Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. Linguistik. Iklim. kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. 4 5 . 4. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). Pasal 1. Interpersonal. 2. 8. C. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. memiliki kode etik. Visual/Spasial. harapan yang tinggi (high expectation). 5. 7. mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. Di samping itu. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). 8. 9. A.Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). 3. 2. 9.BAB II B. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . Musikal. standar kualitas kerja yang tinggi. mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. kecintaan terhadap profesinya. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. integritas yang tinggi. 7. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). kompetensi yang tinggi. 10. 10. dan 11. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Matematis /Logis. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). memiliki lembaga profesi. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. suasana. kejujuran. 6. menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. 3. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Intrapersonal). dan 11. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 6. memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. komitmen yang kuat. memiliki kejujuran dan integritas pribadi. etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. 5. Bab I Ketentuan Umum. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. menjadi agen perubahan. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). 4. Naturalis. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. dan mengembangkan visi sekolah. Merumuskan. menetapkan. Oleh sebab itu. Sarana dan Prasarana. (3) pengawasan dan evaluasi. 4. (5) sistem informasi sekolah. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. Menyusun struktur organisasi sekolah. Menyusun pedoman kerja. Pelaksanaan Rencana Kerja 1. Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . 5. menetapkan. 6 7 . Perencanaan Program Merumuskan. 3. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. menetapkan. meliputi (1) perencanaan program. Membuat perencanaan program induksi. B. dan c. Merumuskan. 2. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. (4) kepemimpinan sekolah. 1.BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. dan mengembangkan tujuan sekolah. (2) pelaksanaan rencana kerja. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 2. b.S ua s a an . dan mengembangkan misi sekolah.

25. C. melibatkan guru. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. 15. 5. 22. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. 8. 2. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. 12. penyebarluasan. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. 12. dan kegiatan pembelajaran. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. 6. 1. peluang. 1. 5. c. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. profesi. 4. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. prosedur keamanan sekolah. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. 5. D. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. kalender pendidikan. dan kelemahan sekolah/madrasah. 9. 14. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. e. 2. 24. memfasilitasi pengembangan. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. 21. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. silabus. d. sehat. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah. 26. 8 9 . memberikan layanan konseling kepada peserta didik. membina. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. efisien. melaksanakan penerimaan peserta didik baru.3. 4. menjadi pembimbing. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa. membantu. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 7. 9. 4. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. 10. prosedur-prosedur P3K. 17. 8. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. 13. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. Mengelola sarana dan prasarana. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. 23. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. melakukan pelacakan terhadap alumni. Melaksanakan program supervisi. 19. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. dan efektif. 7. 10. kekuatan. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. Menyusun KTSP. Melaksanakan program induksi. Membimbing guru pemula. Supervisi dan Evaluasi 16. 3. menganalisis tantangan. 6. 3. melakukan pembinaan prestasi unggulan. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. b. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. 11. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. 18. 11. Mengelola keuangan dan pembiayaan. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing.

29. 2. 5. 34. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. dalam sistem informasi sekolah perlu: 1.27. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. 36. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. pengawas sekolah/ madrasah. efisien. 10. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. membantu. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi. 7. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. 6. agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. 28. 32. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal. dan efektif. memfasilitasi pengembangan. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. 3. 31. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. 30. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . 35. Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah. sehat. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). 4. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. profesi. penyebarluasan. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. 33. 8. membina. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. 9. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. 37. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya.

Misi sekolah: a. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. 4. dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. Tujuan sekolah: a. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. b. c. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. f. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. Merencanakan Program 1. d. c. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. d. h. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. e. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. Rencana Kerja Sekolah a. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. e. d. Visi sekolah: a. misi. mampu memberikan inspirasi. 2. b. A. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. motivasi. e. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. g. b. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. 3. f. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. i. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. c. mengacu pada visi. (b) melaksanakan rencana kerja. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai.

3) struktur organisasi sekolah. 3) Standar Kompetensi Lulusan. b. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. B. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. partisipasi. c. Melaksanakan Rencana Kerja 1. 7) tata tertib sekolah. 9) biaya operasional sekolah. e. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. 2) Standar Proses. b. c. Semua pimpinan. d. kemitraan. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. 8) Standar Penilaian. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. b. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). e. Pedoman pengelolaan KTSP. Pedoman Sekolah a. 14 15 . kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. 5) Standar Sarana dan Prasarana. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. 2) kalender pendidikan/akademik. misi dan tujuan sekolah. d. 4) pembagian tugas di antara guru. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. dan akuntabilitas. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. 8) kode etik sekolah. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. 2. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. 6) Standar Pengelolaan. keterbukaan. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. 6) peraturan akademik. Struktur Organisasi Sekolah a. 7) Standar Pembiayaan. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. 3. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. b. wewenang. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. c. pendidik.

c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. Bidang Kesiswaan a. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. sensorik. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. dan peserta didik. potensi atau karakteristik daerah. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. status sosial. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. agama.c. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. intelektual. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. atau Perguruan Tinggi. seperti konselor sekolah maupun psikolog. dan hari libur. dan peraturan pelaksanaannya. Standar Isi. emosional. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. sosial budaya masyarakat setempat. 16 17 . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. b. ulangan. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. transparan. bulanan. dan kriteria tambahan bagi SMK. dan/atau sosial. dan semester genap. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. d) SMA/SMK. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. 4. mental. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. SMPLB. Standar Kompetensi Lulusan. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. 7) Dalam penyusunan silabus. dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). SMALB. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. ujian. c) SMP berasal dari lulusan SD. 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. d) sesuai dengan daya tampung sekolah. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. dan mingguan. pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. etnis. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. b. dan Panduan Penyusunan KTSP. 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. disupervisi. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. kegiatan ekstrakurikuler. kemampuan ekonomi bagi SD. 5. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

untuk menjadi bahan program remedial. kreatif. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. d. Standar Isi. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. mandiri. memahami belajar seumur hidup. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. mempunyai etos kerja yang tinggi.c. mendorong kreativitas. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. dan dokumentasi. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. demokratis. c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. menemukan. laporan kepada pihak yang memerlukan. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. wakil kepala SMP. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. berargumentasi. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. dan peraturan pelaksanaannya. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. bertanggung jawab dan berkesinambungan. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. b) melibatkan peserta didik secara aktif. 18 19 . klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. peralatan. dan membuat catatan keseluruhan. mendidik. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. dan dialogis. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. kemampuan peserta didik. memotivasi. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. memiliki motivasi. dan memprediksi. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. mempertanyakan. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. mengkaji. c) menggunakan fasilitas.

penggunaan buku pelajaran. dan institusi di atasnya. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. adil. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. dan terbuka. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. didokumentasikan secara sistematis. termasuk pembagian tugas. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. keandalan. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. e. perpustakaan. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. c. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. wali kelas. dan profesionalisme. mendidik. dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. kepatutan. Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. dan buku perpustakaan. memfasilitasi. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. 6. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. b. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. 5) wakil kepala SMA/SMK. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . kenaikan kelas. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi. laboratorium. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. dan konselor. 3) wakil kepala SMA/SMK. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. buku referensi. menentukan sistem penghargaan. ujian. 4) wakil kepala SMA/SMK. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. formatif dan sumatif. dan kelulusan.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. b) ketentuan mengenai ulangan. remedial. e. d. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. membimbing. 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. komite sekolah. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas.

3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. c. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. 3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. c. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. f. d. d. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. 22 23 . merawat. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. 8. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. 4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. serta institusi di atasnya. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. b. g. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. 7. baik internal maupun eksternal. untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah. Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. Bidang Sarana dan Prasarana a. b. e. tenaga kependidikan dan peserta didik. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana.

Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. iklim. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. iklim. d. dan negara. masyarakat. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan. tanggung jawab dan wewenang. 6) mencintai lingkungan. ketertiban. 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. b. dan peserta didik. dan menyayangi sesama. dan peserta didik. Sekolah menciptakan suasana. tujuan. keindahan. kebersihan. bangsa. g. tenaga kependidikan. lingkup. serta penjelasannya. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. e. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. f.9. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. h. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. 2) petunjuk. 5) mencintai keluarga. 24 25 . c. 2) memuat judul. peringatan. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. dan kenyamanan sekolah. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib. keamanan.

d. Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. f. b. j. c. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. i. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. g. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. SD atau yang setara. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. supervisi. Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. serta dunia usaha dan dunia industri. h. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. evaluasi.10. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. dan pemanfaatan lulusan. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. Kemitraan SMA/SMK. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. SMP atau yang setara. Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. dan akuntabilitas pengelolaan. berkaitan dengan input. proses. output. efektivitas. pelaporan. e. dan tindak lanjut hasil pengawasan. Kemitraan SMP/SMPLB.

b.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. c. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. menilai kinerja. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. Sekolah meningkatkan status akreditasi. komite sekolah. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. pemakai lulusan. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. keseimbangan beban kerja. c. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. b. f) d. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. c. 4. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. 28 29 . Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. b. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. dan alumni. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. 6) Sekolah menyusun laporan EDS. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 2. b. Akreditasi Sekolah a. pada akhir semester akademik. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. d. 3. supervisi. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. evaluasi. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. maupun perubahan sosial. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. kepala sekolah. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. c. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 5. serta perubahan sistem pendidikan.

membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. dan kelemahan sekolah. e. kesiswaan. sarana-prasarana. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. c. peluang. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah. penyebarluasan. membantu. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. q. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan.D. 30 31 . k. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1. 5. profesi. 2. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. melibatkan guru. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. b. i. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. f. 7. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. d. membina. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. meningkatkan mutu pendidikan. sekolah: a. efektif dan mudah diakses. dikuasai. Dalam hal sekolah swasta. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. p. o. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. efisien dan akuntabel. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. Kepala sekolah: a. d. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. efisien. h. dan perilaku yang dimiliki. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. g. memfasilitasi pengembangan. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. j. l. r. sehat. 6. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. n. dihayati. dan efektif. dan kesiswaan. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. m. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 2. keterampilan. dan proses pengangkatan serta keputusannya. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. b. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. c. menganalisis tantangan. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. 8. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. E. kekuatan. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. saranaprasarana.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

c. 4. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. bakat. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1. e. a. 3. TERAMPIL. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. Misi. 5. dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. d. CERDAS. Misi: Tujuan : 34 35 . dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN. serta tujuan umum pendidikan dasar. f. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. kewirausahaan. dan potensi peserta didik. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran.Contoh : Visi. Mengacu pada visi dan misi sekolah. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. dan lembaga lain yang terkait.

Indikator Kegiatan.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1.1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6. 2. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8. Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3. 1 1. 3. SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM.1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.00) 3.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya .Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2. Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No.

7.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8. bahan ajar. media pembelajaran. Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4.38 No. Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 . sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6. 4. sarana. Pengembangan Pengelolaan: Prasarana.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8. bahan ajar. media pembelajaran. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.1 60% 7. sarana. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5.1 Prasarana.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.

..........1...… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH .....… .… ..........…….. ...… .... s. PROVINSI ………………………...1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB..d tahun ke IV 41 ..… .1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2.. ......... No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1.............… .....… ..1…… 2. SUMBER DANA LAINNYA .2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2. .....… ..1...…….... TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst. KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1......... ..... ......... .1 1.… ..SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN ...… ........1…… 1./………......… ..……...… ........ ……………………..1 2..… ... ...… .....… .……...… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……..2…… … DST JUMLAH (RP) ...... . ....

1. 1. STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.1.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. dan kebutuhan pembelajaran.1.1. 1. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah. dan pengayaan bagi siswa. STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI).2.1.1.2.2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu. 2.1.3.2.2. 2.2. 1. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 . 2. rencana program remedial.1.1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. 2. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL. usia peserta didik. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1.2. kondisi budaya.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1. kebutuhan sosial masyarakat.

44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .

46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .

Rencana Kerja Tahunan (RKT) .Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) . BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: .Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK…………………………….RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml. Siswa Menurut Kelas. 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD. dan JK . Asal.

Siswa Menurut Usia.Buku Agenda .Buku Notulen Rapat .Data Statistik Sekolah ./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang .Buku Ekspedisi .Buku Pengumuman .Struktur Organisasi Sekolah .KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml. dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg.Buku Administrasi Perpustakaan . Kelas.

c. : ………. Penjelasan TT sekolah c... : ………. g... Persiapan mengajar b. Evaluasi belajar d.... d. Pekan orientasi b... JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a... f....….52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………..... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a.....…. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN . e. Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. 2 a.. Kenaikan tk/penjurusan e. Penyajian pelajaran c.....…. b.…..

.54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I....................... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No... 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu .... No...... : ............ No... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II............ 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I.......... : ...... Jumlah (∑) Minggu/Semester................... Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif .... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II.. Jumlah (∑) Minggu/Semester.. No. 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : . Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No.. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ..... III.

. Jakarta........ ... Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = .. jam tatap muka. Catatan: 1.. x ............... ………. tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda.. Kepala Sekolah....... ..... 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV... Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =..........………...……….. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No.. jam tatap muka = ... x ..................... 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti.56 III.. NIP............. Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi......... ..... Kepala Sekolah L P J L P J I II III ……………..... jam tatap muka =.. 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember ……………....... Guru Mapel .... Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka.. Mengetahui... 2... jam tatap muka..

Jumlah minggu belajar : ………………...58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3...... : ……………………………………….. NIP... LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % ……………………………....1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ……..minggu 2. 3.…. Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ………………. : ………..... nilai rata-rata kelas ………….3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal …..% 3. Dilaksanakan pada tanggal …………………………..2 dari butir 2 …………………………………………… 5..... : …………………………. Pemecahannya .….. 5.. 4....3 dari butir 3 …………………………………………… 6... CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : ………………………….... nilai rata-rata kelas …………..... 2011 Kepala Sekolah ……………………. : ………………………………………. 3.4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal …. Masalah dan hambatan yang timbul 5.….. Pencapaian target Silabus : ……………….. 59 1.. Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3.....1 dari butir 1 …………………………………………… 5. : ………………………………………..

6.2011 Guru ybs..3 dari butir 3 …………………………………………… 7....…..…...60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………. .... : ………........... Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML ……………………………... NIP.. Kepala Sekolah 61 ……………………. …………………………..2 dari butir 2 …………………………………………… 6.. NIP.. CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………... NIP. …………………………. ....1 dari butir 1 …………………………………………… 6..

./jam : ……….... Izin A ... Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………. Sakit I . CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket.. Karpeg No.. Kepala Sekolah CATATAN : S ..……… 63 Tgl...… .….. NIP.. : ……………………………………………. : ……….. Alpa ……………………....... 06 Jumlah Diterima oleh : …....…. Tanggal..... RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No. .... : …………………………………………….....62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………... Nama dan Paraf Pejabat Penilai ……………………………..

...... Jumlah Diterima oleh : ….........64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl ... NO................….. Tanggal Penyampaian : .........Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : .../jam : ………... : No............… ...... URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO. SURAT KET...............................................…… 65 Tgl......................

............... ............ ........................................................66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: ........................... ……………………………......................... …………………………….............. Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP ..................................................................... ............................................................................................................................................................................................................................................................................... ................................. ........................................................................................................................................................ Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN .......................................................... Kepada Yth ……………………………...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

... Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah………. Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah………....6 Tahun 2009 Inpres No........... Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No.. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No..... 6.......… yang bertanggung jawab..........……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler.………………………… 2............. MENGINGAT : 1.. Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH …………………... 2..……......……….... 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No.1 Tahun 2010 SK Mendikbud No.. Strategik Planing Pengembangan Sekolah …….......... dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah…………….......…. kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah………. 8... tahun pelajaran …...………......... MENIMBANG : 1...... 5.... 69 ....... 3...... 7............ 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah…….…..... tahun …….............. maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa …………............................. 4......68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No.................

............... Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman.. guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah..…... Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a..... yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah……………. siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya..…........ c........ .......... Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan......... Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan..... Mengerahkan. tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah….......….... Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a....... Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa... 2.. BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1....... 6..... Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2. 3..... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa................... mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5. memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b.MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah…….. 4... 3.... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah …. Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah…………. menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik.. Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini... Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1................ Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik.. 5...…. 70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1.. Pasal 4 Pembina 1. Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 .. berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme. 2...

2. e... Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam.72 2.. 3.... Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah... Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa.. negara.. Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah..keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 ... Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan... Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh. c.…..... bangsa dan agama.. b.. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian... sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya. keterangan penyelenggara. d. Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini.. Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa...... 2.. c. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1. b.. dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86..……... e. BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1. d. tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS. 2.

……….. Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1. Lomba PKS/OSN 7. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1.. Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3. JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A. Kursus/Diklat 9. LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No... Praktikum Agama 6. Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4. Lomba Pidato 8. Penelitian Remaja 5. 2... Seminar 3. maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku.…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian. Kepala Sekolah…………. Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini. …………………. dst C.... Debat Bahasa Inggris 4. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2.. dst B. Pengurus OSIS 2.………………. Lokakarya 6. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 . Diskusi Ilmiah/Panel 2. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan. Aspek Penalaran dan Idealisme: 1. Mading 10.. Bedah Buku 11.. Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini. Bulletin/Majalah 12.... Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ………. Ditetapkan di : Pada tanggal : ………. Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1.4.. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5..…………..

Bola Basket 5. Atletik 12. Kaligrafi/Melukis 10. Karate 8. SAR/PMR 4. Seni Baca Al-Qur'an 2. Sepak Bola 6.76 4. dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E. dst (2) Cabang Kesenian: 1. Yudo 9. 8. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1. Tari Tradisionil 9. Silat 7. Orkes Melayu 4. Kasidah Nasid 5. 6. Bola Volly 2. 7. D. Bulutangkis 3. Tenis lapangan 4. Khotbah/Pengajian 5. Teather 8. Folksong 6. Paduan Suara 7. Band/Vokal Group 3. Catur 10. Donor darah 3. Bansos 2. Bridge 11. Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . 5.

Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:. .78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th.

80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 .9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya. 81 .

Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai . karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. Isra' dan Mi'raj. a. e.10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll.15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul .00 – 07. Berprilaku jujur.00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11. b. dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. Maulid Nabi. c. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk . e. Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 . pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. B. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. 2. Kejujuran. ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3. 1. d. 10. b. d. Tasbih. menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. guru. d.50-12. a. c. c. Pelaksanaan PHBI yang terdiri . Pemantapan Komitmen. f.82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. a. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik. f. dan karyawan. Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. e. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti .

4. f. 11. Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. Pemelajaran Mandiri /Individual d. 12. 3. 6. menguasai bidang tugasnya. tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . Pembelajaran berwawasan lingkungan f. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. 1. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. 7. 8. 5. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b. 2. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. jujur. 10. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus . e. 2. Reorientasi Pemelajaran Normatif.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. 4. Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. 9. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. mau belajar terus menerus. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. prima dalam intelektual. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. 3. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. kemampuannya prima. 2. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. SMK SNP.

.86 6. AMT (Assesment Motivation Training).. Kepala Sekolah ……………………. 5. 9. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan . 8. .. 7. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan . 5.. 4.. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia). 8. 1. 7. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan . Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. 2.. UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. 4.... 3.... 87 . 2. Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses …………………………….. 3.. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya . Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing .. NIP. Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1. 4. 3. 6. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya..

. 1. ASPEK 4. dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. iv.. kebijakan pusat. dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta). kata pengantar. Diktum Penetapan. 2. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. 1. iii. 23. 4. efektif dan menyenangkan. 20 tahun 2003. Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No. 5. Tulisan cover. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. 4. a. sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab. 1. tahun. 2. Kota tempat penetapan. Jumlah halaman cukup satu halaman . 3. disusun secara alfabetis. lembar penetapan. 3. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). 5. 19 tahun 2003. 23 dan 24.di munculkan. Landasan Filosofis 3. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. 3. Kota tempat Kurikulum SMK disusun. Renstra Diknas. Lembar penetapan 1. PP No. 1. v).(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. B. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital. 20 tahun 2003. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital. NO KOMPONEN 5.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. menyebut dan sedikit mengurai Permen 22. 2. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). ii. BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2. Raya…… Jakarta Timur ). Landasan Yurudis 89 1. 19 tahun 2005 c. Tahun Penyusunan. Tulisan bab. b. 6. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN. Ketua Komite Sekolah. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. kreatif. 4. Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl. daftar isi. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah.. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. 4. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. . Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. Kata Pengantar 1. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa).. 2. 3. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i. bulan.. dengan ini Kurikulum SMK ….. 3. Daftar Isi 6. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global..dan 24 tahun 2006. Permendiknas 22. Tanggal penetapan. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. dst . 5. 2. halaman berikutnya (ii).(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif.

merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. 19 tahun 2003. spontan dan keteladanan.90 NO 3. 19 tahun 2005. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a. 2. 1. dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b. UU Sisdiknas No. dan c. kelompok mata pelajaran/kompetensi. yang memuat tentang nomor. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. KOMPONEN ASPEK 4. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus. 19 tahun 2005. C. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. 4. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. Bersifat teknis dan Sasaran terukur. 5. tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran. 6. NO 3. kode kompetensi.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang. Permen 22. Pendidikan Kecakapan Hidup 8.dan Renstra Kemendiknas. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. mengindentifikan materi pokok pembelajaran . Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006.Renstra Dinas.dan 24 tahun 2006. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6. mengkaji SK/KD 2. Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan.19 tahun 2005.. a. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik.Perda Provinsi dan Bersifat operasional.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No. Muatan Lokal 5. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. 23 tahun 2006.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No. PP No. 5. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas. Pengembangan Diri 6. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No.20 Tahun 2003. 1. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari. 23. Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.Perda Provinsi. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin.

Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. E.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. lulus Ujian Nasional. 4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. menentukan sumber belajar Berisi tentang. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 1. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. kelompok mata pelajaran estetika. alokasi waktu minggu efektif belajar. laboratorium. Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. Penilaian menggunakan acuan kriteria. waktu pembelajaran efektif. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. olahraga. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). Ruang Lingkup Pekerjaan D 1. Pembelajaran di sekolah (kelas. 2. Kompotensi Umum 2. 3. c. Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. hari belajar. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. 1. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. bengkel/workshop dan di luar sekolah). 4. 4. b. dan d. 5. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. termasuk beban di luar tatap muka.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4. dunia usaha atau masyarakat. menentuakan alokasi waktu 7. Tuntutan Dunia Kerja 3. Penilaian Ujian 3. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 1. dan kesehatan. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. 3. Pendekatan pembelajaran 3. 5. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah. Pengaturan beban belajar 2. dan kelompok mata pelajaran jasmani. penentuan jenis penilaian 6. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. 93 . Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. 6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik.

. NIP... Wakil SDM 95 ...... KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi. dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing... Program Pengembangan Diri 8. Model RPP 10. Silabus Program Adaptif 4..... Silabus Program Normatif 3...69.69... Komite Sekolah. saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun. ………………........99 : 40 ...81.......... 3………………...Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 .Seklh Supv..90.. Silabus Muatan Lokal 6...100 : 82 ..... NIP.. Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders..94 NO F 1.....81. SEMESTER GASAL TAHUN : 91 .................... keterampilan... BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2..... Panduan Akademik 9...... LAMPIRAN-LAMPIRAN …………………………….99 : 40 ... Guru.Ka.100 : 82 .. Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah.. Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan.. Jakarta... harapan... Kepala Sekolah ……………………..99 : 70 ... KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg. ... Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a... Standar isi (SK/KD) 2.......99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang ………….. masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP.99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala . Silabus Program Produktif 5. Standar Kelulusan (SKL) 1.. b. Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.... Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………. dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun.... G....99 : 70 .91..

.............. ......... Kelas ....... 7 . Kepala Sekolah …………………….... 11 ......... 6 .Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid..... 4. NIP.. Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……...1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD ......... 5 ... 2... 5...... 3..2 guru kelas ...... Jumlah Jam .. Jumlah Jumlah 2 3 4 .................. 1 1.... 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………....1 Guru Olah Raga .1 Guru Bahasa Inggris ..... JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas . Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst... 8 ...... : 150 ) a... Kelas .. 10 ................Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : ....96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid. Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru …………………………………….. 9 ... 12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW ...

.............. Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur.. 13.... Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta............ NO.... JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6.............. Keuangan Ur.... 10.... 14...... 4......... 12....... 3.. Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9.. 5...........98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah... Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 .. Sarprasdik Ur.. JABATAN 2 Kasubag TU Ur........ Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks... 8.......... Kepegawaian Ur......... Tahun... Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1... Kesiswaan Ur......................... 2.... 11.... 7.. Mengetahui Kepala Sekolah...... ..

................. NOMOR : 018/1................. 2.. tanggal ........... ............ Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.... : Kepala Sekolah ........... Kab/Kota .................................... Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.............. khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.... Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : ......... ...... maupun masyarakat pada umumnya..................... Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA...851.............................................. INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini............. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah .... Indonesia Jl.......... PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1..................... Indonesia PT .............. ANTARA SEKOLAH .......... ...... Manager PT ........... selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.............................................................. kami yang bertanda tangan di bawah ini: I... Tahun Dua Ribu ....................... Nama Jabatan II................... : .. ...... Kab/Kota .................................................................026 / 2011 DENGAN PT ......... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah ....... .............................................. dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal ............2............... Bertindak Atas Nama : Sekolah .......... Kab/Kota .............................pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan............................. PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk................................ Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.............. Kab/Kota ................................... Tlp.............. Dengan ini menyatakan bahwa....................... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia...... Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT .......100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN ................. Alamat : Jl.... Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.......... baik bagi Perseroan sendiri... 3.... komunitas setempat...........

.. Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan.... Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya.... Apabila karena sesuatu hal....... Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini... tidak dirugikan.... PASAL 7 JANGKA WAKTU 1..... 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT.... KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure.102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA.. 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah ........... PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1. Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat...... 2.... Indonesia........... peperangan........ dapat ditanggulangi dan Sekolah .. .... huru hara..... Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah ...... maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan.. sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit.............. 103 .... dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak. meliputi : 1.. PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran. bencana alam........ dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya......... 3...... maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur. Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir...... Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA.... ditanggung PIHAK KEDUA.. 2.... 2... Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah ................... meliputi : 1..... maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya. ditanggung oleh PIHAK KEDUA..... PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini. PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari...... PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini....... sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah ......... Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia..... tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK........... 3..... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk.. pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing..... maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah.. 4....... Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati.. salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini..................... Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah ......

....... ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1... dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap......... Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran........ 3..... Kewarganegaraan dan kepribadian.104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua)... Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran.. Estetika..... PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH ................ Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah. Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.. Agama dan Akhlaq mulia.. PIHAK KEDUA: MANAGER PT . Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2. Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a... Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti... b...... bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama... 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama .. INDONESIA ________________ NIP: .....

.………....... IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C.…… yang sudah bekerja. Kontak Email B..….. 107 .. IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No. PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ……….…... dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia... kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi …………………..106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ………………………...… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut..... Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi ……………………. NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A...

