Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan Penatalaksanaan Medis Tn K mengalami masalah pada keseimbangan cairan tubuhnya.

Seperti yang ditulis pada kasus bahwa Tn K mengalami asites massif. Oleh sebab itu, Tn K harus diberikan diuretic untuk membantu mengeluarkan cairan berlebih dalam tubuhnya. Seperti yang telah diketahui bahwa diuretic berperan dalam menghambat reabsorpsi Natrium dan air. Diuretik yang umum digunakan bagi penderita sirosis hepatis adalah Furosemide (Lasix) dan Spironalactone (Aldactone). Furosemide sendiri berperan mencegah reabsorpsi natrium dan air di tubulus distal dan lengkung Henle. Dengan begitu, furosemide akan meningkatkan urin output. Dosis yang diberikan kepada pasien dengan sirosis hati adalah 40 mg/hari dan dapat ditingkatkan dosisnya hingga tidak lebih dari 160 mg/hari setiap 2-3 hari. Namun, efek samping dari pemberian furosemide ini adalah salah satunya hipokalemia, karena pengeluaran urin yang berlebihan akan menyebabkan pengeluaran kalium juga. Oleh sebab itu, digunakan juga jenis diuretic yang lain yaitu potassium-sparing diuretic yang bisa meminimalkan efek samping yang ditimbulkan dari furosemide dan tetap menjalankan perannya sebagai diuretik, salah satunya adalah Spirolactone (Aldactone). Dalam kasus, disebutkan juga bahwa Tn K diberikan Aldactone. Aldactone sendiri berperan sebagai antagonis dari Aldosteron yang di dalam tubuh berperan untuk mereabsorpsi Na+ dan Cl- dan untuk meningkatkan ekskresi K+. Pottasium-sparing diuretic (Aldactone) disini berperan dalam menghambat kerja Aldosteron di tubulus renalis sehingga dapat mengurangi reabsorpsi dan meningkatkan produksi urin agak asites dapat berkurang. Harus diperhatikan bahwa diuretic kadang menimbulkan efek samping yaitu hipokalemia. Namun, karena Aldactone merupakan jenis potassium-sparing diuretic, maka, aldactone akan secara hati-hati menghemat pengeluaran kalium ke luar tubuh. Karena seperti yang diketahui, kekurangan kalium dalam tubuh dapat membahayakan kerja jantung. Oleh sebab itu, kombinasi Furosemide dan Aldactone merupakan kombinasi yang paling umum digunakan pada pasien-pasien dengan chirrosis hepatis yang telah menimbulkan komplikasi asites.