Anda di halaman 1dari 11

PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI

DIFERENSIAL

DALAM

Konsep Informasi Akuntansi Diferensial merupakan informasi akuntansi yang dihubungkan dengan pemilihan alternative suatu tindakan tertentu dibandingkan dengan tindakan lain. Dengan kata lain informasi tersebut diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternative tindakan yang terbaik di antara alternative yang tersedia. Dalam perencanaan jangka panjang manajemen puncak menghadapi masalah penambahan mesin dan equipmen baru untuk memenuhi bertambahnya permintaan terhadap produk perusahaan, dan penggantian aktiva Tetap yang sudah tidak ekonomis pemakaiannya, serta masalah masalah lain yang atau yang berhubungan dengan investasi atau penambahan modal

INVESTASI Adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Jenis-jenis investasi 1. Investasi yang tidak menghasilkan laba (non-provit investment). Investasi yang timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syaratsyarat kontrak yang telah disetujui, yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. Mis pemasangan instalasi penanganan limbah. Investasi ini tidak memerlukan pertimbangan ekonomis 2. Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable provit investment). Investasi ini dimaksudkan untuk menaikan laba, namun dengan investasi ini laba yang diharapkan perusahaan sulit untuk dihitung secara teliti. Contoh : Pengeluaran biaya promosi dalam jangka panjang, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan pendidikan karyawan. 3. Investasi dalam penggantian equipment (replacement investment).

Investasi yang meliputi pengeluaran untuk penggantian mesin dan ekuipmen yang ada. Biasanya digunaan atas dasar pertimbangan adanya penghematan biaya atau kenaikan produktivitas dengan adanya penggantian biaya tersebut. 4. Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment). Merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi sehingga operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya.

INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Informasi akuntansi manajemen adalah suatu sistem yang berperan serta membantu akuntansi di dalam melaksanakan transformasi data menjadi informasi, yang mana informasi tersebut berguna sebagai bahan bagi manajemen untuk pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi manajemen berupa : 1. Aktiva Penuh : berguna memberikan ukuran berapa jumlah dana yang akan ditanamkan dalam suatu proyek/kegiatan tertentu. 2. Pendapatan Penuh & Biaya Penuh masa yang akan datang : berguna untuk memberikan ukuran tingkat kemampuan menghasilkan laba dari proyek/kegiatan yang akan dijalankan tersebut.

Dalam pengambilan keputusan investasi misalnya berupa penggantian aktiva tetap yang didasarkan pada pertimbangan penghematan biaya , manajeman memerlukan informasi akuntansi manajemen berupa : 1. Aktiva diferensial : berguna memberikan ukuran berapa jumlah dana yang akan ditanamkan dalam penggantian aktiva tetap tertentu. 2. Biaya diferensial : memberikan ukuran penghematan biaya yang diperoleh dengan adanya penggantian aktiva tetap yang direncanakan tersebut .

Contoh kasus : investasi penggantian aktiva tetap Mesin Mesin Biaya Diferensial Pendapatan Informasi Akuntansi Lama Baru Tunai Diferensial Diferensial (Rp) B bahan bakar 1000 750 250 BTK 1200 800 400 B. Pemeliharaan 750 400 350 Ttl By Operasi 2950 1950 1000 1000 Pendapatan 5500 6000 500 500 Total 1500

Dalam pertimbangan penggantian mesin tersebut, produktivitas mesin baru lebih tinggi dibanding dengan mesin lama, oleh karena itu disamping mempertimbangkan biaya diferensial tunai (penghematan biaya tunai) manajemen puncak perlu memperhitungkan pendapatan diferensial (tambahan pendapatan karena bertambahnya produktivitas) dalam keputusannya Pajak Penghasilan & keputusan investasi Pajak Penghasilan (pajak atas laba) merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan arus kas dalam pengambilan keputusan investasi. Jika usulan investasi tersebut akan mengakibatkan penghematan biaya atau tambahan pendapatan disisi lain akan menimbulkan laba diferensial yang menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. Oleh karenanya dalam perhitungan kas keluar dari investasi perlu diperhitungkan tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat tambahan pendapatan tersebut. Jika usulan investasi akan mengakibatkan kerugian (biaya diferensial>pendapatan diferensial), maka dampak pajak penghasilan akibat kerugian tersebut harus diperhitungkan dalam taksiran arus kas masuk dari investasi. Contoh : Contoh Kasus : PT X mempertimbangkan akan mengganti salah satu mesin produksinya dengan mesin baru. Perbandingan biaya operasi tunai mesin lama dengan biaya operasi mesin baru pertahun dan perhitungan biaya diferensial disajikan sbb

Biaya Diferensial Tunai & Mesin Lama Mesin Baru Biaya Diferensial Penghasilan BBB 3.000.000 750.000 2.250.000 BTK 1.900.000 900.000 1.000.000 By. Pemeliharaan 2.750.000 1.500.000 1.250.000 Total By Operasi 7.650.000 3.150.000 4.500.000 4.500.000 By. Depresiasi 800.000 1.400.000 (600.000) Total By Diferensial 3.900.000 Dampak pajak atas biaya35% x Diferensial (tax loss) 3.900.000 (1.365.000) By Diferensial tunai + tambahan pajak penghasilan 3.135.000 Karena biaya depresiasi mesin baru lebih besar RP. 600.000 (Rp. 1.400.000-Rp. 800.000), maka pajak penghasilan jika mesin baru digunakan akan berkurang sebesar 35%xRp.600.000. oleh karena itu biaya diferensial tidak tunai sebesar Rp 600.000 tersebut dikurangkan dari penghematan biaya akibat penggantian mesin sebesar Rp 4.500.000 untuk menghitung biaya diferensial yang digunakan sebagai dasar penentuan arus kas keluaran untuk pajak penghasilan. Biaya diferensial sebesar Rp.3.900.000 tersebut mengakibatkan tambahan pajak yang harus dibayar sebesar Rp. 1.365.000 (35%x3.900.000), sehingga arus kas masuk dari penggantian mesin menjadi sebesar Rp. 3.135.000 (Rp. 4.500.000 Rp. 1.365.000) per tahun selama umur ekonomis mesin. Dalam penggantian aktiva tetap, laba yang diperoleh dari penjualan aktiva tetap lama (selisih antara harga jual dengan dan nilai buku) juga dikenakan pajak penghasilan, oleh karena itu dampak pajak penghasilan akibat laba atau rugi penjualan aktiva tetap yang diganti harus diperhitungkan pula dalam penentuan arus kas Contoh : Kas masuk dari penjualan aktiva tetap lama Pajak penghasilan atas penjualan aktiva tetap Harga jual aktiva tetap lama Nilai buku aktiva tetap lama Laba penjualan aktiva tetap lama Pajak penghasilan atas laba penjualan aktiva Tetap lama 35% x Rp. 200.000 Kas masuk bersih dari penjualan aktiva tetap lama Rp 1.000.000

Rp. 1.000.000 Rp. 800.000 Rp. 200.000 700.000 930.000

Kriteria Penilaian investasi


Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternatif investasi. Berikut dibahas 4 metode untuk menilai usulan investasi: 1. Pay-back 2. Average return on investment 3. Present value 4. Discounted cash flow 1. Pay-back periode Dalam metode ini, faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen, jumlah kas masuk bersih ratarata per tahun atau biaya diferensial tunai yang berupa penghematan tunai per tahun yang diperoleh dari investasi dapat menutup investasi yang direncanakan. Pay-back period bukan merupakan pengukur kemampuan menghasilkan laba suatu investasi, tetapi mengukur jangka waktu pengambalian investasi. Rumus perhitungan pay-back dapat dibagi menjadi 2 kelompok: a. Rumus perhitungan pay-back period yang belum memperhitungkan unsure pajak penghasilan. ( ) Catatan: apabila penghasilan setiap tahunnya adalah sama. Contoh: Tuan A mempunyai rencana akan menginvestasikan uangnya dalam usaha transport. Menurut rencana dia akan membeli sebuah mobil penumpang dengan harga Rp. 72.000.000 (sudah termasuk bea balik nama). Untuk memperkirakan dalam jangka waktu berapa tahun investasi tersebut akan kembali, Tuan A memperkirakan pendapatan diferensial dan biaya diferensial tunai per bulan dari usahanya sbb: Taksiran pendapatan diferensial Taksiran biaya diferensial tunai Laba tunai/ bulan Maka, pay-back period dari investasi Tn. A adalah: ( ) 5.000.000 3.800.000 1.200.000

Jika laba tunai atau biaya diferensial tunai tidak sama, maka cara perhitungannya adalah sbb: Contoh: Suatu rencana investasi membutuhkan investasi mula-mula (aktiva diferensial) sebesar Rp. 30.000.000. Diperkirakan laba tunai setelah pajak (pendapatan diferensial dikurangi biaya diferensial tunai) setiap tahun selama lima tahun berturut-turut sebagai berikut: Rp. 8.800.000, Rp. 7.200.000, Rp. 8.400.000, Rp. 8.800.000, dan Rp. 6.800.000. Perhitungan pay-back period disajikan sbb:

b. Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan. Apabila dampak pajak penghasilan diperhitungkan maka penentuan pay-back period dilakukan dengan rumus berikut ini: ( ) Dalam rumus perhitungan pay-back period tersebut, pembilang yang berupa investasi merupakan aktiva diferensial yang direncanakan dalam usulan investasi penggantian aktiva tetap atau perluasan usaha, dan penyebut yang berupa kas masuk bersih.

Perhitungan kas masuk bersih Investasi perluasan usaha: Pendapatan diferensial Biaya diferensial tunai Biaya diferensial tidak tunai (misal biaya depresiasi) Laba diferensial sebelum pajak Pajak penghasilan (35% x 500) Laba diferensial setelah pajak Kas masuk bersih: Pendapatan diferensial Biaya diferensial tunai Pajak penghasilan 1.000 400 175 575 Kas masuk bersih
Investasi penggantian aktiva tetap Biaya tunai dan non tunai Biaya diferensial tunai & pajak 1.500 -

1.000 400 100 500 500 175 325

425

Biaya diferensial tunai (penghemat biaya) Biaya diferensial tidak tunai (misalnya tambahan biaya depresiasi) Total biaya diferensial Penghematan pajak atas total biaya diferensial 35% x 1.000 Kas masuk bersih

1.500 (500)

1.000 350 650 1.150 350

Contoh: dalam tahun 20X1 perusahaan akan mengganti sebuah truk yang dimilikinya sekarang dengan truk baru. Penggantian ini akan dilakukan berdasarkan pertimbangan penghematan biaya dengan pemakaian truk baru tersebut. Jika dalam 1 tahun diperkirakan jarak yang ditempuh sebuah truk sebanyak 180.000 km, maka taksiran biaya diferensial berupa penghematan biaya dengan pemakaian truk baru dibanding dengan truk lama sbb:
Biaya Truk Lama Biaya Truk Baru Biaya Diferensial

Biaya bahan bakar premium 45.000 lt x Rp. 70 Biaya bahan bakar solar 18.000 lt x Rp. 25 Biaya reparasi & pemeliharaan Biaya diferensial Harga beli truk lama Depresiasi akumulasi Nilai buku truk lama Taksiran harga jual truk lama Rugi penghentian pemakaian truk lama

3.150.000 450.000 1.000.000 1.450.000 2.700.000 500.000 3.200.000 3.000.000 2.000.000 1.000.000 700.000 300.000

1.500.000 4.650.000

Gambar. Penghematan Biaya dalam Pergantian Truk Lama dengan Truk Baru dan Perhitungan Kerugian Akibat Penghentian Truk Lama Harga beli truk baru diperkirakan Rp. 5.000.000 dan taksiran UE : 4 tahun. Perhitungan pat-back period disajikan sbb:

Aktiva diferensial (harga beli truk baru) Biaya kesempatan Hasil penjualan truk lama Penghematan pajak atas kerugian penjualan truk lama: 35% x Rp. 300.000*) Pengeluaran kas bersih (net cash outlay) Biaya diferensial tunai (penghematan tunai) per tahun Penghematan biaya operasi tunai truk per tahun Kenaikan pajak penghasilan Kenaikan pajak (tax loss) karena adanya penghematan biaya operasi truk= 35% x Rp. 3.200.000 Penghematan pajak (tax saving) karena kenaikan biaya depresiasi truk per tahun: 35% x Rp. 1.000.000 Jumlah kenaikan pajak per tahun Biaya diferensial tunai dan pajak (penghematan tunai ) per tahun Pay-back period (4.195.000 : 2.430.000) 105.000

5.000.000

700.000

805.000 4.195.000

3.200.000

1.120.000

350.000 770.000

2.430.000 1,7 tahun

Dalam investasi tersebut di atas, pada saat penggantian, di satu pihak perusahaan akan memperoleh aktiva diferensial dengan pengeluaran uang untuk membeli truk baru sebesar Rp. 5.000.000, namun di lain pihak akan terdapat biaya kesempatan karena perusahaan akan menerima uang hasil penjualan truk lama Rp. 700.000 dan penghematan pajak sebesar Rp. 105.000 sebagai akibat terjadinya kerugian dalam penjualan truk lama. Menurut undang 2 pajak penghasilan, kerugian akibat penjualan aktiva tetap dapat diperhitungkan dalam penentuan laba kena pajak jika memenuhi syarat-syarat tertentu. Jika tarif pajak penghasilan yang dikenakan terhadap perusahaan tersebut sebesar 35% dari laba kena pajak, maka berarti penghematan pajak dalam investasi penggantian truk tersebut adalah sebesar Rp. 105.000 (35% x Rp. 300.000). Penghematan Tunai (cash savings). Biaya diferensial yang berupa penghematan tunai yang diperoleh perusahaan setiap tahun dari operasi truk baru tersebut adalah sebesar Rp. 3.200.000. tetapi dengan adanya penghematan biaya ini, dalam tahun-tahun berikutnya sejak saat penggantian, perusahaan akan membayar pajak penghasilan yang lebih besar. Dalam hal turunnya pajak yang terjadi setelah penggantian truk karena adanya kenaikan biaya depresiasi dianggap bahwa sisa umur truk lama sama dengan umur ekonomis truk baru,

dan nilai buku truk baru sama dengan nol, kenaikan biaya depresiasi pada tahun-tahun setelah penggantian sbb:
Saat penggantian truk Rp. 1.250.000 tahun 1 Rp. 1.250.000 tahun 2 Rp. 1.250.000 tahun 3 Rp. 1.250.000 tahun 4 Biaya depresiasi truk baru

Nilai buku truk lama Rp. 1.000.000 Rp. 250.000 tahun 1 Turunnya laba kena pajak Rp. 1.000.000 tahun 1 Rp. 1.000.000 tahun 2 Rp. 1.000.000 tahun 3 Rp. 1.000.000 tahun 4 Rp. 250.000 tahun 2 Rp. 250.000 tahun 3 Rp. 250.000 tahun 4 Biaya depresiasi truk lama seandainya truk lama masih dipakai Biaya depresiasi truk per tahun menjadi lebih tinggi Rp. 1.000.000 dan akibatnya laba kena pajak lebih rendah dalam jumlah yang sama

Laba kena pajak per tahun sejak saat penggantian si satu pihak akan lebih rendah Rp. 1.000.000 (karena biaya depresiasi yang lebih tinggi). Namun di lain pihak laba akan lebih tinggi Rp. 3.200.000 per tahun karena adanya penghematan biaya operasi tunai truk. Oleh karena itu ditinjau dari segi pajak penghasilan terdapat penghematan pajak sebesar Rp. 350.000 per tahun (35% x 1.000.000), tetapi di lain pihak perusahaan mengalami kenaikan pajak penghasilan sebesar Rp. 1.120.000 (35% x Rp. 3.200.000) akibat adanya penghematan biaya operasi tunai dengan menggunakan truk baru. Kebaikan Pay-back Methode a) Untuk investasi yang besar risikonya dan sulit untuk diperkirakan, maka tes dengan metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi b) Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan risiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat c) Metode ini merupakan alat yang sederhana untuk memilih usul-usul investasi sebelum meningkat ke penilaian lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan investasi untuk menghasilkan laba seperti dalam present value method dan discounted cash flow method Kelemahan a) Metode ini tidak memperhitungkan nilai waktu uang. b) Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.