Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN MASTER PLAN & DED AIR LIMBAH KOTA MEULABOH

TAHUN ANGGARAN 2013

PENYUSUNAN MASTER PLAN & DED AIR LIMBAH KOTA MEULABOH


1. LATAR BELAKANG Kabupaten Aceh Barat dengan ibukotanya Meulaboh, terletak pada geografis 04o06 - 04o47 Lintang Utara dan 95o52 - 96o30 Bujur Timur dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Pidie Sebelah Selatan : Samudra Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya Sebelah Timur : Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya Sebelah Barat : Samudera Indonesia

Luas wilayah kabupaten ini adalah 2.927,95 km2 yang secara topografis, sebagian besar desa-desa yang ada di Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah dataran yaitu 233 Desa (72,59 %). Sisanya merupakan wilayah pantai, lembah dan lereng. Kota Meulaboh saat ini belum memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pada saat ini sistem pengelolaan limbah secara off-site belum dimiliki oleh Kota Meulaboh. Sebagian besar warga kota membuang limbah kakus atau yang juga dikenal sebagai black water ke dalam septic tank yang tidak dirancang dan dibangun dengan baik sehingga tidak memberikan pengolahan optimal kepada limbah tersebut. Hampir semua air limbah mandi, cuci dan masak (grey water) dibuang langsung ke saluran drainase mikro maupun ke saluran terbuka lainnya. sebagian warga Meulaboh memiliki toilet pribadi di rumahnya. Sebagian kecil sisanya menggunakan toilet umum maupun melakukan praktek membuang tinja sembarangan (open defecation). Pemisahan limbah kakus dengan limbah mandi dan cuci telah umum diterapkan. Cincin beton digunakan sebagai sarana pembuangan limbah kakus utama di sebagian besar masyarakat. Pada umumnya, cincin beton tidak kedap air pada bagian dasarnya. Dengan kondisi ini, kemungkinan terjadinya pencemaran air tanah manjadi sangat besar. Sedangkan untuk limbah mandi dan cucian, sebagian besar dialirkan ke saluran drainase maupun sungai. Pembuangan limbah mandi dan cucian ke tempat terbuka (tidak ke saluran drainase maupun sungai) juga ditemui (Buku Putih Sanitasi Kota Meulaboh). Selain permasalahan mengenai limbah domestik, limbah dari aktivitas ekonomi juga mendorong permasalahan lingkungan dan kesehatan baru. Limbah dari kegiatan ini umumnya memiliki karakteristik kandungan pencemar tinggi. Salah satu indikator utama terhadap semakin pentingnya permasalahan ini adalah sudah mulai terjadinya kondisi septik di sungai-sungai yang

melewati Kota Meulaboh yang terutama disebabkan oleh pencemaran dari limbah industri tahu. Pada saat ini, lokasi industri tahu tersebar di seluruh wilayah Kota Meulaboh. Tidak ada sentralisasi lokasi industri tahu. Hal ini membuat pola pengelolaan limbah industri tahu bersama menjadi sulit untuk dilakukan. Penanganan secara individual menjadi salah satu solusi yang dapat dijalankan (Buku Putih Sanitasi Kota Meulaboh). Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan air limbah di Kota Meulaboh, diperlukan suatu upaya perencanaan Sistem Pengelolaan Air Limbah secara komprehensif dan terpadu. Sehingga perlu disusun Master Plan Pengelolaan Air Limbah Kota Meulaboh yang disesuaikan dengan tata guna lahan, perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk. 2. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud kegiatan ini yaitu melakukan penyusunan dokumen master plan air limbah Kota Meulaboh sebagai acuan kedepan dalam pengembangan/pembangunan sistem air limbah Kota Meulaboh. Tujuan kegiatan ini yaitu menyusun acuan dalam pengelolaan air limbah Kota Meulaboh yang komprehensif dan lebih update terhadap perubahan-perubahan kota dalam upaya meningkatkan pelayanan bidang air limbah di Kota Meulaboh 3. SASARAN Tersedianya dokumen rencana induk/master plan Kota Meulaboh untuk pengembangan/pembangunan sistem air limbah Kota Meulaboh untuk 10 tahun mendatang. PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP NAD

4.

NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

5.

SUMBER PENDANAAN LINGKUP KEGIATAN

Kegiatan ini didanai oleh APBN yang dialokasikan pada DIPA Tahun Anggaran 2013. 1) Mempelajari studi-studi yang ada mengenai Air Limbah Kota Meulaboh, 2) Mengkaji RTRW, kondisi kota/kawasan untuk mengetahui karakteristik, fungsi strategis dan kajian regional/nasional/ kota/kawasan, 3) Mengkaji volume buangan limbah rumah tangga baik berasal dari WC (black water) maupun dari kamar mandi, tempat cuci dan dapur (grey water),baik di wilayah permukiman maupun kawasan komersil yang termasuk dalam daerah pelayanan air limbah Kota Meulaboh,

6.

4) Melakukan survey sosial-ekonomi untuk mengetahui jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi, kebiasaan, persepsi dan keinginan masyarakat termasuk identifikasi jenis kontribusi masyarakat dan tingkat kemampuan masyarakat, 5) Mendapatkan informasi ekonomi makro, dan identifikasi pembatasan dan kendala ekonomi, 6) Mengkaji kapasitas dan kemampuan institusi pengelola, serta perangkat-perangkat peraturan/produk hukum yang ada untuk mendukung pengelolaan air limbah, 7) Memetakan secara rinci kondisi fisik lingkungan dan profil kesehatan masyarakat saat ini, 8) Mengidentifikasi, analisa dan mengevaluasi sistem yang ada saat ini dan mana yang masih sesuai untuk dapat diterapkan pada kondisi saat ini. 9) Merekomendasikan dan melakukan penyesuaianpenyesuaian dalam penyusunan Maser Plan dengan memperhatikan semua aspek dan kondisi lapangan, termasuk daerah yang diprioritaskan untuk pengembangannya, 10) Menyusun detail master plan air limbah Kota Meulaboh sampai dengan 10 tahun mendatang, 11) Menyusun DED pengembangan berdasarkan skala prioritas yang direkomendasikan berdasarkan hasil studi ini, 12) Menyusun dokumen tender yang akan digunakan untuk dokumen lelang pekerjaan fisik, 13) Menyusun rencana anggaran biaya (RAB) yang diperlukan untuk konstruksi, analisa finansial dan analisa tarif yang layak, 14) Mengkaji dan menyusun program mendesak, jangka menengah dan jangka panjang, 15) Menyusun skema alternatif pendanaan dalam rangka pengembangan sistem air limbah Lhokseumawe 16) Melakukan konsultasi dan koordinasi yang baik dengan Pemberi Tugas untuk menghasilkan suatu sistem dan rancangan rinci yang optimal. 17) Membantu sosialisasi dari hasil keluaran kegiatan ini agar dapat diterima oleh segenap stakeholder terkait. 7. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

1) Melakukan survey data dan lapangan untuk mengetahui sejauh mana kondisi saat ini sebagai dasar penyusunan master plan, 2) Melakukan kajian literatur mengenai pengelolaan air limbah serta kebijakan dan peraturan mengenai pengembangan air limbah, 3) Melakukan analisis data sehingga menghasilkan aspek kuantitatif dan aspek kualitatif yang dapat digunakan sebagai bahan untuk konsep dalam rangka penyusunan Master Plan Pengelolaan Air Limbah Kota Meulaboh,

4) Melakukan kajian teknis, keuangan dan kelembagaan dalam pengelolaan air limbah Kota Meulaboh, 5) Melakukan serangkaian diskusi dengan para stakeholder terkait dengan pengelolaan air limbah di daerah dan pusat, 6) Memformulasikan hasil-hasil pembahasan menjadi suatu rancangan Pedoman Teknis Pembangunan Pengelolaan Air Limbah Kota Meulaboh, 7) Melakukan sosialisasi dari hasil keluaran kegiatan ini agar dapat diterima oleh segenap stakeholder terkait. 8. TEMPAT DAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN TENAGA AHLI Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini selama 8 (delapan) bulan.

9.

Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan Tenaga Ahli sebagai berikut : 1. Team Leader, dengan latar belakang pendidikan minimal S2 Teknik Lingkungan dengan pengalaman profesional minimal selama 10 tahun dan berpengalaman dalam menyusun perencanaan bidang air limbah. (10 MM). 2. Ahli Teknik Lingkungan, dengan latar belakang pendidikan minimal S1 Teknik Lingkungan/Penyehatan dengan pengalaman professional minimal selama 5 tahun dan berpengalaman dalam menyusun perencanaan pengelolaan air limbah. (8 MM). 3. Ahli Teknik Sipil, dengan latar belakang pendidikan minimal S1 Teknik Sipil dengan pengalaman professional di bidang pengelolaan air limbah, minimal selama 5 tahun. (8 MM). 4. Ahli Pengukuran, dengan latar belakang pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi dengan pengalaman professional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 5. Ahli Perencanaan Kota, dengan latar belakang pendidikan minimal S1 Teknik Planologi dengan pengalaman professional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 6. Ahli Dokumen Tender, dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil/Sarjana Ekonomi dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidang penyusunan dokumen tender. (3MM). 7. Ahli Kelembagaan, dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana Administrasi Negara/Hukum, dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 8. Ahli Sosial, dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana Sosial, dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 9. Ahli Finansial, dengan latar belakang pendidikan minimal

Sarjana Ekonomi, dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 10. Ahli Ekonomi Keuangan, dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana Ekonomi, dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). 11. Ahli Statistik, dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana Statistik, dengan pengalaman profesional minimal selama 5 tahun di bidangnya. (4 MM). Disamping kebutuhan akan tenaga ahli tersebut diatas pekerjaan ini juga membutuhkan beberapa asisten tenaga ahli dan tenaga penunjang yang akan membantu para tenaga ahli dalam melaksanakan pekerjaan ini. 10. KELUARAN Dokumen Master Plan Air Limbah Kota Meulaboh dan DED untuk kawasan terpilih/prioritas. 1. Laporan Pendahuluan Laporan pendahuluan (Inception Report), merupakan laporan hasil temuan awal, metodologi, dan pendekatan, rencana kerja yang akan dilaksanakan konsultan dalam menangani pekerjaan. Laporan pendahuluan akan diserahkan 14 (empat belas) hari kalender setelah diterbitkan SPMK dan diterima setelah dilakukan konsultansi dan pembahasan dengan Tim Teknis. Jumlah laporan yang diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar. Garis besar laporan pendahuluan berisi: Temuan awal dan gambaran umum lokasi, Jadwal dan matrik penugasan serta tanggung jawab tenaga ahli, Metodologi dan pendekatan dalam melakukan Penyusunan Master Plan dan Penyusunan Feasibility Study serta Detailed Engineering Design, Rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan konsultan, Kendala yang dihadapi atau yang akan dihadapi dan usulan solusinya. 2. Laporan Sementara (Interim Report) Laporan sementara (interim report) merupakan laporan kompilasi data primer hasil survey lapangan dan datadata sekunder hasil studi literatur. Laporan sementara akan diserahkan selambatlambatnya 60 (enam puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK dan diterima setelah dilakukan konsultasi pembahasan dengan Tim Teknis. Jumlah

11.

LAPORAN

laporan yang akan diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar. Garis besar laporan terdiri dari: Kondisi eksisting sistem sanitasi/air limbah masyarakat / bangunan komersial/industri, Proyeksi beban air limbah dan kebutuhan pengolahan dan pengelolaan sistem air limbah masyrakat berdasarkan tingkat pertumbuhan penduduk dan hasil survey sosial ekonomi, Asumsi ekonomi finansial, dan standar teknis yang sesuai dan akan digunakan dalam penyusunan master plan dan feasibility study serta detailed engineering design di kawasan prioritas, Konsep program jangka panjang, menengah dan mendesak, Konsep pelaksanaan detailed engineering design untuk pengelolaan air limbah di kawasan prioritas pengembangan, Konsep perencanaan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.

3. Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report) Laporan ini berisikan Master Plan dan Feasibility Study Air Limbah Kota Meulaboh dan Detail Perencanaan Teknis Penanganan dan Pengolahan Air Limbah di lokasi prioritas pengembangan Kota Meulaboh, dilengkapi dengan hasil-hasil pengolahan data, perhitungan, justifikasi teknis, anggaran biaya pekerjaan dan draft dokumen tender (untuk pekerjaan DED Air Limbah Kawasan Prioritas). Konsep laporan akhir diserahkan 120 (seratus dua puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK dan diterima setelah dilakukan konsultasi pembahasan dengan Tim Teknis. Jumlah laporan yang akan diserahkan sebanyak 5 (5) eksemplar. Garis besar laporan terdiri dari : Kajian hasil data survey dan analisa serta proyeksi beban dan kebutuhan pengolahan dan pengelolaan air limbah serta analisa keuangan dalam master plan dan feasibility study air limbah, Program jangka panjang, menengah dan mendesak, Anggaran biaya yang diperlukan masing-masing periode perencanaan, Analisa tarif dan tarif yang layak untuk cost recovery, Usulan kelembagaan pengelolaan air limbah kota dan aspek hukum yang mendukung, Draft Detail Design Sistem Pengelolaan Air Limbah yang meliputi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan pipanya, Draft gambar potongan memanjang dan melintang

untuk IPAL dan jaringan perpipaannya, Draft gambar detailed design (tipikal untuk sambungan rumah, bak kontrol (house inlet), manhole dan kelengkapan lainnya yang dianggap perlu, Hasil pengukuran topografi dan penyelidikan tanah (sondir test). Draft dokumen tender dan RAB yang akan digunakan sebagai dokumen lelang pekerjaan fisik. 4. Laporan Akhir Laporan ini merupakan laporan akhir berupa Master Plan dan DED Air Limbah Kota Meulaboh pada kawasan prioritas setelah mengakomodasi semua masukan-masukan hasil diskusi konsep laporan akhir dan dilampirkan foto-foto lokasi kegiatan. Masingmasing laporan dibuat rangkap 10 (sepuluh) dan diserahkan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK. Setiap Laporan harus dilengkapi dengan soft copy dari semua laporan yang ada dalam bentuk CD dan dibuat masing-masing 10 copy.