SNI 13-6675-2002

Standar Nasional Indonesia

Pengawasan eksplorasi bahan galian

ICS 73.020

Badan Standardisasi Nasional

BSN

Daftar Isi

Daftar Isi........................................................................................................................... i Prakata............................................................................................................................. iii Pendahuluan .................................................................................................................... iv 1 2 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 4 4.1 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.2 4.2.1 4.2.2 5 6 6.1 6.2 6.3 Ruang lingkup.......................................................................................................... 1 Acuan ...................................................................................................................... 1 Istilah dan definisi .................................................................................................... 1 Pengawasan eksplorasi ..................................................................................... 1 Izin usaha pertambangan (IUP).......................................................................... 1 Pertambangan umum......................................................................................... 2 Titik pengamatan................................................................................................ 2 Due dilligence .................................................................................................... 2 Komoditas.......................................................................................................... 2 Pengawasan administratif .................................................................................. 2 Pengawasan teknis ............................................................................................ 2 Prosedur korelasi ............................................................................................... 2 Pengawasan Umum................................................................................................. 3 Pengawasan administratif .................................................................................. 3 Perizinan ...................................................................................................... 3 Rencana kerja dan biaya .............................................................................. 3 Pelaporan..................................................................................................... 3 Pengawasan teknis ............................................................................................ 3 Tata cara pengawasan ................................................................................. 3 Tata laksana pengawasan............................................................................ 4 Pengawasan khusus................................................................................................ 6 Pelaksana pengawasan ........................................................................................... 6 Kualifikasi pelaksana pengawas eksplorasi........................................................ 6 Wewenang dan kewajiban pengawas eksplorasi................................................ 6 Periode pengawasan ......................................................................................... 7

i

......................... 10 Hasil pengawasan khusus eksplorasi bahan galian ....... 7 Hasil pengawasan administratif eksplorasi bahan galian ................................. 14 Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D ii ..........7 Hasil pengawasan..................................................................... 8 Hasil pengawasan teknis eksplorasi bahan galian....................... 13 Laporan hasil pengawasan eksplorasi bahan galian...................................................................

supaya terdapat keseragaman. karena menyangkut kepentingan banyak pihak. sehingga tidak merugikan rakyat dan negara. Badan Standardisasi Nasional. dan perusahaan swasta dalam bidang pertambangan umum. yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional. Pedoman No. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Penyusunan Standar Pengawasan Eksplorasi Bahan Galian mengacu kepada Pedoman Penulisan Standar Nasional Indonesia. termasuk pengawasan pada tahap eksplorasi bahan galian. Perguruan Tinggi. No 077. Pusat Bahasa. iii . Perubahan ini menuntut adanya standar untuk melakukan pengawasan. Anggota Panitia terdiri dari Tenaga Ahli Geologi dan Tambang dari beberapa instansi di lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral.03/DJG/2001.K/44. Pengawasan eksplorasi bahan galian tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan eksplorasi dan sekaligus melakukan pembinaan terhadap pemegang izin usaha pertambangan. di antaranya adalah pemberian izin usaha di bidang pertambangan umum.Prakata Dalam era otonomi daerah terdapat beberapa perubahan tugas pokok dan fungsi Instansi Pemerintah Pusat karena beberapa hal telah menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Otonomi. Standar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi instansi yang berwenang mengawasi pemegang izin usaha pertambangan dalam mengelola dan memanfaatkan bahan galian dari dalam bumi Indonesia. 08-2000. Rancangan standar ini telah dibahas dalam beberapa kali rapat anggota Panitia Teknik Penyusunan Rancangan Standar Pengawasan Eksplorasi Bahan Galian. utusan dari beberapa Dinas Pertambangan Propinsi dan Kabupaten.

