Anda di halaman 1dari 3

Percobaan ini menguji Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dari antibiotik Tetrasiklin dengan referensi percobaan MIC cair

sebelumnya yaitu 2,5 g.MIC merupakan konsentrasi terkecil zat antimikroba yang masih mempunyai daya hambat atau mulai bekerja pada mikroorganisme tertentu atau dengan kata lain konsentrasi terendah antibiotik untuk membunuh bakteri didalam cawan petri. Sebelum memulai praktikum, dilakukan perencanaan pengenceran yang konsentrasinya meliputi dosis tinggi,dosis menengah dan dosis rendah.Setelah didapatkan pengeceran yang tepat,dilakukan pengenceran sesuai dengan perhitungan yang di lakukan.Perbandingan antara dosis tinggi,dosis menengah dan dosis rendah yaitu 5 g, 2,5 g, 1,25 g.Hal ini dilakukan agar dapat ditemukan nilai MIC antibiotik tetrasiklin dengan referensi MIC cair sebelumnya yaitu 2,5 g karena berdasarkan percobaan sebelumnya dosis 2,5 g sudah dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Setelah didapatkan perbandingan pengencerannya,perbandingan pengencerannya dikalikan 20 kalinya pengenceran untuk cawan petri karena standar untuk cawan petri yaitu 20 kali nya.Setelah dikalikan 20 kalinya didapatkan konsentrasi pada tabung reaksi 1,2,3 yaitu 100,50,25 g/ml.Setelah itu,dihitung volume pengencerannya antibiotik tetrasiklin.Volume pengenceran tetrasiklin yang di dapat pada tabung 1 dari perhitungannya yaitu 0,4 mL dari antibiotik tetrasiklin yang terdapat dalam labu ukur dan ditambahkan aquadest 9,6 mL lalu dikocok.Setelah itu volume pengenceran tetrasiklin yang di dapat pada tabung ke 2 dari perhitungan yaitu 5 mL aquadest dan ditambahkan 5 mL dari volume tabung ke 1 lalu dikocok.Kemudian,volume pengenceran tetrasiklin yang didaat ada tabung ke 3 dari perhitungan yaitu 5 mL aquadest dan ditambahkan 5mL dari volume tabung ke 2 lalu dikocok.Setelah itu 5 mL dari tabung ke 3 dibuang ke wastafel.Pengambilan pengenceran volume antibiotik ini diambil dengan menggunakan pipet volume dan pemindahan dari tabung 1 ke tabung 2 dan seterusnya di lakukan seaseptis mungkin agar tidak ada kontaminan bakteri dari luar. Setelah dilakukan pengenceran volume,1 mL dari tabung ke 1 diambil dengan menggunakan pipet volume lalu dimasukkan kedalam cawan petri ke 1.Kemudian 1 mL dari tabung ke 2 diambil menggunakan pipet volume lalu dimasukkan kedalam cawan petri ke 2.Setelah itu,1 mL dari tabung ke 3 diambil dengan menggunakan pipet volume lalu di masukkan ke dalam cawan petri ke 3.Selama pemindahan dari tabung ke dalam cawan petri,harus tetap dekat dengan api atau aseptis agar tidak terkontaminan.

Setelah masing-masing cawan petri terisi 1 mL dari tabungnya masingmasing,tambahkan nutrient agar (NA) sebanyak 19 mL pada masing-masing cawan petri.Kemudian ditunggu sampai nutrient agar(NA) membeku.Setelah membeku,susensi bakteri diambil menggunakan mikropipet sebanyak 0,2 mL pada masing-masing cawan petri.Digunakan mikropipet agar lebih kuantitatif. Suspensi bakteri tidak boleh dimasukkan terlebih dahulu karena ada bakteri yang anaerob dan aerob.Bakteri yang digunakan dalam praktikum ini merupakan bakteri aerob,sehingga saat dimasukkan bersamaan dengan nutrient agar(NA) bakteri tidak mendapat udara saat nutrient agar sudah membeku sehingga bakteri tersebut mati.Setelah ditambahkan suspensi,gunakan spreader untuk meratakan suspense bakteri pada nutrient agar(NA) untuk tersebar rata.Setelah itu,inkubasi selama 18-24 jam.Dalam hal ini inkubasi berfungsi untuk bakteri tumbuh dengan optimal. Dari hasil pengamatan setelah inkubasi,didapatkan pada cawan petri 25 g/ml dan 50 g/ml,bakteri masih dapat bertumbuh.Dalam hal ini,hasil dari dosis hambat yang didapatkan pada praktikum sebelumnya (MIC Cair) tidak sesuai dengan praktikum MIC padat.Ini dikarenakan oleh beberapa hal antara lain daya hambat Antibiotik tetrasiklin yang digunakan pada saat praktikum MIC cair tidak sama dengan antibiotik tetrasiklin yang digunakan pada MIC padat.Daya hambat antibiotik tetrasiklin pada MIC padat sudah berkurang sehingga bakteri masih dapat bertumbuh. Faktor lainnya yang menyebabkan daya hambat MIC cair dengan MIC padat berbeda yaitu volume antibiotik yang diambil menggunakan volume kurang tepat atau kurang kuantitatif sehingga mempengaruhi daya hambat dari MIC tersebut.Volume pipet yang kurang kuantitatif disebabkan karena pada saat pengerjaan pemindahan antibiotik tetrasiklin dan aquadest,volume pipet harus difiksasi sehingga volume pipet memuai dan konsterasi atau volume antibiotik yang ingin diambil tidak sesuai dengan yang diinginkan.Adapun hal lain yang dapat menyebabkan daya hambatnya bebeda yaitu dari suspensi bakteri yang digunakan yaitu bakteri yang digunakan pada saat MIC cair lebih sensitif terhadap antibiotik tetrasiklin dibandingkan dengan bakter yang digunakan pada saat MIC padat. Dari daya hambat MIC cair yang didapat,ternyata tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada MIC padat.Sehingga dapat dikatakan bahwa daya hambat MIC cair 2,5 g tidak
dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Dari hasil yang didapatkan ternyata pada 100g/ml atau 5 g

tidak dapat pertumbuhan bakteri.Dari hasil ini didapatkan pada 5 g atau lebih besar dari 5 g bakteri tidak dapat bertumbuh terhadap antibiotik tetrasiklin.