P. 1
Analisis Titik Ordinat dan Sudut Jurusan.docx

Analisis Titik Ordinat dan Sudut Jurusan.docx

|Views: 2|Likes:
Dipublikasikan oleh reszab

More info:

Published by: reszab on May 20, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2014

pdf

text

original

Analisis Titik Ordinat dan Sudut Jurusan Untuk pengukuran titik ordinat dan sudut jurusan, terlebih dahulu

malakukan penggambaran di dalam autoCAD, setelah itu baru dapat diketahui titik ordinat dan sudut jurusan dari tiap-tiap node. Perhitungan Dimensi Blok Beton Blok beton yang diperhitungkan merupakan blok beton penahan. Dimensi blok beton berdasarkan tegangan tanah izin dan kondisi perpipaan, baik ketika pada kondisi percabnagan, tikungan, maupun ujung pipa. Karena pada perencanaan penyusun tidak mendapatkan tegangan tanah yang diijinkan, maka diasumsikan tegangan tanah ijin = 1 kg/cm2. Ini didasarkan pada hasil laboratorium uji tanah di Politeknik Negeri Jakarta Yang dilakukan pada semester IV yang lalu yang mempunyai tegangan tanah ijinnya berkisar antara 1 kg/cm2. Kondisi Percabangan Node Ø pipa Teg. internal = =

Dari tabel Tegangan Internal dan diameter maka didapatkan nilai P = 6,043 ton Faktor cabang = σ = 0,75 kg/cm² Bj beton = 2,4 t/m3 R = P x Faktor perhitungan = (6,043 x 1000) x 0,70 = 4230,155 kg A perlu = σ = DIMENSI : = 5640,21 cm2 = 0,564 m2

564 m2 < 3. internal = Dari tabel Tegangan Internal dan diameter maka didapatkan nilai P = 6.38 m2 =2x  OK DIMENSI : L (Panjang blok beton ) = P ( Lebar Blok Beton ) = W (Kedalaman Galian ) = V perlu Diambil dimensi : L P W = = = =" V=LxPxW= Syarat yang dibutuhkan V perlu < V = Kondisi Tikungan Node = Ø pipa = Teg.36 ton Sudut tikungan = .P (Panjang blok beton ) = L ( Lebar Blok Beton ) A=PxL= CEK  A perlu < A >> = 0.

4 t/m3 R = P x Faktor perhitungan = (6.3 m .645 cm2 DIMENSI : P (Panjang blok beton ) = L ( Lebar Blok Beton ) A=PxL= CEK  A perlu < A = OK DIMENSI : P (Panjang blok beton ) L ( Lebar Blok Beton ) = =2x =2x W (Kedalaman Galian ) = V perlu = = = 2.53 kg A perlu = = σ = 0.36 x 1000) x 0.015 m3 Diambil dimensi : L = 1.Faktor tikungan = σ = 0.75 kg/cm² Bj beton = 2.760 = 4.836.

6 m W = 1.602 x 1000) x 1 = 3.75 kg/cm² Bj beton = 2.031 m3 Syarat yang dibutuhkan V perlu < V = 2.4 t/m3 R = P x Faktor perhitungan = (3.253m = 3.25 m V = P x L x W = 1.480 m2 DIMENSI : L ( Lebar Blok Beton ) P (Panjang blok beton ) = =2x .602 kg A perlu = = σ =1 = 0.602 Faktor ujung pipa σ = 0. internal = = = Dari tabel Tegangan Internal dan diameter maka didapatkan nilai P = 3.P = 2.031 m3 OK Kondisi ujung Pipa Node Ø pipa Teg.1m x 1.015 m3< 3.1m x 2.

501 m3 (OK) Perhitungan Pompa .501 Diambil dimensi L P = = W = V=LxPxW= Syarat yang dibutuhkan : V perlu < V = 1.480 m2 < 2.88 m2 OK V perlu = : = = 1.501 m3 < 1.A=PxL= CEK  A perlu < A = 0.

8 x2.1 x 19.746 kw 64.955)/75% #DIV/0! ~ 0.78 m³/detik tinggi dasar sungai .pompa(hs) = m tinggi pompa .Kekuatan Pompa Hisap Q sedot = 3.156 kw 86 1 Hp 86 Hp .ke BPAB (hp) = m Jarak pompa ke BPAB (LH) = m³/det Kemiringan (S) = ##### HL = S x LH = #DIV/0! HL dengan efisiensi = = Htotal = = hs+hp+hl #DIV/0! 6 x ( 30% x 6) #DIV/0! Dengan efisiensi 75% Hp = = = = = (ρ x g x H xQ )/η (1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->