Anda di halaman 1dari 3

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kesehatan (health) menurut UU no. 23 tahun 1992 adalah keadaan sejahter dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara sosial dan ekonomis. Keselamatan (safety) mempunyai arti keadaan terbebas dari celaka (accident) ataupun hampir celaka (incident atau near miss). Kerja (occupation) berarti kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan. Menurut OSHA (2003), Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan disiplin ilmu yang terfokus pada penerapan prinsip ilmiah dalam memahami adanya risiko yang mempengaruhi kesehatandan keselamatan manusia dalam lingkungan industri ataupun lingkungan di luar industri, selain itu kesehatan dan keselamatan kerja merupakan profesionalisme dari berbagai disiplin ilmu, yaitu fisika, kimia, biologi, dan ilmuprilaku yang diaplikasikan dalam manufaktur, transportasi, penyimpanan, dan penanganan bahan berbahaya. Sedangkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja menurut definisi The ILO Convention on Occupational health Service (No 161) dan The ILO Recommendation on Occupational health Service (No 171) yang diadopsi pada tahun 1985 adalah menjaga dan meningkatkan kesehatan secara fisik, mental, dan sosial seluruh pekerja dan pada semua sector pekerjaan, mencegah pekerja terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kondisi, melindungi pekerja dari risiko yang berdampak buruk pada kesehatan, menempatkan dan menjaga pekerja dalam lingkungan yang sesuai dengan kondisi fisiologi dan psikologi, menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja serta pekerja dengan pekerjaannya. Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja a. Melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan dari tenaga kerja. b. Meningkatkan efisiensi kerja. c. Mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sasaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja a. Menjamin keselamatan pekerja b. Menjamin keamanan alat yang digunakan c. Menjamin proses produksi yang aman dan lancer Strategi Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1. Meningkatkan komitmen pengusaha dan tenaga kerja di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. 2. Meningkatkan peran dan fungsi semua sector dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. 3. Meningkatkan kemampuan, pemahaman, sikap dan perilaku budaya keselamatan dan kesehatan kerja dari pengusaha dan tenaga kerja. 4. Melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja melalui manajemen risiko dan manajemen perilaku yang berisiko. 5. Mengembangkan sistem penilaian keselamatan dan kesehatan kerja (Audit SMK3) di dunia usaha. 6. Mendampingi dan menguatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menerapkan dan meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja. 7. Meningkatkan penerapan sistem informasi keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi. 8. Memberikan pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sejak usia dini hingga pendidikan tinggi. 9. Meningkatkan peran organisasi profesi, perguruan tinggi, praktisi dan komponen masyarakat lainnya dalam peningkatan pemahaman, kemampuan, sikap, perilaku budaya keselamatan dan kesehatan kerja. 10. Meningkatkan integrasi keselamatan dan kesehatan kerja dalam semua bidang disiplin ilmu.

Markkanen, Pia K. 2004. Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Indonesia.

Jakarta: Internasional Labour Organisation Sub Regional South-East Asia and The Pacific, Manila, Philippines.