HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN

SEHAT (PHBS)
Yuli Kusumawati, Dwi Astuti dan Ambarwati
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Jl A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Surakarta 57102

Abstract The effective expedient to surpass health problems is to care of health, to promote health and to prevent illnesses by doing healthy behavior. But it has not been realized and done well by most Indonesian people. Because of the lack of education, it becomes one of the causes of the low awareness to environmental health. This observational research with cross sectional approach used sample as many as 175 family leaders. The result obtained is family leaders who have elementary education is equal to 69.1% and secondary education is equal to 30.9%. The family leaders who have the environmental health knowledge with middle categories is equal to 57.7%, while the family leaders with healthy and hygiene life behavior is equal to 44.6% and low category is equal to 11.4%. Statistical test shows that there is relation of family leader’s education and knowledge of environmental health with the p-value equal to 0.001. Suggestion given to related parties in this case is Health Department, to increase the health knowledge in general continuously and environmental health especially through health promotion effort simultaneously. Key words : Education, Knowledge, Hygiene, Healthy Behaviors

PENDAHULUAN Tujuan menuju meningkatkan pembangunan Sehat 2010 kemauan kesadaran, kesehatan adalah dan Indonesia

masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Hasil penelitian di negara maju, di antara faktor tersebut, yang mempunyai andil paling besar terhadap status kesehatan adalah ling-kungan. Di negara berkembang, perilaku mempunyai kontribusi yang lebih besar. Oleh karena itu, sebenarnya perilaku akan mem-pengaruhi pula kondisi lingkungan yang ada di sekitar manusia. Sebagian besar masalah kesehatan, dalam hal ini penyakit yang timbul pada manusia, disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat. Penyakit menular seperti demam berdarah dan diare, lebih sering terjadi karena

kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang salah satunya ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat (Depkes, 1999). Dalam mewujudkan yang lebih derajat optimal diarahkan kesehatan tersebut, pada masyarakat pembangunan

perubahan perilaku masyarakat. Menurut Blum dalam Notoatmodjo (1997) derajat kesehatan seseorang ataupun

Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Kepala Keluarga ... (Yuli Kusumawati, dkk)

47

kecelakaan dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya sistem pembuangan sampah dan air limbah yang sehat. pengaruh orang lain yang dapat mendorong untuk berperilaku baik atau buruk. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior) adalah respon seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan Perilaku kesehatan lingkungan sehubungan manusia. 2003). Makin tinggi status sosial ekonomi ibu. lantai dan sebagainya. maka makin tinggi pula atau adalah dengan memelihara dan mening-katkan kesehatan serta mencegah penyakit dengan berperilaku hidup sehat. dan penggunaan air bersih untuk kepentingan kesehatan. Selama ini upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan (penyakit). (3) Perilaku teknik dan penggunaannya. Menurut Budiharjo (2003). (2) pendidikan. sehingga memudahkan terjadinya penularan penyakit (Suara Merdeka. tidak sehat di itu Kebiasaan-kebiasaan cenderung mengabaikan keselamatan diri dan lingkungan. yang menyangkut segisegi higiene. (5) dan Perilaku sehubungan dengan pembersihan sarang-sarang nyamuk sebagainya (Notoatmodjo. sehubungan dengan limbah. manfaat. hidup sesorang. sekitar yang dapat mendukung terhadap berubahnya kebersihan diri dan lingkungannya. 1993). pencahayaan. informal maupun lembaga adat dan agama mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan perilaku hidup sehat ibu dalam keluarga. (vektor). juga lebih disebabkan karena perilaku manusia sendiri. NO. status sosial ekonomi yang meliputi (1) jenis pekerjaan. namun hal ini ternyata belum disadari dan dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat. Upaya mengatasi yang lebih efektif dalam masalah kesehatan sebenarnya meliputi termasuk di dalamnya komponen. masyarakat yang berperilaku hidup sehat masih kurang dari 10%. masih banyak berorientasi pada penyembuhan penyakit. ISSN 1979-7621. serta dampak pembuangan limbah yang tidak baik. Juni 2008 Hal 47-56 . maupun kondisi lingkungan perilaku. pemeliharaan. ini dangan air Perilaku : (1) bersih. berdasarkan beberapa survei di dinas kesehatan.perilaku menjadi masyarakat tempat kurang menjaga dan seperti orang itu sendiri. (2) Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor. (4) Perilaku sehubungan dengan rumah yang sehat. yang meliputi ventilasi. di mana hal ini dirasa kurang efektif karena banyak mengeluarkan biaya. sehingga perkembangbiakan tidak menular. 1. baik limbah padat maupun limbah cair. Perilaku faktor. termasuk dalam hal kesehatan dipengaruhi oleh banyak Faktor tersebut dapat berasal dari 48 Jurnal Kesehatan. Menurut hasil penelitian Zaahara yang dilakukan di Bekasi (2001). Kurangnya perilaku hidup sehat itu mengundang munculnya kebiasaan-kebia-saan masyarakat. VOL. Dalam arti apa yang dilakukan masyarakat dalam bidang kesehatan hanya untuk mengatasi penyakit yang telah terjadi atau menimpanya. (3) pemilikan aset dan (4) prestise berupa penghormatan masyarakat dilihat dari kedudukan formal. sumber penularan penyakit. Demikian pula penyakit-penyakit kekurangan dan kelebihan zat gizi. I.

maka makin tinggi pula kualitas perilaku hidup sehat ibu.07)2 + (1. Sikap seseorang terhadap sesuatu hal akan positif apabila didukung dengan pengetahuan atau pemahaman yang baik akan hal tersebut.(0. (2) Dinas kesehatan Surakarta sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan promosi kesehatan.. Makin positif sikap ibu terhadap kebersihan lingkungan. Surakarta dengan jumlah 1820 KK. (0.5 § 171 berdasarkan perhitungan tersebut.6) n = 170.96)2. responden sebanyak 175 KK dan pengambilan sampel menggunakan Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Kepala Keluarga .(1. Sampel yang akan diambil dihitung dengan mempertimbangkan jumlah populasi dan proporsi terjadinya penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat dengan rumus Sugiarto (2000) : 1820. (0.4). Rancangan dalam penelitian ini adalah cross sectional diambil dengan bebas pada model dan waktu pendekatan.4 % dan ISPA sebesar 39 %. khususnya peningkatan perilaku hidup sehat. Stratified maka Random. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh (1) Pemerintah kota Surakarta dalam hal ini Kelurahan Joyotakan sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam melaksanakan kegi-atan-kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan survei pendahuluan diperoleh data dari Puskesmas Kratonan Surakarta bahwa pada akhir tahun 2003 di Kelurahan Joyotakan tercatat penyakitpenyakit yang berhubungan dengan kondisi lingkungan dan perilaku yang tidak sehat masih tinggi.semakin baik perilaku hidup sehat ibu.96).6) n= 1820 .(0.(0. antara lain diare sebesar 5. angka ini lebih besar dibandingkan dengan target Indonesia Sehat 2010 yakni untuk ISPA 28 %.sekaligus pada saat itu (point Time Approach) (Pratiknya. dan sebaliknya semakin rendah tingkat sosial ekonomi ibu makin buruk perilaku hidup sehatnya. Zaahara (2001) mengemukaan pula bahwa ada hubungan positif sikap terhadap kebersihan lingkungan dengan perilaku hidup sehat ibu dalam keluarga.. dkk) 49 . variabel karena variabel terikat bersamaan.4). METODE PENELITIAN Penelitian Explanatory ini termasuk yaitu penelitian mengresearch untuk hubungkan variabel bebas yaitu pendidikan kepala keluarga dan pengetahuan kepala keluarga tentang kesehatan lingkungan dengan variabel terikat yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. (Yuli Kusumawati. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pendidikan kepala keluarga dan pengetahuan kepala keluarga tentang kesehatan lingkungan dengan peri-laku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. maka makin buruk pula perilaku hidup sehatnya dalam keluarga. dan sebaliknya makin negatif sikap ibu terhadap kebersihan lingkungan. 2000) Populasi penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang tinggal menetap di Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan.

Pendidikan kepala keluarga. Gambaran responden berdasarkan tingkat pendidikan dari penelitian ini diperoleh hasil pada tabel 2 bahwa sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 113 orang dengan persentase 64. I. Masing-masing terdiri dari 20 pertanyaan yang dikembangkan departemen oleh peneliti Skor berdasarkan ditentukan indikator PHBS tanan rumah tangga menurut kesehatan.Variabel Penelitian 1. keluarga.4% sedangkan responden yang berpendidikan lanjutan sebanyak 53 orang dengan persentase 30. sehingga skor minimal 0 dan maksimal 100. dan data sekunder dari kantor kelurahan. yaitu Pemahaman kepala keluarga tentang kesehatan lingkungan rumah kuasioner yang diukur pengetahuan menggunakan kesehatan lingkungan dan dihitung melalui total skor jawaban yang benar.0306 / V/ 1995. Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang penelitian kesehatan ini lingkungan melalui dalam hasil diperoleh pendidikan formal yang ditempuh oleh kepala keluarga dalam satuan tahun dan (b). Variabel bebas : (a). maka pendidikan responden dapat dikategorikan dalam tabel 1. yaitu jumlah tahun sukses Pengolahan data dilakukan melalui tahapan Editing. Pengetahuan kesehatan lingkungan kepala keluarga. Data yang dikumpulkan meliputi data primer (umur KK. ISSN 1979-7621. meliputi analisis univariat dengan nilai statistik dan dalam bentuk frekuensi dan nilai-nilai statistik. Entry. 50 Jurnal Kesehatan. Pekerjaan. Selanjutnnya analisis data. dan analisis bivariat menggunakan uji statistik korelasi Rank Spearman dengan signifikansi 5% HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian diper-oleh adanya variasi tingkat pendidikan kepala keluarga yakni antara 0 tahun (tidak sekolah) sampai 17 tahun (sarjana). Juni 2008 Hal 47-56 . Intrumen identitas kepala penelitian. Setelah dikategorikan dalam tiga dalam tingkatan pengetahuan tingkat berdasarkan pengetahuan kemampuan menjawab dari 20 pertanyaan kuesioner. Adapun skor ratarata sebesar 56. 1. yaitu tindakan yang dilakukan oleh kepala keluarga yang diukur dengan perilaku dan menggunakan kuesioner dihitung melalui total skor. tentang pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar adalah 9 tahun. wawancara dan diukur dengan menggunakan skor jawaban responden. Coding. dengan jumlah jawaban benar dibagi jumlah pertanyaan dikali 100. 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat KK. Variabel terikat : Perilaku hidup bersih dan sehat. Menurut Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No.3% dan masih terdapat kepala keluarga yang tidak sekolah yaitu sebanyak 9 orang (5.63. NO. menggunakan pengetahuan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai tentang kesehatan ling-kungan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi indikator perilaku hygiene dan sanitasi lingkungan. Pendidikan.1%). Pengetahuan Kesehatan Ling-kungan. Cleanning dan Tabulating. respoden dapat dilihat pada tabel 1. VOL.

. (Yuli Kusumawati.81 skor minimalnya 30 dan skor maksimal 100. Pengetahuan dan PHBS Responden Variabel Pendidikan ƒ Tidak sekolah ƒ Dasar ƒ Lanjutan Pengetahuan ƒ Kurang ƒ Sedang ƒ Baik PHBS ƒ Kurang Sehat ƒ Cukup Sehat ƒ Sehat Frekuensi (N=175) 9 113 53 31 101 43 20 77 78 Persentase (%) 5.3 17. wawancara dengan keluarga menunjukkan bahwa penge-tahuan kesehatan lingkungan yang baik. Untuk Pengetahuan yang dikategorikan kurang yakni bahwa kepala keluarga biasanya hanya dapat menyebutkan syarat secara fisik saja. Gambaran perilaku hidup bersih dan sehat yang diperoleh dengan wawancara terhadap responden pada penelitian ini. dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan kepala keluarga sebagian dikatakan persentase dikategorikan Hasil tentang besar kesehatan lingkungan yakni dengan yang dengan kepala dikatakan sedang.7%. pemberantasan vektor penyakit yang tidak membahayakan penghuni rumah.7%. skor rata-ratanya 70. meliputi 9 Setelah dikategorikan perilaku yang berdasarkan 20 pertanyaan perilaku yang indikator berhubungan dengan kesehatan lingkungan dan 7 indikator lingkungan dalam tatanan rumah tangga menurut Depkes (2003).1 64.0 44. dkk) 51 . baik secara fisik seperti syarat adanya sanitasi air ventilasi. cukup sehat adalah antara 35 sampai 65 skor sebanyak 101 dengan persentase 57.6 11.6 30. pembuangan limbah yang benar dan menjaga pembuangan Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Kepala Keluarga . 31 43 tepat. menjaga kelembaban ruang maupun penggunaan kebersihannya.7 24. yang kurang 17. yang fungsi meliputi cara sampah penerangan alami. baik sebanyak sebanyak sedangkan persentase 24. Distribusi Pendidikan.6%.. maka perilaku yang sehat adalah t 70 skor jawaban.Tabel 1.6 Berdasarkan tabel 1 di atas. sarana cara bersih.4 44. yakni kepala keluarga yang dapat menyebutkan syaratsyarat rumah sehat dengan tepat. sedang syarat sanitasi lingkungan dan bagaimana memelihara kondisi sanitasi lingkungan tidak disebutkan atau kurang tepat.7 57.

ISSN 1979-7621. VOL. Perilaku yang termasuk kategori cukup sehat. Pada tabel dapat diketahui bahwa responden yang berperilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 78 dengan persentase 44. yang sudah merupakan kebiasaan dan keperluan hidup. disamping itu perilaku yang kurang sehat juga mencakup perilaku merokok. NO. membersihkan saluran limbah secara teratur. tidak pernah melakukan olah raga dan belum mencakup perilaku terhadap kesehatan lingkungannya. 1 0 0 8 0 6 0 4 0 P e n d id ik a n a k h ir K K K e s M e a n 2 0 S k o r P e n g e ta h u a n 0 1 0 1 5 2 0 3 0 4 0 4 5 5 0 5 5 6 0 6 5 7 0 7 5 7 6 8 0 8 5 9 0 9 5 1 0 0 lin g K K S k o r P e r ila k u H id u p B e r s ih d a n S e h a t Gambar 1. Juni 2008 Hal 47-56 . ditunjukkan oleh kepala keluarga yang telah melakukan tindakan meliputi menjaga kesehatan/kebersihan badan termasuk tidak merokok dan berolah raga teratur. Perilaku kepala keluarga yang kurang sehat.jawaban dan kurang sehat adalah < 35 skor jawaban. 1. selain melakukan kebersihan terhadap dirinya. menjaga kesehatan lingkungan. dan masih terdapat responden yang perilakunya kurang sehat yakni sebanyak 20 dengan persentase 11. Grafik Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 52 Jurnal Kesehatan. menjaga kelembaban dan pencahayaan rumah serta memberantas vektor penyakit dengan tepat dan tidak membahayakan penghuni rumah. juga sudah mulai melakukan tindakan dalam kesehatan lingkungan. Sedangkan untuk perilaku yang termasuk kategori sehat. Sedangkan untuk cuci tangan sebelum makan dan setelah BAB belum menjadi kebiasaan yang harus dilakukan. menguras bak mandi dan tempat penampungan air. I. seperti menjaga kebersihan rumah dan halaman. seperti mandi dan gosok gigi. buang air besar di jamban. dan menciptakan kondisi kesehatan lingkungan rumah dengan benar yang mencakup cara membuang sampah dengan memisah sampah basah dan kering. berdasarkan hasil wawancara hanya mencakup apa yang dilakukan terhadap kebersihan dirinya.4%.6%. Hasil kategori dapat dilihat pada tabel 2.

Hasil uji statistik Rank Spearman pada taraf kesalahan 5% menyimpulkan adanya hubungan antara pendidikan kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat nilai p sebesar 0. Demikian pula untuk pengetahuan tentang kesehatan lingkungan. dkk) 53 .Grafik di atas memperlihatkan bahwa semakin lama tahun pendidikan akhir formal yang dialami kepala keluarga diikuti dengan naiknya skor perilaku hiduap bersih dan sehat. sehingga tumbuh kesadaran untuk berperilaku yang sehat. Tingkat merupakan salah satu penyebab rendahnya kesadaran kesehatan lingkungan. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang sehat. menjaga kesehatan lingkungan termasuk penerapan prinsip-prinsip hidup Kondisi kesehatan lingkungan tempat tinggal akan sangat mempengaruhi kesehatan penghuninya. (Yuli Kusumawati. Dengan pengetahuan kesehatan lingkungan yang baik diharapkan dapat Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah menerima konsep hidup sehat secara mandiri. melainkan juga kondisi kebersihan yang harus dijaga dengan baik dan dilakukan secara teratur dan benar. Selain itu kepala keluarga dapat menjadi sumber informasi dan bina suasana (social support) yang dapat memberikan rumah informasi dan melakukan edukasi dalam memelihara kesehatan lingkungan tangga dan menerapkan cara-cara hidup sehat. Pendapat bahwa perilaku hidup sehat masyarakat yang pada umumnya kurang positif dalam air kurang benar. penelitian didalamnya Zaahara termasuk (2000) yang mengemukakan bahwa status sosial ekonomi pendidikan mempunyai hubungan dengan perilaku hidup kesadaran sehat. Adanya keterkaitan antara pendidikan kepala keluarga dengan perlaku hidup bersih dan sehat mempunyai dengan hubungan yang eksponensial tingkat kesehatan. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.001. kreatif dan berkesinambungan. Oleh karena itu. ini terjadi karena masyarakat belum termotivasi berdasarkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai sehat. Menurut kesehatan Hadiyanto (2003) kondisi yang lingkungan di Indonesia kurang baik. semakin tinggi skor pengetahuan diikuti naiknya skor perilaku. Semakin baik tingkat pendidikan formal. termasuk kondisi lingkungan rumah. maka semakin baik pengetahuan tentang kesehatan.. karena kurangnya kesadaran kesehatan lingkungan yang diperparah dengan perilaku masyarakat pendidikan yang dalam memandang kurang mendukung. Secara teori menurut WHO (1992) pengetahuan dapat membentuk keyakinan tertentu sehingga sesorang berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut.. sehingga akan mematangkan pemahaman tentang dan pengetahuan kesehatan lingkungan Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Kepala Keluarga . karena tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup bersih dan sehat. pentingnya kesehatan lingkungan. Dalam penelitian ini. Tidak hanya kondisi fisik yang harus baik. pengetahuan kesehatan lingkungan perlu pemahaman yang baik. kepala keluarga dianggap sebagai orang pertama dalam keluarga yang sangat menentukan kondisi rumah tangga.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pendidikan kepala keluarga sebagian besar yakni 64. Jakarta. Pendidikan Kesehatan (terjemahan). Jakarta. Raja Grafindo Persada.promosikesehatan. ITB Press. Depkes RI. DAFTAR PUSTAKA Budihardja. Depkes RI. 54 Jurnal Kesehatan. 1993. 1999. Rendah Kesadaran Kesehatan Lingkungan.com/hrian/0305/25/kol3.htm. sehingga penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kondisi lingkungan yang tidak sehat dapat diturunkan. Rineka Cipta. Rineka Cipta. sehingga masyarakat lebih paham pentingnya kesehatan menciptakan menjaga lingkungan. I. http://www.7%. Jakarta. 2004.suaramerdeka. Ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan kesehatan lingkungan kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan nilai p masing-masing sebesar 0. 1. PT. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Hardiyanto.. 1992. S. kepala tentang kesehatan lingkungan rumah dan pemukiman memadai. S. PT. Bandung.com/program/research/index. Pratiknya. maka diharapkan kepada sanitasi promosi arti puskesmas kesehatan dan secara Dinas terus dan Kesehatan untuk lebih meningkatkan upayamenerus. S. Depkes RI. Penelitian PHBS Gambaran Perilaku Hidp Bersih dan Sehat dan Tatanan Rumah Tangga di Lima Provinsi Proyek Kesehatan Keluarga dan Gizi tahun 2003. Notoatmodjo. Semarang.php?.001.1% adalah pendidikan dasar. sedangkan responden yang berperilaku sehat sebesar 44. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta. diakses tanggal 25 Januari 2004 Notoatmodjo. diakses tanggal 7 Juni 2004. sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit melalui lingkungan serta berperilaku hidup bersih dan sehat agar tidak mudah tertular penyakit. Andi Offset.6%. Perilaku Hidup Sehat Masyarakat Kurang. pengetahuan kesehatan lingkungan sebagian kepala keluarga termasuk kategori sedang yakni sebesar 57. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2003. WHO. Ilmu Kesehatan Masyarakat. diakses tanggal 7 Juni 2004. VOL. Semarang. NO. 2003. Notoatmodjo. http://www. 2003. AW. ISSN 1979-7621.meningkatkan sikap positif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan kondisi lingkungan yang sehat. 2001. Juni 2008 Hal 47-56 . Saran Berdasarkan pengetahuan belum petugas upaya akan hasil penelitian keluarga ini. 1997. PT.suaramerdeka. Jakarta.com. http://www. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indoenesia Sehat 2010. Jakarta.

Zaahara.Depdiknas. Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Sehat Dalam Keluarga Dalam Rangka Pembangunan Keluarga Sejahtera. dkk) 55 . D. Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Kepala Keluarga . http://www.. 2001. (Yuli Kusumawati.htm. Jakarta. T. diakses tanggal 14 Januari 2004..id/jurnal/30/ upaya_peningkatan_perilaku_hidup.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful