Anda di halaman 1dari 13

PERAN PERAWAT PADA PENGELOLAAN ALAT KONTRASEPSI

Pendahuluan
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan baik yang bersifat sementara maupun permanen. Orientasi demografi (KB) pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi bagi setiap individu dgn memperhatikan hak-hak reproduksinya. Konsekwensinya pel KB diharapkan mampu meningkatkan derajat kespro perorangan disamping menurunkan tk.fertilitasnya.

Oleh: Ida Maryati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat

Slide 1

Slide 2

add
Jika pasangan yang sudah menikah memiliki kesuburan baik, 90% pasangan wanita akan hamil dalam satu tahun bila mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi. Untuk pengaturan waktu kehamilan, tidak terlepas dari peran alat kontrasepsi. Kehamilan tak terencana dapat menyebabkan gangguan mayor di dalam kehidupan seorang wanita yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin

PERAN PERAWAT DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA Peran perawat dalam program keluarga berencana adalah sebagai konselor dan edukator. Untuk melaksanakan ini perawat harus memiliki informasi terbaru dan akurat tentang metode kontrasepsi. Hampir sebagian dari kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi namun salah dan tidak konsisten dalam penggunaannya.

Slide 3

Slide 4

add Hal ini dapat dicegah bila wanita memiliki pendidikan yang adekuat terhadap metoda kontrasepsi yang mereka pilih. Maka perawat memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan tentang teknik kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan, cara penggunaan yang tepat, dan fokus konselingnya haruslah pada kebutuhan dan kenyamanan pasangan yang akan menggunakan alat kontrasepsi.

PERTIMBANGAN DLM MEMILIH METODE KONTRASEPSI


Metode kontrasepsi sempurna blm dpt diciptakan oleh manusia. Setiap metoda kontrasepsi memiliki keuntungan dan kerugian masing- masing. Terkadang seorang wanita mencoba berbagai macam alat kontrasepsi sebelum menemukan metoda kontrasepsi yang cocok dan memuaskan. Perawat perlu memberikan pertimbanganpertimbangan yang membantu seorang wanita memilih metoda yang paling memenuhi kebutuhan mereka. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain:

Slide 5

Slide 6

1.Keamanan
Keamanan metode kontrasepsi merupakan pertimbangan utama dalam penggunaanya. Status kesehatan yang berbeda beda terkadang menyebabkan beberapa alat kontrasepsi tidak aman digunakan. Contohnya oral kontrasepsi tidak dianjurkan pada wanita dengan tromboplebitis atau stroke karena hormon yang dikandungnya dapat meningkatkan resiko keparahan penyakit tersebut dan diafragma (cap servix) tidak aman digunakan pada wanita dengan riwayat toxic shock syndome

2.Perlindungan terhadap penyakit menular seksual


Tidak ada kontrasepsi yang 100% efektif mencegah Penyakit Menular Seksual. Resiko paparan terhadap Penyakit Menular Seksual harus dipertimbangkan dalam memberikan konseling tentang pilihan alat kontrasepsi. Kondom pria memberikan perlindungan yang baik terhadap penularan Penyakit Menular Seksual. Kondom ini harus dipakai jika salah satu pasangan mengidap Penyakit Menular Seksual meskipun pasangan tersebut telah menggunakan alat kontrasepsi lain.

Slide 7

Slide 8

3.Efektifitas
Efektifitas suatu alat kontrasepsi ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan alat kontrasepsi tersebut melindungi seseorang wanita dari kehamilan. Metoda sterilisasi dianggap yang paling efektif namun tidak dapat digunakan pada pasangan yang ingin anak lagi dikemudian hari. IUD juga merupakan metoda yang efektif tapi terkadang tidak menjadi pilihan karena efek samping atau kepercayaan yang dianut oleh pasangan.

4.Pilihan pribadi dan kecendrungan


Pilihan pribadi dan kecendrungan juga merupakan hal penting dalam memilih metode kontrasepsi. Jika seorang wanita berasumsi bahwa kontrasepsi yang dipilih terlalu sulit digunakan, menghabiskan banyak waktu atau terlalu banyak aturan akan menurunkan motifasi dan kekonsistenan pasangan tersebut untuk menggunakannya. Pendidikan yang diterima tentang metode kontrasepsi akan mempengaruhi persepsi pasangan terhadap kontrasepsi.

Slide 9

Slide 10

5.Education needed
Beberapa metoda kontrasepsi tidak membutuhkan pendidikan khusus, seperti kondom. Namun ada beberapa metode yang membutuhkan informasi lengkap agar metode tersebut menjadi efektif.
Slide 11

6.Efek samping
Efek samping penggunaan metoda kontrasepsi harus dijabarkan dengan lengkap kepada pasangan. Jika pasangan sudah mengetahui efek sampingnya lalu kemudian tetap memilih kontrasepsi tersebut, mereka akan lebih dapat bertoleransi pada efek samping yang ditimbulkan daripada pasangan yang tidak mengetahui efek samping sama sekali.

Slide 12

7. Pengaruh pada kepuasan seksual


Metode coitus related contraceptive, seperti spermisida dan metoda barrier, harus digunakan sebelum berhubungan seksual. Hal ini dapat menurunkan kepuasan seksual dan meningkatkan resiko penurunan minat terhadap metoda tersebut.
Slide 13

8.Ketersediaan
Kondom dan spermisida dapat diperoleh tanpa resep dokter. Pasangan dapat memiliki bahan ini tanpa harus berkonsultasi terlebih dahulu. Hal ini penting dipertimbangkan pada pasangan yang tidak dapat terbuka pada tenaga kesehatan tentang aktivitas seksual.

Slide 14

9. Biaya
Pada pasangan berpenghasilan rendah, faktor biaya menjadi hal penting dalam pemilihan metoda kontrasepsi. Pasangan tersebut mungkin akan lebih suka memilih menggunakan kondom daripada metoda sterilisasi yang relatif lebih mahal.

10.Agama dan kepercayaan


Agama dan kepercayaan akan mempengaruhi pilihan. Penganut katolik roma tidak memperkenankan metoda kontrasepsi apapun selain metoda alamiah.

Slide 15

Slide 16

11. Budaya
Budaya juga mempengaruhi pemilihan metoda kontrasepsi. Keturunan afrika-amerika banyak memilih sterilisasi pada wanita daripada sterilisasi pria, sedangkan pria latin tidak berminat tehadap penggunaan kondom dan menganut kebudayaan memiliki banyak keturunan. Pada beberapa daerah, kontrasepsi tidak akan pernah digunakan sampai pasangan tersebut berhasil memperoleh anak laki-laki.
Slide 17

Informed consent
Beberapa meroda kontrasepsi memiliki efek yang berbahaya. Oleh karena itu, informed consent perlu disertakan untuk menyatakan bahwa pasangan mengerti resiko dan keuntungan dari metoda yang mereka pilih sehingga dapat menjadi aspek legal perawat.
Slide 18

METODA KONTRASEPSI
Tujuan penggunaan kontrasepsi Dalam keluarga berencana, penggunaan metoda kontrasepsi menjadi sangat penting dengan tujuan :

1.Menunda kehamilan
Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan menunda kehamilannya karena alat reproduksi wanita belum berkembang dengan baik dan belum siap untuk memulai proses kelahiran.

Slide 19

Slide 20

Alasan menunda kehamilan adalah


Usia dibawah 20 tahun adalah usia resiko tinggi kehamilan karena kematangan alat reproduksi belum sempurna Prioritas penggunaan pil karena akseptor masih muda Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda sering melakukan hubungan seksual ( frekuensi tinggi ) sehingga akan mempunyai angka kegagalan yang tinggi Penggunaan AKDR dapat digunakan karena efektif dan bersifat sementara sehingga apabila pasangan siap memiliki anak, AKDR tersebut dapat dilepas

2.Menjarangkan kehamilan Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah masa yang paling baik untuk melahirkan 2 orang anak dengan jarak kehamilan 3-4 tahun.

Slide 21

Slide 22

Alasan-alasan penjarangan kehamilan adalah :


Usia 20-30 tahun merupakan usia emas untuk mengandung dan melahirkan Segera setelah anak lahir, dianjurkan menggunakan AKDR sbg pilihan utama Kegagalan yg mybbkn kehamilan cukup tinggi namun tdk/krg berbahaya karena akseptor berada pada usia yang baik untuk melahirkan
Slide 23

Kontrasepsi yang digunakan sebaiknya harus memiliki kriteria berikut :

a. Reversibility cukup tinggi b. Efektifitas cukup tinggi c. Dapat dipakai 3-4 tahun d. Tidak menghambat produksi asi Kotrasepsi yang dianjurkan untuk pasangan adalah AKDR, Pil, Suntik, Metoda alamiah, dan susuk (hormone implant).

Slide 24

3.Meniadakan kehamilan (mengakhiri kesuburan ) Saat usia istri di atas 30 tahun, dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak karena usia tersebut memasuki usia rentan dan komplikasi kehamilan tinggi.

Kontrasepsi yang digunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Efektivitas sangat tinggi karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan resiko tinggi terhadap ibu dan anak b. Reversibilitas rendah c. Dapat dipakai untuk jangka panjang d. Tidak menambah kelainan yang sudah ada Anjuran kontrasepsi yang dipakai adalah kontap (tubektomi/vasektomi), susuk, AKDR, suntikan, dan metoda alamiah.

Slide 25

Slide 26

Jenis-jenis Kontrasepsi
Sederhana Pantang Berkala Spermatisid Kondom Metode Efektif AKDR Hormonal:
Suntikan Pil Implan Slide 27

TIDAK HAMIL
Didalam 7 hari pertama haid terakhir Didalam 4 minggu pasca persalinan Didalam 7 hari pasca keguguran Tidak sanggama sejak haid terakhir Memakai metode efektif dengan baik & benar Menyusui dengan benar dan tidak haid selama 6 bulan

Kontap
Tubektomi Vasektomi

Slide 28

KELUARGA BERENCANA ALAMIAH


A. Pantang Berkala (Sistem Kalender) Tidak melakukan hubungan intim saat masa subur

Slide 29

Slide 30

Add
Disebut cara Ogino-Knaus Kesulitan cara ini ad/ waktu yg tepat dari ovulasi sulit ditentukan Ovulasi umumnya tjd 14 2 hri sblm hari pertama haid yg akan datang pa siklus yg teratur. Pd wanita yg siklusnya tidak teratur sulit ditentukan yang teraturpun kadang sulit ditentukan oleh suatu sebab (sakit).
Slide 31

add
Pd wanita dgn daur haid yg tdk teratur akan tetapi vareasi yg tdk jauh dapat diterapkan masa subur dengan suatu perhitungan: * Daur haid terpendek dikurangi dengan 18 hari * Daur panjang dikurangi 11 hari * Masa aman sebelum daur haid terpendek yang telah dikurangi Harus mempunyai catatan daur haid selama 6 bulan Lebif efektif jika dibarengi pengukuran suhu basal Menjelang ovulasi suhu basal badan me, kurang dari 24 jam sesudah ovulasi suhu basal
Slide 32

KELUARGA BERENCANA ALAMIAH


B. Metode Suhu Basal Suhu tubuh meningkat saat menjelang ovulasi

tidak dianjurkan karena kegagalan > 20%

Slide 33

Slide 34

SENGGAMA TERPUTUS
Penarikan penis dari vagina pada saat akan mencapai orgasme Efektifitas 4 - 18 hamil / 100 / tahun Keuntungan : cara ini tdk mbthkan biaya, alat maupun persiapan. Kekurangan: Kekurangan : Kepuasan pasangan tergaggu Tidak dianjurkan pada: pada: Pria dengan ejakulasi dini Pasangan yang sulit berkomunikasi
Slide 35

Pembilasan pasca senggama (Postcoital Douche) Pembilasan vagina dgn air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan obat segera setelah koitus. Maksudnya u/ mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Efektivitas : cara ini me (-) kemungkinan terjadinya konsepsi hanya dlm batas t3 krn sblm pembilasan spermatozoa dlm jumlah besar sudah memasuki serviks uteri.

Slide 36

Kegagalan cara ini dapat disebabkan :


Adanya pengeluaran air mani sblm ejakulasi (praejaculatory fluid) Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina Pengeluaran semen dekat pada vulva

Perpanjangan masa menyusui (Prolonged lactation)-MAL


Kemungkinan u/ hamil lbh kecil jika menyusui Memperpanjang masa laktasi u/ mencegah kehamilan Dihbgkan dgn prolaktinemi dan prolaktin menekan adanya ovulasi. Efektifitas : Menyusui mencegah ovulasi dan perpanjangan amenorea, tapi ovulasi dpt terjadi sblm haid pertama stlh partus.
Slide 38

Slide 37

Metode Barier A. KONDOM


Tujuan awal perlindungan terhadap penyakit kelamin Tujuan untuk kontrasepsi pd abad 18 terbuat dari usus biri-biri kmd karet Prinsip kerja kondom : sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus dan mencegah penggumpalan sperma dalam vagina. Keuntungan kondom :perlindungan thd infeksi dan kontrasepsi Kekurangan : Selaput karet menghalangi pada saat koitus, (asosiasi) Kegagalan kondom : bocor Efek samping tdk ada kecuali alergi

Kondom Perempuan
Cara pemasangan

Slide 39

Slide 40

Posisi pemasangan

Hal-hal yang harus diperhatikan


Jgn melakukan koitus sebelum kondom terpasang dgn baik Pasang kondom sepanjang penis yg sedang ereksi Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom u/ menampung sperma, keluarkan udara sebelum kondom dipasang Pergunakan bahan pelicin secukupnya u/ mencegah kerobekan

Slide 41

Slide 42

Cara penggunaan
Penganglah ujung kondom dan sarungkan pada ujung penis Tarik kondom sampai pangkal penis Setelah ejakulasi, sementara penis masih ereksi, keluarkan dari dalam vagina sambil memegang pangkal kondom sehingga tidak terjadi tumpahan semen Lepaskan kondom tanpa menumpahkan sperma atau semen Jepit bagian kondom yang mengandung sperma Buang kondom setelah mengikat atau membungkusnya dengan kertas kedalam tong sampah.

Keuntungan
Daya guna sangat efektif jika dipakai dengan baik pada tiap senggama Efek samping sedikit Mudah dipakai Membuat suami berpartisipasi dalam kontrasepsi Melindungi dari penyakit infeksi seksual menular Dapat merupakan cara sementara sebelum menggunakan KB lain.

Slide 43

Slide 44

METODE BARIER

B. DIAFRAGMA Efektifitas 6 18 hamil / 100 / tahun Dipasang 6 jam sebelum dan dilepas < 24 jam pasca senggama
Slide 45 Slide 46

POSISI SAAT MEMASANG

Slide 47

Slide 48

C. Obat-obat spermatida
Walter Rendell memperkenalkan suppositorium terdiri dari sulfas kinii dalam oleum kakao, sulfas kinin diganti dgn hidrokuinon yg mempunyai daya spermatida yg kuat Spermiside adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan sampai mematikan spermatozoa yang digunakan menjelang hubungan seks. Setelah pemasangan sekitar 5 sampai 10 mnt, hubungan seks dapat dilakukan agar spermaside dapat berfungsi

Obat-obat spermatisida dalam bentuk :


Suppositorium ; Lorofin suppositoria, Rendel pessaries. Suppositorium dimasukan sejauh mungkin kedalam vagina sebelum koitus. Obat ini mulai aktif setelah 5 mnt. Lama kerjanya kurang lebih 20 mnt 1 jam. Jelly / crme, jeli lebih encer daripada crem. Obat ini disemprotkan kedalam vagina dengan menggunakan suatu alat. Lama kerjanya kerang lebih 20 mnt 1 jam. Tablet busa : Sampoon, Volpar, Syn-A-Gen. Sebelum digunakan tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air kemudian dimasukan kedalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya 30 60 mnt. C-film, yang merupakan benda tipis, dpt dilipat dan larut dalam air. Dalam vagina obat ini merupakan gel dgn tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada portio uteri dan vagina. Obat ini mulai aktif stlh 30 mnt.

Slide 49

Slide 50

Kekurangan spermiside :
Merepotkan menjelang hubungan senggama Nilai kepuasan berkurang Dapat menimbulkan iritasi atau alergi Kejadian hamil tinggi sekitar 30% - 50% karena pemasangan tidak sempurna atau terlalu cepat melakukan senggama.

JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL SUNTIK IMPLANT

Slide 51

Slide 52

Pil Kontrasepsi
Dibawah pengaruh hipotalamus, hipofise yg mengeluarkan FSH dan LH, merangsang ovarium u/ membuat estrogen dan progresteron Estrogen dan progresteron dapat mencegah ovulasi Membuat pil terdiri atas yg mengandung estogen dan progresteon Penggunaan yang lama dapat menyebabkan kanker payudara Pil kontrasepsi selain dpt mencegah kontrasepsi juga dapat menyebabkan lendir serviks menjadi kurang banyak dan kental

add
Efek sampng : krn kelebihan estrogen (mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pd mamae, flour albus). Krn kelebihan progresteron (perdarahan tdk teratur, penambahan napsu makan, akne,alopesia) efek samping yang berat (trombo emboli, oedema paru dan trombosis otak, hal ini mungkin lbh besar terjadi jika disertai penyakit lain) Kontraindikasi mutlak : tumor yg dipengaruhi estrogen, penyakit hati yg aktif, pernah mengalami trombo flebitis, DM, Kehamilan
Slide 54

Slide 53

add
Kontraindikasi relatif : defresi, migrain, mioma uteri,hipertensi, oligomenore dan amenore Kelebihannya : efektifitas cukup tinggi, koitus tidak perlu diatur, siklus haid jd teratur, keluhan dismenor berkurang. Kekuangan : Pil harus diminum tiap hari, motivasi harus kuat, adanya efek samping, setelah berhenti timbul amenore, harganya cukup mahal.

add
Sistem kemasan pil Sistem 28 : peserta KB pil terus minum pil tanpa pernah berhenti Sistem 22/21 : peserta KB pil berhenti minum selama 7 8 hari dengan mendapat kesempatan menstruasi Petunjuk pemakaian pil KB Minum pil KB dengan teratur Bila lupa, maka pil KB yang harus diminum menjadi 2 buah Bila perdarahan, tidak memerlukan perhatian karena belum beradaptasi Gangguan ringan dalam bentuk ; mual-muntah, sebaiknya diatasi

Slide 55

Slide 56

Mekanisme kerja Suntik


Menghalangi ovelasi dengan menekan pembentukan Realising factor dari hipotalamus Lendir serviks bertambah kental Implantasi ovum dalam endometrium dihalangi Kecepatan transfor ovum mll tuba berubah
Slide 57

Keuntungan : Efektifitas tinggi Pemberiannya sederhana setiap 8 12 mg Hubungan seks bebas Tidak mengganggu laktasi

Slide 58

add
Kekurangannya : perdarahan yg tdk teratur, timbul amenore Suntik KB dapat diberikan : * Pasca persalinan : segera ketika masih di RS, jadwal suntikan berikutnya * Pasca abortus ; Segera setelah perawatan, jadwal waktu suntikan diperhitungkan * Interval : hari ke-5 mentruasi, jadwal waktu diperhitungkan

add Jadwal waktu suntikan : Dopoprovera (interval 12 mg), Norigest (interval 8 mg), Cyclofem (interval 4 mg) Disuntikan dalam dosis 150 mg/cc sekali 3 bulan. Dgn Im

Slide 59

Slide 60

10

IMPLAN
Efektifitas 0,1 1 hamil / 100 / tahun Cara penggunaan: penggunaan: implantasi di sub cutan Saat pemberian pemberian: : haid hari ke 2 7 Jenis: Jenis: - NORPLANT 6 btg btg, , 36mg 36mg Levonorgestrel Levonorgestrel, , 5 th - IMPLANON 1 btg btg, , 68 mg Ketodesogestrel Ketodesogestrel, , 3 th - INDOPLANT: 2 btg btg, , 75mg Levonorgestrel Levonorgestrel, , 3 th
Slide 61

AKDR
Pengertian: Memasukan benda alat alat kedalam uterus u/ mencegah kehamilan. Syarat: Uterus > 5 cm

Slide 62

AKDR cont
SAAT PEMAKAIAN Pasca persalinan persalinan: : 48 jam 4 minggu atau 6 minggu dengan MAL Pasca keguguran keguguran: : segera KEGAGALAN DENGAN KEHAMILAN < 13 MINGGU USAHAKAN ANGKAT AKDR (RESIKO INFEKSI & ABORTUS)

