Anda di halaman 1dari 11

1

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

MAKALAH Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IV

Disusun oleh : AJENG RINDANI ENUR NURHALIMAH LENA APRIANTI E.11.154.01.008 E.11.154.01.007 E.11.154.01.004

AKADEMI KEBIDANAN SYAHIDA KOMUNIKA TASIKMALAYA 2013

2 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul Cytomegalovirus (CMV) makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IV. Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca. Amin.

Tasikmalaya, April 2013

Penulis

3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................ B. Rumusan Masalah ................................................................... C. Tujuan ..................................................................................... BAB II PEMBAHASAN A. Definisi .................................................................................. B. Etiologi ................................................................................... C. Diagnosis ................................................................................ D. Struktur CMV .......................................................................... E. Pengobatan dan Pencegahan .................................................... BAB III PENUTUP A. Simpulan ................................................................................. B. Saran ....................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

i ii

1 1 1

3 3 4 4 5

7 7

ii

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Didalam kehidupan pasti ada bermacam-macam makhluk hidup, virus juga adalah salah satu makhluk hidup. CMV adalah salah satu virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). kira-kirai 10% dari penderita CPV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, dan terlihat lelah/malaise. CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan CMV? 2. Apa salah satu penyebab timbulnya CMV? 3. Bagaimana cara penularan CMV? 4. Bagaimana cara penanganan CMV? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui CMV 2. Untuk mengetahui penyebab timbulnya CMV 1

2 3. Untuk mengetahui cara penularan CMV 4. Untuk mengetahui cara pengobatan dan pencegahan CMV

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Cytomegalovirus (CMV) adalah salah satu anggota kelompok virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). kira-kirai 10% dari penderita CPV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, danterlihat lelah/malaise. CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin. Cytomegalo biasanya ditemukan pada kelenjar saliva. Pasien dapat mengalami infeksi kapan saja selama kehamilan, Jika selama kehamilan menimbulkan gejala, maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi. B. Etiologi Virus menular dari seorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh seperti urine, air ludah, darah dan produk darah, ASI, juga bisa menular melalui hubungan seksual (dari semen dan sekresi cairan vagina). Bila seorang dewasa tertular, penderita menderita penyakit mirip mononukleosis. 3

4 Tanda-tanda : sakit menelan, demam, dan sakit seluruh badan, Bisa juga menimbulkan sakit badan serius seperti pneumonia, dan konjunctifitis terutama pada seorang yang menderita infeksi HIV/AIDS. Penularan : Melalui membrane mukosa Melalui transmisi seksual Virus ini dapat bersembunyi, dan dapat mengalami reaktivasi.

C. Diagnosis Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringan tubuh lain. Tes serologis mungkin terjadi peningkatan IgM yang mencapai kadar puncak 3 6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1 2 tahun kemudian. IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup Masalah dari interpretasi tes serologi adalah : 1. Kenaikan IgM yang membutuhkan waktu lama menyulitkan penentuan saat infeksi yang tepat 2. Angka negatif palsu yang mencapai 20% 3. Adanya IgG tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang persisten D. Struktur CMV CMV terdiri dari bagian envelope (mengandung lipid), tegument, capsid dan memiliki genom DNA (deoxyribonucleic acid) untai ganda

5 berukuran besar yang mampu mengkode lebih dari 227 macam protein dengan 35 macam protein struktural dan lain-lain protein nonstruktural yang tidak jelas fungsinya.2,13 Genom DNA dibagi menjadi 2 bagian unik yang dikenal dengan istilah unique short (Us) dan unique long (Ul). CMV terdiri dari bermacam strain yang dapat dibedakan dengan cara melakukan pencernaan tertentu terhadap genom ini. Protein CMV disebut dengan singkatan p untuk protein, gp atau g untuk glikoprotein, pp untuk phosphoprotein. Proteinprotein tersebut dapat dijumpai pada bagian-bagian CMV seperti envelope sekurang-kurangnya ada 5 macam, tegument juga 5 macam yang paling imunogenik serta paling banyak diproduksi, capsid ada 5 macam pula yang bersifat imunogenik. Glikoprotein paling imunogenik pada envelope ialah glikoprotein B. (gB).Semua antibodi yang terbentuk bersifat neutralisasi terhadap semua protein imunogen ini, kecuali terhadap glikoprotein 48 dari envelope yang terbentuk awal. E. Pencegahan dan Pengobatan 1. Pencegahan Hendaknya memelihara kebersihan perorangan, mencuci tangan yang bersih bila kontak dengan air seni atau air ludah. Tisu, pembersih hendaknya dibuang. Kebiasaan tidak minum dari gelas bekas orang lain sebaiknya tetap dipelihara. 2. Pengobatan Pengobatan pertama untuk CMV meliputi infus setiap hari. Karena harus diinfus setiap hari, sebagian besar orang memasang 'keran' atau

6 buluh obat yang dipasang secara permanen pada dada atau lengan. Dulu orang dengan penyakit CMV diperkirakan harus tetap memakai obat antiCMV seumur hidup. Pengobatan CMV mengalami kemajuan dramatis selama beberapa tahun terakhir ini. Saat ini ada tujuh jenis pengobatan CMV yang telah disetujui oleh FDA di AS. ART dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasien dapat berhenti memakai obat CMV jika jumlah CD4-nya di atas 100 hingga 150 dan tetap begitu selama tiga bulan. Namun ada dua keadaan yang khusus: 1. Sindrom pemulihan kekebalan dapat menyebabkan radang yang parah pada mata Odha walaupun mereka tidak mempunyai penyakit CMV sebelumnya. Dalam hal ini, biasanya pasien diberikan obat anti-CMV bersama dengan ART-nya. 2. Bila jumlah CD4 turun di bawah 50, risiko penyakit CMV meningkat.

7 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil karena firus cmv dapat melewati plasenta dan merusak hati janin . Cmv biasanya ditemukan pada kelenjar saliva pasien dapat mengalami infeksi kapan saja,selama kehamilan menimbulkan gejala,maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi. Virus ini menular dari seseorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh juga bisa menular melalui hubungan seksual. B. Saran Kita harus waspada dengan cmv karena gejala cmv jarang diketahui oleh penderita cmv. Begitu pula keluhannya juga jarang disadari. Maka dari itu. Sebaik mungkin kita harus bisa menjaga diri agar tidak terinfeksi CMV.

10

8 DAFTAR PUSTAKA

http://sichesse.blogspot.com/2012/04/makalah-askeb-patologi-cmv.html