Laporan Praktikum Ke-3 Nama Asisten : Dimas Utomo Aji M.

K Pengetahuan Bahan Baku Industri Hasil Perairan KARAKTERISTIK KERANG DARAH ( Anadara granosa ) Virjean Pricillia (C34090081) Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Tanggal : 24 Maret 2011
ABSTRAK Kerang darah ( Anadara granosa ) merupakan salah satu biota laut dari kelas Bivalvia, yang hidupnya relatif menetap di dasar perairan. Produksi kerang darah di Indonesia pada tahun 2003 adalah 495,50 ton dan meningkat pada tahun 2004 menjadi 496,30 ton. Berdasarkan perilaku makannya, kerang darah termasuk detritus feeder atau pemakan detritus dan mikroalga dasar. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan teknik preparasi kerang darah. Berdasarkan hasil praktikum, morfometrik kerang darah yaitu, rata-rata berat utuh 10,76 gram, panjang 3,09 cm, lebar 2,41 cm dan tinggi 2,35 cm. Sementara besarnya rendemen kerang darah yaitu, daging 18%, cangkang 64% dan jeroan 14%. Serta komposisi kimia kerang darah yaitu, kadar abu 2,30%, kadar air 77,80%, kadar protein 10,27%, kadar lemak 5,85% dan kadar karbohidrat 3,78%. Kata kunci : analisis proksimat, kemunduran mutu, kerang darah (Anadara granosa), morfometrik, rendemen

PENDAHULUAN Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu jenis kerang yang berpotensi dan bernilai ekonomis untuk dikembangkan sebagai sumber protein dan mineral. Kerang darah adalah salah satu biota laut dari kelas Bivalvia, yang hidupnya relatif menetap di dasar perairan (Suprapti 2008). Kerang darah banyak ditemukan pada substrat yang berlumpur di muara sungai dengan topografi pantai yang landai sampai kedalaman 20 m. Kerang darah bersifat infauna yaitu hidup dengan cara membenamkan diri di bawah permukaan lumpur di perairan dangkal (PKSPL 2004). Berdasarkan perilaku makannya, kerang darah termasuk detritus feeder atau pemakan detritus dan mikroalga dasar. Kerang darah hidup di dasar perairan pesisir seperti estuari, mangrove dan padang lamun dengan substrat

lumpur berpasir dan salinitas yang relatif rendah. Kerang darah juga hidup mengelompok dan umumnya banyak ditemukan pada substrat yang kaya bahan organik, fitoplankton dan alga bersel satu (FAO 2009 dalam Wahyuningtias 2010). Penyebaran kerang darah secara longitudinal meliputi perairan Indo Pasifik, dari Afrika Utara ke Polynesia, sedangkan secara latitudinal meliputi perairan Jepang serta Australia di bagian utara dan selatan (FAO 2009). Pada daerah perairan Indonesia, kerang darah menyebar di beberapa daerah yaitu di perairan pesisir Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Irian Jaya dan Pulau Jawa (Subani et al. 1989). Produksi kerang darah di Indonesia pada tahun 2003 adalah 495,50 ton dan meningkat pada tahun 2004 menjadi 496.30 ton (DKP 2004). Klasifikasi kerang darah (Anadara granosa) menurut Linnaeus

