Anda di halaman 1dari 13

zooplankton

Zooplankton Tinjauan Umum Zooplankton Istilah plankton berasal dari kata Yunani yang berarti pengembara. Plankton hidupnya mengapung atau melayang dan daya geraknya tergantung dari pergerakan arus atau pergerakan air. Plankton dibagi dalam dua golongan besar yaitu fitoplankton (plakton tumbuhan atau nabati) dan zooplankton (plankton hewani) (Arinardi et. al., 1994). Zooplankton atau plankton hewani merupakan suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton sebenarnya termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986). Berdasarkan siklus hidupnya zooplankton dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai meroplankton dan holoplankton banyak jenis hewan yang menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva. Plankton kelompok ini disebut meroplankton atau plankton sementara. Sedangkan holoplankton atau plankton tetap, yaitu biota yang sepanjang hidupnya sebagai plankton. (Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984; Arinardi et al.,1994, 1996). Meroplankton terdiri atas larva dari Filum Annelida, Moluska, Byrozoa, Echinodermata, Coelenterata atau planula Cnidaria, berbagai macam Nauplius dan zoea sebagai Artrhopoda yang hidup di dasar, juga telur dan tahap larva kebanyakan ikan. Sedangkan yang termasuk holoplankton antara lain : Filum Artrhopoda terutama Subkelas Copepoda, Chaetognata, Chordata kelas Appendiculata, Ctenophora, Protozoa, Annelida Ordo Tomopteridae dan sebagian Moluska (Newell dan Newell, 1977; Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984). Menurut Arinardi et al., (1997), zooplankton dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya menjadi empat ( Tabel 2).

Tabel 2. Pengelompokkan zooplankton berdasarkan ukurannya No. 1 2 3 4 5 Kelompok Mikroplankton Mesoplankton Makroplankton Mikronekton Megaloplankton Ukuran 20 200m 200m 2 mm 2 20 mm 20 200 mm > 20 mm Organisme Utama Ciliata, Foraminifera, nauplius, rotifera, Copepoda Cladocera, Copepoda, dan Larvacea Pteropoda, Chaetognatha Copepoda, Euphasid, dan

Chepalopoda,Euphasid, Myctophid Scyphozoa, Thaliacea

Sargestid

Sumber : Arinardi et al., (1997)

Zooplankton merupakan produsen sekunder sehingga penting dalam jaring-jaring makanan di suatu perairan. Zooplankton memangsa fitoplankton dimana fitoplankton itu sendiri memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis (Kaswadji et al., 1993). Pada proses selanjutnya zooplankton merupakan makanan alami bagi larva ikan dan mampu mengantarkan energi ke jenjang tropik yang lebih tinggi. Dalam hubungan dengan rantai makanan zooplankton berperan sebagai penghubung produsen primer dengan tingkat pakan yang lebih tinggi, sehinnga kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan peraiaran (Arinardi et. al., 1994). Dari berbagai jenis zooplankton hanya ada satu golongan saja yang sangat penting menurut sudut ekologis yaitu subklas Copepoda (klas Crustacea, filum Arthropoda). Hewan- hewan kecil ini sangat penting artinya bagi ekonomi ekosistem- ekosistem bahari karena merupakan herbivora primer dalam laut ( Nybakken, 1992). Menurut Nybakken (1992), zooplankton melakukan migrasi vertikal harian dimana zooplankton bergerak ke arah dasar pada siang hari dan ke permukaan pada malam hari. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan yaitu fitoplankton. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu fitoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung (Nontji, 1993). Klasifikasi Zooplankton Arinardi et al., (1994) mengatakan bahwa beberapa filum hewan terwakili di dalam kelompok zooplankton. Zooplankton terdiri dari beberapa filum hewan antara lain : filum Protozoa, Cnidaria, Ctenophora, Annelida, Crustacea, Mollusca, Echinodermata, dan Chordata. 1 Protozoa Protozoa dibagi dalam 4 kelas yaitu : Rhizopoda, Ciliata, Flagellata dan Sporozoa. Kelas Sporozoa tidak ada yang hidup sebagai plankton karena semuanya merupakan plankton seperti Plasmodium dan Nyzobulus yang hidup dalam tubuh manusia dan ikan. Mengenai Flagellata, dalam hal ini Zooflagellata yang hidup sebagai plankton (freeliving) sebetulnya semuanya merupakan tipe holozoik dari alga yang berflagel seperti Pyrrophyta (Sachlan, 1982). Beberapa flagelata diklasifikasikan sebagai Fitoflagelata, akan tetapi karena memiliki sedikit pigmen fotosintesis dan makan dengan cara memangsa maka dimasukkan ke dalam golongan zooplankton. Jenis ini paling banyak terdapat dalam peridinia dan paling banyak diketahui adalah Nocticula miliaris dengan ciri ciri memiliki diameter 200 1200 m dan ditandai dengan flagelum yang panjangnya sama dengan tubuhnya, jenis ini dapat melakukan bioluminisense (Bougis, 1976). Cilliata sebagian besar hidup bebas di air tawar, dan ada hanya beberapa golongan yang hidup di laut (golongan Tintinnidae). Cilliata ini merupakan zooplankton sejati di air tawar, tetapi banyak hidup diantara Periphyton atau di dasar sebagai bentos, dimana terdapat banyak detritus yang membusuk (Sachlan, 1982). Rhizopoda merupakan zooplankton yang penting di air laut maupun air tawar, selain itu ia juga penting untuk ilmu Paleontologi dan Geologi. Rhizopoda memiliki arti kaki- kaki yang bentuknya seperti akar tumbuh- tumbuhan yang tidak teratur. Rhizopoda dianggap berasal dari genera-genera alga dari Saprophytic-type seperti Chloramoeba, Gametamoeba, dan Chrysamoeba. Rhizopora terdiri dari beberapa ordo:Amoebina, Foraminifera, Radiolaria dan Heliozoa (Sachlan, 1982). Contoh genus dari filum Protozoa antara lain : Paramecium, Vorticella, Dileptus, Dinoclonium, dan Rabdonella ( Hutabarat dan Evans, 1986).

