Anda di halaman 1dari 17

PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA KINERJA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA

(Studi Empiris Mahasiswa MAKSI dan PPAk)

Putu Mahardika Pande Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Email : pande_pande@ymail.com / telp : +62 85 9361 98682
ABTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual pada kinerja alumni. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan pada penelitian memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dapat diterima. Teknik analisis data yang menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional berpengaruh pada kinerja alumni, sedangkan kecerdasan spiritual tidak berpengaruh pada kinerja alumni.

Abstract
This study aimed to determine the effect of intellectual, emotional intelligence and spiritual intelligence on the performance of graduates. Sampling study using purposive sampling method. Testing validity and reliability of the instruments used in the study had the validity and reliability were acceptable. Data analysis techniques using multiple linear regression. The results showed that intellectual intelligence and emotional intelligence affects the performance of the alumni, while spiritual intelligence has no effect on the performance of graduates. Kata Kunci: Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kinerja.

PENDAHULUAN Perolehan gelar sarjana merupakan salah satu tujuan mahasiswa melakukan studi di universitas sehingga lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan seseorang yang hanya lulusan sekolah menengah atas. Pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi dan kelulusan cepat menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk merekrut tenaga kerja yang berkualitas. Lulusan S1 yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai, akan dapat diterima di dunia kerja atau lebih mudah dan cepat memperoleh kerja.

Goelman dalam Rahayu (2008) menyatakan bahwa kemampuan teknik bukan satu-satunya faktor penilaian pemberi kerja, melainkan terdapat faktor lain yang dipertimbangkan dalam penerimaan kerja, diantaranya kemampuan mendengarkan, berkomunikasi lisan, kreativitas, kepercayaan diri, motivasi, dan kerjasama tim. Muttaqiyathun (2009) mengungkapkan, dalam kehidupan organisasi pun mesti mengikutsertakan emosi di dalamnya yang akan membawa kesuksesan nantinya, agar termotivasi untuk terus maju. Juhdi et al. (2007) menyatakan bahwa masalah yang dihadapi pengguna lulusan bukan pada technical skill melainkan soft skill karena disamping kemampuan hard skill yang berkompeten, kemampuan soft skill juga akan menunjang karir alumni ke depan. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, lingkungan belajar, kondisi keuangan keluarga, niat dan kemauan dari alumni itu sendiri serta masih banyak faktor lainnya, namun dalam penelitian ini dipilih tiga faktor yang berpengaruh terhadap kinerja alumni yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan intelektual menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2002:438) merupakan daya reaksi atau penyesuaian yang secara tepat, baik secara fisik maupun mental. Porwanto (dalam Yuliana, 2006:30) mengemukakan indikator yang mempengaruhi intelektual seseorang antara lain melalui pembawaan sifat, kematangan, pembentukan dari dalam diri maupun dari luar, minat, serta kebebasan memilih metode dan bebas memilih masalah sesuai dengan

kebutuhannya. Kecerdasan intelektual hanya menyumbang 20 persen dalam peningkatan kinerja, sedangkan 80 persen dipengaruhi oleh bentuk-bentuk kecerdasan lain seperti kecerdasan emosional (Goleman, 2007:44). Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional mampu untuk mengatur perasaannya dengan baik, memotivasi diri sendiri, berempati ketika menghadapi gejolak emosi diri maupun dari orang lain. Purnawanti (2009) mengungkapkan untuk sukses di masa mendatang tidak hanya mengunakan kecerdasan intelektual saja, melainkan menggunakan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional berarti memberikan rasa empati, cinta, motivasi, dan kemampuan menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat (Zohar dan Marshall,2007:3). Wibowo (dalam Goleman, 2007:38) menyatakan bahwa kecerdasan emosi menunjuk kepada kemampuan mengenai perasaan diri sendiri serta perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengelola emosi diri sendiri dengan baik dan dalam hubungannya dengan orang lain. Salovey (dalam Goleman, 2007:56) menyatakan komponen kecerdasan emosional yaitu mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, empati, dan membina hubungan dengan orang lain. Bulan (2011), Sandiyah (2011) dan Trisnawati (2012) menyatakan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kinerja. Hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional, maka kinerja akan semakin baik Selain kedua jenis kecerdasan diatas, manusia juga memerlukan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi

dan memecahkan persoalan makna dan nilai yang lebih luas dan kaya. Khavari (2006:28) menyatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan pada jiwa manusia. Kecerdasan spiritual memberikan kemampuan untuk melihat nilai positif dalam setiap masalah dan kearifan untuk menangani masalah. Tanda-tanda dari kecerdasan spiritual yang telah berkembang dengan baik (Zohar dan Marshall, 2007:14) antara lain mencakup fleksibilitas, tingkat kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, kualitas hidup, keengganan utuk menyebabkan kerugian, melihat keterikatan antara berbagai hal, kecenderungan mencari jawaban-jawaban mendasar, serta mudah bekerja melawan konvensi. Tikollah dkk (2006) menyatakan bahwa kecerdasan intelektual,

kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual tak terpisahkan dalam kehidupan seseorang, oleh karena itu dalam upaya pembentukan dan pengembangan sikap maka ketiga kecerdasan tersebut saling melengkapi. Kecerdasan tidak dapat dipisahkan dari ilmu karena orang yang cerdas biasanya adalah orang yang berilmu, demikian juga orang yang berilmu akan menjadi orang yang cerdas. Orang yang mempunyai kecerdasan, baik itu kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional akan kurang sempurna bila tidak mempunyai kecedasan spiritual. Seorang alumni, apabila mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi maka dia diharapkan dapat berbuat baik untuk dirinya maupun kepada orang lain.

METODE PENELITIAN Objek penelitian ini adalah kinerja alumni mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana yang menjalani studi dan aktif sebagai

mahasiswa di MAKSI (Magister Akuntansi) dan PPAk (Pendidikan Profesi Akuntansi), serta meraih gelar sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dan sudah bekerja atau berwirahusaha. Variabel terikat yang diteliti dalam penelitian yaitu kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana yang diukur dengan menggunakan pertanyaan waktu dimana dan berapakah waktu yang ditempuh untuk memperoleh pekerjaan. Variabel variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kecerdasan intelektual (diukur dengan indikator kemanpuan bahasa (verbal), kemampuan logika, dan kemampuan numerik), kecerdasan emosional (diukur dengan indikator kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial), serta kecerdasan spiritual (diukur dengan indikator integritas diri, penghormatan atau komitmen pada kehidupan, dan keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak diperlukan. Sumber data terdiri data primer yang berupa jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden atas pernyataan-pernyataan yang disampaikan dalam kuesioner yang berhubungan dengan penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data jumlah mahasiswa Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntansi. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntansi yang berjumlah 130 mahasiswa. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel yaitu responden adalah alumni mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dan alumni yang sudah bekerja.

Jumlah mahasiswa Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntansi adalah 130 mahasiswa yang diambil sebagai sampel didapat dengan menggunakan perhitungan penentuan sampel dengan rumus Slovin (Husein, 2008:78) di bawah ini. N n= (1 + Ne2) Keterangan : n = jumlah anggota sampel N = jumlah anggota populasi e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir dalam penelitian ini adalah 0,1 (1)

Dengan menggunakan rumus diatas, diperoleh sampel sejumlah 57 orang dengan klasifikasi jumlah sampel yaitu dari program MAKSI 46 orang dan PPAk 11 orang sehingga total sampel adalah 57 orang. Pengumpulan dan Analisis Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei melalui teknik kuesioner. Hasil jawaban kuesioner diukur dengan menggunakan skala Likert modifikasi yaitu pilihan jawaban responden diberi nilai dengan skala 5 poin. Jawaban responden diberi skor 5 (lima) untuk pilihan sangat setuju (SS), skor 4 (empat) untuk pilihan setuju (S), skor 3 (tiga) untuk pilihan netral (N), skor 2 (dua) untuk pilihan tidak setuju (TS), dan skor 1 (satu) untuk pilihan sangat tidak setuju (STS). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif yaitu analisis regresi berganda. Model regresi linear berganda ditunjukkan oleh persamaan regresi berikut.