memiliki alur kurang lebih 18-20 buah dengan rusuk yang tegas. wadah. kerang darah di preparasi dan dipisahkan antara cangkang. Setelah itu masing-masing bagian ditimbang dan dihitung persentase rendemennya. 24 Maret 2011. Cangkang A. Prosedur kerja praktikum dapat dilihat secara lengkap pada diagram alir pada Gambar 2. granosa memiliki ciri tubuh tebal dan meggembung. Kerang darah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan makanan. Secara umum kerang dikenal sebagai sumber pangan protein berkuallitas tinggi. lebar dan tinggi dengan menggunakan penggaris. METODE Waktu dan Tempat Praktikum karakteristik kerang darah (Anadara granosa) dilaksanakan pada hari Kamis. plastik. trashbag dan pinset. Kerang darah memijah sepanjang tahun dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus/September. Byssus merupakan serabut pelekat yang dijumpai pada sebagian kerang dan berfungsi untuk melekatkan diri pada benda keras (Nybakken 1988). Kerang darah yang telah ditentukan rendemennya kemudian diamati laju kemunduran mutunya dengan berbagai perlakuan. rendemen. penggaris. Berdasarkan Trilaksani dan Nurjanah (2004) dalam Wahyuningtias (2010) menyebutkan bahwa dalam 100 gram daging kerang darah terkandung kurang lebih 300 kalori. daging dan jeroannya. bukur Nama umum : Blood cockle Menurut Dance (1977). kerang darah ditimbang berat utuhnya dengan menggunakan timbangan digital. timbangan digital. struktur morfologi kerang darah (Anadara granosa) dapat dilihat pada Gambar 1. Setelah di ukur morfometriknya. Kemudian di ukur panjanng. A. namun biasanya hanya 4-6 cm. . hewan ini termasuk hewan berumah dua. Tingginya protein di dalam daging kerang darah belum diimbangi dengan harga jual yang murah. Prosedur Kerja Sebelum di preparasi. Praktikum karakteristik kerang darah ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kerang darah (Anadara granosa) yang meliputi ciri morfometrik.00 WIB di Laboratorium Pengetahuan Bahan Baku Industri Teknologi Hasil Perairan. dan kemunduran mutu. granosa dapat mencapai ukkuran panjang 9 cm.dalam Broom (1985) adalah sebagai berikut : Filum : Mollusca Kelas : Bivalvia Subkelas : Filibranchiata Ordo : Eutaxodontida Famili : Arcidae Subfamili : Anadarinae Genus : Anadara Spesies : Anadara granosa Nama lokal : Kerang darah. Bahan yang digunakan antara lain kerang darah (Anadara granosa) dan es batu. Kerang darah dapat melekatkan dirinya pada segala benda yang tersedia karena adanya byssus. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain. Kematangan gonad terjadi pada saat kerang darah mencapai ukuran panjang 18-20 mm dan berumur kurang dari satu tahun. analisis proksimat. kedua cangkang equilateral dengan umbo terletak ditengah antara posterior dan anterior.0018. pukul 15.

lebar 2. Perbedaan hasil ini . lemak. Parameter morfometrik kerang darah yang diukur pada praktikum ini adalah berat utuh. Berdasarkan data pada Tabel 1 dapat diketahui rata-rata berat utuh kerang darah 10.33 cm. hasil pengukuran kerang dari Indragiri Hilir. lemak 2. sedangkan rendemen jeroan adalah yang terendah. Menurut Rasidi et al. yaitu sebesar 69%. Kadar air kerang darah memiliki persentase paling besar. Berdasarkan diagram pie pada Gambar 3 dapat diketahui besarnya rendemen persentase rendemen daging 18%. Rendemen hasil perikanan berbeda-beda tergantung dari ukuran. Rendemen kerang darah (Anadara granosa) Rendemen merupakan bagian tubuh kerang darah yang dapat termanfaatkan. tinggi rata–rata 3. Besarnya persentase masing-masing rendemen dapat dilihat pada Gambar 3. Berdasarkan data pada Tabel 2 dapat diketahui komposisi kimia kerang darah yaitu. berat dan jenisnya.35 cm. Riau. abu 2. Ukuran ini merupakan salah satu hal yang dapat digunakan sebagai ciri taksonomik saat mengidentifikasi organisme.50 %.41 cm dan tinggi 2. jenis kelamin dan lingkungan hidupnya (Affandi et al. Hasil ini tidak berbeda jauh dari pengukuran yang dilakukan pada praktikum. (2007) rendemen daging kerang darah sebesar 11%.24 %. Hasil ini tidak berbeda jaug dengan hasil berdasarkan praktikum.80%.27%. (2005) komposisi kimia kerang darah adalah protein 19. diperoleh panjang rata-rata kerang darah 3.91 cm. panjang 3. panjang. Rendemen pada kerang darah terbagi menjadi daging.09 cm. Tiap spesies memiliki ukuran mutlak yang berbedabeda. lebar dan tinggi.76 gram. dan air 74. cangkang 64% dan jeroan 14%. (2007).48 %. dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan (Hadiwiyoto 1993). dan lebar rata-rata 2. cangkang dan jeroan. Kerang darah memiliki rendemen yang sangat tinggi pada rendemen cangkang. yaitu rendemen daging sebesar 13%. 1992). Hasil pengukuran morfometrik kerang darah dapat dilihat pada Tabel 1.30%. Dapat terlihat bahwa rendemen cangkang adalah yang paling besar. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh umur.55 cm. Menurut Nurjanah et al. kadar abu 2.HASIL DAN PEMBAHASAN Ukuran dan berat kerang darah (Anadara granosa) Morfometrik adalah ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh atau bagian tubuh organisme.78%. Rendemen dihitung dengan rumus: Rendemen(%)=bobot contoh(gr) x 100% bobot total(gr) Komposisi kimia kerang darah (Anadara granosa) Analisis proksimat adalah suatu metode analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein.85% dan kadar karbohidrat 3. Menurut Rasidi et al. Hasil uji proximat kerang darah (Anadara granosa) dapat dilihat pada Tabel 2.37 %. sehingga disebut daging dalam cangkang. Hal ini karena bagian cangkang pada kerang darah menutupi tubuh kerang darah. Ukuran ini meliputi jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. karbohidrat. kadar protein 10. kadar air 77. kadar lemak 5. sedangkan persentase kadar abu adalah yang terendah.

Pada hari ke-3 kerang darah mengalami kemunduran mutu yaitu.al 2004). Penurunan pH mengakibatkan enzim- . Tekstur Kemunduran mutu melalui tekstur dapat terlihat dari kekenyalan dan kekompakan dagingnya. Bau Kerang darah meiliki bau yang spesifik jika dalam keadaan segar. Uji organoleptik merupakan penilaian subjektif yang dilakukan secara individu dengan mengandalkan indera manusia sebagai alat utama (Irianto et. Jika kerang darah sudah mengalami pembusukan maka baunya pasti akan berubah menjadi tidak sedap atau busuk. Hal tersebut dapat dikarenakan mikroorganisme yang terdapat pada saluran pencernaan (jeroan) mengakibatkan kerang darah utuh lebih cepat laju kemunduran mutunya dibandingkan kerang darah tanpa jeroan (Irianto et. alkohol aromatik (fenol. Hal ini dikarenakan pada suhu normal (kamar) pertumbuhan mikroorganisme sangat cepat karena organisme tumbuh cepat pada kondisi lembab (suhu kamar) (Adawyah 2002). Bau yang timbul tersebut diakibatkan oleh terakumulasinya basa-basa yang menguap hasil proses dekomposisi oleh mikroorganisme seperti senyawasenyawa sulfur.al 2009). jadi melalui bau juga dapat diketahui tingkat kesegarannya. Hasil pengamatan laju kemunduran mutu kerang darah berdasarkan bau dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7. Kerang darah utuh juga mengalami kemunduran mutu yang lebih cepat dibandingkan dengan kerang darah tanpa jeroan. Penampakan kerang darah pada suhu kamar mengalami kemunduran mutu yang lebih cepat dibandingkan pada suhu chilling. bau. Parameter yang diamati dalam mengamati kemunduran mutu kerang darah adalah penampakan. Pada hari ke-0 kerang darah utuh dan tanpa jeroan memiliki penampakan utuh.al 2009). Kemunduran mutu kerang darah (Anadara granosa) Kemunduran mutu kerang darah diamati selama 3 hari dengan menggunakan uji organoleptik. pH tubuh kerang darah akan menurun.dapat disebabkan karena perbedaan kondisi lingkungan. rusak fisik dan berwarna coklat tua kusam. serta senyawa-senyawa heterosiklik seperti indol dan skatol (Nurjanah et. dan tekstur dengan dua perlakuan yaitu pada suhu chilling dan suhu kamar. Berdasarkan dari grafik pada gambar 8 dan Gambar 9 dapat diketahui tekstur kerang darah utuh mengalami laju kemunduran mutu yang lebih cepat dibandingkan dengan kerang darah tanpa jeroan. Jika daging sudah tidak elastis dan mudah rusak sudah dapat dipastikan bahan tersebut sudah mengalami pembusukan. jenis kelamin. Penampakan Laju kemunduran mutu kerang darah berdasarkan parameter penampakan kerang darah dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5.kresol). Pada saat kerang darah mati. umur dan musim penangkapan. Menurut hasil pengamatan bau kerang darah utuh mengalami kemunduran mutu yang lebih cepat dibandingkan kerang darah tanpa jeroan. rapi. Hasil pengamatan laju kemunduran mutu berdasarkan parameter tekstur dapat dilihat pada Gambar 8 dan Gambar 9. warna spesifik jenis dan cemerlang.

rata-rata berat utuh kerang darah 10. Effendie MI. kerang darah utuh mengalami kemunduran yang cepat. sedangkan kerang darah tanpa jeroan cenderung lambat. Yogyaarta : Yayasan Pustaka Nusatama. Ilmu Hayat. kadar lemak 5.30%. International centre for Living Aquatic Resources Management.85% dan kadar karbohidrat 3. Oleh karena itu.35 cm. Jakarta: Bumi Aksara Affandi R. Lismawati. panjang 3. Bogor. Saran Penentuan karakteristik dengan metode organoleptik dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya.80%. 1985. London : Blanford press. Statistik Perikanan Tangkap Banten 2004. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jurnal Mangrove dan Pesisir Vol.enzim yang bekerja pada suhu rendah menjadi aktif. . Pada laju kemunduran mutu. Berdasarkan hasil praktikum cangkang merupakan bagian yang paling besar yaitu sebesar 64%. Uji coba dua jenis bubu penangkap keong macan di perairan Karang Serang kabupaten Tanggerang.27%. Rahardjo MF. Broom MJ. Safei DS. sedangkan jeroan merupakan bagian terkecil yaitu sebesar 14% dan rendemen daging sebesar 18%. Analisis Pengolahan dan Pengembangan Budidaya Kerang darah di Kecamatan Kuala Indragiri. Rendemen kerang darah terdiri dari cangkang. Katepsin.76 gram. The Biology and Culture of Marine Bivalve Mollusca of the Genus Anadara.78%. Kerang darah pada suhu kamar juga mengalami kemunduran mutu yang cepat dibandingkan dengan kerang darah pada suhu chilling. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas. 2002. Sulistiono. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil praktikum.09 cm. Biologi Perikanan. 37p..S. The Encyclopedia of Shells. Analisis proximat dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia kerang darah yaitu. merombak strutur jaringan protein otot menjadi lebih longgar yang mengakibatkan daging kerang darah menjadi agak lunak. [DKP] Direktorat Jenderal Kelautan dan Perikanan.41 cm dan tinggi 2. Bogor. kadar protein 10. morfometrik kerang darah yaitu. Program Pascasarjana. DAFTAR PUSTAKA Adawyah R. Dance SP. kadar abu 2. 1997. panelis sebaiknya benar-benar memperhatikan kesiapan psikis dan fisiknya saat akan melakukan uji organoleptik sehingga data yang dihasilkan akan lebih akurat. Iktiologi : Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. 1977.D. Diniah. yaitu enzim proteolitik yang berfungsi menguraikan protein menjadi senyawa sederhana. Air memiliki persentase tertinggi sedangkan abu memperoleh persentase terendah.2/2006. Dinas Kelautan dan perikanan banten 2004. kadar air 77. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Erianto D. Proses perombakan oleh enzim tersebut disebut dengan autolisis (Diniah et al 2006). Martasuganda. 1992. Manila. lebar 2. Banten. 2005. Institut Pertanian Bogor. daging dan jeroan. 2006. VI No. Kabupaten Idragiri Hilir Provinsi Riau [tesis]. Institut Pertanian Bogor.

