Anda di halaman 1dari 3

MOTOR INDUKSI (ASINKRON) 1. Apa yang menyebabkan terjadinya medan putar pada stator ?

Jawab : Karena adanya suplay arus 3 phasa yang masuk ke kumparan 3 phasa, yang pada masingmasing phasa akan muncul medan magnet yang arah dan besarnya berubah-ubah terhadap waktu, dan bila disuperposisikan akan menghasilkan resultan medan magnet yang memiliki besaran yang tetap dan berputar di dalam stator 2. Kecepatan motor induksi dipengaruhi oleh : Frekuensi arus listrik/ sumber arus Jumlah kutub per phasa Dapat dirumuskan : Dari rumusan diatas dapat disimpulkan frekuensi berbanding lurus dengan NS, dan berbanding terbalik dengan (p) jumlah kutub perphasa. Frekuensi dapat dirubah dengan cara menggunakan inverter arus DC AC 3. Apa yang menyebabkan rotor bisa berputar Jawab : Rotor berputar akibat adanya sebuah penghantar yang terletak didalam medan putar stator yang berubah-ubah sehingga menghasilkan beda potensial pada ujung-ujung terminal kumparan rotor. Jika kedua ujung kumparan dihubungkan menjadi suatu lintasan tertutup, sehingga menimbulkan arus listrik, arus yang timbul akan menghasilkan medan magnet pada rotor, sehingga medan magnet pada rotor akan mengikuti medan putar pada stator, (yang prosesnya bisa tarik-menarik/ tolak-menolak). 4. Apa yang terjadi bila rotor berputar dengan kecepatan yang sama dengan medan putar stator Jawab : Maka rotor tidak akan melihat perubahan fluks, sehingga tidak akan timbul beda potensial dikedua ujung terminal kumparan jangkar, sehingga tidak akan timbul arus pada kumparan rotor, bila tidak timbul arus, maka tidak aka nada medan magnet yang menyebabkan gaya tolakmenolak dan tarik menarik. 5. Slip adalah perbedaan kecepatan antara rotor dengan medan putar stator yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

MOTOR SINKRON 1. Perbedaan motor sinkron dan motor asinkron Motor asinkron adalah motor yang memiliki kecepatan rotor yang tidak akan mampu mengikuti kecepatan medan putar medan stator. Karena kecepatan rotor akan dikurangi oleh slip. Rotor

pada asinkron menggunakan rotor jenis sangkar baji (tanpa eksitasi DC), sehingga menunggu arus yang timbul untuk menjadi medan magnet. Motor Sinkron adalah kecepatan rotor sama persis dengan kecepatan medan putar stator. Motor sinkron menggunakan tipe rotor salient pole dan (non salient pole / terdapat komponen eksitasi/ DC). Sehingga motor yang disuplay oleh eksitas DC langsung menjadi medan magnet, namun diperlukan cincin dan sikat untuk . Tetapi dengan adanya sikat dan cincin akan menimbulkan gesekan yang mengakibatkan munculnya bunga api yang dapat membahayakan motor akibat adanya arus yang sangat besar.

2. Karena adanya momen inersia pada rotor sehingga rotor rotor tidak mampu megikuti kecepatan putar medan stator, maka rotor tidak dapat berotasi, agar rotor dapat berputar maka harus ditambah motor penggerak luar (motor pony) agar rotor berputar mendekati kecepatan medan putar stator, apabila kecepatan rotor sudah mendekati kecepatan medan putar stator maka eksitasi DC dihubungkan dan menjadi magnet sehingga kedua kecepatan terkunci. Memperlambat kecepatan medan putar stator dengan cara menurunkan frekuensi dengan alat Variable Frequency Inverter atau Cycle Converter, sehingga output frekuensi biasa diatur. Dengan menambah rangkaian Damper didalam rangkaian rotor untuk meningkatkan kecepatan rotor.

Effisiensi : perbandingan antar output dan input, jika output sama dengan input maka sistem efisien

Rugi-rugi pada motor : Rugi Tembaga Rugi inti besi Rugi mekanik Stray lossi (rugi buta)

TRAFO Trafo adalah mesin listrik yang digunakan untuk menaikan / menurunkan tegangan atau arus. Mengapa tegangan perlu dinaikan :

Karena pembangkit hanya mampu menghasilkan energy listrik (6-22 kV) maka tegangan perlu dinaikan untuk mengurangi lossis dengan arus yang kecil pada saat proses penyaluran. Mengurangi lossis karena jarak transmisi yang jauh.

Mengapa tegangan perlu diturunkan : Untuk keamanan disisi pengguna dari tegangan yang lebih tinggi ke 220 V (DI Indonesia)

Apakah trafo bisa disuplay dengan tegangan DC Jawab : Karena tidak akan timbul induksi akibat tidak terjadi fluks yang berubah-ubah pada kumparan sekunder Hukum faraday pada trafo : E = 4,44 f N max Trafo ideal bila : 1 = 2 Hubungan tegangan pada trafo :

=
Hubungan arus pada trafo :

= a (ratio lilitan)

= 1/a