Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN TUGAS MATA KULIAH ANALISIS SISTEM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Analisis dan Desain Sistem Informasi Perencanaan Bahan Baku Produksi Sosis Sapi Terpadu Berbasis Android
Oleh:

Fajar Munichputranto Rizky Amelia Muhammad Syifa Intan Ayu Lestari Rusyadi Wicahyo Elisabeth Yan Vivi

F34090011 F34090056 F34090070 F34090088 F34090118 F34090141

2012 DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

DAFTAR ISI

Latar Belakang

1 2

Ruang Lingkup Tahapan Ringkas 1 Tujuan Pengembangan Sistem A. Definisi Sistem 3 3 Bab II. Analisis Keperluan Pengemb angan Sistem B. Identifikasi Atribut, Properties dan Karakteristik Sistem C. Identifikasi dan Interaksi Peran Stakeholder 6 D. Identifikasi Proses dan Syarat Penerapan Sistem 6

Bab III. Analisis dan Model Proses Bisnis A. Context Diagram ....................................................................................................... B. Levelling DFD .......................................................................................................... Bab IV. To Do List A. Tahapan Menuju Prototype Dasar .............................................................................. B. Kebutuhan Perangkat Pengembangan Sistem ........................................................... 22 4 9 20

DAFTAR TABEL

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Salah satu problem mendasar dalam berjalannya suatu perusahaan adalah perencanaan dan penjadwalan produksi, terutama dalam hal pembelian bahan baku. Bahan baku menjadi titik tolak suatu produksi, apabila bahan baku tidak tersedia maka seluruh produksi tidak akan pernah bisa berjalan. Pada umumnya perusahaan sering mengalami kendala dalam mengumpulkan informasi pasokan bahan baku dari berbagai pemasok (supplier). Jumlah permintaan yang fluktuatif dengan interval waktu yang tidak tentu serta ketersediaan bahan baku dari pasokan yang sering berubah membuat data yang dimasukkan tidak teroganisisr dan terkadang tidak sesuai dengan target permintaan. Pada akhirnya permintaan sering tidak terpenuhi dan/atau kualitas produk tidak sesuai standar. Hal ini akan mempengaruhi citra perusahaan di konsumen maupun perusahaan pesaing. Era globalisasi dan semakin meningkatnya kompetisi antar perusahaan menyebabkan perbaikan dalam sistem perencanaan bahan baku perlu lebih diperhatikan. Kemampuan perusahaan dalam merencanakan pembelian bahan baku dapat mengurangi idle produksi dan memenuhi permintaan sesuai standar kuantitas dan kualitas. Solusi yang dapat ditawarkan adalah dilakukannya analisis mendasar terhadap sistem perencanaan bahan baku untuk mengurangi faktor penghambat serta menyediakan fasilitas dalam menjalankan sistem tersebut. Sistem yang ditawarkan pada solusi permasalahan di atas adalah berupa program yang dapat menyediakan informasi terpadu dalam perencanaan produksi mencakup alokasi supplier, jumlah bahan baku, jumlah permintaan, stok produksi dan status pelaporan produksi yang diramu dalam satu penghitungan MRP (Material Requirement Planning) berbasis mobile Android. MRP merupakan salah satu referensi sistem produksi yang banyak digunakan dan telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas perusahaan karena ketepatan dari hasil prakiraan ( forecasting). Sistem MRP terintegrasi dalam mobile menjadi pilihan dalam solusi penjadwalan pembelian bahan baku. Sistem ini dapat langsung digunakan di lapangan atau lokasi supplier sehingga mengurangi waktu menunggu informasi dalam pengambilan keputusan pembelian bahan baku. Android menjadi basis operasi sistem karena sifatnya yang open source sehingga dapat terus dkembangkan secara gratis dan inovatif. Semakin menjamurnya perangkat Android dan kemudahan digunakan oleh berbagai kalangan menyebabkan Android menjadi pilihan untuk berbagai user dalam perusahaan. Pada akhirnya sistem ini merupakan jawaban dari perencanaan dan pembelian bahan baku.

B.

Ruang Lingkup dan Tahapan Ringkasan

Sistem informasi yang dibuat mencakup sistem yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku yang akan digunakan untuk produksi sosis sapi dalam periode ke-n. Batas-batas dari sistem ini alokasi supplier, jumlah bahan baku, jumlah pembelian, stok bahan baku dan status pelaporan. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan untuk mencapai sistem tersebut adalah :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Menentukan Judul yaitu Analisis dan Desain sistem Perencanaan Bahan Baku Produksi Sosis Sapi Terpadu Berbasis Android. Mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti data bahan baku sosis, kemasan dan mesin. Menentukan referensi sistem yaitu MRP. Membuat dan menentukan sistem arsitektektur. Membuat definisi tentang sistem yang akan dibuat. Membuat resources analysis yang meliputi brainware, organoware, hardware, software, dataware dan groupware. Menyusun DFD level 0-2 dengan software Process Analyst. Membuat tabulasi identifikasi entitas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sistem. Membuat BPM (Bussines Process Model).

10. Membuat model kuantitatif kebutuhan bahan baku bedasarkan output yang diinginkan. 11. Membuat top level diagram. 12. Membuat basic coding rapid software dari sistem yang akan dibuat. 13. Membuat desain kebutuhan tipologi laporan. 14. Formulasi model matematika pelaporan. 15. Menyelesaikan koding program sistem informasi yang dibuat. 16. Sinkronisasi database query dengan interface program yang telah disusun. 17. Penyelesaian akhir sistem informasi.

C.

Tujuan Pengembangan Sistem

Sistem ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi sosis sapi pada suatu pabrik sosis pada periode ke-n dengan cepat dan efisien.

BAB II ANALISIS KEPERLUAN PENGEMBANGAN SISTEM


A. Definisi Sistem

Sistem ini dinamakan Analisis dan Desain Sistem Informasi Perencanaan Bahan Baku Produksi Sosis Sapi Terpadu Berbasis Android. Sistem ini dibatasi oleh lingkungan periode ke- n dari data yang didapatkan untuk memprakirakan jadwal pembelian dan penyediaan bahan baku pada produksi periode tersebut. Sistem ini dibuat berbasis operasi Android. Karakteristik sistem operasi ini adalah bersifat opensource, multi-developing dan user-friendly (dapat digunakan oleh berbagai kalangan pengguna). Sistem dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java disertai third-party program berupa Android SDK dan database management system (DBMS). Penggunaan sistem ini berbasis mobile sehingga memiliki keunggulan dalam kecepatan, efektivitas dan efisiensi akses serta penyebaran informasi diantara stakeholders. Produk yang dihasilkan dari sistem ini adalah sistem informasi terintegrasi yang memfasilitasi perusahaan untuk menjawab permasalahan gap informasi dalam penentuan pembelian dan penyediaan bahan baku pada periode produksi tertentu. Selain itu, pemotongan jalur informasi menggunakan sistem ini dapat meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dan efisiensi waktu kerja sehingga kualitas perusahaan meningkat. Dengan adanya sistem ini, staf PPIC dapat langsung memutuskan supplier, bahan baku serta biaya yang dibutuhkan di lapangan.

B.

Identifikasi Atribut, Properti dan Karakteristik Sistem

Tabel 2.1 Atribut Sistem No Entity Atribut Level 0 > ID supplier (ID suplier daging sapi 1, ID Suplier daging sapi 2, ID daging sapi 3, ID suplier Tepung 1, ID suplier tepung 2, ID suplier telur 1, ID suplier telur 2, ID suplier bawang putih 1, ID suplier bawang putih 2, ID suplier merica, ID suplier garam, ID suplier MSG, ID suplier gula pasir, ID suplier minyak jagung 1, ID suplier minyak jagung 2) > ID Manajer Produksi > Posisi: Manajer Divisi Produksi Atribut Level 1 > ID supplier (ID suplier daging sapi 1, ID Suplier daging sapi 2, ID daging sapi 3, ID suplier Tepung 1, ID suplier tepung 2, ID suplier telur 1, ID suplier telur 2, ID suplier bawang putih 1, ID suplier bawang putih 2, ID suplier merica, ID suplier garam, ID suplier MSG, ID suplier gula pasir, ID suplier minyak jagung 1, ID suplier minyak jagung 2) > ID Manajer Produksi > Posisi: Manajer Divisi Produksi Atribut Level 2 > ID supplier (ID suplier daging sapi 1, ID Suplier daging sapi 2, ID daging sapi 3, ID suplier Tepung 1, ID suplier tepung 2, ID suplier telur 1, ID suplier telur 2, ID suplier bawang putih 1, ID suplier bawang putih 2, ID suplier merica, ID suplier garam, ID suplier MSG, ID suplier gula pasir, ID suplier minyak jagung 1, ID suplier minyak jagung 2) > ID Manajer Produksi > Posisi: Manajer Divisi Produksi

Supplier

Manager produksi

>ID: Staf 3 Staf PPIC >Posisi: Tabel 2.1 Atribut Sistem (Lanjutan) staf Produksi

PPIC Divisi

>ID: Staf >Posisi: staf Produksi

PPIC Divisi

>ID: Staf >Posisi: staf Produksi

PPIC Divisi

Manager Pengadaan Barang dan Penggudangan

ID Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan Posisi : Manajer Divisi Pengadaan Barang dan Penggudangan

ID Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan Posisi : Manajer Divisi Pengadaan Barang dan Penggudangan

ID Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan Posisi : Manajer Divisi Pengadaan Barang dan Penggudangan

Tabel 2.2 Properties Sistem No 1 Entity Supplier Properties Level 0 ID suplier daging sapi 1: 007.700 ID Suplier daging sapi 2 : 007.701 , ID daging sapi 3 : 007.702, ID suplier Tepung 1 : 007.703, ID suplier tepung 2 : 007.703, ID suplier telur 1 : 007.704, ID suplier telur 2 : 007.705, ID suplier bawang putih 1 : 007.706, ID suplier bawang putih 2 : 007.707, ID suplier merica : 007.708, ID suplier garam : 007.709 , ID suplier MSG : 007.710, ID suplier gula pasir : 007.711, ID suplier minyak jagung 1 : 007.712, ID suplier minyak jagung 2 : 007.713), Daging sapi, tepung tapioka, telur, MSG, bawang putih, merica, garam, gula, minyak jagung, Bogor : 50 Km dari Bekasi (Jababeka) , Jakarta : 20 Km dari Bekasi (Jababeka), Sukabumi : 75 Km dari Bekasi (Jababeka), Tanggerang : 35 Km dari Bekasi (Jababeka), Suplier Daging 1 : CV. Properties Level 1 (ID suplier daging sapi 1: 007.700 ID Suplier daging sapi 2 : 007.701 , ID daging sapi 3 : 007.702, ID suplier Tepung 1 : 007.703, ID suplier tepung 2 : 007.703, ID suplier telur 1 : 007.704, ID suplier telur 2 : 007.705, ID suplier bawang putih 1 : 007.706, ID suplier bawang putih 2 : 007.707, ID suplier merica : 007.708, ID suplier garam : 007.709 , ID suplier MSG : 007.710, ID suplier gula pasir : 007.711, ID suplier minyak jagung 1 : 007.712, ID suplier minyak jagung 2 : 007.713), Daging sapi, tepung tapioka, telur, MSG, bawang putih, merica, garam, gula, minyak jagung, Bogor : 50 Km dari Bekasi (Jababeka) , Jakarta : 20 Km dari Bekasi (Jababeka), Sukabumi : 75 Km dari Bekasi (Jababeka), Tanggerang : 35 Km dari Bekasi (Jababeka), Suplier Daging 1 : CV. Properties Level 2 (ID suplier daging sapi 1: 007.700 ID Suplier daging sapi 2 : 007.701 , ID daging sapi 3 : 007.702, ID suplier Tepung 1 : 007.703, ID suplier tepung 2 : 007.703, ID suplier telur 1 : 007.704, ID suplier telur 2 : 007.705, ID suplier bawang putih 1 : 007.706, ID suplier bawang putih 2 : 007.707, ID suplier merica : 007.708, ID suplier garam : 007.709 , ID suplier MSG : 007.710, ID suplier gula pasir : 007.711, ID suplier minyak jagung 1 : 007.712, ID suplier minyak jagung 2 : 007.713), Daging sapi, tepung tapioka, telur, MSG, bawang putih, merica, garam, gula, minyak jagung, Bogor : 50 Km dari Bekasi Bekasi (Jababeka) , Jakarta : 20 Km dari Bekasi (Jababeka), Sukabumi : 75 Km dari Bekasi (Jababeka), Tanggerang : 35 Km dari Bekasi (Jababeka),

Tabel 2.2 Properties Sistem (Lanjutan) Dagingku Sehat, Suplier Daging 2 : CV. Prima Sapi Sejahtera, Suplier daging 3 : CV. Sapi Sentosa, Suplier Tepung Tapioka 1 : CV. Kuzuka Tapioka, Suplier Tepung Tapioka 2 : CV. Tapioka Rakyat, Suplier Telur 1 : Aneka Telur, Suplier telur 2 : CV. Ayam Subur, Suplier Bawang Putih 1 : CV. Hot Garlic, Suplier Bawang Putih 2 : CV. Putih Bawangku, Suplier Merica : CV. Ladaku Sehat, Suplier Garam : CV. Asin Enak, Suplier MSG : CV. Mono Jaya, Suplier Gula Pasir : PT. Gulaku Indah Persada, Suplier Minyak Jagung 1 : Makmur Sentosa, Suplier Minyak Jagung 2 : Subur Jaya. Dagingku Sehat, Suplier Daging 2 : CV. Prima Sapi Sejahtera, Suplier daging 3 : CV. Sapi Sentosa, Suplier Tepung Tapioka 1 : CV. Kuzuka Tapioka, Suplier Tepung Tapioka 2 : CV. Tapioka Rakyat, Suplier Telur 1 : Aneka Telur, Suplier telur 2 : CV. Ayam Subur, Suplier Bawang Putih 1 : CV. Hot Garlic, Suplier Bawang Putih 2 : CV. Putih Bawangku, Suplier Merica : CV. Ladaku Sehat, Suplier Garam : CV. Asin Enak, Suplier MSG : CV. Mono Jaya, Suplier Gula Pasir : PT. Gulaku Indah Persada, Suplier Minyak Jagung 1 : Makmur Sentosa, Suplier Minyak Jagung 2 : Subur Jaya. Suplier Daging 1 : CV. Dagingku Sehat, Suplier Daging 2 : CV. Prima Sapi Sejahtera, Suplier daging 3 : CV. Sapi Sentosa, Suplier Tepung Tapioka 1 : CV. Kuzuka Tapioka, Suplier Tepung Tapioka 2 : CV. Tapioka Rakyat, Suplier Telur 1 : Aneka Telur, Suplier telur 2 : CV. Ayam Subur, Suplier Bawang Putih 1 : CV. Hot Garlic, Suplier Bawang Putih 2 : CV. Putih Bawangku, Suplier Merica : CV. Ladaku Sehat, Suplier Garam : CV. Asin Enak, Suplier MSG : CV. Mono Jaya, Suplier Gula Pasir : PT. Gulaku Indah Persada, Suplier Minyak Jagung 1 : Makmur Sentosa, Suplier Minyak Jagung 2 : Subur Jaya ID Manajer : 007.777 ID Staf : 007. 710; 007.711; 007.712; 007.713; 007.714 ID Manajer : 007.779

2 3

Manager produksi Staf PPIC

ID Manajer : 007.777 ID Staf : 007. 710; 007.711; 007.712; 007.713; 007.714 ID Manajer : 007.779

ID Manajer : 007.777 ID Staf : 007. 710; 007.711; 007.712; 007.713; 007.714 ID Manajer : 007.779

Manager Pengadaan Barang dan Penggudangan

Tabel 2.3 Karakteristik Sistem No 1 2 Entity Supplier Manager produksi Characteristic Level 0 Characteristic Level 1 Penyuplai bahan baku Penjadwal produksi, pengalokasi supplier dan penentu model penunjang keputusan produksi Pendata pemasok bahan baku, kebutuhan bahan baku, rencana produksi dan pengadaan bahan baku, penerima data supplier Characteristic Level 2 Penerima laporan hasil analisa MRP. Penganalisa kebutuhan dan pembelian bahan baku serta pengumpul data.

Staf PPIC

Tabel 2.3 Karakteristik Sistem (Lanjutan)

Manager Pengadaan Barang dan Penggudangan

Penjadwal pembelian bahan baku dan proses penyimpanan

Penerima laporan hasil prakiraan suplai bahan baku.

C.

Identifikasi dan Interaksi Peran dan Stakeholder

Dalam suatu proses untuk menentukan kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi tiap periode ke-n, dibutuhkan beberapa stakeholders dimana stakeholders tersebut saling berhubungan erat. Interaksi yang terjadi pada setiap proses akan melibatkan supplier, staff PPIC, manajer pengadaan barang dan penggudangan dan man1ajer produksi. Contoh interaksi terjadi antara supplier dan staff PPIC dimana supplier memberikan data bahan baku yang tersedia lalu akan diterima oleh staff PPIC. Lalu staff PPIC akan memberikan informasi kepada manajer pengadaan barang dan penggudangan dan manajer produksi, contohnya berupa data bahan baku, data proses produksi dan lain-lain.

D.

Identifikasi Proses dan Syarat Penerimaan Sistem

Proses-proses yang berlangsung untuk mencapai sistem yang diinginkan saling berinteraksi dengan baik satu dengan yang lain dan juga saling berhubungan erat sehingga tercapai kemudahan sistem yang diinginkan. Penenerimaan sistem akan diterima apabila dapat memudahkan akses informas antara stakeholder yang berkaitan dengan sistem yang diinginkan, contohnya adalah desain sistem yang menggunakan android dimana sistem ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan sehingga dapat mencapai syarat penerimaan sistem. Karakteristik sistem operasi ini adalah bersifat open-source, multi-developing dan user-friendly (dapat digunakan oleh berbagai kalangan pengguna). Sistem dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java disertai third-party program berupa Android SDK dan database management system (DBMS). Penggunaan sistem ini berbasis mobile sehingga memiliki keunggulan dalam kecepatan, efektivitas dan efisiensi akses serta penyebaran informasi diantara stakeholders.

BAB III ANALISIS DAN MODEL PROSES BISNIS


A. BPM Diagram

Dalam suatu proses untuk menentukan kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi tiap periode ke-n, dibutuhkan beberapa stakeholders dimana stakeholders tersebut saling berhubungan. Interaksi yang terjadi pada setiap proses akan melibatkan supplier, staff PPIC, manajer pengadaan barang dan penggudangan dan manajer produksi. Contoh interaksi terjadi antara supplier dan staff PPIC dimana supplier memberikan data bahan baku yang tersedia lalu akan diterima oleh staff PPIC. Lalu staff PPIC akan memberikan informasi kepada manajer pengadaan barang dan penggudangan dan manajer produksi, contohnya berupa data bahan baku, data proses produksi dan lain-lain. Sehingga dapat ditemukan fluktuasi produksi pada periode ke-n. Gambar 3.1 Diagram Top Level System Gambar 3.2 menjelaskan tentang tahapantahapan aktivitas menemukan fluktuasi produksi. Tahapan tersebut adalah pertama menerima data bahan baku, kemudian mengkoleksi data, setelah itu menganalisis data . jika data tersebut masih kurang tepat, maka dilakukan koleksi data. Tetapi jika sudah tepat maka dilakukan pelaporan. Setelah itu dapat dibuat system untuk menemukan fluktuasi produk

Gambar 3.2 Diagram BPD menemukan fluktuasi produksi Dari gambar 3.3 menunjukan aktivitas memodelkan sistem. Tahapan awal nya adalah menerima data bahan baku dan perencanaan produksi tiap periode ke-n. Selanjutnya adalah mendesain sistem informasi. Kemudian mengkoding, tetapi sebelumnya dilakukan penerimaan desain informasi. Setelah itu bisa dilakukan pengembangan sistem berdasarkan evaluasi.

Gambar 3.3 Diagram BPD Memodelkan Sistem Gambar 3.4 menjelaskan tentang mendesain sistem informasi. Tahapan awal untuk mendesain sistem informasi adalah menerima data proses produksi, kemudian mendesain proses produksi. Tahapan selanjutnya adalah mendesain diagram akses informasi, tapi sebelumnya dilakukan aktivitas menerima data akses informasi. Tahapan selanjutnya adalah mendesain diagram keterkaitan aktivitas yang memerlukan data aktivitas . tahapan terakhir adalah mendesain diagram MRP yang memerlukan data forecasting produksi. Sehingga desain sistem informasi dapat dilaksanakan.

Gambar 3.4 Diagram BPD Mendesain Sistem Informasi Gambar 3.5 menunjukan tahapan proses dalam mengkoding. Tahapan awal nya adalah menerima database, kemudian data base yang sudah diterima disusun sehingga dapat membuat sistem perhitungan efisiensi proses yang memerlukan data proses produksi sosis, sehingga sebelumnya dilakukan aktivitas menerima data proses produksi. Selanjutnya adalah membuat sistem perhitungan forecasting bahan baku, sehingga dilakukan aktivitas menerima jumlah data bahan baku. Setelah membuat sistem forecasting bahan baku, dibuat sistem perhitungan supplier. Tetapi sebelumnya dilakukan aktivitas menerima data supplier. Setelah semua aktivitas selesai, tahapan terakhir dalam proses mengkoding adalah membuat program dalam sistem operasi android.

Gambar 3.5 Diagram BPD Mengkoding

Untuk menganalisis MRP diperlukan data bahan baku yang digunakan produksi sosis sapi. Setelah menerima kebutuhan bahan akan digunakan, maka dilakukan pengalokasian pembelian bahan baku agar bahan baku untuk proses produksi terpenuhi.

Gambar 3.6 Diagram BPD menganalisis MRP

Gambar 3.7 Diagram BPD Menganalisis Data

Gambar diatas menjelaskan bahwa dalam menganalisis MRP, data bahan baku harus diterima oleh staff PPIC. Hasil dari analisa akan menghasilkan prakiraan suplai bahan baku sosis. Setelah prakiraan suplai bahan baku sudah ada, maka staff PPIC akan memprakirakan rencana produksi sosis ke-n. Data rencana produksi yang sudah diterima akan dihitung efesiensi proses produksinya.

Gambar 3.8 Diagram BPD Memprakirakan rencana produksi sosis periode ke-n

Gambar diatas menjelaskan bahwa untuk memprakirakan rencana produksi sosis periode ke-n atau periode selanjutnya dilakukan analisis data tren produksi dari data tren produksi sebelumnya.

10

Gambar 3.8 Diagram BPD memprakirakan suplai bahan baku

Gambar diatas menjelaskan bahwa suplai bahan baku didapat dari beberapa supplier. Supplier terdiri dari supplier utama dan cadangan. Supplier utama akan diprioritaskan untuk menyuplai pertama kali dan supllier berikutnya akan mengikuti. Model dari BPD memperkirakan suplai bahan baku menjelaskan apabila suplai daging belum terpenuhi pada supplier 1 maka akan di suplai dari supplier 2. Jika kebutuhan daging terpenuh, maka berlanjut ke kebutuhan tepung. Mekanisme sama dijalankan terhadap bahan baku tepung dan bahan baku sosis lainnya

11

B. Levelling Data Flow Diagram (DFD)


1 DB Bahan Baku

DB Produksi Simpan Baca Data Bahan Baku Simpan Baca Data Proses

Staf PPIC

Data Bahan Baku dan Proses Produksi

1 Data Pemasok dan Bahan Baku Supplier Menemukan Fluktuasi Produksi Sosis Sapi Tiap Periode Inventory

Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan

+
Jadwal Produksi

Manajer Produksi

Gambar 3.9 DFD Level 0

Dalam level 0 ini, proses yang dilakukan adalah menemukan fluktuasi produksi sosis sapi tiap periode. Suplier memberikan data bahan baku yang nantinya akan diproses lalu akan diterima oleh staf PPIC. Setelah data bahan baku diterima oleh staf PPIC, staff PPIC memberikan informasi berupa data bahan baku dan proses produksi yang ditujukan kepada manajer produksi dan manajer pengadaan bahan baku. Data yang diberikan kepada manajer produksi berupa jadwal produksi lalu data yang diberikan kepada manajer pengadaan bahan baku yaitu berupa data bahan baku yang nantinya akan disesuaikan dengan stock barang yang ada dalam gudang.

12

DB Bahan Baku Sosis 4 Data Bahan Baku Sosis Data Bahan Kemasan DB Bahan Kemasan

Supplier

[Data Pemasok dan Bahan Baku]

1.1 Pengumpulan Data

[Simpan Baca Data Bahan Baku]

DB Bahan Baku [Data Bahan Baku dan Proses Produksi] Data Pemasok Bahan dan Kemasan Data Proses Produksi [Jadwal Produksi] [Simpan Baca Data Proses]

Staf PPIC 5 DB Pemasok 6 2 DB Produksi DB Proses Produksi Manajer Produksi

Data Proses dan Bahan Baku 8 Data Pemasok Bahan Baku

DB Rencana Produksi

Data Rencana Produksi dan Bahan Baku Data Rencana Produksi [Inventory] Alokasi Supplier

1.2 Menganalisis Data

1.3 Mendesain model penunjang keputusan

Data Kebutuhan Bahan Baku

DB Kebutuhan Bahan Baku

Jadwal Pembelian Bahan Baku

Model Penunjang Keputusan

Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan

Gambar 3.10 DFD Level 1

DFD level 1 merupakan penjelasan dari DFD level 0. Supplier menjadi input pengumpulan data pada level 1. Data yang diinputkan dari supplier meliputi data bahan baku, bahan baku sosis dan data bahan kemasan. Seluruh data tersebut dilaporkan kepada Manajer produksi dan Manajer pengadaan barang dan penggudangan. Data tersebut juga menjadi output dari pengumpulan data kepada Staf PPIC. Staf PPIC dapat menganalisis data proses dan bahan baku yang akan menjadi data kebutuhan bahan baku dan jadwal pembelian bahan baku.

13

DB Bahan Baku Sosis

[Data Bahan Baku Sosis] 1.1.1 Mencari Data Bahan Baku Sosis [Data Pemasok dan Bahan Baku] [Simpan Baca Data Bahan Baku] Data Kemasan 1 Supplier Bahan Baku Kemasan 1.1.2 Mencari data bahan baku kemasan [Jadwal Produksi] DB Bahan Baku

[Data Bahan Baku dan Proses Produksi]

Staf PPIC

Pemasok [Inventory]

[Data Bahan Kemasan] Data Pemasok 4 DB Bahan Kemasan

Manajer Produksi

1.1.3 Mencari data supplier

[Data Pemasok Bahan dan Kemasan]

Kapasitas produksi

Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan

DB Pemasok

1.1.4 2 DB Produksi [Simpan Baca Data Proses] Mencari data efisiensi mesin

[Data Proses Produksi]

DB Proses Produksi

Gambar 3.11 DFD Level 1

DFD Level 2 terbagi menjadi 2 subproses, yaitu subproses pengumpulan data dan subproses analisis data. Pada subproses pengumpulan data, supplier menjadi input dari data pemasokan bahan baku, bahan baku kemasan, dan data pemasok. Data pemasok dan bahan baku akan menjadi input dari pencarian data bahan baku sosis oleh Staf PPIC yang akan menghasilkan database bahan baku sosis dan database bahan baku. Data tersebut akan dilaporkan sebagai jadwal produksi pada Manajer produksi dan inventori pada Manajer pengadaan barang dan penggudangan. Data bahan baku kemasan akan menjadi input dari pencarian bahan baku kemasan dari Staf PPIC yang akan menghasilkan database bahan kemasan. Data pemasok akan menjadi input dari pencarian data supplier oleh Staf PPIC yang akan menghasilkan data pemasok dan bahan kemasan. Data efisiensi mesin yang didapat dari database produksi akan dilaporkan kepada Manajer produksi yang akan menghasilkan database proses produksi

14

Staf PPIC Manajer Produksi [Alokasi Supplier] 1.2.1 Menganalisis MRP

[Data Proses dan Bahan Baku]

[Data Kebutuhan Bahan Baku]

DB Kebutuhan Bahan Baku

DB Pemasok

1.2.2 Memprakirakan [Data Pemasok Bahan Baku] suplai bahan baku

[Jadwal Pembelian Bahan Baku]

Manajer Pengadaan Barang dan Penggudangan

[Data Rencana Produksi]

DB Rencana Produksi

Gambar 3.12 DFD Level 2 Pada subproses analisis data, terdapat 2 jenis analisis data yaitu analisis MRP dan analisis meprakirakan supplai bahan baku. Pada analisis MRP, Staf PPIC akan menganalisis data proses dan bahan baku menghasilkan data kebutuhan bahan baku. Data kebutuhan bahan baku hasil analisis MRP digunakan untuk mengalikasi supplier yang dilaporkan pada Manajer produksi. Pada analisis memprakirakan supplai bahan baku, data pemasok bahan baku diinputkan dari database pemasok yang akan menghasilkan data rencana produksi. Data rencana produksi akan menjadi dasar untuk penjadwalan pembelian bahan baku oleh Manajer pengadaan barang dan penggudangan.

15