Anda di halaman 1dari 26

LUKA BAKAR :Suatu bentuk kerusakan kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas

Klasifikasi luka bakar berdasarkan penyebab


LB Suhu Sangat Rendah

LB Api

LB Air Panas

LB Bahan Kimia

LB Listrik

DERAJAT LUKA BAKAR


Berdasarkan kedalaman dan kerusakan jaringan, LB dibagi menjadi :

LB derajat 1 LB derajat 2

Derajat 2A, Superficial Derajat 2B, Deep

LB derajat 3

ANATOMI KULIT

Kedalaman kerusakan jaringan

LB derajat 1

Terbatas pada edipermis Tidak ada bula, Nyeri Sembuh spontan 5-10 hr

LB derajat 2 Derajat 2A, Superficial


Epidermis dan sebagian dermis Ada bula, Nyeri Dasar luka kemerahan Apendices/biji kulit + Sembuh spontan 10-20hr

Derajat 2B, Deep LB derajat 3

Kedalaman kerusakan jaringan


LB derajat 1

LB derajat 2
Derajat 2A, Superficial

Derajat 2B, Deep Hampir seluruh dermis Ada bula, Nyeri (-) Dasar luka pucat Apendices kulit minimal Sembuh tergantung sisa apendices (1bln) biasa dengan sikatriks

adanya bulla (gelembung berisi cairan plasma) sangat nyeri sembuh sempurna

derajat II a - dangkal

Kedalaman kerusakan jaringan

LB derajat 3
Seluruh

bahkan lebih dalam dari dermis Appendices kulit (-) Tidak ada bula Kulit abu2/pucat, kering, eskar Sembuh lama (ber-bulan2) parut Diperlukan cangkok kulit / Skin grafting

luka bakar derajat III

eschar

Sumber penyebab panas (tingginya suhu)

Faktor yang mempengaruhi kerusakan jaringan


Lamanya kontak antara tubuh dengan sumber panas

Pembagian Zona Kerusakan


Zona Koagulasi, Zona Nekrosis Eskar (jaringan mati)

Daerah yang langsung mengalami kerusakan/ kontak dg sumber panas

Zona Statis

Daerah disekitar zona nekrotik, terjadi kerusakan endotel pemb darah, gangguan perfusi Nekrosis

Zona Hiperemi,
Diluar zona statis, peradangan, vasodilatasi (tergantung Keadaan Umum, perfusi jaringan). Jika baik dapat sembuh spontan, jika buruk dapat menjadi statis nekrotik.

Perhitungan Luas Luka Bakar

Berdasarkan Rule of 9 (Wallace) Kepala-Leher, Extr atas, Paha, Betis-kaki masing-masing 9% Dada-perut, Punggung-bokong, 18% Perineum/genitalia 1% Rule of Nine tdk berlaku pd bayi & anak Proporsi BSA berbeda, Kepala lebih besar. Rumus 10 15 - 20 Luas telapak tangan 1%.

PEMBAGIAN LUKA BAKAR

LB berat (mayor) LB sedang (moderate) LB ringan (mild)

Derajat 2-3 >20%, Usia <10 & > 50 th Derajat 2-3 > 25%,Usia 10-50 th LB pd organ fungsi penting+ Cedera Inhalasi LB Listrik tegangan tinggi+ truma penyerta

LB 15-25% atau grade 3 10% pd dewasa LB 10-20%, atau grade 3 <10% <10th/>50th

LB< 15 % pada dewasa LB< 10 % pada anak dan usia lanjut LB< 2 % pada segala usia (tidak mengenai muka, tangan, kaki, dan perineum)

Fase Luka Bakar

Fase Awal, Akut, Syok (0-3/5hr)

ABC Life (Limb) Saving Resusitasi

Fase Sub akut (3hari-21hr/12mg)

Ancaman SIRS Problem penutupan luka Kondisi hipermetabolisme


fase remodeling parut, kontraktur, deformitas

Fase lanjut (21hr 6bl/1th)

Cedera Panas Edema Kehilangan Epitel Hipermetabolism

Syok Imunosupresi
Paru Ginjal Usus Malnutrisi

Kehilangan protein

Insuf. Paru

ARF

Ileus

Transl. Bakteri

Infeksi Luka

ARDS

ATN

Sepsis

MODS Kematian

pembuluh darah

permeabilitas kapiler

plasma

d a r a h

sel

Jaringan interstitial

Skema sirkulasi sebagai keadaan yang berhubungan

Fase Akut
Circulation: Syok hipovolemia gangguan permeabilitas kapiler : Cairan intravaskular intertisial.

Lokal Bersifat sistemik, terjadi gangguan perfusi SYOK Vasokonstriksi perifer (akral dingin) - splangnikus traktus digestivus-ginjal (Urin(-), Ulkus Peptik (NGT cairan hitam) Resusitasi Cairan (IVFD, Rumus Baxter) Monitoring (Kateter Urin)

Rumus Baxter: Luas luka bakar (%) x BB (kg) x 4 mL


Hari Pertama
jumlah cairan dalam 8 jam pertama jumlah cairan dalam 16 jam berikutnya

Hari Kedua
dari jumlah cairan dari hari pertama dalam 24 jam

Hari Ketiga
dari jumlah cairan dari hari kedua dalam 24 jam

Proble m ABC Labora turium Monitoring

Produk si urin Tanda Vital

Fase Akut Sub Akut - Lanjut


Jika problem infeksi, penutupan luka, nutrisi sudah teratasi, sehingga tiada lagi ancaman SIRS, maka pasien masuk dalam masalah lanjut

Fase lanjut (21hr 6bl/1th)


Masalah pada fase remodeling; Parut, hipertrofik scar, kontraktur Deformitas, Cacat fungsi, cacat penampilan Problem Psikologis, body image, problem psikososial

Fase lanjut

Fase Penyembuhan Luka


Inflammation (3 days) Proliferation (Day 2 until healed)
Oedema, erythema, warmth, pain vasodilation, Migration of neutrophils, Development of macrophages, Release of growth factors Wound contraction, Red granulation tissue Macrophage activity, collagen synthesis, Epithelialisation

Maturation
(1 -3 years)

Scar tissue Collagen remodelling Capillary regression

Perawatan Luka
Pengkajian

Wound Bed Preparation

Cleansing Debridement; Eskarektomi, eksisi tangensial

Dressing

Dibalut dengan kassa lembab Penggunaan tulle atau krim antibiotik sesuai kebutuhan

Skin graft

PROGNOSIS
Prognosis tergantung:

Dalam dan luasnya permukaan luka bakar Penanganan sejak awal hingga penyembuhan Letak daerah yang terbakar Usia dan keadaan kesehatan penderita Penyulit juga mempengaruhi progonosis pasien. Penyulit yang timbul pada luka bakar: gagal ginjal akut, edema paru, SIRS, infeksi dan sepsis, serta parut hipertrofik dan kontraktur.

TERIMA KASIH