Anda di halaman 1dari 3

SISTEM KOMPLEMEN 1.

Merupakan sistem yang terdiri dari sejumlah protein (>30 jenis protein) yang berperan penting dalam reaksi imunitas. 2. Merupakan salah satu sistem enzim serum yang berfungsi dalam inflamasi, opsonisasi, dan kerusakan (lisis) membran patogen. 3. Berupa molekul dari sistem imun non spesifik larut dalam keadaan tidak aktif yang dapat diaktifkan oleh berbagai bahan seperti toksin bakteri. 4. Terdapat 9 komponen dasar komplemen, yaitu C1-C9 yang bila diaktifkan, akan dipecah menjadi bagian (fragmen) yang besar dan kecil (C1q, C3a, C53b,dsb).
C1qrs C2 C3a dan C5a C3b C4a C4b C5-6-7 C8-9 Meningkatkan permeabilitas vaskular Mengaktifkan kinin Kemotaksis yang mengarahkan leukosit, anafilotoksin yang merangsang sel mast melepas histamin dan mediator lain Opsonin dan adherens imun Anafilotoksin lemah Opsonin Kemotaksis Melepas sitolisin yang dapat menghancurkan sel (lisis)

5. Sistem komplemen diaktifkan melalui tiga jalur, yaitu: a. Aktivasi komplemen melalui jalur klasik (The Classical Pathway )

diaktifkan oleh kompleks antigen-antibodi (kompleks imun) b. Aktivasi komplemen melalui jalur alternatif (The Alternative Pathway) activated by microbial cell walls c. Aktivasi komplemen melalui jalur lektin (The Lectin Pathway) activated by bacterial lectins. 6. Aktivasi komplemen melalui jalur alternatif (Alternative pathway) dan lektin (Lectin pathway) merupakan komponen sistem imun alamiah (Innate immunity). 7. Alternative : a. Aktivasi jalur alternatif dimulai dengan aktivasi spontan C3 yang terjadi pada permukaan sel. b. Jalur alternatif terjadi tanpa melalui tiga reaksi pertama yang terjadi pada jalur klasik (C1, C4, dan C2). c. Aktivasi komplemen >>> menimbulkan inflamasi dan kematian sel yang luas sehingga diperlukan inhibitor komplemen.

d. Inhibitor C1 adalah protein larut yang mencegah C1 mengaktifkan C2 dan C4. e. Sejumlah inhibitor larut dan diikat oleh membran mencegah aktivasi C3 terutama melalui jalur alternatif. f. Inhibitor diikat oleh membran mencegah kerja Membrane Attack Complexes (MAC). 8. Lektin : Mannosa-Binding Lectin (MBL) adalah kolektin yang dapat diikat melalui lektin oleh hidrat arang mikroba. Mannosa-Binding Lectin (MBL) berikatan dengan gula manosa pada permukaan mikrobia tertentu dan segera mengaktifkan C3. 9. Aktivasi komplemen melalui jalur Klasik (The Classical pathway) merupakan komponen sistem imun didapat (adaptive immune). a. Membutuhkan kompleks Antigen Antibodi. b. C1 yang dicetuskan oleh kompleks antigen-antibodi berikatan dengan fragmen cristalisable (Fc) IgM. c. C1 (tidak memiliki sifat enzim) mengaktifkan C2 dan C4, selanjutnya mengaktifkan C3 (komplemen kunci). d. Ig M dan IgG1, IgG2, IgG3 membentuk kompleks imun dengan antigen, mengaktivasi komplemen. 10. Fungsi komplemen meliputi Lisis Osmotik Bakteri,Eliminasi Kompleks Imun, Fagositosis-Opsonin, Kemokin, Inflamasi 11. Inflamasi a. Peningkatan permeabilitas vaskuler lokal karena pengaruh anafilatoksin (C3a,C4a,C5a). b. Aktivasi komplemen C3 dan C5 menghasilkan fragmen C3a dan C5a yang memacu degranulasi sel mast dan atau basofil melepas histamin. c. Histamin akan meningkatkan permeabilitas vaskuler dan kontraksi otot polos, meningkatkan migrasi leukosit dan keluarnya plasma (antibodi, opsonin dan komponen komplemen) ke jaringan inflamasi. 12. Kemokin a. C3a, C5a, dan C5-6-7 merupakan kemokin yang dapat mengerahkan sel-sel fagosit ke tempat terjadinya infeksi. b. C5a merupakan kemoatraktan bagi neutrofil dan merupakan anafilatoksin. 13. Fagositosis-Opsonin a. C3b dan C4b mempunyai sifat opsonin (molekul yang dapat diikat oleh bakteri dan reseptor fagosit sehingga memudahkan fagositosis bakteri). b. C3 yang diaktifkan saat aktivasi komplemen merupakan opsonin utama (C3b).

c. Molekul C3b dalam bentuk inaktif (iC3b) juga berperan sebagai opsonin dalam fagositosis karena fagosit juga memiliki reseptor untuk iC3b. 14. Eliminasi Kompleks Imun a. C3a atau iC3b diendapkan di permukaan kompleks imun dan merangsang eliminasi kompleks imun. b. Eritrosit dan neutrofil memiliki CR1-R dan mengikat C3b dan iC3b. c. C3 dan C4 ditemukan pada kompleks imun dan diikat oleh CR1-R pada eritrosit dan diangkut ke organ hati dan limpa (fixed fagosit). d. Melalui reseptor komplemen dan Fc, fagosit menghancurkan kompleks imun dari sel darah merah. 15. Lisis Osmotik Bakteri a. Aktivasi C3 (jalur alternatif atau klasik) akan mengaktifkan bagian akhir dari kaskade komplemen C5-C9. b. Aktivasi komplemen yang terjadi di permukaan sel bakteri akan membentuk Membrane Attack Complex (MAC) dan menyebabkan lisis osmotik sel atau bakteri.