Anda di halaman 1dari 17

Text book reading

Tinja cair/lunak 3x dalam 24 jam

diare penyebab

waktu

patogenesa infeksi

Akut

Ganguan osmotik

bakteri

Kronik/ persisten (+ infeksi)

Gangguan sekretorik Non infeksi

parasit

melanjut

Gangguan peristaltik Defek anatomis Gangguan imunologi

virus

Malbasorbsi

Keracunan

Neoplasma

Alergi

Epidemiologi
Setiap tahun diperikirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3,3 juta kasus kematian sebagai akibatnya Hasil survei oleh Depkes. diperoleh angka kesakitan diare tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk angka ini meningkat bila dibanding survei pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk..
5/19/2013 3

Anamnesis
Diare : frekuensi BAB, lamanya diare terjadi,apakah ada darah,lendir,bau ,warna,konsistensi dalam tinja, cara keluar tinja apakah ada muntah,perut kembung,riwayat diare sebelumnya,makan sebelum diare,nyeri perut? Ada tidak gejala lain :

5/19/2013

Ada demam? Pola demam? Gejala respiratorik : batuk, pilek, Sakit telinga (otitis) Frekuensi BAK ? Ada nyeri tidak? Rasa haus
4

Feses

darah

+ -

Volume sedikit,konsistensi lembek, warna merah-hijau berlendir Banyak dan cair Shigella Sedang dan cair

volume

Sedikit lembek

EIEC : biasanya disertai dengan infeksi sistemik

Kolera : cucian beras

Rotavirus : bau asam, warna kuning-hijau,

Salmonella: bau busuk, gejala sistemik warna kehijauan

ETEC: tidak berwarna

Pemeriksaan Fisik
Derajat dehidrasi Mencari tanda-tanda penyakit penyerta
Napas yang cepat asidosis metabolik Adakah gejala malnutrisi? Adakah nyeri tekan ? Adakah ileus paralitik? Adakah darah dalam tinja ? Adakah tanda incagiasi (massa inta abdominal,tinja hanya lendir dan darah)
5/19/2013 6

Penilaian status dehidrasi WHO 1995

Penilaian status dehidrasi MMWR


simptom Minimal/tanpa dehidrasi/ kehilangan BB<3%
baik Normal Normal

Ringan-sedang/ kehilangan BB 3-9%


Normal, lelah, gelisah, iritable Normal-,meningkat Normal-melemah

Berat kehilangan BB >9%


Apatis,letargi,tidak sadar Takikardi,bradikardi pd kasus berat Lemah,kecil,tidak teraba

kesadaran Heart rate Kualitas nadi

Pernapasan
Mata Air mata Mulut dan lidah

Normal
Normal Ada Basah

Normal-cepat
Sedikit cowong Berkurang Kering

Dalam
Sangat cowong Tidak ada Sangat kering

Cubitan kulit
CRT Ekstrimitas kencing

Segera kembali
Normal Hangat normal

<2 s
Memanjang Dingin berkurang

>2s
Memanjang, minimal Dinging, mottle,sianotik minimal

Pemeriksaan Penunjang
Feses rutin Pemeriksaan elektrolit serum Kadar gula darahasidosis (hiperventilasi) Analisis gas darah Kultur Feses,,antigen dalam feses Uji serologis Foto polos abdomenadakah obstruksi/ileus? Nitrogen urea Urinalisis
9

5/19/2013

TATALAKSANA
5 pilar tatalaksana diare (WHO) :
Rehidrasi Nutrisi adekuat Antibiotik jika diperlukan Pemberian Suplemen zinc Edukasi

Diare kronis

Alur Patogenesis Diare Persisten


Diare infeksius

Kondisi malnutrisi Imunodefisiensi Defisiensi mikronutrien


Diare berkepanjangan

Pengobatan diare yang tidak optimal Reinfeksi atau diare berulang

Diare persisten dan enteropati

Patogenesis diare osmotik


Virus menginfeksi lapisan epitelium di usus halus dan menyerang villi usus halus fungsi absorpsi usus halus terganggu.

Sel-sel epitel usus halus yg rusak diganti oleh enterosit yang baru, berbentuk kuboid yg belum matang sehingga fungsinya belum baik.
Vili mengalami atropi tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik. Cairan makanan yg tidak terserap/tercerna meningkatkan tekanan koloid osmotik usus (hipertonik) Cairan ektraseluler ke dalam lumen diare osmotik.

Diare sekretorik
Enterotoksin yang dihasilkan bakteri

pengeluaran cAMP, cGMP, Ca2+


membuka kanal Cl di sel kripta usus sekresi Cl dan tidak terjadinya perangkaian ion Na dan Cl di sel vili usus

sekresi cairan ke lumen usus

Komplikasi