Anda di halaman 1dari 4

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

Maasyiral muslimin, jamaah shalat jumat rahimakumullah Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama meningklatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allhah swt. Dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangannya. Dengan demikian, semoga itu akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat, amin. Maasyiral muslimin, jamaah shalat jumat rahimakumullah Kedua orang tua adalah yang menjadi perantara kelahiran kita di dunia, dan keduannya jusa telah merawat kita sejak kecil hengga dewasa. Sebagaiman yang kita ketahui bahwa semenjak dalam kandungan, ibu telah banyak berkorban demi anaknya. Dalam berbuat apapun, ibu selalau berhati-hati dengan pertimbangan keselamatan anaknya. Dalam mengambil makanna misalnya, seorang ibu akan sangat berhati-hati dan lebih memilih makanan yang bermanfaat bagi pertumbuhan sang anak, dan sekiranya makanan tersebut dapat berpengaruh buruk pada sang bayi, maka ia lebih memilih untuk menghindarinya, sekalipun makanan iru adalah makanan favoritnya. Masih banyak perjuangan yang dilakukan oleh seorang ibu demi sang buah hati. Aplagi setelah

kandungannya besar menjelang persalinan, nyawa ia pertaruhkan demi kelahiran sang bayi dengan selamat. Pasca kelahiran sang bayi pun belum selesai tugas seorang ibu dan bahkan bertambah berat. Ia harus menyusui, merawat, mwndidik, dan melindungi hingga menjadi dewasa. Semua dilakukannya dengan senang hati meski harus bersusahpayah dan yak kenal lelah. Begitulsh jerih payah, perjuangan dan pengorbanan seorang ibu. Sementara, perjuangan seorang ayah juga tak kalah besarnya. Tanggung jawab dan pengorbanannya juga begitu besar dalam mencari nafkah, melindungi keluarga, dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan dengan ikhlas demi berlangsungnya kehidupan dan keselamatan sang anak dan keluarga, agar kelak menjadi anak yang saleh, berbakti kepada Allah dan kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, maka ketika jerih payah kedua orangtua yang besar, kasih saying, perhatian serta pendidikan yang mereka berikan kemudian dibalas dengan kedurhakaan sang anak, maka pantaslah perbuatan anak tersebut tergolong sebagai dosa yang besar. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Dalm sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Bakrah :

Artinya : Maukah kalian aku tunjukkan tentang dosa yang paling besar? (diulangi tiga kali). Lalu para sahabat menjawab, Mau ya Rasulullah. Kemudian beliau bersabda, Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua. (HR.Bukhari dan Muslim) Maasyiral muslimin, jamaah shalat jumat rahimakumullah

Islam memerintahkan kita ntuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtua. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua berulang kali disebutkan dalam Al-Quran dan disertakan setelah perintah untuk menyembah Allah. Sebagaimana yang terdapat dalam surah An Nisa ayat 36, sabagai berikut:

Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, dan berbuatr baiklan kepada kedua orang tua. ( QS. An Nisa : 36) Ayat tersebut menunjukan bahwa pantingnya birul walidaini dalam kehidupan ini, terutama bagi kebahagiaan dan keselamatan sang anak. Kita sebagai seorang anak perlu mangetahui hak-hak orang tua yang harus dipenuhi oleh seorang anak demi tercapainya ridha Allah swt. Hak-hak tersebut antara lain ialah: Pertama: Anak wajib berbakti dan menaati perintahnya dan menahan diri dari apa yang dilarangnya selama apa yang diperintahkan dan dilarang tidak bertentangan dengan syariat islam. Kedua: Menghormati, memuliakan, mengagungkan dan merendahkan diri terhadap orang tua, serta tidsk berbicara kasar dihadapannya. Ketiga: Mendoakan kedua orang tua dan memohonkan ampun bagi mereka. Bersikaplah lemah dan kasih saying kepada mereka. Allah swt. Berfirman:


Artinya:

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. Al Isra: 24) Mulai sekarang marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk berbuat baik dan berusaha untuk mendapatkan keridhaan dari kedua orang tua, hal ini sangat penting mengingat sabda Rasulullah saw.

Artinya: Barang siapa yang membuat ridha kedua orang tuanya, maka dia telah membuat ridha pemciptanya (Allah) dan barang siapa yang membuat marah kedua orang tuanay, maka ia telah membuat marah penciptanya. Maasyiral muslimin, jamaah shalat jumat rahimakumullah Demikianlah khotbah jumat yang telah saya sampaikan. Dan mudah-mudahan kita diberi taufik dan hidayah oleh Allah sehingga kita mampu memenuhi kewajiban kita atas kedua orang tua kita dengan sebaik-baiknya dan menjadi anak yang berbakti kepada Allah dan kepada kedua orang tua, sehingga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat ridha Allah karena keridhaan kedua orang tua kita, amin.