2. Cnidaria Cnidaria terdiri dari klas Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa. Hanya pada kelas Hydrozoa, dimana Hydra juga termasuk dan terdiri dari spesies-spesies berupa ubur-ubur kecil yang hidup sebagai plankton (Sachlan, 1982). Bentuk morfologi Cnidaria terkadang sangat rumit walaupun memiliki struktur yang sederhana. Cnidaria memiliki 2 lapisan sel, yaitu external dan lapisan internal yang dipisahkan oleh lapisan gelatin non selular yang disebut mesoglea. Karakteristik penting Cnidaria adalah adanya sel penyengat ( nematocysts) yang menyuntikkan venum yang dapat melumpuhkan mangsanya (Bougis, 1976). Termasuk dalam filum Cnidaria yang holoplanktonik ialah ubur-ubur dari kelas Hydrozoa dan Scypozoa, serta koloni-koloni yang kompleks dan aneh dikenal dengan nama sifonofora. Ubur-ubur dari kelas Scypozoa merupakan organisme plankton terbesar dan kadang-kadang terdapat dalam jumlah besar (Nybakken, 1992). Contoh genus dari filum Cnidaria antara lain : Obelia, Liriope, Bougaivillia, Diphyes ( Hutabarat dan Evans, 1986). 3. Ctenophora Filum Ctenophora yang secara taksonomi masih dekat dengan Cnidaria sebagian besar bersifat planktonik. Semua Ctenophora adalah karnivora rakus, yang menangkap mangsanya dengan tentakeltentakel yang lengket atau dengan mulutnya yang sangat lebar. Untuk bergerak dalam air menggunakan deretan- deretan silia yang besar yang disebut stenes (Nybakken, 1992). Perbedaan Ctenophora dengan Cnidaria adalah tidak adanya sel penyengat (nematocysts) pada Ctebophora tetapi memiliki sel pelengket yang disebut coloblast dimana sel ini dapat melekatkan mangsanya (Bougis, 1976). Ctenophora dahulu di masukkan dalam filum Coelenterata tetapi kemudian di pisahkan, karena tidak mempunyai nematokis dan hanya mempunyai struktur-struktur seperti sisir (cteno). Spesies ini sangat transparan dan tidak berwarna (Sachlan, 1982). Contoh genus dari filum Ctenophora antara lain : Pleurobrachia, Velamen, Beroe ( Hutabarat dan Evans, 1986). 4. Annelida Annelida ini cukup banyak terdapat sebagai meroplankton di laut. Di perairan air tawar jenis Annelida ini hanya terdapat lintah (ordo Hirudinae) dan dapat menjadi parasit pada ikan-ikan yang dipelihara di kolam. Banyak meroplankton dari Annelida ini terdapat di pantai-pantai yang subur, seperti halnya meroplankton dari Crustacea. Larva- larva Annelida bernama trochophore larva, jika baru keluar dari telur, berbentuk bulat atau oval, besilia dan mempunyai tractus digesvitus agar di lautan bebas dapat memakan nanoplankton dan detritus yang halus ( Sachlan, 1982). 5. Arthropoda Menurut Nybakken (1992) bagian terbesar zooplankton adalah anggota filum arthropoda. Dari phylum Arthropoda hanya Crustacea yang hidup sebagai plankton dan merupakan zooplankton terpenting bagi ikan di perairan air tawar maupun air laut. Crustacea berarti hewan-hewan yang mempunyai sel yang terdiri dari kitin atau kapur yang sukar dicerna. Crustacea dapat dibagi menjadi 2 golongan: Entomostracea atau udang-udangan tingkat rendah dan Malacostracea atau udang-udangan tingkat tinggi. Sebagian besar dari larva Malacostracea merupakan meroplankton dan sebagian besar mati sebagai plankton karena di makan oleh spesies hewan yang lebih besar atau mati karena kekurangan makanan. Entomostracea yang terdiri dari ordo-ordo Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda dan Cirripedia, tidak mempunyai stadium zoea seperti halnya Malocostracea. Entomostracea yang merupakan zooplankton

ialah Cladocera, Ostracoda dan Copepoda, sedangkan dari Malacostracea hanya Mycidacea dan Euphausiacea yang merupakan zooplankton kasar atau makrozooplankton (Sachlan, 1982). Salah satu subkelas Crustacea yang penting bagi perairan adalah Copepoda. Copepoda adalah crustacea holoplanktonik berukuran kecil yang mendominasi zooplankton di semua laut dan samudera. Pada umumnya copepoda yang hidup bebas berukuran kecil, panjangnya antara satu dan beberapa milimeter. Kedua antenanya yang paling besar berguna untuk menghambat laju tenggelamnya. Copepoda makan fitoplankton dengan cara menyaringnya melalui rambutrambut (setae) halus yang tumbuh di appendiks tertentu yang mengelilingi mulut ( maxillae), atau langsung menangkap fitoplankton dengan apendiksnya (Nybakken, 1992). Bougis (1974) menjelaskan bahwa copepoda merupakan biota plankton yang mendominasi jumlah tangkapan zooplankton yang berukuran besar (2500 m) pada suatu perairan dengan kelimpahan mencapai 30% atau lebih sepanjang tahun dan dapat meningkat sewaktu-waktu selama masa reproduksi. Copepoda mendominasi populasi zooplankton di perairan laut dengan persentase berkisar antara 50-80% dari biomassa zooplankton dalam ekosistem laut. Beberapa diantaranya bersifat herbivor (pemakan fitoplankton) dan membentuk rantai makanan antara fitoplankton dan ikan. Copepoda merupakan organisme laut yang sangat beragam dan melimpah, dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam rantai makanan dan ekonomi lautan (Wickstead 1976). Contoh genus dari Arthropoda antara lain Paracalanus, Pseudocalanus, Acartia, Euchaeta, Calanus, Oithona, Microsetella (Hutabarat dan Evans, 1986). 6. Moluska Moluska terdiri dari klas Gastropoda, Pelecypoda (Bivalvea) dan Cephalopoda. Di periran air tawar, meroplankton dari Gastropoda dan Bivalvea tidak begitu berperan penting (Sachlan, 1982). Filum Moluska biasanya terdiri dari hewan-hewan bentik yang lambat. Namun, terdapat pula bermacam moluscka yang telah mengalami adaptasi khusus agar dapat hidup sebagai holoplankton. Moluska planktonik yang telah mengalami modifikasi tertinggi ialah ptepropoda dan heteropoda. Kedua kelompok ini secara taksonomi dekat dengan siput dan termasuk kelas Gastropoda. Ada dua tipe pteropoda, yang bercangkang (ordo Thecosomata) dan yang telanjang (ordo Gymnosomata). Pteropoda bercangkang adalah pemakan tumbuhan (herbivora), cangkangnya rapuh dan berenang menggunakan kakinya yang berbentuk sayap. Pteropoda telanjang dapat berenang lebih cepat daripada yang bercangkang. Heteropoda adalah karnivora berukuran besar dengan tubuh seperti agar-agar yang tembus cahaya (Nybakken, 1992). Contoh genus dari filum Moluska antara lain : Creseis, Limacina, Cavolina, Diacria, Squid ( Hutabarat dan Evans, 1986). 7. Echinodermata Phylum Echinodermata hanya larva-larva dari beberapa ordo yang termasuk meroplankton. Ada larva yang bentuknya seperti larva Chordata, sehingga ada anggapan bahwa Chordata adalah keturunan Echinodermata. Genus-genus Echinodermata yang larva-larvanya merupakan meroplankton ialah Bipinaria, Brachiolarva dan Auricularia, yang ada pada waktunya akan mengendap semua pada dasar laut sebagai benthal-fauna (Sachlan, 1982). Semua Echinodermata melalui fase larva pelagik dalam perkembangannya. Sama seperi hewan lainnya lamanya menjadi larva pelagik tergantung pada telurnya, kurang baik atau sudah bagus (Newell dan Newell, 1977). Contoh genus dari filum Echinodermata antara lain : Echinopluteus, Ophiopluteus, dan Auricularia (Hutabarat dan Evans, 1986).

8. Chordata Chordata termasuk dalam ordo Mamalia,menurut evolusi merupakan keturunan dari spesies-spesies yang hidup sebagai zooplankton dan bentuknya mirip dengan larva-larva Echinodermata. Dari 4 subfilum dari Chordata hanya ada 2 yang hidup sebagai zooplankton yaitu Enteropneusta dan Urochordata. Larva-larva dari Enteropneusta inilah yang bentuknya seperti larva Echinodermata, seperti Tornaria-larva (Sachlan, 1982). Contoh genus dari filum Chordata antara lain : Thalia, Oikopleura, dan Fritillaria (Hutabarat dan Evans, 1986). http://strukturkomunitasplanktondotcom.wordpress.com/2012/04/20/zooplankton/ 2.1. Zooplankton Zooplankton merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, sangat beraneka ragam dan terdiri dari bermacam larva dan bentuk dewasa yangmewakili hampir seluruh filum hewan (Nybakken,1992).Zooplankton juga dapat bersifat sebagai pleuston ( P h y s a l i a dan V e l e l l a ) dan hyponeuston yang umumnya mempunyai tubuh transparan. Zooplankton dan Fitoplankton merupakan bahan dasar semua rantai makanandi dalam perairan. Zooplankton menempati perairan sampai dengan 200 mdan bermigrasi vertikal untuk mencari makan yang berupa fitoplankton(Omori dan I keda, 1984). Zooplankton memegang peranan penting dalam jaring jaring makanandi perairan yaitu dengan memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis(Kaswadji, 2001). Dalam hubungannya dengan rantai makanan, terbuktizooplankton merupakan sumber pangan bagi semua ikan pelagis , oleh karenaitu kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan perairan(Arinardi, 1997). Zooplankton (zoon- Yunani untuk hewan dan plankton, sebuah katayang berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengembara) terbagi menjadidua jenis: mereka yang menghabiskan seluruh hidup mereka sebagai planktonkecil dan mereka yang hanyut sebagai plankton hanya dalam tahap mudamereka. Jenis kedua akan jatuh tempo dalam berbagai bentuk kehidupan yanglebih besar (seagrant.gso.uri.edu). Plankton terdiri dari fitoplankton ("tanaman laut") dan zooplankton(zoh-plankton) yang biasanya binatang kecil ditemukan di dekat permukaandi lingkungan perairan. Seperti fitoplankton, zooplankton biasanya perenanglemah dan biasanya hanya hanyut bersama dengan arus. Berdasarkan daur hidupnya zooplankton dibagi menjadi 3 kelompok menurut (Nontji, 2008) yaitu: a.Holoplankton Plankton yang seluruh daur hidupnya dijalani sebagai plankton, mulai daritelur, larva, hingga dewasa. Contohnya Kopepoda, Amfipoda, dll. b.Meroplankton Plankton dari golongan ini menjalani kehidupannya sebagai planktonhanya pada tahap awal dari daur hidup biota tersebut, yakni pada tahapsebagai telur dan larva saja, beranjak dewasa ia akan berubah menjadinekton. Contohnya kerang dan karang. c.Tikoplankton

Tikoplankton sebenarnya bukanlah plankton yang sejati karena biota inidalam keadaan normalnya hidup di dasar laut sebagai bentos. Namunkarena gerakan air ia bisa terangkat lepas dari dasar dan terbawa arusmengembara sementara sebagai plankton. Contohnya kumasea (Nontji,2008).Menurut Arinadiet al, (1997), Zooplankton dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya menjadi lima sebagai berikut : 1. MikropanktonMempunyai ukuran 20-200 m dan organisme utamanya yaitu Ciliata,Foraminifera, Nauplius, Rotifera, Copepoda. 2. MesoplanktonMempunyai ukuran 200m-2 m dan organisme utamanya yaitu Cladocera,Copepoda, Larvacea. 3. MakroplanktonMempunyai ukuran 2-20 mm dan organisme utamanya yaitu Pteropada,Copepoda, Euphausiid, Chaetognatha. 4. MikronektonMempunyai ukuran 20-200 mm dan organisme utamanya yaitu Chepalopoda,Euphausiid, Sargestid, Myctopid. 5. MegaloplanktonMempunyai ukuran >20 mm dan organisme utamanya yaitu Scyphozoa,Thaliacea. 2.2. Klasifikasi Zooplankton Beberapa filum hewan terwakili di dalam kelompok zooplanktonmulai dari filum protozoa (hewan bersel tunggal) sampai filum Chordata(hewan bertulang belakang) (Arinardi et .al.,1997). 1. Protozoa Kingdom Protista terdiri dari protozoa, berukuran kecil, dari fauna bersel tunggal sampai dengan beberapa filum, beberapa jenis terkenalsebagai bentuk yang dijumpai di lautan adalah foraminifera,radiolaria, zooflagellata dan ciliata. Protozoa dibagi dalam empatkelas yaitu: rhizopoda, ciliata, flagelata, dan sporozoa (Sachlan,1982). 2. Arthropoda Filum arthropoda adalah bagian terbesar zooplankton dan hampir semuanya termasuk kelas Crustacea. Crustacea berarti hewan-hewanyang mempunyai shell terdiri dari chitine atau kapur, yang sukar dicernakan. Salah satu subklasnya yang penting bagi perairan adalahCopepoda yang merupakan Crustacea holoplanktonik berukuran kecilyang mendominasi zooplankton di semua laut dan samudera(Nybakken, 1992). 3. Moluska Dalam dunia hewan, filum moluska adalah nomor dua terbesar (Nybakken, 1992). Moluska bertubuh lunak, tidak beruas-ruas dantubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat. cangkang tersebut berguna untuk melindungi organ dalam dan isirongga perut, tetapi ada pula moluska yang tidak bercangkang. Antaratubuh dan cangkang terdapat bungkus yang disebut mantel.Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal(Nybakken, 1992). 4. Coelenterata Coelenterata atau Cnidaria adalah invertebrata laut yang pada taraf dewasa sering dijumpai. Biota-biota dalam filum ini meliputi hydra,ubur-ubur, anemon laut dan koral (Nybakken, 1992). Coelenteratamempunai siklus hidup yang menarik. Proses reproduksi aseksualmaupun seksual menunjukkan suatu siklus hidup yang terkait dengan periode planktonik (Nybakken, 1992). 5. Chordata Anggota filum Chordata yang planktonik termasuk dalam kelasThaliacea dan Larvacea, memiliki tubuh agar-agar dan makan dengancara menaring makanan dari air laut. Larvaceae membangun cangkangdi

sekelilingnya dan memompa air agar melalui suatu alat penyaringdi dalam cangkang ini terus menerus dibangun dan ditanggalkan(Nybakken, 1992). 6. Chaetognatha Chaetognatha adalah invertebrata laut dengan jumlah spesies relatif sedikit tetapi sangat berperan terhadap jaring-jaring makanan di laut.Biota ini memiliki ciri-ciri antara lain bentuk tubuh memanjangseperti torpedo, transparan, organ berpasangan pada masing-masingsisi, memiliki bagian caudal yang memanjang sirip dan kepala dengansepasang mata dan sejumlah duri melengkung di sekeliling mulut(Nybakken, 1992) 2.3. Reproduksi dan Siklus Hidup Zooplankton Pada estuaria, sekitar 50-60 % persen produksi bersih fitoplankton dimakanoleh zooplankton. Pada dasarnya hampir semua fauna akuatik muda yang terdapat pada ekosistem mangrove, dikategorikan sebagai zooplankton. Usia muda darifauna akuatik (larva) sebagian besar berada di ekosistem mangrove. Dan larva di kategorikan sebagai zooplankton, karena termasuk fauna yang pergerakannyamasih dipengaruhi oleh pergerakan air, sebagaimana pengertian dari plankton itusendiri. Oleh karena itu juga Tait (1987) mengkategorikan Gastropoda,Bivalvia, telur ikan ,dan larva ikan kedalam zooplankton (Nybakken, 1992).Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa zooplankton dari Filum Protozoa, memakan bakteri dan fungi yang terdapat pada ekosistem mangrove.Selain itu taksa zooplankton yang sering dan banyak terdapat pada ekosistemmangrove adalah Copepoda.Ikan-ikan pelagis seperti teri, kembung, lemuru,tembang dan bahkan cakalang berprefensi sebagai pemangsa Copepoda dan larvaDecapoda. Oleh karena itu, terdapat ikan penetap sementara pada ekosistemmangrove, yang cenderung hidup bergerombol dikarenakan kaitannya yang eratdengan adanya mangsa pangan pada ekosistem itu sendiri (Nybakken, 1992).Reproduksi antara zooplankton crustacea pada umumnya unisexualmelibatkan baik hewan jantan maupun betina, meskipun terjadi parthenogenesisdiantara Cladocera dan Ostracoda. Siklus hidup copepod Calanus dari telur hingga dewasa melewati 6 fase naupli dan 6 fase copepodit. Perubahan bentuk pada beberapa fase naupli pertama terjadi kira-kira beberapa hari dan mungkintidak makan. Enam pase kopepodit dapat diselesaikan kurang dari 30 hari(bergantung suplai makan dan temperatur) dan beberapa generasi dari spesiesyang sma mungkin terjadi dalam tahun yang sama (yang disebut siklus hidup ephemeral) (Nybakken, 1992). 2.4. Faktor -Faktor yang Mempengaruhi Hidup Zooplankton2.4.1. Fisika Suhu Pemilihan suhu yang optimal untuk budidaya pada pembesaran tergantung dari tipe morfologinya, small type dan long type juga berbeda dalam kebutuhanya terutama suhuoptimal untuk pertumbuhannya. Suhu optimal antara 15-25oC. pada umumnya peningkatan suhu didalam batas-batas optimal biasanya mengakibatkan aktivitas reproduksi juga meningkat(Ekawati, 2005). Kecerahan Kecerahan atau kekeruhan air disebabkan oleh adanya partikel-partikel liat lumpur atau lainya yang mengendap, akanmerusak nilai guna dasar perairan yang merupakan daerah pemijahan dan habitat

berbgai organism (Wirawan, 1992).Banyaknya cahaya yang menembus permukaan laut danmenerangi lapisan permukaan air laut setiap hari dan perubahan intensitas dengan bertambahnya memiliki peranan penting dalam menentukan pertumbuhan fitoplankton (jugazooplankton yang ada didalamnya) (Rommimohtarto danJuwono, 2001). 2.4.2. Kimia Materi Organik Menurut Barus (2001), sebagian besar zooplanktonmenggantungkan sumber nutrisinya pada materi organic, baik berupa fitoplankton maupun detritus. Menurut Andayani(2005), senyawa perairan mengandung total organik yang lain.Phospat dihidrolisa menjadi bentuk orto dan kelarutan fosfatorganik diuraikan menjadi orthofosfat melalui aktivitasmikrobial DO Porifera merupakan salah satu zooplankton yang dapat bertahan hidup di air dengan kadar oksigen terlarut yangrendah yakni 2mg/l. tingkat oksigen tertinggi dalam air budidaya tergantung apda suhu, salinitas, kepadatan, jenismakanan yang yang digunakan (Ekawati, 2005). pH Zooplankton biasanya banyak terdapat diperairan yangkaya bahan organic, zooplankton alam hidup pada pH >6,6,sedangkan pada kondisi biasa yang optimal hidup pada kondisi pH 6-8 (Ekawati, 2005). pH merupakan salah satu bagian darifactor yang sangat berpengaruh terhadap banyak tidaknyakelimpahan zooplankton disuatu perairan, adapun pH optimumyang baik untuk pertumbuhan atau kelimpahan zooplanktondisuatu perairan alami adalah pH antara 6,2-8.6 (www.research.vi.oc.id). 2.5. Zooplankton dan Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan Perairan Kesuburan dan sifat suatu perairan dapat dilihat dari jenis dan populasi plankton (fitoplankton dan zooplankton) yang ada diperairan tersebut. Perairanyang kaya akan jenis planton merupakan perairan yang subur (ajimirzahabibie.blogspot.com). 2.5.1. Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan Perairan Kondisi fisika dan kimia air sangat mempengaruhi kehidupanmakhluk hidup yang ada di dalamnya. Faktor faktor fisika dan kimi yang berpengaruh antara lain: Kecepatan Arus Arus merupakan faktor pembatas utama pada aliran dasar, tetapidasar yang keras misalkan batu dapat menyediakan permukaan yangcocok untuk organisme menempel atau melekat. Pada perairan kecepatan arus akan membatasi kemelimpahan dan keanekaragamanorganisme (Ekawati, 2005). Suhu Lingkungan yang paling banyak mengalami perubahan suhuadalah air, sebab panas jenisnya lebih tinggi. Untuk menaikkan suhu,tiap-tiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak bila dibandingkan udara. Sedangkan menurut Michael (1995) berpendapat bahwa lapisan suhu yang berbeda terdapat dalam habitat perairan karena permukaan air meluas pada saat air menjadi panas.Salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup dan segala aktifitas suatu organisme adalah suhu. Suhu perairan

dapat bervariasitergantung pada faktor adanya pencemaran pembuangan air limbahdan dapat menyebabkan kenaikan suhu perairan sehinggamengganggu kehidupan air (Ekawati, 2005). Derajat Keasaman (pH) Derajat keasaman (pH) adalah suatu ukuran dari konsentrasiion hidrogen dan menunjukkan apakah air tersebut bereaksi asam atau basa. Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupanmempunyai pH antara6,5-7,5. Air dapat bersifat asam atau basatergantung pada besar kecilnya pH air atau besarnya konsentrasi ionhidrogen di dalam air. Air limbah dan bahan buangan akan mengubah pH air yang akhirnya dapat menggangu kehidupan organisme didalam air tersebut (Ekawati, 2005). Oksigen Terlarut (DO) Makhluk hidup yang ada di perairan sangat tergantung padatersedianya oksigen terlarut, kadar oksigen terlarut dapat dijadikanukuran untuk menentukan mutu air, kehidupan di air dapat bertahan jika oksigen terlarut minimal 5mg/L air. Selebihnya tergantung pada kebesaran derajad keaktifannya, kehadiran pencemaran, suhu air dansebagainya.Oksigen merupakan gas yang paling penting bagi metabolisme.Kelarutan gas dalam air termasuk oksigen adalah suatu fungsi darisuhu, makin rendah suhu semakin besar kelarutannya. Semkin dinginsuatu perairan semakin banyak oksigen yang terlarut (Ekawati, 2005). Kecerahan Kecerahan penting bagi tumbuhan yang mengandung klorofilseperti fitoplankton untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Namuncahaya sering kali dihalangi oleh zat yang terlarut dalam air.Kekeruhan tersebut disebabkan oleh partikel-partikel yang mudahmengendap (ajimirzahabibie.blogspot.com). Kedalaman Kedalaman suatu perairan mempengaruhi jumlah dan jenisorganisme. Pada kedalaman yang tidak begitu tinggi menyebabkancahaya dapat tembus sehingga proses fotosintesies oleh fitoplanktonakan berlangsung yang hasilnya akan merupakan suatu mata rantaiyang penting bagi keberadaan zooplankton dan juga hewan lainnya(ajimirzahabibie.blogspot.com). Substrat Dasar Menurut Welch (1952) dalam Odum menyatakan bahwa substratdasar perairan dibedakan atas 6macam jenis yaitu: substrat lumpur,substrat pasir, substrat liat, substrat kerikil, substrat batu, dan substratliat berpasir. Tipe substrat perairan dapat berpengaruh terhadapkomposisi dan kemelimpahan organisme plankton baik ituzooplankton maupun fitoplankton dalam suatu ekosistem perairan(ajimirzahabibie.blogspot.com). Karbondioksida Bebas Terlarut Pembongkaran bahan-bahan organik oleh jasad-jasad renik dalam proses pernapasan hewan dan tumbuhan air merupakan sumber gas karbondioksida utama. Lapisan air paling bawah biasanyamempunyai kadar karbondioksida yang tinggi sehingga terjadi proses pembongkaran yang banyak sekali (ajimirzahabibie.blogspot.com). 2.6.Peranan Zooplankton Dalam Jaring Jaring Makanan Di Laut Keberadaan zooplankton sebagai produser sekunder dan konsumer primer mempunyai ciri anatomi, morfologi dan fisiologi yang sangat spesifik. Denganfungsi tersebut, setiap jenis zooplankton mempunyai spesifikasi dan

sumbanganyang berbeda. Hal ini terutama karena sebagian dari fase larva biota laut masuk ke dalam tahapan zooplankton. Oleh karenanya pengenalan terhadap ciri dankarakterisitik anatomi, morfologi dan fisiologi sangatlah diperlukan. Hal ini jugaterkait dengan proses interaksi diantara zooplankton dengan habitatnya sebagai bagian dari strategi untuk mempertahankan kehidupan (youngmangrover. blogspot.com).Makhluk yang hidup di lautan salah satunya adalah plankton. Planktonmerupakan salah satu makhluk hidup yang mempunyai peranan penting dalamkehidupan yang ada di dalam laut. Plakton disini dapat termagi menjadi plaktonhewani (zooplankton) dan plankton nabati (fotoplankton). Fitoplanton berperansebagai produsen primer karena fitoplankton dapat membuat makanan sendiri.Sedangkan zooplankton memiliki peran sebagai konsumen pertama karenalangnsung memakan produsen primer (Romimohtarto dan Sri Juana,2005).Zooplankton merupakan biota yang sangat penting peranannya dalamrantai makanan dilautan. Mereka menjadi kunci utama dalam transfer energi dari produsen utama ke konsumen pada tingkatan pertama dalam tropik ecologi,seperti ikan laut, mamalia laut, penyu dan hewan terbesar dilaut seperti halnya paus pemakan zooplankton ( Baleen swhale). Selain itu zooplankton juga bergunadalam regenerasi nitrogen dilautan dengan proses penguraiannya sehingga berguna bagi bakteri dan produktivitas phytoplankton dilaut. Peranan lainnya yang tidak kalah penting adalah memfasilitasi penyerapan Karbondioksida (CO2)dilaut. Zooplankton memakan phytoplankton yang menyerap CO2 dan kemudiansetiap harinya turun ke bagian dasar laut untuk menghindari pemangsa di permukaan seperti ikan predator, sehingga carbon yang berada di dalamzooplankton tersebut dapat terendapkan di sedimen yang kemudian terendapkandan terdegradasi. Oleh karena itu zooplankton memegang peranan dalam pendistribusian CO2 dari permukaan ke dalam sedimen didasar laut(ataplaut.wordpress.com) 2.7.Karakteristik Umun Zooplankton Zooplankton yang termasuk hewan tersuspensi dalam air dengankekuasaan terbatas gerak. Perbedaan antara zooplankton ditangguhkan memilikikekuasaan terbatas dari gerak, dan binatang mampu berenang independen dariturbulensi-terakhir ini disebut sebagai nekton-sering menyebar. Zooplankton air tawar didominasi oleh empat kelompok utama hewan: protozoa, rotifera, dan duasubclass dari Crustacea, yang cladocerans dan copepoda. Plankton protozoamemiliki gerak terbatas, tetapi rotifera, copepoda cladoceran danmicrocrustaceans, dan larva serangga tertentu belum dewasa sering bergerak secara ekstensif dalam air diam. Banyak pelagial protozoa (50-300 m) yangmeroplanktonic, dalam bahwa hanya sebagian, biasanya di musim panas, siklushidup mereka adalah plankton. Formulir ini menghabiskan sisa siklus hidupmereka di sedimen, sering encysted selama periode musim dingin. Banyak protozoa memakan bakteri-partikel berukuran (sel yang paling <2 m), dan dengandemikian memanfaatkan ukuran kelas bakteri dan detritus umumnya tidak dimanfaatkan oleh zooplankton besar.Meskipun sebagian besar rotifera (150 m-1mm) adalah Sessile dan berasosiasi dengan zona litoral, beberapa benar-benar plankton; spesies ini dapatmembentuk komponen utama dari zooplankton. Kebanyakan rotiferanonpredatory, dan omnivorously pakan pada bakteri, ganggang kecil, dan detrital partikulat organik.

Kebanyakan makan makanan partikel kecil (<12mdiameter). Kebanyakan cladoceran zooplankton kecil (0,2-3,0 mm) dan memiliki kepala yang berbeda, tubuh ditutupi oleh karapas kerang. Gerak ini dicapaiterutama melalui kedua antena besar. copepoda plankton (2-4 mm) terdiri daridua kelompok besar, calanoids dan cyclopoids. Kedua kelompok ini dipisahkan berdasarkan struktur tubuh, panjang antena, dan kaki (Nybakken, 1992).

2.8. Konsumen Zooplankton Yang dimaksud dengan konsumen zooplankton adalah konsumen tingkatdua pada rantai makanan yang terjadi di lautan. Pada konsumen tingkat keduamerupakan hewan karnivora yakni pemakan hewan atau daging, biasanyamemangsa konsumen tingkat pertama seperti zooplankton ini, larva invertebrata(larva udang) (satriakelautan.wordpress.com).Organisme pada konsumen tingkat kedua yaitu : Moluska, krustacea,tigg erfish, lobster, udang, kepe-kepe (Butterfly fish). Dari nama-nama diatas,konsumen yang mayoritas bergantung pada zooplankton adalah mollusca dancrustacea (satriakelautan.wordpress.com). 1. Mollusca Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak. JadiFilum Mollusca adalah kelompok hewan invretebrata yang memiliki tubuh lunak.Tubuh lunaknya itu dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Mollusca yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah siput. Siputmerupakan salah satu Mollusca yang teramsuk ke dalam kelas gastropoda. yaitu berjalan dengan menggunakan perutnya. Ciri-ciri Mollusca antara lain adalah merupakan hewan multiselular yangtidak mempunyai tulang belakang yang mempunyai habitat di ait maupun darat.Merupakan hewan triploblastik selomata dengan struktur tubuhnya simetri bilateral. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel dan memiliki sistemsyaraf berupa cincin syaraf. Organ ekskresi berupa nefridia dan memiliki radula(lidah bergigi). Sistem pencernaan moluska sudah terbilang lengkap terdiri darimulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Moluska yang hidup di air bernafas dengan insang yang berada pada rongga mantel (wong168.wordpress.com). Ciri tubuh Mollusca Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu: 1. Kaki Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuhyang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian molluscakaki telah termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa. 2. Massa Viseral Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalammassa viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi,dan reproduksi. Massa viseral dilindungi oleh mantel. 3. Mantel Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantelmembentuk suatu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalamrongga mantel berisi cairan. Cairan tersebut adalah tempat lubanginsang, lubang ekskresi dan anus.(wong168.wordpress.com)

Cara hidup Moluska Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain.Misalnya ganggan, ikan, ataupun mollusca lainnya (wong168.wordpress.com). Habitat Mollusca Moluska hidup di air maupun di darat. Moluska yang hidup di air contohnya sotong dan gurita. Sedangkan yang hidup di darat contohnyasiput (wong168.wordpress.com). Reproduksi Mollusca Moluska bereproduksi secara seksual. pada umumnya organreproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain(gonokoris). Namun, meski begitu jenis siput tertentu ada yang bersifat Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternalsehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkembang menjadi larvadan pada akhirnya akan menjadi mollusca dewasa(wong168.wordpress.com). Klasifikasi Mollusca Berdasarkan bentuk, kedudukan kaki, cangkang, mantel, dansistem syarafnya, Filum Mollusa terbagi menjadi lima kelas yaitu : 1.Polyplacophora 2.Scapopoda 3.Gastropoda 4.Pelecypoda 5.Cephalopoda(wong168.wordpress.com). 2.Crustacea Crustacea adalah suatu kelompok besar dari arthropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagaisuatusubfilum. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenalseperti lobster, kepiting, udang, udang karang, serta teritip. Mayoritas merupakanhewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapatakson bersifat parasit danhidup dengan menumpang pada inangnya (Jasin,1984).Ciri ciri Crustacea antara lain adalah tubuhnya terdiri atas 2 bagian pokok,yaitu Sefalothoraks ( Kepala dan dada yang menyatu ) , dan badan belakang / perut ( Abdomen ). Setiap ruas tubuhnya terdapat sepasang kaki dan pada bagian perut ( Abdomen ) terdapat 5 kaki renang. Pada kelapa - dada terdapat sepasangantena, sepasang rahang atas ( Maksila ) , dan sepasang rahang bawah (Mandibula). Pada bagian kepala - dada terdapat 5 pasang kaki ( 1 pasang capit dan 4 pasang kaki jalan ). Pada bagian kepala dilindungi oleh kulit keras ( Karapas ) dan dibagian anterior terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan badan belakang pada udang melengkung diakhiri dengan ekor. Memiliki sistem pencernaan : Mulut --> Kerongkongan --> Lambung --> Usus --> Anus. Bernapasdengan insang dan sistem saraf Crustacea merupakan susunan saraf tanggatali,dengan sistem peredaran darah terbuka dan fertilisasi internal. Pada umumnya perkembangan melalui fase larva kemudian mempunyai 2 lubang kelamindibelakang dada. Habitat tertutama di air tawar maupun air laut dan sedikit didarat.(Jasin, 1984)

2.10. Struktur Komunitas Zooplankton Zooplankton adalah kategorisasi yang luas mencakup berbagai organismeukuran yang meliputi baik kecil protozoa dan besar metazoans . Hal ini termasuk holoplanktonic organisme yang lengkap siklus hidup terletak dalam plankton, danmeroplanktonic organisme yang menghabiskan bagian dari siklus kehidupanmereka dalam plankton sebelum lulus ke salah satu nekton atau Sessile, bentik keberadaan. Meskipun zooplankton terutama diangkut oleh arus air ambien, banyak memiliki daya gerak dan menggunakan ini untuk menghindari pemangsa(seperti dalam migrasi vertikal pola makan ) atau untuk meningkatkan tingkat pertemuan mangsa (Hutabarat dan Evans,1985).Struktur komunitas zooplankton protozoa kelompok penting termasuk foraminiferans, radiolarians dan dinoflagellates (yang terakhir seringmixotrophic). zooplankton metazoan penting termasuk cnidaria seperti ubur-ubur dan krustasea seperti copepoda dan krill chaetognaths (cacing), moluska seperti pteropods dan chordates seperti salps dan juvenil ikan .Ini lebar filogenetik mencakup rentang luas jangkauan sama di makan perilaku makan, predasi dansimbiosis dengan autotropik fitoplankton seperti yang terlihat di karang. Memakan zooplankton bacterioplankton , fitoplankton, zooplankton lain (kadang-kadang kanibal), detritus (atau salju laut) dan bahkan organisme nektonik.Akibatnya, zooplankton terutama ditemukan di perairan permukaan di manamakanan sumber daya (fitoplankton atau zooplankton) yang paling berlimpah(Nontji, 2009). http://www.scribd.com/doc/80798375/laporan-osebio-zooplankton

ps: sun itu lo buka aja linknya yang scribd, banyak loh