Anda di halaman 1dari 28
 Akromegali adalah kelainan yang disebabkan Kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone/ GH) yang dimulai pada usia
  • Akromegali adalah kelainan yang disebabkan Kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone/ GH) yang dimulai pada usia dewasa

(sesudah penutupan lempeng epifisis) (Kowalak, 2011)

 Kelebihan GH disebabkan oleh adenoma eosinofil atau sel campuran  Terdapat sekresi GH berlebihan akibat
  • Kelebihan GH disebabkan oleh adenoma eosinofil atau sel campuran

  • Terdapat sekresi GH berlebihan akibat adenoma hipofisis

Melihat besarnya tumor adenoma hipofisis dapat dibedakan dalam dua bentuk yakni, mikro adenoma dan makro adenoma,

Melihat besarnya tumor adenoma hipofisis dapat

dibedakan dalam dua bentuk yakni, mikro adenoma dan makro adenoma, tumor ini dijumpai disayap lateral sella tursica. Kadang- kadang tumor ektopik dapat pula dijumpai

digaris migrasi rathke pouch yaitu disinus

sfenoidalis dan di daerah para farings.

Sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar GH.

Peningkatan kadar GH terjadi setelah penutupan

lempeng epifisis, maka pasien akan mengalami akromegali, yang pertumbuhannya terutama terjadi pada jaringan lunak, kulit, dan visera, serta pada

tulang wajah, tangan, dan kaki, biasanya ini

terjadi pada pasien di atas umur 40 tahun.

Tulang • Gigantisme •Frontal Bossing •Kiposis, Ostopenia,dll Jaringan •Pelebaran dan penebalan hidung, lidah, bibir, dan telinga
Tulang
• Gigantisme
•Frontal Bossing
•Kiposis, Ostopenia,dll
Jaringan
•Pelebaran dan penebalan hidung, lidah, bibir, dan telinga
•Pembesaran tangan dan kaki
•Kulit tebal, basah, dan berminyak,dll
lunak
Metabolism
• Gangguan toleransi glukosa/diabetes melitus
•Hiperfosfatemia
•Hiperlipidemia,dll
e
Pembesara
•Pertumbuhan ke inferior (dasar sella)
•Pembesaran ke lateral
•Pembesaran keatas (Superior),dll
n tumor
DS: •Klien menyatakan ada perubahan stamina dan DO: kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) •Klien menyatakan
DS: •Klien menyatakan ada perubahan stamina dan DO: kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari (ADL) •Klien menyatakan
DS:
•Klien menyatakan
ada perubahan
stamina dan
DO:
kemampuan untuk
melakukan aktivitas
sehari-hari (ADL)
•Klien menyatakan
sehari-hari berkemih,
haus, atau lapar yang
berlebihan
•Diaforesis
•Sakit kepala hebat
•Pertumbuhan
berlebihan tulang
rawan dan jaringan
ikat
•Prognatisme nyata
•Hipertrofi laring
 CT Scan  MRI (Magnetic Resonance Imaging),  Laboratorium darah  Pemeriksaan IGF-1  Pemeriksaan
  • CT Scan

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging),

  • Laboratorium darah

  • Pemeriksaan IGF-1

  • Pemeriksaan IGFBP-3

  • Pemeriksaan kadar PRL

  • kadar GHRH.

  • pemeriksaan kadar gula darah, trigliserida, kalsium urine dan fosfat darah.

 Hipopituitarisme  Hipertensi  Intoleransi glukosa / DM  Kardiomegali  Gagal jantung  dll
  • Hipopituitarisme

  • Hipertensi

  • Intoleransi glukosa / DM

  • Kardiomegali

  • Gagal jantung

  • dll

Terapi pembedahan Terapi radiasi Terapi medikamentosa
Terapi
pembedahan
Terapi radiasi
Terapi
medikamentosa
 Aktivitas/istirahat Letargi/disorientasi  Sirkulasi Perubahan tekanan darah postural, nadi yang menurun, lipatan kulit kasar 
  • Aktivitas/istirahat Letargi/disorientasi

 Aktivitas/istirahat Letargi/disorientasi
  • Sirkulasi

 Sirkulasi Perubahan tekanan darah postural,

Perubahan tekanan darah postural,

nadi yang menurun, lipatan kulit kasar

  • Integritas Ego

    • Stres, tergantung pada orang lain, masalah financial yang berhubungan dengan kondisi.