(%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni. memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi…………………. Tanggapan Pihak Pengguna No. Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi.. Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. prodi perlu memfasilitasi. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar.. Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting..……. ……………………….……. untuk mengikuti perkembangan TIK. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik. Lulusan Program Studi……………. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 .D. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1.

.... Rabu. Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib... Kelas IV.. Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK.. kaos kaki putih.. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp......... Senin – Selasa..... 4.... rok wanita dibawah betis. 4.40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6. bagi yang non muslim baju putih merah. Sabtu... 4. berdasi... TATA TERTIB BERPAKAIAN 1.. baju batik dan bawahan putih..... adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.. Rambut harus disisir..... 5..... I. baju dimasukan. pakaian putih merah... Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin......... kaos kaki putih dan sepatu hitam.. 2.... pakaian senam dan membawa pakaian ekskul.. III.... Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10.. berlokasi..... adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. dan Kamis... 2.... sepatu hitam. kaos kaki putih. WAKTU MASUK DAN PULANG 1... 6. kelas I...... dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1. 2.. murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara. Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD………………………. . baju muslim batik warna hijau.. 3.... Rabu .25. 3.. Hari Senin.... 4. Kamis. II dan III Pakaian Pramuka Siaga.. sekolah mulai belajar pagi pukul 6..... TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1....Selasa... V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap.. Sebelum masuk kelas. 2.110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK.. Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk.00-15.... Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan.... sepatu hitam dan baju dimasukan. wanita diikat rapi. 5. khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga.. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru.15.. Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini ..30 -10....30 – 12.. 6. Jumat. II........ kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. 5. untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu. 3. 3.

TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas. menggunakan HP berkamera. 4.. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. 1. 1. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. 10. IV. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah. 5.. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol. 1. guru piket dan seluruh siswa. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. 3. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru. ketua kelas segera menghubungi guru piket. 8.. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex... 4. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. 12. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar. salam. 113 . papan tulis. 7. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar. 1. 10 menit setelah bel masuk. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah.. 2. 13.. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid. Membuang sampah pada tempatnya. 4. 3. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya.. 6... Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. V. sopan dan santun. makan dan tidur di kelas saat belajar. 112 VI. Berperilaku senyum. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. 9. 3. 2. sapa. . Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda. Murid-murid yang tidak masuk sekolah.. Kepala Sekolah ……………………. Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru. berisik. siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. 3. Selesai upacara. ……………………………. kecuali selama belajar kelompok. 2. guru belum berada di kelas. Kebersihan. 4.. tidak boleh berisik. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis. alat kebersihan dan lain-lain. Setiap peserta upacara harus tertib.5. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas.. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas. 5. 11.. 6. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya. NIP.. 2.. VI. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya.

. 3................. Awal Bulan b.... B............................... c......... 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH ... Kecamatan : .......................... Agama : a................... Telepon : ... Status : ... Kab/Kota : ........... b......... Kewarganegaraan : a.. A.......... Islam b. WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 . Budha e.. 20..... d...... Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN ........... Kristen c............... a.......... Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst.114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH ............... Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No. 2... Mutasi : a.. ... Kelurahan : ........ Alamat : ............. Kepala .......... 1... Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst............ Masuk/Naik/TN c.......... WNI b...................... Katolik d. IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : ....... Hindu Jumlah 3.. Keluar/Lulus d... KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1.. Akhir Bulan 2........

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .1.

3.1. HALAMAN SEKOLAH 2. POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 .

TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .2.3.

SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .4.

LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .5.

6. PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .

RUANG KEPALA SEKOLAH 7. PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 .8.

RUANG GURU 178 179 .9.

10. RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 . RUANG TATA USAHA 11.

LABORATORIUM 182 183 .12.

184 185 .

RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 . PERPUSTAKAAN 13.14.

15. KANTIN 188 189 . RUANG IBADAH 16.

TOILET 190 191 .17. KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18.

RUANG SERBA GUNA 192 193 .19.

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

24. RUANG OSIS 25. RUANG MULTIMEDIA 200 201 .

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko. Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful