Buku Kerja Kepala Sekolah (Kecil)

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). kecintaan terhadap profesinya. 8. maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . Naturalis. 4. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). Iklim. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). kejujuran. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).BAB II B. Pasal 1. memiliki kejujuran dan integritas pribadi. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). 3. Intrapersonal). berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Linguistik. komitmen yang kuat. suasana. Musikal. standar kualitas kerja yang tinggi. 5. memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. 5. menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. integritas yang tinggi. 10. mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). memiliki kode etik. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. 4. harapan yang tinggi (high expectation). C. 7. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). 6. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). dan 11. Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 10. dan 11. Bab I Ketentuan Umum. Di samping itu. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. 4 5 . kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. Visual/Spasial. serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. 9. Interpersonal. Matematis /Logis. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. 9. 3. 6. 2. menjadi agen perubahan. 8. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. A. kompetensi yang tinggi. 2. memiliki lembaga profesi. 7.

5. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. 2. (4) kepemimpinan sekolah. menetapkan. Perencanaan Program Merumuskan. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). (3) pengawasan dan evaluasi. Merumuskan. Menyusun struktur organisasi sekolah. 3. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. Sarana dan Prasarana. menetapkan. Oleh sebab itu. 2. Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . dan mengembangkan visi sekolah. Membuat perencanaan program induksi. dan c. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. 4. dan mengembangkan tujuan sekolah. Merumuskan. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya.BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. (5) sistem informasi sekolah. dan mengembangkan misi sekolah. meliputi (1) perencanaan program. (2) pelaksanaan rencana kerja. Pelaksanaan Rencana Kerja 1. Menyusun pedoman kerja. menetapkan.S ua s a an . tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. 1. B. 6 7 . b.

9. 11. membantu. efisien. 18. 10. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. kekuatan. dan kelemahan sekolah/madrasah. 24. 13. 8 9 . menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. melakukan pelacakan terhadap alumni. 11. Mengelola sarana dan prasarana. 15. 3. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 12. peluang. penyebarluasan. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. 12. 5. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan program induksi. 8. C. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. prosedur-prosedur P3K. 8. 7. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. 10. prosedur keamanan sekolah. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 14. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. memberikan layanan konseling kepada peserta didik. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. 6. 7. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. e. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa. 6. 2. melibatkan guru. 5. Menyusun KTSP. 19. melaksanakan penerimaan peserta didik baru. silabus. 17. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. 4. 23. 22. melakukan pembinaan prestasi unggulan. Melaksanakan program supervisi. dan efektif. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. menganalisis tantangan. 2. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. 1. 3. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah.3. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. c. 21. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. memfasilitasi pengembangan. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. b. d. Mengelola keuangan dan pembiayaan. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. membina. 4. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. profesi. menjadi pembimbing. kalender pendidikan. 4. sehat. 5. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 1. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. 26. Membimbing guru pemula. 25. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. 9. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. dan kegiatan pembelajaran. Supervisi dan Evaluasi 16. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. D. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah.

menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. 10. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. penyebarluasan. 7. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. 4. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. 32. 31. dan efektif. 29. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . dalam sistem informasi sekolah perlu: 1. membina. Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal. 28. rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. 6. membantu. pengawas sekolah/ madrasah. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. 2. 9. 8. profesi. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula. 5. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. 37. 36. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. 34. sehat. 33. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. 3. 30.27. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. 35. efisien. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. memfasilitasi pengembangan. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat.

ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . mampu memberikan inspirasi. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. e. h. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Misi sekolah: a. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah. dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. 4. e. Visi sekolah: a. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. b. 2. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. f. c. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. d. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. A. e. b. misi. c. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. 3. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. d. d. i. motivasi. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. f. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. c. menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. g. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. Tujuan sekolah: a. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. b. mengacu pada visi. Rencana Kerja Sekolah a. Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai. Merencanakan Program 1. (b) melaksanakan rencana kerja.

misi dan tujuan sekolah. partisipasi. c. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. e. 4) pembagian tugas di antara guru. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. b. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. Struktur Organisasi Sekolah a. Pedoman pengelolaan KTSP. kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. dan akuntabilitas. 2) Standar Proses. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. 3) Standar Kompetensi Lulusan. Pedoman Sekolah a. 9) biaya operasional sekolah. pendidik.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. 2. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. 6) Standar Pengelolaan. 7) tata tertib sekolah. e. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. 3. Melaksanakan Rencana Kerja 1. 5) Standar Sarana dan Prasarana. 8) Standar Penilaian. c. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. wewenang. d. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. keterbukaan. 2) kalender pendidikan/akademik. b. 3) struktur organisasi sekolah. c. Semua pimpinan. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. B. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. b. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. d. 6) peraturan akademik. 8) kode etik sekolah. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. 14 15 . kemitraan. 7) Standar Pembiayaan. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. b. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian.

dan hari libur. etnis. Standar Kompetensi Lulusan. dan/atau sosial. intelektual. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. dan peraturan pelaksanaannya. seperti konselor sekolah maupun psikolog. potensi atau karakteristik daerah. d) SMA/SMK. 5. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. Standar Isi. atau Perguruan Tinggi. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. b. sosial budaya masyarakat setempat. bulanan. dan Panduan Penyusunan KTSP. dan semester genap. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. dan mingguan. 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. d) sesuai dengan daya tampung sekolah. ulangan. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. agama. dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah. 7) Dalam penyusunan silabus. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. sensorik. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik. SMALB. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. b. c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. kegiatan ekstrakurikuler. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. dan peserta didik. 4. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik.c. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. transparan. 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. status sosial. SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. c) SMP berasal dari lulusan SD. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. disupervisi. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. SMPLB. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. Bidang Kesiswaan a. 16 17 . 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). emosional. mental. dan kriteria tambahan bagi SMK. 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. ujian. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. kemampuan ekonomi bagi SD. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

mendorong kreativitas. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. mandiri. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. untuk menjadi bahan program remedial. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran.c. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. menemukan. dan membuat catatan keseluruhan. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. Standar Isi. dan dokumentasi. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. dan memprediksi. bertanggung jawab dan berkesinambungan. 18 19 . memotivasi. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. mempunyai etos kerja yang tinggi. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. memahami belajar seumur hidup. mempertanyakan. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. peralatan. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. b) melibatkan peserta didik secara aktif. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. kreatif. mendidik. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. dan dialogis. laporan kepada pihak yang memerlukan. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. kemampuan peserta didik. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. berargumentasi. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. demokratis. memiliki motivasi. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. mengkaji. c) menggunakan fasilitas. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. d. wakil kepala SMP. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. dan peraturan pelaksanaannya. f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru.

Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. 5) wakil kepala SMA/SMK. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. remedial. 6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. dan kelulusan. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. dan terbuka. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. memfasilitasi. termasuk pembagian tugas. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi. kenaikan kelas. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. membimbing. penggunaan buku pelajaran. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. 3) wakil kepala SMA/SMK. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. c. buku referensi. b) ketentuan mengenai ulangan. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. dan profesionalisme. kepatutan. e. adil. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. e. ujian. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. dan konselor. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 4) wakil kepala SMA/SMK. mendidik. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. menentukan sistem penghargaan. formatif dan sumatif. keandalan. komite sekolah. didokumentasikan secara sistematis. d. dan institusi di atasnya.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. perpustakaan. laboratorium. bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. wali kelas. b. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. dan buku perpustakaan.

