Anda di halaman 1dari 42

Senyawa Gugus Fungsi Hidro

Karbon

Senyawa senyawa
Turunan Hidro Karbon
Alkana
merupakan
Senyawa Gugus Fungsi
Ingat Alkana dan Tata Nama Alkana
Tata Nama Alkana bercabang menurut aturan IUPAC.

• Tentukan Rantai C terpanjang sebagai nama induk alkana


(nama utama alkana)

• Cari Cabang yang terikat pada rantai induk, cabang ini


merupakan alkil (nama alkil).

• Beri nomor cabang sehingga nomornya serendah


mungkin dan bila ada lebih dari satu cabang sejenis
namanya diberi awalan di menyatakan 2, tri menyatakan
3, tetra = 4 ,dst.

• Menulis nama alkana bercabang :

Tulis nomor cabang, tulis nama cabang (nama alkil sesuai


jenis dan jumlahnya serta urut alphabet), tulis nama
induk alkana (berdasar jumlah atom C terpanjang).
Latihan
Beri Nama Senyawa Alkana Berikut :
C2 H 5

• CH 3 − CH − CH 2 − C − CH 2 − CH 3
!
:….
CH 3

CH 3 CH 3

2. CH 3 − C − CH 2 − CH 3 :….
!

CH 3
CH 3
CH 3
3. CH 3 − :….
!
C! − C − CH 2 − CH 2 − CH 3
CH 3
C2 H 5

C2 H 5
CH 3
!

4. CH 3 − C − CH − CH − CH 2 − CH 3
!
:….
CH 3
C2 H 5
Tuliskan rumus struktur senyawa-nya
:

1. 2,3,4 Trimetil pentana

6. 3 etil, 2,3,4 trimetil heksana

3. 3,3 dietil 2 metil pentana


Ingat Isomer Rantai Alkana
Latihan :
Buatlah isomer-isomer senyawa
berikut, masing-masing berikan
namanya :

• Heksana

• Heptana
GUGUS FUNGSI
Gugus yang dapat terikat pada

Radikal (R − Cn(H ( 2 n +1)


) atau Alkil − )

Disebut Gugus Fungsi


Gugus Fungsi ini memberikan ciri khas sifat
senyawa

Jika Radikal telah mengikat Gugus Fungsi, maka


akan terbentuklah suatu senyawa yang disebut
Senyawa gugus fungsi
Ingat Radikal (Gugus Alkil) atau R –
Radikal (alkil) merupakan gugus
berasal dari alkana yang kurang 1 atom H.

Jadi Rumus Umum Alkil : CnH2n+1 atau R –

Nama Alkil seperti pada Alkana (sesuai


jumlah atom C), akhiran ana diganti il.
Beberapa alkil (Radikal) penting al :
Contoh :
1. CH3- : Methyl (Metil).
2. CH3-CH2- : Ethyl (Etil).
CH3-CH2-CH2- : n-Prophyl (n-
CH 3 − CH −
Propil). !

CH 3
: Isoprophyl
3 − C H − CH 3
(isopropil)
CH
!

: Sekunder
CH3-CH2-CH2-CH2- : n-Buthyl (n-
Butil).
CH 3 − CH 2 − C H − CH 3
!
: sekunder
butil
CH 3 − CH − CH 2 −
!

CH 3

CH 3 : Iso-buthyl
!

CH 3 − C! −
CH 3
: Tersier-
buthyl
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2- ... .

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- … .

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- … .

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-
….

dst.
Gugus Fungsi yang dapat terikat R –
−F − Cl , al : − Br −I
1. ; ;
;− O− H O

2. −O− R C −H C =O

3. 4. 5.
C =O C =O

OH O−R
1. ALKILHALIDA (HALOALKANA)
Senyawa Alkilhalida (haloalkana) yaitu :
Rumus umum : R− X

Dimana : R− Cn H:( 2 n +1)


adalah Alkil −

−X adalah : Halida (F;


Cl; Br; I)

Jadi Alkilhalida merupakan senyawa dari


alkil yang mengikat Halida ( - F; - Cl ; - Br ;
-I)
Disebut juga sebagai senyawa Haloalkana
Tata Nama Alkilhalida (R – X)

• Sistem Common :
Nama Alkilhalida diberikan sesuai nama Alkil
diikuti nama Halida yang terikat.
Contoh : a. CH3-Br : Methyl Bromida.
b. CH3 – CH2 – Cl : Ethyl Klorida.

7. Sistem IUPAC :
Nama Alkilhalida diberikan seperti pada aturan
nama alkana, dengan catatan letak Halida
terikat diberi nomor terendah dan bila ada
cabang alkil nomornya menyesuaikan.

Nama demikia ini merupakan sebutan nama


Haloalkana.
Contoh :
a. CH3-F : Fluoro Methana

b. CH3 – CH2 – Cl : Kloro Ethana

CH 3 − CH −
c. ! Br : 2 Bromo Propana
CH 3

CH 3
!

CH 3 − C! −
d. Cl : 2 Methyl 2 Kloro
CH 3
Propana
Sifat Fisik Alkilhalida
Sifat-sifat senyawa organo halogen
secara umum ditentukan oleh :
• Jenis rantai utama hidrokarbon.
• Jenis atom halogen yang terikat.
• Posisi atom halogen dalam molekul.
Struktur Isomer sebagai hal umum
dalam haloalkana, sehingga apabila
posisi atom halogen berubah maka hal
ini membuat perbedaan yang besar
terhadap sifat molekul.
Sifat Kimia Alkilhalida

R–X + H2O → R – OH + HX
R – X + AgOH → R – OH + AgX
R – X + R’ – H → R – R’ + HX
–CH2–CHX–CH3 + NaOH →
– CH2 – CH = CH2 + NaX + H2O
7. R – X + R’ – ONa → R – O – R’ + NaX
(sintesa Wiliamson : R ≠ R’, sbg.eter
asimetris)
Manfaat Senyawa Alkilhalida
Senyawa Haloalkana (Alkilhalida) dalam
kehidupan sehari-hari banyak
dimanfaatkan untuk :
1. Obat Bius, misal : CHCl3 (Kloroform).
2. Zat pendorong (propelan), misal : CFC.
3. Zat Pelarut, misal : CCl4
(Karbontetraklorida).
4. Bahan sintetis, misal : plastik PVC,
Teflon.
5. Zat Pembusa.
Dampak negatif
Pemanfaatan Alkilhalida
Dampak buruk akibat pemanfaatan
Senyawa-senyawa Alkilhalida
(Haloalkana) yaitu :

1. Pencemaran Lingkungan, oleh


bahan sintetis ( plastik,
pestisida/DDT).
2. Kerusakan Lapisan Ozon ( O3 ) di
Alam, oleh pemakaian CFC, Freon.
Reaksi Pembuatan Alkilhalida
( Haloalkana )
Reaksi Substitusi Alkana oleh Unsur
Halogen : X2 , ( X2 = F2 ; Cl2 ; Br2 ; I2 ).

Reaksi : Alkana + X2 → mono Haloalkana +


HX,
dst.

Reaksi itu akan lebih reaktif dengan adanya


sinar ultra violet (uv) sebagai reaksi foto
kimia, dan reaksinya berantai, sehingga
zat hasil yang terbentuk dapat berupa :
mono, di, tri atau tetra substitusi
halogen.
Contoh : Reaksi berantai Metana
dengan Br2 dari mono sampai tetra
substitusi
CH4 + Br2 → CH3 – Br + HBr
(reaksi mono substitusi)
CH3 – Br + Br2 → CH2Br2 + HBr
(reaksi disubstitusi)
CH2 – Br2 + Br2 → CHBr3 + HBr
(reaksi trisubstitusi)
CHBr3 + Br2 → CBr4 + HBr
(reaksi tetra substitusi)
CH3Br : Bromo Metana (Metil
Bromida).

CH2Br2: Dibromo metana (Metil


dibromida)

CHBr3 : Tribromo metana (Metil


tribromida atau Bromoform)
CBr4 : Tetrabromo metana (Karbon
tetrabromida)
Latihan
Tuliskan Reaksi berikut sampai
terjadi hasil trisubstitusi Halogen
dan masing-masing zat hasil reaksi
tuliskan namanya :
1. CH4 + I2 → … .

2. CH3 – CH3 + Cl2 → … .

3. CH4 + F2 → ….
Tuliskan Nama Senyawa Haloalkana berikut
Latihan : CHBr

1. CH 3 − C − CH 2 − CH 2 − Cl

CHF
Br

2. CH 3 − C − CH 2 − CH 2 − Br

CHF2
2. ALKANOL (ALKOHOL)
Senyawa Alkanol (alkohol) yaitu :
Rumus umum : R – OH
Atau :
CnH2n+1 – OH

R atau CnH2n+1 : Gugus Alkil


OH : Gugus Hidroksil

Jadi Alkohol merupakan senyawa Alkil yang


mengikat gugus Hidroksil
Tata Nama Alkohol
• Common System : sesuai nama alkil yang
mengikat gugus OH diikuti kata alkohol.
Contoh : CH3 – OH : Metil Alkohol
CH3 – CH2 – OH : Etil Alkohol dst.

2. System IUPAC : nama sesuai jumlah atom


C seperti alkana, akhiran ana diganti anol.
Untuk Alkohol bercabang gugus OH diberi
nomor terendah, sedang nomor cabang
menyesuaikan.
Contoh : CH3 – OH : Metanol
 LATIHAN :
Tuliskan nama senyawa alkohol berikut :
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – OH : … .

CH3 – CH2– CH – CH3 :….



OH

9. CH 3 − CH
!
− CH 2 − OH : … .
CH 3
Gugus alkil (radikal) berikut jika mengikat gugus
OH tuliskan nama senyawanya.
• CH 3 − CH 2 − CH 2 − CH 2 − CH 2 −

• CH 3 − CH 2 − CH 2 − CH − CH 3

CH 3

CH 3 − CH 2 − C −

• CH 3
CH 3

4. CH 3 − C − CH 2 −

CH 3

CH 3

5. CH 3 − C − CH 2 − CH 2 −

CH 3
CH 3

6. CH 3 − CH − CH − CH 2 −

CH 3

CH 3

7. CH 3 − CH − C −

CH 3 CH 3
8. CH 3 − CH 2 − CH 2 − CH 2 − CH − CH 3

9. CH 3 − CH − CH 2 − CH 2 − CH 2 − CH 2 − CH 2 −

CH 3
Sifat Fisika Alkohol

Pada jumlah atom C sama, Alkohol mempunyai


titik didih lebih tinggi dibanding alkana. Karena
dalam wujud cair molekul-molekul alkohol
berasosiasi membentuk ikatan hidrogen yaitu
ikatan antara atom O dari salah satu molekul
alkohol dengan atom H dari molekul alkohol
yang lain.
Makin banyak atom C makin tinggi titik didih
nya.
Massa jenis Alkohol lebih tinggi dari alkana, tapi
lebih rendah dibanding Air.
Alkohol suku rendah (methanol, ethanol,
propanol, buthanol) larut dalam air tak
terbatas.
Sifat Kimia Alkohol

• Berdasar jumlah gugus OH yang


terikat, dikenal : a. Alkohol
Monovalen : alkohol yang
mempunyai 1 gugus OH.
b. Alkohol Divalen :
alkohol yang mempunyai 2 gugus
OH.
c. Alkohol Trivalen dan
Alkohol polivalen : alkohol yang
mempunyai 3 atau lebih gugus OH.
Contoh jenis Alkohol
• Alkohol Monovalen : alkohol yang memiliki 1
gugus OH
CH3 – CH2 – OH : Ethanol
3. AlkoholCH 2 − OH
Divalen : alkohol yang memiliki 2
gugus OH
CH 2 − OH : Glikol (1,2 Etana Diol)

CH 2 − OH
7. Alkohol Trivalen : alkohol yang memiliki 3 gugus
OH CH − OH
: Gliserol (1,2,3 propana triol)

CH 2 − OH
2. Berdasar letak gugus OH (untuk
alkohol monovalen) dikenal :
a. Alkohol Primer : gugus OH
terikat pada atom C primer.
b. Alkohol Sekunder : gugus OH
terikat pada atom C sekunder.
c. Alkohol Tersier : gugus OH
terikat pada atom C tersier.
3. Ethanol (C2H5 – OH) ini yang dikenal
sebagai alkohol dalam kehidupan.
Bersifat merusak susunan saraf pusat,
dalam jumlah sedikit (untuk minuman
beralkohol) dapat memabukkan, mudah
terbakar. Campuran Ethanol dengan
Methanol dikenal sabagai spiritus : untuk
bahan bakar dan pelarut. Agar berbeda
dengan ethanol murni dalam spiritus
diberi pewarna (CuSO4 : Biru) dan tidak
untuk campuran minuman beralkohol,
karena sangat beracun.
Methanol (CH3-OH) bersifat racun dan
membutakan mata bila dipakai dalam
minuman.
4. Alkohol dapat bereaksi dengan logam Natrium (Na)
membentuk senyawa Na-alkoholat
R – OH + Na → R – O – Na + H2 (g)
Contoh :
CH3 – CH2 – OH + Na → CH3 – CH2 – ONa + H2
(g)

5. Alkohol dapat mengalami reaksi pembakaran /


reaksi Oksidasi.
Reaksi Pembakaran : R – OH + O2 → CO2 +
H2O
Reaksi Oksidasi dipakai untuk membedakan
Alkohol primer, sekunder dan tersier dengan
memakai oksidator KMnO4, K2Cr2O7 .

6. Uji adanya alkohol memakai reagen Lukas ( HCl &


Alkohol + Asam Karboksilat → Ester +
H2O.
O

CH 3 − C − OH
Contoh : CH3 – OH + →
O

CH 3 − C − O − CH 3
H2O +
Meti Etanoat
R – OH + PX3 → RX + H3PO3
R – OH + PX5 → RX + POX3 + H2O
R – OH + HX → RX + H2O
R – OH + H2SO4 pkt → R – OSO3H +
H2O
R – OH + H2SO4 pkt → R-CH=CH2
(Alkena) + H2O
Reaksi ini untuk alkohol sekunder yang
direaksikan pada suhu 180 o C maka
akan dihasilkan Alkena, dimana ikatan
rangkap yang terbentuk adalah dari
atom C gugus fungsi mengikat atom C
yang memiliki H banyak atau kearah
rantai yang panjang, ini merupakan
reaksi eliminasi aturan Saytzef.
CH3 – CH2 – OH + H2SO4 pkt (130oC) →
CH3 – CH2 – O – CH2 – CH3 + H2O

Latihan :
Tuliskan reaksi reaksi berikut dan
berikan nama masing-masing
senyawanya. CH 3

CH 3 − C − OH
K + → ….
CH 3
CH 3

2. CH 3 − C − OH + HI → ….

CH 3

3. CH3 – CH2 – OH + H2SO4 pkt (130oC) →


….
CH 3 − CH 2 − CH − CH 3
4. + H2SO4 pkt
(180oC) → OH
….
5. CH 3 − CH 2 − CH − CH 3 + K2Cr2O7 → … .

OH

6. CH3 – CH2 – OH + KMnO4 →….

7. CH3 – OH + H2SO4 pkt (130oC) → … .