Anda di halaman 1dari 9

PRETEST ORTOPEDI

By: Diana Marsha Fredy (406117081)

1. Sebutkan dan gambarkan klasifikasi fraktur Epiphyseal plate menurut Salter Haris! 2. Sebutkan komplikasi pada nerve yang biasa terjadi , tanda2 yang terlihat pada Dislokasi Anterior Shoulder Joint (Acut) & jelaskan pemeriksaannya! 3. A) Sebutkan bagian tulang-tulang Femur! Trochanter mayor Caput femoris Collum femoris Corpus femoris Trochanter minus Tuberculum adducticum Epicondylus medialis et lateralis

B) Sebutkan tulang tibia! C) Sebutkan tulang fibula! D) Sebutkan tulang tarsal!

E) Sebutkan tulang humerus!

F) Sebutkan tulang radius! G) Sebutkan tulang ulna

H) Sebutkan tulang-tulang carpal ! Carpal First row: Scapoid , lunatum , trikuetum , pisiform Second row : Trapezium, trapezoid, capitatum, hamatum Metacarpal (head , shaft ,base) Phalangs Digiti II-V(proximal , medial ,distal) Digiti I (proximal, distal)

I) Sebutkan sendi-sendi yang membentuk shoulder joint ! Articulatio glenohumeralis (sendi yg pergerakan paling lengkap: ekstensi, flex, abd,add, eksternal rot,internal rotation, mobilitas tinggi gampang dislokasi ) fossa glenoid + caput humerus Articulatio sternoklavikularis sterna klavikula + manubrium Articulatio akromioklavikularis lateral klavikula + medial akromion

j) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk elbow joint ! Elbow joint = Caput radii (head of radii)+ olecranon (bagian dari ulna)+ condylus humeri

K) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk wrist joint/articuatio radiokarpalis ! Wrist joint= Proc styloideus radii+ os skapoid + os lunatum +os trikuetrum+diskus fibrokartilago ada 3 sendi :
Metacarpal falangs= MIP Phalangs prox medial=PIP Phalangs med- distal = DIP

L) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk hip joint ! Hip joint = (mangkok lebih full dibanding shoulder joint) Caput femur + acetabulum

M) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk knee joint ! Knee joint: Epicondylus femur Tuberositas tibia Patella

N) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk ankle joint ! Talus, maleolus medial n lateral 4. Sebutkan urutan penanganan pasien trauma (Fraktur )di UGD! Fraktur terbuka= o Pembersihan luka menggunakan Nacl / air mengalir dilusi o Eksisi jaringan avital (debridement) o Pemberian antibiotic spectrum luas Pemberian ATS o 0,1 ATS + 0,9 aquabidest, sebelumnya dilakukan Skin test di intradermal

o Indikasi = o KI= o Cara pemberian= Kultur jaringan Jahit situasi Imobilisasi semntara Reposisi terbuka/tertutup Fiksasi interna / eksterna Rehabilitasi (fisioterapi)

5. A)Sebutkan komplikasi dari Dislokasi Knee Joint dan bagaimana pemeriksaannya! Dislokasi knee jointartikulasi dari tibiofemoral Cara pemeriksaan = raba A. dorsalis pedis kaki yang mengalami fraktur Penatalaksanaan : longitudinal traksi / splint / casting/ menggunakan Steinmann pin buat mengfiksasi tibia dengan femur, surgical repair ligaments & joint capsule. Komplikasi: o Dilokasi ke anterior : Kerusakan A. poplitea o Dislokasi ke posterior :Lesi N. peroneal & Lesi N. poplitea o Compartement syndrome B) Sebutkan komplikasi dini dan lanjut Dislokasi Hip Joint ke posterior! Akut : N. sciatic tereggang lesi N. sciatic drop foot Lanjut : avascular necrosis(AVN) mati caput femur(arteri banyak numpuk di caput) reposisi sblm 6 jam, bisa syok hipovolemik RO: gmbrn radiologi lebih opak pada femur C) Sebutkan komplikasi dari Fraktur Supracondyler humerus dan apa tanda patognomonis yang dapat dijumpai pada PF dari komplikasi tersebut!

D) Dislokasi acromioclavicularis joint : Biasanya terdapat benturan/ terjatuh pada shoulder joint Grade 1 : ligament acromioclavicular tereggang Grade 2 : rupture ligament acromiclavicular, ligament coracoclavicular utuh Grade 3 : rupture ligament acromiclavicular dan rupture ligament coracoclavicular E) Dislokasi shoulder joint posterior: Lengan terfiksasiadduksi Tidak bisa eksternal rotasi Bentuk anterior bahu hilang Bisa tampak prosesus coracoideus Penonjolan caput humerus ke posterior

F) Tahapan/ stagin Hill saculation: Merupakan dislokasi shoulder joint anterior subglenoid Bagian anterior glenoid masuk ke bagian posterolateral caput humerus berlanjut dan membesar Setelah di reposisi : instabilitas & mudah dislokasi lagi / berulang 6. Sebutkan penyebab , tanda-tanda dari Compartment Syndrome secara Physical Diagnostic dan bagaimana penanganannya! Penyebab : Tanda- tanda = Penurunan volume kompartemen (external compression) o Pemakaian GIPS/pakaian yang terlalu ketat o Hiperinflasi yang menyebabkan splint udara o Tertekannya anggota tubuh oleh tubuh/ kepala pada pasien penurunan kesadaran (pasien overdosis) Peningkatan tekanan eksternal (constriction of compartement) o Surgery closure pada fascial defect o Scar pada kulit/ kontraksi fascia dan otot akibat kebakaran Peningkatan tekanan intrakompartemen (accumulation fluid in compartement) o Fraktur >> (Fr. Tibia >>>) o Combusio o Infuse yang masuk ke jar interstisial o Trauma arteri langsung o Pendarahan intracompartement o Latihan extreme edma otot PF = 6 P (Pressure , pain , paresis , parestesia , pink colour ,pulse present) Penanganannya ? 7. A)Terangkan secara singkat dan sistematis terjadinya Osteomyelitis Hematogen! Pasien mengalami infeksi sistemik (batuk-pilek) kemudian ada trauma pada tulang sehingga menyebabkan kuman berpindah secara hematogen ke tulang dan menyebabkan osteomyelitis hematogen. B)Sebutkan pembagian osteomielitis! 8. Sebutkan kegunaan pemasangan traksi! Skin traksi Keuntungan: Infeksi lebih jarang Relative aman Cepat dan murah Kerugian: Beban harus < 5kg Alergi

Skeletal traksi Keuntungan: beban lebih banyak(1/7 BB) alergi lebih jarang reposisi >cepat Kerugian: Infeksi lebih sering Scar

Dekubitus Laserasi Reposisi > lambat

9. A) Apa yang dimaksud fraktur Colles dan Smith? Fr. Colles fr. radius bagian distal & dilokasi ke posterior ,deviasi fragmen distal ke radial dapat disertai fr. Proc stiloid ulna. Fr. Smith Fr. radius bagian distal & dislokasi fragmen distal ke volar/ anterior B) Apa yang dimaksud fraktur Montegia& Galleazi? Fr. Montegia Fraktur pada 1/3 prox os ulna + dislokasi pada radioulna joint proximal
(kompensasi dgn dislokasi pnjng spy sm pada kasus akut bnerin frakturnya pasti dilokasi teratasi)

Fr. Galleazi Fraktur pada 1/3 distal os radius + dislokasi radioulna joint

10. Sebutkan macam dari CTEV, kapan dan bagaimana penanganannya? Rigid o Penanganannya = serial cast coba 3x( jadi 30 hari) jika tidak berhasil maka lakukan lengthening dari tendon2 yang pendek (tendo2 medial ankle joint , tendo Achilles, boleh op umur 3 bln) GIPS dennis brown splint(dapat buka tutup sampai bisa jalan + 1 th) Dennis brown shoes di pakai kalao istirahat klo aktivitas pakai spatu terbalik kanan buat kiri, kiri buat kanan sampai 1,5 tahun. Di observasi sampai usia 18-19 th. Non rigid o Pengananannya = konservatif serial cast (stretching sampai kea rah normal & dipasang GIPS posisi flexi knee joint 90 ) , Dennis brown splint n shoes 11. Sebutkan klasifikasi fraktur terbuka menurut Gustillow Anderson, apa kegunaannya dan terangkan maksud kegunaannya? Gustilo-Anderson Grade I : - Luka bersih - Ukuran luka < 1 cm - Kerusakan jar.lunak minimal - Garis fraktur simple Grade II : - luka relatif bersih - Ukuran luka 1 5 cm - Kerusakan jar.lunak moderate - Garis fraktur simple Grade III :- Luka kotor - Ukuran luka > 5 cm

IIIa: IIIb: IIIc:

- Kerusakan jar. lunak berat - Garis fraktur complicated - Jar.lunak msh dapat menutupi daerah fraktur - Jar.lunak tdk dapat menutupi fraktur (bone expose) - Disertai kerusakan jar.neuro-vaskuler

Kegunaan : Penanganan selanjutnya: Derajat I & II ORIF , Derajat III OREF Prognosa :Derajat I bonam, Derajat II dubia ad bonam, Derajat III b malam 12. Sebutkan dan terangkan tahapan union fraktur secara jelas! Impact dan munculnya hematoma o Impact adalah tahapan antara kejadian fraktur & awal mula fraktur healing o Pada impact, kekuatan tulang sebanding dengan massa yang melekat padanya/sebanding dengan mekanisme beban trauma dari luar. o Terjadinya rupture dari pembuluh darah hematom o Pada tahapan ini terjadi reaksi inflamasi Induction o Setiap fraktur healing pasti terdapat proses regenerative o Jika proses regenerative berlangsung baik tjd tulang baru seperti sedia kala, karena terjadi pola embriologi sehingga memungkinkan terjadi rekapitulasi tulang-tulang. Inflamasi o Tahapan ini mulai dr impact pembentukan soft callus o Terjadi pelepasan2 sel morphogan, sel pluripotensial ,fktr pertumbuhan, terjadi perbaikan p.drh yg rsk, supply o2, perubahan pH. Pembentukan soft callus o Sebelum pembentukan hard callus, harus terjadi formation of soft callus agar fragmen2 fraktur stabil terlebih dahulu. Pembentukan hard callus o Dari soft hard callus = + 3-4 minggu Remodeling o Membutuhkan waktu 6 minggu B) Apa yang dimaksud delayed union , malunion dan non union? Terangkan perbedaannya dan batas waktunya!

C) sebutkan faktor2 yang mempercepat dan memperlambat healing fracture!

13. A) Sebutkan tulang-tulang yang membentuk ankle joint! Talus , maleolus medial , maleolus lateral B) Sebutkan sendi-sendi yang terbentuk mulai wrist joint ke arah distal! Wrist joint : (proc styloideus radii,os skapoi, os lunatum ,os triketum, diskus fibrokartilago) ada 3 sendi : Metacarpal falangs = MIP joint Phalangs proximal phalangs medial= PIP joint Phalangs medialphalangs distal = DIP joint 14. Sebutkan prinsip umum penanganan fraktur! Imobilisasi sementara menggunakan spalk untuk mengurangi nyeri &keparahan fraktur Reposisi : Terbuka /tertutup Fiksasi : Eksterna /interna Rehabilitasi 15. Apa itu CDH & bagaimana penanganannya?
CDH = Congenital dislocation of the hip = kelainan congenital berupa terlepasnya caput femoralis dari acetabulum kearah posterior akibat acetabulum terlalu landai. Bayi 0-3 bulan : Ortolani Sign pasien tidur terlentang dengan knee joint dan hip joint fleksi 90, tangan pemeriksa memegang paha bayi dengan jari tengah pada trocanter mayor, lakukan secara bersamaan tarikan ke atas dan abduksikan, jika caput masuk ke acetabulu maka akan ada bunyi clunk. Barlow test kebalikan dari ortolani sign . Paha bayi di adduksikan dan ditekan kebawah. Pada test ini hip joint pasien dalam posisi stabil jadi jika caput humerus terdorong ke belakang maka barlow test +. Terapi : FRISKA PILLOW Bayi 3-18 bulan: Limitasi pasif abduksi akibat shortened dan kontraksi otot adduksi Galleazi sign = bayi tidur terlentang dengan paha fleksipada fraktur akan tampak shortening. Telescoping test = paha bayi ditarik ke atas jika + maka caput femoris ikut terangkat krn ketidakstabilan acetabulum X-ray khas Ortolani sign Terapi = traksi dan reposisi interna