4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. Bidang Sarana dan Prasarana a. c. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. c. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. f. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. tenaga kependidikan dan peserta didik. d. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. e. 3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. merawat. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. 22 23 . b. 3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. baik internal maupun eksternal. d. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. g. 7. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. 8. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. b. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. serta institusi di atasnya. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah.

b. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. tenaga kependidikan. dan menyayangi sesama.9. 24 25 . Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. e. 2) petunjuk. dan kenyamanan sekolah. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. keamanan. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib. 5) mencintai keluarga. f. tanggung jawab dan wewenang. bangsa. dan negara. iklim. 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. tujuan. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. 2) memuat judul. kebersihan. serta penjelasannya. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. ketertiban. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. c. lingkup. dan peserta didik. g. keindahan. masyarakat. 6) mencintai lingkungan. d. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. h. peringatan. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. Sekolah menciptakan suasana. Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. iklim. dan peserta didik. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan.

b. output. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. serta dunia usaha dan dunia industri. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara.10. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. g. c. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. i. Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. supervisi. Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. Kemitraan SMP/SMPLB. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. d. evaluasi. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. pelaporan. proses. SD atau yang setara. e. dan pemanfaatan lulusan. dan akuntabilitas pengelolaan. Kemitraan SMA/SMK. h. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. f. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. dan tindak lanjut hasil pengawasan. j. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. berkaitan dengan input. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. efektivitas. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. SMP atau yang setara.

6) Sekolah menyusun laporan EDS. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. 4. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. c. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. Sekolah meningkatkan status akreditasi. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. 2. menilai kinerja. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. evaluasi. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. f) d.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah. kepala sekolah. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. 28 29 . Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. keseimbangan beban kerja. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. 5. serta perubahan sistem pendidikan. Akreditasi Sekolah a. d. c. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. pemakai lulusan. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. b. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. b. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. supervisi. maupun perubahan sosial. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. b. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 3. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. dan alumni. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. komite sekolah. c. c. pada akhir semester akademik. b. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan.

dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah: a. E. meningkatkan mutu pendidikan. m. efisien dan akuntabel. 6. i. dan proses pengangkatan serta keputusannya. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. q. efisien. efektif dan mudah diakses. k. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1.D. h. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. j. d. b. b. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. 8. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. menganalisis tantangan. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. dihayati. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. penyebarluasan. 5. memfasilitasi pengembangan. dan kesiswaan. dan perilaku yang dimiliki. 7. 2. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. sarana-prasarana. sekolah: a. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. c. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan. 2. melibatkan guru. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. 30 31 . memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. dan efektif. f. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. keterampilan. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. Dalam hal sekolah swasta. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. l. n. peluang. g. kekuatan. sehat. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. kesiswaan. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. profesi. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. p. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. c. o. e. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. dikuasai. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. membantu. dan kelemahan sekolah. d. membina. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. saranaprasarana. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. r. Dalam hal sekolah/madrasah swasta.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

bakat. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. 4. dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. Misi. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. serta tujuan umum pendidikan dasar. d. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. Misi: Tujuan : 34 35 . a. f. 5. kewirausahaan. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK. e. dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. c. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1.Contoh : Visi. Mengacu pada visi dan misi sekolah. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. dan potensi peserta didik. dan lembaga lain yang terkait. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. 3. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. CERDAS. TERAMPIL.

Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No. SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan.1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM. 2.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya .1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6. Indikator Kegiatan. 3. Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3.00) 3.Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2. 1 1. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8.

sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6. bahan ajar. sarana. sarana. 4.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5. Pengembangan Pengelolaan: Prasarana.38 No.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. bahan ajar. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5. 7.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8. Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.1 60% 7.1 Prasarana. media pembelajaran.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8. media pembelajaran. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 . Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.

.....2…… … DST JUMLAH (RP) .....d tahun ke IV 41 ....… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : …….. ..… ...........… ......... SUMBER DANA LAINNYA .……...........… .1 2..... ..... ...… . .… .… .....2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2........ .. ...1…… 1.1 1. No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1../……….......SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN ..1…… 2. PROVINSI ……………………….1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB.....… ..........… ..... s.....… ..… ........ TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst.1...… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH .... …………………….1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2....…….....… ..... .1. KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1..........…….......……..… . . .… ..… ..

Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2. dan pengayaan bagi siswa.1. 2. rencana program remedial. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah. dan kebutuhan pembelajaran. 1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 . Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. 1.2.1.2.2. 2.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1.1. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI).2.2. 1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1. 2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1.3. kebutuhan sosial masyarakat. STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1.1.2.2. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu. 2. 1.1.1.1. usia peserta didik. kondisi budaya.1.

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD…………………………….

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP…………………………….

RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml. Asal. dan JK . 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD. BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: .Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) . Siswa Menurut Kelas.Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK…………………………….Rencana Kerja Tahunan (RKT) .

Buku Notulen Rapat .Data Statistik Sekolah .Struktur Organisasi Sekolah ./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang . Siswa Menurut Usia.KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml.Buku Administrasi Perpustakaan .Buku Agenda . dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg.Buku Pengumuman . Kelas.Buku Ekspedisi .

. g.. b... Penjelasan TT sekolah c. Pekan orientasi b. d... : ………... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a. f..... e.52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. Kenaikan tk/penjurusan e. c...... JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a. Persiapan mengajar b.…. : ……….….. Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. 2 a... Penyajian pelajaran c. Evaluasi belajar d......…....…. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN .

............ III...... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : .... : ......... : ..... Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No... Jumlah (∑) Minggu/Semester.. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif .... No............. No........... No... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif .. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No. 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu .....54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I............... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II............... Jumlah (∑) Minggu/Semester. 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I.....

......... x ........... NIP. Guru Mapel ........ Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = ...... Jakarta.... Catatan: 1.……….. Kepala Sekolah L P J L P J I II III …………….. Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =..... 2... 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV. Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka. jam tatap muka................... ..... Mengetahui....................... ...... . Kepala Sekolah.... jam tatap muka =. jam tatap muka = ........ x .. ……….56 III... jam tatap muka......……….... 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti.. tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda.... 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember ……………. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No.... Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi.

2011 Kepala Sekolah ……………………..minggu 2.. 3. Jumlah minggu belajar : ……………….1 dari butir 1 …………………………………………… 5... 59 1.........3 dari butir 3 …………………………………………… 6. : ………………………….. 4.…. nilai rata-rata kelas …………..3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal …. 5...…. Pencapaian target Silabus : ……………….. : ………………………………………....2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3... Dilaksanakan pada tanggal …………………………. Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ………………...…. LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % ……………………………. CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : …………………………. : ………………………………………. Pemecahannya .. Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3.4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal ….1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas …….... NIP..% 3.58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………....... : ………………………………………. : ………... Masalah dan hambatan yang timbul 5..2 dari butir 2 …………………………………………… 5... 3...... nilai rata-rata kelas …………..

.... NIP........1 dari butir 1 …………………………………………… 6..... …………………………..….. Kepala Sekolah 61 ……………………....60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………. : ………. NIP.. ………………………….2011 Guru ybs... CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………..... 6... Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML ……………………………. .3 dari butir 3 …………………………………………… 7. . NIP.…...2 dari butir 2 …………………………………………… 6..

.. RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No.. NIP...….. Karpeg No... Nama dan Paraf Pejabat Penilai ……………………………. CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket. Izin A ......……… 63 Tgl... Alpa ……………………. Kepala Sekolah CATATAN : S . 06 Jumlah Diterima oleh : …... ..…......... : …………………………………………….… .. : ………... Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………... Tanggal../jam : ……….... : ……………………………………………. Sakit I ...62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….

........…… 65 Tgl.......… ......../jam : ……….................. NO...................... Tanggal Penyampaian : ......... Jumlah Diterima oleh : …...64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl .....Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : ......... : No................. SURAT KET... URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO..........................…....

................................................................................................................. Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP ............................................................................................................................ Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN ......... ……………………………................ .......................................................................................................... ........................................................................................................................ Kepada Yth ……………………………............. ........................................................66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: .......................................... ............................................................................................................. ……………………………....................................................................... ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

.... 4..... 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah……..6 Tahun 2009 Inpres No.. tahun pelajaran …... 2.................... Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah………..……..…........68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No.. Strategik Planing Pengembangan Sekolah ……... maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa …………....................... 69 ............ Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No........... 7................... 5. tahun ……...................... 8.................... Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah……….. MENGINGAT : 1..... 3.1 Tahun 2010 SK Mendikbud No. 6..... dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah……………....……….… yang bertanggung jawab. kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah………..………………………… 2.... 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No..…...……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler... MENIMBANG : 1........... 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No......... Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH ………………….………..

.......... 4.. ....... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah …..... menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik............ Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa....... 5...... Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan... c..... Mengerahkan............. Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a... memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b...... guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah. Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini. Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman......... Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah………….…....... mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5...….... Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1.MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah……. 3. Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik. berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan.. 2.. 2.. BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1.. 3......... Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 . 70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1....... siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya....... yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah……………. tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah….. 6... Pasal 4 Pembina 1........ Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a.....….... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa.…........ Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2......

b. c...72 2. dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86... b. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini.... 2. d..…….. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa. e. keterangan penyelenggara. Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan.... Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS. Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh. 3..…. BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1..keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 .... Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah.... sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya.... tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. 2.... 2. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian. Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah. e. c... bangsa dan agama.. Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1.. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1. negara. d.. Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam... Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa..

Lokakarya 6. Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4.... JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A. Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini. Kepala Sekolah………….…………. 2.. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2. Bedah Buku 11.. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5... Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ……….………………. LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No... Penelitian Remaja 5. …………………..... Diskusi Ilmiah/Panel 2.. dst C. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1.………... Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 . maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku. dst B. Debat Bahasa Inggris 4. Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3. Lomba PKS/OSN 7.. Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini. Kursus/Diklat 9. Seminar 3. Lomba Pidato 8. Pengurus OSIS 2. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1.4. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan. Ditetapkan di : Pada tanggal : ………. Aspek Penalaran dan Idealisme: 1.. Mading 10. Bulletin/Majalah 12.. Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1.…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya. Praktikum Agama 6.

Yudo 9. Bola Volly 2. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1. Bansos 2. Sepak Bola 6.76 4. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . Atletik 12. Bridge 11. Tenis lapangan 4. SAR/PMR 4. D. Karate 8. Donor darah 3. Bulutangkis 3. 8. dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E. 6. Kasidah Nasid 5. Paduan Suara 7. Tari Tradisionil 9. Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. Catur 10. Folksong 6. dst (2) Cabang Kesenian: 1. Kaligrafi/Melukis 10. Khotbah/Pengajian 5. Seni Baca Al-Qur'an 2. 7. Teather 8. Silat 7. Band/Vokal Group 3. Bola Basket 5. 5. Orkes Melayu 4.

78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th. . Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:.

81 .9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya.80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 .

00 – 07. d. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. d. menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. dan karyawan. 10. pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 . 1. f. Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. c. b. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. Berprilaku jujur. Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll. e. e. c. 2. karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. a. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk . Isra' dan Mi'raj. e. Maulid Nabi. d. ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3. guru.82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A. Pelaksanaan PHBI yang terdiri . f. Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai . Kejujuran. a. a. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. B. b. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik.00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11. dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. Tasbih. c.50-12.10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti . Pemantapan Komitmen.15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul . Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim.

Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. 2. 10. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. 1. 6. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . Reorientasi Pemelajaran Normatif. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima. 5. 11. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b. 9. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d. Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. 3. 4. jujur. Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. Pembelajaran berwawasan lingkungan f. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c. SMK SNP. Pemelajaran Mandiri /Individual d. 3. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus . menguasai bidang tugasnya. kemampuannya prima. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. 2. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. e. tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . 7. 2. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. 4. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. prima dalam intelektual. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. f. 12. Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D. mau belajar terus menerus. 8.

4.. AMT (Assesment Motivation Training). 2... 7... 8...86 6. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya. 5. 1. 87 . 4. 4... Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia).. 3. 3. 8. 3.. Kepala Sekolah …………………….. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.. NIP. 5. 2. . UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan . 7. 9.. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing . Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses ……………………………... 6. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan . Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya . Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .

23 dan 24. kreatif. dengan ini Kurikulum SMK …. 1. 5. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. iv. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. 19 tahun 2003. NO KOMPONEN 5. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. ASPEK 4. 19 tahun 2005 c. kebijakan pusat. Raya…… Jakarta Timur ). PP No. lembar penetapan. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan. 5. Landasan Filosofis 3. efektif dan menyenangkan. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. Diktum Penetapan. 3. Renstra Diknas. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i. 3. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital. 1. 23.. 6. bulan. menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. 1. Tulisan bab. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). Kota tempat Kurikulum SMK disusun. Jumlah halaman cukup satu halaman . 4. 20 tahun 2003. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta). 2. Tanggal penetapan. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital. halaman berikutnya (ii). 2. Tahun Penyusunan. Landasan Yurudis 89 1. ii.dan 24 tahun 2006.. 2. 5. kata pengantar. 4. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah. sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab. menyebut dan sedikit mengurai Permen 22.. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. tahun. 2. disusun secara alfabetis. 3. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. daftar isi. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). Permendiknas 22. iii... Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No.(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. B. 3.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. 4. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.di munculkan. 20 tahun 2003. 4. Daftar Isi 6. 1.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. v). dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. Ketua Komite Sekolah. b. Kata Pengantar 1. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN.(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global. a. dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. dst .. 3.. Tulisan cover. Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. 2. . Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl. Kota tempat penetapan. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). Lembar penetapan 1. BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2.

mengindentifikan materi pokok pembelajaran . NO 3.dan 24 tahun 2006.Perda Provinsi dan Bersifat operasional. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas.90 NO 3. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus. Pengembangan Diri 6. 1. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No.20 Tahun 2003. UU Sisdiknas No. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a. merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. 19 tahun 2005. dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4.19 tahun 2005. 23 tahun 2006. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No. tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam. mengkaji SK/KD 2. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. a. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan. spontan dan keteladanan. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. 23. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan. dan c. 4. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.Renstra Dinas. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik. 5. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b. 19 tahun 2003.. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. 5. Permen 22. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. kode kompetensi. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. Bersifat teknis dan Sasaran terukur. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari.Perda Provinsi. C. KOMPONEN ASPEK 4. Muatan Lokal 5. kelompok mata pelajaran/kompetensi. PP No.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang. yang memuat tentang nomor. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran. 6. 1. 19 tahun 2005.dan Renstra Kemendiknas. 2. Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.

dunia usaha atau masyarakat. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. dan kelompok mata pelajaran jasmani. c. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. 5. Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). 1. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. alokasi waktu minggu efektif belajar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. 3. 93 . PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. 2. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. Kompotensi Umum 2. hari belajar. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Pendekatan pembelajaran 3. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 4. Penilaian Ujian 3. Penilaian menggunakan acuan kriteria. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. termasuk beban di luar tatap muka. 3. Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. b. dan kesehatan. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. 5. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. olahraga. 1. menentukan sumber belajar Berisi tentang. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Ruang Lingkup Pekerjaan D 1.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. 6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik. Pengaturan beban belajar 2. 4. Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. menentuakan alokasi waktu 7. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. waktu pembelajaran efektif. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. bengkel/workshop dan di luar sekolah). penentuan jenis penilaian 6. dan d. 1. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. Pembelajaran di sekolah (kelas. lulus Ujian Nasional. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 4. laboratorium. kelompok mata pelajaran estetika. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. Tuntutan Dunia Kerja 3. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah. E.

. NIP. Guru... LAMPIRAN-LAMPIRAN …………………………….81.. Komite Sekolah. Jakarta......... Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………............... dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing... Wakil SDM 95 . Silabus Program Normatif 3. Program Pengembangan Diri 8... saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun...Ka..... Silabus Muatan Lokal 6...69.94 NO F 1. Silabus Program Adaptif 4...99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang …………. Panduan Akademik 9...Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 .69..90... Model RPP 10. ..........100 : 82 .100 : 82 ... dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun..... Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah.. Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan. G.... SEMESTER GASAL TAHUN : 91 ... b.. Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a...... KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi.. Standar isi (SK/KD) 2... 3……………….99 : 70 .... ……………….. Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders.99 : 40 .. KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg.99 : 40 . BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2. Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.91... Silabus Program Produktif 5.81. keterampilan..... harapan.99 : 70 .... masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP.....Seklh Supv.99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala ..... Kepala Sekolah ……………………................... Standar Kelulusan (SKL) 1.. NIP.

