Anda di halaman 1dari 3

Nama Npm

: Jeiniver Rosa Mely Soo : 07700117

1. Kenapa defisiensi besi dapat menyebabkan anemia hipokromik mikrositer ? Besi adalah salah satu mineral dalam tubuh yang memiliki kaitan erat dengan ketersediaan darah dalam tubuh manusia. Zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan sel darah merah. Apabila kekurangan besi berlanjut terus, maka cadangan besi untuk eritropoesis

berkurang. Bila jumlah besi menurun terus maka eritropoesis akan makin terganggu sehingga kadar hemoglobin akan menurun, akibatnya timbul anemia hipokromik mikrositer. Hipokromik mikrositer memiliki arti Mikrositer berarti sel kecil, hipokromik pewarnaan berkurang. Karena warna berasal dari hemoglobin, jadi sel-sel mengandung hemoglobin dalam jumlah yang kurang normal ( penurunan MCV, penurunan MCHC ). Maka disebut juga iron deficiency anemia. 2. Pada penyakit kronis kenapa bisa terjadi anemia ? Anemia pada penyakit kronis merupakan bentuk anemia derajat ringan sampai sedang yang terjadi akibat infeksi kronis, peradangan trauma atau penyakit neoplastik. Anemia ini ditandai dengan kelainan metabolisme besi, sehingga terjadi hipoferemia dan penumpukan besi di makrofag. Secara garis besar patogenesis anemia penyakit kronis dititik beratkan pada 3 abnormalitas utama: (1) Ketahanan hidup eritrosit yang memendek akibat terjadinya lisis eritrosit lebih dini (2) Adanya respon sumsum tulang akibat respon eritropoetin yang terganggu atau menurun (3) Gangguan metabolisme berupa gangguan reutilisasi besi.

Pada fase awal proses infamasi terjadi induksi fase akut oleh makrofag yang teraktivasi berupa penglepasan sitokin radang seperti Tumor Necrotizing Factor (TNF)-,

Interleukin (IL)-1, IL-6 dan IL-8. Interleukin-1 menyebabkan absorbsi besi berkurang akibat pengelepasan besi ke dalam sirkulasi terhambat, produksi protein fase akut (PFA), lekositosis dan demam. Hal itu dikaitkan dengan IL-1 karena episode tersebut kadarnya meningkat dan berdampak menekan eritropoesis. Bila eritropoesis tertekan, maka kebutuhan besi akan berkurang, sehingga absorbsi besi di usus menjadi menurun.

3. Pada anemia kenapa menyebabkan nyeri waktu makan (sindrom plummer vinson)? Nyeri pada waktu menelan/ makan dikarenakan adanya selaput tipis dari lapisan (mukosa) kerongkongan yang tumbuh melintang pada kerongkongan. Selaput ini dapat ditemukan pada penderita anemia kekurangan zat besi berat yang tidak diobati.

4. GCS ? Eye : 4 = open spontan 3 = open with voice 2 = open with pain 1 = no respon

Verbal

: 5 = good orientation 4 = disorientation 3 = In appororiad words 2 = Roaring sound 1 = No respon

Motorik

: 6 = By comment 5 = Localizing the pain 4 = With draw in the pain 3 = Abnormal flexion 2 = Abnormal extention 1 = No respon

5. Sindrom malabsorbsi ? Sindroma malabsorbsi adalah kelainan-kelainan yang terjadi akibat penyerapan zat gizi yang tidak adekuat dari usus kecil kedalam darah. Gejalanya :

Penurunan berat badan Diare Kekurangan protein, lemak, vitamin atau mineral. Penyumbatan saluran empedu yang menyebabkan ikterus Penurunan aliran darah ke usus bisa menyebabkan nyeri perut setelah makan. Kekurangan zat besi Kekurangan kalsium Kekurangan asam folat Kekurangan vitamin B1 Kekurangan vitamin B2 : anemia : penipisan tulang : anemia : kesemutan terutama dikaki : sariawan dan sudut bibir pecah-pecah

Kekurangan vitamin B12 : anemia, kesemutan Kekurangan vitamin C Kekurangan vitamin D Kekurangan vitamin K Kekurangan protein : kelemahan dan gusi berdarah : penipisan tulang : mudah memar dan mudah mengalami perdarahan : pembengkakan jaringan biasanya ditungkai.

Malabsorbsi karbohidrat : sakit perut, kembung karena banyak gas dalam perut jadi sering kentut, diare intermiten, tinja berbau asam.

Malabsorbsi lemak

Diare berlemak (steatore), bentuk tinja lembek dan tidak berbentuk, warna tinja coklat muda sampai kuning, tinja kelihatan berminyak jika didalam air akan mengapung.