menghindari penyalahgunaan wewenang atas izin usaha pertambangan. manipulasi data dan menggunakan data untuk tujuan yang tidak benar. Untuk mempersamakan persepsi dalam tata cara dan materi pengawasan oleh pemberi izin.Pendahuluan Bumi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral memandang perlu menyusun standar pengawasan eksplorasi bahan galian. Kebijakan pengawasan yang bersifat mempersempit ruang gerak perusahaan harus dihindari. sehingga pelaksanaan otonomi daerah di bidang industri pertambangan dapat berjalan lebih lancar. Karena kegiatan eksplorasi bahan galian mempunyai resiko kegagalan yang tinggi. oleh karena itu pembinaan dan pengawasan terhadap usaha pertambangan harus dilaksanakan dengan baik. Pengawasan eksplorasi sangat penting untuk memantau perkembangan kegiatan penyelidikan. karena hal ini mengganggu iklim investasi di Indonesia. air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. maka kebijakan pengawasan juga harus memperhatikan kepentingan para pemegang izin usaha pertambangan. iv . seperti untuk menghindari pajak.

SNI 13-6606-2001. 2. kecuali minyak dan gas bumi.Pengawasan eksplorasi bahan galian 1 Ruang lingkup Standar ini merupakan petunjuk umum bagi pemberi izin untuk melakukan pengawasan terhadap pemegang izin usaha pertambangan dalam hal pelaksanaan kegiatan eksplorasi bahan galian. dan beberapa istilah yang disadur dari acuan lain seperti tertulis di bawah ini. 4. 3 Istilah dan definisi Beberapa istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini diambil dari acuan-acuan tersebut pada pasal 2. SNI 13-4691-1998. Klasifikasi sumberdaya mineral dan cadangan. pengujian dan pembinaan terhadap kegiatan eksplorasi bahan galian untuk memantau perkembangannya. 2 Acuan Standar pengawasan eksplorasi bahan galian ini mengacu pada : 1. Klasifikasi sumberdaya dan cadangan batubara. 3. Pengawasan eksplorasi bahan galian terdiri dari pengawasan umum dan pengawasan pengawasan khusus.2 izin usaha pertambangan (IUP) izin yang diberikan kepada badan hukum Indonesia. batubara dan gambut. Tatacara umum penyusunan laporan eksplorasi bahan galian. koperasi atau perorangan untuk melaksanakan usaha di bidang pertambangan umum 1 dari 15 .1 pengawasan eksplorasi pengecekan. Penyusunan peta sumberdaya mineral. 3. SNI 13-5014-1998. SNI 13-4726-1998. 5. SNI 13-4688-1998. agar eksplorasi berjalan dengan baik dan benar 3. Penyusunan peta geologi. termasuk ketepatan penggunaan metode eksplorasi dan prosedur pengolahan data.

6 komoditas bahan galian yang dapat diperdagangkan secara ekonomis 3. baik korelasi secara langsung maupun tidak langsung.4 titik pengamatan lokasi di mana dilakukan pengamatan.3.7 pengawasan administratif pengawasan yang dilakukan karena persyaratan yang bersifat administratif bagi pemegang IUP. dan peralatan yang digunakan 3. rencana kerja dan biaya.5 due diligence pengujian kembali secara menyeluruh dan independen terhadap suatu kasus untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya 3. serta pelaporan 3. harus didukung oleh data yang cukup. pengeboran. jenis dan volume pekerjaan.9 prosedur korelasi cara dan metode yang digunakan untuk melakukan korelasi harus tepat. dan/atau lokasi pengambilan data 3.8 pengawasan teknis pengawasan yang dilakukan karena persyaratan yang bersifat teknis bagi pemegang IUP. tenaga pelaksana. kecuali minyak dan gas bumi 3. pengukuran. pengambilan percontoh. prosedur pengolahan data. yaitu perizinan. akurat dan benar.3 pertambangan umum kegiatan usaha pertambangan bahan galian. yaitu pematokan batas wilayah IUP. sehingga hasil korelasi dapat diterima 2 dari 15 .

