Anda di halaman 1dari 9

ABSTRAK Percobaan fokus lensa bertujuan untuk menentukan jarak fokus pada lensa cembung dan juga pada

lensa cekung. Metode yang digunakan adalah dengan mengubah jarak antara benda dengan lensa dan kemudian mengukur jarak bayangan yang dihasilkan dengan lensa tersebut. Dari hasil percobaan diperoleh hasil jarak fokus pada lensa cembung dan lensa cekung secara berturut-turut sebesar (10,55 0,15) cm dan (3,54 1,15) cm dengan taraf ketidak pastian secara berturut-turut pula sebesar 1,4% dan 32,49%. Hasil percobaan pada lensa cembung telah sesuai dengan teori yang ada dimana jarak benda pada lensa tidak mempengaruhi fokus lensa tersebut. Sedangkan hasil percobaan pada lensa cekung tidak sesuai dengan teori yang ada dikarenakan kurang teliti dalam melihat hasil pengukuran jarak yang ditunjukkan di penggaris, kurang teliti dalam melihat fokus bayangan yang dihasilkan lensa dan serta adanya kesalahan yaitu pada saat praktikum fokus lensa cekung kami tidak menggunakan lensa yang sama dengan lensa yang digunakan pada waktu praktikum fokus lensa cembung.

No 1 2 3 4 5

fcembung 10,7 cm 10,6 cm 10,4 cm 10,6 cm 10,7 cm

fcekung 4,11 cm 4,69 cm 3,89 cm 3,14 cm 2,39 cm

A. Pembahasan Pada percobaan kali ini dari data diatas yang menjadi variabel manipulasinya adalah jarak benda terhadap lensa sedangkan untuk variabel kontrolnya adalah jenis benda, jarak bayangan dan jenis lensa. Percobaan ini dimulai dengan meletakkan benda pada jarak yang telah ditentukan. Pada percobaan menggunakan lensa cembung, nilai jarak fokus yang diperoleh tetap, yaitu sebesar (10,55 0,15) cm. Sedangkan pada percobaan menggunakan lensa cekung, nilai jarak fokus yang diperoleh semakin menurun seiring dengan bertambahnya jarak antara benda dengan lensa, yaitu sebesar (3,54 1,15) cm. Dalam referensi teori yang telah dipelajari yaitu tentang lensa, perubahan jarak benda terhadap lensa cembung tidak mempengaruhi jarak fokus baik pada lensa cembung maupun pada lensa cekung. Hasil percobaan pada lensa cembung sendiri telah sesuai dengan teori yang ada, hal ini telah dibuktikan dengan percobaan yang telah dilakukan diperoleh jarak fokus lensa cembung sebesar (10,55 0,15) cm. Namun hasil percobaan pada lensa cekung tidak sesuai dengan teori yang ada, hal ini dibuktikan dengan percobaan yang telah dilakukan diperoleh jarak fokus lensa yang nilainya semakin menurun seiring dengan bertambahnya jarak antara benda dengan lensa, yaitu sebesar (3,54 1,15) cm. Adanya ketidak sesuaian antara hasil percobaan dengan teori yang ada dikarenakan oleh faktor human error yaitu kurang teliti dalam melihat hasil pengukuran jarak yang ditunjukkan di penggaris, kurang teliti dalam melihat fokus bayangan yang dihasilkan lensa dan serta adanya kesalahan yaitu pada saat praktikum fokus lensa cekung kami tidak menggunakan lensa yang sama dengan lensa yang digunakan pada waktu praktikum fokus lensa cembung. Sehingga jarak fokus yang diperoleh nilainya menjadi tidak tetap.

Adanya kesalahan yang terjadi pada saat melakukan praktikum, yang telah dijelaskan sebelumnya, memunculkan adanya angka ketidakpastian pada data yang diperoleh. Ketidakpastian yang kami peroleh pada percobaan fokus lensa cembung dan lensa cekung secara berturut-turut yaitu sebesar 1,4% dan 32,49%.

BAB V KESIMPULAN

Percobaan menentukan jarak fokus lensa cembung dan lensa cekung diperoleh hasil jarak fokus pada lensa cembung dan lensa cekung secara berturut-turut sebesar (10,55 0,15) cm dan (3,54 1,15) cm dengan taraf ketidak pastian secara berturut-turut pula sebesar 1,4% dan 32,49%. Hasil percobaan pada lensa cembung telah sesuai dengan teori yang ada dimana jarak benda pada lensa tidak mempengaruhi fokus lensa tersebut. Sedangkan hasil percobaan pada lensa cekung tidak sesuai dengan teori yang ada dikarenakan kurang teliti dalam melihat hasil pengukuran jarak yang ditunjukkan di penggaris, kurang teliti dalam melihat fokus bayangan yang dihasilkan lensa dan serta adanya kesalahan yaitu pada saat praktikum fokus lensa cekung kami tidak menggunakan lensa yang sama dengan lensa yang digunakan pada waktu praktikum fokus lensa cembung.

Lampiran A. Menentukan fokus lensa cembung 1. S = 20 cm ; S = 23 cm

cm 2. S = 30 cm ; S = 16,5 cm

cm 3. S = 40 cm ; S = 14 cm

cm 4. S = 50 cm ; S = 13,5 cm

cm

5. S = 60 cm ; S = 13 cm

cm B. Menentukan fokus lensa cekung 1. f1 = 0,02 cm ; S1 = 10 cm ; d = 14,8 cm ; S2 = 5,7 cm


1 1 1

cm
1 2 2 2

cm
2 2

cm 2. f1 = 0,02 cm ; S1 = 12 cm ; d = 8,5 cm ; S2 = 10,5 cm


1 1 1

cm

2 2

cm
2 2

cm 3. f1 = 0,02 cm ; S1 = 14 cm ; d = 6,4 cm ; S2 = 10 cm
1 1 1

cm
1 2 2 2

cm
2 2

cm 4. f1 = 0,02 cm ; S1 = 16 cm ; d = 5 cm ; S2 = 8,5 cm
1 1 1

cm

2 2

cm
2 2

cm 5. f1 = 0,02 cm ; S1 = 18 cm ; d = 6,8 cm ; S2 = 3,7 cm


1 1 1

cm
1 2 2 2

cm
2 2

cm C. Taraf ketelitian 1. Menentukan fokus lensa cembung Xrata-rata = (X maks + X min)/2 = X = (X maks - X min)/2 = 10,55 0,15

Jadi, X = Xrata-rata X = (10,55 0,15) cm Ketidak telitian prosen = = 1,4

Taraf ketelitian = 2. Menentukan fokus lensa cekung Xrata-rata = (X maks + X min)/2 = X = (X maks - X min)/2 = 3,54 1,15

Jadi, X = Xrata-rata X = (3,54 1,15) cm Ketidak telitian prosen = Taraf ketelitian = =