Anda di halaman 1dari 38

TUGAS MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UJIAN TENGAH SEMESTER APRIL 2013

UNIVERSITAS PADJADJARAN
RANGKUMAN TAJUK 1) 2) 3) 4) BUKTI KEBENARAN AL-QURAN SAINS MODERN DALAM AL-QURAN MUKJIZAT AL-QURAN PREDIKSI AL-QURAN

DISEDIAKAN OLEH:

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Tujuan dari makalah ini adalah pertama untuk memenuhi tugas mata kuliah Agama dan yang kedua adalah untuk menambah pengetahuan saya dan pembaca tentang pelajaran agama lebih jauh lagi. Proses penulisan menggunakan sumber data literatur atau sekunder. Data diperoeh dari buku Pesan Moral Al-Quran dan Bukti Kebenarannya yang ditulis oleh Drs. H. Muchtarom, M.Ag. dan beberapa referensi buku lainnya. Saya menyadari masih ada kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca sangat diharapkan. Saya mohon maaf, apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, khususnya kepada dosen mata kuliah Agama, Bpk.Drs.H.Muchtarom, M.Ag.

Jatinangor, April 2013

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan Bukti Kebenaran Al-Quran Sains Modern Dalam Al-Quran Proses Penciptaan Langit dan Bumi Ekspansi Kosmos Ruang Udara yang Hampa Udara Asal Mula Kejadian Manusia Darah Haid Tumbuh-Tumbuhan yang Berpasang-pasangan Bintang yang Cahayanya Menembus Makhluk Hidup di Angkasa

Mukjizat Al-Quran Prediksi Al-Quran Kemampuan Manusia Menaklukkan Ruang Angkasa Jaminan Allah Terhadap Keselamatan Nabi Muhammad S.A.W. Orang Kafir Tidak Akan Mampu Memadamkan Cahaya Allah Muhammad S.A.W. adalah Nabi Terakhir

Kesimpulan Daftar Pustaka

PENDAHULUAN
Al-Quran merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupannya, agar memperoleh kebahagiaan lahir dan batin, di dunia dan akhirat kelak. Dalam memaknai nama al-Quran itu sendiri banyak perbedaan pendapat diantara para ulama. Selain itu sebagai sumber utama ajaran islam, al-Quran dalam membicarakan suatu masalah sangat unik, tidak tersusun secara sistematis sebagaimana buku-buku yang dikarang manusia. Namun demikian tidak mengurangi keistimewaan al-Quran, sebaliknya disitulah letak keistimewaan al-Quran yang membuatnya beda dari kitab-kitab lain dan buku-buku ilmiah. Hal ini membuat al-Quran menjadi objek kajian yang selalu menarik dan tidak pernah kering bagi kalangan cendekiawan, sehingga ia tetap atual sejak diturunkan beberapa abad yang silam. Fungsi hakiki Al-Quran sebagai pedoman hidup umat manusia dan pencerah keselamatan dunia akhirat, menuntut kita harus berupaya dan bertanggung jawab dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkani kehidupan sehari-hari. Hal ini yang perlu kita kembang dalam menghadapi dunia globalisasi saat ini. Dalam mengamati dan mengkaji segala isi yang terkandung dalam Al-Quran, perlu adanya intelektual dan sains moderen yang mendasar agar kita dapat membuktikan kebenaran Al-Quran yang telah menjadi pedoman hidup manusia. Dengan ini juga kita tidak mudah termakan propaganda kaum kafir yang mencoba mencampuri ayat-ayat Al-Quran dengan ayatayat syaitan, yang pernah dilakukan oleh Salman Rushdie seorang keturunan Iran yang menjadi warga negara Inggris. Untuk mengantisipasi agar kita tidak mudah termakan propaganda kafir, maka salah satunya adalah kita harus mempelajari, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang pastinya membuktikan mukjizat Al-Quran dan kebenaran AlQuran. Untuk supaya kita tahu lebih jelas marilah kita sama-sama membahas dan mengkaji kebenaran Al-Quran sebagi bekal kita di dunia maupun di akhirat nanti, Insya Allah.

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN


Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Al-Isra 17:88) Al-Quran adalah kitab suci ummat Islam. Dan juga sekaligus sebagai Mukjizat terbesar nabi Muhammad SAW. Karena itu sudah sepatutnya kita mempercayai apa-apa yang terdapat didalam Al-Quran. Banyak orang yang pada mulanya tidak mempercayai Islam, namun akhrnya memeluk Islam disebabkan kebenaran-kebenaran Ilmiah dari Al-Quran itu sendiri. Kisah Masuk Islam-nya Umar bin Khattab RA Umar bin Khattab RA terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik. Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-Adawi seraya bertanya: Hendak kemana engkau ya Umar ?, Aku hendak membunuh Muhammad, jawabnya. Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?, Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?. Tanya Umar. Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya

saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu, kata Abdullah. Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran. Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya : Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?, Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja, jawab mereka Pasti kalian telah murtad, kata Umar dengan geram Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?, jawab ipar Umar. Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah: Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orangorang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.

Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: Ini adalah nama-nama yang indah nan suci Kemudian beliau terus membaca :

Hingga ayat :


Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku (QS. Thaha : 14) Beliau berkata : Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad. Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa : Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa. Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya: Ada apa ?. Umar Jawab mereka. Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri.

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata : Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab. Maka berkatalah Umar : Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah . Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram. Kisah masuk Islamnya Umar tersebut menunjukkan salah satu bukti kebenaran dan kehebatan Al-Quran. Secara umum, untuk membuktikan kebenaran Al-Quran ini dapat dikaji dari isi AlQuran antara lain tentang sains modern yang ada dalam Al-Quran, mujizat Al-Quran dan prediksi Al-Quran.

SAINS MODERN DALAM AL-QURAN Ketika Al-Quran diturunkan 14 abad yang lalu, sains (ilmu pengetahuan) yang ada masih sangat sederhana. Belum ada penemuan-penemuan ilmiah yang patut dibanggakan. Jumlah ayat-ayat Al-Quran yang menyangkut ilmu pengetahuan diperkirakan sekitar lebih dari seribu dua ratus ayat. Ayat-ayat tersebut membahaskan tentang luar angkasa, bumi, tumbuh-tumbuhan, haiwanhaiwan, manusia dan lain-lain dilihat dari sudut pandangan sains. Apabila kita menemukan sains modern yang ada dalam Al-Quran sungguh merupakan hal yang luar biasa. Apalagi apabila kita ingat bahwa Nabi Muhammad S.A.W. adalah seorang yang ummi (buta huruf) yang tidak pernah sekolah. Firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 158 berbunyi:


Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (7:158) Proses Penciptaan Langit dan Bumi Kejadian Bumi melalui beberapa proses tertentu. Ia bermula lebih kurang 4.5 bilion tahun dahulu sebagai sebahagian daripada gumpalan gas yang dikenali sebagai solar nebula. Di dalam AlQuran ada menjelaskan tentang penciptaan langi dan bumi. a. Surat Anbiya

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (21:30) b. Surat Fushilat


Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab: Kami datang dengan suka hati. (41:11) Salah satu planet yang terhasil adalah bumi. Teori kejadian bumi daripada proses accretion ini pada asalnya diutarakan oleh Otta Achmidt, seorang pakar geofizik dari Rusia pada tahun 1944 dan teori ini menjadi semakin popular pada hari ini. Proses pembentukan bumi melalui fasa-fasa tertentu. Berkemungkinan besar, ayat-ayat Allah mengenai bumi yang terdapat dalamnya perkataan-perkataan yang berbeza menceritakan berkenaan proses-proses ini. Dalam surah az-Zukhruf ayat 10 Allah menjelaskan,


"Dia yang menjadikan bumi sebagai hamparan tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi supaya kamu mendapat petunjuk." (43:10) Dalam ayat ini, Allah menggunakan perkataan mahda semasa menceritakan mengenai bumi. Mengikut Hans Wehr: A Dictionary of Modern Written Arabic oleh J. Milton Cowan, perkataan mahda berasal daripada perkataan mahada dan antara maksudnya to spread out evenly, to make easy yang bermaksud menghamparkan dan mempermudah. Ayat ini menggambarkan bumi dijadikan seperti suatu hamparan bagi mempermudah aktiviti manusia di atasnya. Sekiranya dilihat dengan mata kasar, bumi ini sememangnya adalah hamparan yang luas nun sejauh mata memandang. Namun hamparan bumi ini mempunyai logiknya di sudut sains dan hal ini akan di terangkan kemudian.

Dalam surah Abasa ayat 26, Allah berkata,


"Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya."(80:26) Dalam surah ini, perkataan yang digunakan adalah perkataan syaqaqna yang berasal daripada perkataan syaqq. Mengikut Hans Wehr: A Dictionary of Modern Written Arabic bermaksud to split, cleave, part iaitu dipisahkan dan pecahkan sekali gus menggambarkan bumi sebelum ini adalah bercantum kemudian dipisahkan. Dalam surah ar-Ra'd ayat 3 pula, Allah menjelaskan,


Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungaisungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (13:3) Dalam ayat ini Allah menggunakan perkataan madda , mengikut Hans Wehr: A Dictionary of Modern Written Arabic, bermaksud to extend, distend, expand, dilate, strech iaitu mengembangkan dan melebarkan. Ayat ini menunjukkan bumi ini tidak statik sebaliknya terusmenerus membesar dan melebar hingga ke hari ini.

Ekspansi Kosmos Sejak alam ini wujud melalui ledakan Big Bang, ia terus mengembang hinggalah ke hari ini. Berhubung dengan fenomena ini, dalam surah Az-zariyat ayat 47 Allah menjelaskan :

Maksudnya:"Dan langit kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami benarbenar meluaskannya."(51:47) Dalam ayat ini menggunakan ayat muusi'uun. Dalam bahasa arab perkataan muusi'uun berasal daripada perkataan wasa-'a. Hans Wehr A Dictionary of Modern Written Arabic oleh J Milton Cowan menterjemahkan perkataan wasa-'a sebagai to be wide, roomy, spacious, extensive yang bermaksud 'menjadi besar' atau luas. Justeru Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-azim menyatakan ayat ini bermaksud, "Kami (Allah) meluaskan segenap penjuru langit dan kami meninggikannya tanpa tiang." Pendapat ini diperkukuhkan lagi oleh As-Seikh Said Hawa di dalam Al-Asas fi al-Tafsir. beliau berkata, "Maksud ayat ini adalah langit ini Allah akan jadikan dalam keadaan mengembang secara berterusan ataupun Allah jadikan ia luas. Ayat ini adalah ayat mukjizat berhubung kejadian alam. Ia menunjukkan ilmu al-Quran jauh ke hadapan, melampaui tempat dan zaman. Justeru, sekiranya ada sesiapa yang masih enggan beramal denagn Quran kerana sombong denagn sains yang dimilikinya, baik sekiranya dia menilai semula dirinya sebelum terlambat." Pada hari ini dengan bantuan alat yang canggih, penemuan-penemuan semasa semakin memantapkan lagi teori pengembangan alam ini. Pada tanggal 16 Mac 2006, di bawah tajuk, Astronomers Detect First Split-Second of the Universe,Space.com melaporkan pakar-pakar astronomi NASA menemui bukti-bukti baru yang mengukuhkan lagi teori Big Bang. Mereka mendapati pada peringkat awal, kejadian kosmos alam ini adalah lebih kecil daripada atom. Kemudian pada masa satu per setrilion saat ia mengembang sehingga menjadi kosmos yang luas. PEnemuan ini melaporkan berdasarkandata yang disalurkan oleh satelit NASA yang dilancarkan pada tahun 2001. Satelit ini dikenali sebagai Wilkinson Microwave Anisotropy Probe atau WMAP. Ini mengukuhkan teori alam mengembang sekali gus menampakkan kebenaran alQuran.

Ruang Angkasa yang Hampa Udara Apabila kita menjadi seorang astronot yang hebat yang bisa naik ke antariksa yang sangat luas itu, kita pasti akan sesak napas ketika kita naik ke langit. Kita akan sesak nafas ketika kita sedang berada di antariksa, karena sesungguhnya di antariksa (di luar angkasa) itu tidaklah terdapat udara untuk pernapasan, sesungguhnya antariksa adalah ruang hampa, yakni hampa udara. Mengingat Al-Quran Karim adalah wahyu Allah kepada Rasul-Nya, apakah Al-Quran telah mengabarkan kepada kita bahwa di antariksa itu tidak ada udara? Dan mengingat Rasulullah Saw itu pernah naik ke langit pada saat Isra Miraj, apakah Rasulullah Saw pernah mengabarkan kepada kita bahwa di antariksa itu tidak ada udara? Para ilmuwan di zaman kini telah mengetahui bahwa di luar angkasa (yang sering disebut sebagai antariksa) itu hampa udara, oleh karenanya para astronot yang naik ke bulan itu harus memakai tabung oksigen sebagai sarana pernapasan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Al-Quran pun telah mengabarkan hal ini semua sebelum adanya para ilmuwan di zaman kini. Allah Taala berfirman dalam surat Al-Anam:


Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (masuk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia sedang mendaki (naik) ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.(6:125). Di bulan, tidak terdengar suara sedikitpun sehingga ketika kita berteriak sekeras-kerasnya, suara kita tak terdengar sama sekali, hal ini disebabkan karena tidak terdapatnya udara sebagai sarana penghubung suara, demikian pula halnya dengan tempat-tempat lain di antariksa yang hampa

suara dan minim udara. Fakta ilmiah tersebut sempat dipertontonkan secara luas melalui berbagai media. Pendaratan ke bulan pertama kalinya berhasil pada tahun 1969, demikianlah kejadian bersejarah tersebut membuktikan kebenaran isi kandungan Al-Quran Karim yang terdapat didalam surah Al-Anam pada ayaat 125 diatas (Dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia sedang mendaki (naik) ke langit). Namun, sayang kebanyakan manusia yang menyaksikan kejadian bersejarah tersebut tidak menyadari dan mengetahui bahwa fenomena alam di antariksa tersebut telah tertulis didalam AlQuran sejak empat belas abad yang lalu.

Asal Mula Kejadian Manusia Di dalam Al Quran dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :


Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. [QS. As Sajdah (32:7)]


Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. [QS. Al Hijr (15:26)] Di dalam Al Quran proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya:

) 21( ) 21( )21(


Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik. [QS. Al Muminuun (23:12-14)]


Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. [QS Al-Hajj (22:5)]

Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa Alaa saja yang berhak untuk diibadahi.

Darah Haid Solat adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam islam, ibadah yang pertama akan dihisab. Ibadah yang merupakan zikir yang paling besar dan keperluan umat Islam terhadap Ilahi. Rehat ternikmat dalam hidup. Kewajipan yang wujud ini sangat penting bagi manusia. Kerana dengannya kita sentiasa mengingati Nya dan berdoa kepada Nya. Kita telah mengetahui hikmah dan manfaat yang banyak sekali dari gerakan solat untuk kesihatan tubuh manusia. Kali ini kita akan cuba membincangkan tentang manfaat solat untuk ibu hamil dan mengapa wanita haid tidak boleh atau diharamkan bersolat dan berpuasa? Ini dia jawapan menurut perubatan. Sejumlah kajian perubatan moden membuktikan bahawa gerakan badan seperti solat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. Namun begitu gerakan seperti ini berbahaya bagi wanita haid. Mengapa? Ketika wanita bersolat dalam gerakan sujud dan rukuk secara semula jadi akan meningkatkan peredaran darah ke rahim kerana keperluan sel-sel rahim dan ovari seperti sel-sel limpa yang menyedut banyak darah. Begitu juga apabila seorang ibu mengandung, rahim memerlukan darah yang cukup agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan pencemaran. Jika seorang ibu mengandung bersolat, aktivitinya ini akan membantunya membawa darah yang cukup ke janin. Sementara wanita yang haid, jika menunaikan solat, akan menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya akan berlaku kehilangan darah bersih / baik kerana keluar bersama darah haid. Semasa haid, dianggarkan wanita akan kehilangan darah sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cecair lain. Jika wanita haid menunaikan solat, zat imuniti (ketahanan tubuh) di tubuhnya

akan hancur. Sebab sel darah putih memainkan peranan sebagai imun akan hilang dibawa bersama darah haid. Mengalirnya darah akan meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan menumpukan sel darah putih di rahim semasa haid agar dapat menjaga tubuh dan melawan pelbagai penyakit. Jika seorang wanita solat ketika haid, maka dia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini bererti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini berlaku maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan diserang penyakit. Mungkin inilah hikmah besar disebalik larangan syariat agar wanita haid tidak melaksanakan solat hingga dia dalam keadaan suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan,


"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Darah haid itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. "[QS Al-Baqarah (2: 222)] Disamping itu, gerak fizikal ketika sujud dan rukuk semakin menambah aliran darah ke rahim dan akan hilang. Lebih dari itu, jika wanita haid bersolat maka akan menyebabkan kekurangan zat besi dari tubuh. Begitu juga dengan larangan berpuasa ketika haid. Para perubatan menyarankan agar ketika dalam keadaan haid, wanita banyak berehat dan mengambil makanan yang berkhasiat. Ini selaras dengan larangan untuk berpuasa, kerana menurut perubatan darah, magnesium dan zat besi dalam tubuh yang berharga tidak terbuang begitu sahaja.

Betapa banyak tanda-tanda yang Allah SWT berikan kepada umat manusia supaya berfikir. Allah SWT yang begitu penyayang terhadap manusia, sehingga segala hal yang Dia perintahkan dan larangan Nya pasti ada hikmah disebalik itu.

Tumbuh-tumbuhan yang Berpasang-pasangan Pada masa dahulu manusia tidak mengetahui bahawa tumbuh-tumbuhan juga mempunyai perbedaan jantina yang jelas antara jantan dan betina. Ilmu Botani menjelaskan bahawa setiap tumbuhan mempunyai jantina jantan dan betina. Malah tumbuhan yang mempunyai kedua jantina bersekali (unisexual), mempunyai kedua-dua elemen-elemen yang jelas perbedaannya antara jantan dan betina.

Dan Dia telah menurunkan dari langit air maka Kami keluarkan dengannya berpasang-pasangan dari tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam (warna dan rasa) ( Thaahaa : 53 )

Dan dari segala buah-buahan Dia menjadikan padanya berpasang-pasang dua.( Ar-Rad : 3 ) Buah adalah produk terakhir dari sistem pembiakan tumbuh-tumbuhan berperingkat tinggi. Peringkat sebelum menjadi buah adalah bunga, yang mempunyai organ jantan dan betina (benangsari dan ovula), Apabila debunga di bawa ke bunga, ia menjadi buah, yang mana buah ini akan ranum dan membebaskan bijinya. Oleh itu semua buah-buahan menunjukkan adanya organ jantan dan betina; sepertimana fakta yang diterangkan dalam Al-Quran. Dalam spesi-soesi tertentu, buah boleh terjadi dari bunga yang tak disenyawakan (buah dari jenis parthenocarpic), contohnya pisang, sebahagian jenis nenas, buah teen, oren, anggur, dll. Jenisjenis ini juga mempunyai cirri-ciri jantina jelas/pasti.

Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. (Az-Zaariyaat : 49)

Ayat ini merujuk kepada benda-benda selain dari manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Ia mungkin juga merujuk kepada fenomena seperti kuasa elektrik di mana atom yang mengandungi elektron dan proton, yang masing-masing mempunyai caj negative dan positif.

Maha Suci Zat yang telah menciptakan berpasang-pasangan semuanya dari apa yang ditumbuhkan bumi dan dari diri-diri mereka sendiri dan dari apa yang tidak mereka ketahui. (Yaasiin : 36 ) Di sini Al-Quran menyatakan bahawa setiap sesuatu itu diciptakan berpasangan, termasuk benda-benda yang masakini masih belum diketahui oleh manusia, dan yang mungkin ditemui kemudian hari.

Bintang yang Cahayanya Menembus Ternyata bintang tidak hanya yang bersinar seperti kita lihat, ada juga yang berdenyut / berdetak memancarkan sinyal radio. Hal ini baru ditemukan dengan Teknologi abad 20. Namun Quran, telah menulisnya 1400 Tahun lalu, bukti nyata bahwa Quran bukan karangan Rasulullah Muhammad SAW, tapi memang Firman Allah, Pencipta Alam Semesta.

)1( ) 1( )2(
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? bintang yang cahayanya menembus. [QS.At-Thaariq (86:1-3)] Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah ath-thaariqi dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang.

Selain itu, kata wa mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah yakni, langit dan Ath Thaariq. Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombanggelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai pulsar. Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik . Double Pulsar Found, January 9, 2004. Kata pulsar berasal dari kata kerja to pulse . Menurut kamus American Heritage Dictionary, kata tersebut berarti bergetar, berdenyut . Kamus Encarta Dictionary berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat . Lagi menurut Encarta Dictionary, kata pulsate , yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat . Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Quran sebagai thaariq, yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintangbintang neutron yang dikenal sebagai pulsar. Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh.

Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi. Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah an najmu ats tsaaqibu, yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah adraaka dalam ungkapan Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu? merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu alam) Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Quran memiliki kemiripan yang sangat sekali dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Quran. Penemuan ini baru didapatkan setelah adanya tekhnologi yang mutakhir di abad 20. Inilah salah satu bukti bahwa Quran ialah mukjizat terbesar dan sepanjang masa, karena ayat-ayatnya baru dapat dibuktikan oleh ilmu & teknologi terakhir.

Makhluk Hidup di Angkasa (UFO) Harus diketahui bahwa Yang menciptakan manusia dari tidak ada dan membentuknya dan meniupkan padanya dari ruh-Nya, dan mengokohkan ciptaan alam semesta ini termasuk keajaiban yang ada didalamnya, adalah juga Maha Kuasa untuk menciptakan luar angkasa dan makhluknya, Al-Quran telah menunjukkan adanya makhluk-makhluk yang tidak diketahui oleh manusia dimasa kenabian, demikian juga Al-Quran menunjukkan peran dari penemuan ilmiyah, dan bahwa setiap berita akan ada waktu kemunculannya, Allah Azza wa Jalla berfirman:

Artinya: (dan dia telah menciptakan kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.) [QS An-Nahl(16:8)] Ayat diatas mengisyaratkan bahwa ada beberapa makhluk yang diciptakan oleh Allah Ta'aala dari jenis hewan yang kita tidak mengetahuinya, ini karena Allah Ta'aala menyambungkan makhluk tersebut dengan kuda, bagal dan keledai yang merupakan jenis hewan. Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz daabbah (makhluk melata) menunjukkan bahwa itu makhluk-makhluk selain malaikat karena Allah Azza wa Jalla membedakan antara makhluk yang melata dengan malaikat dalam menyebutkannya dalam firman-Nya:


Artinya: dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri [QS An-Nahl (16:49)] Allah Taalaa menyebutkan dalam ayat diatas makhluk-makhluk melata di langit dan makhluk melata di bumi kemudian baru menyebutkan para malaikat. Dengan ayat-ayat seperti ini sebagian ulama menyebutkan bahwa tidak ada salahnya ini menjadi isyarat atas wujudnya alam-alam lain, akan tetapi sepatutnya kita tidak memastikan hal ini, karena ayat-ayat seperti ini bisa mengandung kemungkinan lebih dari satu pentakwilan. (Fatwa dari Syeikh Abdullah Al-Faqih hadidzohullah Ta'alaa).

MUKJIZAT AL-QURAN


menjaganya (Surah al-Hijr: 9)

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan

Dengan jaminan Allah ini, terpeliharalah kitab suci al-Quran daripada sebarang perubahan, dan bersinarlah cahayanya ke seluruh dunia. Al-Quran itu sendiri boleh menjadi sebab kepada seseorang untuk memeluk agama Islam sama ada menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Begitu pula ia menakutkan dan menggerunkan musuhnya menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Ramai orang memeluk al-Quran dengan karakter al-Quran dan tidak sedikit pula yang memusuhinya bahkan menyeru untuk berperang melawannya seperti disebutkan al-Quran sendiri dengan ayatnya yang berbunyi:


Dan orang yang kafir berkata: Janganlah kamu mendengar al-Quran ini dan tentanglah ia (dengan nyanyian dan jeritan riuh rendah serta tepuk sorak), supaya kamu berjaya (mengganggu bacaan atau menenggelamkan suara pembacanya) (Surah Fussilat: 26) Mukjizat diartikan sebagai kejadian (peristiwa) yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Mukjijat al-Quran adalah sebuah mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah S.A.W. Mukjizat al-Quran adalah mukjizat yang bertahan sampai hari kiamat nanti. Al-Quran diturunkan sebagai pedoman manusia dan memberikan mukjizat yang luar biasa. Antara aspek-aspek yang dapat menjadi bukti kemukjizatan Al-Quran 1. Tantangan dari Allah Adanya tantangan dari Al-Quran terhadap orang-orang Arab khususnya, dan manusia pada umumnya untuk membuat semisal Al-Quran. Padahal Al-Quran itu dibawa oleh seorang yang ummi, tidak bisa baca tulis, tidak pernah belajar di suatu sekolah, tidak pernah dinyatakan bahwa

ia pernah menerima suatu ilmu pengetahuan dari salah seorang ulama yang pandai dan menonjol dalam berbagai segi kebudayaan dan ilmu pengetahuan, dan tidak pemah pula bertemu dengan salah seorang ahli kitab, sehingga ini bisa memperlihatkan berita-berita umat terdahulu dan kabar dari nabi-nabi yang lampau. Pertama : Menantang mereka dengan seluruh A1-Quran dalam uslub umum yang meliputi orang Arab sendiri dan orang lain, manusia dan jin, dengan tantangan yang mengalahkan kemampuan mereka secara padu melalui firmanNya :


Katakanlah : Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa denganya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain(QS. Al-Isra [17]:88). Kedua: Menentang mereka dengan sepuluh surah saja dari A1-Quran, dalam firmanNya (QS. Hud [11]:13)


Ataukah mereka mengatakan Muhammad telah membuat-buat Alquran itu. Katakanlah: (Jika demikian), maka datangkanlah sepuluh surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. Ketiga: Menantang mereka dengan satu surah saja dari Alquran, dalam firmanNya:

Atau (patutkah) mereka mengatakan: Muhammad membuat-buatnya. Katakanlah: (Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Yunus [10]:38)


Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolongpenolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Al-Baqarah [2]:23)

2. Ketelitian Redaksinya Ketelitian redaksi Al-Qur-an bergantung pada hal berikut: a. b. c. d. e. 1. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukan akibatnya. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya. Disamping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbang khusus Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam

setahun, sedangkan kata hari yang menunjukan bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), berjumlah tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti bulan (syahr) hanya terdapat dua belas kali sama dengan jumlah bulan dalam setahun. 2. Al-Qur-an menjelaskan bahwa langit itu ada tujuh macam. Penjelasan ini diulangi

sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 29, surat Al-Isra [17] ayat 44, suratAl-Mukmin [23] ayat 86, surat Al-Fushilat [41] ayat 12, surat Ath-Thalaq [65] ayat 12,

surat Al-Mulk [67] ayat 3, dan surat Nuh [71] ayat 15. Selain itu, penjelasan tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat. 3. Kata-kata yang menunjukan kepada utusan Tuhan, baik rasul atau nabi atau basyir

(pembawa berita gembira) atau nadzir (pemberi peringatan), kesemuanya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518.

3. Berita tentang Hal-hal yang Ghaib Sebagaimana ulama mengatakan bahwa sebagian mukjizat Al-Qur'an itu adalah berita gaib. Salah satu contohnya adalah Firaun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa. Hal ini, diceritakan dalam surat Yunus (10) ayat 92: Maka pada hari Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orangorang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Pada ayat itu ditegaskan bahwa badan Firaun akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut karena telah terjadi sekitar 1.200 tahun SM. Pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896 di lembah raja-raja Luxor Mesir, seorang ahli purbakala Loret menemukan satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia Firaun yang bernama Muniftahyang pernah mengejar Nabi Musa a.s. selain itu pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Firaun tersebut. Apa yang ditemukannya satu jasad utuh, seperti yang diberitakan Al-Qur'an melalui Nabi yangummy (tidak pandai membaca dan menulis)

4. Isyarat-isyarat Ilmiah Banyak sekali isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Quran misalnya:

a.

Cahaya matahari bersumber dari dirinya dan cahaya bulan merupakan pantulan. Terdapat

dalam Q.S. Yunus [10]: 5. b. Kurangnya oksigen pada ketinggian dapat menyesakan napas, hal ini terdapat

pada surat Al-Anam [6]: 25 c. d. e. 233 f. Adanya nurani (super ego) dan bawah sadar manusia. Terdapat dalam surat Al-Qiyamah Perbedaan sidik jari manusia. Terdapat dalam suratAl-Qiyamah [75]: 4 Aroma/bau manusia berbeda-beda. Terdapat dalamsurat Yusuf [12]: 94 Masa penyusuan yang tepat dan kehamilan minimal. Terdapat dalam surat Al-Baqarah [2]:

[75]: 14

5. Hukum Illahi yang Sempurna Al-Qur-an menjelaskan pokok-pokok aqidah, norma-norma keutamaan, sopan-santun, undangundang ekonomi, politik, sosial, dan kemasyarakatan, serta hukum-hukum ibadah. Al-Qur-an menggunakan dua cara tatkala menetapkan sebuah ketentuan hukum, yakni:

Secara global

Persoalan ibadah umumnya diterangkan secara global, sedangkan perincianya diserahkan kepada ulama melalui ijtihad. Secara terperinci

Hukum yang dijelaskan secara terperinci adalah yang berkaitan dengan utang piutang, makanan yang halal dan yang haram, memelihara kehormatan wanita, dan masalah perkawinan. Dalam menetapkan hukum Al-Qur`an menggunakan cara-cara sebagai berikut; pertama, secara mujmal. Cara ini digunakan dalam banyak urusan ibadah yaitu dengan menerangkan pokok-

pokok hukum saja. Demikian pula tentang muamalat badaniyah Al-Qur`an hanya mengungkapkan kaidah-kaidah secara kuliyah.sedangkang perinciannya diserahkan pada AsSunah dan ijtihad para mujtahid. Kedua, hukum yang agak jelas dan terperinci. Misalnya hukum jihad, undang-undang peranghubungan umat Islam dengan umat lain, hukum tawanan dan rampasan perang. Seperti QS. At-Taubah 9:41. Ketiga, jelas dan terpeinci. Diantara hukumhukum ini adalah masalah hutang-piutang QS. Al-Baqarah,2:282. Tentang makanan yang halal dan haram, QS. An-Nis` 4:29. Tentang sumpah, QS. An-Nahl 16:94. Tentang perintah memelihara kehormatan wanita, diantara QS. Al-Ahzab 33:59. dan perkawinan QS. An-Nisa` 4:22.32

6. Uslub Alquran Keindahan uslub uslub Al-Quran benar benar membuat kagum orang arab dan terpesona.kehalusan bahasa, keanehan yang menakjubkan dalam ekspresi, ciri khas balaghah dan falshafah yang baik dapat mengungkapkan rahasia keindahan dan kedudukan Al-Quran. Nabi SAW pernah menantang orang orang kafir untuk bertanding melawan Al-Quran, ternyata mereka tidak mampu dan kebingungan . Jago jago retorika arab menjadi bungkam seribu bahasa. Tantangan tersebut dikemukakan pada masa dimana kemampuan untuk menunjukan dan merealisasikan bidang sastra memugkinkan dan bakat bangsa arab dalam lapangan ini tumbuh dengan subur. Dalam hal ini azzarqani mensinyalir dan berkata : Ketahuilah bahwa bahsa arab sejak turunnya Al-Quran sampai saat ini telah dilalui dengan berbagai fase pasang surut, meluas dan menyempit bergerak dan statis, modern dan kolot. Sedangkan alquran dalam suatu fase berada dalan semua keadaan dan fase berada dalam kedudukan yang paling atas yang akan menguasai semua. Al-Quran akan tetap memancarkan nur dan hidayahnya, melimpahkan keasliannya, dan keAgungannya, mengalirkan kelembutannya, mengeluarkan keindahan dan kemegahannya. AlQuran senantiasa membawa bendera kemukjizatan dan mengajak bertanding dengan bangsa bangsan dunia dengan penuh keyakinan dan keprcayaan sambil mengatkan kebenaran dengan jelas lagi kuat.

Al-Quran Al karim dalam Uslubnya yang menakjubkan mempunyai keistimewaan : 1. Kelembutan Alquran secara lafdziah yang terdapat pada susunan suara dan keindahan

bahsanya 2. 3. 4. Keserasian alquran baik kaum awam maupun cendekiawan Sesuai dengan akal dan perasaan Keindahan sajian Alquran serta susunan bahasanya, seolah olah dapat memukau akal dan

menjadi pusat perhatian 5. Keindahan dalam lika liku ucapan atau kalimat serta berankeka ragam bentuknya.dalam

arti kata satu makna diartikan dalam berbagai lafadz. 6. Alquran mencangkup dan memenuhi persyaratan antara bentuk global (ijmal) dan bentuk

yang terperinci (tafshil). Contoh :

. . . )12-11: (
Lafadz elok yang berseri (nadhirah) menerangkan keadaan orang orang yang bahagia dengan lukisan warna yang paling segar. Sedangkan lafadz suram-muram (baashirah)menerangkan keadaan orang orang yang celaka dengan pelikisan warna yang paling memuakkan.

. . . . )21-22: (
Pada saat kita mendengarkan bisikan huruf sin berulang maka kita akan merasakan istilah didalam keringanan bunyi suara.

PREDIKSI AL-QURAN Kemampuan Manusia Menaklukkan Ruang Angkasa Bila pesawat terbang bisa mengunakan angin untuk terbang tetapi bila pesawat angkasa harus menggunakan pendorong roket untuk memberi gaya tolak di luar angkasa karena di sana hampa udara. Maka dalam Al Quran pun diketahui bahwa manusia akan mampu menembus angkasa dan ke luar angkasa. Al Quran juga meramalkan kemampuan manusia menembus bumi.


(QS: Ar-Rahman: 33). Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan. 34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Apakah Muhammad dari padang pasir arab yang terpencil dapat membuat buku tentang roket, orbit, astronomi, gas nebula seperti di atas. Apakah ini adalah karya dari seorang yang tidak bisa baca tulis. Sungguh, ini adalah firman Alloh SWT. Firman terakhir bagi kita manusia modern yang mengangungkan iptek dan fakta ilmiah. Mukjizat terakhir sebelum kiamat.


(QS: Saba: 2). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. dan Dia-lah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. Ternyata firman Allah S.W.T. ini kebenarannya baru terbukti pada zaman sekarang ini.

Jaminan Allah Terhadap Keselamatan Nabi Muhammad S.A.W.


Pada ayat ke-94 berbunyi yang artinya Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.

Ibnu Abbas berkata, Ayat Tentang


apa yang diperintahkan kepadamu.

Maka sampaikanlah olehmu secara

terang-terangan segala apa yang diperientahkan (kepadamu), maknanya adalah, tindak lanjuti

Ibnu Al Arabi berkata, Makna

Sampaikanlah olehmu secara terang-terangan Maka

segala apa yang diperintahkan (kepadamu), adalah sasarlah. Dikatakan


sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan

(kepadamu), maksudnya, pencarkan persekutuan dan kesatuan mereka dengan menyerukan kepada tauhid, sesungguhnya mereka itu terpecah-pecah dengan sebagian yang menyambut.

Firman Allah :

Dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Tentang

ayat yang mulia ini, ada dua pendapat yang masyhur di kalangan ulama :

Pertama, makna ayat ini adalah jangan pedulikan pendustaan dan olok-olok mereka serta jangan pula hal itu menyusahkanmu, sesungguhnya Allah yang menjagamu dari mereka. Jadi makna ayat menurut penakwilan ini adalah sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepadamu, yakni sampaikanlah risalah Tuhanmu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik, yakni jangan pedulikan dan takut kepada mereka. Makna ini adalah seperti halnya firman Allah :

Artinya : Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia (QS. Al Maidah ; 67) Kedua, bahwa Nabi SAW pada mulanya diperintahkan untuk berpaling dari orang-orang musyrik, kemudian perintah itu dihapus dengan ayat-ayat perang. Di antara ayat-ayat yang menunjukkan hal itu adalah firman-Nya


Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu ; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berkadpalinglah dari orang-orang musyrik (QS. Al-Anam ; 106) dan firman-Nya


Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga)menunggu (QS. As-Sajdah ; 30), dan firman-Nya


Maka berpalinglah (Hai Muhammad) dari orang-orang yang berpaling dari peringatan Kami dan tidak mengingini kecuali kehidupan dunia (QS. An-Najm ; 29), dan masih banyak lagi ayatayat lainnya.


Pada ayat ke 95 surat Al-Hijr yang artinya, Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olok (kamu). Allah terangkan dalam ayat yang mulia ini, Dia memelihara Nabi-Nya dari orang-orang yang memperolok-oloknya, yaitu kaum Quraisy. Di tempat lain disebutkan kalau Allah juga menjaganya dari selain mereka, seperti firman-Nya tentang Ahli Kitab, Allah akan memelihara kamu dari mereka. (QS. Al-Baqarah:137),

Maka

dan firman-Nya

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya. (QS. Az-Zumar : 36), dan ayat-ayat lainnya.


Pada ayat ke 96 yang artinya ,(Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain disamping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). Ini adalah ancaman Allah kepada orang-orang yang mengolok-olok, karena Allah telah mengabarkan kepada Nabi-Nya bahwa Dia melindungi beliau dari kejahatan mereka, Kami telah melindungimu, wahai Muhammad, dari orang-orang yang mengolok-olokmu, dan menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah kepada-Nya. Kelak mereka mengetahui adzab Allah yang mereka terima saat kembali kepada-Nya pada Hari Kiamat, serta bencana yang menimpa mereka.

Dari penjelasan beberapa tafsir yang dikutip di buku-buku tafsir yang ada, dapat disimpulkan bahwa surat Al-Hijr ayat 94-96 ini membahas tentang dakwah Nabi secara terang-terangan dan jaminan perlindungan Allah terhadap dakwah secara terang-terangan yang dilakukan oleh Nabi. Sebelum ayat ini turun, Nabi SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi, yang dilakukan kepada keluarganya dan orang-orang terdekatnya saja. Karena jika Nabi langsung berdakwah secara terang-terangan (yang pada waktu itu notabene lebih banyak orang kafirnya) maka dakwahnya akan langsung dihabisi oleh para orang kafir tersebut. Untuk menjaga keselamatan dirinya, maka Nabi melakukan syiar Islamnya secara sembunyi-sembunyi. Namun, setelah ayat ini turun, maka Nabi langsung melakukan dakwahnya secara terang-terangan. Nabi SAW berani melakukan dakwah secara terang-terangan karena Allah sudah menjamin keselamatan dirinya selama berdakwah.

Orang Kafir Tidak Akan Mampu Memadamkan Cahaya Allah Sejarah manusia tidak akan pernah kosong dari pertarungan antara kebenaran dan kebatilan. Para penyeru kebaikan senantiasa mendapat tantangan dan halangan dari penyeru kebatilan serta dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan dan bersikap pragmatis, hidup sekedar mencari kemanfaatan duniawi dan hawa nafsu semata. Demikian yang dialami para Nabi sekaligus menjadi sunnatullah bagi dakwah mereka. Sejak permulaan bergulirnya dakwah Islam

Rasulullah sudah mendapat tantangan keras dari kaum Quraisy. Mereka senantiasa memerangi dakwah beliau dan para sahabatnya.

Berbagai penganiayaan ditimpakan kepada Rasul dan para sahabat. Keluarga Yasir disiksa dengan siksaan yang sangat pedih. Abu Bakar pernah dipukuli akibat seruan dakwahnya di hadapan orang banyak di samping Kabah hingga wajahnya babak belur. Rasulullah sendiri pernah dilempar dengan kotoran binatang, diludahi dan diperlakukan dengan perlakuan buruk lainnya. Berbagai jenis perlakuan buruk dan siksaan ditimpakan atas kaum Muslim. Semua itu mereka alami hanya karena mereka menyerukan Islam. Akan tetapi semua bentuk penyiksaan dan penganiayaan itu tidak membuat kaum Muslim goyah dan terpalingkan dari keimanan dan dakwah mereka.

Setelah semuanya gagal mereka lantas memboikot Nabi dan kaum Muslim serta Bani Hasyim. Akibatnya kaum Muslim benar-benar merasakan penderitaan yang luar biasa akibat kelaparan yang merajalela dan wabah penyakit yang menyebar di pemukiman mereka. Pemboikotan itu berlangsung selama 3 tahun. Akan tetapi itu semua tetap tidak berpengaruh kepada kaum Muslim bahkan membuat keimanan dan dakwah mereka semakin bertambah kuat. Semua itu dilakukan untuk memalingkan kaum Muslim dari agama mereka. Inilah yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya : Orang-orang kafir tidak pernah berhenti memerangi kalian hingga mereka mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) seandainya mereka mampu (Q. S. Al Baqarah : 217)

Inilah karakter orang-orang kafir sejak dulu hingga sekarang bahkan sampai kapanpun. Saat ini misalnya, orang-orang kafir Barat berupaya melakukan propaganda negatif terhadap Islam dan kaum Muslim, khususnya para pengemban dakwah. Mereka membuat berbagai pertemuan untuk membahas sebutan yang pantas bagi Muslim yang berpegang teguh dengan agamanya, mulai dari gelar ekstrimis, fundamentalis hingga teroris. Mereka melalui agennya menangkapi, memenjarakan dan menyiksa kaum Muslim dan para pengemban dakwah yang konsisten memperjuangkan tegaknya Islam seperti yang terjadi di Mesir, Arab Saudi, Afghanistan, Philipina, Thailand, bahkan boleh jadi di Indonesia. Mereka melakukan boikot/embargo

terhadap kaum Muslim di Iraq dan Palestina. Mereka memborbardir Afghanistan hingga ribuan kaum Muslim terbunuh. Mereka pun membiarkan dan bahkan mendukung pembantaian kaum Muslim di berbagai negeri Islam seperti di Iraq, Libanon, Palestina, Filipina, Kashmir, jauh melebihi korban peledakan WTC yang diduga didalangi oleh Amerika sendiri.

Semua itu mereka lakukan dalam rangka memalingkan kaum Muslim dari agama mereka, sama persis dengan aktivitas kaum kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw dan para sahabat sekitar 14 abad lalu. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 120:


mereka.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama

Tetapi usaha mereka terbukti tidak berhasil. Negara Indonesia telah dijajah oleh Belanda (yang mayoritas agamanya Nasrani) selama 350 tahun. Namun ternyata umat Islam saat ini masih lebih dari 85%. Hal ini menunjukkan kebenaran prediksi Al-Quran dalam surat At-Taubah ayat 32.


Orang-orang kafir itu berkehendak memadamkan cahaya agama Allah, tetapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya agama-Nya meskipun orang-orang kafir itu membencinya. (At Taubah:32).

Muhammad S.A.W. adalah Nabi Terakhir

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS.al-Ahzab:40)

Kata

(penutup nabi-nabi) menurut orang-orang Ahmadiyah Qodian diartikan

sebagai cincin nabi-nabi, sehingga mereka mengakui bahwa Muhammad S.A.W. bukanlah nabi terakhir tetapi ada nabi lagi sesudah itu, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Padahal kata

dalam

kamus al-Munawir (1997:332) diartikan : menyelesaikan, membaca seluruhnya dan membubuhi cap. Dengan demikian tidak tepat bila kata

diartikan sebagai cincin nabi-nabi.

Penyataan Allah S.W.T. bahwa Muhammad S.A.W. adalah nabi terakhir adalah satu pernyataan yang luar biasa. Sebab memprediksi sesuatu tidak akan terjadi jauh lebih sulit dibandingkan dengan memprediksikan sesuatu yang akan terjadi.

Apalagi dalam kenyataannya banyak orang yang mengaku sebagai nabi. Mulai dari Musailamah al-Kadzab, Mirza Ghulam Ahmad sampai Eliya Muhammad dari Amerika Syarikat. Namun semuanya terbukti tidak ada satu pun dari mereka yang layak dijadikan sebagai nabi. Hal ini membuktikan kebenaran prediksi Al-Quran.

KESIMPULAN
Berdasarkan fakta dan realiti yang ada diatas kita dapat menyimpulkan bahwa Al-quran merupakan mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad melalui malaikat Jibril dan bukan ciptaan Muhammad SAW. Yang hanya seorang ummi (buta huruf). Maha Besar Allah yang telah menyempurnakan ajaran Islam melalui kekasihnya Muhammad SAW. Jika kita teliti dalam memahami Al-quran maka sungguh dasyatnya isi dan kandungannya yang kebenaranya telah terbukti disaat ini di sains modern yang begitu ketat dan persaingan ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://ketikwww.blogspot.com/2012/02/beberapa-bukti-ilmiah-tantang-kebenaran.html 2. http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=17&pid=arabicid&vid=9 3. http://windyhm.wordpress.com/pada-awalnya/kisah-masuk-islam-nya-umar-bin-khattab-ra/ 4. http://amy-ora-mudeng.blogspot.com/2012/02/makalah-teori-penciptaan-alam-semesta.html 5. http://websitedada0.wordpress.com/2012/02/13/al-quran-telah-mengabarkan-bahwa-diantariksa-itu-tidak-ada-udara-untuk-pernapasan/ 6. http://www.salaf.web.id/117/bagaimanakah-kita-diciptakan-al-ustadz-abu-ishaq-muslim.htm 7. http://detikislam.blogspot.com/2012/12/subhaanallah-solat-berbahaya-bagi.html 8. http://assabiel.com/?p=149 9. http://rianputra84.wordpress.com/2012/10/15/mukjizat-pulsar-bintang-yang-berdenyut/ 10. http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2011/01/25/12946/makhluk-luar-angkasamenurut-tinjauan-alquran/ 11. http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/03/mukjizat-alquran.html 12. http://riangold.wordpress.com/2012/01/25/ayat-ayat-alquran-yang-sesuai-dengan-kehidupanmodern-subhanallah/ 13. http://achmadalfarisi.blogspot.com/2012/09/jaminan-perlindungan-allah-terhadap_29.html 14. http://alqoshiduun.wordpress.com/2007/09/05/cahaya-allah-tak-pernah-padam/