  • Emilinasi

    • urine encer juga kuning

  • Makanan/cairan

    • Kulit tebal, turgor jelek, basah dan berminyak

  • Neurosensori

  • kenyamanan

    • disorientasi; mengantuk, letargi

    • Wajah meringis apabila terjadi sakit kepala hebat

  • Kemanan

    • Menurunnya kekuatan umum atau rentang gerak, kulit rusak/ turgor kulit Jelek

  •  Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan perubahan kontraktilitas otot jantung  Nyeri akut yang berhubungan
    • Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan perubahan kontraktilitas otot jantung

    • Nyeri akut yang berhubungan dengan peningkatan

    tekanan intrakranial akibat adanya adenoma

    kelenjar hipofisis

    • Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan hipermetabolik

    • Kelelahan yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energi akibat hipermetabolik

    • Disfungsi seksual yang berhubungan dengan perubahan hormonal : hipogonadisme dan hiperprolaktinema

    • Resiko ketidakstabilan gula darah yang berhubungan dengan periode pertumbuhan yang cepat : akromegali/ gigantisme

    • Gangguan bodi image yang berhubungan dengan perubahan struktur tubuh

     DX1 Tujuan : klien mampu mempertahankan curah jantung yang adekuat Kriteria hasil : › Pulsasi
    • DX1

    Tujuan : klien mampu mempertahankan

    curah jantung yang adekuat Kriteria hasil :

    Pulsasi nadi perifer kuat

    Tekanan darah sistolik tidak lebih dari 120 mmHg

    Denyut jantung 60-100 x/menit dengan irama yang teratur Pengeluaran urine > 30 ml/hr Kesadaran dalam batas normal.

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Auskultasi jantung adanya takikardi (denyut jantung lebih dari 100 x/menit, bradikardi :

    R/ pengkajian pada pasien penting untuk mengetahui irama pada monitor EKG

    HR kurang dari 60x/mnt, dan adanya irama irreguler

    • 2. Kaji adanya tanda penrunan

    R/ toleransi pasien terhadap

    cardiac out put : cepat, lambat, atau kekuatan pulsasi perifer, hipotensi, sinkope, napas pendek, nyeri dada,

    distritmia dan kebutuhan penanganan khusus merupakan dasar dari manifestasi klinis adanya penurunan curah

    kelemahan, dan kelelahan

    jantung

    • 3. Tentukan akut atau kronis distritmia

    R/ distritmia persisten akan menentukan tipe dari terapi yang dibutuhkan untuk

    mengembalikan irama sinus

    normal atau mengontrol distritmia untuk mempertahankan curah jantung yang adekuat

    • DX2

    Tujuan :

    Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama

    1x24 jam, nyeri dapaT teratasi

    Kriteria hasil :

    Pasien mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan

    tekniknonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan).

    Melaporkan bahwa nyeri berkurang ditandai dengan skala nyeri yang menurun

    Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)

    Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang.

    Tanda vital dalam rentang normal

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Lakukan pengkajian nyeri

    R/ Untuk mengidentifikasi tingkat

    secarakomprehensif termasuk

    keparahan nyeri.

    lokasi,karakteristik, durasi frekuensi, kualitasdan faktor presipitasi.

    • 2. Kontrol lingkungan yang

    R/ Dapat meningkatkan

    dapatmempengaruhi nyeri seperti suhuruangan, pencahayaan dan kebisingan

    kenyamanan pada pasien

    • 3. Kurangi faktor presipitasi nyeri

    R/ Faktor presipitasi dapatmemperburuk keluhan

    • DX3

    Tujuan :

    Kebutuhan nutrisi tubuh klien terpenuhi Kriteria hasil:

    Mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat menunjukkan tingkat energi.

    Mendemonstrasikan BB stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya /yang diinginkan dengan nilai laboratorium

    normal.

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Tentukan program diit dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.

    R/ Mengindentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan terapetik.

    • 2. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen/perut

    R/ Hiperglikemia dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

    kembung,mual, muntahan

    dapat menurunkan mobilitas atau

    makanan yang belum sempat dicerna,pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.

    fungsi lambung (distensi atau ilius paralitik) yang akan mempengaruhi pilihan intervensi.

    • 3. Identifikasi makanan yang

    R/ Jika makanan yang disukai

    disukai atau dikehendaki termasuk kebutuhan etnik atau

    pasien dapat dimasukkan dalam pencernaan makanan, kerjasama

    kultur.

    ini dapat diupayakan setelah pulang.

    • DX4

    Tujuan :

    Aktifitas klien tidak terganggu dan tidak

    mudah lelah.

    Kriteria Hasil :

    Pasien dapat beraktivitas sesuai kemampuan

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Diskusikan dengan klien

    R/pendidikan dapat memberikan

    kebutuhan akan aktifitas, buat

    motivasi untuk meningkatkan

    jadwal perencanaan dengan

    tingkat aktivitas meskipun pasien

    klien dan identifikasi aktivitas yang menimbulkan kelelahan.

    mungkin sangat lelah.

    • 2. Berikan aktifitas alternatif

    R/ mencegah kelelahan yang

    dengan periode istirahat yang

    berlebihan.

    cukup atau tanpa diganggu

    • 3. Pantau nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah sebelum dan sesudah melakukan aktivitas

    R/ mengidentifikasi tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi secara fisiologis.

    • DX5

    Tujuan :

    Memperkuat hubungan dan komunikasi

    klien dengan orang terdekat

    Kriteria Hasil :

    Klien mengungkapkan perasaan secara terbuka Klien memahami tentang proses penyakit

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Sediakan lingkungan yang

    R/ Tindakan ini mendorong klien

    tidak mengancam, dan dorong klien untuk bertanya tentang seksualitas pribadi.

    untuk bertanya tentang hal khusus yang berkaitan dengan keadaan saat ini.

    • 2. Berikan kesempatan klien

    R/ Tindakan ini meningkatkan

    mengungkapkan perasaan secara terbuka dalam lingkungan yang tidak mengancam.

    komunikasi dan pemahaman diantara klien dan pemberi asuhan.

    • 3. Anjurkan klien untuk mendiskusikan keluhannya dengan suami atau istri atau pasangan.

    R/ Untuk berbagi keluhan dan memperkuat hubungan

    • DX6

    Tujuan :

    Setelah dilakukan tindakan

    keperawatan selama 1x24 jam

    ketidakstabilan kadar glukosa darah

    tidak terjadi

    Kriteria Hasil:

    Kadar glukosa darah stabil

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Anjurkan pasien untuk

    R/ Untuk memantau kadar gula

    memeriksakan kadar glukosa

    darah

    darah secara rutin, waktu dan dosis obat, diet, aktivitas

    • 2. Libatkan keluarga pasien

    R/ Memberikan informasi pada

    untuk perencanaanmakan

    keluarga untukmemahami

    kebutuhan nutrisi pasien

    • 3. Anjurkan pasien untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah

    R/ Mencegah terjadinya hiperglikemi

    • DX7

    Tujuan :

    Pasien mengekspresikan gambaran diri yang positif

    Kriteria Hasil :

    Pasien menerima perubahan pada body imagenya

    INTERVENSI

    RASIONAL

    • 1. Kaji reaksi pasien terhadap perubahan tubuhnya

    R/ Menentukan reaksi pasien terhadap perubahan body imagenya

    • 2. Observasi interaksi social pasien.

    R/ Withdrawl social bisaa terjadi karena penolakan.

    • 3. Pertahankan hubungan

    R/ Memfasilitasi suatu

    terapeutik dengan pasien.

    hubungan terapeutik yang terbuka

    Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana tindakan (intervensi)

    Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana tindakan (intervensi)

    DX1 klien mampu mempertahankan curah jantung yang adekuat DX2 Klien tidak meringis dan menangis, ekspresi wajah

    DX1

     

    klien mampu mempertahankan curah jantung yang adekuat

    DX2

     

    Klien tidak meringis dan menangis, ekspresi wajah rileks.

    DX3

     

    Berat badan klien bertambah, hasil laboraturium normal

    DX4

     

    Aktivitas klien tidak terganggu dan tidak mudah lelah.

    DX5

     

    Klien memahami tentang proses perjalanan penyakit

    DX6

     

    ketidakstabilan kadar glukosa darah tidak terjadi

    DX7

    Klien menunjukkan gambaran diri yang positif