Y = + 1X1 + 2X2 + 3X3 + .. (2) Keterangan: Y : kinerja alumni : konstanta 1- 3 : koefisien regresi variabel X1-X3 X1 : kecerdasan intelektual X2 : kecerdasan emosional X3 : kecerdasan spiritual : error term (variabel pengganggu)

HASIL DAN PEMBAHASAN Kuesioner yang kembali sebanyak 55 kuesioner dari 57 kuesioner yang disebar. 2 kuesioner yang digugurkan karena tidak memenuhi kriteria responden. Distribusi kuesioner dan tingkat pengembalian kuesioner disajikan dalam Tabel 1 berikut ini. Tabel 1 Distribusi kuesioner Keterangan Kuesioner yang diantar langsung Kuesioner yang tidak dikembalikan Kuesioner yang dikembalikan Kuesioner yang gugur (tidak lengkap) Kuesioner yang digunakan Tingkat pengembalian (response rate) Kuesioner yang dikembalikan x 100% Kuesioner yang dikirim Tingkat pengembalian yang digunakan (useable response rate) Kuesioner yang diolah x 100% Kuesioner yang dikirim Sumber: data diolah (2012)

Jumlah 57 0 57 (2) 55 100% 96,5%

Berdasarkan Tabel 1 diperoleh hasil bahwa jumlah kuesioner yang disebar adalah sebanyak 57 kuesioner, yang dikembalikan sebanyak 57 kuesioner dan yang layak digunakan sebanyak 55 kuesioner karena pengisiannya lengkap dan memenuhi syarat. Hasil perhitungan dari data tersebut diperoleh tingkat

pengembalian responden (response rate) sebesar 100 persen dan tingkat pengembalian yang dapat dianalisis (useable response rate) sebesar 96,5 persen. responden penelitian ini terdiri dari laki-laki yaitu 21 orang responden (38,18 persen) dan 34 orang responden (61,82 persen) adalah perempuan. Analisis Statistik Deskriptif Hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai minimum untuk variabel kinerja alumni adalah 0,01 atau lamanya alumni mendapatkan kerja adalah

minimum 0,01 tahun. Nilai maksimum sebesar 1,40 lamanya alumni mendapatkan kerja adalah maksimum 1,40 tahun. Nilai rata-rata jawaban responden dalam kuesioner variabel kinerja alumni ditunjukkan dengan mean sebesar 0,2985 atau rata-rata sebesar 0,2985 tahun. Standar deviasi sebesar 0,28846 menunjukkan variasi jawaban responden tentang kinerja alumni terhadap nilai rata-ratanya sebesar 0,28846 tahun. Variabel kecerdasan intelektual nilai minimumnya adalah 23,00 yang menunjukkan responden dominan menjawab dengan poin TS (tidak setuju) atau STS (sangat tidak setuju) dalam kuesioner untuk variabel kecerdasan intelektual. Nilai maksimum sebesar 40,00 menunjukkan responden dominan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dengan poin SS (sangat setuju), N (Netral) atau S (setuju). Nilai rata-rata jawaban responden dalam kuesioner variabel kecerdasan intelektual ditunjukkan dengan mean sebesar 35,7455. Standar deviasi sebesar 5,49821 menunjukkan variasi jawaban responden tentang kecerdasan intelektual terhadap nilai rata-ratanya sebesar 5,49821.

Nilai minimum untuk variabel kecerdasan emosional adalah 23,00 yang menunjukkan responden dominan menjawab dengan poin TS (tidak setuju) atau STS (sangat tidak setuju) dalam kuesioner untuk variabel kecerdasan emosional. Nilai maksimum sebesar 67,00 menunjukkan responden dominan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dengan poin SS (sangat setuju), N (Netral) atau S (setuju). Nilai rata-rata jawaban responden dalam kuesioner variabel kecerdasan emosional ditunjukkan dengan mean sebesar 55,2727. Standar deviasi sebesar 10,69346 menunjukkan variasi jawaban responden tentang kecerdasan emosional terhadap nilai rata-ratanya sebesar 10,69346. Variabel kecerdasan spiritual memiliki nilai minimum sebesar 36,00 yang menunjukkan responden dominan menjawab dengan poin TS (tidak setuju) atau STS (sangat tidak setuju) dalam kuesioner untuk variabel kecerdasan spiritual. Nilai maksimum sebesar 55,00 menunjukkan responden dominan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dengan poin SS (sangat setuju), N (Netral) atau S (setuju). Nilai rata-rata jawaban responden dalam kuesioner variabel kecerdasan spiritual ditunjukkan dengan mean sebesar 45,0545. Standar deviasi sebesar 5,02003 menunjukkan variasi jawaban responden tentang kecerdasan spiritual terhadap nilai rata-ratanya sebesar 5,02003. Uji Instrumen Berdasarkan hasil uji instrumen, yang terdiri dari uji validitas dan reliabilitas, diperoleh hasil bahwa semua butir mempunyai koefisien lebih dari 0,3 sehingga semua instrumen dinyatakan valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas, semua instrumen penelitian dinyatakan reliabel karena masing-masing butir

pernyataan memiliki koefisien reliabilitas lebih besar dari nilai cronbach alpha 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran tersebut dapat memberikan hasil yang konsisten, apabila dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek yang sama. Uji Asumsi klasik uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 1,129 dan koefisien Asymp. Sig (2-tailed) = 0,156 lebih besar dari = 0,05 artinya variabel kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kinerja alumni berdistribusi normal. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance lebih dari 10 persen dan nilai VIF dari 10. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan tidak ada variabel yang nilai signifikansinya di bawah 0,05 sehingga tidak ada variabel yang koefisien regresinya signifikan secara statistik atau tidak ada variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap nilai statistik residual, dalam model regresi yang digunakan tidak terjadi heteroskedastisitas Analisis Regresi Linier berganda Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut. = 1,845 - 0,007X1 - 0,010X2 - 0,009X3 ........................................................... (3) 1) Konstanta sebesar 1,845 menunjukkan bahwa jika variabel kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sama dengan nol maka kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana akan menurun.

10

2) Koefisien regresi kecerdasan intelektual (X1) sebesar -0,007 menunjukkan bahwa apabila kecerdasan intelektual mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana akan meningkat sebesar -0,007 satuan. 3) Koefisien regresi kecerdasan emosional (X2) sebesar -0,010 menunjukkan bahwa apabila kecerdasan emosional mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana akan meningkat sebesar -0,010 satuan. 4) Koefisien regresi kecerdasan spiritual (X3) sebesar 0,009 menunjukkan bahwa apabila kecerdasan spiritual mengalami peningkatan sebesar satu satuan, maka kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana akan menurun sebesar 0,009 satuan. Nilai koefiesien determinasi (R2) sebesar 0,502 menunjukkan bahwa 50,2 persen kinerja alumni dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Berarti variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk meneliti variabel terikat. Dari hasil analisis uji F, menunjukkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk menguji variabel kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap variabel kinerja alumni dan model dianggap layak untuk diujikan. Hal tersebut ditunjukkan nilai signifikansi F tersebut kurang dari = 0,05 (sig = 0,000 < = 0,05). Semakin tinggi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual seorang alumni maka kinerjanya akan semakin meningkat.

11

Uji Hipotesis Pengaruh kecerdasan intelektual pada kinerja alumni Pengujian hipotesis terhadap variabel kecerdasan intelektual (H1) hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja alumni. Hal ini ditunjukkan dari nilai signifikan variabel kecerdasan intelektual (0,018) kurang dari = 0,05. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Trihandini (2005) dan Armansyah (2002) yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan intelektual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Hal tersebut karena mereka yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan seseorang yang lebih rendah kecerdasan intelektualnya, dan dianggap lebih baik untuk menyelesaikan pekerjaan. Kecerdasan intelektual yang tinggi juga lebih mudah menyerap ilmu yang diberikan sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pekerjaannya akan lebih baik (Eysenck dalam Trihandini, 2005) maka dari itu peluang kerja akan lebih besar. Pengaruh kecerdasan emosional pada kinerja alumni Pengujian hipotesis terhadap variabel kecerdasan emosional (H2) hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja alumni. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikan variabel kecerdasan intelektual (0,004) lebih dari = 0,05. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Dwijayanti (2009), Sandiyah (2011) dan Bulan (2011) yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan intelektual memiliki pengaruh

12

yang signifikan terhadap kinerja. Hal ini disebabkan karena dengan kecerdasan emosional, seorang alumni akan memiliki motivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa dalam melakukan penugasan audit sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja alumni karena seorang alumni yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki motivasi untuk berusaha mencari kerja. Pengaruh kecerdasan emosional pada kinerja alumni Pengujian hipotesis terhadap variabel kecerdasan emosional (H2) hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja alumni. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikan variabel kecerdasan intelektual (0,004) kurang dari = 0,05. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Dwijayanti (2009), Sandiyah (2011) dan Bulan (2011) yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan intelektual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Hal ini disebabkan karena dengan kecerdasan emosional, seorang alumni akan memiliki motivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa dalam melakukan penugasan audit sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja alumni karena seorang alumni yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki motivasi untuk berusaha mencari kerja.

13

Pengaruh kecerdasan spiritual pada kinerja alumni Pengujian hipotesis terhadap variabel kecerdasan spiritual (H3) menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja alumni. Hal tersebut ditunjukkan nilai signifikan variabel kecerdasan intelektual (0,198) lebih dari = 0,05. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Trisnawati (2012), didalam penelitiannya diungkapkan bahwa kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap kinerja karena tinggi atau rendahnya kecerdasan spiritual tidak mempengaruhi seorang alumni itu cepat atau lama dalam mendapatkan pekerjaan.

SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional berpengaruh terhadap kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, sedangkan kecerdasan spiritual tidak berpengaruh pada kinerja alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Semakin tinggi kecerdasan intelektual seorang alumni, maka kinerjanya akan semakin baik. Ia akan lebih mudah menyerap ilmu yang diberikan sehingga kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan akan lebih baik pula. Kinerja seorang alumni lebih baik apabila memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi. Ia akan memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah ukuran serta lokasi penelitian sehingga jumlah sampel dapat bertambah, jawaban responden lebih bervariasi, hasil penelitian dapat digeneralisasi dan peneliti-

14

peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambah variabel-variabel lain yang juga dianggap dapat berpengaruh. DAFTAR RUJUKAN

Armansyah. 2002. Intelegency Quotient, Emotional Quotient, Spiritual Quotient dalam Membentuk Perilaku Kerja. dalam Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis,2 (1). April 2002. Bulan, E. 2012. Analisis Pengaruh Kecerdasan Intelektual dan Kecerdasan Emosional IPK Mahasiswa Akuntansi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Studi Empiris). Skripsi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universita Hasanuddin. Makasar Goleman, D. 2007. Emotinal Intelligence: Kecerdasan Emosional. Mengapa EI lebih Penting daripada Iq. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Husein, U. 2008. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi Kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Juhdi, N., Jauhariah, A., dan Yunus, S. 2007. Study on Employability Skills Of University Graduates. The Bisniss Wallpaper, 2(1), 1-6. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Departemen Pendidikan Nasional. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Khavari. Khalil, A. 2006. The Art of Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dalam Setiap Keadaan. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta. Muttaqiyathun, A. 2009. Hubungan Emotional Quotient, Intelectual Quotient Dan Spiritual Quotient Dengan Entrepreneurs Performance. Jurnal Manajemen Bisnis, 2 (3), Desember 2009. Yogyakarta. Purnawanti. 2009. Mengembangkan Kecerdasan Emosional Pada Anak Taman Kanak-Kanak Sebagai Upaya Meninciptakan Anak Cerdas, Ceria dan Berakhak. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan. Pontianak. Rahayu, S. Anna, D. dan Said, L. 2008. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Jurnal Bisnis, Manajemen dan Ekonomi, 9 (4), Mei 2008. Bandung. Sandiyah, H. 2011. Pengaruh Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Kinerja Karyawan. Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Malang

15

Tikollah, M. Ridwan, Iwan Triyuwono, dan H. Unti Ludigdo. 2006. Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi (Studi pada Perguruan Tinggi Negeri di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan). Simposium Nasional Akuntansi 9 , 23-26 Agustus 2006 : 1-25. Trihandini, R.A. Fabiola Meirnayati. 2005. Analisis Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosi, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Hotel Horison Semarang). Tesis Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Trisnawati, N. 2012. Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdassan Spiritual Terhadap Kinerja Mahasiswa (Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana). 2012. Universitas Udayana. Yuliana, E. 2006. Pengaruh Kemampuan Intelektual dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Mata Diklat Produktif Penjualan di SMK Bisnis dan Manajemen se Kabupaten Kebumen. Skripsi Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Semarang Zohar, D. Marshall, I. 2007. SQ: Kecerdasan Spiritual. Bandung: Mizan.

16

17