Anda di halaman 1dari 4

Material and Methods 36 pasien (23 wanita, 13 laki-laki) yang didiagnosis periodontitis general dengan rentang umur 28-43

tahun (rata-rata: 34,6) dimasukkan ke dalam studi. Informed consent diperoleh dari semua partisipan. Semua subjek disesuaikan dengan kriteria diagnostic untuk severe generalized aggressive periodontitis (nomenklatur terbaru, Armitage 1999). Semua subjek bukan perokok; empat dari mereka berhenti merokok selama terapi initial mengikuti motivasi yang tepat. Melalui radiografi, dapat dilihat setiap pasien mengalami kehilangan tulang secara vertikal setidaknya pada satu sisi sebanyak 2/3 dari panjang akar. Lima belas persen pasien dikarakteristikan dengan temuan pus setidaknya pada satu situs. Spesies Porphyromonas gingivalis, Bacteroides forsythus dan Actinobacillus actinomycetemcomitans dideteksi dalam keadaan terpisah atau berkaitan satu sama lain dalam plak subgingival semua pasien. Segera sebelum tahapan terapi pertama selesai dilakukan oleh dokter gigi, pengukuran pre-baseline dilakukan (Gambar 1 dan 2). Temuan klninis dibuat berdasarkan; Silness & Loe (1964) plaque index (PI), sulcus bleeding index (SBI) of Muhlemann & Son (1971), probing pocket depth (PPD) in mm, and probing attachment level (PAL) in mm (HuFriedy periodontal probe (HuFriedy Mfg. Co., Inc., Chicago, IL, USA), 15mm length, graduated in steps of 1mm). evaluasi dilakukan pada 6 sisi per gigi; dua di mesio bukal/oral, dua midbukal/oral, dan dua pada sisi disto bukal/oral. Sisi distal dan mesial diukur sedekat mungkin dengan area kontak dimana probe tetap dalam keadaan sejajar dengan sumbu panjang gigi. Tahap pertama perawatan terdiri dari skeling, root planning (SRP) (untuk membersihkan daerah supra dan subgingiva), dan polishing dalam 3-4 sesi, serta pemberian instruksi yang teliti mengenai teknik bass. Tiga minggu kemudian, setelah terapi inisial selesai, pengukuran dasar klinis dilakukan. Parameter yang digunakan sama dengan pengukuran pre-baseline.

Selanjutnya ,tahap terapi kedua diikuti dengan kuretase tertutu pada tiap permukaan masing-masing gigi. Hal ini dilakukan sebagai full mouth root planning yang dilakukan sekaligus dalam satu sesi oleh dokter gigi (Siguch et al. 1999, 2001). Pada hari yang sama ketika tahap terapi kedua dimulai, Vagimids (APOGEPHA Arzneimittel GmbH, Dresden, Germany; 250mg, 2 x 2, 8 days), sediaan farmakonya metronidazole, diberikan secara sistemuk kepada semua subjek. Pemberian antibiotik penunjang drekomendasikan dalam kasus periodontitis agresf oleh beberapa ahli. (Loesche et al. 1991, 1992, Pavicic et al. 1994, Flemmig et al. 1998). Pada tahap terapi kedua, pasien secara acak dimasukkan kedalam kelompok uji atau control yang sesuai yang menghasilkan alokasi 2 subjek per kelompok. Setelah root planning pada rahang atas dan rahang bawah selesaai dilakukan, periodontal dressing Vocopac langsung diaplikasikan pada semua grup tes. Vocopac merupakan bahan bebas eugenol yang digunakan sebagai periodontal dressing yang melekat baik dengan permukaan gigi. Sebisa mungkin, saliva harus dicegah mengenai area yang terkena. Bahan-bahan tadi dicampur sesuai intruksi dari produsen kemudian dibentuk gulungan berdiameter 0,5 cm. aplikasi dimulai dari mahkota. Aplikasi didaerah interdental perlu diberikan sedikit tekanan agar dapat beradaptassi dengan baik pada papilla. Pasien diberitahu untuk menjaga kebersihan mulut sesuai dengan yang disarankan kecuali pada daerah dressing. Hal ini cukup untuk menjaga permukaan oklusal mahkota, karena ruang interdental yang diisi. Setelah dressing dilepas, teknik bass mulai dilakukan kembali. kelompok uji 1 dan 2 dibedakan dalam waktu pemasangan dressing, kelompok 1, 3-4 hari dan kelompok 2, 7-8 hari. Kelompok control tidak menggunaka dressing. Enam dan 24 bulan setelah tahap perawatan kedua, dilakukan diagnosis ulang. Semua pengukuran klinis dilakukan oleh dokter gigi kedua yang tidak tahu tentang proses dressing yang telah dilakukan sebelumnya.

Frekuensi recall di setiap kelompok sama, yaitu setiap 6 minggu selama 6 bulan pertama dan setiap 12 minggu selama 24 bulan setelahnya. Tahapan recall dilakukan oleh dokter gigi yang bertanggung jawab untuk tahap terapi pertama. kontrol plak yang diikuti dengan pemberian motivasi dan scaling supragingival secara berkala

perlu dilakukan.namun, skeling hanya terbata pada daerah supragingival saja. Untuk evaluasi statistic, indeks plak klinis, perdarahan sulkus, probing kedalaman poket dan probing level perlekatan dikalkulasikan dan dirata0ratakan untuk setiap pasien pada setiap tanggal pemeriksaan dan untuk setiap grup uji dan control. Temuan-temuan setelah 6 dan 24 bulan setelah terapi dibandingkan dengan data dasar dengan menggunakan Wilcoxons rank sum test. Analisis kelompok dibedakan berdasarkan penggunaan tes KruskalWallis (H) and MannWhitney (U)

7 6 5 PPD(mm) 4 3 2 1 0 B a s eline 6th month 24 month G r. 1: 3-4d G r. 2: 7-8d without dres s ing

7 6 5 4 PAL(m m ) 3 2 1 0 B a s line 6th 24 m onth m onth

g r. 1: 3-4d g r. 2: 7-8d Without dres s ing

3,5 3 2,5 2 PALg a in(m m ) 1,5 1 0,5 0 6thm onth 24thm onth

g r. 1: 3-4d g r. 2: 7-8d Without dres s ing