.......... Jumlah Jam ...................... : 150 ) a...1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD .Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : .... 12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW . 3..... 6 .. JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas ....... Kelas ...... 2....1 Guru Olah Raga . ........ Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru …………………………………….. 9 .... 10 ....................Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid.. 8 .......2 guru kelas . NIP... Kepala Sekolah ……………………....1 Guru Bahasa Inggris . 7 .........96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid.... 5 .. Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst.. Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……. Jumlah Jumlah 2 3 4 ....... 5.... 4. Kelas . 1 1....... 11 .... 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………...

.........98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah.. Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur. Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 ..... Mengetahui Kepala Sekolah. Kepegawaian Ur.. .............. 8....................... Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1.. 12............... 11.......... 4. 13....... 2........... NO.................. JABATAN 2 Kasubag TU Ur..... Keuangan Ur.... 7....... 3. JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6........... Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks. Sarprasdik Ur...... Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9.. 5. 14. 10.... Tahun.......... Kesiswaan Ur...... Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta.

....................................................026 / 2011 DENGAN PT ............. Bertindak Atas Nama : Sekolah .......................................... Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.................... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah ...................... : ...................................... Tlp. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah ........pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan.......... tanggal ........ INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini... Nama Jabatan II............................. Kab/Kota ............... ......... 2.. Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA............. Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat................................. Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas................................................... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia......... NOMOR : 018/1................... Kab/Kota .......................................... Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah........... PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk.... Manager PT ............................................. komunitas setempat............... Alamat : Jl........... dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal .............. Dengan ini menyatakan bahwa............... PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1............2.............. Kab/Kota ....... baik bagi Perseroan sendiri. : Kepala Sekolah ................... Kab/Kota ............. Indonesia Jl..851.... 3....... ................ ............. kami yang bertanda tangan di bawah ini: I............. ................... selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.............. ANTARA SEKOLAH .. Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT ............. maupun masyarakat pada umumnya......................................... Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : .... .....100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN ............... Tahun Dua Ribu ....... khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi................. Indonesia PT .......

.... pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing............ 103 .......... 3. 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT....... dapat ditanggulangi dan Sekolah ....... sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah ........................ Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya. Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia. .... 2.......... maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya.. dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak.102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA...... Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah ............... Indonesia............ PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari..... PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini........ KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure. huru hara... Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir.... salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini. tidak dirugikan.... ditanggung oleh PIHAK KEDUA. Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah . sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit. maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah.. PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini....... Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah ........ 2.... meliputi : 1............... 3... peperangan..... 4.. 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah .... Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat.. 2..... meliputi : 1............... Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan....... Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA.. maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur... dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya. ditanggung PIHAK KEDUA..... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk.... PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1. PASAL 7 JANGKA WAKTU 1....... Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati... maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan. Apabila karena sesuatu hal... Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini.............. tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK......... PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran. bencana alam.

...... Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.. PIHAK KEDUA: MANAGER PT . bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama....... Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a....... Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah. Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti........ Kewarganegaraan dan kepribadian....... 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama ...... PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH .....104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua)..... 3.. INDONESIA ________________ NIP: .. Agama dan Akhlaq mulia. Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2... Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi..... Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran... ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1.. dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap. Estetika...... b........

...….…… yang sudah bekerja.. Kontak Email B. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi …………………….. 107 ...… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut.………... dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia...... PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ……….. NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A.…. IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No. IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C...106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ……………………….. kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi …………………......

