Anda di halaman 1dari 5

EKONOMI SDM Oikos = rumah tangga Ekonomi Nomos = aturan Sumber Daya adalah semua factor produksi yang

ang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menggunakan teknologi dan kemampuan. ESDM : 1. Penyediaan tenaga kerja tinggi, harga tenaga kerja rendah 2. Pertumbuhan penduduk tinggi, tenaga kerja tinggi 3. Masalah yang berkaitan dengan keduanya (upah) 4. Kebijakan ketenagakerjaan 5. Pasar tenaga kerja ESDM adalah ilmu yang mempelajari perspektif ekonomi dalam kegiatan distribusi, konsumsi, produksi, yang berkaitan dengan kemampuan manusia dalam proses produksi dalam memenuhi kebutuhan. Penyediaan Tenaga Kerja Jumlah orang yang menawarkan jasanya untuk proses produksi, berhubungan dengan tingkat upah dan jumlah tenaga kerja yang siap disediakan (penyediaan tenaga kerja bertambah apabila tingkat upah bertambah) , dan disediakan oleh rumah tangga konsumen. Factor yang mempengaruhi ketersediaan jumlah t.k : a) Jumlah penduduk b) Persentase jumlah penduduk yang memilih masuk dalam angkatan kerja c) Jumlah jam kerja yang ditawarkan
jangka pendek penyediaan t.k jangka panjang

aturan rumah tangga

Keputusan bekerja adalah suatu keputusan yang mendasar tentang bagaimana menghabiskan waktu, waktu yang tersedia digunakan untuk bekerja atau tidak, bekerja full time atau part time. 1. Penduduk dan Tenaga Kerja Jumlah penduduk mempengaruhi penyediaan tenaga kerja. struktur penduduk Indonesia 60% adalah penduduk usia produktif (18-58th) Pasar tenaga kerja adalah perbandingan antara ketersediaan tenaga kerja dengan daya serap yang mempu ditampung oleh pasar. Dipengaruhi oleh tingkat upah, selera masyarakat, arus informasi, dan kebijakan yang diterapkan. Pasar Tenaga Kerja Tenaga Kerja :
1. Angkatan Kerja : - Menganggur(tdk terlibat produksi) - Bekerja : Bekerja penuh(min.8jam/hr) Setengah menganggur : - kentara(<35jam/minggu) -tidak kentara(48jam/minggu) : ~produktifitas rendah ~penghasilan rendah 2. Bukan angkatan kerja : a. sekolah b. mengurus rumah tangga c. penerima pendapatan

Penduduk

Bukan Tenaga Kerja Pendapatan : yang diperoleh dari keterlibatan proses produksi utama, ex : gaji. Penghasilan : take home pay , pendapat sampingan

VICEUS CYRCLE (akan berjalan lancar apabila segala keadaan ceteris paribus) Pasar tenaga kerja(+) absorbs tenaga kerja(+) pengangguran (-)

pendapatan(+) konsumsi(+)

produksi(+) investasi (+)

2. Penduduk, Tenaga Kerja, dan Angkatan Kerja Angkatan kerja adalah penduduk berusia 15th keatas yang sedang mencari kerja atau menawarkan kerjanya dan berhasil memperoleh (employed) dan penduduk yang menawarkan kerja tetapi belum berhasil memperoleh (unemployed). Angkatan kerja dianggap mewakili penawaran tenaga kerja. D S

pasar tenaga kerja

Penawaran tenaga kerja (S) adalah refleksi dari tenaga kerja yang mencari kerja dan yang tidak memperoleh kerja.

Permintaan tenaga kerja (D) adalah jumlah/kwalitas yang tersedia dan mampu diserap oleh pasar.

Pasar tenaga kerja adalah keseimbangan/pertemuan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja. Bukan tenaga kerja adalah penduduk yang tidak aktif dalam proses produksi

dan distribusi. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah keputusan seseorang untuk ikut berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja. Factor-faktor yang mempengaruhi : a. Jumlah penduduk masih sekolah b. Jumlah penduduk mengurus rumah tangga c. Penghasilan keluarga d. Struktur umur e. Tingkat upah f. Tingkat pendidikan g. Kegiatan ekonomi

3. Masalah Kependudukan di Indonesia 1. Urbanisasi, apabila urbanisasi tinggi maka tenaga kerja tinggi. 2. Ketimpangan distribusi, antara desan dan kota. 3. Ketidaksetaraan gender, antara perempuan dan laki-laki 4. Aspek kualitas, pendidikan masyarakat Indonesia 5. Laju pertumbuhan, biasanya dari aspek ekonomi. Karena daya serap tenaga kerja selalu mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi yang sekarang sejumlah 6% (setiap 1% akan membuka kesempatan kerja 700-1 juta tenaga kerja) dan selalu disertai dengan investasi, perbelanjaan pemerintah, dan produksi. Struktur ekspansi perekonomian BELUM diimbangi peningkatan produksi mengakibatkan pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap absorbsi tenaga kerja terbatas, sehingga pengangguran tinggi. TPAK rendah . dari 11,2% menjadi 10,3% karena tingkat pengangguran terbuka. Usia pengangguran 15-24th, mengindikasi bahwa pasar tenaga kerja belum optimal menyerap tenaga kerja lepas sekolah menengah (kualitas tenaga kerja rendah) 60% dari total pengangguran. Minat terhadap pasar tenaga kerja dipengaruhi oleh rendahnya gaji atau rendahnya kualitas intelektual. PRODUKSI SEKTORAL DAN DAYA SERAP TENAGA KERJA Produktivitas kerja adalah curahan waktu atau target dalam proses produksi sehingga menghasilkan produk yang optimal. Diukur berdasarkan waktu/jam kerja, efisiensi, dan efektifitas target kerja. Dipengaruhi oleh produksi sektoral dan daya serap angkatan kerja yang belum terkait (daya serap belum meningkat). Produktivitas tertinggi pada jasa pengangkutan dan komunikasi (Telkom) Sektor tertinggi pada jasa, keuangan, perdagangan, dan listrik.

Perkembangan daya serap belum banyak mempengaruhi perkembangan tenaga kerja dan terkonsentrasi pada pertanian, perdagangan, dan industry, padahal

nilainya minus. Konsentrasi Tenaga Kerja


Pertanian Agraris basic Negara
Sebagian melamar
transformasi

melamar

Jasa/Perdaga ngan 2000

Industri 1990
ditolak

ditolak

melamar Menjadi minus karena banyaknya jumlah pekerja sector pertanian sehingga banyak tenaga kerja baru yang tidak dapat diserap dan beralih pada sector industry, lalu sebagian tenaga kerja baru tidak menginginkan bekerja sebagai petani, melainkan pada industrial. Akan tetapi, kemudian banyak pekerja sector industrial beralih pada jasa tetapi ditolak karena kualifikasi tidak memadai sehingga sector industry penuh lagi. PRODUKTIFITAS KERJA RENDAH SEHINGGA DAYA SERAP TENAGA KERJA JUGA RENDAH Hal ini karena perusahaan lebih mengambil kebijakan untuk

mengoptimalkan tenaga kerja lama untuk meningkatkan produktifitas dengan gaji lebih rendah (upah lembur) daripada merekrut tenaga kerja baru dengan gaji baru yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan : a. Tingkat upah menjadi rendah (konsumsi rendah, menyebabkan rasa malas sehingga target kerja tidak tercapai) b. Menyebabkan eksploitasi buruh Sehingga rendahnya produktifitas menyebabkan rendahnya tingkat upah bagi individu yang membuat masyarakat terjebak dalam perangkap kemiskinan (proverty trap). Implikasi pada kapasitas produksi

menyebabkan stagnasi dan perekonomian rendah maka tidak dapat melakukan ekspansi industry.