Anda di halaman 1dari 30

18.

DAERAH TINGKAT I SULAWESI UTARA

18. DAERAH TINGKAT I SULAWESI UTARA

I. GAMBARAN UMUM 1. Keadaan daerah Daerah Tingkat I Sulawesi Utara mempunyai wilayah daratan seluas 25.786 km2 atau kurang lebih 1,34 % dari luas daratan wilayah Indonesia, sedangkan luas wilayah perairannya kurang lebih 314.961 km2. Daerah ini letaknya pada jasirah utara pulau Sulawesi, di bagian sebelah utaranya terdapat gugusan kepulauan Sangihe Talaud yang letaknya relatif terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina. Daerah Sulawesi Utara dengan perairan laut yang cukup luas dan berada dalam jalur pelayaran nasional maupun internasional terutama negara-negara di kawasan Pasifik, menyebabkan daerah ini cukup strategis letaknya. Keadaan alam Sulawesi Utara sebagian merupakan pegunungan dan dataran yang relatif sempit diantara pegunungan-pegunungan tersebut. Wilayah ini memiliki danau, sungai, waduk dengan luas perairan umum keseluruhaannya kurang lebih 40.000 ha. Danau-danau yang relatif besar antara lain danau Tondano di Kabupaten Minahasa dan danau Limboto di Kabupaten Gorontalo, sedang sungai-sungainya antara lain Sungai Tondano di Kabupaten Minahasa, sungai Ongkang di kabupaten Bolaang Mangondow, dan sungai-sungai Randangan, Paguyaman, Bone, dan Bulia di Kabupaten Gorontalo.

539

Keadaan iklim daerah Sulawesi Utara termasuk tropis basah yang dipengaruhi angin muson sehingga curah hujan cukup merata atau setiap tahunnya bervariasi antara 2.500 - 3.800 mm. Suhu pola udara bervariasi tanah, antara maka 21C dari 31C. Ditinjau dari penggunaan wilayah seluas kira-kira

2.578.600 ha, sebagian besar (61,4%) masih merupakan daerah dengan tutupan hutan. Dari luas hutan tersebut, lebih kurang 285.430 ha. merupakan hutan lindung. Hutan suaka alam dan hutan wisata sekitar 326.590 ha, dan hutan produksi sekitar 971.700 ha. Penggunaan tanah diluar kawasan hutan adalah sebagai berikut: perkebunan 460.000 ha, sawah 90.000 ha, tegalan dan lahan kering 350.000 ha, danau, sungai, dan rawa 40.000 ha, tanah kosong/alang-alang 26.000 ha, dan lain-lain 28.000 ha. Secara administratif Daerah Tingkat I Sulawesi Utara terdiri dari 6 Daerah Tingkat II (4 kabupaten dan 2 kotamadya) dan 1 kota administratif yaitu Bitung, 83 kecamatan, dan 1.269 desa. Berdasarkan hasil sensus penduduk jumlah penduduk daerah Sulawesi Utara pada tahun 1980 adalah sebanyak 2.115.384 jiwa atau kurang lebih 1,43% dari jumlah penduduk seluruh Indonesia, dengan penyebarannya untuk setiap kabupaten sebagaimana terlihat sebanyak dalam tabel. Bilamana maka dibandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1971 dimana jumlah penduduknya adalah 1.717.671 jiwa, tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahunnya antara tahun 1971 - 1980 adalah 2,57%. Tingkat kepadatan rata-rata penduduknya adalah 82 jiwa

per km2. Selain dari Kotamadya Manado dan Kotaradya Gorontalo, maka Daerah Tingkat II yang terpadat penduduknya adalah 540

Kabupaten kat II

Minahasa yang

(159
2

jiwa

per

km2),

sedang

Daerah

Ting-

terjarang

penduduknya

adalah

Kabupaten

Bolaang

Mangondow (39 jiwa per km ). Berdasarkan kelompok umur, penduduk bukan usia kerja (di bawah 10 tahun) berjumlah 603.985 jiwa (28,55%), sedang kelompok usia kerja di atas 10 tahun berjumlah 1.511.399 jiwa (71,45%) pakan diantaranya yang yang paling termasuk banyak angkatan menyerap kerja sebanyak kerja jasa 679.575 jiwa (44,96%). Sampai saat ini, pertanian masih merusektor tenaga (66,06%), kemudian berturut-turut sektor-sektor

(12,92%), perdagangan (5,20%), industri (4,72%), angkutan dan komunikasi (2,22%), bangunan (1,68%), listrik dan air minum (0,24%), lembaga keuangan (0,23%), dan pertambangan/penggalian (0,06%). Berdasarkan hasil perhitungan tahun 1980 yang dilakukan

terhadap produk domestik regional bruto, kurang lebih 46,26% dari seluruh pendapatan daerah berasal dari sektor pertanian, kemudian 20,52% dari sektor perdagangan, 11,20% dari sektor pemerintahan, 7,57% dari sektor pengangkutan, 3,94% dari sektor jasa dan 10,51% sektor-sektor lainnya. Laju pertumbuhan selama periode 1975-1980 rata-rata mencapai 10,1%. Hasil-hasil utama daerah Sulawesi Utara adalah kelapa,

pala dan cengkeh. Tanaman cengkeh pada tahun-tahun terakhir ini sangat berkembang dan hampir tersebar diseluruh wilayah. Selain gung, hasil-hasil ubi-ubian, tersebut, daerah ini juga rotan menghasilkan dan kayu. antar kopi, coklat, kayu manis, vanili, jahe, jambu mete, ikan, jakacang-kacangan, sebagian sayuran, untuk Hasil-hasil tersebut besar perdagangan

pulau dan perdagangan ekspor.

