Anda di halaman 1dari 19

`

HUKUM ARCHIMEDES

Anggota Kelompok: Hadits Shofar F. Galih Irvandi Himawan Wicaksono Genesis Aldorino (4212100034) (4212100040) (4212100052) (4212100111)

JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatNya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Hukum Archimedes. Paper ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika I (ME091202) jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopemer, Surabaya. Terima kasih kami ucapkan juga kepada semua pihak yang telah membantu penulis secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan makalah ini. Diharapkan paper ini dapat membantu pemahaman pembaca mengenai materi yang ada pada makalah ini. Kritik dan saran dengan senang hati kami terima agar makalah-makalah berikutnya menjadi lebih baik lagi.

Surabaya, 2 Desember 2012

Penulis

ARC | i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..... DATAR ISI. BAB I: PENDAHULUAN..................... BAB II: ISI.. 2.1. Hukum Archimedes. 2.2. Hukum Pengapungan... 2.3. Archimdes dan Mahkota Emas Raja Hierro II... 2.4.1. Kapal Laut 2.4.2. Kapal Selam. i

ii

2 2 7 9

2.4. Penerapan Hukum Archimedes dalam Kehidupan Sehari-hari 13 13 13

BAB III: PENUTUP..............................................................................

15

DAFTAR PUSTAKA............................................................................

16

ARC | ii

BAB I PENDAHULUAN Dalam bukunya, On Floating Bodies, Archimedes menyatakan bahwa:


Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut

Archimedes dari Syracuse Pernahkah kita bertanya, mengapa ketika mengangkat sesuatu di dalam air terasa lebih ringan? Hal ini disebabkan oleh karena adanya gaya yang mendorong benda ke atas sehingga seolah-olah ada massa yang hilang dari benda tersebut. Yang secara sederhana dirumuskan sebagai:

Dimana, = gaya apung (N) = massa jenis air = volume air yang terpindahkan = gravitasi

Archimdes juga menyatakan bahwa, Benda yang mengapung memindahkan fluida seberat benda itu sendiri. Archimedes dari Syracuse Yang merupakan jawaban dari pertanyaan, bagaimana caranya benda yang sangat berat bias mengapung di air? Hanya dengan merubah bentuk dan volume dari suatu benda, benda tersebut dapat menciptakan daya apung yang cukup untuk mengangkatnya ke atas.

ARC | 1

Di dalam makalah ini, akan dibahas mengenai hukum Archimedes dan juga hukum pengapungan. Juga penerapan hukum Archimedes ini pada kehidupan sehari-hari.

ARC | 2

BAB II ISI 2.1. Hukum Archimedes


Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut

Archimedes dari Syracuse

Benda akan lebih berat diudara daripada ketika berada di air. Karena bila suatu benda kita masukkan kedalam air, maka akan timbul suatu gaya yang berusaha untuk mengembalikan benda tersebut ke permukaan, atau biasa disebut gaya apung, sehingga seumpama ada berat yang hilang. Misalkan, sebuah benda seberat 30 kilogram dicelupkan ke dalam air sehingga beratnya terasa seperti 10 kilogram. Selisih dari berat benda di udara dengan benda yang tercelup di air adalah 20 kilogram, maka 20 kilogram itulah besar gaya apung yang dialami oleh benda. Gaya apung dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana = gaya apung (N)

ARC | 3

= gaya berat benda di udara (N) = gaya berat benda di dalam air (N)

Volume air yang terpindahkan akan sama dengan volume benda yang tercelup air, dan volume ini akan mempengaruhi besar dari gaya apung tersebut. Karena gaya apung yang dialami benda akan sama dengan berat air (massa jenis dikalikan volume) yang dipindahkan benda tersebut. Misalnya, sebuah benda berukuran 3 liter tercelup sebanyak 2 liter, maka banyak air yang dipindahkan adalah juga 2 liter, dan karena massa jenis air adalah 1 kg/liter, maka gaya apung yang dialami benda sebesar 2 kilogram air atau 19,6 N.

Persamaan matematikanya dapat ditulis sebagai berikut: Karena,

Dan,

Maka,

Keterangan: = gaya apung (N) = Berat air yang terpindahkan = massa jenis air = volume air yang terpindahkan = gravitasi Jika satu buah kubus berukuran 1 liter terendam setengahnya di air. Gaya apung yang dialami kubus tersebut sebesar berat liter air (dimana 1 liter air = 1 kg = 9.8 N) tidak peduli berapakah berat dari isi kubus tersebut.

ARC | 4

Perlu diperhatikan bahwa bila kubus terendam seutuhnya (tenggelam), dan tidak mengalami tekanan apapun yang secara ekstrim dapat merubah bentuknya, gaya apung yang dialaminya akan sama dengan 1 kilogram air pada kedalaman berapapun, karena perpindahan air yang dialami adalah konstan. Contoh soal: Ketika sebuah kubus plastik diletakkan di permukaan air, teramati bahwa kubus mengapung dengan 50% volumnya terendam. Jika fluida yang digunakan adalah minyak, 40% volum kubus itu terendam. Berapakah densitas (rapat massa) minyak dan plastik (sumber: Fisika I Soal-soal seri C. Dosen-dosen Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 2012 dengan perubahan secukupnya) Penyelesaian:

50% Faminyak Wkubus Faair Wkubus

40%

air

minyak

Penyelesaian: kubus mengalami dua buah gaya, yaitu: Gaya berat

ARC | 5

Gaya apung Ketika mengapung, kubus tidak dipercepat, sehingga resultan gaya vertikalnya sama dengan nol. Dengan kata lain, kedua gaya itu sama, atau

Jadi, rapat massa plastik adalah 500 kg/m3 Ketika diletakan di permukaan minyak, kedua gaya juga bekerja pada kubus, namun hanya 40% volum yang terendam. Jadi,

Dengan memanfaatkan hasil perhitungan rapat massa plastik di atas

Jadi, rapat massa minyak adalah 1250 kg/m3. Walaupun semakin dalam semakin besar tekanan yang dialami oleh kubus apabila tenggelam, namun itu tidak berpengaruh pada gaya apung yang dialaminya (tetap 1 kilogram air). Air memberikan tekanan terhadap 6 sisi dari kubus tersebut (selama kubus tidak terguncang) tekanan pada

ARC | 6

sisi depan, belakang, kiri, dan kanan akan menyeimbangkan kubus tersebut (resultan gayanya menjadi 0 sehingga menghasilkan tekanan sebesar 0 juga). Tekanan pada sisi atas dan bawah berbeda karena adanya perbedaan tinggi (kedalaman) kubus, tapi itu tidak berpengaruh walaupun semakin dalam kubus diletakan. Karena selisih antara tekanan dari bawah dengan tekanan dari atas akan selalu konstan sehingga tekanan yang dialami juga selalu konstan pada kedalaman berapapun dan tidak berpengaruh kepada gaya apung yang dialaminya.

Gambar 2.1.2 Ilustrasi distribusi tekanan pada kubus (sumber: Wikipedia)

Hukum Archimedes ini berlaku pada zat cair maupun zat gas, karena keduanya adalah fluida, namun untuk lebih sederhana dalam

pengamatannya diambilah zat cair.

ARC | 7

2.2.

Hukum Pengapungan Benda yang mengapung memindahkan fluida seberat benda itu sendiri. Archimedes dari Syracuse Pada dasarnya, keadaan benda jika dicelupkan ke air terbagi menjadi tiga. Yaitu terapung, melayang, dan tenggelam. Benda akan terapung jika,

Dan, Benda akan melayang di air jika,

Dan, Benda akan tenggelam jika,

Dan, Secara sederhana, benda dengan massa jenis yang lebih kecil daripada fluida dimana ia dicelupkan, akan terapung karena gaya apung yang diterimanya akibat fluida yang ia pindahkan lebih besar daripada gaya berat yang dimiliki oleh benda. Sehingga satu ton besi solid, yang hampir delapan kali lebih padat daripada air, hanya akan mampu memindahkan 1/8 ton air jika dicelupkan ke air. Dimana gaya apung yang dihasilkan 1/8 ton air tersebut tidak akan cukup untuk mengapungkan satu ton besi solid tersebut. Namun bila besi tersebut dirubah menjadi berbentuk seperti mangkok, iya akan memiliki volume yang lebih besar karena memiliki rongga didalamnya. Sehingga volume air yang dipindahkan menjadi lebih besar dan menghasilkan gaya
ARC | 8

apung yang besar pula, sehingga jika volume mangkok besi tersebut memindahkan air dengan volume yang menghasilkan gaya apung sebesar gaya berat besi tersebut, maka besi satu ton tersebut dapat terapung. Apabila ditinjau dari hukum massa jenis, maka hasil pembagian besi solid satu ton dengan volumenya itu akan lebih besar daripada hasil pembagian besi satu ton yang berbentuk mangkok dan udara yang mengisinya dengan volumenya.

W Fa W Fa W > Fa W = Fa

Perlu dipahami bahwa, hukum pengapungan dan konsep bahwa benda yang dicelupan di air memindahkan air sebanyak volume bendanya, meskipun berhubungan, namun bukanlah hukum Archimedes. Hukum Archimedes menyatakan bahwa gaya apung yang terjadi pada benda di air sama dengan berat air yang dipindahkannya.

ARC | 9

2.3.

Archimedes dan Mahkota Emas Raja Hierro II Archimedes yang berasal dari Syracusa (sekitar 287 SM 212 SM) suatu hari diminta sahabatnya Hierro II yang merupakan raja di Syracusa untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri logam lain atau tidak. Archimedes memikirkan hal ini dengan sungguh-sungguh hingga ia merasa letih dan kemudian pergi mandi dan menceburkan dirinya ke dalam bak mandi umum yang penuh dengan air. Ia melihat ada air yang tumpah, dan seketika itulah ia menemukan jawabannya. Ia langsung bangkit berdiri dan berlari telanjang bulat sepanjang jalannya ke rumah sambil berteriak Eureka! Eureka! yang artinya sudah kutemukan! Sudah kutemukan!. Kemudian ia pun menemukan cara untuk membuktikan apakah mahkota raja dicampuri dengan perak atau tidak. Dan ternyata Archimedes menemukan fakta bahwa mahkota raja dicampur denga logam lain selain emas. Sehingga pembuat mahkota tersebut dihukum mati. Archimedes, ketika dia berandam di bak mandi umum, menyadari bahwa air yang tumpah itu karena dirinya masuk dan mendesak ruang dari air tersebut. Ia pun menyadari bahwa volume air yang tumpah itu sama dengan volume benda yang mendesak air tersebut. Sehingga Ia mampu menentukan berapakah volume mahkota raja berdasarkan air yang tumpah ketika mahkota dicelupkan ke bejana yang penuh berisi air.

Karena volume dari mahkota tersebut dapat ditentukan maka untuk mendapatkan massa jenisnya adalah dengan cara membagi berat mahkota tersebut dengan volume air yang tumpah. Maka sesuai dengan hukum massa jenis, dua benda dengan bentuk apapun selama terbuat dengan material yang sama dan volume yang sama, maka akan memiliki berat yang sama. Sebaliknya, benda dengan bahan yang berbeda namun bervolume sama akan memiliki berat yang berbeda.

ARC | 10

Mahkota (Vmahkota) Air tumpah (Vtumpah)

Gambar 2.1.1. Air yang tumpah memiliki volume yang sama dengan volume benda yang mendesak air di bejana (mahkota).

Berdasar pada hukum tersebut, Archimedes dapat menentukan apakah mahkota raja itu emas murni atau dicampur dengan logam lainnya. Logikanya apabila mahkota raja itu emas murni, maka bila ditimbang dengan emas murni bervolume sama, akan terjadi kesetimbangan. Sebaliknya apabila mahkota tersebut dicampur dengan logam lainnya, maka beratnya akan lebih ringan atau lebih berat daripada emas murni yang volumenya sama. Kemungkinan, Archimedes menguji mahkota emas tersebut dengan cara menyeimbangkannya dengan sebuah sample emas. Yang secara logika apabila memiliki massa jenis yang sama akan tetap seimbang walaupun di dalam air.

ARC | 11

Gambar 2.1.2 Ilustrasi penimbangan mahkota dengan emas murni yang volume nya sebelum masuk ke dalam di dalam air. (sumber: Wikipedia)

Setelah dimasukkan ke dalam air hasilnya menjadi:

Gambar 2.1.3. Ilustrasi penimbangan mahkota dengan emas murni yang volume nya sama di dalam air. (sumber: Wikipedia)

Hasil percobaan tersebut menunjukan bahwa sample emas yang digunakan berada pada posisi yang lebih dalam daripada mahkota. Sehingga terbuktilah bahwa mahkota tersebut memiliki massa jenis yang berbeda dengan emas murni tersebut.

ARC | 12

2.4.

Penerapan Hukum Archimedes dalam Kehidupan Sehari-hari Hukum Archimedes ini merupakan sebuah hukum dasar dalam pengembangan teknologi, terutama pengembangan teknologi kelautan. Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa teknologi kelautan yang menggunakan hukum Archimedes. 2.4.1. Kapal Laut Mengapa kapal laut yang terbuat dari besi mengapung di atas air? Badan kapal yang terbuat dari besi dibuat berongga. Ini menyebabkan volum air laut yang di pindahkan oleh badan kapal menjadi sangat besar. Gaya apung sebanding dengan volum air yang dipindahkan, sehingga gaya apung menjadi sangat besar. Gaya apung ini mampu mengatasi berat total kapal sehingga kapal laut mengapung di permukaan laut. Jika dijelaskan berdasarkan konsep massa jenis, maka massa jenis rata-rata besi berongga dan udara yang menempati rongga masih lebih kecil daripada massa jenis air laut. Itulah sebabnya kapal laut mengapung. Ilustrasi:

2.4.2

Kapal Selam Kapal selam adalah kapal laut yang dapat berada dalam tiga keadaan, yaitu mengapung, melayang, dan tenggelam. Ketiga

ARC | 13

keadaan ini dapat dicapai dengan cara mengatur banyaknya air dan udara dalam badan kapal selam. Ilustrasi:

ARC | 14

BAB III PENUTUP

Demikianlah makalah mengenai hukum Archimedes. Hukum mengenai gaya apung yang besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh benda. Apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam pemaparan materi, penulis mohon kritik dan sarannya agar menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

ARC | 15

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia.

2012.

Archimedes.

Wikipedia,

the

free

encyclopedia.

<

http://en.wikipedia.org/wiki/Archimedes> Wikipedia. 2012. Archimedes Principle. Wikipedia, the free encyclopedia < http://en.wikipedia.org/wiki/Archimedes%27_principle>

Khairunnisa. 2012. Rangkuman Hukum Archimedes. Hukmy Auliyahc. < c0r3t.wordpress.com/2012/05/29/rangkuman-hukumarchimedes/+hukum+Archimedes>

Dosen-dosen Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2012) FISIKA I, SOAL-SOAL SERI C, Surabaya:Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

ARC | 16