Anda di halaman 1dari 13

IMPLEMENTASI SISTEM OPERASI DAN PENGENDALIAN

Kelompok IV Siti Muzdalifa ( 09.322.079 ) Hasannudin ( 09.322.013 ) Nur Hajes ( 11.322.051 ) Novita Putri A ( 11.322.039 ) Novya Nia S ( 11.322.045 )

IMPLEMENTASI SISTEM
Implementasi sistem adalah proses memasang hardware dan software serta membuat sistem informasi akuntansi jadi dan dapat berjalan.

Perencanaan implementasi

Mempersiapkan lokasi Memilih dan melatih personel

Dokumentasi lengkap

konversi
Menguji sistem

Perencanaan Implementasi
Rencana Implementasi terdiri dari pekerjaan implementasi, perkiraan biaya, dan orang orang yang bertanggung jawab untuk setiap pekerjaan.

Persiapan Lokasi
Sebuah PC, atau komputer kecil lainnya, membutuhkan sedikit persiapan lokasi. Sistem yang besar membutuhkan perubahan yang besar, seperti penambahan stop kontak listrik, fasilitas komunikasi data, pengendalian kelembaban, penerangan khusus, AC, dll

Memilih dan Melatih Personel


Pegawai dapat dipekerjakan dari luar perusahaan atau dipindahkan secara internal atau dengan memberikan serangkaian pelatihan pada karyawan.

Dokumentasi yang Lengkap


3 jenis dokumentasi yang harus dibuat untuk sistem yang baru :

1. Dokumentasi pengembangan; menjelaskan SIA yang baru. Mencakup : deskripsi sistem, salinan output & input, tata letak file, hasil uji, dan formulir penerimaan pemakai. 2. Dokumentasi operasi; mencakup jadwal operasi file yang di akses, persyaratan perlengkapan, keamanan, dan penyimpanan file. 3. Dokumentasi pemakai; mengajarkan para user cara mengoperasikan Sistem Informasi Akuntansi tersebut. Mencakup : buku petunjuk prosedur, dan bahan

Menguji sistem
Dokumen dan laporan, input dari pemakai, prosedur operasi dan pengendalian, prosedur pemrosesan, dan program komputer, semuanya harus diuji coba dalam lingkungan yang sesungguhnya. 3 bentuk umum pengujian : 1. Peninjauan langsung : adalah tinjauan per tahap atas logika prosedur atau program. Fokusnya adalah pada input file, output, dan arus data dari organisasi. 2. Pemrosesan transaksi uji : yaitu menetapkan apakah program beroperasi seperti yang diharapkan. 3. Uji penerimaan : para pemakai mengembangkan kriteria penerimaan dan membuat keputusan akhir apakah akan menerima SIA tersebut atau tidak (dengan menggunakan catatan file dan beberapa salinan dari transaksi).

Konversi Sistem
Konversi adalah proses perubahan dari SIA yang lama ke yang baru. Elemen yang harus dikonversi meliputi : hardware, software, file data, dan prosedur. Proses konversi selesai ketika sistem yang baru telah berjalan.

Operasi dan Pemeliharaan


Langkah akhir dari SDLC adalah mengoperasikan dan mempertahankan sistem yang baru. Peninjauan pascaimplementasi harus dilakukan pada SIA yang baru dipasang untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuan yang direncanakan.

Teknik Pengendalian Sistem Operasi


Berbagai teknik pengendalian untuk menjaga integritas sistem operasi: 1. Pengendalian hak istimewa dalam mengakses : hak istimewa akses untuk pengguna diberikan kepada individu atau kelompok kerja yang diotorisasi atau yang hanya diberi kewenangan untuk menggunakan sistem. 2. Pengendalian kata sandi : kata sandi (password) merupakan sebuah kode rahasia yang dimasukkan oleh pengguna agar dapat mengakses sistem, aplikasi, file data, atau server jaringan. Jika pengguna tidak dapat memberikan kata sandi yang benar, maka sistem operasi akan menolak akses tersebut.

3. Pengendalian terhadap virus dan program program penghancur lainnya : ancaman dari program yang bersifat penghancur data dan hardware dapat dikurangi secara substansial melalui kombinasi pengendalian teknologi dan prosedur administratif, antara lain dengan :

Membeli software asli yang tersegel resmi Memeriksa semua peningkatan fungsi (upgrade) terhadap adanya virus sebelum software di implementasikan Secara rutin membuat salinan cadangan untuk file file penting Menggunakan program antivirus Jika mungkin, membatasi pengguna untuk membaca dan mengeksekusi hal hal yang benar saja, karena hal ini memungkinkan para pengguna untuk mengambil data dan menjalankan aplikasi yang sudah diotorisasi.

4. Mengendalikan jejak audit sistem Jejak audit (audit trail) merupakan catatan harian yang dapat didesain untuk mencatat aktivitas pada sistem, aplikasi, dan pada tingkat pengguna. Jejak audit dapat digunakan untuk mendukung tujuan tujuan keamanan dalam tiga cara, yaitu : Mendeteksi akses yang terjadi saat kejadian atau setelah kejadian Merekonstruksi peristiwa Jejak audit dapat digunakan untuk mengawasi aktivitas pengguna pada tingkat perincian paling rendah

Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai