Anda di halaman 1dari 45

Contoh Tugas Struktur Kayu

1
A. IDEALISASI STRUKTUR RANGKA ATAP (TRUSS)
Perencanaan kuda kuda dalam bangunan sederhana dengan panjang bentang 10 m.
jarak antara kuda kuda adalah 3 m dan 2 m, jarak mendatar antara kedua gording
adalah 3 m dan sudut kemiringan atap adalah 30 terhadap batang horizontal. Kayu
yang digunakan memiliki Kode Mutu E22 dengan klasifikasi Kelas A. Rencana kuda
kuda dan atap dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.

1
2
3
4
5
6
7
8
BC2
BC4
BC5
BC7
BC6
BC8
BC9
BC10
BC11
BC12
BC13
10,00
3,00 2,00 2,00 3,00
1
0

2
0

BC1
3
3

2
0

1
0

3
3

BC3
2
,
0
1
0
,
6
6

Gambar 1 Rencana Kuda Kuda
Contoh Tugas Struktur Kayu
2
3,00 2,00 2,00 3,00
3
,
0
0
3
,
0
0
3
,
0
0
3
,
0
0
3
,
0
0
Luas Atap Yang Membebani Satu Titik Buhul
Bumbungan
Rangka Atap
Gording

Gambar 2 Rencana Atap

Berdasarkan gambar rencana kuda - kuda dan gambar rencana atap, beberapa data
untuk perencanaan seperti luas atap dan panjang gording yang membebani masing-
masing titik buhul kuda - kuda serta panjang batang kuda kuda dapat di analisis.
Luas atap dapat dilihat pada gambar rencana atap (Gambar 2). Panjang elemen kuda -
kuda dapat diperoleh berdasarkan Gambar 1, yaitu sebagai berikut :


Contoh Tugas Struktur Kayu
3
Tabel 1 Panjang Bentang Per Elemen
No Batang
Panjang
( m )
1 BC1 3,05
2 BC2 2,03
3 BC3 2,03
4 BC4 3,05
5 BC5 3,46
6 BC6 1,20
7 BC7 2,17
8 BC8 2,31
9 BC9 2,31
10 BC10 2,01
11 BC11 2,17
12 BC12 1,20
13 BC13 3,46
Sumber : Perhitungan Berdasarkan Gambar Rencana

B. PERENCANAAN GORDING
1. Data data:
- Beban pada gording
Ukuran gording = 60/120 mm
Luas gording = 0072 , 0 12 , 0 06 , 0 = m
Berat per satuan volume = 600 Kg/m = 6000 N/m
Berat sendiri gording = Luas gording x Bj
= ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 = 43,20 N/m
0,06 m
0,12 m

Contoh Tugas Struktur Kayu
4
- Beban Vertikal (Penutup Atap)
Berat atap seng gelombang (BWG 24) = 10 Kg/m = 100 N/m
Berat sendiri atap seng = Jarak gording x Bj
= ( ) 100 46 , 3 = 346 N/m

- Beban Hidup (L)
Beban hidup (L) = 70 Kg = 700 N
- Beban Angin
Beban angin = 45 Kg/m
2
= 450 N/m
2

2. Pembebanan
- Beban Mati (D)
Berat penutup atap = 346 N/m
Berat gording = 43,20 N/m
Total = 389,20 N/m
D
x
= D sin
= 389,20 sin 30
= 194,60 N/m
D
y
= D cos
= 389,20 cos 30
= 337,06 N/m
- Beban hidup (L)
L = 700 N
L
x
= L sin
= 700 sin 30
= 350 N
L
y
= L cos
= 700 cos 30
= 606,22 N
- Beban angin (W)
Beban angin = 45 Kg/m
2
= 450 N/m
2

Koefisien angin tekan (C
1
) =
+
Contoh Tugas Struktur Kayu
5
=
= 0,2
Koefisien angin isap (C
2
) =
(PMI Pasal 4.3 Ayat 1.b, Hal 20)
W
tekan
=


W
tekan
=
= 311,40 N/m
W
isap
=


W
isap
=
= - 622,80 N/m
Perhitungan momen untuk beban angin
M
x tekan
=


M
x tekan
=


= 350,30 Nm
M
y tekan
=


M
y tekan
=


= 0 Nm
M
x isap
=


M
x isap
=


= - 700,65 Nm
M
y isap
=


M
y isap
=


= 0 Nm

3. Perhitungan momen
Beban pada sumbu kuat:
- M
x
(D) =


M
x
(D) =


Contoh Tugas Struktur Kayu
6
= 218,92 Nm
- M
x
(W) =


L = 3 m
M
x tekan
=


= 350,30 Nm
M
x isap
=


= - 700,65 Nm
- M
x
(L) =


L = 3 m
M
x
(L) =


= 262,50 Nm

Beban pada sumbu lemah:
- M
y
(D) =


L = 3 m
M
y
(D) =


= 379,19 Nm
- M
y
(W) =


L = 3 m
M
y tekan
=


= 0 Nm
M
y isap
=


= 0 Nm
- M
y
(L) =


L = 3 m
M
y
(L) =


= 454,66 Nm
Contoh Tugas Struktur Kayu
7
Momen terfaktor:
- Kombinasi pembebanan sementara (DL + LL + W
tekan
)

Nm [SNI 03 xxxx 2000 butir 4.2.2]



Nm [SNI 03 xxxx 2000 butir 4.2.2]



- Kombinasi pembebanan sementara (DL + LL + W
isap
)

Nm [SNI 03 xxxx 2000 butir 4.2.2]



Nm [SNI 03 xxxx 2000 butir 4.2.2]



Tegangan acuan kayu:
E
w
= 21000 MPa dan F
b
= 54 MPa

Dimensi gording:
Momen inersia penampang:

mm
4

mm
4
Momen statis penampang:
Contoh Tugas Struktur Kayu
8

mm
3

mm
3

Karena nilai banding penampang d/b (120/60) = 2,00. Maka pada balok tidak
diperlukan pengekang lateral [SNI 03 xxxx 2000 butir 8.2.2], C
l
= 1,00 Nilai
C
t
diambil dalam kadar air kering dengan suhu T < 38 < C maka nilai C
t
= 1,00.
Untuk kayu dengan mutunya ditetapkan secara maksimal, C
F
= 1,00 [SNI 03
xxxx 2000 butir 5.6.2], faktor koreksi pengawetan kayu, nilai C
pt
= 1,00 [SNI 03
xxxx 2000 butir 5.6.1]. Faktor koreksi layan basah, untuk memperhitungkan
kadar air masa layan pada balok kayu balok kayu besar 125 mm x 125 mm, F
b
=
1,00 nilai C
M
= (F
b
/C
F
) = (1,00/1,00 = 1,00) < 8 Mpa maka C
M
= 1,00 [Bahan
Ajar Modul Struktur Kayu, Tabel 3.3, hal III-12]. Faktor reduksi tegangan untuk
batang lentur,
b
= 0,85 dan faktor waktu () pada kombinasi pembebanan
maka = 0,80 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu,
Tabel 3.2, hal III-12].

54 ' = =
bx F pt t m bx
F C C C C F MPa
7776000 54 144000 ' = = =
bx x x
F S M MPa
54 ' = =
by F pt t m by
F C C C C F MPa
3888000 54 72000 ' = = =
by y y
F S M Mpa

4. Kontrol tegangan:
- Kontrol tegangan lentur (DL + LL + W
tekan
)
00 , 1 s +
y b
uy
x b
ux
M
M
M
M
| |

Contoh Tugas Struktur Kayu
9
00 , 1
3888000 85 , 0 8 , 0
10 48 , 1198
7776000 85 , 0 8 , 0
10 95 , 962
3 3
s


+



00 , 1 45 , 0 18 , 0 s +
00 , 1 63 , 0 s OK!
- Kontrol tegangan lentur (DL + LL + W
isap
)
00 , 1 s +
y b
uy
x b
ux
M
M
M
M
| |

00 , 1
3888000 85 , 0 8 , 0
10 48 , 1198
7776000 85 , 0 8 , 0
10 19 , 122
3 3
s


+



00 , 1 45 , 0 02 , 0 s +
00 , 1 47 , 0 s OK!

5. Kontrol lendutan balok:
- Lendutkan ijin:

maks
=
300
L
;
maks
=
300
3000
= 10 mm
- Lendutkan akibat beban tetap:
21000 ' = =
pt r m w
C C C E E MPa
- Lendutkan sumbu kuat:
x
x
I E
L w

' 384
5
4
;
8640000 21000
10 3000 60 , 194
384
5
3 4


; 1,13 mm
Lendutkan sumbu lemah:
y
y
I E
L w

' 384
5
4
;
2160000 21000
10 3000 06 , 337
384
5
3 4


; 7,84 mm
Lendutkan total:

total
= ((
x
)
2
+ (
y
)
2
)
0,5

= ((1,13)
2
+ (7,84)
2
)
0,5

= 7,92 mm <
maks
OK!
Jadi, dimensi balok dapat digunakan.

Contoh Tugas Struktur Kayu
10
C. PERHITUNGAN BEBAN BEBAN PADA KUDA KUDA
1. Perhitungan beban akibat berat kuda kuda sendiri pada titik buhul
Kayu 60/120 mm
2
adalah batang atas dan batang bawah, Kayu 60/120 mm
2

adalah batang diagonal. Berat sendiri kuda - kuda yang bekerja pada satu titik
buhul dengan rumus ; 0,5 x berat sendiri seluruh batang kuda - kuda yang terletak
pada satu titik buhul.

- Titik buhul B1
Batang BC1 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 05 , 3
2
1
= 65,88 N
Batang BC5 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 46 , 3
2
1
= 74,74 N
Total = 139,62 N

- Titik buhul B2
Batang BC1 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 05 , 3
2
1
= 65,88 N
Batang BC2 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 03 , 2
2
1
= 43,85 N
Batang BC6 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 20 , 1
2
1
= 25,92 N
Total = 135,65 N

- Titik buhul B3
Batang BC2 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 03 , 2
2
1
= 43,85 N
Batang BC3 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 03 , 2
2
1
= 43,85 N
Batang BC7 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 17 , 2
2
1
= 46,87 N
Batang BC10 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 01 , 2
2
1
= 43,42 N
+
+
Contoh Tugas Struktur Kayu
11
Batang BC11 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 17 , 2
2
1
= 46,87 N
Total = 224,86 N

- Titik buhul B4
Batang BC3 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 03 , 2
2
1
= 43,85 N
Batang BC4 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 05 , 3
2
1
= 65,88 N
Batang BC12 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 20 , 1
2
1
= 25,92 N
Total = 135,65

- Titik buhul B5
Batang BC4 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 05 , 3
2
1
= 65,88 N
Batang BC13 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 46 , 3
2
1
= 74,74 N
Total = 139,62 N

- Titik buhul B6
Batang BC5 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 46 , 3
2
1
= 74,74 N
Batang BC6 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 20 , 1
2
1
= 25,92 N
Batang BC7 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 17 , 2
2
1
= 46,87 N
Batang BC8 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 31 , 2
2
1
= 49,89 N
Total = 122,68 N



+
+
+
+
Contoh Tugas Struktur Kayu
12
- Titik buhul B7
Batang BC8 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 31 , 2
2
1
= 49,89 N
Batang BC9 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 31 , 2
2
1
= 49,89 N
Batang BC10 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 01 , 2
2
1
= 43,42 N
Total = 143,20 N

- Titik buhul B8
Batang BC9 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 31 , 2
2
1
= 49,89 N
Batang BC11 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 17 , 2
2
1
= 46,87 N
Batang BC12 = ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 20 , 1
2
1
= 25,92 N
Batang BC13 = ( ) ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 46 , 3
2
1
= 74,74 N
Total = 197,42 N

2. Perhitungan beban akibat gording
Ukuran gording = 60/120 mm
Luas gording = 0072 , 0 12 , 0 06 , 0 = m
Berat per satuan volume = 600 Kg/m = 6000 N/m
Berat 1 gording = Luas gording x Bj x jarak kuda kuda
= ( ) 6000 12 , 0 06 , 0 00 , 3 = 129,60 N
0,06 m
0,12 m


+
+
Contoh Tugas Struktur Kayu
13
3. Perhitungan beban terhadap atap
Berat atap seng gelombang (BWG 24) = 10 Kg/m = 100 N/m
Berat atap seng = Jarak gording x Jarak kuda kuda x Bj
= N

4. Perhitungan beban hidup (L)
Beban hidup (L) = 70 Kg = 700 N

5. Perhitungan beban akibat angin
Beban angin tekan = 311,40 N/m
Beban angin isap = -622,80 N/m
Jarak kuda kuda = 3,00 m
Beban angin untuk setiap titik buhul = beban angin x jarak daerah beban untuk
titik buhul, dimana panjang daerah beban = 0,5 x panjang batang

Tabel 2 Perhitungan Beban Angin Tekan
Titik
Batang Yang
Berseberangan
Panjang Daerah
Beban
Beban Angin
Tekan
(m) (N)
1
BC5 3,46 538,72
Total 538,72
6
BC5 3,46 538,72
BC8 2,31 359,67
Total 898,39
7
BC8 2,31 359,67
Total 359,67
Sumber : Perhitungan Berdasarkan Gambar Rencana







Contoh Tugas Struktur Kayu
14
Tabel 3 Perhitungan Beban Angin Isap
Titik
Batang Yang
Berseberangan
Panjang Daerah
Beban Beban Angin Isap
(m) (N)
5
BC13 3,46 1077,44
Total 1077,44
8
BC13 3,46 1077,44
BC9 2,31 719,33
Total 1796,78
7
BC9 2,31 719,33
Total 719,33
Sumber : Perhitungan Berdasarkan Gambar Rencana

Tabel 4 Rekapitulasi Gaya Gaya Batang (Tarik dan Tekan)
Nomor Batang
Besar Gaya - Gaya Yang Bekerja Pada Truss (N)
Tarik (+) Tekan (-)
BC1 9263,21 0,00
BC2 9243,72 0,00
BC3 9704,01 0,00
BC4 9721,76 0,00
BC5 0,00 12331,50
BC6 157,66 0,00
BC7 0,00 2812,19
BC8 0,00 8828,37
BC9 0.00 8394,37
BC10 5974,37 0,00
BC11 0,00 3298,43
BC12 164,92 0,00
BC13 0,00 11584,41
Sumber : Perhitungan Berdasarkan SAP 2000 versi 7.4

D. KONTROL DIMENSI BATANG TEKAN
Dimensi batang tarik dari struktur truss seperti Gambar 1, elemen batang terbuat dari
kayu ukuran balok 60/120 dan panjang 3 m dengan kayu kelas A kode mutu E-22
dan balok di beri beban tekan maksimum 12331,50 N.
1. Sifat penampang balok
b = 0,06 m ; h = 0,12 m
Contoh Tugas Struktur Kayu
15

0,06 m
0,12 m


Jari jari girasi (r)

mm
4

mm
4
ry < rx, maka rmin = 17,32 mm
4

Ke = 1,0 (sendi sendi) [SNI 03 xxxx 2000 butir 7.2.1 (Gambar 7.2.1)]
Angka kelangsingan (KeL)/r =



2. Menghitung kuat tekan
Kayu dengan kode mutu E-22 memiliki kuat tekan sejajar serat Fc = 41 MPa dan
modulus elastisitas lentur Ew = 21000 MPa [SNI 03 xxxx 2000 butir 3.1
(Tabel 3.1)], faktor reduksi = 0,90 [SNI 03 xxxx 2000 butir 4.3.5 (Tabel
4.3.1)] Nilai C
t
diambil dalam kadar air kering dengan suhu T < 38 < C maka
nilai C
t
= 1,00. Untuk kayu dengan mutunya ditetapkan secara maksimal, C
F
=
1,00 [SNI 03 xxxx 2000 butir 5.6.2], faktor koreksi pengawetan kayu, nilai
C
pt
= 1,00 [SNI 03 xxxx 2000 butir 5.6.1]. Faktor koreksi layan basah, untuk
memperhitungkan kadar air masa layan pada balok kayu balok kayu besar 125
mm x 125 mm, F
b
= 1,00 nilai C
M
= (F
b
/C
F
) = (1,00/1,00 = 1,00) < 8 Mpa maka
C
M
= 1,00 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu, Tabel 3.3, hal III-12], faktor tahan
stabilitas s = 0,85 dan faktor tahanan tekan c = 0,90 [Bahan Ajar Modul
Struktur Kayu, hal V-8], faktor waktu = 0,80 untuk kombinasi pembebanan
, c = 0,80 untuk batang massif [Bahan Ajar Modul
Struktur Kayu, Tabel 3.2, hal III-12].
Contoh Tugas Struktur Kayu
16
- Kuat sejajar serat:

MPa

MPa

3. Menghitung faktor beban
-

MPa
-

MPa
-

MPa
-

N
-



4. Menghitung tahanan tekan terkoreksi
-

N

5. Kontrol tekanan tekan berfaktor
-



N OK!
Contoh Tugas Struktur Kayu
17
E. KONTROL DIMENSI BATANG TARIK
Dimensi batang tarik dari struktur truss seperti Gambar 1, elemen batang terbuat dari
kayu ukuran balok 60/120 mm dan panjang 3 m dengan kayu kelas A kode mutu E-
22 dan balok di beri beban tarik maksimum 9721,76 N.
1. Menghitung kuat tarik sejajar
Faktor tahanan kayu kelas mutu A = 0,80 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu,
Tabel 2.4, hal II-7], faktor kuat tarik sejajar serat Ft// = 50 MPa.
-

MPa

2. Menghitung tahanan tarik terkoreksi
Nilai C
t
diambil dalam kadar air kering dengan suhu T < 38 < C maka nilai C
t

= 1,00. Untuk kayu dengan mutunya ditetapkan secara maksimal, C
F
= 1,00
[SNI 03 xxxx 2000 butir 5.6.2], faktor koreksi pengawetan kayu, nilai C
pt
=
1,00 [SNI 03 xxxx 2000 butir 5.6.1]. Faktor koreksi layan basah, untuk
memperhitungkan kadar air masa layan pada balok kayu balok kayu besar 125
mm x 125 mm, F
b
= 1,00 nilai C
M
= (F
b
/C
F
) = (1,00/1,00 = 1,00) < 8 Mpa maka
C
M
= 1,00 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu, Tabel 3.3, hal III-12], faktor
koreksi tahan api Crt = 1,00 [SNI 03 xxxx 2000 butir 5.6.1], faktor waktu =
0,80 untuk kombinasi pembebanan , faktor tahanan
serat t = 0,80 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu, hal VI-3].

-



3. Menghitung kebutuhan luas
-


Contoh Tugas Struktur Kayu
18

mm
2

Penampang pada daerah sambungan menentukan tegangan yang timbul
karena terjadi pengurangan luas tampang akibat terdapat lubang alat
sambung. Untuk itu kegiatan perencanaan diperkirakan terjadi pengurangan
luas penampang sebesar 25% sehingga luas penampang bruto yang
diperlukan adalah

-

mm
2


Pilih dimensi batang 60/120 mm yang memiliki luas 7200 mm
2
(boros
pemakaian sehingga dianjurkan pakai dimensi batang 60/80)

4. Kontrol tahanan tarik
Luas penampang yang ditetapkan kemudian dikontrol untuk melihat besar
tahanan bahan
-

OK!

F. SAMBUNGAN MEKANIS MENGGUNAKAN BAUT
1. Sambungan pada batang BC5 dan BC1
a. Menghitung tahanan perlu sambungan gigi tunggal
Sudut sambungan ( = 20) terhadap BC1, tebal kayu BC5 dan BC1 (b = 60
mm), sudut yang dibentuk oleh BC1 ( = 10) terhadap BC5. Tinggi balok
(h = 120 mm), faktor waktu = 0,80 untuk kombinasi pembebanan
, faktor tahanan tekan = 0,90 [Bahan Ajar
Modul Struktur Kayu, hal V-8], panjang kayu muka (l
m
= 200 mm), kuat
geser kayu (F
v
= 6,1) berdasarkan Kode Mutu E-22 [Bahan Ajar Modul
Contoh Tugas Struktur Kayu
19
Struktur Kayu, Tabel 2.1, hal II-8]. Faktor koreksi layan basah, untuk
memperhitungkan kadar air masa layan pada balok kayu balok kayu besar
125 mm x 125 mm, F
b
= 1,00 nilai C
M
= (F
b
/C
F
) = (1,00/1,00 = 1,00) < 8
Mpa maka C
M
= 1,00 [Bahan Ajar Modul Struktur Kayu, Tabel 3.3, hal III-
12]. Nilai C
t
diambil dalam kadar air kering dengan suhu T < 38 < C maka
nilai C
t
= 1,00. Untuk kayu dengan mutunya ditetapkan secara maksimal.
2
0
0
9
0

30
2
0
6
0
BATANG BC1 BALOK 6/12
BATANG BC5 BALOK 6/12
12331,50 N
9263,21 N
BEHEL U 40,4
Penguat
C
e
l
a
h

2
0

m
m
4
0

Gambar 3 Detail Batang BC5 dan BC1

b. Menghitung kuat tumpu kayu
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


Contoh Tugas Struktur Kayu
20


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):





c. Menghitung tahanan geser kayu bagian muka
-

mm
-

mm
-

N/mm
2

-


OK!








Contoh Tugas Struktur Kayu
21
2. Sambungan pada batang BC1, BC6 dan BC2
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
80), tebal kayu BC6, BC1 dan BC2 = 60 mm, banyaknya baut (n = 2).
157,66 N
9263,21 N
9243,72 N
BATANG BC1 BALOK 6/12
BATANG BC2 BALOK 6/12
BATANG BC6 BALOK 6/12
8
0


Gambar 4 Detail Batang BC1, BC6 dan BC2

b. Menghitung kuat tumpu kayu
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


Contoh Tugas Struktur Kayu
22


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es//
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em
)

N/mm
2

c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-


Contoh Tugas Struktur Kayu
23



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N
Contoh Tugas Struktur Kayu
24
e. Menghitung nilai koreksi : Faktor aksi kelompok (C
g
)
Menurut NDS dari U.S (Tabel hal 72)

mm
2
= 11,16 in
2
Interpolasi nilai Cg:
A
s
= 5 in
2
C
g
= 0,98


A
s
= 12 in
2
C
g
= 0,99
A
s
= 11,16 in
2






f. Menghitung nilai koreksi : Geometrik (C

)
- Jarak tepi
Jarak tepi yang tidak dibebani = 1,5D = 19,05 mm < 30 mm
Karena a > a
opt
, maka C

= 1,00
- Jarak antar baris
Karena I
m
/D = 60/12,701 = 4,72, maka jarak antar baris pengencang
adalah 60 mm. Jadi C

= 1,00

g. Menghitung tahanan lateral acuan ijin sambungan (Z
u
)

N, maka
157,66 N < 11620,76 N OK!







Contoh Tugas Struktur Kayu
25
3. Sambungan pada batang BC5, BC6, BC7 dan BC8
Sambungan 2 irisan antara batang BC5 dan BC6
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
60), tebal kayu BC5, BC6, BC7 dan BC8 = 60 mm, banyaknya baut (n =
4).
8828,37 N
12331,50 N
157,66 N
2812,19 N
BATANG BC5 BALOK 6/12
BATANG BC8 BALOK 6/12
BATANG BC6 BALOK 6/12
BATANG BC7 BALOK 6/12
60
53

Gambar 5 Detail Batang BC5, BC6, BC7 dan BC8

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC5 dan BC6
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


Contoh Tugas Struktur Kayu
26


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es//
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em
)

N/mm
2

c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-


Contoh Tugas Struktur Kayu
27



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N
Contoh Tugas Struktur Kayu
28
Sambungan 2 irisan antara batang BC5 dan BC6
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
60), tebal kayu BC5, BC6, BC7 dan BC8 = 60 mm, banyaknya baut (n =
4).
b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC5 dan BC6
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
em//
)

N/mm
2

Contoh Tugas Struktur Kayu
29
- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
es
)

N/mm
2

c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s

Contoh Tugas Struktur Kayu
30


N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N

Sambungan 2 irisan antara batang BC8 dan BC7
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
53), tebal kayu BC5, BC6, BC7 dan BC8 = 60 mm, banyaknya baut (n =
4).

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC6 dan BC7
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


Contoh Tugas Struktur Kayu
31


- Berat jenis dasar (Gb):


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es//
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em53
)

N/mm
2

c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-


Contoh Tugas Struktur Kayu
32
-



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV
Contoh Tugas Struktur Kayu
33





N

Sambungan 2 irisan antara batang BC8 dan BC7
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
53), tebal kayu BC5, BC6, BC7 dan BC8 = 60 mm, banyaknya baut (n =
4).

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC6 dan BC7
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):
Contoh Tugas Struktur Kayu
34




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es53
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em//
)

N/mm
2

c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m

Contoh Tugas Struktur Kayu
35


N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N

e. Menghitung nilai koreksi : Faktor aksi kelompok (C
g
)
Menurut NDS dari U.S (Tabel hal 72)

mm
2
= 11,16 in
2
Interpolasi nilai Cg:
A
s
= 5 in
2
C
g
= 0,98


A
s
= 12 in
2
C
g
= 0,99
A
s
= 11,16 in
2

Contoh Tugas Struktur Kayu
36






f. Menghitung nilai koreksi : Geometrik (C

)
- Jarak tepi
Jarak tepi dengan beban = 4D = 50,80 mm < 55 mm
Jarak tepi yang tidak dibebani = 1,5D = 19,05 mm < 20 mm
Karena a > a
opt
, maka C

= 1,00
- Jarak ujung
Karena batang horizontal tidak terputus pada sambungan (batang
menerus, maka factor koreksi jarak ujung tidak dihitung)
- Jarak antar baris
Karena I
m
/D = 60/12,701 = 4,72, maka jarak antar baris pengencang
adalah 5D (5 x 12,701 = 63,50 mm). Jarak antar baris pengencang pada
gambar adalah 65 mm. Jadi C

= 1,00

g. Menghitung tahanan lateral acuan ijin sambungan (Z
u
)

N, maka
12331,50 N < 24549,47 N OK!










Contoh Tugas Struktur Kayu
37
4. Sambungan pada batang BC8, BC9 dan BC10
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( =
60), tebal kayu BC8, BC9 dan BC10 = 60 mm, banyaknya baut (n = 3).
8828,37 N
8394,37 N
5974,37 N
BATANG BC8 BALOK 6/12
BATANG BC9 BALOK 6/12
BATANG BC10 BALOK 6/12
60 60

Gambar 6 Detail Batang BC8, BC9 dan BC10

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC8, BC9 dan BC10
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


Contoh Tugas Struktur Kayu
38


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es//
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em60
)

N/mm
2


c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-


Contoh Tugas Struktur Kayu
39



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N

e. Menghitung tahanan lateral acuan ijin sambungan (Z
u
)


Contoh Tugas Struktur Kayu
40

N, maka
8394,37 N < 20797,58 N OK!

5. Sambungan pada batang BC2, BC7, BC10, BC11 dan BC3
Sambungan 2 irisan antara batang BC7 dan BC2
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( = 33)
terhadap BC2 dan BC7, tebal kayu BC2, BC7, BC10, BC11 dan BC3 = 60
mm.
BATANG BC2 BALOK 6/12
BATANG BC7 BALOK 6/12 BATANG BC11 BALOK 6/12
BATANG BC3 BALOK 6/12
9243,72 N
2812,19 N
3298,43 N
9704,01 N
BATANG BC10 BALOK 6/12
5974,37 N
67
67
33 33

Gambar 7 Detail Batang BC2, BC7, BC10, BC11 dan BC3

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC7 dan BC2
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):
Contoh Tugas Struktur Kayu
41


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es//
)

N/mm
2

- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em67
)

N/mm
2


c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-


Contoh Tugas Struktur Kayu
42



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N
Contoh Tugas Struktur Kayu
43
Sambungan 2 irisan antara batang BC7 dan BC2
a. Menghitung tahanan perlu sambungan
Faktor tahanan sambungan z = 0,65 [SNI 03 xxxx 2000 butir 10.1.2],
= 600 kg/m
3
(berat jenis persatuan volume), F
yb
= 320 Mpa (kuat lentur
baut), diameter (D) yang digunakan 12,701 mm, sudut sambungan ( = 33)
terhadap BC2 dan BC7, tebal kayu BC2, BC7, BC10, BC11 dan BC3 = 60
mm.

b. Menghitung kuat tumpu kayu antara batang BC7 dan BC2
- Berat jenis kayu pada kadar air m % (m < 30 %):


- Berat jenis dasar (Gb):


- Berat jenis kayu pada kadar 15 % (G):




- Nilai kuat tumpu kayu sudut sejajar serat (F
es67
)

N/mm
2


Contoh Tugas Struktur Kayu
44
- Nilai kuat tumpu kayu sudut tegak lurus serat (F
em//
)

N/mm
2


c. Menghitung nilai R
e
, R
t
, K

, K
4

-



d. Menghitung tahanan lateral (Z) pada sambungan dua irisan
- Moda kelelehan I
m



N
- Moda kelelehan I
s



Contoh Tugas Struktur Kayu
45


N
- Moda Kelelehan III
s







N
- Moda Kelelehan IV





N

e. Menghitung tahanan lateral acuan ijin sambungan (Z
u
)
-

(Pelat bagian kiri)

N, maka
9243,72 N < 26089,42 N OK!
-

(Pelat bagian kanan)

N, maka
9704,01 N < 26089,42 N OK!
Sumber:
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:3qG-9FA7y78J:annaanastasia.typepad.com/files/tugas-
kayu-2011.docx+tugas+perencanaan+kuda-
kuda+kayu&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESjUrW5a6Vbv4DECcUhnHG3Prd3kjyR9QF6HJ8PUno1Idsev
QUUYzToPiNQqbNng-
ZJJ9e9qZGu6lQmRRfynwE2JP8ibRY1k1Wd3k9X9g285JohLX7iDQp_f7tbgxVH9_Ci5QikQ&sig=AHIEt
bT6Z127lhm7plyUAyYJb4Hm01FhBQ