PRIORITAS MASALAH DENGAN METODE HANLON KUANTITATIF Tabel 1.

Persentase Cakupan masalah dan Besarnya masalah

Berdasarkan metode hanlon kuantitatif dapat ditentukan prioritas masalah sebagai berikut :

1. Besarnya Masalah (Kriteria A)
Besarnya masalah dilihat dari besarnya masalah terhadap prosentase pencapaian ( 100% - skor pencapaian ). Menentukan kelas dan interval :
Kelas = 1 + 3.3 log 23 = 1+3.3 . 1.36 = 5.48  6

14 – 62. Ganas 4. Murah 4. Mendesak 4.15 (8) > 77.14 (6) 62.12 (2) 32. Mahal 3.12-32. Tidak ganas 2.Interval kelas : nilai max – nilai min kelas : 96. Kriteria A : besarnya masalah terhadap cakupan (%) Masalah 2.15 – 77. Kegawatan masalah (Kriteria B) dengan bobot 1-4 Keganasan 1.11-17.11 (1) 17. Sangat murah . Kurang mendesak 3.51 – 2.11 = 15. Kurang ganas 3. Bisa ditunda 2.15 (10) Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 1 1 6 1 2 1 4 6 10 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 8 2 2.1347. Sangat mendesak Biaya yang dikeluarkan 1. Sangat ganas Urgency 1.13 (4) 47.73  16 6 Tabel 2. Sangat mahal 2.

7.Tabel 3. 2 4 3 3 2 4 3 3 3 2 2 4 7 10 8 10 6. 4. 9. 2 2 2 6 5. 2 2 3 7 10. 11 12 2 2 3 2 3 3 3 3 3 7 8 9 13 2 2 3 7 14 3 3 3 9 15 2 2 3 7 16 3 3 3 9 17 3 3 3 9 . kelas 1 SLTP. 8.SLTA dan setingkat Cakupan pelayanan kesehatan remaja Balita BGM Cakupan suspek TB paru Penemuan kasus TB BTA (+) Cakupan balita dengan pneumonia yg ditemukan/ditangani sesuai standart Jumlah bumil yg mendapat TT1 Jumlah bumil yg mendapat TT2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT3 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 4 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi campak Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 Keganasan 2 3 3 Tingkat urgensi 3 3 2 Biaya yang dikeluarkan 3 2 2 Nilai 8 8 7 3. Masalah kesehatan Cakupan kunjungan bumil K4 Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) Frekuensi pembinaan dukun Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK. Kriteria B : kegawatan masalah No 1. 2.

Sangat sulit 2. Kemudahan Penanggulangan (Kriteria C) dengan bobot 1-5 Keterangan : 1. Sangat mudah . Sulit 3. Mudah 4.18 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 total Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B3 Rumah tangga sehat Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif Pembinaan dokter kecil 2 2 3 7 19 3 3 3 9 20 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 9 6 9 6 21 22 23 3.

25 21. Cakupan pelayanan kesehatan remaja = (2+3+2+2+2+3+3+2) :8 = 2. Frekuensi pembinaan dukun = (3+2+2+3+3+2+2+3) : 8= 2.375 6. Jumlah bayi imunisasi hepatitis B1= ( 3+4+4+3+3+3+3+3): 8 = 3.Kriteria C Kemudahan dalam penanggulangan 1. Cakupan suspek TB paru = (2+1+1+1+1+1+2+2) :8 = 1.375 2.5 16. kelas 1 SLTP.SLTA dan setingkat = (3+3+3+4+4+3+3+3) :8 = 3. Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK.75 13. Jumlah bayi yg imunisasi DPT3 = (2+3+3+2+2+2+2+2) : 8 = 2. Jumlah bayi yg imunisasi hepatitis B1 total= (3+2+3+3+2+2+2+3): 8 = 2. Cakupan kunjungan bumil K4 = (2+3+3+2+2+2+3+2): 8 = 2. Jumlah bayi yg imunisasi polio 1= (3+3+4+4+4+4+4+3) :8 = 3. Jumlah bayi yg imunisasi DPT1 = (4+4+4+4+4+3+4+3): 8 = 3. Jumlah bayi yg imunisasi hepatitis B3= (2+3+3+2+2+2+2+2) : 8 = 2.5 .25 18.25 11.5 19.375 8. Cakupan balita pneumonia yg ditangani sesuai standart = (2+3+3+3+2+2+2+3) : 8 = 2. Balita BGM = (1+1+1+1+1+2+2+1) : 8 = 1. Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) = (2+2+2+3+2+2+3+2) : 8 = 2.25 3.5 4.25 5. Penemuan kasus TB BTA (+) = (2+2+2+2+2+2+1+1) :8 = 1.25 7. Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif = (3+2+3+3+2+2+2+2): 8 = 2.25 9. Jumlah bayi yg imunisasi campak = (4+4+3+3+3+3+4+4):8= 3.625 15. Jumlah bayi yg imunisasi hepatitis B2 = (2+3+3+3+2+2+2+3) : 8 = 2.375 23.5 20. Rumah tangga sehat = (3+2+2+3+3+2+2+2) : 8= 2.5 14.5 10.5 17. Jumlah bumil yg mendapat TT1 = ( 3+4+4+3+3+3+3+3): 8 = 3. Jumlah bayi yg imunisasi polio 4= (3+2+3+3+2+2+2+3): 8 = 2.375 22.25 12. Jumlah bumil yg mendapat TT2 = (4+3+3+3+3+3+3+4): 8 = 3. Pembinaan dokter kecil = (4+4+3+3+3+3+4+4):8= 3.

5 5.375 3. 3.375 1.25 2. 6.625 2.5 3.25 2. Kriteria C : kemudahan dalam penanggulangan No 1. 9.25 2.25 2. 10.25 3.Tabel 4.25 2.5 3. kelas 1 SLTP.5 2.5 3.5 2.375 2. 2.5 3.375 1. Masalah kesehatan Cakupan kunjungan bumil K4 Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) Frekuensi pembinaan dukun Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK.5 3.SLTA dan setingkat Cakupan pelayanan kesehatan remaja Balita BGM Cakupan suspek TB paru Penemuan kasus TB BTA (+) Cakupan balita dengan pneumonia yg ditemukan/ditangani sesuai standart Jumlah bumil yg mendapat TT1 Jumlah bumil yg mendapat TT2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT3 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 4 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi campak Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 total Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B3 Rumah tangga sehat Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif Pembinaan dokter kecil Keganasan 2.375 2. 8.75 2. 7.25 3. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 .25 1. 4.

PEARL faktor (Kriteria D) Faktor-faktor tersebut adalah : a. sumber daya yang mendukung kesehatan (resources / R) e. 5. legalitas terjamin (legality / L) Skor yang digunakan : 1 : setuju 0 : tidak setuju Tabel 5.SLTA dan setingkat Cakupan pelayanan kesehatan remaja Balita BGM Cakupan suspek TB paru Penemuan kasus TB BTA (+) Cakupan balita dengan pneumonia yg ditemukan/ditangani sesuai standart Jumlah bumil yg mendapat TT1 Jumlah bumil yg mendapat TT2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT3 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 1 P 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 E 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 L 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Hasil Kali 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 . 8. dapat diterima oleh masyarakat (acceptibility / A) d.4. kelas 1 SLTP. 6. 9. 11 12 13 14 Masalah kesehatan Cakupan kunjungan bumil K4 Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) Frekuensi pembinaan dukun Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK. 2. Kriteria D : PEARL faktor No 1. 7. murah secara ekonomi (economy / E) c. 3. 10. 4. kesesuaian dengan program (propriety / P) b.

375 13.5 NPT 21.15 16 17 18 19 20 21 22 23 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 4 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi campak Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 total Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B3 Rumah tangga sehat Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif Pembinaan dokter kecil 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 5.75 22.375 13.25 2.SLTA dan setingkat Cakupan pelayanan kesehatan remaja Balita BGM A B 8 8 7 C 2.375 20. kelas 1 SLTP. ditentukan prioritas dengan menghitung : Nilai Prioritas Dasar (NPD) : (A+B) x C NIlai Prioritas Total (NPT) : NPD x D : (A+B) xCxD Tabel 6.75 21.5 D 1 1 1 A+B 9 9 13 NPD 21. Penilaian Prioritas Masalah Dari kriteria-kriteria yang telah dilakukan diatas. 3. Masalah kesehatan Cakupan kunjungan bumil K4 Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) Frekuensi pembinaan dukun Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK.75 13 18 .75 11 5.25 32.375 2. Nilai prioritas total No 1. 2 1 7 10 2.25 1 7 22.375 20. 6.25 32. 2. 6 3.5 Prioritas 12 14 6 1 1 6 1 4.25 1 1 9 11 21.375 1.

375 1.5 1 17 42.5 37.5 20 16. 8.25 29. 7 2.5 32.25 1 10.5 0 8 20 0 21 19 9 2.5 19 0 19 22 16 2 23 40.25 36. Cakupan suspek TB paru Penemuan kasus TB BTA (+) Cakupan balita dengan pneumonia yg ditemukan/ditangani sesuai standart Jumlah bumil yg mendapat TT1 Jumlah bumil yg mendapat TT2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT3 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 4 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi campak Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 total Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B3 Rumah tangga sehat Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif Pembinaan dokter kecil 4 6 10 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 8 2 8 10 1.25 2.5 42.5 7 18 7 2.625 1 10 36. 11 12 7 8 9 3.5 1 10 35 35 5 17 9 3.7.25 3.5 0 20 16 9 3.25 4 15 7 2.75 1 1 1 9 9 10 29.25 3.375 3.5 1 10 25 25 10 20 21 22 23 9 6 9 6 2.5 29.5 20 17 15 9.25 8 9 3 37.5 13 7 2.5 0 8 20 0 19 14 9 3.375 28 40.5 0 1 1 0 10 8 17 8 22.25 1 1 12 16 16.375 0 .375 2.25 1 10 32.25 29.5 0 9 22.

didapatkan urutan prioritas masalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Masalah Cakupan balita dengan pneumonia yg ditemukan/ditangani sesuai standart Jumlah bayi yg mendapat ASI eksklusif Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 1 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi campak Frekuensi pembinaan dukun Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 Jumlah bumil yg mendapat TT1 Jumlah bumil yg mendapat TT2 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B2 Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa TK.SLTA dan setingkat Cakupan kunjungan bumil K4 Cakupan pelayanan kesehatan remaja Cakupan kunjungan neonatus (Kn2) Penemuan kasus TB BTA (+) Rumah tangga sehat Cakupan suspek TB paru Balita BGM Jumlah bayi yg mendapat imunisasi DPT3 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi polio 4 Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B1 total Jumlah bayi yg mendapat imunisasi hepatitis B3 Pembinaan dokter kecil . kelas 1 SLTP.Berdasarkan hasil perhitungan secara Hanlon kuantitatif.