……………………….……. Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1.……. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik..D. Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi.. Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja. Lulusan Program Studi……………. untuk mengikuti perkembangan TIK. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar.. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik. memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi…………………. (%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni. prodi perlu memfasilitasi. Tanggapan Pihak Pengguna No. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 .

kaos kaki putih. 4.... Rabu.. Kelas IV..40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6..... 2.. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp.... 2.... Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru...... dan Kamis...30 – 12...110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK..... murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas. 6. II dan III Pakaian Pramuka Siaga..00-15..... 4. Senin – Selasa.. Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini ... 3. 4.. 3. sekolah mulai belajar pagi pukul 6.. adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.... 5. III. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan.... khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga. Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD………………………. kelas I. baju batik dan bawahan putih.. Sabtu. Sebelum masuk kelas. II.... Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10. untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu.. Rambut harus disisir. kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1.25... sepatu hitam..Selasa. 2.. Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin..... baju muslim batik warna hijau. I..... WAKTU MASUK DAN PULANG 1...15.. berlokasi. 6......... Jumat...... Kamis..... adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. wanita diikat rapi. sepatu hitam dan baju dimasukan... Rabu .. bagi yang non muslim baju putih merah. TATA TERTIB BERPAKAIAN 1. berdasi......... 4...... Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib..30 -10. Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk..... baju dimasukan. 3. V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap.... 3. kaos kaki putih dan sepatu hitam. rok wanita dibawah betis.... pakaian putih merah. Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK. dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1.. 2..... 5.. .. kaos kaki putih. Hari Senin... 5. pakaian senam dan membawa pakaian ekskul.

8. 5. 3.. tidak boleh berisik. Berperilaku senyum. 4. makan dan tidur di kelas saat belajar. 1. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.5. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya. 13. 2. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas.. 10. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah. berisik. 3. 5. Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda. 3.. 4. VI. 1. 9.. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. Setiap peserta upacara harus tertib. NIP. 11. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis.. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar.. 12. Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru... Kepala Sekolah ……………………. V. salam. guru piket dan seluruh siswa. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru. 10 menit setelah bel masuk. . alat kebersihan dan lain-lain. kecuali selama belajar kelompok. 1.. guru belum berada di kelas. 2. ……………………………. 2. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid.. 113 . Selesai upacara. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas. 112 VI. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah. 1.. Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. 7. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. Membuang sampah pada tempatnya. ketua kelas segera menghubungi guru piket. Murid-murid yang tidak masuk sekolah. sapa. 3. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya. TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas.. Kebersihan. IV.. 4. menggunakan HP berkamera.. 6.. 2. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol.. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar. papan tulis. 6. 4. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex. sopan dan santun.

Kristen c..... 3..... Kelurahan : ......... Keluar/Lulus d............ Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No......... Kecamatan : ..................... WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 ......... B.............. a..... Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN ..... Kepala ..... Alamat : ....................... IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : ............ Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst.................... Agama : a. Budha e..114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH ...... Akhir Bulan 2... 1...... Hindu Jumlah 3.... 20. Mutasi : a.. Kab/Kota : ............... Awal Bulan b............... 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH .... Katolik d. Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst............. A.......... d. c. WNI b.................. Masuk/Naik/TN c.. KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1.. Kewarganegaraan : a........ Telepon : ................... 2... Status : .... Islam b............. ...... b...........

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

1. GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .

1.3. POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 . HALAMAN SEKOLAH 2.

2.3. TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .

SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .4.

5. LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .

PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .6.

PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 . RUANG KEPALA SEKOLAH 7.8.

9. RUANG GURU 178 179 .

10. RUANG TATA USAHA 11. RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 .

12. LABORATORIUM 182 183 .

184 185 .

RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 . PERPUSTAKAAN 13.14.

RUANG IBADAH 16. KANTIN 188 189 .15.

KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18.17. TOILET 190 191 .

RUANG SERBA GUNA 192 193 .19.

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

24. RUANG OSIS 25. RUANG MULTIMEDIA 200 201 .

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko.

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful