Anda di halaman 1dari 17

Andi Umbara jaya Aprilyawati Noviratna Sari Ardani Neng Pt Ririn Purnama S Seri Astuti

Oleh: (001) (002) (017) (019) (020)

Meningitis

adalah infeksi akut pada selaput meningen (selaput yang menutupi otak dan medula spinalis).Encephalitis adalah peradangan jaringan otak yang dapat mengenai selaput pembungkus otak dan medulla spinalis. Meningoencephalitis adalah peradangan pada selaput meningen dan jaringan otak.

1. Infeksi virus: Dari orang ke orang: morbili, gondong, rubella, kelompok enterovirus, kelompok herpes, kelompok pox, influenza A dan B. Lewat arthropoda: Eastern equine, Western equine, Dengue, Colorado tick fever. 2. Infeksi non virus: Ricketsia Mycoplasma pneumonia Bakterial: meningitis tuberkulosa dan bakterial sering mempunyai komponen ensefalitis. Spirocheta: sifilis, leptospirosis.

Cat-scratch fever. Jamur: kriptococus, histoplasmosis, aspergilosis, mukomikosis, kandidosis, koksidiodomikosis. Protozoa: plasmodium, tripanosoma, toksoplasma. Metazoa: throchinosis, ekinokokosis, sistiserkosis, skistosomiasis. 3. Parainfeksi-postinfeksi, alergi: MMR, influenza, pertusis, ricketsia, influensa A, B, hepatitis. Pasca vakainasi MMR, influensa, vaksinasi, pertusis, yellow fever, tifoid.

4.

Human Slow Virus: Jackop-Creutzfeldt disease Progessive multifokal leucoencephalophaty Kuru 5. Kelompok tidak diketahui

Adanya agen infeksi Reaksi inflamasi pada parenkim otak Degenerasi dan fagositosis dari sel saraf Cedera pada mitokondria neuronal

edema otak Peningkatan TIK Gangguan aliran darah

Panas tinggi (gejala kardinal). Kesadaran menurun (gejala kardinal) Kejang fokal maupun umun (gejala kardinal) Nyeri kepala Mual, muntah Mengigau dan berteriak teriak.

1. Tatalaksana penderita rawat inap: a. Mengatasi kejang adalah tindakan vital, karena kejang pada ensefalitis biasanya berat. b. Perbaiki hemostasis: Infus D5-1/2 S atau D51/4S (tergantung umur), dan pemberian oksigen. c. Deksamethason 0,5-1,0 mg/kgBB/hari, iv, dibagi 3 dosis. d. Manitol. e. Antibiotik f. Fisioterapi dan terapi bicara g. Makanan TKTP, kalau perlu MLP. h. Perawatan yang baik

Pemantauan:

Keadaan umum, kesadaran, tanda vital, kejang, gizi, pungsi lumbal, kelainan THT, Cushing sign. 2. Tatalaksana penderita rawat jalan: a. Pemantauan kelainan yang dijumpai selama rawat inap. b. Medikamentosa, c. Konsultasi THT rutin d. Fisioterapi: terapi wicara.

1. Pemeriksaan neurologis: gangguan kesadaran, hemiparesis, tonus otot meningkat, spastisitas, terdapat refleks patologis, refleks fisiologis meningkat, klonus, gangguan nervus kranialis (buta, tuli), ataksia. 2. Pemeriksaan laboratorium: Pungsi lumbal: a. LCS jernih b. Reaksi pandy/nonne-apelt (+)/(-) c. Jumlah sel: 0 sampai beberapa ribu, sel polimorfonuklet. d. Protein: normal sampai sedikit naik.

e.

Gula: normal f. Kultur: 70%-80% (+), untuk virus 80% (+) Darah: a. WBC normal/meninggi tergantung etiologi b. Hitung jenis: normal/dominasi sel polimorfonuklear. c. Kultur: 80-90% (+)

3.

Pemeriksaan pelengkap: a. CRP darah dan LCS b. Serologi (Ig M. Ig G). c. EEG: multifokal pseudokompleks. d. CT Scan kepala: edema otak, tanpa bercak-bercak hipodens tuberkulosis/tuberkel yang terfokus.

A.

Pengkajian.

Identitas. Riwayat

Keperawatan.

Keluhan utama. Riwayat penyakit sekarang.

Riwayat

penyakit dahulu

Riwayat kesehatan keluarga.

Riwayat

kesehatan lingkungan.

Imunisasi. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan. Nutrisi.

3.

Pemeriksaan fisik Head to toe

1.

Perubahan perfusi jaringan cerebral b.d edema serebral/ penyumbatan aliran darah. 2. Nyeri akut b.d agen biologi 3. Hambatan mobilitas fisik b.d kerusakan neuromuskular.

TERIMA

KASIH