Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

Matematis /Logis. A. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. 9. Bab I Ketentuan Umum. harapan yang tinggi (high expectation). Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). menjadi agen perubahan. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. Interpersonal. kecintaan terhadap profesinya. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK). kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. 5. suasana. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. dan 11. Iklim. 2. 9. memiliki kejujuran dan integritas pribadi. kejujuran. Di samping itu. 3. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. 8. dan 11. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). memiliki lembaga profesi. 10. Intrapersonal). berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. memiliki kode etik. 10. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). Visual/Spasial. C. 8. kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. 7. Musikal. Linguistik.Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). 5. Naturalis. 7. memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. kompetensi yang tinggi. standar kualitas kerja yang tinggi. integritas yang tinggi. 3. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). komitmen yang kuat. 6. 4. 6. 4. 2. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. Pasal 1. maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). 4 5 . Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar.BAB II B. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.

(4) kepemimpinan sekolah. Oleh sebab itu. Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. Menyusun pedoman kerja. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. 6 7 . menetapkan. 5. Membuat perencanaan program induksi. menetapkan. Merumuskan. Merumuskan. menetapkan. (3) pengawasan dan evaluasi. dan c. 3. (2) pelaksanaan rencana kerja.BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. (5) sistem informasi sekolah. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. 4. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. Pelaksanaan Rencana Kerja 1. tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. Sarana dan Prasarana. dan mengembangkan misi sekolah. Menyusun struktur organisasi sekolah. 2. meliputi (1) perencanaan program. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Perencanaan Program Merumuskan.S ua s a an . B. dan mengembangkan visi sekolah. 1. 2. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. dan mengembangkan tujuan sekolah. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. b.

3. prosedur keamanan sekolah. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 5. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. kalender pendidikan. 23. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. 4. Supervisi dan Evaluasi 16. efisien. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. 4. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. 24. 1. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. Mengelola sarana dan prasarana. 6. 2. 6. 4. silabus. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. 7. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 25. 12. kekuatan. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. 8 9 . 8. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. peluang. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. c. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. menganalisis tantangan. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 21. C. dan kegiatan pembelajaran. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. prosedur-prosedur P3K. 19. e. dan kelemahan sekolah/madrasah. 26. 11. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. Melaksanakan program induksi. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah. sehat. 9. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. 11. melakukan pembinaan prestasi unggulan. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. 1. dan efektif. 18. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. membina. memfasilitasi pengembangan. 10. Menyusun KTSP. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. memberikan layanan konseling kepada peserta didik. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. 12. 2. melaksanakan penerimaan peserta didik baru. Melaksanakan program supervisi. Membimbing guru pemula. 9. penyebarluasan. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. 5. melakukan pelacakan terhadap alumni. 15. 3. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah. 22.3. melibatkan guru. 8. profesi. menjadi pembimbing. membantu. 10. 17. D. b. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. Mengelola keuangan dan pembiayaan. 13. 5. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. d. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. 14. 7.

Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah.27. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. 35. penyebarluasan. pengawas sekolah/ madrasah. memfasilitasi pengembangan. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. 31. efisien. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi. profesi. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. 37. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. dan efektif. membantu. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula. 36. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. membina. 8. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. 28. dalam sistem informasi sekolah perlu: 1. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. 4. 32. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. sehat. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. 2. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 33. 29. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. 10. 3. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. 7. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. 6. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. 30. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. 34. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 9. 5.

dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. motivasi. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. 3. mampu memberikan inspirasi. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . e. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. d. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. e. mengacu pada visi. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. Tujuan sekolah: a. c. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. c. Visi sekolah: a. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. 4. d. menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. g. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. b. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. c. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. f. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. f. b. Rencana Kerja Sekolah a. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. misi. 2. dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. b. A. (b) melaksanakan rencana kerja.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. Merencanakan Program 1. h. e. i. d. Misi sekolah: a. memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.

Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. c. b. e. Pedoman pengelolaan KTSP. 4) pembagian tugas di antara guru. 14 15 . keterbukaan. e. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. 3) Standar Kompetensi Lulusan. Semua pimpinan. 2. 6) Standar Pengelolaan. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 8) Standar Penilaian. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. partisipasi. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. 3. d. 2) kalender pendidikan/akademik. kemitraan.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. 8) kode etik sekolah. b. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. 7) Standar Pembiayaan. 7) tata tertib sekolah. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. dan akuntabilitas. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. Pedoman Sekolah a. pendidik. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. 3) struktur organisasi sekolah. 9) biaya operasional sekolah. b. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Struktur Organisasi Sekolah a. 6) peraturan akademik. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. b. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. c. c. kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. misi dan tujuan sekolah. 5) Standar Sarana dan Prasarana. wewenang. d. 2) Standar Proses. Melaksanakan Rencana Kerja 1. B. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah.

16 17 . 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. potensi atau karakteristik daerah. seperti konselor sekolah maupun psikolog. Standar Kompetensi Lulusan. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. dan kriteria tambahan bagi SMK. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. atau Perguruan Tinggi. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. dan hari libur. ujian. b. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik. ulangan. c) SMP berasal dari lulusan SD. dan/atau sosial. d) SMA/SMK. SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. d) sesuai dengan daya tampung sekolah. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. bulanan. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi.c. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. transparan. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. dan Panduan Penyusunan KTSP. Standar Isi. 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. b. mental. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. Bidang Kesiswaan a. emosional. 4. kegiatan ekstrakurikuler. dan peserta didik. sensorik. dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. kemampuan ekonomi bagi SD. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. disupervisi. dan peraturan pelaksanaannya. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. dan semester genap. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. SMALB. 5. 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. intelektual. sosial budaya masyarakat setempat. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. SMPLB. 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. dan mingguan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. etnis. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. 7) Dalam penyusunan silabus. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). agama. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. status sosial.

4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. kemampuan peserta didik. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. b) melibatkan peserta didik secara aktif. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. dan peraturan pelaksanaannya. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. mempertanyakan. mendorong kreativitas. Standar Isi. memotivasi. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. berargumentasi. mempunyai etos kerja yang tinggi. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. dan memprediksi. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. dan dialogis. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. demokratis. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. dan dokumentasi. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai.c. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. d. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. c) menggunakan fasilitas. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. menemukan. peralatan. memiliki motivasi. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. memahami belajar seumur hidup. 18 19 . 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. untuk menjadi bahan program remedial. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. wakil kepala SMP. laporan kepada pihak yang memerlukan. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. dan membuat catatan keseluruhan. mandiri. c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. mengkaji. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. kreatif. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. mendidik. bertanggung jawab dan berkesinambungan.

dan profesionalisme. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. kenaikan kelas. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. perpustakaan. didokumentasikan secara sistematis. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. dan kelulusan. menentukan sistem penghargaan. keandalan. termasuk pembagian tugas. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. memfasilitasi. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. ujian. dan terbuka. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. membimbing. dan institusi di atasnya. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. laboratorium. b. 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. penggunaan buku pelajaran. buku referensi. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. c. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. remedial. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . 6. adil. b) ketentuan mengenai ulangan. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. 3) wakil kepala SMA/SMK. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. 5) wakil kepala SMA/SMK. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. mendidik. e. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. dan konselor. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. wali kelas. d. komite sekolah. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. formatif dan sumatif. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. kepatutan. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. 4) wakil kepala SMA/SMK. e. dan buku perpustakaan.

Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. tenaga kependidikan dan peserta didik. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. 22 23 . Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. e. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. baik internal maupun eksternal. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. c. serta institusi di atasnya. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. b. d. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. c. Bidang Sarana dan Prasarana a. 7. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. d. 8.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. 3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. merawat. 3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. f. g. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. b. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. 4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat.

d. 5) mencintai keluarga. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. 6) mencintai lingkungan. dan menyayangi sesama. g. serta penjelasannya. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. Sekolah menciptakan suasana. masyarakat. e. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. kebersihan. peringatan. 24 25 . h. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. dan peserta didik. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. ketertiban. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. dan negara. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar.9. dan kenyamanan sekolah. f. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. tujuan. Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. tenaga kependidikan. lingkup. tanggung jawab dan wewenang. keindahan. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan. 2) memuat judul. keamanan. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. dan peserta didik. 2) petunjuk. iklim. b. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib. bangsa. c. 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. iklim. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana.

Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara. bertanggung jawab dan berkelanjutan. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. output. h. g. Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. berkaitan dengan input. e. Kemitraan SMP/SMPLB. evaluasi. j. dan pemanfaatan lulusan. serta dunia usaha dan dunia industri. SD atau yang setara. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. supervisi. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. b. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. dan tindak lanjut hasil pengawasan.10. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. efektivitas. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. Kemitraan SMA/SMK. dan akuntabilitas pengelolaan. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. i. d. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. proses. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. pelaporan. f. SMP atau yang setara. c. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis.

g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. evaluasi. pada akhir semester akademik. c. b. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. 4. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. 28 29 . f) d. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. c. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. 3. pemakai lulusan. keseimbangan beban kerja. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. Sekolah meningkatkan status akreditasi. b. 5. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. 2. dan alumni. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. supervisi. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. menilai kinerja. b. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. c. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. Akreditasi Sekolah a. Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. komite sekolah. serta perubahan sistem pendidikan. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. d. b. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. maupun perubahan sosial.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. 6) Sekolah menyusun laporan EDS. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. kepala sekolah. c.

D. membina. efektif dan mudah diakses. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. f. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. efisien. dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. penyebarluasan. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. kekuatan. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. 8. 2. keterampilan. c. E. n. 6. memfasilitasi pengembangan. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 30 31 . dihayati. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. q. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. r. sehat. dan kelemahan sekolah. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. peluang. h. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. dan perilaku yang dimiliki. Kepala sekolah: a. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah. efisien dan akuntabel. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. c. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. dikuasai. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. p. kesiswaan. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. b. 2. m. 5. dan efektif. dan proses pengangkatan serta keputusannya. b. k. sekolah: a. d. membantu. melibatkan guru. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. l. saranaprasarana. profesi. meningkatkan mutu pendidikan. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. e. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. j. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. 7. d. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. Dalam hal sekolah swasta. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. i. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. sarana-prasarana. g. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan. menganalisis tantangan. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. o. dan kesiswaan.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran. 4. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. f. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. a. 5. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. kewirausahaan. TERAMPIL. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. Misi. bakat. CERDAS. dan potensi peserta didik. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. Mengacu pada visi dan misi sekolah. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. 3. serta tujuan umum pendidikan dasar. c. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. Misi: Tujuan : 34 35 . dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. dan lembaga lain yang terkait. d. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN. e. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK.Contoh : Visi.

1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2. Indikator Kegiatan. Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No. 1 1.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan.Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan. Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3.00) 3. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8. 3. 2.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya .1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM.

4. media pembelajaran.38 No. bahan ajar. Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6. Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5. 7. Pengembangan Pengelolaan: Prasarana.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. bahan ajar. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.1 60% 7. sarana. sarana.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8.1 Prasarana. media pembelajaran. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 . sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6.

......… ........ .… ..........… ..1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2.. ......1.. ....… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH .… ..… ...1…… 1........… ........d tahun ke IV 41 ......... No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1....1.… . TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst. ....... ....2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2......./………..… ... PROVINSI ……………………….....… .1 1.1…… 2...2…… … DST JUMLAH (RP) ......1 2.........… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……... SUMBER DANA LAINNYA .........SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN .. .. KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1..1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB......… .…….……....… ..……. .… ..……..... s. …………………….… ...… . ........... .

2.1. STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1. 2. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI).1.1.3. STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2. 2. kondisi budaya. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1.2. 1.2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1. kebutuhan sosial masyarakat. usia peserta didik. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 . Silabus diarahkan pada pencapaian SKL. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. 2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. 2.1. 1.2.2.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1. 1. 1.1. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.1. rencana program remedial.2.1. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu.1.2.1. dan pengayaan bagi siswa. dan kebutuhan pembelajaran.

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD…………………………….

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP…………………………….

Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK……………………………. dan JK .Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) . Siswa Menurut Kelas. 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD.Rencana Kerja Tahunan (RKT) .RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml. Asal. BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: .

Buku Administrasi Perpustakaan .Buku Ekspedisi .Buku Notulen Rapat .KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang .Data Statistik Sekolah . dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg. Siswa Menurut Usia. Kelas.Buku Agenda .Buku Pengumuman .Struktur Organisasi Sekolah .

Evaluasi belajar d..…. 2 a. d. Penjelasan TT sekolah c.52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a.. Pekan orientasi b.…. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN .... g. Kenaikan tk/penjurusan e...…. Penyajian pelajaran c.... c. f..... : ………... e.…. b. Persiapan mengajar b. JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a.. : ……….... Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………......

.. Jumlah (∑) Minggu/Semester............ Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ........... : . 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : ............. : . 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II. III... No............... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II.. Jumlah (∑) Minggu/Semester.. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I......... Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ............ No.............. No..... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No... Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No... 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu ..54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I......

jam tatap muka.. Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = ....... jam tatap muka......... tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda... 2.. Kepala Sekolah L P J L P J I II III ……………. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No. x ...... NIP....………................. Catatan: 1. Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka........... 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember …………….... jam tatap muka = .. ... ……….... Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =..... Jakarta......... 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti.... x . Guru Mapel ....... Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi...... 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV.56 III......... .………......... ... Kepala Sekolah... Mengetahui..... jam tatap muka =.........

.....2 dari butir 2 …………………………………………… 5. CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : …………………………... Dilaksanakan pada tanggal …………………………. nilai rata-rata kelas ………….... 3.. Pencapaian target Silabus : ……………….. nilai rata-rata kelas ………….….......…. : ……….. Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ………………. Jumlah minggu belajar : ……………….58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….. 3..3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal …. Pemecahannya . LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % ……………………………... : ………………………….. Masalah dan hambatan yang timbul 5. 4.......3 dari butir 3 …………………………………………… 6.4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal …....% 3. Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3. : ………………………………………. : ………………………………………..1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ……...2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3... NIP.….minggu 2.... 2011 Kepala Sekolah ……………………. : ………………………………………. 59 1.... 5.1 dari butir 1 …………………………………………… 5...

…………………………..1 dari butir 1 …………………………………………… 6.. NIP..60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………. Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML ……………………………... NIP.... : ……….….…... Kepala Sekolah 61 …………………….. CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. 6...2 dari butir 2 …………………………………………… 6... ..3 dari butir 3 …………………………………………… 7...2011 Guru ybs.. ........ NIP...... …………………………..

…../jam : ………...……… 63 Tgl.... Sakit I ...... Karpeg No.... Tanggal... : …………………………………………….. RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No.. Alpa …………………….…. Izin A ..62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. 06 Jumlah Diterima oleh : ….. CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket. Kepala Sekolah CATATAN : S . : ……….… .. Nama dan Paraf Pejabat Penilai ……………………………........... : ……………………………………………. NIP. .. Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………......

.................... : No.......... Tanggal Penyampaian : ..… .....…… 65 Tgl.................. URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO.. NO................. Jumlah Diterima oleh : ….. SURAT KET.../jam : ………........................…........64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl .......Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : .....................

................................................................................. ..........66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: .................................. ................................................................................................................................................... Kepada Yth ……………………………...................................................................................................................................................... Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN ................................................................................................................................... Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP .............. ........................................................... .................................................................... ……………………………................................................... …………………………….................................................................................................. ....................................................................................................................................................................................................................................................................

...……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler..………......... Strategik Planing Pengembangan Sekolah ……........ MENGINGAT : 1.... tahun ……....................... 6..... Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH …………………........…...… yang bertanggung jawab......... Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah………. tahun pelajaran …..68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No..1 Tahun 2010 SK Mendikbud No..............………………………… 2....6 Tahun 2009 Inpres No... 69 ..... maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa ………….......... 2. dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah……………... 7... 3......... 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No. MENIMBANG : 1....... 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No... Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah………................ Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No....………............…. 5...... 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah…….. 8........... 4.. kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah………..……....................

70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1. BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1.. 6. Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1...... Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2... Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a.…................ Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa.…. Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan.. 2. c..….. Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan... Pasal 4 Pembina 1... Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a.... mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5................... Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah…………........ Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah …... 3.... 3...... Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 ....... berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme........ Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa. menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik.. Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman... 4.. 2.... Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik...................... memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b.....MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah……. yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah…………….... guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah..... 5... Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini... .. Mengerahkan....... tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah…...….. siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya.......

.. Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa. 2. negara. Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh... 3. e... BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1. 2. b. Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan.…. b.. dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86. Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1.....keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 . bangsa dan agama. c.72 2. d. Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam...……. keterangan penyelenggara.... Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS. tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan.. e.. Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1...... 2.. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa........ c.. Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian.. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini. sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya.. d.

LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No. Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian.. Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3.. Mading 10. Penelitian Remaja 5. ………………….. Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ………. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 . JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A.. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5.. Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4. Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1. Bulletin/Majalah 12... Praktikum Agama 6. Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3.………….……….. dst B. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan.…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.. Lomba Pidato 8. Kepala Sekolah…………... 2. Kursus/Diklat 9. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1. Lomba PKS/OSN 7. Pengurus OSIS 2. Seminar 3. Ditetapkan di : Pada tanggal : ………. Debat Bahasa Inggris 4. dst C. Aspek Penalaran dan Idealisme: 1.. Bedah Buku 11. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1.. Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini..4. Lokakarya 6. Diskusi Ilmiah/Panel 2.……………….... maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku...

Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. Kasidah Nasid 5. Tenis lapangan 4. Orkes Melayu 4. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1. Karate 8. D. Catur 10. Folksong 6. Kaligrafi/Melukis 10. 6.76 4. Bulutangkis 3. Yudo 9. Teather 8. Bridge 11. Bansos 2. Sepak Bola 6. 8. Atletik 12. Bola Volly 2. 5. 7. Band/Vokal Group 3. Seni Baca Al-Qur'an 2. SAR/PMR 4. Silat 7. Tari Tradisionil 9. Khotbah/Pengajian 5. Donor darah 3. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E. Paduan Suara 7. dst (2) Cabang Kesenian: 1. Bola Basket 5.

78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th. . Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:.

81 .9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya.80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 .

Berprilaku jujur. a. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. guru. c. 2. c. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti . a. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk . Kejujuran. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 . Isra' dan Mi'raj. dan karyawan. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. Maulid Nabi. ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3.15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul . Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll. B. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai . e. dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. a. menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik. d. Tasbih. d. 1. e. b. e. f. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. b.00 – 07. f. karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. d. 10. c.50-12. Pelaksanaan PHBI yang terdiri . Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. Pemantapan Komitmen.00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11.10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim.82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A.

jujur. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. 2. 4. menguasai bidang tugasnya. tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. 8. 3. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus . 2. Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D. Reorientasi Pemelajaran Normatif. Pembelajaran berwawasan lingkungan f. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. 4. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. 2. 9. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. 1. Pemelajaran Mandiri /Individual d. 6. 10. 11. e. f. SMK SNP. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima. 12. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. kemampuannya prima. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. mau belajar terus menerus. 3. prima dalam intelektual. 7. 5. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d.

3. 8.. UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F..86 6. 7. Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1.. 7.. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. Kepala Sekolah ……………………. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya. 2... 4. AMT (Assesment Motivation Training). Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya . 6. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia). 8. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. 2. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing .. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan . .. 1.. 4. 3... 9. 3. NIP. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan . 87 ... 4... Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses …………………………….. 5. 5. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .

Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl. 2.(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. 4. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. halaman berikutnya (ii).. Kota tempat penetapan. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. 20 tahun 2003. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i.. Ketua Komite Sekolah. dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. PP No. Lembar penetapan 1. 6.. kata pengantar. 19 tahun 2005 c. 1. sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab. 3. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. Kota tempat Kurikulum SMK disusun. Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. Kata Pengantar 1. Diktum Penetapan. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. 3. 4. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan. 19 tahun 2003. 4. kebijakan pusat. 3. Tulisan bab. Daftar Isi 6. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). . BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2. 23 dan 24. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN. Tanggal penetapan. 2. 3. iii. Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. 4. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. 1. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital..(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. 2. 2. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital. ASPEK 4. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah.dan 24 tahun 2006. NO KOMPONEN 5. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa).di munculkan. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. b. disusun secara alfabetis. bulan. 20 tahun 2003. dst . dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif.. tahun. 5. Renstra Diknas. Landasan Filosofis 3.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. 23. Jumlah halaman cukup satu halaman . ii.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. Permendiknas 22. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global. lembar penetapan. 1. dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta).. Tulisan cover. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. dengan ini Kurikulum SMK …. 1. 2. Tahun Penyusunan. Landasan Yurudis 89 1. iv. 3. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. v). daftar isi. efektif dan menyenangkan. 5. kreatif.. menyebut dan sedikit mengurai Permen 22. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. Raya…… Jakarta Timur ). 5. B. a.

Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. KOMPONEN ASPEK 4. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa.Perda Provinsi dan Bersifat operasional. C.Renstra Dinas. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. mengkaji SK/KD 2. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik. 1. kode kompetensi. Pengembangan Diri 6. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. PP No. 2. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7.Perda Provinsi. dan c. 5. 4.20 Tahun 2003. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. Muatan Lokal 5. Bersifat teknis dan Sasaran terukur.90 NO 3. spontan dan keteladanan.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No. 19 tahun 2005. 23 tahun 2006. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan.dan Renstra Kemendiknas. Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No. Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan. 19 tahun 2005. merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. 23.19 tahun 2005. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b.. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas. mengindentifikan materi pokok pembelajaran . 6. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. Permen 22. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. 1. Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No. 5. tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam. kelompok mata pelajaran/kompetensi. NO 3.dan 24 tahun 2006. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4. a. yang memuat tentang nomor. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6. 19 tahun 2003. UU Sisdiknas No.

6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik. Tuntutan Dunia Kerja 3. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. menentuakan alokasi waktu 7. Ruang Lingkup Pekerjaan D 1.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. Pendekatan pembelajaran 3. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. 1. menentukan sumber belajar Berisi tentang. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Pembelajaran di sekolah (kelas. alokasi waktu minggu efektif belajar. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. lulus Ujian Nasional. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. bengkel/workshop dan di luar sekolah). Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan d.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4. 4. hari belajar. 2. Penilaian Ujian 3. dunia usaha atau masyarakat. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. dan kesehatan. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. termasuk beban di luar tatap muka. Kompotensi Umum 2. waktu pembelajaran efektif. 1. kelompok mata pelajaran estetika. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). dan kelompok mata pelajaran jasmani. 4. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. 93 . Penilaian menggunakan acuan kriteria. Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. 4. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. E. Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. 3. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. penentuan jenis penilaian 6. 5. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. olahraga. 3. Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Pengaturan beban belajar 2. c. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. 5. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. b. 1. laboratorium.

.... Model RPP 10..... dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing... Komite Sekolah... Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders... BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2.. masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP. Standar Kelulusan (SKL) 1. SEMESTER GASAL TAHUN : 91 ...69. 3………………...Ka...... Silabus Program Adaptif 4.. .. Wakil SDM 95 .. Standar isi (SK/KD) 2.... b.100 : 82 ....... LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………... Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan.... Silabus Program Produktif 5.... Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan. KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg.. Guru. harapan.....99 : 70 . G. Silabus Muatan Lokal 6......Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 .90.69. ………………..100 : 82 ...91. keterampilan........... Program Pengembangan Diri 8.... Jakarta....94 NO F 1.... Silabus Program Normatif 3.... KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi..81......99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala ........ Kepala Sekolah ……………………. Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a. Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah.....99 : 70 ..99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang …………..Seklh Supv........99 : 40 . Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………. NIP. Panduan Akademik 9.... NIP...... dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun...99 : 40 ..81. saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun.

12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW ..... 8 . Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst......... 5 .1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD ...96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid...... JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas ... Kelas ... 11 ..1 Guru Bahasa Inggris .... NIP....2 guru kelas .. 9 ... Kepala Sekolah …………………….......... 6 ....... Jumlah Jumlah 2 3 4 .. Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru ……………………………………............ 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………...... 7 ....Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : .. . 1 1....... 10 .1 Guru Olah Raga .. Jumlah Jam . 5.....Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid.... Kelas .. 4..... Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……....... 3......................... 2...... : 150 ) a........

.. Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 ....... Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur.. ....... Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta............... 4...................... Mengetahui Kepala Sekolah....... Keuangan Ur.... Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9.. NO... 8..... 14.. Kesiswaan Ur.. Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1.............. 12.... 13... Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks.... 3.. JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6..........98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah. 2.... 11...................... 5...... 10.......... Sarprasdik Ur. JABATAN 2 Kasubag TU Ur............ 7.... Kepegawaian Ur.. Tahun..

Indonesia Jl................. khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.... maupun masyarakat pada umumnya.................... ANTARA SEKOLAH ................. komunitas setempat............ NOMOR : 018/1................................................................ Dengan ini menyatakan bahwa............. Kab/Kota ..... Kab/Kota .................... Tahun Dua Ribu .............. kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.............. .........851........ dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal .............2...............pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan........................ Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah............. : ................ Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat............................026 / 2011 DENGAN PT .............. Alamat : Jl..... Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah ...........100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN ........... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah .. tanggal ........................ PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1. 2.......... Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah......... Tlp.................. Indonesia PT .................................................... 3.......................... ....... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia........... Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : ..................... Manager PT ........... PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk..... baik bagi Perseroan sendiri................................................ ............ Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT ........................... ........... Kab/Kota .......... Bertindak Atas Nama : Sekolah ...................................... INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini.......... Nama Jabatan II................... Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA. selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. ........................... : Kepala Sekolah ......................................... Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas...... Kab/Kota ....

KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure. Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan..... maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya.. Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah .. tidak dirugikan............. Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah ... PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini.. PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran....... dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya. huru hara..... 2... dapat ditanggulangi dan Sekolah .... Apabila karena sesuatu hal......... Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya. Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir.... 3.......102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA.. Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah .... salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini.... maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur. peperangan.... sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah ............ PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1..... 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT................. PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini....... 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah ......... meliputi : 1...... Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat. Indonesia...... . 103 ....... maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan... PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari.. 2.................. meliputi : 1. sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit..... tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK............... ditanggung PIHAK KEDUA. ditanggung oleh PIHAK KEDUA. bencana alam........ Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia.. 2.. 3.. maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah..... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk.... Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini...... 4.......... PASAL 7 JANGKA WAKTU 1. Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati......................... Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA... dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak.. pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing.........

. bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama.. 3.... Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2. Kewarganegaraan dan kepribadian....... INDONESIA ________________ NIP: . Agama dan Akhlaq mulia...... PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH . Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah. Estetika.......... Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti. Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran........104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua).... ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1.. PIHAK KEDUA: MANAGER PT ...... Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.... b........... 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama ...... dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap. Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a.........

107 .. IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C.... Kontak Email B... NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A.....….… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut......……….…. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi …………………….106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ………………………..... kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi …………………. PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ………... dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia. IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No...…… yang sudah bekerja.

Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting.. untuk mengikuti perkembangan TIK. Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar. (%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni.……. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 . prodi perlu memfasilitasi. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting..D. memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi…………………. ……………………….……. Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi. Lulusan Program Studi……………. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik. Tanggapan Pihak Pengguna No..

.. Hari Senin. Jumat. Sabtu. Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD……………………….. Sebelum masuk kelas.. kaos kaki putih. pakaian senam dan membawa pakaian ekskul. WAKTU MASUK DAN PULANG 1.. II...... 3.. Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk.... berlokasi. Rabu . ... berdasi....110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK...15.. 2.... sepatu hitam dan baju dimasukan.. 3. kelas I. Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin.... baju dimasukan. 2.. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan.. sekolah mulai belajar pagi pukul 6.30 -10........ III.. 4.40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6...... dan Kamis. 3. 4.. Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK. dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1.. adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu.. murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas. khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga.. 4... 2.. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp...00-15. V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap............ Rambut harus disisir. kaos kaki putih dan sepatu hitam....... 5...Selasa.... kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. Rabu. 5. sepatu hitam... Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib....... Kelas IV.. Senin – Selasa. 3. 6...30 – 12.. I.. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara.. 6. TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1.. baju muslim batik warna hijau. adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.25..... baju batik dan bawahan putih..... rok wanita dibawah betis.. 2.... Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini . 4.. wanita diikat rapi... bagi yang non muslim baju putih merah. Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10.. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru.. pakaian putih merah...... Kamis. TATA TERTIB BERPAKAIAN 1..... 5... II dan III Pakaian Pramuka Siaga. kaos kaki putih.

Kebersihan. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar.. Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda.. Berperilaku senyum.. Selesai upacara.. 4. 4. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis. 3. 3. 2. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas. 2. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar. ……………………………. 1. tidak boleh berisik. 2. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya. 4. 1.. 13.. 3.. 6. salam. Kepala Sekolah ……………………. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol. 12. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya. 112 VI. 6. .5... 9. 3. makan dan tidur di kelas saat belajar. 1... guru piket dan seluruh siswa.. guru belum berada di kelas. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. menggunakan HP berkamera. Murid-murid yang tidak masuk sekolah. NIP. berisik. Setiap peserta upacara harus tertib. sopan dan santun. IV.. VI. 7. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru. sapa. V. 5. siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. alat kebersihan dan lain-lain. papan tulis. 8. 10 menit setelah bel masuk. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid. ketua kelas segera menghubungi guru piket. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. 2.. TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas. kecuali selama belajar kelompok.. 10.. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya. 113 . Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah. 11. Membuang sampah pada tempatnya. 1. 4. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. 5.

............ Agama : a. Awal Bulan b... Kelurahan : . Katolik d... Masuk/Naik/TN c.. Kepala ......... a.. A..... Islam b........................ Budha e.. Kab/Kota : .. Keluar/Lulus d......... Kristen c... d.... B........... Kewarganegaraan : a. 2................................ Akhir Bulan 2................ Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst........... Alamat : . Hindu Jumlah 3............................ Mutasi : a.. WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 .... Status : .. . Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst.......... 3. Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN .114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH ............ c............ 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH ......... Kecamatan : ...... WNI b.. IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : . 1................ 20......... b....... Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No...................... Telepon : ...... KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1....................

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .1.

HALAMAN SEKOLAH 2.1. POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 .3.

2. TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .3.

4. SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .

LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .5.

PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .6.

PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 .8. RUANG KEPALA SEKOLAH 7.

RUANG GURU 178 179 .9.

RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 . RUANG TATA USAHA 11.10.

12. LABORATORIUM 182 183 .

184 185 .

14. PERPUSTAKAAN 13. RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 .

15. RUANG IBADAH 16. KANTIN 188 189 .

17. KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18. TOILET 190 191 .

RUANG SERBA GUNA 192 193 .19.

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

RUANG OSIS 25. RUANG MULTIMEDIA 200 201 .24.

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko.

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .