P. 1
Lp Ansietas Edit

Lp Ansietas Edit

|Views: 23|Likes:
Dipublikasikan oleh Rizka Yunita

More info:

Published by: Rizka Yunita on May 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN ANSIETAS 1. Definisi : a.

Ansietas adalah perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang disertai dengan gejala fisiologis (Tomb, 2004). b. Ansietas adalah gangguan alam perasaan (afektif) yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (RTA), kepribadian masih dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal (Hawari, 2002). c. Ansietas adalah perasaan was-was, kuatir atau tidak nyaman seakan-akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman. Ansietas berbeda dengan rasa takut. Takut merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya, sementara ansietas adalah respons emosional terhadap penilaian tersebut. 2. Klasifikasi a. Ansietas ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Ansietas dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas. b. Ansietas sedang Memungkinkan seseorang untuk memusatkan perhatian pada hal penting dan mengesampingkan c. Ansietas berat Ansietas ini sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan perhatian pada hal kecil saja dan mengabaikan hal lain. Individu tidak mampu berfikir berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan/ tuntutan. d. Panik Berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Lahan persepsi sudah terganggu sehingga individu tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun sudah diberi pengarahan/ tuntutan. yang lain sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. tetap utuh (tidak mengalami keretakan kepribadian/ splitting of personality), perilaku

sakit kepala berat. Sensitivitas laktat c. kondisi arteriosclerosis) d. Riwayat penyakit endokrin (Hipertiroid. sumbatan jalan nafas. halusinogen termasuk phenchiclidine. embolus) c. hipoglikemi. hipotiroid. Riwayat gangguan jantung (Penyakit jantung bawaan atau demam rhematik. Sipilis k. riwayat serangan jantung. Eskoriasis h. Riwayat penyakit imunologi : HIV/AIDS. BB kurang (terlalu kurus) atau lebih dari BB ideal (overweight) 3) Kondisi kesehatan secara umum : memiliki riwayat penyakit fisik a. CH g. j. Riwayat penyakit gastrointestinal : Gastritis. aspirin. steroid dan simpatomimetik . Kembar monozigot 5 x > dizigot d. oedema paru. Multiple Sclerosis. Biologis 1) Latar belakang genetik : a. i. Riwayat penyakit kanker (semua jenis kanker) b. dan hipertensi. kokain.3. Faktor Predisposisi : a. Riwayat penyakit integumen : Herpes. Sindrom kromosom 13 terkait dengan gangguan panik. Huntington’s disease. Varisela. kafein. Intoksikasi : obat antikolinergik. Riwayat ansietas dalam keluarga. Riwayat gangguan pada paru-paru : (seperti ada pada penyakit paru obstruksif kronik. Riwayat penyakit kelamin : Gonorhoe. Riwayat penyakit neurologis (Epilepsi. Sindrom Steven Johnson 4) Riwayat penggunaan zat a. Riwayat penyakit reproduksi : Impoten. Infertil. menopause) e. Organic Brain Syndrome) f. Riwayat penyakit muskuloskletal : Fraktur dengan Amputasi. asma. Ulkus Peptik. hipotiroid 2) Status nutrisi : a. Frigid. ada komponen genetik yang sedang dan dihubungkan dengan fobia sosial dan depresi mayor b. premenstrual sindrom.

korteks frontal. Norepinephrin : terlalu aktif atau kurang aktif di bagian otak yang berkaitan dengan ansietas Serotonin : kekurangan atau ketidakseimbangan 6) Sensitivitas biologi : 7) Paparan terhadap racun b. konflik di tempat kerja D sekolah: tinggal kelas. menghindar. obsesif.Proses pengobatan yang menyebabkan gangguan bicara : ICU. Secara anatomi : gangguan pada sistem limbik.5) Riwayat putus zat : alkohol. talamus. NGT. narsisistik. . pensiun. PHK.Tuli . berpisah dengan orang tua pada usia awal/ dini. proses imitasi dan identifikasi diri terhadap kedua orang tua Di tempat kerja: mutasi.Adanya kerusakan area motorik bicara: pelo.Buta . Sistem neurokimia : GABA (Gama Amino Butiric Acid) defisiensi relatif atau ketidakseimbangan GABA .Adanya pembatasan kontak sosial dengan keluarga dan teman: Perbedaan budaya. trakeostomi 3) Kepribadia Ambang. Psikologis 1) Intelegensia Retardasi mental ringan IQ 50-70 Retardasi mental sedang IQ 35-50 Kadang-kadang tidak mampu membuat penilaian dan keputusan Kadang-kadang tidak mampu berkonsentrasi 2) Kemampuan verbal Adanya gangguan sensori penglihatan dan pendengaran: . dependen. histrionik. . narkotik. kompulsif/ kepribadian pencemas. ETT. b. 4) Pengalaman masa lalu Pengalaman yang tidak menyenangkan: Di keluarga: masa kecil yang kacau. lokasi tempat tinggal yang terisolasi. turun jabatan. sering pindah sekolah . sedatif-hipnotik a. gagap. tidak lulus.

ideal diri tidak realistis .Merasa tidak sempurna . penampilan dan potensi yang dimiliki b) Identitas diri: kerancuan identitas c) Peran . perkosaan. tidak punya pekerjan.Tidak menyukai tubuhnya .Self kontrol (kadang tidak mampu menahan diri terhadap dorongan yang kurang positif) . beban kerja yang terlalu tinggi .Ketidak mampuan menjalankan peran .Konflik peran . dewasa awal 2) Gender : wanita : pria = 2 : 1 3) Pendidikan : kurang/ rendah 4) Pendapatan : kurang/ rendah 5) Pekerjaan : tidak tetap.Tuntutan peran tidak sesuai usia d) Ideal diri . ansietas adalah konflik emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian. fungsi.ambisius e) Harga diri Harga diri rendah situasional 8). Sosial Budaya 1) Usia : remaja. Motivasi Motivasi rendah 8) Pertahanan psikologis . tidak mandiri dalam ekonomi. kecelakaan yang serius.ideal diri terlalu rendah .Ketidak puasan terhadap ukuran tubuh. id dan super ego.Peran ganda . deprivasi atau penyiksaan yang buruk) 5) Konsep diri a) Gambaran diri: .- Di masyarakat: riwayat pasca trauma yang buruk (pengalaman berperang. c.Menurut pandangan Psikoanalitik.

kriminalitas. norepinephrIn. kehilangan orang yang dicintai. 4. Faktor Presipitasi a. nilai budaya yang bertentangan dengan nilai kesehatan dan nilai dirinya 8) Agama dan keyakinan : semua agama. kehilangan fungsi tubuh) 3) Sensitivitas biologi : secara anatomi : gangguan pada sistem limbik. talamus.6) Status sosial : belum bisa memisahkan diri dari autokritas keluarga 7) Latar belakang budaya : budaya yang individualis. serotonin 4) Paparan terhadap racun Faktor-faktor psikologis 1) Intelegensia Retardasi mental ringan IQ 50-70 Retardasi mental sedang IQ 35-50 Kadang-kadang tidak mampu membuat penilaian dan keputusan Kadang-kadang tidak mampu berkonsentrasi 2) Kemampuan verbal adanya gangguan sensori penglihatan dan pendengaran: Buta. tuli . korteks frontal sistem neurokimia : GABA (Gama Amino Butiric Acid). 1) Status nutrisi : BB kurang (terlalu kurus) atau lebih dari BB ideal (overweight) 2) Kondisi kesehatan secara umum : memiliki sakit fisik (kehilangan salah satu bgn tubuh. post power syndrome 10) Pengalaman sosial : adanya perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal. Nature Faktor-faktor biologis. lingkungan sosial yang rawan bencana. berpisah dengan orang yang dicintai. kurang mengamalkan ajaran agama dan keyakinannya/mempunyai religi dan nilai agama yang buruk 9) Keikutsertaan dalam politik : pengurus partai politik. kadang tidak mampu berhubungan secara intim dengan lawan jenis 11) Peran sosial : gagal melaksanakan peran sosial 12) Keluarga : proses imitasi dan identifikasi diri terhadap kedua orang tua.

kehilangan pekerjaan/ pensiun. dependen. obsesif. narsisistik. 6) Konsep diri Gambaran diri: Tidak menyukai tubuhnya Merasa tidak sempurna Ketidak puasan terhadap ukuran tubuh. lokasi tempat tinggal yang terisolasi proses pengobatan : ICU. gagap Adanya pembatasan kontak sosial dengan keluarga dan teman: perbedaan budaya. Peran Ideal diri . NGT. ETT. tempat kerja Pelanggaran norma dan nilai di masyarakat Terlibat masalah hukum Kepribadian Ambang. Trakeostomi 3) Moral 4) Konflik dengan norma atau peraturan di masyarakat. kehilangan sesuatu/ orang yang dicintai. menghindar. fungsi. penculikan. histrionik. 5) Pengalaman yang tidak menyenangkan: (korban perkosaan.- Adanya kerusakan area motorik bicara: pelo. kekerasan. penampilan dan potensi yang dimiliki Identitas diri Kerancuan identitas konflik peran peran ganda ketidak mampuan menjalankan peran tuntutan peran tidak sesuai usia ideal diri tidak realistis ideal diri terlalu rendah ambisius perselingkuhan) saksi kejadian perampokan. di luar nikah. traumatis. kompulsif/ kepribadian pencemas. kehamilan ketegangan peran.

bencana alam. post power syndrome 11) Pengalaman sosial : berpisah dengan orang yang dicintai. kehilangan orang yang dicintai. tidak punya pekerjan. Timing 1) Stres terjadi dalam waktu dekat . peperangan/ konflik. kurang mengamalkan ajaran agama 9) dan keyakinannya 10) Keikutsertaan dalam politik : pengurus partai politik. lingkungan sosial yang rawan kriminalitas.Harga diri harga diri rendah situasional Motivasi rendah Self kontrol 7) Motivasi 8) Pertahanan psikologis Faktor sosial budaya 1) Usia : remaja. kecelakaan) 12) Peran sosial : gagal melaksanakan peran sosial. belum menikah b. gagal membentuk keluarga baru. dewasa awal 2) Gender : wanita : pria = 2 : 1 3) Pendidikan : kurang/ rendah 4) Pendapatan : kurang/ rendah 5) Pekerjaan : tidak tetap. beban kerja yang terlalu tinggi 6) Status sosial : menengah ke bawah 7) Latar belakang budaya : budaya yang individualis 8) Agama dan keyakinan : semua agama. Origin Internal: 1) Persepsi Individu yang buruk tentang dirinya dan orang lain Eksternal 1) Kurang dukungan kelompok/ peer group 2) Kurang dukungan keluarga 2) Kurang dukungan masyarakat c.

sangat waspada. takut bayangan visual. Nafas cepat 2. nervous. Penilaian stressor a. takut akan terluka atau kematian. bingung. TD menurun 7. gelisah. gelisah. roduktivitas menurun. penurunan lapangan pandang. c. Palpitasi 2. pemalu. Tekanan pada dada 4. berkurangnya objektivitas. Nafas dangkal 5. Sensasi tercekik 7. b. Fisiologik Cardiovaskuler 1. Kognitif Kerusakan perhatian. Pembengkakan pada tenggorok 6. Jantung berdebar 3. tidak sabar.2) Stres terjadi dalam waktu yang cukup lama 3) Stres terjadi secara berulang-ulang/ terus menerus d. TD meningkat 4. merasa bersalah. takut. Rasa mau pingsan 5. alarm. teror. frustasi. Number 1) Sumber stres lebih dari satu (semua stressor yang ada selama usia tumbang) 2) Stres dirasakan sebagai masalah yang sangat berat 5. Denyut nadi menurun Pernafasan 1. kesadaran diri meningkat. kesalahan dalam menilai. preokupasi. pelupa. berkurangnya kreativitas. tegang. mimpi buruk. Nafas pendek 3. bloking. Afektif Mudah terganggu. frustasi. takut kehilangan kontrol. Terengah-engah . Pingsan 6. kurang konsentrasi. gugup.

Reaksi kejutan 3. Masa haid amat pendek 6.Gelisah 8. Mual 5. Gatal 4. Diare 7.Wajah tegang Gastrointestinal 1. Darah haid berlebihan 3.Insomnia 5.Refleks meningkat 2. Wajah kemerahan 2. Berkeringat setempat (telapak tangan) 3. Tidak datang bulan (amenore) 2.Tremor 6. Rasa tidak nyaman pada abdomen 4.Rigiditas 7. Ejakulasi dini Integumen 1. Perut melilit Traktus Urinarius 1. Masa haid berkepanjangan 5. Darah haid amat sedikit 4. Haid beberapa kali dalam sebulan 7. Menolak makanan 3.Neuromuskular 1. Rasa panas dan dingin pada kulit . Rasa terbakar di perut 6.Mata berkedip-kedip 4. Kehilangan nafsu makan 2. Menjadi dingin 8. Tidak dapat menahan kencing 2. Sering berkemih Reproduksi 1.

Material Assets 1) Kurang memilki penghasilan secara individu. Personal ability 1) Kurang komunikatif 2) Hubungan interpersonal yang kurang baik 3) Kurang memiliki kecerdasan dan bakat tertentu 4) Mengalami gangguan fisik 5) Perawatan diri yang kurang baik 6) Tidak kreatif b.Tremor 4. Melarikan diri dari masalah 11.Cenderung mendapat cedera 8. Respon Sosial 1. Bicara cepat 6. Berkeringat seluruh tubuh d. Sosial Support 1) Hubungan yang kurang baik antar : indiv.Ketegangan fisik 3. kelp dan masyarakat 2) Kurang terlibat dalam organisasi sosial/ kelompok sebaya 3) Ada konflik nlai budaya c. keluarga .Gelisah 2. Behavioral 1. Gugup 5. Menghindar 12. Menarik diri dari hubungan interpersonal 9. Wajah pucat 6. Menghalangi 10. 2) Sulit mendapat pelayanan kesehatan . Kadang kadang menghindari kontak sosial/ aktivitas sosial menurun 2. Kurang koordinasi 7. Kadang-kadang menunjukkan sikap bermusuhan 5. Hiperventilasi e.5. Sumber Koping a.

menyerang. Seperti : negosiasi/ kompromi.3) Tidak memiliki pekerjaan/ vokasi/ posisi d. menarik diri . Positive beliefs 1) Tidak mempunyai keyakinan dan nilai yang positif 2) Kurang memiliki motivasi 3) Kurang berorientasi kesehatan pada 4) Pencegahan (lebih senang melakukan pengobatan ) 6. Seperti denial. perbandingan yang positif. supresi atau proyeksi. meminta saran. penggantian rewards Destruktif Menghindari kecemasan tanpa menyelesaikan masalah atau konflik tsb. Individu menerimanya sebagai suatu pilihan untuk pemecahan masalah. Mekanisme koping Konstruktif Kecemasan dijadikan sebagai tanda dan peringatan.

Bantu pasien mengenal ansietas a. Pasien mampu mengatasi ansietas melalui teknik relaksasi 3. bantu pasien mengenal penyebab ansietas d. bantu pasien menyadari perilaku akibat ansietas 3. membuat kontrak topik. Bina hubungan saling percaya Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi. waktu dan tempat setiap kali bertemu pasien 2. menjelaskan tujuan interaksi d. Pasien mampu memperagakan dan menggunakan teknik relaksasi untuk mengatasi ansietas Tindakan keperawatan 1. berjabat tangan c. bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya b.INTERVENSI PADA KLIEN ANSIETAS Intervensi Generalis Individu Tujuan : 1. Pasien mampu mengenal ansietas 2. teknik 5 jari 4. latihan relaksasi 1) Tarik nafas dalam 2) mengerutkan dan mengendurkan otot-otot c. Motivasi pasien melakukan teknik relaksasi setiap kali ansietas muncul . Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya adalah : a. bantu pasien menjelaskan situasi yang menimbulkan ansietas c. pengalihan situasi b. Ajarkan pasien teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol dan rasa percaya diri a. mengucapkan salam terapeutik b.

Keluarga mampu mengenal masalah ansietas pada anggota keluarganya 2.Keluarga Tujuan : 1. Diskusikan tentang penyebab dan akibat dari ansietas 4. Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami ansietas 4. Diskusikan dengan keluarga perilaku pasien yang perlu dirujuk dan bagaimana merujuk pasien 6. Terapi Aktivitas Kelompok . Keluarga mampu memahami proses terjadinya masalah ansietas 3. Keluarga mampu merujuk anggota keluarga yang mengalami ansietas Tindakan keperawatan 1. Keluarga mampu mempraktikkan cara merawat pasien dengan ansietas 5. Diskusikan cara merawat pasien dengan ansietas dengan cara mengajarkan teknik relaksasi 5. Diskusikan tentang proses terjadinya ansietas serta tanda dan gejala 3. Diskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2.

beban kerja yang terlalu tinggi Status sosial : belum bisa memisahkan diri dari autokritas keluarga Latar belakang budaya : budaya yang individualis. tidak punya pekerjan. a. ETT. sakit kepala berat. lokasi tempat tinggal yang terisolasi proses pengobatan: ICU. ada komponen genetik yang edang dan dihubungkan dengan fobia sosial dan depresi mayor b. embolus) PSIKOLOGIS 1) Intelegensia Retardasi mental ringan IQ 50-70 Retardasi mental sedang IQ 35-50 Kadang-kadang tidak mampu membuat penilaian dan keputusan Kadang-kadang tidak mampu berkonsentrasi 2) Kemampuan verbal adanya gangguan sensori penglihatan dan pendengaran: -buta -tuli . BB kurang (terlalu kurus) atau lebih dari BB ideal (overweight) 3) Kondisi kesehatan secara umum memiliki riwayat penyakit fisik a. tempat kerja 1) 2) 3) 4) 5) SOSIAL BUDAYA Usia : remaja. Sindrom kromosom 13 terkait dengan gangguan panik. sumbatan jalan nafas. Sensitivitas laktat c. Riwayat penyakit kanker (semua jenis kanker) b. NGT. oedema paru.asma. hipotiroid 2) Status nutrisi : a. post power syndrome 6) 7) 8) 9) . tidak mandiri dalam ekonomi. Trakeostomi 3) Moral Konflik dengan norma atau peraturan di masyarakat.adanya pembatasan kontak sosial dengan keluarga dan teman: perbedaan budaya. Kembar monozigot 5 x > dizigot d. dewasa awal Gender : wanita : pria = 2 : 1 Pendidikan : kurang/ rendah Pendapatan : kurang/ rendah Pekerjaan : tidak tetap. Riwayat gangguan pada paru-paru (seperti ada pada penyakit paru ostruksif kronik. gagap .adanya kerusakan area motorik bicara: pelo. Riwayat ansietas dalam keluarga.FAKTOR PREDISPOSISI ANSIETAS BIOLOGIS 1) Latar belakang genetik : a. kurang mengamalkan ajaran agama dan keyakinannya/mempunyai religi dan nilai agama yang buruk Keikutsertaan dalam politik : pengurus partai politik. nilai budaya yang bertentangan dengan nilai kesehatan dan nilai dirinya Agama dan keyakinan : semua agama.

Varisela. b.ideal diri tidak realistis. Huntington’s disease. penculikan. Organic Brain Syndrome) d. Riwayat penyakit muskuloskletal : Fraktur dengan Amputasi. kadang tidak mampu berhubungan secara intim dengan lawan jenis 10) Peran sosial : gagal melaksanakan peran sosial 11) Keluarga : proses imitasi dan identifikasi diri terhadap kedua orang tua 4) 5) . kehilangan orang yang dicintai.kerancuan identitas Peran . narsisistik. tempat kerja. lingkungan sosial yang rawan bencana. ketegangan peran. kehilangan pekerjaan/ pensiun. perampokan. Secara anatomi : gangguan pada sistem limbik. Multiple Sclerosis. halusinogen termasuk phenchiclidine. Pengalaman yang tidak menyenangkan: (korban perkosaan. kompulsif/ kepribadian pencemas c. ideal diri terlalu rendah. Sipilis i. h. talamus. aspirin. Sistem neurokimia : SOSIAL BUDAYA Pengalaman sosial : adanya perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal. hipotiroid. Riwayat penyakit integumen : Herpes. saksi kejadian traumatis. Riwayat penyakit reproduksi : Impoten. Riwayat penyakit neurologis (Epilepsi. riwayat serangan jantung. histrionik. steroid dan simpatomimetik b. Eskoriasis f.self kontrol BIOLOGIS a.PSIKOLOGIS a. korteks frontal. g.Tidak menyukai tubuhnya . kondisi arteriosclerosis) b. narkotik. kriminalitas. Riwayat penyakit endokrin (Hipertiroid.Ketidakpuasan terhadap ukuran tubuh. menghindar.konflik peran . menopause) c. kehamilan di luar nikah.tuntutan peran tidak sesuai usia Ideal diri . fungsi. sedatif-hipnotik Sensitivitas biologi : a. dependen. Ulkus Peptik. Sindrom Steven Johnson Riwayat penggunaan zat a. Frigid. Intoksikasi : obat antikolinergik. pelanggaran norma dan nilai di masyarakat terlibat masalah hukum b. Kepribadian : Ambang. kehilangan sesuatu/ orang yang dicintai.harga diri rendah situasional 7) Motivasi .motivasi rendah 8). Harga diri . Moral Konflik dengan norma atau peraturan di masyarakat.peran ganda . Riwayat putus zat : alkohol. Riwayat gangguan jantung (Penyakit jantung bawaan atau demam rhematik. perselingkuhan) d. CH e. obsesif. kafein.ketidak mampuan menjalankan peran . penampilan dan potensi yang dimiliki Identitas diri . premenstrual sindrom. hipoglikemi. berpisah dengan orang yang dicintai. Riwayat penyakit kelamin : Gonorhoe.Merasa tidak sempurna . Pertahanan psikologis . Konsep diri Gambaran diri: . Infertil. ambisius. Riwayat penyakit imunologi : HIV/AIDS. dan hipertensi. kokain. kekerasan. Riwayat penyakit gastrointestinal : Gastritis.

Nature Faktor-faktor biologis. talamus. serotonin 4) Paparan terhadap racun Faktor-faktor psikologis 1) Intelegensia Retardasi mental ringan IQ 50-70 Retardasi mental sedang IQ 35-50 Kadang-kadang tidak mampu membuat penilaian dan keputusan Kadang-kadang tidak mampu berkonsentrasi Origin Internal: 1) Persepsi Individu yang buruk tentang dirinya dan orang lain Eksternal 1) Kurang dukungan kelompok/ peer group 2) Kurang dukungan keluarga 2) Kurang dukungan masyarakat Timing 2) Stres terjadi dalam waktu dekat 3) Stres terjadi dalam waktu yang cukup lama 4) Stres terjadi secara berulangulang/ terus menerus Number 1) Sumber stres lebih dari satu (semua stressor yang ada selama usia tumbang) 2) Stres dirasakan sebagai masalah yang sangat berat . korteks frontal sistem neurokimia : GABA (Gama Amino Butiric Acid).STRESSOR PRESIPITASI a. norepinephrIn. 1) Status nutrisi : BB kurang (terlalu kurus) atau lebih dari BB ideal (overweight) 2) Kondisi kesehatan secara umum : memiliki sakit fisik (kehilangan salah satu bgn tubuh. kehilangan fungsi tubuh) 3) Sensitivitas biologi : secara anatomi : gangguan pada sistem limbik.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->