541

Di

daerah

Sulawesi

Utara

masih

tersedia

lahan

sekitar

120.000 ha yang cocok untuk dijadikan areal persawahan dan sekitar 350.000 ha tanah tegalan/lahan kering yang memungkinkan untuk ditanami padi gogo, palawija, dan berbagai jenis tanaman ngairan, listrik. Di samping potensi lahan dan perairan, di daerah ini terdapat pula potensi pertambangan (bahan galian dan mineral), antara lain tembaga di Kabupaten Gorontalo, semen di Lolak (Kabupaten Bolaang Mangondow) dan di Ratatotok (Kabupaten Minahasa) kaolin di Langoan (Kabupaten Minahasa), geothermis atau gas bumi di Lahandong (Kabupaten Minahasa), dan emas di wilayah Ratatotok (Kabupaten Minahasa) dan di Modayak (Kabupaten Bolaang Mangondow). Potensi pertambangan lainnya adalah belerang, batu kapur, pasir besi dan gips. Produksi berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, jagung dan palawija meningkat dengan hasil-hasil yang cukup menggembirakan. Pada akhir Repelita II (tahun 1978) produksi padi dari 333.710 ton gabah kering giling meningkat menjadi 472.035 ton pada tahun keempat (tahun 1982) Repelita III atau kenaikan produksi 10,36% per tahun, produksi jagung meningkat 6,88% per tahun, ubi jalar meningkat 19,27% per tahun, dan kacang kedelai meningkat 28,45% per tahun. Di bidang perkebunan rakyat, produksi tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh, pala, dan kopi, juga mengalami peningkatan. Demikian pula di bidang perikanan. Dalam menunjang usaha peningkatan produksi tanaman pangan 542 hortikultura. perikanan Sumber-sumber air air yang berupa danau, tenaga sungai, dan waduk (+ 40.000 ha) dapat dimanfaatkan untuk pedarat, minum, dan pembangkit

terutama

padi,

telah

dibangun

berbagai

jenis

irigasi,

baik

irigasi teknis maupun irigasi semi teknis dan belum teknis. Keseluruhan daerah irigasi adalah sebanyak 124 buah. Irigasi terbesar Dumoga yang di dibangun didaerah ini adalah yang Irigasi dapat Teknis mengairi Kabupaten Bolaang Mangondow

sawah seluas kurang lebih 14.000 ha. Di bidang prasarana perhubungan, sebagian besar daerah

daerah di Sulawesi Utara sudah dapat dihubungi baik melalui jalan darat, laut, maupun udara. Panjang jalan di daerah ini seluruhnya 5.387 km dengan perincian jalan negara 824 km, jalan propinsi 496 km, dan jalan kabupaten 4.067 km, sedang kondisi jalan keseluruhannya adalah 346 km mantap, 2.858 km tidak mantap, dan 2.183 km kritis. Jalan-jalan tersebut menghubungkan dan ibukota propinsi dengan ibukota-ibukota kabupaten diwiibukota kabupaten dengan daerah-daerah kecamatan

layah kabupaten yang bersangkutan. Di bidang perhubungan udara, Pelabuhan Udara Sam Ratulangi di Manado pada saat sekarang sudah dapat didarati pesawat jenis DC-9 secara penuh. Pelabuhan udara lainnya adalah Jalaluddin (Gorontalo), dapat didarati jenis F-27 sedang Mopait (Bolaang Mangondow), Naha di Pulau Sangihe dan Malangguane di Pulau Otter. Di bidang perhubungan laut, daerah ini sudah termasuk kedalam jaringan pelayanan RLS. Pelabuhan utama adalah Bitung, dimana kapal dengan ukuran sampai 80.000 ton dapat berlabuh. Selain itu terdapat pelabuhan-pelabuhan lokal, antara lain Pelabuhan-pelabuhan Amurang, Belang, dan Likupang di Minaha543 Karakelang (Kabupaten Sangihe Talaud) merupakan pelabuhan udara perintis dan dapat didarati pesawat jenis Twin

sa, Tahuna, Lirung, Malangguane, dan Beo di Sangihe Talaud, Inobonto, Kotabunan, Kuandang, dan Tilamuta di Gorontalo, dan Pelabuhan Manado sendiri di Manado. Untuk pelabuhan-pelabuhan lokal tersebut telah ditempatkan armada perintis secara tetap di samping armada lokal yang menghubungkan pesisir pantai daerah ini. Perkembangan di bidang industri selama Repelita di daerah ini, juga mengalami peningkatan. Sebagai gambaran peningkatan industri adalah jumlah unit usaha (tahun 1980) dari 14.388 buah meningkat menjadi 17.947 buah (tahun 1982) atau kenaikan unit usaha 24,7%. Demikian pula keadaan sosial budaya termasuk pendidikan, kesehatan telah berkembang dan menunjukkan kemajuan yang cukup baik. 2. Masalah-masalah yang dihadapi Sekalipun sudah banyak hasil-hasil yang dicapai dalam

berbagai bidang pembangunan selama Repelita III dan Repelita sebelumnya, namun masih banyak masalah-masalah yang dihadapi dalam pembangunan di daerah Sulawesi utara. Sampai saat ini daerah Sulawesi Utara masih belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya terutama beras dan masih harus didatangkan dari luar daerah. Dalam pelaksanaan usaha peningkatan produksi pertanian, banyak areal-areal persawahan letaknya terpencil. Dalam pada itu belum tersedianya peta tata guna tanah yang terperinci pada tingkat pedesaan sering mengakibatkan terjadinya tanah-tanah kritis, penurunan produktivitas tanah, dan persengketaan/perebutan tanah. Di samping itu terjadi penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan keguna-

544

annya seperti areal hutan lindung dijadikan ladang, yang sebenarnya baik untuk tanah persawahan ditanami kelapa, buahbuahan, palawija atau sekaligus pengembangan ternak. Luas areal tanah kritis yang ada dalam kawasan hutan kurang lebih 350.000 ha (22,1% dari luas areal hutan keseluruhannya). Tanaman kelapa yang diperkirakan berjumlah 30 juta pohon dengan luas areal sekitar 245.000 ha merupakan tanaman perkebunan terbesar di daerah ini. Pada tahun-tahun terakhir ini, tanaman yang berumur tua semakin bertambah jumlahnya, di samping itu hama sexava masih terus menyerang tanaman kelapa terutama di Daerah Sangihe Talaud. Di samping tanaman kelapa, cengkeh juga merupakan tanaman perkebunan terbesar dengan luas areal sekitar 35.000 ha tanaman cengkeh terserang penyakit gugur daun terutama di Kecamatan Sonder (Kabupaten Minahasa). Di bidang perhubungan, walaupun sudah diusahakan perbaikan sarana dan prasarana perhubungan, akan tetapi masih merupakan salah satu hambatan pembangunan di daerah ini. Ruas jalan Paguyaman-Molosipat (+ 180 km) di Kabupaten

Gorontalo kondisinya masih Awcas dan beberapa jembatan dalam keadaan rusak atau sudah tua. Ruas jalan Beo - Rainis (+ 125 km) di Pulau Karakelang (Kabupaten Sangihe Talaud) juga masih Awcas dan belum ada jembatan yang dibangun. Hubungan telekomunikasi antara ibukota kabupaten dengan ibukota kabupaten lainnya masih sulit, demikian pula dengan prasarana perhubungan laut dan udara. Sampai saat ini, pulau yang telah dihubungkan dengan pesawat terbang adalah Pulau Sangihe dan Pulau Karakelang dengan lapangan terbang perintis masing-masing di Naha dan Malangguane. Sehubungan dengan hambatan perhubungan dalam pembangunan, 545

di daerah ini masih terdapat wilayah-wilayah potensial yang belum dimanfaatkan karena belum tersedianya prasarana jalan, seperti bagian selatan Kabupaten Bolaang Mongondow dan beberapa wilayah di Kabupaten Sangihe Talaud. Di bidang pendidikan, kesempatan belajar di sekolah dasar dan sekolah menengah tingkat Pertama belum merata, terutama erah terpencil Kabupaten Sangihe Talaud, sehingga masih terdapat anak usia sekolah yang belum tertampung di sekolah dasar sekitar 5,6%. Masalah lainnya yang perlu diatasi adalah masalah sosial ekonomi. Kabupaten Sangihe Talaud yang berbatasan langsung dengan Negara Philipina, kabupaten ini terdiri dari pulau-pulau tandus, kritis, dan berpenduduk padat. Di samping itu tingkat kesejahteraan rakyat sangat rendah, kebutuhan pokok sulit diperoleh, dan pelayanan kesehatan serta pendidikan belum memadai sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam Repelita IV.

II. ARAH DAN KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 1. Arah pembangunan daerah dalam rangka pembangunan nasional. Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara dalam Repelita IV pada hakekatnya merupakan kelanjutan dan peningkatan dari segala usaha yang telah dilaksanakan dalam Repelita III. Untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, maka sektor-sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi akan lebih dirangsang perkembangan-

546

nya,

sedang

sektor-sektor sektor-sektor

yang

akan

mendorong lebih

pertumbuhan/ ditingkatkan.

perkembangan

lainnya

akan

Program-program yang sifatnya langsung menyangkut kesejahteraan masyarakat akan terus ditingkatkan. Dalam pada itu akan diusahakan peningkatan produksi dan jasa di berbagai sektor pembangunan ekonomi yang meliputi pertanian, perhubungan, perdagangan, industri, dan lain-lain. Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dengan memperluas tersedianya sarana sosial budaya, antara lain di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, agama, air minum, dan lain-lain. Untuk itu akan ditingkatkan usaha-usaha pembangunan di bidang ini. Di samping peningkatan produksi dan jasa, sektor-sektor pembangunan diarahkan pula untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Utara memperluas kesempatan kerja, dan mendorong laju pemerataan kesempatan berusaha. Dalam Repelita IV daerah Sulawesi diperkirakan akan berkembang dengan pertumbuhan rata-rata 6% setahun. Agar pembangunan dan hasil-hasil pembangunan benar-benar dapat dinikmati dan menyentuh sebagian besar masyarakat, maka arah pembangunan ditujukan pula pada pembangunan daerah pedesaan. 2. Kebijaksanaan pembangunan daerah Pembangunan sektoral yang berlangsung di daerah Sulawesi Utara akan lebih diserasikan dan diselaraskan dengan potensi, prioritas, dan permasalahan daerah. Sehubungan dengan itu prioritas pembangunan daerah akan dititik beratkan pada sektor pertanian dengan ditunjang oleh prasarana pengairan dan 547

perhubungan. Kegiatan pembangunan akan diarahkan menurut 3 wilayah pembangunan : - Wilayah pembangunan bagian barat dengan pusat Gororitalo, dengan kegiatan utamanya pertanian dan perkebunan. - Wilayah pembangunan bagian tengah dengan pusatnya Manado, dengan kegiatan utamanya perdagangan, pertanian dan perkebunan. - Wilayah pembangunan bagian utara dengan pusatnya Tahuna dengan kegiatan utamanya perikanan, perkebunan dan industri kerajinan. Sebagai daerah penghasil kopra terbesar yang sebagian besarnya berasal dari perkebunan rakyat, akan tetap dipertahankan bahkan terus ditingkatkan. Perkebunan rakyat akan dikembangkan dalam bentuk usaha yang bersifat komersial, terutama ditujukan pada usaha-usaha petani kecil. Pemanfaatan hutan di daerah ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan hidup dalam satu kesatuan ekosistem. Dalam kaitan mempertahankan kelestarian hutan akan ditingkatkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Pembangunan perhubungan akan ditingkatkan di samping untuk lebih memperlancar arus barang dan jasa serta meningkatkan mobilitas manusia, juga dikaitkan dengan pemecahan masalah daerah terpencil dan membuka daerah potensial. Usaha pembangunan daerah akan dikaitkan dengan penyebaran dan pembinaan pemukiman yang serasi dengan sumber alam dan lingkungan hidup untuk penduduk daerah-daerah kritis, tandus, dan daerah-daerah yang padat penduduknya menuju peningkatan

548

mutu kehidupan yang lebih baik. Pembangunan industri akan ditingkatkan terutama pada industri-industri pengolahan hasil-hasil pertanian, demikian pula industri kecil dan kerajinan rakyat. Adapun pengembangan industri besar dan menengah, hendaknya dapat merangsang pertumbuhan industri kecil dan saling mengisi. Di bidang sosial budaya, perhatian terutama akan diarahkan kepada usaha meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Demikian pula pengembangan pendidikan dilanjutkan dan ditingkatkan. III. KEGIATAN-KEGIATAN PEMBANGUNAN SELAMA REPELITA IV Pembangunan di bidang pertanian diarahkan kepada peningkatan produksi pertanian tanaman pangan yang meliputi padi, palawija dan hortikultura dan dilaksanakan melalui usaha intensifikasi, Intensifikasi ekstensifikasi akan rehabilitasi melalui dan diversifikasi. penyuluhan, dilanjutkan kegiatan

perbenihan dan perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit, Ekstensifikasi akan dilakukan melalui usaha pencetakan sawah baru dan pemanfaatan tanah-tanah kering dan padang alang-alang. Diversifikasi akan dilanjutkan antara lain melalui usaha pemanfaatan pekarangan untuk tanaman bernilai gizi tinggi. Pencetakan sawah sebagai salah satu alternatif perluasan areal pertanian akan dilaksanakan pada lahan Irigasi sederhana di Kabupaten Gorontalo, Bolaang Mongondow, Minahasa, Sangihe Talaud, pada lahan irigasi sedang kecil di Kabupaten Gorontalo dan Bolaang Mongondow, dan lahan PIBD di Kabupaten Gorontalo, Bolaang Mongondow dan Sangir Talaud. Pembangunan peternakan dilaksanakan melalui usaha pokok

549

intensifikasi peternakan sapi, kerbau kambing, babi dan ayam ras. Usaha ini akan didorong melalui pengamanan ternak, pembinaan makanan ternak, penyediaan bibit unggul dan penyuluhan. Di samping itu akan diusahakan pengembangan aneka ternak di daerah sekitar Manado dan pengembangan hijauan makanan ternak di beberapa kabupaten. Di bidang perikanan akan dilanjutkan pengembangan usaha

perikanan laut, perikanan tambak maupun perikanan air tawar, penyuluhan, latihan keterampilan dan pembinaan akan ditingkatkan di samping pengadaan prasarana perikanan dan pengembangan teknik produksi. Demikian pula akan dikembangkan pembangunan balai benih ikan di Tondano dan Gorontalo, penyempurnaan pelabuhan perikanan di Dagho dan Aer Tembaga dan pengadaan kolam-kolam percontohan. Di bidang kehutanan terutama akan dilanjutkan kegiatan

kegiatan pengawasan hutan, inventarisasi dan pengukuhan hutan, rehabilitasi kawasan hutan dan intensifikasi pengelolaan hutan. Usaha peningkatan produksi perkebunan, akan dilakukan, peremajaan dan perluasan tanaman kelapa, cengkeh dan pala yang akan. mencakup areal 39.300 ha, serta intensifikasi dan rehabilitasi tanaman kelapa dan cengkeh seluas 20.500 ha. Usaha peningkatan produksi, juga akan diikuti dengan usaha peningkatan mutu serta perbaikan tata-niaga dengan mengikutsertakan PNP/PTP, perkebunan besar dan lembaga swasta lainnya, dan peningkatan peranserta koperasi. Pelaksanaannya akan dilakukan secara parsial dengan pola UPP dan pola PIR. Di samping itu akan diusahakan pengembangan tanaman yang potensial non tradisional seperti linun, abaca, stevia, kenaf, melinjo, jarak, 550

tanaman obat-obatan dan lain-lain. Untuk menunjang peningkatan produksi pertanian terutama

tanaman pangan akan dilanjutkan pembangunan baru irigasi antara lain Irigasi Bolango Biongo, Irigasi Dermaga serta irigasi kecil dan sedang tersebar di seluruh propinsi. Juga akan dilanjutkan perbaikan dan pengamanan sungai dalam rangka mencegah bencana banjir. Di bidang perindustrian akan dilanjutkan pembangunan dan pengembangan industri untuk pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, industri yang memanfaatkan sumber alam dan energi, dan industri kecil, dan kerajinan rakyat. Pembinaan dan pembangunan industri secara keseluruhan akan dilaksanakan dengan memperhatikan prioritas dan ciri-ciri tiap kelompok industri yang secara keseluruhan dapat diwujudkan dalam suatu pola industri yang terpadu dan serasi. Pengembangan industri kimia dasar yang akan memperoleh perhatian antara lain adalah pembangunan industri semen, mengingat potensi bahan baku untuk industri ini cukup besar. Di samping itu industri kimia dasar semen ini dapat berperan kepada industri sebagai penggerak pengolah ikan utama sektor industri secara keseluruhan. Pembangunan aneka industri terutama akan diarahkan meliputi industri hasil yang sektor pertanian, akan terpapengalengan kegiatan pertumbuhannya kapasitas

ditingkatkan

melalui

pemanfaatan

sang. Selain itu direncanakan pula membangun industri garam konsumsi. Demikian pula bimbingan dan penyuluhan akan dilanjutkan dan diarahkan kepada kemampuan berproduksi, pemasaran dan manajemen. Di bidang pertambangan secara bertahap akan dilanjutkan usaha pemanfaatan dan pengolahan hasil-hasil tambang sebagai 551

bahan baku untuk industri. Sehubungan dengan itu secara bertahap akan dilaksanakan pemboran uji panas bumi di Kotamobagu dan eksplorasi logam dasar di Daerah Gorontalo. Di samping itu akan dilanjutkan bimbingan dan pembinaan pengusahaan bahan-bahan galian industri/golongan C. Demikian pula penyelidikan umum dan eksplorasi mineral yang telah dilaksanakan akan dilanjutkan. Pembangunan di bidang energi akan dilakukan peningkatan dan perluasan eksplorasi dan produksi sumber energi utama masa kini yaitu minyak bumi, panas bumi, gas bumi dan tenaga air serta melanjutkan usaha konservasi energi secara luas di segala bidang. Di bidang kelistrikan direncanakan peningkatan sarana pusat pembangkit tenaga listrik (PLTA) Tanggari Unit I dan II (2 x 0,5 MW) dan lanjutan studi pembangunan PLTP di Lahendong (30 MW). Di samping itu akan dibangun pusat listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar lokasinya antara lain di Minahasa, Kotamobagu, Tahuna. Demikian pula akan dibangun jaringan transmisi antara PLTA Tanggan - Sawangan beserta gardu induk dan jaringan distribusi yang dapat menunjang terlaksananya program listrik masuk desa. Pembangunan di bidang jalan akan dilanjutkan dan pelaksanaannya akan diprioritaskan pada peningkatan jalan, penunjangan jalan dan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Peningkatan jalan akan dilaksanakan sekitar 770 km, antara lain antara Manado - Tumpaan, Kuandang - Kotamobagu, Worotican - Tomohon, Air Madidi - Kauditan - By Pass, Air Madidi - Tondano, Marisa - Isimu - Molosipat, Gorontalo Limboto, dan Gorontalo - Tulabola dan penunjangan jalan sekitar 4.365 km. Demikian pula pemeliharaan jalan dan jembatan 552

akan terus dilanjutkan. Di bidang perhubungan darat terutama akan dilanjutkan pengembangan fasilitas dan pengawasan lalu lintas jalan dengan menambah jumlah lampu lalu lintas 2 unit, rambu-rambu jalan 3.500 buah, pengujian kendaraan bermotor 1 unit, marka jalan 34.800 m dan pagar pengaman jalan 1.600 m. Agar dapat menampung arus orang dan barang lewat laut, akan dilaksanakan peningkatan fasilitas pelabuhan yang mencakup pembangunan dermaga, lapangan penumpukan, dan lapangan container untuk pelabuhan antara lain Bitung, Gorontalo dan pelabuhan perintis. Demikian pula fasilitas keselamatan pelayaran akan terus ditingkatkan. Di bidang perhubungan udara, fasilitas pelabuhan udara Sam Ratulangi akan ditingkatkan hingga dapat didarati pesawat DC-10/A-300 secara terbatas. Demikian pula fasilitas keselamatan penerbangan akan ditingkatkan penanganannya antara lain peningkatan stasiun meteorologi 3 buah, stasiun geofisika 1 buah, dan stasiun klimatologi 1 buah. Juga akan dibangun stasiun meteorologi 12 buah, stasiun Ks iklim 4 buah, stasiun Ks Pengamatan Hujan 40 buah. Untuk menampung permintaan masyarakat terhadap fasilitas telekomunikasi maka akan dilakukan penambahan jaringan sambungan telepon sebanyak 10.000 ss, stasiun monitoring (bergerak) 1 buah di Manado, sambungan langsung dalam negeri 1 buah dan sambungan langsung luar negeri. Di bidang pos dan giro akan dibangun kantor pos/kantor pos tambahan/kantor pos pembantu 20 buah, dan bis Surat 14 buah. Juga akan dilakukan pengadaan kendaraan pos.

553

Dalam

bidang

perkoperasian,

upaya

peningkatan

kemampuan

organisasi tatalaksana, dan usaha akan dilanjutkan. Upaya peningkatan itu tetap akan diprioritaskan pada koperasi primer, khususnya koperasi unit desa (KUD) yang melaksanakan usaha dalam bidang pertanian pangan, peternakan rakyat, perikanan rakyat, perkebunan rakyat, kerajinan rakyat, industri kecil, perkreditan/simpan pinjam, kelistrikan desa, jasa angkutan pedesaan, dan berbagai jenis komoditi ekspor yang diproduksi masyarakat pedesaan Sulawesi Utara. Lain dari pada itu mutu dan intensitas pelayanan koperasi kepada anggotanya juga akan ditingkatkan. Untuk itu akan diusahakan adanya penyempurnaan dalam metode , materi dan penyelenggaraan pendidikan, penataran dan latihan ketrampilan pengurus, badan pemeriksa, manajer, dan karyawan kooperasi serta penyempurnaan cara pemberian bantuan tenaga manajemen yang terdidik/terlatih kepada KUD yang dianggap masih memerlukan bantuan yang dimaksud. Untuk menciptakan iklim yang mendukung pengembangan kehidupan koperasi yang sehat, penerangan dan penyuluhan perkoperasian akan dilanjutkan dan ditingkatkan. Dalam rangka peningkatan kegiatan perdagangan akan dilaksanakan melalui penyempurnaan sistem administrasi termasuk penyempurnaan perundang-undangan dan peraturannya, penyederhanaan sistem perizinan serta usaha-usaha penyempurnaan lembaga perdagangan dan pemasaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran sarana produksi serta pemasaran hasil-hasil produksi. Demikian pula akan dilanjutkan usaha usaha perluasan pasaran barang-barang produksi dalam negeri melalui penyebar luasan informasi pasar, perlindungan konsumen serta peningkatan dan pengembangan peranan pedagang golo-

554

ngan ekonomi lemah melalui penataran, penyuluhan dan konsultasi. Usaha-usaha untuk meningkatkan ekspor non migas melalui penggarapan pengendalian komoditi impor potensial, terus peningkatan dalam koordinasi rangka yang lebih terpadu antar instansi dan penyuluhan eksportir serta dilanjutkan pengembangan perdagangan luar negeri. Di bidang tenaga kerja dilanjutkan kegiatan latihan, dan ketrampilan perusahaan. serta kewiraswastaan di lembaga-lembaga dengan latihan kebutuhan yang ada baik milik pemerintah, maupun lembaga latihan dan Kegiatan-kegiatan disesuaikan pasar kerja dan kesempatan kerja daerah setempat. Selain itu lebih ditingkatkan perencanaan tenaga kerja yang menyeluruh, terkoordinasi Daerah dan terpadu mencakup dan semua sektor pembangunan kerja pemerintah dan swasta baik di daerah Tingkat I, maupun di Tingkat II. Penyebaran pemanfaatan tenaga muda terdidik ke daerah pedesaan sebagai Tenaga Kerja Sukarela Pelopor Pembaharuan dan Pembangunan terus dilanjutkan dan disempurnakan. Proyek Padat Karya Gaya Baru (PKGB) yang ditujukan untuk mengatasi masalah kekurangan lapangan kerja dilaksanakan di kecamatan-kecamatan padat penduduk dan miskin baik di daerah perkotaan maupun pedesaan dengan mengutamakan wilayah-wilayah yang sering dilanda bencana alam dan kegiatan ekonomi yang menurun. Sejauh mungkin pelaksanaan kegiatan PKGB dipadukan dengan pembangunan wilayah kecamatan UDKP. Dalam rangka penyebaran penduduk dan pembukaan areal pertanian baru, kegiatan transmigrasi dilanjutkan. Selama Repelita IV akan dibuka lahan untuk pertanian seluas + 2.250 ha yang diperkirakan akan dapat menampung transmigran sekitar + 555

1.500 k.k. yang terdiri dari transmigrasi umum, swakarsa dan pemukiman kembali. Selain itu akan ditingkatkan pembinaan masyarakat transmigran baik di bidang ekonomi maupun di bidang sosial budaya. Untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, kegiatan program keluarga berencana terus dilanjutkan. Diharapkan dapat dicapai sejumlah kurang lebih 248,000 peserta baru dan sekitar 210.000 peserta lestari. Di sawing itu akan dilanjutkan pembinaan untuk menjaga kelangsungan peserta program keluarga berencana yang sudah ada. Dalam upaya meningkatkan daya tampung di bidang pendidikan untuk tingkat sekolah dasar akan dibangun tambahar sekitar 5.470 ruang kelas baru, perbaikan sekitar 280 gedung sekolah, 1 SLB Pembina Tingkat Propinsi, dan rehabilitasi TK. Pada tingkat SMTP, untuk SMP akan dibangun sekitar 100 unit sekolah baru, penambahan sekitar 486 ruang kelas baru, rehabilitasi dan 58 sekolah, serta pengembangan SMTA sejumlah SMTP Kejuruan 26 Teknologi. Pada tingkat akan dibangun sekitar

unit SMA Baru. 1 STM, 1 SMT Pertanian, 1 SMEA dan penambahan 275 ruang kelas baru untuk SMA dan pengembangan 6 SPG serta rehabililtasi 16 gedung SMA, Sekolah Kejuruan dan Teknologi Negeri, 2 SGO serta 5 Sekolah Kejuruan dan Teknologi Swasta. Untuk pelaksanaan dan pemantapan wajib belajar akan dibangun Kantor Pengelolaan Pembinaan Pendidikan Dasar pada 21 Kecamatan. Khusus pada tingkat SMTP dan SMTA akan dibangun 11 ruang laboratorium ilmu-ilmu alam untuk SMP, dan 14 ruang untuk SMA, 92 ruang ketrampilan untuk SMP, dan 9 ruang untuk SMA. Dalam hal ini, penelurusan bakat dan kemampuan siswa akan te rus ditingkatkan. 556

Dalam Sam

upaya

peningkatan

pendidikan dan dan

tinggi,

Universitas khususnya sesosial,

Ratulangi

akan

ditingkatkan pertanian IKIP

dikembangkan ilmu-ilmu

bidang-bidang niaga. rangka

ekonomi, pula

lain itu akan dibuka politeknik bidang teknologi dan tata Demikian pengadaan Manado Di akan ditingkatkan itu juga dalam akan tenaga guru. samping

ditingkatkan pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta. Di bidang kebudayaan akan ditingkatkan antara lain kepurbakalaan, buah kesejarahan dan permuseuman serta meliputi dan pemugaran 1 obyek kepurbakalaan pemugaraan pemeliharaan

berbagai situs kepurbakalaan; pengembangan permuseuman melalui kegiatan pengadaan 6 jenis koleksi, fungsionalisasi museum dan bantuan kepada 1 museum, termasuk museum swasta; pengembangan kesenian meliputi kegiatan pembinaan, pemelihara an, penyebarluasan dan pemanfaatan kesenian daerah termasuk kesenian daerah yang hampir punah, dan fungsionalisasi taman budaya; pengembangan bahasa dan sastra melalui kegiatan pembinaan bahasa daerah dan pembinaan pengembangan Bahasa Indonesia. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui Puskesmas, akan dilakukan pembangunan 10 Puskesmas, dan 100 Puskesmas Pembantu terutama di daerah pemukiman baru termasuk daerah transmigrasi, dan daerah terpencil serta mengadakan 4 Puskesmas rawat tinggal. Dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan rujukan akan diusahakan pemindahan lokasi RSU Gunung Wenang, diusahakan peningkatan RS Gorontalo dari kelas C menjadi kelas C+, 3 buah RS kelas D menjadi RS kelas C, peningkatan RSU lainnya yang telah ada. Pelayanan kesehatan jiwa akan ditingkatkan terutama melalui pelayanan rawat jalan

557

dan peningkatan pelayanan laboratorium kesehatan. Untuk menjamin tercapainya sistem pengadaan dan distribusi obat pada unit pelayanan kesehatan akan dibangun di setiap kabupaten/ kotamadya sarana penyimpanan obat, alat dan perbekalan kesehatan. Peningkatan upaya kesehatan lainnya adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, pengadaan dan pengawasan obat, alat kesehatan dan bahan berbahaya. Selain itu juga akan dilakukan peningkatan perbaikan gizi melalui usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK). Di samping itu pula akan ditingkatkan usaha kesehatan bagi semua penduduk melalui penambahan sarana air bersih sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan untuk mendapatkan air bersih. Dalam rangka meningkatkan pembangunan sarana air bersih, terutama untuk penduduk di daerah pedesaan, maka akan dibangun 20 buah penampungan mataair dengan perpipaan, 15 buah sumur artesis, 40 buah perlindungan mata air, 1.500 buah penampungan air hujan, 9.640 buah sumur pompa tangan dangkal dan dalam serta sejumlah sarana air bersih jenis lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya paramedik akan dilakukan usaha peningkatan jumlah lulusan dengan melipatgandakan jumlah penerimaan siswa melalui kelas paralel disamping pendidikan pekarya kesehatan. Sejalan dengan itu sarana pendidikan sekolah/akademi yang ada akan ditingkatkan dan akan dibangun berbagai sekolah/akademi sesuai keperluannya. Di bidang kesejahteraan sosial, peranan dan fungsi wanita akan lebih dilibatkan. Kegiatan-kegiatan sosial diarahkan kepada peningkatan partisipasi sosial masyarakat melalui pembinaan organisasi dan yayasan-yayasan yang bergerak di bidang sosial, pembinaan karang taruna yang ada dan penambahan karang taruna yang baru, serta pembinaan generasi muda. Di

558

samping kepada

itu lanjut

akan

diberikan para

bantuan

penyantunan cacad, anak

pengentasan terlantar,

usia,

penderita

fakirmiskin, anak nakal korban narkotika, korban bencana alam dan tuna susila. Di bidang perumahan rakyat akan dilakukan pembangunan rumah sederhana dan rumah inti di Manado, perbaikan lingkungan perumahan antara lain di kota-kota Manado, Gorontalo, Kotamobagu, Tomohon dan Tondano; pelaksanaan perintisan pemugaran perumahan desa akan dilakukan di sekitar 300 desa. Perbaikan drainase kota dan penanggulangan masalah persampahan akan dilakukan antara lain di kota Manado dan Gorontalo. Kegiatan dalam penyediaan air bersih akan ditekankan pada perluasan/ peningkatan pelayanan air bersih antara lain di kota-kota Manado, Gorontalo, Kotamobagu serta pelayanan air bersih pada beberapa IKK lainnya. Usaha meningkatkan sarana kehidupan beragama akan dilanjutkan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk pembangunan dan rehabilitasi 750 tempat ibadah berbagai agama, pembangunan 25 balai nikah dan penasehat perkawinan, serta perluasan sejumlah balai sidang pengadilan agama dan kantorkantor urusan agama tingkat kecamatan, kabupaten/kotamadya dan wilayah. Disamping itu juga akan disediakan kitab suci berbagai agama. Sebagai usaha peningkatan mutu perguruan agama akan ditingkatkan dan disempurnakan prasarana dan sarana pendidikan pada madrasah ibtidaiyah negeri, madrasah tsanawiyah negeri dan madrasah aliyah negeri serta pendidikan guru agama negeri. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi (termasuk madrasah ibtidaiyah swasta)/penambahan ruang kelas, penyediaan antara lain alat peraga, buku pelajaran dan buku perpustakaan serta penataran guru berbagai bidang studi. 559

Dalam pada itu penerangan dan bimbingan hidup beragama. terus dilanjutkan terutama bagi masyarakat-masyarakat khusus. Pembangunan di bidang hukum akan dilanjutkan melalui kegiatan yang pada dasarnya merupakan kegiatan penunjang bagi usaha-usaha pembinaan peradilan dan penegakan hukum, pembinaan pemasyarakatan serta pembinaan keimigrasian. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara lain perluasan/rehabilitasi sejumlah pengadilan negeri dan pembangunan sejumlah tempat sidang di kota-kota kecil, pembangunan 3 rumah tahanan negara (Rutan) pembangunan sejumlah rumah penitipan benda-benda sitaan negara (RUPBASAN), perubahan sejumlah lembaga pemasyarakatan menjadi RUTAN, pembangunan 1 balai bimbingan kemasyarakatan dan pengentasan anak (BISPA) serta rehabilitasi/perluasan sejumlah kantor kejaksanaan negeri. Dalam pengembangan yurisprudensi termasuk kasus-kasus hukum adat akan lebih ditingkatkan kerjasama dengan Universitas Sam Ratulangi. Demikian pula dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat termasuk generasi mudanya akan ditingkatkan kegiatan penyuluhan hukum. Sementara itu dalam memberikan kesempatan memperoleh keadilan dan perlindungan hukum, penyelenggaraan pemberian bantuan hukum bagi anggota masyarakat akan lebih dimantapkan. Dalam rangka penegakan hukum akan ditingkatkan pula pelaksanaan operasi yustisi. Di bidang penerangan akan dilanjutkan tugas-tugas penerangan operasional antara lain melalui berbagai jenis sarasehan dengan menmanfaatkan Puspenmas sebagai pusat pelayanan informasi, pameran, kegiatan sosio-drama dan pertunjukan tradisional yang komunikatif. Untuk meningkatkan penyebaran arus informasi kepedesaan, kegiatan koran masuk desa (KMD) dilan560

jutkan

dengan

mengikutsertakan

secara

aktif

peranan

pers

daerah setempat. Dalam pada itu akan dilaksanakan rehabilitasi/pembangunan stasiun RRI di samping pembangunan pemancar TV. Di lam bidang pengelolaan sumber alam dan akan lingkungan hidup keserta guna mempertahankan keseimbangan ekologi, terutama darangka rehabilitasi tanah kritis, dilanjutkan giatan penghijauan dan reboisasi. Pelaksanaannya akan diutamakan pada daerah-daerah kritis terutama pada DAS Gorontalo dan Tondano. Demikian pula pencegahan pencemaran lingkungan, baik di desa maupun di perkotaan, pembinaan suaka alam dan hutan-hutan lindung, akan dilanjutkan. Dalam rangka mengkoordinasikan dan menyerasikan pelaksanaan maupun ruang kegiatan yang kota pembangunan yang dilakukan secara sektoral tata dalam berbagai program, baik yang dilakukan oleh Pemerintah dilakukan dan wilayah masyarakat, akan penyusunan rencana dilanjutkan. Kualitas rencana

kota dan rencana wilayah akan ditingkatkan dan disempurnakan hingga dapat dipergunakan secara efektif baik sebagai landasan pelaksanaan pembangunan kota dan wilayah maupun pembinaan tertib tata ruang kota dan tata ruang wilayah. Prioritas akan diberikan kepada kota-kota pusat pengembangan dan wilayahwilayah yang berkembang dengan pesat. Untuk mengusahakan keserasian dan pemerataaan pembangunan di seluruh daerah, maka pembangunan sektoral ditunjang dengan program-program bantuan kepada daerah. Program-program dimaksud adalah Bantuan Pembangunan Desa, Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat II, Bantuan Pembangunan Daerah Tingkat I, Bantuan

561

Pembangunan Sekolah Dasar, Bantuan Pembangunan Sarana Kesehatan, Bantuan Pembangunan Reboisasi dan Penghijauan, Bantuan Penunjangan Jalan Kabupaten dan Bantuan Kredit Pembangunan/ Pemugaran Pasar.

562

TABEL LUAS WILAYAH, SATUAN PEMERINTAHAN, DAN KEPADATAN PENDUDUK DAERAH TINGKAT I SULAWESI UTARA

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Luas Kabupaten/Kotama Wilayah dya ( km2 ) Kab. Sangihe Talaud Kab. Minahasa Kab. Bolaang Mangondow Kab. Gorontalo Kodya Manado Kodya Gorontalo 2.273 4.793 7.600 11.030 24 66 25.786

Jumlah Jumlah Kecamat Desa an 16 30 15 16 3 3 83 221 512 212 233 46 45 1.26 9

Jumlah Penduduk ( 1980 ) 238.433 759.773 299.696 502.695 217.159 97.628 2.115.38 4

Kepadatan Penduduk per km2 (1980) 105 159 39 46 9.048 1.479 82

DAERAH TINGKAT I :

563

565