JENIS AKDR

Slide 63

Slide 64

Mekanisme kerjanya :
Menyebabkan peradangan dan mengeluarkan leukosit yg dapat menghancurkan blastokista, menyebabkan kontraksi uterus yg disebabkan peningkatan prostaglandin. AKDR merupakan benda asing dalam rahim sehingga menimbulkan reaksi benda asing dengan timbunan leukosit, makrofag, dan limfosit
Slide 65

add
AKDR menimbulkan perubahan pengeluaran cairan, prostaglandin yang menghalangi kapasitasi spermatozoa Pemadatan endometrium oleh leokosit ,makrofag, dan limfosit menyebabkan blastosit mungkin dirusak oleh makrofag dan blastosit tidak mampu melakukan nidasi Ion Cu yang dikeluarkan AKDR dengan Cupper menyebabkan gangguan gerak spermatozoa sehingga mengurangi kemampuan untuk melaksanakan konsepsi. Mekanisme kerja yang pasti belum diketahui dan masih dalam penelitian.

Slide 66

11

Keuntungan dan kerugian


Keuntungan : Hanya memerlukan 1 kali pemasangan, Dapat diterima oleh masyarakat Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut baik Ekonomis dan cocok u/ penggunaan scr masal, Efektifitas cukup tinggi,
Slide 67

Keuntungan dan kerugian


Kerugian : Perdarahan : Spotting dan menometroragia Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ Rasa nyeri dan kejang perut, gangguan pada suami, eksfulsi/pengeluaran sendiri (dipengaruhi umur/paritas, lama pemakaian,eksfulsi sebelumny, jenis dan ukuran, factor psikis) Leokorea, sehingga menguras protein tubuh dan ling senggama terasa lebih basah Dapat terjadi infeksi Benang AKDR dapat menimbulkan perlukaan pada portio uteri

Slide 68

add
Komplikasi : Infeksi, Perporasi, kehamilan Kontraindikasi:
Kontraindikasi relatif (mioma uteri, insufisiensi serviks uteri, uterus dgn parut pd dindingnya), pasangan baru menikah kontraindikasi mutlak (Kehamilan, infeksi traktus genitalis, adanya tumor ganas, metroragia).

Hal yang harus diperhatikan Perdarahan Infeksi

Slide 69

Pemasangan AKDR : Sewaktu haid sedang berlangsung, sewaktu post partum, post abortum, beberapa hari stlh haid terahir, Bersamaan dengan SC, tiga bulan post persalinan.

Slide 70

KONTRASEPSI MANTAP
A. STERILISASI PEREMPUAN Pengikatan tuba falopii Efektifitas 0,05 4 hamil / 100 / tahun Dilakukan pada: * Perempuan dengan usia lebih dari 26 th * Paritas > 2 * Resiko kesehatan yang tinggi bila hamil Saat tindakan: * Pasca persalinan * Pasca Keguguran Slide 71 Slide 72

12

KONTRASEPSI MANTAP cont


Rekanalisasi tidak dilakukan pada: * Usia > 37 tahun, tidak ada Ovulasi * Suami Oligo / Azoosperma * Perlekatan Organ Pelvik * Panjang sisa tuba < 4 cm B. VASEKTOMI Pengikatan vas deferens Efektifitas 0,15 / 100 / tahun Efektifitas penuh setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan Slide 73

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA BERENCANA


Dalam keluarga berencana peran perawat adalah membantu pasangan untuk memilih metoda kontrasepsi yang tepat untuk digunakan sesuai dengan kondisi, kecendrungan, sosial budaya dan kepercayaan yang dianut oleh pasangan tersebiut, oleh karena itu proses keperawatan lebih diarahkan kepada membantu pasangan memilih metode kontrasepsi itu sendiri.
Slide 74

add Kegagalan penggunaan metode kontrasespsi terjadi disebabkan karena kurangnya pengetahuan wanita tersebut terhadap alat kontrasespsi itu sendiri sehingga memberikan pengaruh terhadap kondisi fisiologis, psikologis, kehidupan sosila dan budaya terhadap kehamilan tersebut.. maka disinilah letak peran perawat untuk memberikan pengetahuan yang tepat, sehingga hal diatas tidak terjadi.

Slide 75

Slide 76

13

Anda mungkin juga menyukai