HASIL ANALISIS KONTEKS

Analisis Standar Isi Struktur Kurikulum
Komponen 1. KTSP • Deskripsi Dokumen KTSP • Kondisi Ideal Sekolah memiliki dokumen KTSP yang disusun melalui: Analisis Konteks, verifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, verifikasi dan ditandatangani oleh Dinas Pendidikan Prov. Sumatera Utara Kondisi Riil Sesuai dengan kondisi ideal Rencana tindak Lanjut

Kelengkapan Struktur dan Muatan KTS

Muatan KTSP mencakup; visi, misi dan tujuan sekolah ; struktur kurikulum ; program muatan lokal; kegiatan pengembangan diri; Pengaturan beban belajar; KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk setiap Mapel; Pengaturan Kenaikan kelas dan penjurusan, kelulusan; Mutasi peserta didik; Pendidikan

Sesuai dengan kondisi ideal

Kalender Pendidikan Kondisi Riil Rencana tindak Lanjut • Memiliki program pengembangan diri dan mencakup : bimbingan/kosseling. • Sesuai dengan kondisi ideal • Sesuai dengan kondisi ideal • Penyempurnaan dokumen analisis konteks .Komponen Deskripsi Kondisi Ideal kecakapan hidup. Pembiasaan-pembiasaan Memiliki dokumen hasil analisis konteks. Kegiatan Ekstrakurikuler. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global .

kebutuhan. ekonomi dam gender. Kerangka Dasar Kurikulum Deskripsi 1. am dan terpadu Berag Belum memperhatikan karakteristik peserta didik. Prinsip Pengebangan Kurikulum a. . Kelompk Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. yaitu Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia. Kelompok . Olahraga dan Kesehatan. dan tes IQ. penelaahan dari BP. ekonomi dam gender. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berpu sat pada potensi. perkembangan.Komponen 5. Kondisi Ideal Mata pelajaran dibagi ke dalam 5 kelompok mata pelajaran. dan Kelompok Mata Pelajaran Jasmani. status sosial. Kelompok Mata pelajaran. b. wawancara. Kelompok Mata Pelajaran Estetika. status sosial. Kondisi Riil Sesuai dengan kondisi idealnya Rencana tindak Lanjut 2. Belum memperhatikan karakteristik peserta didik. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Belum semuanya terpenuhi kebutuhan peserta didik Melakukan analisis kepentingan peserta didik melalui angket.

muatan Lokal dan Pengembangan diri Jam belajar dialokasikan sesuai dengan struktur kurikulum Alokasi 1 jam pembelajaran adalah 45 menit Akan diupayakan 1 jam pelajaran seluruhnya 45 menit. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum Kelas X. XI dan XII Kelas X terdiri dari 16 Mata Pelajaran. Minggu efektif 34 – 38 minggu Muatan Lokal dilakukan berdasarkan analisis Akan diupayakan penentuan Muatan Lokal .Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak Lanjut 3.

Kalender Pendidikan Alokasi Waktu Minggu efektif belajar 34 -38 minggu pertahun Dilakukan IHT dengan fokus analisis/pemetaan SK/KD untuk menentukan tambahan jam pelajaran agar lebih efektif Jeda tengah semester maksimun 2 minggu.Komponen Deskripsi Kondisi Ideal keunggulan lokal dan potensi siswa Kondisi Riil Rencana tindak Lanjut dengan melakukan analisis 4. terstruktur Hanya sebagian kecil pendidik yang memberikan penugasan kegiatan mandiri tidak terstruktur Sekolah memanfaatkan penambahan jam sehingga beban belajar kelas X. Beban Belajar Sistem paket Beban belajar sistem paket diselenggarakan melalui sistem tatap muka. XI dan XII adalah 42 jam / minggu Disesuaikan dengan kelender pendidikan Disesuaikan dengan kelender pendidikan Mewajibkan pendidik menganalisis SK dan KD serta merencanakan bentuk kegiatan mandiri tidak terstruktur 5. Jeda antar semester maksimum 2 minggu . penugasan terstruktur dan kegaitan mandiri tidak terstruktur dengan alokasi waktu perjam pelajaran 45 menit Hanya sebagian kecil Dilakukan supervisi kelas pendidik yang agar silabus dan RPP memberikan terimplemantasi dalam penugasan pembelajaran.

Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Libur akhir tahun pelajaran maksimum 3 minggu Kondisi Riil Disesuaikan dengan kelender pendidikan Disesuaikan dengan kelender pendidikan Rencana tindak Lanjut Penetapan kalender pendidikan Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/K ota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuansatuan pendidikan Kalender pendidikan yang dibuat oleh sekolah berpedoman dengan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok dengan menyesuaikan pada kebutuhan dan program sekolah Membuat kalender pendidikan yang bersumber pada kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dengan memasukkan kegiatan khusus yang diprogramkan sekolah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif .