Anda di halaman 1dari 27

BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA DAN PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK

Bentuk D ini berisi tentang Tanggapan dan Saran yang diberikan oleh Konsultan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam Penyusunan Databese Irigasi Kabupaten Muaro Jambi.

D.1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) berisi mengenai Tanggapan Pihak Konsultan terhadap substansi materi dan kegiatan dalam Penyusunan Database Irigasi Kabuapaten Muaro Jambi, sesuai yang termuat dalam KAK. Melalui tanggapan yang diberikan terhadap KAK diharapkan dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan kinerja dalam melaksanakan kegiatan ini. Uraian mengenai tanggpan terhadap KAK yang dirumuskan oleh Pihak Konsultan selengkapnya dapat dilihat pada uraian dibawah. D.1.1 DASAR : Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun Anggaran 2013, Nomor: 005/RUP/DPU.MJb, tanggal 24 Desember 2012, PA. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP DASAR: Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja dinyatakan bahwa pelaksanaan proyek penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi didasarkan pada

Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun Anggaran 2013, Nomor: 005/RUP/DPU.MJb, tanggal 24 Desember 2012, PA. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi. D.1.2 LATAR BELAKANG: Wilayah Kabupaten Muaro Jambi dengan luas wilayah 5.246 km meliputi eks wilayah administrasi pembantu Bupati Batang Hari Wilayah Timur, yang meliputi enam Kecamatan, dan sampai sekarang berkembang menjadi sebelas Kecamatan yaitu (www.muarojambi.go.id) : a. Kecamatan Sekernan b. Kecamatan Maro Sebo c. Kecamatan Jaluko

d. Kecamatan Kumpeh e. Kecamatan Kumpeh Ulu f. Kecamatan Mestong

g. Kecamatan Sungai Bahar h. Kecamatan Sungai Gelam i. j. Kecamatan Bahar Utara Kecamatan Bahar Selatan

k. Kecamatan Taman Rajo Pengembangan tanaman pangan mendapat prioritas utama oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, mengingat sampai saat ini masih kekurangan pangan khususnya padi, oleh karena itu dicanangkan program optimasi lahan guna mengolah dan memberdayakan lahan hutan menjadi lahan produktif yang banyak terdapat di daerah pedesaan. Kabupaten Muaro Jambi juga termasuk sentra produksi perikanan yang cukup potensial, hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang dialiri Sungai Batanghari yang sangat baik untuk budidaya ikan perairan umum serta geografis wilayah yang mempunyai cukup banyak lahan basah / rawa. Keberhasilan dalam melaksanakan suatu kegiatan pembangunan, mulai tahap pra rencana, perencanaan, implementasi, monitoring dan pengendalian, salah satunya tergantung pada ketersediaan data. Semakin data yang dibutuhkan tersedia setiap saat, lengkap dan akurat, maka kegiatan pembangunan tersebut akan diperoleh hasil yang optimal. Sebagai contoh hasil sektor pertanian, untuk memenuhi ketersediaan air tanaman sesuai kebutuhan tergantung pada sumber air dan sarana waduk, sarana bangunan bendung berikut jaringannya (Sriyana, 2010). Permasalahan yang sering dialami bahwa kewenangan daerah irigasi, data debit, kondisi fisik bendung, kondisi saluran, kerusakan bangunan sadap, kebutuhan dana untuk perbaikan dan lain lain terkadang tidak jelas, data hilang, tidak valid, perencanaan, monitoring dan pengendalian tidak terpenuhi. Oleh sebab itu perlu disusun suatu database jaringan irigasi dalam suatu sistem informasi yang dikenal dengan SIG (Sistem Informasi Geografis).

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP LATAR BELAKANG : Latar belakang yang disampaikan dalam Kerangka Acuan Kerja penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi cukup jelas menjelaskan mengenai wilayah kabupaten Muaro Jambi, permasalahan serta potensi perkembangan terkait dengan sistem irigasi. Konsultan akan bersepakat dengan latar belakang diatas, akan tetapi konsultan ingin menambahkan beberapa dasar yang menjadi latar

belakang dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi., adalah sebagai berikut: a. Database irigasi merupakan sebuah dokumen yang meliki tingkat yrgensitas yang tinggi dalam mendukung pembangunan di kabupaten Muaro Jambi, didasarkan oleh beberapa faktor sebagai berikut: Sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang berada di Kabupaten Muaro Jambi Kebutuhan irigasi cukup tinggi, semetara tidak didukung dengan kondisi jaringan irigasi yang baik Kurangnya informasi masyarakarat, petani dan pelaku usaha pertanian lain terkait sistem irigasi yang ada sehingga sedikit adanya upaya

pengembangan dan pengoptimalalan sistem irigasi yang dapat mendukung perkembangan sektor pertanian Data yang terkait dengan kebutuhan pembangunan faslitas irigasi tidak ada sehingga menghambat dalam pembangunan sarana prasarana irigasi Data yang dimiliki saat ini kurang informatis dan beum dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat dan pelau kegiatan pertanian yang terkait langsung dengan sistem irigasi yang ada saat ini b. Database irigasi seagaimana disebutkan dalam KAK merupakan pendukung kegiatan pembangunan, sehingga diharapakn penyusunan Database Irigasi ini memenuhi kriteria kebutuhan yang mendukung pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi dengan kriteria sebagai berikut: Pengumpulan data diharapkan berdasarkan sumber yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan Data diharapkan mampu mengarah pada perumusan potensi dan permasalahan yang mendasari penyusunanprogram pembangunan Data dapat diinfomasikan secara jelas dan mudah dipahami oleh instansi terkait dan masyarakat serta pelaku usaha pertanian Ketersediaan database diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor-sektor ekonomi terkait

D.1.3 MAKSUD KEGIATAN: Kegiatan Penyusunan Database Jaringan Irigasi di Kabupaten Muaro Jambi dimaksudkan agar data-data tersebut dapat dimanfaatkan secara terpadu di Bidang Sumber Daya Air baik untuk pengelolaan, perencanaan dan perancangan jaringan

irigasi untuk mendukung pembangunan pertanian dan perikanan yang sedang dikembangkan di Kabupaten Muaro Jambi.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP MAKSUD KEGIATAN: Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja telah dijelaskan secara jelas terkait dengan maksud kegiatan Penyusunan Dataase Irigasi di Kabuoaten Muaro Jambi, yaitu untuk mengarahkan data-data irigasi sehingga dapat mendukung proses

perencanaan, dan pembangunan. Konsultan menambahkan bebarapa maksud dan tujuan yanglebih spesifik dan runtut yang dapat di jadikan arahan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi, yaitu sebagai berikut: a. b. Mengetahui, mengumpulkan dan menginventaris data irigasi Mengajikan data irigasi yang dikemas secara informatif baik dalam bentuk data spasial maupun data non spasial c. d. Menginventaris potensi dan permasalan irigasi Mengembangkan arahan penanganan yang mendukung pengoptimalan fungsi jaringan irigasi di Kabupaten Muaro Jambi D.1.4 LINGKUP KEGIATAN: 1. Menginventarisasi data dan informasi mengenai jaringan irigasi yang ada di Kabupaten Muaro Jambi. 2. Menyajikan informasi peta terkini berkaitan dengan jaringan irigasi yang ada di Kabupaten Muaro Jambi dalam suatu peta irigasi. 3. Mengadakan pembacaan peta jaringan irigasi bagi pengelola Sumber Daya Air di Kabupaten Muaro Jambi.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP LINGKUP KEGIATAN : Dalam kerangka acuan kerja (KAK) tlah di jelaskan mengenai lingkup kegiatan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi).

D.1.5 LINGKUP WILAYAH : Wilayah penyusunan data base jaringan irigasi di Kabupaten Muaro jambi meliputi: 1. Kecamatan Kumpeh Kecamatan Kumpeh terletak di bagian Timur Kabupaten Muaro Jambi dengan luas wilayah 2.100 km2 dan penduduk 31.000 Jiwa, hampir 90 % wilayah

terdiri dari lahan basah dengan ketinggian 0 s/d 10 meter di atas permukaan laut merupakan kecamatan terluas, disini juga terdapat Taman Nasional Berbak yang merupakan habitat flora dan fauna sebagai pusat perlindungan ekosistem daerah rawa. Potensi terbesar Kecamatan Kumpeh adalah potensi lahan besar yang sangat potensial untuk pengembangan Sektor Pertanian dan Tanaman Pangan, Palawija dan Holtikultura, hal ini dapat dilaksanakan dengan teknologi mengingat rata-rata kedalaman rawa antara 2 - 5 m sehingga dibutuhkan sistem pengairan yang tepat menggunakan koalisasi untuk pengendalian air sehingga banyak ditanami. Disamping itu karena daerah ini dialiri Sungai Batang Hari maka merupakan potensi perikanan yang sangat besar.

2. Kecamatan Kumpeh Ulu Secara geografis wilayah Kecamatan Kumpeh Ulu berbatasan langsung dengan Kota Jambi berkembang cukup pesat akibat meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kota sehingga turut mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Luas wilayah kecamatan Kumpeh Ulu adalah 820 km2 dengan penduduk 43.000 jiwa. Kecamatan Kumpeh Ulu dikenal sebagian sebagai daerah penghasil sayur dan buah-buahan utama karena sebagian besar penduduk bermata pencarian petani, khusunya tanaman palawija dan holtikultura, hal ini didukung kondisi lahan yang sebagian terdiri dari dataran rendah / lahan basah sehingga sangat cocok untuk budidaya tanaman sayuran dan buahbuahan.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP LINGKUP WILAYAH Lingkup wilayah dalam penyusunan database irigasi di Kabupaten Muaro jambi adalah Kecamatan Kumpeh dan Kecamatan Kumpeh Ulu. Dalam Kerangka Acuan Kerja hanya disebutkan lokasi dan tidak disertai dengan gambaran wilayah kajian. Didalam penetapan lingkup wilayah belum tercamtum dasar-dasar pertimbangan pemilihan Kecamatan Kumpeh dan Kecamatan Kumpeh Ulu sebagai lokasi pendataan, sehingga konsultan menambahkan beberapa pertimbangan sebagai berikut: Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kecamatan Kumpeh merupakan kawasan yang memiliki potensi perkembangan yang cukup tinggi di sektor pertanian dan perkebunan

Kawasan ini dilalui oleh aliran sungai yang dukup besar yang berpotensi sebagai sistem irigasi Tidak adanya sistem pendataan yang didukung dengan gambaran spasial terkait dengan irigasi di Kecamatan ini Banyaknya permasalahan irigasi yang muncul dan belum mendapatka solusi dikarenakan tidak adanya data yang mendukung

Setelah adanya pertimbangan diatas, konsultan juga meambahkan beberapa pemahaman terhadap lingkup lokasi sebagai berikut: 1. Kecamatan Kumpeh Kecamatan kumpeh merupakan kecamatan dengan luas wilayah 1.658,93 Km2 atau sebesar 31,62% dari total luas Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan ini terdiri dari 12.090jiwa penduduk lali-laki dan 11.487 penduduk perempuan, dimana tingkat kepadatan penduduknya adalah 20,24 jiwa/Km2. Batas administrasi Kecamatan Kumpeh adalah sebagai berikut: Utara Timur Selatan Barat : Kabupaten Tanjung Jabung Timur : Kabupaten Tanjung Jabung Timur : Provinsi Sumatera Selatan : Kecamatan Kumpeh Ulu, Kecamatan Taman Rajo, dan Kecamatan

Sungai Gelam Kecamatan Kumpeh secara Administrasi tepusat di Kelurahan Tanjung, yang terdiri dari 1 Kelurahan dan 16 Desa sebagai berikut: a. Londerang b. Rantau Panjang c. Mekar Sari d. Betung e. Gedong karya f. Puding g. Pulau Mentaro h. Petanang i. Seponjen j. Sungai AuR k. Sogo l. Jebus m. Sungai Bungur n. Pematang raman

o. Rondang p. Maju Jaya

Kecamatan kumpeh berdasarkan RTRW Kabupaten Muaro Jambi, bahwa pemanfaatan ruang Kecamatan Kumpeh diarahkan sebagai Hutan Lindung Gambut, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Hutan Produksi Terbatas, Perkebunan, Pertanian Lahan Kering, dan Permukiman. Potensi terbesar Kecamatan Kumpeh adalah potensi lahan besar yang sangat potensial untuk pengembangan Sektor Pertanian dan Tanaman Pangan, Palawija dan Holtikultura, hal ini dapat dilaksanakan dengan Teknologi mengingat rata-rata kedalaman rawa antara 2 s/d 5 M sehingga dibutuhkan sistem pengairan yang tepat menggunakan koalisasi untuk pengendalian air sehingga banyak ditanami. Disamping itu karena daerah ini dialiri Sungai Batang Hari maka merupakan potensi perikanan yang sangat besar, bilamana dikelola secara intensif menggunakan Teknologi Jaring Apung (TJA) yang cocok untuk budidaya ikan perairan umum.

2. Kecamatan Kumpeh Ulu Kecamatan kumpeh ulu merupakan kecamatan dengan luas wilayah 386,65 Km 2 atau sebesar 7,37% dari total luas Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan ini terdiri dari 24.313 jiwa penduduk lali-laki dan 22.832 penduduk perempuan, dimana tingkat kepadatan penduduknya adalah 127,88 jiwa/Km2. Batas administrasi Kecamatan Kumpeh adalah sebagai berikut: Utara Timur Selatan Barat : Kecamatan Taman Rajo : Kecamatan Kumpeh : Kecamatan Sungai Gelam : Kota Jambi dan Kecamatan Sungai Gelam

Kecamatan Kumpeh secara Administrasi tepusat di Desa Pudak, yang terdiri dari 17 Desa sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. Muaro Kumpeh Pudak Kota Karang Lopak Alai Sakean sUngai Terap Sumber Jaya

h. i. j. k. l. m. n. o. p. q.

Arang Arang Sipin Teluk Duren Teluk Raya Pemunduran Kasang Pudak kasang Lopak Alai Solok Ramin Kasang Pumpeh Tarikan

Kecamatan kumpeh ulu berdasarkan RTRW Kabupaten Muaro Jambi, bahwa pemanfaatan ruang Kecamatan Kumpeh diarahkan sebagai Perkebunan, Pertanian Lahan Kering, dan Permukiman. Kecamatan Kumpeh Ulu dikenal sebagian sebagai daerah penghasil sayur dan buah-buahan utama karena sebagian besar penduduk bermata pencarian petani, khusunya tanaman palawija dan holtikultura, hal ini didukung kondisi lahan yang sebagian terdiri dari dataran rendah / lahan basah sehingga sangat cocok untuk budidaya tanaman sayuran dan buah-buahan. Salah satu komoditi buah-buahan yang sangat terkenal di daerah ini adalah buah duku yang merupakan maskot flora Kabupaten Muaro Jambi mempunyai ciri khas yang terkenal keseluruh indonesia menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat karena mempunyai harga yang cukup baik dipasar, sentra tanaman duku hampir merata diseluruh wilayah kumpeh terutama yang berada disepanjang berkembang. Daerah Aliran Sungai Batang Hari dimana habitat duku

Secara spasial kondisi wilayah kajian dapat dilihat dalam Peta D.1 Peta Administrasi Kabupaten Muaro Jambi dan Peta D.2 Peta Kedudukan Kecamatan Kumpeh terhadap Kabupaten Muaro Jambi, Peta D.3 Kedudukan Kecamatan Kumpeh Ulu terhadap Kabupaten Muaro Jambi.

Peta D.1 Peta Administrasi Kabupaten Muaro Jambi

Peta D.2 Peta Kedudukan Kecamatan Kumpeh terhadap Kabupaten Muaro Jambi,

Peta D.3 Kedudukan Kecamatan Kumpeh Ulu terhadap Kabupaten Muaro Jambi.

D.1.6 PENDEKATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN: 1) PERSIAPAN a. Penyusunan program kerja, jadwal, administrasi b. Inventarisasi hasil studi terdahulu dan kajian literatur c. Inventarisasi data dan peta terkini d. Persiapan survey lapangan 2) SURVEY INVENTARISASI DATA Data-data yang perlu diinventarisasi adalah : a. Data Nama-Nama Sungai, b. Elevasi muka air sungai, c. Kandungan Sedimen air sungai, d. Data teknis banjir, e. Penyebab, jenis dan jumlah kerugian akibat banjir, f. Data Sumber Air, g. Data Debit Air, h. Data Jaringan Irigasi, i. Data Bangunan Irigasi, j. Data Curah Hujan, k. Data Embung/Telaga, l. Data Pemanfaatan Sumber Air, m. Peta Peta

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PELAKSANAAN PEKERJAAN: Dalam Kerangka Acuan Kerja telah disampaikan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yang berisi mengenai tahapan ersiapan dan survey inventarisasi data. Gambaran yang tercantum dalam KAK sudah cukup jelas, dan akan disepakati oleh konsultan. Akan tetapi menurut konsultan perlu ditambahi beberapa kegiatan pelaksanaan pekerjaan antara lain adalah proses pengolahan dan penyajian data serta bentuk tindak lanjut pengembangan proses pendataan. Untuk lebih mudah dalam memahami maka konsultan menyusun kerangka berfiikir sebagai berikut:

TAHAP PERSIAPAN

1) 2) 3) 4)

Penyusunan program kerja, jadwal, administrasi Inventarisasi hasil studi terdahulu dan kajian literatur Inventarisasi data dan peta terkini Persiapan survey lapangan

TAHAP PENGUMPULAN DATA Gambaran umum dan administratif kawasan Gambaran sistem irigasi kawasan a. Data Nama-Nama Sungai, b. Elevasi muka air sungai, c. Kandungan Sedimen air sungai, d. Data teknis banjir, e. Penyebab, jenis dan jumlah kerugian akibat banjir, f. Data Sumber Air, g. Data Debit Air, h. Data Jaringan Irigasi, i. Data Bangunan Irigasi, j. Data Curah Hujan, k. Data Embung/Telaga, l. Data Pemanfaatan Sumber Air, m. Peta Peta Data terkait dengan kekuatan, kelemahan, peluang, pengembangan kawasan Data pengembangan ekonomi

ancaman

TAHAP INVENTARISASI DAN ANALISIS Pengolahan Data Pengolahandata secara spasial dan non spasial Eksplorasi potensi dan permasalahan Nalisis swot

PERUMUSAN KONSEP PERENCANAAN Rumusan tujuan, strategi pengembangan kawasanperencanaan Konsep pengembangan kawasan perencanaan

TAHAP RENCANA Perumusan Dokumen teknis pengembangan kawasan terpadu Dokumen masterplan Dokumen DED

Gambar D.1 Kerangka Pelaksanaan Kerja Penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi
Sumber : Konsultan, 2013

D.1.7 KEAHLIAN YANG DIPERLUKAN : Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk menangani pekerjaan Penyusunan Database Jaringan Irigasi Kabupaten Muaro Jambi sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli/ Profesional terdiri dari : a. b. c. d. Ketua Tim (Team Leader) Ahli Geografi Ahli Sipil Hidro /geodesi Ahli Planologi

2) Tenaga Pendukung terdiri dari : a. b. c. d. Surveyor / Juru Ukur Juru Gambar / Draftman Cost Estimator Sekretaris / Administrator

Personil yang ditugaska oleh Konsultan di pekerjaan tersebut harus mampu pada bidang tugasnya masing-masing yang diusulkan oleh Penyedia Jasa / Konsultan dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Kalau staf yang sudah dicalonkan dan disetujui akan diganti, pengganti yang diusulkan harus memiliki kualifikasi dan pengalaman yang sama atau lebih tinggi, dan harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai yang tidak disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen tidak boleh diterima dan dibayar.

Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan berada di bawah tanggung jawab teknis yang ditugaskan sebagai Team Leader/ Ketua Tim Penyedia Jasa.

Personil Konsultan harus memenuhi persyaratan seperti tersebut di bawah ini : 1) Tenaga Ahli / Profesional : a. Ketua Tim (Team Leader) Seorang sarjana Sipil Hidro (S2) dengan pengalaman kerja sekurangnya 10 ( Sepuluh ) tahun dalam bidangnya. b. Ahli Geografi Dua orang sarjana Geografi (S1) dengan pengalaman kerja sekurang-

kurangnya 5 (lima ) tahun dalam bidangnya. c. Ahli sipil Hidro /geodesi

sarjana teknik sipil hidro/geodesi (S1) dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 5 (lima ) tahun dalam bidangnya. d. Ahli Planologi sarjana planologi (S1) dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 5 (lima ) tahun dalam bidangnya.

2) Tenaga Pendukung a. Surveyor (Juru Ukur) Seorang lulusan diploma tiga teknik atau STM dengan pengalaman kerja sekurangnya 3 (tiga) tahun dalam pekerjaan pengukuran pemetaan kawasan b. Juru Gambar / Draftman Seorang lulusan STM Sipil dengan pengalaman kerja sekurangnya 3 (tiga) tahun dalam penyiapan gambar-gambar pengukuran / desain untuk pekerjaan pemetaan kawasan . c. Cost Estimator Seorang lulusan STM Sipil dengan pengalaman kerja sekurangnya 3 (tiga) tahun dalam penyiapan estimasi harga untuk pekerjaan pemetaan kawasan . d. Staf Administrasi / Operator Komputer. Seorang lulusan SMU/SMK dengan pengalaman kerja sekurangnya 3 (tiga) tahun dalam bidang administrasi untuk pekerjaan data base dan pemetaan irigasi .

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP KEAHLIAN YANG DIPERLUKAN : Tenaga Ahli kegiatan dalam Penyusunan Rencana Teknis Ruang kawasan (Grand Desain Kota Sragen) sudah cukup jelas. Pihak Konsultan akan memenuhi Tenaga Ahli tersebut sesuai bidang yang tercantum dalam KAK, yaitu : 1) Tenaga Ahli/ Profesional terdiri dari : a. b. c. d. Ketua Tim (Team Leader) Ahli Geografi Ahli Sipil Hidro /geodesi Ahli Planologi

2) Tenaga Pendukung terdiri dari : a. b. c. d. Surveyor / Juru Ukur Juru Gambar / Draftman Cost Estimator Sekretaris / Administrator

Berdasarkan kedudukan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi, maka konsultan menambahkan susunan organisasi sebagai berikut:
DPU KABUPATEN MUARO JAMBI

PENGENDALI KEGIATAN

Dinas/Instansi di Kabupaten Muaro Jambi

TIM TEKNIS

STAKEHOLDERS

PENANGGUNG JAWAB DIREKTUR CV. WISANGGENI

DIVISI PERENCANAAN

DIVISI STUDI DAN PENDATAAN

DIVISI PENGAWASAN

PENYUSUNAN DATABASE JARINGAN IRIGASI KABUPATEN MUARO JAMBI

TEAM LEADER Teknik Sipil

TENAGA AHLI

Tenaga Ahli Geografi

Tenaga Ahli Hidro/ Geodesi

Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah

TENAGA PENDUKUNG

Tenaga Teknis Pendukung

Surveyor

Juru Gambar/ Drafter

Cos Estimator

Staft Administrasi

Driver

Organisasi Pelaksana

Gambar D.2 Kerangka Struktur Organisasi Penyusunan Data Base Irigasi Kabupaten Muaro Jambi
Sumber : Konsultan, 2013

D.1.8 PERALATAN DAN FASILITAS YANG HARUS DISEDIAKAN OLEH PENYEDIA JASA / KONSULTAN Dalam melaksanakan pekerjaannya, Konsultan harus menyediakan semua fasilitas yang diperlukan sebagai berikut :

1)

Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan seperti peralatan gambar, peralatan alat tulis dan barang-barang habis pakai.

2)

Biaya mobilisasi dan demobilisasi staf Penyedia Jasa / Konsultan ke dan dari proyek/ lapangan

3)

Peralatan/ Instrumen pengukuran yang memenuhi standar presisi yang diperlukan dan telah direkomendasikan oleh Pengendali Kegiatan.

4)

Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 4 atau roda 2 yang layak untuk inspeksi pekerjaan lapangan, beserta pengemudinya.

5) 6)

Biaya untuk staf pembantu (bila diperlukan). Biaya pengadaan tenaga harian dan pembantu serta pemasangan titik tetap yang diperlukan oleh Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaannya.

7)

Keperluan biaya social selama pekerjaan lapangan di lokasi proyek.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PERALATAN DAN FASILITAS YANG HARUS DISEDIAKAN OLEH PENYEDIA JASA / KONSULTAN: Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan peralatan dan fasilitan yang disediakan oleh penyedia jasa/ konsultan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi.

D.1.9 AZAS-AZAS Selain kriteria di atas, Konsultan Perencana dalam melaksanakan tugasnya hendaknya memperhatikan azas-azas sebagai berikut : 1) Data base yang dihasilkan hendaknya fungsional, efisien dan menarik berlebihan. 2) Kreatifitas data base hendaknya dapat memberikan gambaran system irigasi yang terpadu . 3) Data base yang disusun dapat meningkatkan produktivitas irigasi 4) meminimalkan biaya investasi dan pemeliharaan jarigan irigasi serendah mungkin. 5) Data base hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan pedoman dan dalam waktu yang pendek bisa dimanfaatkan. 6) Data base yang disusun hendaknya ikut meningkatkan kualitas lingkungan disekitarnya.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP AZAS-AZAS: Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan mengenai azas-azas yang menjadi dasar dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan sebagaimana tercantum dalam KAK. Konsultan juga menambahkan beberapa azas yang juga perlu dipertimbangkan dalam penyusunan Data Base Irigasi Kabupaten Muaro Jambi, antara lain adalah : 1) Data yang diperoleh sebagai input adalah data yang benar validitas yang dipercaya 2) Pengolahan data dilakukan dengan kajian, ketentuan, standart dan peraturan yang berlaku 3) Penyejian data dan hasil perencanaan informatif baik berupa data spasial maupun data non spasial 4) Hasil database data irigasi dapat menunjukkan potensi dan permasalahan sehingga dapat mengarahkan pada kebutuhan pembangunan. dengan tingkat

D.1.10 MASUKAN (INPUT) PERENCANAAN 1) Untuk melaksanakan tugasnya, Konsultan Perencana harus meninjau lokasi, mencari informasi konsultasi yang dibutuhkan selain dari pada informasi yang tertuang dalam Pedoman Penugasan ini. 2) Konsultan Perencana diharuskan melakukan pengukuran bentuk, luas,

perbedaan ketinggian serta membuat data kondisi dan kegiatan aktivitas di dalam penyusunan data base dengan peralatan yang disediakan sendiri.

TANGGAPAN PERENCANAAN:

KONSULTAN

TERHADAP

MASUKAN

DAN

INPUT

Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan mengenai masukan (input) perencanaan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi.

D.1.11 PROSES PERENCANA 1) Jangka waktu penyelesaian pekerjaan jasa konsultansi penyusunan data base ini tidak melebihi dari 120 ( Seratus Dua puluh) hari kalender. 2) Konsultasi harus menyediakan tenaga ahli dan atau tenaga pendukung dengan kualifikasi dan jumlah .

3) Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta, Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan pengendali kegiatan dan Pihak Pemakai (User) sampai diperoleh persetujuan. 4) Dalam pertemuan berkala tersebut akan ditentukan produk yang harus dihasilkan Konsultan Perencana sesuai dengan pengarahan dari pemberi Tugas dan Pengendali kegiatan berdasarkan standar hasil perencanaan. 5) Dalam pelaksanaan tugasnya, Konsultan Perencana harus selalu

mempertimbangkan bahwa waktu pelaksanaan tugas adalah mengikat.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PROSES PERENCANAAN : Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan mengenai proses perencanaan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Proses perencaaan sebagaimana diarahkan dengan jadwal sebagai berikut:
KEGIATAN No. 1 A 1 2 3 3 4 5 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 5 D 1 2 3 4 5 6 7 8 2 PERSIAPAN Mengkaji studi terdahulu dan literatur Menyusun program kerja terinci Menyusun kuesioner / checklist rekrutmen tim lapangan rekrutmen tim studio briefing tim SURVEY DATA SEKUNDER Melengkapi data kuesioner ke instansi terkait Kompilasi data sekunder Diskusi hasil Penyusunan laporan Bulan I SURVEY DATA PRIMER Pengukuran langsung di lapangan Analisis sedimen di Lab Kompilasi data primer Diskusi hasil Penyusunan laporan Bulan II PENYUSUNAN DATABASE Pemodelan sistem informasi Input data sekunder Konversi peta sekunder ke peta digital Drafting peta hasil pengukuran Konversi peta primer ke peta digital Input data primer Diskusi hasil Laporan Bulan III 1 3 BULAN I 2 3 4 4 5 6 1 7 BULAN II 2 3 4 8 9 10 1 11 BULAN III 2 3 4 12 13 14 1 15 BULAN IV 2 3 4 16 17 18

KEGIATAN No. 1 E 1 2 3 4 5 2 ALIH PENGETAHUAN Rapat tim inti persiapan alih pengetahuan Cetak materi alih pengetahuan (draft) Pertemuan alih pengetahuan Penyusunan laporan akhir Pengurusan sertifikat kegiatan selesai Sumber : Konsultas, 2013 1 3

BULAN I 2 3 4 4 5 6

1 7

BULAN II 2 3 4 8 9 10

1 11

BULAN III 2 3 4 12 13 14

1 15

BULAN IV 2 3 4 16 17 18

D.1.12 KELUARAN (OUTPUT) PERENCANAAN 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan, memuat : a. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh (antara lain persiapan meliputi mobilisasi personil, peralatan kantor, peralatan survei, kendaraan operasional, dll.) b. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung Iainnya. c. Jadwal kegiatan penyedia jasa. d. Jadwal penugasan personil dan peralatan. e. Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan laporan hasil kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), tinjauan lapangan, f. identifikasi permasalahan dan evaluasi permasalahan.

g. Penyusunan rencana kerja bulan berikutnya h. Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan. Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Pendahuluan dimasukkan dalam Laporan Antara. Jumlah laporan yang diserahkan : 10 (sepuluh) buku.

2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan, memuat : a. Hasil kemajuan pekerjaan yang telah dicapai selama 1 (satu) bulan dilengkapi lengkung-S kemajuan kerja. b. Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administratif dan permasalahannya. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setiap awal bulan berikutnya. Jumlah laporan yang diserahkan : 3 (tiga) buku.

3) Laporan Akhir Sementara(Konsep Laporan Akhir) Laporan Akhir Sementara, memuat : a. Rangkuman sementara hasil pekerjaan secara keseluruhan. b. Semua hasil analisa baik dari segi hidrologi, topografi, geoteknik. c. Kesimpulan sementara hasil penyusunan sistem informasi dan data base bidang pengairan. Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Akhir Sementara dimasukkan dalam Laporan Akhir. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum kontrak berakhir. Jumlah laporan yang diserahkan : 9 (sembilan) buku.

4) Laporan Akhir Laporan Akhir, memuat : a. Rangkuman akhir (final) hasil pekerjaan secara keseluruhan. b. Kesimpulan akhir hasil pekerjaan.

Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan Akhir Sementara yang telah dibahas dalam diskusi bersama dengan memperbaiki isi laporan sesuai dengan masukan dan rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara, harus diserahkan selambat-lambatnya 4 (empat) bulan sejak SPMK diterbitkan. Jumlah laporan yang diserahkan : 10 (sepuluh) buku.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP OUTPUT PERENCANAAN : Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan mengenai kwluarah (output) perencanaan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Dalam penyusunan output perencanaan disusun dengan beberapa tahapan sesuai dengan badan alir sebagai berikut:

I. TAHAP PERSIAPAN

Kompilasi Data Primer

MULAI

Laporan Antara / Bulan II

- Menyusun program kerja, jadwal, administrasi - Mengkaji studi terdahulu & literatur - persiapan survey lapangan

ya Perlu Perbaikan tidak II. TAHAP PENYUSUNAN DATABASE Penyusunan database (data & peta) ke dalam komputer

INVENTARISASI DATA SEKUNDER a. Nama Sungai, b. Kandungan Sedimen air sungai, c. Banjir d. Sumber Air, Debit Air, e. Jaringan & bangunan Irigasi, f. Curah Hujan, g. Embung/Telaga, h. Pemanfaatan Sumber Air, i. Peta-peta terkait

Laporan Hasil Analisis / Bulan III

Perlu Perbaikan tidak III. TAHAP ALIH PENGETAHUAN Pembuatan CD dan Cetak Database

ya

Kompilasi Data Sekunder

Laporan Pendahuluan / Bulan I

ya

Perlu Perbaikan

Pertemuan dengan Pejabat Pembuat Komitmen & Staf Bidang Pengairan Kabupaten

INVENTARISASI DATA PRIMER: Pengukuran langsung data-data yang belum diperoleh dari inventarisasi data sekunder

Laporan Akhir

Perlu Perbaikan

ya

D.1.13 PROGRAM KERJA Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja yang meliputi : 1. Jadwal kegiatan secara rinci 2. Alokasi tenaga lengkap sebagaimana tingkat keahliannya maupun jumlah tenaga yang diusulkan Konsultan Perencana, untuk melaksanakan tugas penyusunan data base jaringan irigasi persetujuan dari pemberi tugas. 3. Program Kerja tersebut akan merupakan kesepakatan bersama untuk digunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas pekerjaan perencanaan yang dimaksud dalam pengarahan penugasan ini.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PROGRAM KERJA: Program kerja yang dibutuhkan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi terkait dengan jadwal pelaksanaan kerja, alokasi tenaga kerja dan program kerja akan di cantumkan dalam Bentuk E. Metodologi Pelaksanaan Kerja. D.1.14 BIAYA Besarnya biaya pekerjaan perencana untuk Konsultan Perencana sesuai dalam penetapan APBD Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2013.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP BIAYA : Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan biaya dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. D.1.15 PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN Pengumpulan Data Lapangan harus memenuhi persyaratan dengan mengacu pada SNI atau Standar lainnya yang berlaku.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN: Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan mengenai pedoman pengumpulan data lapangan dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Konsultan dalam hal ini juga mengadopsi beberapa arahan terkait dengan pertimbangan pengambilan data di lapangan dalam penyusunan Database Irigasi, anatara lain adalah sebagai berikut:

1)

Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana telah diubah dengan Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar 1945;

2)

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria

3) 4)

Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

5) 6) 7) 8)

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah

9)

Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air

10) Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan 11) Undang-Undang Nomor. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang 12) Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 13) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 14) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah 15) Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2001 tentang Irigasi 16) Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota 17) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah 18) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah 19) Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air 20) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah Negara 21) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai 22) Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; 23) Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah nomor 327 Tahun 2002 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaaan; 24) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang;

25) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya; D.1.16 ALIH PENGETAHUAN Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada : 1) 2) Staf Pejabat Pembuat Komitmen Staf Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi yang berkompeten di bidang yang dimaksud.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP ALIH PENGETAHUAN: Alih pengetahuan yang telah disampaikan dalam KAK sudah cukup jelas dimana akan dilakukan pertemuan dan pembahasan yang dilakukan oleh konsultan terhadap staft pejabat pembuat komitmen dan Bidang Pengairan DPU Kabupaten Muaro Jambi. Penyedia jasa diharapkan melakukan koordinasi dengan cara diskusi dan alih pengetahuan tentang substansi pekerjaan dengan Tim Teknis dan aparat daerah melalui forum diskusi yang disepakati. Secara lebih rinci Pihak konsultan menambahkan beberapa strategi dan tahapan mengenai fasilitas penunjang dan ahli pengetahuan, sebagai berikut: 1) Mengadakan tahap koordinasi dalam bentuk konsultasi, diskusi dengan dinas terkait dengan arahan pemanfaatan dan penataan kawasan 2) Mengadakan konsultasi dari setiap tahapan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi antara tenaga ahli dengan pihak pengguna jasa dan dinas terkait 3) Mengadakan paparan setiap hasil tahapan produk rencana untuk menjaring ide, evaluasi, dan rencana dalam penyusunan data base irigasi Kabupaten Muaro Jambi. 4) Kepemilikan data dan hasil kegiatan dari Penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi sudah cukup jelas, seperti yang tertuang dalam KAK adalah menjadi hak milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muaro Jambi.

D.1.17 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan sistem manajemen K3 dan menyusun Rencana Kesela-matan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K). Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mencakup aspekaspek K3.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA : Dalam kerangka acuan kerja (KAK) telah di jelaskan keselamatan dan kesehatan kerja dalam penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. Hal tersebut disepakati dan dipenuhi oleh pihak konsultan dalam Penyusunan penyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro jambi. D.1.18 PENUTUP Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima, Konsultan Perencana hendaknya memeriksa semua bahan masukan dan mencari bahan-bahan masukan lainnya. Berdasarkan bahan-bahan tersebut Konsultan Perencana dapat menyusun Program Kerja sebagai bahan diskusi untuk pelaksanaan tugas penyusunan data base ini . Setelah mempelajari dan mendapat penjelasan tentang Kerangka Acuan Kerja ini dari Panitia, Konsultan agar segera membuat Usulan Teknis dan Usulan Biaya sesuai dengan Pengarahan Penugasan ini.

TANGGAPAN KONSULTAN TERHADAP PENUTUP: Sehubungan dengan penutup yang di sampaikan dalam Kerangka Acuan Kerja Pennyusunan Database Irigasi Kabupaten Muaro Jambi, maka konsultan

memberikan komitmen sebagai ppenyedia jasa dan akan melaksanakan pekerjaan dengan sebaik mungking dan profesioanal.