Anda di halaman 1dari 29

TERPENOID STEROID

Senyawa terpenoid mrpk senyawa metabolit sekunder : atom C dan H serta gugus fungsi lain spt alkohol, aldehid dll Pada umumnya jumlah atom C mrpk kelipatan 5 (unit isopren) yang disambungkan dg berbagai cara dan dg berbagai jenis penutupan cincin, derjat ketidak jenuhan dan gugus fungsi. Tetapi kaidah yang paling umum adh kepala ke ekor.

2.1. Hemiterpenoid 2.2. Monoterpenoid 2.3. Seskuiterpenoid 2.4. Diterpenoid 2.5. Triterpenoid 2.6. Steroid 2.7. Sterolin dan Saponin 2.8. Glikosida jantung 2.9. Tetraterpenoid 2.10. Isolasi terpenoid dan Steroid 2.11. Identifikasi terpenoid dan steroid 2.12. Jalur metabolisme terpenoid dan steroid

2.1. Hemiterpenoid
CH3 CHCH2CH2OH CH3 isoamil alkohol CH3 CHCH2C CH3 H isovaleraldehid O CH3 CH3 CHCH2C CH3 OH asam isovalerat H C=C CH3 asam tiglat O COOH

2.2. Monoterpenoid
Monoterpenoid : penggabungan dari 2 unit isopren (10 atom C). Monoterpenoid : senyawa siklik maupun senyawa rantai terbuka. Monoterpenoid mrpk komponen utama banyak minyak atsiri dan memp makna ekonomi yang besar sbg bau rasa, wewangian dan pelarut. Monoterpenoid khas berupa cairan tak berwarna, tidak larut dalam air, dapat disuling dan berbau harum. Beberapa senyawa bersifat optis aktif.

Fungsi terpenoid rendah pada tumbuhan lebih bersifat ekologi ketimbang fisiologi : menghambat pertumbuhan tumbuhan pesaingnya sbg insektisida berdaya racun thd hewan tinggi Penolak maupun penarik hewan pemakan tumbuhan Phaseolus limensis yang diserang labahlabah merah membentuk terpen yang menarik pemangsa labah-labah itu.

Monoterpenod rantai terbuka


berbagai tempat ikatan rangkap 2, gugus fungsi penyimpangan dari kaidah kepala ke-ekor yang biasa Monoterpenoid alkohol sering ditemukan sbg ester atau glikosida ketimbang sbg alkohol bebas. Geraniol mrpk feromon rekrut untuk lebah madu

Banyak jenis monoterpenoid monosiklik memp kerangka p9 10 mentana: 8


4 3 2 1 7 5 6

Senyawa terpenting : limonen krn tersebar luas dan memp nilai niaga. Senyawa ini mrpk komponen utama minyak kulit jeruk dan minyak atsiri lain. Beberapa senyawa monosiklik lain yang tidak berstruktur p-mentana ini ada juga. Sumber tumbuhan yang diberikan hanya contoh khas saja. Kebanyakan senyawa tersebar luas. Pusat asimetri ditandai dg bintang.

Mentha piperita

Monoterpenoid bisiklik bdsk gol kerangka karbonnya

Monoterpenid bisiklik, struktur dan tumbuhan sumber

Alfa-pinen : komponen utama terpentin

Asperulosida (iridoid glukosida)

2.3. Seskuiterpenoid
Senyawa C15 (3 satuan isopren) Mrpk komponen mnyak atsiri Aroma buah dan bunga

farnesol

Seskuiterpenoid monosiklik, struktur dan tumbuhan sumber

Seskuiterpenoid bisiklik dan trisiklik, struktur dan tumbuhan sumber

Efek Fisiologi seskuiterpenoid thd tumbuhan dan hewan

Bersifat sitotoksik (mengandung metilen -lakton), racun (lakton) Penolak serangga dan insektisida (lakton dan dialdehid) Merangsang pertumbuhan tumbuhan (lakton) Fungisida (lakton) Anti mikroba (Dialdehid)

2.4. Diterpenoid
Mrp senyawa C20 (4 satuan isoprenoid). Karena Tdnya tinggi, senyawa ini tidak ditemukan dlm minyak atsiri tumbuhan. ditemukan dalam damar. Anggota asiklik yang penting : alkohol fitol (bagian dari klorofil). Bbrp senyawa memp segi fisiologi sangat menarik spt golongan hormon tumbuhan : giberelin A3 (asam giberelat)

Fungsi Diterpenoid :

Fungisida Racun terhadap hewan Penolak dan penarik serangga Pengiritasi kulit Pemercepat tumor, karsinogen, Antitumor (aktivitas sitotoksik) Antileukimia Anti virus Aktivitas hormon remaja Penyebab warna merah dlm tumbuhan tertentu (orto atau para-kuinon yang berinti fenantren)

Diterpenoid siklik, struktur dan tumbuhan sumber

Cemara

Tabel 5.12 Data 13C-NMR (metanol d4) dan 1H-NMR (metanol-d4,) dan korelasi HMQC, COSY serta HMBC diterpenoid glikosida (faleriaelide C32H53O18)
13C-NMR

No atom C 1 1a 2 3 3a 4 5 5a 6 7 8 8a 9 10 11 12 13 14 14a 15 16 17 18 19 20 20a 1 2 3 4 5 6 Metanol H2O

(ppm)

1H-NMR (ppm), J (Hz)

HMQC

COSY

HMBC

102,87 55,10 18,09 102,81 55,10 69,69 74,02 57,10 67,40 70,05 79,65 71,70 79,39 75,04 55,70 16,72 74,02 79,12 72,25 105,93 101,66 16,80 73,90 18,09 173,25 52,3 102,87 72,49 72,49 73,70 69,69 18,04 49,10

4,5 (d, 2H) 3,34 (m, 6H) 3,49 (s, 2H) 4,3 (s, 1H) 3,34 (m, 6H) 3,38 (d, 2H) 3,71 (t, 1H) 3,49 (s, 2H) 3,49 (s, 2H) 3,64 (s, 2H) 1,29 (s, 1H) 3,38 (d, 2H) 1,22 (d, 2H) 3,53 (m, 1H) 3,77 (m, 3H) 3,35 (t, 2H) 1,31 (d, 3H) 3,37 (s, 2H) 1,27 (s, 3H) 3,69 (s, 3H) 4,5 (d, 2H, 1,95) 3,8 (d, 1H) 3,61 (d, 1H) 3,51 (d, 1H) 3,58 (d, 1H) 1,26 (3H,s) 3,3 4,87

C1 C1a C3 C3a C5 C5a C8a C12 C14 C14a C16 C17 C19 C20a C1 C2 C6

H20a H5 -

C1a,C4 C3 C2C3, C5a C3 C15 C8a C18, C6 C18 C3, C1/C1 C20 C2,C3 -

C13/C5, C14a,C5

2.5. Triterpenoid
Tersebar luas dalam tumbhan Triterpenoid asiklik : skualen, mrpk seny antara dlm biosintesis steroid Tidak ditemukan triterpenoid monosiklik dan bisiklik Triterpenoid trisiklik langka Dikenal bbrp triterpenoid tetrasiklik Senyawa antara dlm biosintesis steroid pada hewan : lanosterol, pada tumbuhan : siklo artenol

Triterpenoid paling penting dan paling tersebar luas : triterpenoid pentasiklik Triterpenoid non glikosida sering ditemukan

Kerangka cincin hidrokarbon triterpenoid

Semua anggota golongan ini teroksigenasi pada C3, biasanya sbg alkohol atau keton. Seny ini dibedakan oleh ikatan rangkap, gugus OH tambahan dan gugus karboksil

Aktivitas fisiologi triterpenoid :

Komponen aktif dlm tumbuhan obat diabetes, gangguan menstruasi, patokan ular, gangguan kulit, kerusakan hati dan malaria Fungsi ekologi (Anti fungus, insektisida, anti pemangsa, menstimulasi serangga bertelur, anti bakteri dan anti virus)

SEKIAN

2.6. Steroid
Kebanyakan hormon dan bbrp vitamin berintikan kerangka steroid Contoh : stigmasterol mrpk prekusor untuk sintesis hormon estrogen melalui konversi menjadi androstadienedion dan estron Estrogen : homon wanita yg mempengaruhi pertumbuhan dan sirkulasi darah dari uterus, vagina dan kelenjer air susu Estrogen bersama gestagen : agen kontrasepsi

Stereokimia steroid
Inti steroid dasar = inti lanosterol dan triterpenoid tetrasiklik lain, tetapi hanya pada 2 gugus metil yang terikat pada sistem cincin, pada posisi 10 dan 13 Rantai samping 8 karbon dalam lanosterol tdp pada steroid yabg berasal dr hewan, tp kebanyakan steroid tumbuhan memp 1 atau 2 karbon tambahan.

Struktur dan Sumber bbrp steroid tumbuhan

2.7. Sterolin dan Saponin