meliputi administratif dan teknis.1 Pengawasan teknis Tata cara pengawasan Pengawasan teknis dapat dilakukan antara lain dengan cara: 1. peta geologi.2 Rencana kerja dan biaya Rencana kerja dan biaya harus mengikuti tata cara dan peraturan yang berlaku. lokasi administratif dan geografis. Pengecekan prosedur korelasi dan pengolahan data.1 4. harus dilampirkan dalam laporan tahunan dan laporan akhir. Pengecekan penanganan contoh.). 3. IUP tercantum nomor perizinan. data hasil penyelidikan dan surat-surat perizinan. 3 dari 15 . masa berlaku.1. peta daerah prospek. dan laporan akhir eksplorasi. Objek pengawasan eksplorasi tercantum dan diuraikan dalam subpasal-subpasal berikut ini. 4. dan luas wilayah usaha pertambangan. 2.2 4.4 Pengawasan umum Pengawasan eksplorasi dilaksanakan terhadap pemegang IUP. termasuk data hasil penyelidikan. termasuk perpanjangan waktu dan wilayah penciutannya.3 Pelaporan Pengawasan pelaporan meliputi pemeriksaan laporan kegiatan kemajuan eksplorasi triwulan dan tahunan secara berkala. Untuk laporan tahunan dan akhir harus dilengkapi dengan lampiran peta-peta. 4. dll. 4.1. Apabila wilayah IUP bertumpang tindih dengan kepentingan lain di bawah instansi lain (kehutanan.2.1. peta lokasi. dan peta anomali.K. mencakup maksud dan tujuan. Lampiran-lampiran yang melengkapi laporan antara lain SK. untuk setiap tahap yang dilakukan. maka pemegang IUP harus menyertakan bukti rekomendasi dan persetujuan dari instansi terkait. IUP dan SK lain yang berkaitan. tenaga pelaksana dan keahliannya. serta rencana biaya sesuai dengan jenis dan volume pekerjaan. perkebunan. peta topografi. 4.1 Pengawasan administratif Perizinan Dalam S. Presentasi pemegang izin usaha pertambangan. tahap eksplorasi. Semua perizinan/rekomendasi/persetujuan yang berkaitan dengan IUP. jenis dan volume kegiatan. waktu. peralatan dan spesifikasinya. Sistematika dan tata cara pelaporan harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Penyusunan peta geologi harus sesuai dengan standar yang berlaku. Beberapa objek penyelidikan yang diawasi diuraikan dalam subpasal-subpasal di bawah ini. jumlah dan kerapatan percontoh. dengan menggunakan peralatan yang mempunyai ketelitian dan akurasi yang dapat dipercaya. pada skala-skala lebih besar atau sama dengan 1:5000.2. pemercontohan. Untuk peta lebih kecil dari skala 1:5000 harus berasal dari instansi yang berwenang. 4.2. keterangan.2. jenis. terutama dalam hal skala peta.2.4 Geofisika Metode penyelidikan geofisika yang digunakan harus sesuai dengan tipe dan jenis endapan mineral yang dieksplorasi. harus merupakan hasil pengukuran di lapangan. Peta indeks.2.2.2. harus sesuai dengan tahap eksplorasi.2 Geologi Objek pengawasan kegiatan pemetaan geologi meliputi metode dan prosedur yang digunakan. 4.2. jenis dan volume pekerjaan. dan peta geologi yang dihasilkan. dan peralatan yang digunakan. 4 dari 15 . Peta anomali geokimia harus dilengkapi dengan skala. koordinat peta.2 Jenis dan volume kegiatan Jenis dan volume kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan maksud dan tujuan. serta tahap eksplorasi seperti yang tertulis dalam rencana kerja dan/atau laporan eksplorasi. serta batas wilayahnya harus sesuai dengan surat keputusan IUP.2. lokasi.2.3 Geokimia Metode geokimia harus sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan. 4. jumlah dan sebaran titik pengamatan.2. Due deligence jika diperlukan. tenaga pelaksana atau personil/konsultan. Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamatan disesuaikan dengan tahap eksplorasi dan karakteristik endapan. serta kemungkinan kontaminasi.4. dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk klarifikasi. atau dibuat berdasarkan metode pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan.2. dan keterangan peta harus dicantumkan dengan jelas.2.1 Pematokan batas wilayah IUP Pematokan batas wilayah IUP harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. dan koordinat peta.2.2 Tata laksana pengawasan Pengawasan teknis yang dilakukan terhadap setiap tahap kegiatan eksplorasi meliputi pematokan batas wilayah usaha pertambangan. dan 5. 4.2.2. batas wilayah IUP. Pengecekan lapangan . 4.2. Disamping itu perlu diperhatikan dasar penafsiran dalam hal penentuan nilai anomali geokimia. prosedur pengolahan data.1 Peta topografi Peta topografi wilayah IUP. 4. termasuk prosedur pengambilan percontoh. 4.

2.6 Pengambilan percontoh Pengawasan dalam hal pengambilan percontoh ( sampling) meliputi metode.2. yang meliputi preparasi di lapangan.5 Peralatan yang digunakan Peralatan yang digunakan harus layak serta sesuai dengan tahap dan metode eksplorasi yang dilakukan. Metode dan pola pembuatan sumur/parit uji.8 Analisis percontoh Analisis percontoh harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan pedoman yang berlaku. Korelasi antar titik bor serta penafsiran bentuk/model endapan bahan galian harus layak dan mengikuti prosedur atau tatacara yang berlaku.2. 4.2. sesuai dengan tahap eksplorasi. sifat dan jenis endapan bahan galian.7 Pengelolaan percontoh Pengawasan dalam hal ini ditekankan pada hal yang mempengaruhi kualitas data. 5 dari 15 . pengepakan pada saat pengiriman ke laboratorium atau ke tempat penyimpanan. logis dan akurat. dan cara penyimpanan atau pengarsipan percontoh. jenis percontoh.2.2.2. pengeboran dan terowongan disesuaikan dengan karakteristik endapan bahan galian. pengeboran dan terowongan Pembuatan sumur/parit uji.4 Tenaga pelaksana atau personil/konsultan Tenaga ahli.2.2. harus mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan jenis kegiatannya. termasuk penyebarannya. serta dilakukan due dilligence. serta harus sesuai spesifikasi dan kuantitasnya. model geologi dan endapan bahan galian harus sesuai dengan data geofisika yang ada. Hasil analisis yang dianggap tidak layak dapat dianalisis ulang dan dicek silang. akibat dari adanya kontaminasi dan kesalahan prosedur. jumlah percontoh. pengeboran dan terowongan pada umumnya dilakukan pada tahap eksplorasi umum dan eksplorasi rinci.2.2. 4. Pengambilan percontoh.2. harus mengikuti prosedur dan tata cara yang berlaku.2. 4.2. Hal ini harus dibuktikan dengan daftar keterangan keahlian yang dilampirkan dalam Rencana Penggunaan Tenaga Kerja (RPTK) dan laporan.3 Prosedur pengolahan data Pengolahan data hasil analisis harus dilakukan dengan prosedur yang benar sesuai dengan metode yang diterapkan. kerapatan percontoh dan penentuan lokasi. konsultan maupun pelaksana (teknisi) yang melakukan kegiatan. baik untuk penyelidikan geologi. sumur atau parit uji.5 Sumur/parit uji.2. 4. 4. terowongan. maupun pengeboran.2. didasarkan pada data yang wajar.2. Laboratorium yang melakukan analisis harus sudah terakreditasi. sedangkan interpretasi peta. penampang.2. geokimia. 4.Pengolahan data untuk pembuatan peta dan penampang anomali geofisika harus jelas dan diuraikan dalam laporan akhir. 4.

6 dari 15 . Memiliki pengalaman di bidang eksplorasi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.5 Pengawasan khusus Pengawasan khusus ditujukan untuk kegiatan yang dapat berpengaruh pada kepentingan umum. 6. Blok-blok sumber daya atau cadangan bahan galiannya harus jelas tergambar dalam peta dan penampang berdasarkan kategorinya.1 Kualifikasi pelaksana pengawas eksplorasi Seorang anggota Tim Pengawas Eksplorasi harus memenuhi kualifikasi standar. Meneliti seluruh arsip yang berkaitan dengan eksplorasi bahan galian. Sekurang-kurangnya berpendidikan S-1 di bidang Geologi atau Pertambangan. sesuai dengan klasifikasi sumber daya dan cadangan bahan galian.2 Wewenang dan kewajiban pengawas eksplorasi Tim Pengawas Eksplorasi mempunyai beberapa kewenangan dan kewajiban dalam rangka pelaksanaan tugasnya. 6 Pelaksana pengawasan Pengawasan dilaksanakan oleh satu tim yang dibentuk oleh instansi pemberi izin usaha pertambangan. seorang pengawas harus mempunyai pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam bidang tersebut. disertai peta dan penampang blok sumber daya atau cadangan bahan galian. Untuk pengawasan yang berhubungan dengan estimasi bahan galian dan atau cadangan. 3. dan periode pengawasan diuraikan dalam subpasal di bawah ini. Penggunaan metode estimasi harus dijelaskan dan sesuai dengan pola titik pengamatan. Klasifikasi sumber daya dan cadangan bahan galian harus mengacu pada standar yang berlaku di Indonesia. dan lulus kursus atau pelatihan mengenai eksplorasi endapan bahan galian. 2. Memasuki seluruh wilayah eksplorasi. terdiri dari 3 sampai 5 orang tenaga ahli yang berkompeten. yaitu : 1. 3. Kualifikasi dari tenaga ahli yang berkompeten. Estimasi sumber daya maupun cadangan bahan galian harus jelas berdasarkan titik-titik pengamatan. Melakukan pengecekan dan pengetesan terhadap beberapa hasil eksplorasi. wewenang dan kewajiban pengawas. Jika ada modifikasi dari standar yang berlaku. 2. harus dijelaskan sebabnya. terutama pada estimasi atau penghitungan sumber daya dan cadangan bahan galian. 6. sebagai berikut : 1.

3.3 Periode pengawasan Pengawasan eksplorasi dilaksanakan secara berkala. Laporan hasil pengawasan disampaikan kepada pemberi izin usaha pertambangan. Laporan hasil pengawasan secara umum disusun dengan mengisi format seperti tertera pada lampiran D. aturan perundang - 6. disertai penjelasannya. sesuai dengan materi yang diawasi. dengan mengisi format pengawasan seperti yang tercantum dalam Lampiran A. Hasil pengawasan disusun butir per butir. paling lambat 2 minggu setelah pengawasan selesai. 4. B. Berkewajiban menjaga hal -hal yang dinyatakan rahasia oleh per undangan yang berlaku. dan C. Meminta bantuan pa da Instansi Pemerintah terkait.4. instansi yang berwenang dan pemegang izin usaha pertambangan. 7 dari 15 . Pemegang izin usaha pertambangan harus melakukan perbaikan seperti yang direkomendasikan oleh pengawas. sekurang-kurangnya satu tahun sekali pada saat kegiatan penyelidikan berlangsung. dan 5. 2. 7 Hasil pengawasan 1. Dalam laporan tersebut pengawas harus memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

Analisis contoh . Hasil pengawasan b lengkap b tidak lengkap Penjelasan b lengkap b tidak lengkap A.Lampiran A (normatif) Hasil pengawasan administratif eksplorasi bahan galian A. Rp.2 Rencana kerja dan biaya Objek pengawasan • Maksud dan tujuan. Rp. 8 dari 15 .Geofisika . mencakup jenis dan volume kegiatan • Tenaga pelaksana. Rp.1 Perizinan Objek pengawasan • Izin Usaha Pertambangan SK IUP.Izin Usaha perusahaan jasa pertambangan (bila dikontrakkan) .Jumlah b b b b b b Hasil pengawasan sesuai tidak tahunan tiga tahunan sesuai tidak Penjelasan b sesuai b tidak b sesuai b tidak b b b b b b b Rp.Izin Kerja / Memasuki Wilayah Hutan .Izin Survey dari BIA (untuk survei udara) . ………. dll. Rp....Izin Pembelian / Pengadaan Peralatan.. ………. Rp. .. ……….Izin Penggunaan Tenaga Asing.Administrasi . SK Perpanjangan. disertai lampiran daftar tenaga pelaksana dan keahlian • Peralatan.Geokimia . Rp.Pemboran ..Geologi . ………. ………. ………. .. • Surat izin lain yang berkaitan dengan IUP : . disertai lampiran daftar peralatan dan spesifikasi • Rencana biaya § Sesuai jenis dan volume pekerjaan .Dll. ……….Izin penggunaan alat komunikasi . sesuai dengan tahap eksplorasi • Waktu pelaksanaan • Metode eksplorasi.

• Lampiran-lampiran yang melengkapi laporan . Pemboran. ………. IUP . b Rp. ………. 9 dari 15 .………………..Jumlah b b b b b b b Hasil pengawasan laporan triwulan laporan tahunan laporan akhir sesuai tidak sesuai lengkap tidak lengkap Penjelasan b b b b b b b b lengkap lengkap lengkap lengkap lengkap lengkap lengkap lengkap b b b b b b b b tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak b b b b b Rp....Peta daerah prospek ... ……….Geofisika .Sumur/parit uji.Geokimia .Uji pengolahan .Lain-lain • Realisasi biaya § Sesuai jenis dan volume pekerjaan .Peta geologi .Geokimia . terowongan .Peta anomali .SK lain yang berkaitan .Uji pengolahan .Peta topografi .SK.3 Pelaporan Objek pengawasan • Jenis pelaporan : • Sistimatika dan tata cara pelaporan • Data hasil penyelidikan . terowongan .Topografi .Parit/sumur uji. ………. Rp. Rp.. b Rp.Peta lokasi .Geofisika .Geologi . ………..Geologi . ………. Rp.A.Administrasi . ………. pemboran. Rp.

2 Jenis dan volume pekerjaan Objek pengawasan • Peta topografi . penyebaran endapan bahan galian.Peta geologi : skala peta. sesuai tahap eksplorasi : .Jumlah titik pengamatan Hasil pengawasan b Memadai b Kurang b Tidak Penjelasan . koordinat. • Geokimia. interval dan bentuk kontur.Prosedur pengambilan contoh. indeks peta. plotting kegiatan. koordinat.ketelitian . • Geologi : .akurasi Hasil pengawasan b benar b salah b ada b tidak Penjelasan b benar b salah b benar b salah b benar b salah B. penampang geologi.1 Pematokan batas wilayah izin usaha pertambangan (IUP) Objek pengawasan • Prosedur pematokan • Patok terpasang di lapangan • Batas wilayah sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan • Peralatan : .Jumlah dan jenis contoh . peta indeks. kelayakan peta. kemungkinan hasil perbesaran.Skala peta. koordinat b b b b b b b b b b b b b b b memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak b b b b b b memadai kurang tidak memadai kurang tidak 10 dari 15 . batas IUP. kemungkinan perbesaran. skala peta.Lampiran B (normatif) Hasil pengawasan teknis eksplorasi bahan galian B.Pemetaan geologi regional/semi rinci/rinci sesuai tahap eksplorasi .Kerapatan contoh sesuai tahap eksplorasi dan karakteristik komoditi . data pendukung.Peta anomali geokimia. keterangan peta. termasuk lokasi dan jumlah contoh . keterangan peta.

terowongan dan pemboran sesuai dengan karakteristik endapan bahan galian . dan model geologi berdasarkan data geofisika • Parit/sumur uji.Pengolahan data untuk peta dan penampang anomali .Jumlah lokasi pengambilan contoh .Kelayakan interpretasi nilai anomali geokimia .Interpretasi peta.Korelasi antar titik bor b b b b b b b b b b b b b b b b b b memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak b memadai b kurang b tidak b memadai b kurang b tidak b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b b memadai kurang tidak memadai kurang tidak memadai kurang tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak 11 dari 15 .Preparasi conto . pemboran dan terowongan .Analisis contoh di lapangan . penampang.Pengiriman contoh .Kerapatan dan jumlah parit/sumur uji dan titik bor sesuai dengan tahap eksplorasi .Kedalaman parit/sumur uji dan pemboran .Kemungkinan kontaminasi • Geofisika .Metode dan pola parit/sumur uji..Interpretasi endapan bahan galian • Pengambilan contoh : .Kerapatan lokasi pengambilan contoh • Pengelolaan contoh : .Penyimpanan contoh .Metode sesuai dengan tipe dan jenis cebakan mineral yang dieksplorasi .Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamatan .

sesuai dengan metode eksplorasi Hasil pengawasan b Memadai b Kurang b Tidak Penjelasan B.Jumlah peralatan Hasil pengawasan Penjelasan b b b b b b Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak 12 dari 15 .Jasa laboratorium yang digunakan b b b b b b Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak B.Metode analisis sesuai dengan prosedur yang berlaku .4 Tenaga pelaksana atau personil/konsultan Objek pengawasan • Pelaksana kegiatan sesuai dengan keahliannya Hasil pengawasan b Memadai b Kurang b Tidak Penjelasan B.• Analisis contoh di laboratorium .Jenis peralatan dan spesifikasinya .3 Prosedur pengolahan data Objek pengawasan • Pengolahan data .5 Peralatan yang digunakan Objek pengawasan • Penggunaan peralatan sesuai dengan metode eksplorasi dan tahapan penyelidikan : .

Lampiran C (normatif) Hasil pengawasan khusus eksplorasi bahan galian Estimasi sumber daya dan cadangan bahan galian Objek pengawasan • Dasar estimasi. data pendukung sangat lengkap dan akurat Kurang memadai : metode yang digunakan tepat. data pendukung tidak lengkap Setiap penilaian hasil pengawasan. sesuai kelas sumber daya bahan galian • Metode estimasi sesuai dengan pola titik pengamatan • Klasifikasi sumber daya dan cadangan bahan galian • Peta dan penampang blok sumber daya dan cadangan bahan galian b b b b b b b b b b b b Hasil pengawasan Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Memadai Kurang Tidak Penjelasan Keterangan : Memadai : metode yang digunakan tepat. harus selalu diikuti dengan penjelasan sebagai alasan penilaian. kurang memadai atau tidak memadai. 13 dari 15 . baik memadai. data pendukung kurang lengkap Tidak memadai : metode yang digunakan tidak tepat.

. Jenis dan volume pekerjaan : ………………….………… 2. : ……………………………………………………………………….Lampiran D (normatif) Laporan hasil pengawasan eksplorasi bahan galian I.1 2.1.3.1.1.. Prosedur pengolahan data : …………………………………………. : ………………………………………………………………………..4. 2. Hasil Pengawasan Teknis : 2. Tenaga ahli atau personil/konsultan : ……………………………………. 2.………………………………..1.2 2. 2..3.2.. : ……………………………………………………………………….2.5. Estimasi sumber daya dan cadangan bahan galian : . Data Umum : Nama Perusahaan Jenis Perizinan Jenis Pelaporan Instansi Pengawas Tanggal Pengawasan Pelaksana Pengawasan II... Pelaporan : ………………………………………………………………………………. 2. Peralatan yang digunakan : …………………………………………………………….…….1. : ……………………………………………………………………….2. Uraian Singkat : 2. Pematokan batas wilayah usaha pertambangan : ….………………………………………..1..2.2..2.3 Perizinan : ………………………………………………………………………………… Rencana kerja : ………………………………………………………………………….3. 2. : ………………………………………………………………………. : ……………………………………………………………………….………………………………..2. Hasil Pengawasan Administratif : 2. ……………………………………………………………………………………………… 14 dari 15 .…………. Hasil pengawasan khusus : 2.

) nama jelas 15 dari 15 . ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …….) nama jelas (……………………….………………………………………………………………………………………………… …. Ketua Tim Pengawasan.……………………. Kesimpulan.) nama jelas Anggota Tim Pengawasan.) nama jelas (……………………….…………. (………………………. (……………………….….Lampiran D (lanjutan) III. saran dan rekomendasi pelaksana pengawasan : ……………………………………………………………………………………………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful