hanya mengumpulkan lalu langsung membuang ke tempat pembuangan sementara. Alhasil penumpukan yang terjadi pada TPA akan semakin tinggi dan cepat penuh. Berbalik dari itu terkadang juga masyakat langsung membuang atau menumpukkan sampah tersebut kehalamannya. Perilaku masyarakat ini dapat menyebabkan lingkungan yang tidak sehat dan menimbulkan pemandangan yang kurang indah atau jelek dan kotor. Ini terjadi karena kebiasaan yang telah membudaya di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu peranan dari pemerintah untuk mengubah pola masyarakat disekitar.

Selain masalah sampah, masalah yang terjadi yaitu penyumbatan drainase akibat menumpuknya sampah karena pembuangan sampah tidak dilakukan dengan tepat. Hal ini dapat menyebabkan banjir saat terjadi hujan besar-besaran air langsung menggenangi jalan dan akibatnya jalan menjadi jelek dan becek. Serta wabah penyakit akan bermunculan karena lingkungan yang tidak sehat. Hal yang seharusnya dilakukan adalah mengadakan gotong royong untuk memperbaiki lingkungan hidup. Gotong royong tersebut adalah membersihkan sampah yang betaburan dan membersihkan selokan yang tersumbat. Kegiatan gotong royong harus dilakukan rutin sehingga tujuan dapat terealisasi dengan optimal. Tidak hanya itu peran pemerintah dalam mengatur pengolaan sampah harus lebih tegas. Misalnya mewajibkan masyarakat untuk memilah sampah kemudian membuang sampah tersebut ke tempat sampah yang sudah dibedakan sesuai dengan pemilahan. Kemudian mendaur ulang sampah menjadi produk yang masih dapat digunakan seperti kompos untuk organic dan bendabenda seperti jas hujan yang dapat dibuat dengan menggunakan sampah anorganik. Dengan demikian permasalahan masyarakat tentang sampah dapat teratasi dan lingkungan hidup menjadi sehat dan bersahaja.