Provinsi Gorontalo [Laporan Penelitian]. 1993. Analisis beberapa Aspek Biologi Reprodksi pada Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Bojonegara. Jakarta. Potensi dan Penyebaran Molluska dan Teripang. Siti N. Anadara granosa (Linnaeus 1758) [terhubung berkala] http://www. Lea) sebagai Biofilter Perairan di Waduk Cirata. Sahabi M. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.[FAO] Fsheries and Aquaculture Organization. 2006. Setyono DED. Potensi Kijing (Pilsbryoconcha exilis. Sedimen dan Kerang Darah (Anadara granosa) di Wilayah Pantai Sekitar Muara Sungai Sayung. 2005. Kandungan Mineral dan Proximat Kerang Darah (Anadara granosa) yang diambil dari Kabupaten Boalemo. Aspek biologi. Irianto HE dan Giyatmi S. Kustiyariyah. Suprapti NH. Gorontalo: PKSPL. 2008. Karakteristik Biologi dan Produk Kekerangan Laut. Kandungan Chromium pada Perairan. Kabupaten Cianjur. Astuti IR. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. 2004. Jakarta : Universitas Terbuka Nurjanah.org/fishery/spesies /3503/en [ 5 April2010 ]. 2007. . Jakarta: Riset perikanan budidaya. Sulistiawan RSN. Institut Pertanian Bogor. Hadiwiyoto S. 1989. Jakarta : PT Gramedia. Subani W. Banten [skripsi]. Biologi Laut suatu Pendekatan Ekologis. Jawa Tengah. Aznan A. Jakarta: Penerbit Liberty. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI. W Kastoro. Desa Morosari Kabupaten Demak. Nybakken JW. 2009.fao. Gorontalo. PKSPL. Vol 31(1) : 1-7 ISSN: 0216-1877. Zulhamsyah. Distribusi dan Pengelolaan Sumberdaya Kerang Darah (Anadara granosa). 10(2) : 53-56 ISSN : 1410-8801 Wahyuningtias SM. 2007. Jawa Barat. 1988. 2009. Teluk Banten. Buletin Hasil Perikanan. Vol VIII (2) : 15-24. Direktorat Jenderal Perikanan. Penelitian dan Pengembangan Budidaya Perikanan (Kerang darah) di Kabupaten Boalemo. Rusmaedi. Rasidi. 2 (1) : 10. 2010.

daging dan jeroan ditimbang Rendemen cangkang.LAMPIRAN Gambar 1. Kerang darah (Anadara granosa) Sumber : Hartono 2009 Kerang darah dibersihkan Kerang darah dihitung panjang. daging dan jeroan Cangkang. daging dan jeroan dihitung Kemunduran mutu kerang darah diamati dengan perlakuan suhu kamar dan suhu chilling dengan dan tanpa jeroan . lebar dan tinggi Kerang darah utuh ditimbang Kerang darah dibedah dan dipisahkan dari cangkang.

45 .16 1.76± 3. Komposisi kimia cumi-cumi (Loligo sp. Diagram Alir Prosedur Kerja Tabel 1.35 ± 0. Ukuran dan berat rata-rata kerang darah (Anadara granosa) Parameter Berat total (g) Panjang total (cm) Lebar total (cm) Tinggi total (cm) Nilai 10. Diagram pie rendemen Tabel 2.) Senyawa Air Protein Karbohidrat Abu Lemak Kadar (%) 78.40 1.62 Keterangan : Data diperoleh dari hasil rata-rata 20 mahasiswa THP 46 Gambar 3.60 2.Gambar 2.57 4.75 2.09 ± 0.41 ± 0.42 14.97 3.

Grafik penampakan pada suhu kamar Gambar 6.Gambar 4. Grafik Bau pada suhu chilling Gambar 7. Grafik bau pada suhu kamar Gambar 8. Grafik penampakan pada suhu chilling Gambar 5. Grafik tekstur pada suhu kamar . Grafik tekstur pada suhu chilling Gambar 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful