BAB I PENGGUNAAN ALAT UKUR LISTRIK

A. TUJUAN PERCOBAAN 1. Membaca kode warna dan mengukur hambatan serta mambandingkan harga terukur terdapat kode warna. 2. Menguji Dioda Silikon, Led, dan Dioda jembatan. 3. Menguji transistor NPN dan PNP

B. LANDASAN TEORI 1. Meter kumparan putar magnet permanen ( MCPM ) atau De’ Arsonal. 2. Hambatan seri dan batas ukur voltmeter, hambatan shunt dan batas ukur amperemeter, Airton-shunt. 3. Koreksi hasil pengukuran tegangan dan arus. 4. Kode warna penghambat ( Resistor ) 5. Pengujian diode, Led, Dioda Jembatan dan transistor.

C. METODELOGI PERCOBAAN 1. Prosedur percobaan a. Pengukuran hambatan ( resistor ) 1. Gunakan tabel pengamatan untuk mencatat hasil pengamatan. 2. Tuliskan warna cincin-cincin pada penghambat dengan urutan paling benar ( cincin untuk toleransi adalah yang paling kanan

biasanya berwarna perak atau emas ). 3. Tulis harga hambatan termasuk besar toleransinya menurut kode warna. 4. Pilih kedudukan batas ukur yang tepat untuk mengukur setiap hambatan, catat batas ukur yang dipakai dan hasil pengukurannya, jangan memegang kedua ujung penghambat pada waktu

pengukuran.

1

b. Pengujian diode 1. Gunakan tabel pengamatan untuk mencatat hasil. 2. Pilih batas ukur Ohm x 10 atau x 1 untuk mengukur hambatan maju hambatan mundur sebuah diode kecil, diode besar dan sebuah Led. 3. Alat dan Bahan yang digunakan   Multimeter Resistor, diode, LED, diode jembatan, transistor.

Gambar 1.a Gambar 1.a Hambatan mundur hampir tidak menyimpang, berarti kaki 1 katoda dan kaki 2 adalah anode.

Gambar 1.b Gambar 1.b Hambatan maju jarum menyimpang kekanan, berarti kaki 2 adalah anoda dan kaki 1 adalah katode.

c. Pengujian diode jembatan Dasar pengujian diode jembatan disini adalah pengukuran hambatan maju dan hambatan mundur keempat diode yang membentuk diode jembatan. Terminal atau kaki-kaki diode jembatan : Terminal ( t ) = terminal ac = gabungan A-K Terminal ( + ) = terminal plus = gabungan K-K Terminal ( - ) = terminal minus = gabungan A-A 1. Gunakan daftar pengamatan I.2b 2. Ujilah hambatan maju D1 dan D2 ( gambar I.3a )

2

3. Ujilah hambatan mundur D1 dan D2 ( gambar 1.3b ) 4. Ujilah hambatan maju D3 dan D4 ( gambar 1.3c ) 5. Ujilah hambatan mundur D3 dan D4 ( gambar 1.3d )

Gambar 1.3. pengujian diode jembatan ( kedudukan Ohm x 10 x1 ). d. Pengujian Transistor Dasar dari pengujian transistor di sini adalah pengukuran hambatan maju dan hambatan mundur sambungan p – n Emitor – Base ( “Emitor junction” = sambungan emiter ) dan kolektor – base ( “Collector junction” = sambungan kolektor ). Dan hambatan bocor atau arus bocor kolektor- Emiter ( = IcBo ). Dalam hal pengukuran hambatan maju dan hambatan mundur sambungan emiter dan sambungan kolektor ini seolah-olah transistor dianggap sebagai dua diode yang tersambung seperti tampak pada gambar I.4.a dan I.4.b. Gambar 1.4. Pada pengukuran hambatan maju dan hambatan mundur sambungan emitor dan sambungan kolektor transistor dianggap sebagai dua diode.  Hubungan pena merah pada base pena hitam pada emiter untuk mengatur diode DE, catat besar simpangan yang terjadi.  Pindahkan pena hitam pada kolektor untuk menghitung hambatan diode DC, kemudian catat nilai simpangan jarum penunjuk yang terjadi.

3

D. dalam kondisi baik atau tidak dan tentukan type transistornya.(5600 ×5%) = 5320Ω Angka tertinggi: 5600 +(5600 ×5%) = 5880Ω a.  Ulangi ke-5 langkah diatas untuk beberapa transistor lainnya. Ulangi langkah diatas dengan pena hitam pada base. Dari data yang diperoleh kita dapat menghitung harga dari hambatan: R1 = warna Hijau : 5 Biru :6 Merah : 2 Emas : ±5% Maka harga dari R1 adalah: 5600Ω ±5% Angka terendah: 5600.  Ukurlah hambatan bocor dan arus bocor ICBO antara kolektor dan emiter ( IC dalam keadaan basenya terbuka). Data percobaan Dari data yang diperoleh kita dapat menghitung harga dari hambatan :  Data Percobaan. R2 = warna Biru :6 Kelabu : 8 Coklat Emas 680Ω ± 5% :1 : ±5% Maka harga dari R5 adalah: 4 .  Simpulkan hambatan tersebut merupakan hambatan maju atau hambatan mundur. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN 1.

(680 × 5%) = 646 Ω Angka teringgi: 680 + (680 × 5%) =714 Ω b.5Ω Angka tertinggi: 150 +(150 × 5%) = 157. R3 = warna Orange : 3 Orange : 3 Coklat Emas 330 Ω ± 5% Angka terendah: Angka tertinggi: 330 – (330 × 5%) = 313. R5 = warna Coklat Hijau Coklat Emas 150 Ω ± 5% Angka terendah: 150 – (150 × 5%) = 142.5 Ω :1 :5 :1 : ± 5% Maka harga dari R5 adalah: 5 .Angka terendah: 680. R4 = warna Merah Merah Coklat Emas 220 Ω ± 5% Angka terendah: 220 – (220 × 5%) = 209 Ω Angka tertinggi: 220 + (220 × 5%) = 231 Ω :2 :2 :1 : ± 5% :1 : ±5% Maka harga dari R3 adalah: Maka harga dari R4 adalah: d.5 Ω c.5Ω 330 + ( 330 × 5%) = 346.

Dari ketentuan teori. Pengujian Diode. maka hambatan transistor tersebut adalah hambatan mundur dan mempunyai tipe NPN. Jadi diode masih dalam baik dan bertipe NPN. 6 . Tetapi jika nilai hambatan yang terukur besar atau (∞). dapat disimpulkan bahwa apabila pena merah terhubung kebasis nilai hambatan yang terukur kecil maka hambatan tersebut adalah hambatan maju dan merupakan transistor bertipe PNP.

arus. 2. LANDASAN TEORI 1.BAB II RANGKAIAN DASAR LISTRIK A. Mahasiswa dapat mengukur besarnya resistor. Rangkaian Paralel It = I1 + I2 + I3 V1 = V1 = V2 = V3 3. TUJUAN PERCOBAAN 1. Mahasiswa dapat membandingkan hasil pengukuran dengan teori. Rangkaian Seri Rt = R1 + R2 + R3 Vt = V1 + V2 + V3 It = II + I2 + I3 2. Rangkaian Seri Paralel 7 . B. dan tegangan.

It = I1 + I3 Vt = VAB + VBC Bila semua nilai resistor yang mempunyai sama yaitu Rt. IBD = o maka titik B dengan D dapat dihubungkan singkat. maka RAC dapat dicari sebagai berikut Cara 1 : dengan hubungan Δ–Y Cara 2: dengan memandang tegangan titik. 8 . Dengan demikian : RAC = (R1 // R4 ) + (R2 // R3) atau RAC = Bukti cara 1 diatas : Untuk total mencari seperti resistan gambar samping dapat digunakan dua cara pula yaitu Δ – Y dan tegangan titik. sebagai berikut : VAB = VAD.

Dengan cara memandang tegangan berikut : VAH = VAB VAC = VAF = VAG dan VAF = VAD Titik sama yang bertegangan dihubungkan titik sebagai sehingga diperoleh : Rt = RAE = Rt = 1 ⁄ R Bila harganya semua sama resistor maka. besarnya Rt = RAG dapat dicari tegangan berikut : VAB = VAE = VAD VAF = VAH = VAC Titik sama yang tegangannya dan dengan titik metode sebagai dihubungkan diperoleh : ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ 9 .

Mengganti Rt dengan NTC dan R3 dengan lampu . Mengukur Rt Menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan DC 6 Volt. VAB dan VBC Membandingkan hasil pengukuran dengan teori. R3 = 150 Ohm. mengukur I1. ukurlah Rt. VAB dan VBC Bandingkan pengukuran tersebut dengan teori. mengukur V1. Prosedur percobaan a. Harga semua R adalah 120 ohm. 10 . Rangkaian pertama     Membuat rangkaian seperti digambar 3 dengan harga masingmasing R sama seperti diatas. V3. Rangkaian Paralel Membuat rangkaian seperti gambar 2 dengan harga masingmasing R sama seperti diatas. Rangkaian kedua Membuat rangkaian seperti gambar 4. Mengukur Rt Menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan DC 6 Volt. R2 = 120 Ohm. melakukan percobaan seperti diatas. mengukur I1.C. Mengukur masing-masing R dan Rt Menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan DC 6 Volt. Membandingkan hasil pengukuran dengan teori.  2. V2. b. I2. Rangkaian Seri          Membuat rangkaian seperti gambar 1 dengan Rt = 100 Ohm. I3. I2. c. I3. Rangkaian Seri Paralel 1. METODELOGI PERCOBAAN 1.

Alat dan bahan yang digunakan  Resistor  NTC ( Negatif Temperatur Coefisien )  Lampu pilot  PSU ( Power Supply Unit ) / Batray  Papan rangkai dan kabel penghubung D. Hubungkan rangkaian ke sumber DC 6 Volt. ukurlah Rt. It Bandingkan hasil pengukuran dengan teori. VAH. Keterangan Pengukuran Teori R1 99Ω 100Ω R2 120. 3.        Hubungkan rangkaian ke sumber DC 6 Volt dan ukurlah VAB. Rangkaian ketiga Membuat rangkaian seperti gambar no 5. VAD. 4. VAH. serta It ( I total ). a. Bandingkan hasil pengukuran dengan teori. VAG. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN 1. VAD. Rangkaian keempat Membuat rangkaian seperti gambar no 6. dan It. VAC.1Ω 120Ω R3 147. harga R semua sama yaitu 120 Ohm. ukurlah VAB. VAF. Hubungkan rangkaian ke sumber DC 6 volt dan ukurlah VAB. VAD. Data percobaan.4Ω 150Ω Rt 364Ω 370Ω 11 . harga semua R adalah 120 Ohm. 2. VAE. VAC. Bandingkan hasil pengukuran dengan teori. Rangkaian Seri. dan VAE. VAF. ukurlah RT.

5 Ω Et = It x Rt = 10/1000 x 366.Diketahui bahwa rangkaian dihubungkan kesumber 6 Volt I total = 10 A pada rangkaian seri It = I1 + I2 + I3 12 Rt = R1 + R2 + R3 = 99 + 120. Rangkaian parallel.665V b.5 = 3. Keterangan Rt I1 50mA I2 40mA I3 30mA It 130mA Pengukuran 39Ω Teori Diketahui : Rt It = 39 Ω = 130 mA = 130/1000 A = 0.130 A V = 6 Volt I untuk rangkaian parallel adalah I = I1 + I2 + I3 12 .4 = 366.1 + 147.

147.07 VAD 2. Rangkaian seri – parallel.89 VAH It 1.15 VA C 0.1 / 120 x 100% =1% Fk = 150 . a.96 It 40mA Pengukuran 118 Teori Keterangan Pengukuran Teori Rt 157Ω VAB 1.75 VAH I1 0.4 / 150 x 100% 13 . R2 R3 FK = 100 .53 VAF 3.66 VA F 3.91 VBD 2.53 VBC 2.94 VAD 5.55 50mA Pengukuran 93Ω Teori 2.c. Keterangan Pengukuran Teori Rt 165Ω I1 20mA I2 10mA It 30mA VAB 3.99 / 100 x 100 % = 10% FK = 120 .39 Keterangan Rt VAB 2.120.08 VAE 1.84 VAC 2. Analisa data Percobaan. Rangkaian seri.88 VAG 2.91 30mA Keterangan Rt VAB 1.79 VAD 3. % Factor Kesalahan FK = Teori x Praktek / Teori x 100 % R1 .

62% 14 .= 1.73% Rt FK = 370 – 364 / 370 x 100% = 1.

rugi besi. rugi inti. Namun sebenarnya tidak ada transfomator ideal. Mahasiswa dapat menggunakan diode zener sebagai stabilator tegangan. Mahasiswa dapat meneliti pengaruh filter terhadap pengeluaran penyearah. 2. yaitu selalu ad ruggi-rugi. dan rygi fluks bocor. Transfomator. 1. Transformasi dianggap ideal bila tidak ada rugu–rugi pad transfomator tersebut. Adalah suatu alat listrik yang berfungsi memindahkan ( transfer ) daya listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian lain secara elektro magnetik. B. LANDASAN TEORI. 15 . 1. Mahasiswa dapat menbuat rangkaian penyearah setengah gelombang maupun gelombang penuh.BAB III RANGKAIAN PENYEARAH A. sehingga berlaku : daya masuk primer = daya keluar sekunder. TUJUAN PERCOBAAN. 3.

a. Diode penyearah dan Diode Zener. Dikatakan penyearah karena diode hanya dapat melewatkan arus listrik dari satu arah saja. 16 .Perbandingan transfomator (a) Adalah A = V1 / V2 = n1 / n2 Keterangan . Diode penyearah. Keluaran penyearah/diode dapat dilihat gambar ini : It = Im / π Vt = Vm / π Keterangan : Im : Arus maksimun Vm : Tegangan maksimun It Vt : Arus rata-rata : Tegangan rata-rata. maka tegangan sekunder tanpa beban ( V2 ) tidak sama dengan beban ( V2I ) sehingga akan terjadi regulasi tegangan yang besarnya sebagai berikut : Regulasi tegangan = V2 = V2I / V2 x 100% Transfomator dikatakan baik apabila regulasi tegangannya kecil 2. V1 = Tegangan primer V2=Tegangan sekunder n1 = lilitan primer n2 = lilitan sekunder karena adanya rugi-rugi tersebut.

Diode zener berfungsi sebagai stabilator. c. pada dasarnya filter ini terdiri dari kapasistor atau rangkaian kapasitor dengan indicator. Diode zener. type penyaring bermacam-macam di antaranya type T. dengan melewatkan sebagai arus.b. L dan type π. karena akan selalu menjaga teganga tidak melebihi rated tegangan diode zener. Filter ini utuk menperhalus pengeluaran dari suatu rangkaian penyearah. keluaran penyearah dengan penyaring kapasitor dapat di lihat digambar : Penyearah gelombang penuh Dengan filter C Penyearah setengah gelombang Dengan filter C Keterangan : Vr = Tegangan riak = ripple Voltge 17 . Filter atau penyaring.

S1 dan S2 off. D = Diode. S = Saklar.2 Volt. S3 off mengukur V3 dan menggambar gelombangnya b. 1. a. Arus yang dilewatkan pada diode zener ( Dz ) adalah : Iz = Vz/Rz Pz = Iz/Vz 18 . S1 dan S2 on.f = frekuensi T = Periode = V1 / f Jenis kapasitor yang digunakan adalah jenis polar. S3 on mengukur V1 menghitung regulasi transformasi S2 dan S3 off. S1 dan S3 off. Prosedur percobaan. C = Capasitor polar. S1. S2 on mengukur V3 dan menggambar gelombangnya. Gunakan Osciloscope ( CRO ) dengan benar. Penyearah setengah gelombang ( Halp Wave )        Membuat rangkaian di bawa ini : Memberi tegangan V1 = 6 Volt. C. S2. Pada kapasitor akan dapat dibaca kutupnya. dan S3 off mengukur V3 dan menggambar gelombangnya. Penyearah gelombang penuh ( full wave ). dan R1 = 200 Ohm. tegangan dan kapasitasnya. S1 on mengukur V2 dan menggambar gelombangnya. METODELOGI PERCOBAAN. Dz = 6.      Menbuat rangkaian di bawah ini C = 470 uF. Dz = diode zener.

30 S1. 2. S2 on gambar V3 9.13 4. e.06 4. S3.67 gambar Penyearah setengah gelombang.16 5.13 5.08 4.40 gambar S2 on S3 on V3 3.96 11. off V1 6V 9V 12V V3 3.91 15. c.89 4. D.50 S1. b. CRO ( Osciloscope ).72 3. S2. Condensator.86 4.37 gambar b. S1. off V1 6V 9V 12V V3 2.60 13. Diode dan diode zener.28 17. a.97 gambar S2 on V3 3. f.68 4.81 5. Transformator step-down.96 8.01 4.07 5. S3. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN.32 8. S2 on gambar V3 8. S1 on V2 12.46 gambar Penyearah gelombang penuh.07 11. Alat dan bahan yang digunakan a. 1.04 gambar 19 .25 S3 on V1 4. S2. Data percobaan. Papan rangkaian dan kabel penghubung. Multimeter.87 V1 2. Resistor. S1 on V2 7. Induktor. S1. d. Melakukan pengamatan yang sama seperti pada setengah gelombang diatas.63 12.

2.  Pada saat S1 on. b. a. gambar yang terjadi adalah garis lurus.  Pada no. Analisa data percobaan.  Apabila kita memperhatikan hasil dari penyearah setengah point no. V3 juga semakin besar pula. 20 . Penyearah setengah gelombang. Penyerah gelombang penuh. S2 on. V adalah lebih besar dari pada penyearah setengah gelombang. sedangkan yang lain off apabila kita mengukur dan melihah gambar pada Oscilocope.2 dan 3 berlaku juga pada penyearah gelombang penuh. V. 2 juga terjadi pada saat kita mematikan saklar 3. V2.  Apabila setengah gelombang pertama ( V1 ) semakin tinggi ternyata tegangan yang masuk kedalam komponen dalam hal ini V1. S3 kemudian menghidupkan saklar pertama S1 dan saklar ke 2.  Dalam keadaan yang sama tegangan dari V.

Cos Q )2 + ( V I . LANDASAN TEORI. daya buta / relative ( Q ). Cos Q S = V. TUJUAN PERCOBAAN.BAB IV DATA DAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA A. Daya pada arus bolak-balik dari tiga jenis daya yaitu : Daya nyata ( p ). Hubungan ketiga daya tersebut. I ) S2 = P2+ Q2 = ( V I. c. I. Mahasiswa dapat mengukur daya listrik dengan menggunakan Watt meter yang merupakan daya nyata. a. Cos / V. Mahasiswa dapat menperbaiki factor daya ( Cos ø ). I. maka besar daya semu = jumlah vektoris dari dari masing – masing komponen S = I2 R + I2 XL + I2XC = I2 R + 12 ( XL – XC ) atau 21 . daya semu ( S ). Sin Q )2 S=√ =VI Bila rangkaian seri RLC di pasang pada tegangan AC. ditunjukan pada gambar dibawah ini : P = V. I Volt Amper ( VA ) Q = V. B. I Sin Q Volt Amper reaktif (VAR ) Cos Q = Faktor Daya (pf0 = P/S = ( V. Mahasiswa dapat mengukur besar daya semu. b.

R dan Q = I2 ( XL – XC ) Perbaikan Faktor daya ( Cos Q ) Bila suata listrik menyerap daya sangat tergantung faktor dayanya ( pf ). Z P = I2 .  Membuat rangkaian seperti gambar dibawah : A W B C D E A 22 . a. besar daya semu menpunyai nilai yang mendekati daya nyata. maka C dipsang parallel terhadap bebannya. Mengukur daya. maka C akan rusak. maka perlu adanya perbaikan daya. untuk menghindari arus beban terhadap C. METODELOGI PERCOBAAN. bila arus beban naik cukup besar sehinngga melampaui kapasitas C. maka untuk perbaikan pf dipasang C sebagai beban kapasitif yang sifatnya mengurangi beban induktifnya. C ini dapat ipasang seri dengan beban maka C tersebut akan dipengaruhi oleh beban. Prosedur Percobaan. C. Beban listrik bersifat induktif. 1. sedangkan besarnya pf sangat dipengaruhi oleh daya reaktifnya.S= I2 √ S = I2 .

VCD.  Untuk C seri dengan beban diukur It. V1.  Menbandingkan hasil pengukuran dengan teori. daya semu dan dayanyata. dan Cos Q dan cari daya semu serta day reaktifnya. dan mencari Cos Qdan Q1 ( sebelum dipasang C )dan Cos Q2 sesudah dipasang C daya nyata.  Untuk C dipasang parallel dengan beban. arus VAB. VAB.  Mengukur daya ( P ). 23 . mengukur daya nyata It. daya semu. IAB. Menghubungkan rangkaian ke jala – jal PLN dan menghubungkan AB< DC seperti pada laporan laporan sementara. b. dan daya reaktif.  Membuat rangkaian seperti gambar ini : A W B C D A C dipasang seri W A B A C dipasang paralel C D  Menghubungkan Ab dan CD seperti pada laporan sementara. VAE.Perbaikan Factor Daya. ICD serta memcari Cos Q1 dan Q2. VBC.

20 watt dan 40 watt  Kapasitor  Watt Meter  Multimeter  Ampere meter AC  Papan rangkai dan kabel penghubung D.03 0. 25 watt dan 40 watt  Lampu TL 10 watt.66 0.48 0.20 0. Mengukur Daya Hubungkan No P It (A) VAB VCD VAE AB Lp 1 Lp 2 Lp 1 Lp 1 L1 L2 L1 L1 C1 C2 CD HS HS Lp 2 HS HS HS L2 HS HS HS AE Lp2 L2 - (W) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 44 102 42 142 22 46 6 62 6 6 0.26 0. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN a. Membandingkan pengukuran dengan teori.23 0. Alat dan bahan yang digunakan  Lampu pijar 15 watt.17 224 220 191 221 224 225 10 222 224 224 0 0 28 0 0 0 214 0 0 0 227 221 223 217 224 221 227 222 223 223 24 . 2.42 0.42 0.20 0.

22 0.67 0.74 279 428 VAB 222 295 VCD 0 409 c. Perbaikan Faktor Daya ( C Paralel ) No 1 2 3 4 Hubungkan AB L1 L1 L2 L2 CD C1 C2 C1 C2 10 0.25 223 223 P (W) It (A) VAB VCD 25 .43 0 223 24 0.11 12 C1 C1 C2 HS C2 6 6 0.11 0.32 0. Perbaikan Faktor Daya ( C seri) No 1 2 3 4 Hubungkan AB L1 L1 L2 L2 CD C1 C2 C1 C2 120 P (W) 24 130 It (A) 0.41 82 224 139 0 224 224 b.

a. Melatih mengerjakan pemasangan instalasi sebuah motor listrik 3 fase dengan system pengendali jarak jauh. dan rangkaian dasar. HC bekerja menarikkontok – kontaknya. Kontaktor disambung dengan jala – jala. LANDASAN TEORI. Bila tombol start dilepas HC tetap menarik kontak – kontaknya sebab sebab arus dari jala R mengalir melalui : kontak MC – tombol stop – HC – OL kembali ke jala T. 3. arus akan mengalir dari jala R – tombol start – tmbol stop – kumparan magnet HC – OL – kembali ke jala T. Menjalankan motor 3 fase dengan putaran tertentu dapat menggunakan kontaktor 3 fase. Mahasiswa dapat merangkai pengendali motor 3 fase. 6. bagan pengendali. Tombol start ditekan.BAB V RANGKAIAN PENGENDALI MOTOR LISTRIK 3 FASE A. b. sehingga motor berhenti. 5. B. Kontak – kontak lainnya menghubungkan arus jala –jala ke pesawat listrik . 26 . Kontaktor 3 fase juga dapat digunakan untuk melayani motor – motor listrik 1 fase atau 2 fase aslkan tegangan MK sesuai tegangan yang tersedia. 4. TUJUAN PERCOBAAN. 2. Bila tombol stop ditekan arus hc terputus sehingga kontak – kontak terlepas dengan demikian pesawat listrik terputus hubungannya. Cara kerjanya sebagai berikut : 1.

dan Megger. Amperemeter. Kontaktor magnetic 1 buah. Multimeter. Motor listrik 3 fase 1 buah. Prosedur Percobaan. a. Mengukur besarnya tegangan jala – jala PLN.C. mengukur putaran motor. Kabel. e. Tachometer. 27 . 1. f. a. METODELOGI PERCOBAAN. Mengukur tahana isolasinya. Saklar thermos 1 buah. b. Sekring 3 fase 1 buah. c. dan mengukur besarnya arus. Menbuat rangkaian seperti dibawah : b. d. Alat dan komponen yang digunakan . 2.

4 Amp Data – data motor yang disilidiki : TYPE 112 M – 6 2 – 2 KW 220 – 380 Volt CONNA / Y INS CLB 3 HP 9.8 Amp V = 3 Amp W = 2.4 amper d) Terminal motor U = 2.72 / 5.61 A ( SI ) P 44 STANDART NO L11843 940 rpm LW 67Db ( A ) 50 Hz ( 44 kg ) 1980 28 .8 amper S = 3 amper T = 2. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN. Hasil – hasil percobaan : a) Tahanan isolasi : R – S = 7 M Ohm R – T = 6 M Ohm S – T = 5 M Ohm b) R – S = 396 Volt R – T = 387 Volt S – T = 387 Volt R – N = 7 M Ohm S – N = 5 M Ohm T – N = 3 M Ohm R – N = 226 Volt S – N = 222 Volt T – N = 224 Volt Tahanan tegangan jala –jala PLN : Terminal motor U –V = 394 Volt U – W = 385 Volt V – W = 386 Volt Putaran motor =1005 rpm c) Besarnya arus PLN : R = 2.D.

LANDASAN TEORI. B. maka digunakan kontaktor yang dilengkapi dengan pengunci kontak. Bagian rangkaian dasar sebagai berikut : 29 .BAB VI RANGKAIAN PUTAR BALIK MOTOR LISTRIK 3 FASE A. Mahasiswa dapat menbuat rangkaian motor 3 fase dengan system pengendali jarak jauh yang berfungsi sebagai saklar pembalik putaran. TUJUAN PERCOBAAN. Membalik motor 3 fase haruslah merubah merubah kedudukan 2 kawat ( fase ) yang ke motor untuk membalikan arah putaran motor dari mundur ke maju haruslah dihentikan dulu sehinngga tidak berputar sama sekali supaya tidak terjadi penekanan tombol yang keliru.

arus R – t melalui : tombol stop-E2-No-II. 1. Multi. saklar on – off 2 buah c. arus mengalir dari jala – jala R ke T melalui : tombol stop – tombol reserce – NC2 – No – 1 c. 2. Saklar thermis. Prosedur percobaan. Bila tombol fowart ditekan. Tahanan isolasi : R – S = 8 M Ohm R – T = 7 M Ohm R – N = 8 M Ohm S – N = 7 M Ohm 30 . tachometer. Tombol reserce ditekan.C. METODELOGI PERCOBAAN. tombol stop ditekan arus ke No 1 terputus. arus tidak dapat mengalir ka no sebab NC1 terbuka f. Megger. maka No2 dilalui arus listrik dan NC2 terbuka setelah tombal fowart dilepas. Tombol reserce dilepas arus mengalir dari jala – jala R – T melalui tombol stop – E1 – NC2 – No – 1 d. Sedangkan kontak lainya telah mengubah fasenya ke motor. D. tekan fowart 2. Kontaktor 2 buah d. Motor listrik 3 fase 1 buah e. a. Amperemeter. Alat dan bahan yang digunakan a. sehingga motor berbalik arah putaran. Kontak – kontak lainnya menghubungkan arus ke motor e. Hubungan kontaktor dengan sumber jala – jala b. Untuk membalik arah putaran motor. sehingga kontak terlepas kecuali NC1 yang terhubung g. Data dan analisa percobaan Hasil – hasil percobaan a). Untuk menghentikan putaran. Sekring 3 fase 2 buah b.

Besarnya arus PLN : R = 2 amper S = 2.2 Amp V = 2.2 Amp W = 2. Tahanan tegangan sumber jala –jala PLN : R – S = 397 Volt R – T = 385 Volt S – T = 390 Volt R – N = 228 Volt S – N = 224 Volt T – N = 222 Volt Motor putar kiri U –V = 396 Volt U – W = 388 Volt V – W = 389 Volt Putaran = 1440 rpm Motor putar kanan U –V = 385 Volt U – W = 392 Volt V – W = 394 Volt Putaran = 1510 rpm c).2 Amp 31 .S – T = 6 M Ohm T – N = 3 M Ohm b).2 Amp W = 2 Amp Motor putar kanan U = 2 Amp V = 2.2 amper T = 2 amper Motor putar kiri U = 2.

d).8 ) Ch ( 3 ) rd±% ( 79 ) ^V ( 380 ) A ( 5.7) Tr/ mn ( 1430 ) isol classe ( B ) ambCC oC ( 40 ) H2 ( 50 ) ph ( 3 ) service ( s 1 77 )  Motor 2 3 phase induksion motor TYPE ( YCH 90 – 6 ) Tech.0 / 2.CLASS B ( 23 ) Kg Seri NO ( 295 ). NO JB 3074 .B (1 HP ) ( 4. Date ( 87 . CONN. 10 ) FUZHOU GENERATING EQUIPMENT FACTORY THE PEOPLES REPLIBLIK OF CHINA 32 .3 ) A ( 220 / 380 ) V Pros class 1` p44 ( 910 ) 1 / min / w ( 56 ) dB / A CONN ( ∆ / y ) RATED DuTY SI INS.2 ) Cos ø ( 0.75 ) ∆V ( 220 ) A ( 9. Data – data motor yang disilidiki :  Motor 1 Moteur Asynchorne Retor Ctct C 5 m 1 TYPE ( LS100 LI ) N2 ( 587105 ) ( 1 P44 ) KW ( 2. 50 Hz Manuf.

waktu yang diperlukan tersebut dapat diatur oleh pesawat elektronik.BAB VII RANGKAIAN DUA BUAH MOTOR LISTRIK 3 FASE A. untuk pembuatan saklar tunda diperlukan bahan sebagai : 1. Printed / teak wood. B. TUJUAN PERCOBAAN. Disebut saklar tunda sebab terjadinya pemyambungan / pemutusan kontak diperlukan waktu. 33 . Mahasiswa dapat mengerjakan pemasangan motor listrik 3 fase dengan pengendali jarak jauh dan mengunakan saklar tunda atau timer relay untuk mengatur bekerjanya 2 bbuah motor secara berurutan. LANDASAN TEORI.

5. 1. arus mengalir dan dan kontak – kontak tersambung menyebabkan arus jala – jala mengalir ke kumparan magnet shunt dan arus jangkar melalui tahanan. Kontaktor dihubungkan dengan arus searah. 2. Satu bahan kapasistor 2000 MF / 25 V. 3. 2. Satu buah relay 12 V. maka kontak relay tertarik dan dapat memutus / menyambung aliran listrik. Alat bahan yang digunakan   Sekring kast 3 fase. Satu tahanan 22 K ¼. Setelah kapasitor tegangannya naik maka tegangan biasa lebih negative terhadap emitor sehingga arus base bertambah besar menyebabkan arus mengalir melalui emitor ke kolektor. METODELOGI PERCOBAAN. a. Satu adptor 220 AC/12 V DC. Cara kerja saklar tunda elektrik tersebut : 1. C. Prosedur percobaan. Tombol start 1 ditekan. Adaptor dihubungkan dengan sumber tegangan tukar 120 V. Dengan adanya arus kolektor yang cukup besar dan mengalir dalam lilitan relay. 34 . b. 4. arus mengalir tombol start kontak – kontak tersambung arus jangkar melalui tahanan . Rangkaian elektronik mendapat sumber tegangan searah 12 V. c. maka terputuslah arus kolektor dan kontak relay terlepas. 4. Bila tegangan sumber memutus. 3. 5. Tombol start 2 ditekan. Base transistor mendapat tegangan negative dari sumber tegangan dan kapasitor terisi muatan hingga tegangan kapasitor meningkat. Kontaktor magnetic 2 buah. 6. Satu buah transistor 2SB 471.2. 6.

Kabel-kabel. Tachometer.hasil percobaan : a). Timer relay 1 buah. Tahanan tegangan sumber jala –jala PLN : R – S = 382 Volt R – T = 383 Volt S – T = 360 Volt Tegangan motor 1 U –V = 389 Volt U – W = 379 Volt V – W = 380 Volt Putaran = 1003 rpm R – N = 383 Volt S – N = 217 Volt T – N = 219 Volt Tegangan motor 2 U –V = 388 Volt U – W = 380 Volt V – W = 382 Volt Putaran = 1462 rpm 35 . Multimeter digital. Tahanan isolasi : R – S = 3 M Ohm R – T = 4 M Ohm S – T = 3 M Ohm R – N = 4 M Ohm S – N = 1. Ampermeter. DATA DAN ANALISA PERCOBAAN. Hasil.      Saklar thermis 1 buah. dan Megger. Saklar on – off 2 buah. Moto listrik 3 fase 2 buah. D.5M Ohm T – N = 3 M Ohm b).

3 ) A ( 220 / 380 ) V Pros class 1` p44 ( 910 ) 1 / min / w ( 56 ) dB / A CONN ( ∆ / y ) RATED DuTY SI INS. NO JB 3074 – B (1 HP ) ( 4. Moteur Asynchorne Retor Ctct C 5 m 1. 3 phase induksion motor. TYPE ( YCH 90 – 6 ) Tech. Date ( 87 .75 ) ∆V ( 220 ) A ( 9.CLASS B ( 23 ) Kg Seri NO ( 295 ). CONN.8 ) Ch ( 3 ) rd±% ( 79 ) ^V ( 380 ) A ( 5.c). 10 ) FUZHOU GENERATING EQUIPMENT FACTORY THE PEOPLES REPUBLIK OF CHINA.7) Tr/ mn ( 1430 ) isol classe ( B ) ambCC oC ( 40 ) H2 ( 50 ) ph ( 3 ) service ( s 1 77 )  Motor 2. KW ( 2. Data – data motor yang disilidiki :  Motor 1.2 ) Cos ø ( 0. 36 .0 / 2. 50 Hz Manuf.

Multimeter. PERENCANAAN GAMBAR. Tujuan perencanaan. Metodelogi percobaan. a.   Agar mahasiswa dapat merangkai pengendali motor listrik 3 fase Dapat mengerjakan pemasangan instalasi sebuah motor listrik 3 fase dengan system three push botton( 3 saklar ). 1. 3. Kontaktor. Mager. Membuat rangkaian seperti gambar di bawah : b. dimana motor-motor tersebut dapat berputar/bekerja secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. 2.BAB VIII MERENCANA A. masing-masing 3 fase yang dapat dioperasikan dari tiga tempat control dalam suatu papan kerja. Mengerjakan perencanaan dan pemasangan suatu instalasi 2 buah motor listrik. 37 . Bahan atau alat yang digunakan :        Tachometer. Landasan teori. Push botton. Tang ampere. Kabel.

SARAN. 1. Sebaiknya Dosen pembimbing yang berada dilab ditambahkan. 2. 38 . B.BAB IX PENUTUP A. Lebih ditingkatkan lagi mutu dan kualitas Lab Listrik dan Elektronikanya. Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam praktikum Listrik dan Elektronika Dasar adalah mahasiswa dapat meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja karena dalam menyusun suatu rangkaian listrik dibutuhkan konsentrasi penuh dan membutuhkan waktu yang tepat dalam menyelesaikan setiap unitnya. 3.jadi memakan waktu saat memberikan bimbingan. KESIMPULAN.karena yang melakukan praktek terlalu banyak. Untuk asisten harap bertanggung jawab apa yang sudah menjadi tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA  Buku panduan praktikum listrik dan elektronika dasar. 39 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful