Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat terselesaikanya penulisan autobiography ini. Autobiography ini penulis susun dalam rangka memenihi tugas sejarah yang diberikan oleh bapak ibu guru sejarah SMA Negeri 1 Pati. Dalam penyusunan tugas ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mrnyampaikan terima kash kepada : 1. Kedua orang tua, yang telah memberikan banyak bantuan dan bimbingan dalan penulisan autobiography ini. 2. Teman teman yang juga telah memberikan bantuan dalam penulisan autobiography ini. 3. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan serta saran sehinggan terselesaikannya autobiography ini. Penulis menyadari bahwa autobiography ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pada masa masa yang akan datang. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Rembang, 19 September 2009

Penulis

Unforgettable life

17

Cintakan hatimu dengan Al-Quran Karena Al-quran itu wujud dawuh Allah Tuhanmu, Penguasa atas segala yang kuasa Yang telah memberimu hidup dan....... Segala yang ada yang membuatmu hidup

Drs.H.Tashin My lovely Dad

Unforgettable life

17

Daftar Isi
Kata Pengantar ..........1 Daftar Isi.............................................................................................................3 Bab I : Pendahuluan 1. Latar belakang penulisan autobiografi ini............................4 2. Alasan pemilihan judul 4 3. Tujuan penulisan ..................................................................4 4. Manfaat penulisan ................................................................4 5. Metode penulisan .................................................................5 Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI
Bab VII

: Silsilah keluarga........................................................................6 : Masa Pra Natalitas.....................................................................7 : Masa Natalitas............................................................................9 : Masa Balita................................................................................11 : Masa Sekolah.............................................................................13
: Penutup...............................................................................................24 1. Kesimpulan..............................................................................24 2. Saran.........................................................................................24

Daftar pustaka

Unforgettable life

17

Bab I::Pendahuluan
1. Latar belakang masalah

Laporan auto biografi ini dibuat dikarenakan agar saya dan para pembaca mengetahui asal usul dan latar belakang saya. Dan juga sebagai tugas dan pemenuhan syarat untuk melengakapi study mata pelajaran SEJARAH kelas X dalam sub bab SEJARAH sebagai peristiwa di SMA NEGERI 1 PATI th pelajaran 2009/2010.

2. Alasan pemilihan judul

Alasan saya menulis laporan ini dengan judul Unforgottable Life adalah karena autobiografi ini berisi tentang perjalanan hidupku yang tidak akan dan tak akan pernah terlupakan..

3. Tujuan

Tujuan penulisan laporan ini agar siswa mengerti arti sejarah sebagai suatu peristiwa dan juga agar siswa mengetahui jati dirinya masing-masing karena telah banyak anak saat ini yang tidak tahu sejarah dari dirinya sendiri

4. Manfaat

Manfaat penulisan laporan ini adalah

Unforgettable life

17

o sebagai telaah mengenai apa itu makna Sejarah sebagai peristiwa o Sebagai referensi mengenai apa itu autobigrafi o Agar pembaca mengetahui bagaimana sebuah autobografi

5. Metode penulisan
Metode penulisan yang saya gunakan dalam penyusunan auto biografi ini adalah : 1. Metode interview Adalah metode pengumpulan data yang diperoleh dari bertanya pada sumbersumber seperti keluarga, tetangga dan kerabat saya. 2. Metode Observasi Adalah metode pengumpulan data yang diperoleh dari peninjauan atau pengamatan langsung di dalam keluarga . 3. Metode Referensi Adalah metode pengumpulan data yang dikutip dari beberapa sumber, antara lain : Buku, Majalah, surat kabar maupun internet.

Unforgettable life

17

BAB II:: SILSILAH KELUARGA

KH. Byri Mustofa

Drs. H. Tashin

Hj. Faridah Bysri

Ahmad Bysri D. Fathir Tashin S. Moh. Qoes Atieq


Garis Perkawinan Garis Keturunan

Fakhir Tashin B.

Unforgettable life

17

Bab III:: Pra Natalitas

III.1 Pertemuan Orang Tua Ayahku yang bernama Drs. H. Tashin atau yang biasa ku sebut abah bertemu dengan ibuku yang bernama Hj. Faridah Bisri, di sebuah kantor,tepatnya di Kantor Pengadilan Agama Rembang. Mereka berdua bertemu pada tanggal 15 Desember 1982. Mereka berdua merupakan seorang hakim. Dan berawal dari situlah benih-benih cinta antara mereka mulai ada di dalam hati mereka berdua.

III.2 Pernikahan Kedua Orang Tua Ayahku yang merupakan keturunan dari tanggal 8 Maret 1984 di no.7a Rembang. dan Akhirnya menikah pada

dengan ibuku yang merupakan keturunan dari KH. Bisri Mustofa dan

dan berawal dari sinilah asal usul keluargaku

dimulai. Orangtuaku tersebutpun menempati sebuah rumah yang berada di Jl. Dr. Soetomo

III.3 Kelahiran Kakak-kakakku Sebelumku, pada tanggal 8 Desember 1984 kakak pertamaku lahir dari rahim ibuku. Dia diberi nama Ahmad Bisri Dzalieq. Selanjutnya kakak keduaku yang bernama Fathir Tashin Syafieq lahir pada tanggal 24 Mei 1988 dan kakak terakhirku lahir pada tanggal 6 Desember 1989 dan diberi nama Muhammad Qoes Atieq.

Unforgettable life

17

III.4 Masa Kehamilan Sekitar kurang lebih Sembilan bulan sebelum kelahiranku, rasa bahagia muncul pada kedua orang tuaku. Ibuku dinyatakan positif hamil oleh dokter dan itu berarti anak keempat dari pasangan tersebut akan segera lahir dan menambah anggota keluarga dalam keluarga ini. Menurut abahku tidak ada tanda-tanda keganjilan apapun pada rahim ibuku saat mengandungku.

Unforgettable life

17

Bab IV:: Natalitas

IV.1 Kelahiranku Sebenarnya seminggu sebelum kelahiranku, ibuku telah merasakan bayi keempatnya akan lahir. Akan tetapi entah kenapa bayi itupun belum kunjung lahir. Dan akhirnya pada tanggal 17 Juli 1994 bayi keempat dari pasangan tersebutpun lahir pada malam dinihari Minggu pahing di sebuah rumah sakit di Pati.

IV.2 Pemberian Nama Nama dari bayi tersebut diberikan oleh kakak dari ibuku atau pakdheku yang bernama KH. Mustofa Bisri. Dan nama dari anak tersebut adalah FAKHIR TASHIN BAAJ. Sampai sekarang aku atau abahku sekalipun belum mengetahui arti dari nama tersebut karena kesibukan dari pakdheku. Alhasil namaku yang dikira orang dari India ataupun Thailand itupun masih misteri. Memang benar sekilas namaku memang persis seperti orang India ataupun juga orang Thailand. Akan tetapi aku bersih keras bahwa namku itu berasal dari kata Arab. Lalu belum lama ini juga aku mulai tahu jika dua kata pertama dari nama panjangku adalah Anak terakhir dari seorang bapak bernama Tashin. Setelah arti nama yang belum teridentifikasi artinya itu, nama panggilankupun terdengar lucu dan tidak nyambung dengan nama panjangku. Nama panggilanku adalah AIK.

Unforgettable life

17

Mungkin diberinya nama panggilan ini tak luput dari nama panggilan kakakku,Alik;Afik dan;Atik. Dan mungkin juga abahku telah mengetahui kalau aku merupakan anak terakhir sehingga pada nama panggilanku tidak ada huruf konsonan sebelum huruf I seperti kakakkakakku.

IV.3 Keunikan Kelahiranku Yang unik dari kelahiranku merupakan tempat kelahiran di akta kelahiranku yang bertempatkan di Rembang, kampung halamanku, bukannya di Pati. Hingga kelas enam SD akupun sering masih bingung ketika mengisi formulir atau semacamnya. Apakah ditulis lahir di Rembang atau di Pati. Tapi semenjak duduk di bangku SMP aku memutuskan untuk mencantumkan nama kota Rembang di setiap kolom kotak kelahiran yang harus kuisi Selain itu,abahku yang terlihat galak ( terutama saat marah) dan low profile itu ternyata pingsan saat ibuku menjerit. Saat itu ibuku menjerit sangat keras sehinnga seluruh keluarga yang ada di luar pun mendengarnya. Melihat pengorbanan ibuku yang sampai seperti itu saat melahirkanku membuatku sadar bahwa pengorbanan sang ibuku saat melahirkanku sangatlah besar. Tapi semua itu tak bisa dan tak akan bisa aku balas sampai kapanpun

Unforgettable life

17

Bab V:: Masa Balita

V.1 kehidupan balitaku Masa balita merupakan masa terindah dalam hidupku sekaligus masa yang paling menyedihkan yang membuat hidupku berubah. Masa balita ku habiskan di desa Leteh yang aman dan tentram. Mengingat sangat jarangnya terjadi perampokan atau tindak kriminalitas yang terjadi di desaku ini. Saat kecil aku sering bermain dengan pembantuku saat ibu dan abahku bekerja. Namun bukan berrarti ibuku begitu saja membiarkanku diasuh sepenuhnya oleh pembantuku. Biasanya aku kecil diajak ibuku pergi ke kantor. Mungkin dulu aku sering menangis saat ibuku bekerja. Saat ini teman kerja ibukuoun masih ada yang mengingat tangisanku pada saat dulu itu.

Saat aku balita aku ditinngal haji oleh kedua orang tuaku. Oleh karena itu aku dititipkan ke salah satu familiku di Semarang selama kepergian mereka ke Baitullah. Mungkin aku belum mengalami yang namanya kesepian karena ditinggalkan ibu dan abahku haji,dikarenakan aku yang pada saat itu masih sangat kecil sekali. Setelah mereka pulang dari mekkah, kehidupankupun kembali ke my home sweet home di Rembang. V.2 Wafatnya ibuku Inilah yang kusebut sebagai masa yang paling menyedihkan dalam hidupku. Ibuku, Faridah Bisri, wafat pada tanggal 31 mei 1998 pada saat aku berumur 4 tahun, pada masa dimana aku yang harus mendapatkan perhatian lebih oleh seorang ibu, harus

Unforgettable life

17

ditinggalkannya dalam waktu yang relative singkat itu. Ibuku wafat dikarenakan oleh penyakit yang telah dideritanya cukup lama. Menurut abahku ibuku terkena kanker rahim. Ibuku dimakamkan di pemakaman umum Krapyak, Rembang dan dia dimakamkan di dekat keluarga-keluarga yang lebih dulu mendahuluinya.

V.3 Pernikahan kedua abahku Setelah sekitar setahun dari kematian ibuku, abahku memutuskan untuk menikah lagi dengan berbagai pertimbangan akan anak-anaknya yang masih butuh akan kasih sayang dari Ibu. Akhirnya abahku menikah dengan seorang wanita bernama Siti Munawaroh pada tanggal 28 september 1998 di Pati, tempat tinggal ibu baruku. Setelah itupun hari-hari baru dengan ibu barukupun dimulai. Entah karena aku anak terakhir atau apa, aku menjadi anak yang paling dekat dengan ibuku dibanding dengan saudara-saudaraku yang lain. Atau mungkin juga karena aku yang paling sedikit merasakan kasih sayang dari ibuku yang telah almarhum. Alhasil aku selalu menjadi bulan-bulanan ejekan dari kakakku karena kedekatanku dengan ibuku itu.

Unforgettable life

17

BAB VI::MASA SEKOLAH

VI.1 Masa TK Pada saat aku telah sampai pada waktunya sekolah( maksudnya TK), ibuku selalu menawariku untuk segera sekolah TK. Akan tetapi aku tidak mau sekolah TK karena aku takut dengan salah satu saudaraku yang rumahnua ada di dekat TK yang akan menjadi TKku nanti. IBuku tidak henti-hentinya memotivasiku agar aku mau untuk sekolah. Apapun diceritakan ibuku agar mau untuk sekolah. Hingga pada akhirnya aku mau untuk sekolah di TK yang bernama TK MASYITOH itu.

Sebenarnya salah satu yang paling membuatku berubah pikiran untuk sekolah adalah cerita kesuksesan dari saudaraku yang diceritakan oleh ibuku. Sejak saat terobsesi untuk menjadi dia, tapi setelah ku lebih besar, aku sadar bahwa menjadi seprti dirinya bukanlah jawaban untuk bisa berhasil. Tapi kunci utamanya adalah menjadi diri sendiri. Mulai saat itu setiap hari aku berangkat dengan ibuku ke sekolah. Tapi sepertinya hanya sekitar seminggu aku diantar ibuku, karena setelah itu aku berngkat sendiri dengan teman-teman. Karena keterlambatanku saat masuk TK aku menjadi salah satu yang tertua di kelas. Akupun menjadi paling diandalkan oleh teman-temanku. Terutama saat membeli jajan atau mainan,karena hanya aku yang tahu tentang uang. Beberapa temanku adalah Irfan, aqfi, Najib dan yang lain. Tapi aku hanya setahun bersama mereka, karena aku hanya TK nol besar dan langsung SD. Tidak lain adalah keterlambatanku masuk TK yang membuat aku hanya satu tahun berada di TK Maasyitoh tersebut.

Unforgettable life

17

Akan tetapi ada satu kejadian yang tak akan terlupakan yaitu saat aku mengikuti acara manasik haji kecil untuk anak TK. Saat itu aku melakukannya di alun-alun kota Rembang. Rasa panas pada waktu itu tak terasa karena aku hanya bercanda dengan temanku, maklumlah anak kecil. Dan masih banyak lagi kejadian tak terlupakn seperti datang kepagian, piknik menggunakan dokar(andong,red), serta kakiku yang masuk kedalam rantai sepeda merupakan sebagian dari kisah-kisahku di TK yang tak terlupakan. VI.2 Pendaftaran Sekolah Dasar Setelah aku wisuda di TK MASYITOH, aku memutuskan untuk masuk di SD negeri saja, bukan SD Islam seperti pada saat aku TK dulu. Sebenarnya Ibuku menyarankanku untuk masuk ke SD KUTOHARJO 1 REMBANG, akan tetapi kakak-kakakku mengusulkanku untuk melanjutkan sekolah di SD N KUTOHARJO 4 REMBANG. Hal ini berkenaan dengan seluruh kakak-kakakku yang bersekolah di sana. Dan setelah ku tanyakan kepada abahku memang benar bahwa seluruh kakakku bersekolah di sana. Akhirnyapun aku memutuskan untuk bersekolah di SD tersebut. Selain faktor kakak-kakakku tadi, SD N KUTOHARJO 4 REMBANG merupakan SD favorit di wilayah Kabupaten Rembang. SD tersebut juga sering memenangkan berbagai kejuaraan yang diadakan, baik dalam lingkup kecamatan, maupun kabupaten. Akhirnya pada saat pendaftaran murid baru, aku yang pada saat itu ditemani oleh ibuku mendaftar ke sana. Tidak kusangka banyak sekali murid yang mendaftar di SD tersebut. Aku yang mendapat nomor urut agak belakangan karena datang kesiangan, harus rela menunggu sangat lama. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya aku ditest masuk yang bertempatkan di Perpustakaan sekolah tersebut. Tes yang pertama adalah tes membaca. Tak ada kesulitan yang aku alami. Sedangkan tes yang kedua merupakan tes menulis dan seluruh calon siswa diwajibkan untuk mengisi formulir sederhana.Dalam tes inipun, aku tidak mendapatkan kesulitan yang berarti. Karena hanya disuruh mengisi informasi pribadi dan nama keluarga. Dan untung aku telah hapal semuanya. Saat tes penerimaan siswa baru, aku mendapatkan teman baru selain dari Tkku. Dia bernama Bayu Susatyo. Dia merupakan teman baikku saat itu dan hingga saat inipun ku masih berteman dengannya. Dia tinggal di desa Pandean, Rembang dan lulusan TK NEGERI. Anehnya dia selalu saja lupa dengan namaku mudah diingat itu, padahal akupun langsung ingat namanya.

Unforgettable life

17

Setelah proses tes penerimaan murid baru selesai, calon siswa di bolehkan untuk istirahat dan aku selalu bermain dengan teman baruku itu. Dan pengumumanpun telah di pasang di papan tulis pengumuman. Dan namakupun ada, dan alangkah senangnya teman baruku itupun juga masuk ke dalamnya. Rupanya sistem absen dari sekolah ini tidak menggunakan sistem abjad, tetapi menggunakan nomor pendaftaran yang sebelumnya telah diberikan. Alhasil aku yang berhuruf depan F itupun harus menggunakan nomor absen 54 karena keterlambatanku mendaftar. Untung saja aku bukan yang terakhir. VI.2::Masa Sekolah Dasar Setelah pendaftaran di SD KUTOHARJO 4 berakhir dan pengumuman murid yang diterima telah diumumkan para calon murid dan wali murid diperbolehkan untuk pulang. Dengan perasaan yang senang,aku dan ibuku pulang dan menceritakan kabar gembira tersebut. Seminggu setelah pendaftaran, akhirnya hari pertama masuk sekolahpun dimulai. Akupun duduk di bangku paling belakang dan tentu saja aku sebangku dengan bayu. Pada saat upacara pertama kami, para murid baru tersebut lebih sering berkenalan dengan murid lain daripada mengikuti jalannya upacara. Dan lucunya, bayu lagi-lagi lupa dengan namaku. Di hari pertamaku aku mengenal beberapa murid lain seperti, jendro;rizki;dewa;janu dan masih banyak lagi. Akan tetapi aku sangat sedikit sekali mengenal siswi di kelas 1 yang diwali kelasi oleh Bu Sutini(almh) itu. Mungkin karena masih malu atau karena aku lebih sering bermain dengan teman-teman sejenisku. Pada awal masuk di sd inipun aku lebih banyak diam dan mendengarkan temanku bicara. Mungkin karena hanya sedikit temanku dari TK yang masuk di sekolah dasar ini.

Unforgettable life

17

Pada saat kelas 1 pelajaran yang paling aku sukai adalah olaharaga. Bahkan setiap penilaian lari aku selalu mendapat nomor satu. Dan dengan pelajaran lain pun aku normal seperti anakanak pada umumnya. Pada ulangan Cawu I (pada saat itu masih caturwulan) aku mengerjakan dengan rasa takut karena ini merupakan ulangan cawu pertamaku. Sampaisampai pada hari terakhir tes aku mengalami kejadian yang sangat memalukan. Saking takutnya aku sampai buang air besar di celana. Kertas ulanganpun ku titipkankan kepada temanku untuk selanjutnya dikumpulkan. Selanjutnya aku diantar oleh Pak penjaga sekolah di SD Kutoharko 4 sampai rumah. Orang tuaku sangat berterima kasih kepada Pak Parno (penjaga sekolah) atas kebaikan hatinya yang mau mengantarkanku. Setelah seminggu melakukan tes, para murid diberi waktu seminggu untuk merefresh otaknya dengan jam kosong. Dan setelah seminggu berlalu akhirnya penerimaan raport dimulai. Akupun tidak mendapatkan rangking walau rangking 10. Akan tetapi kedua orantuaku memakluminya karena ni merupakan tes pertamaku. Selanjutnya pelajaran cawu 2 ku lakukan dengan santai, karena aku lebih akrab dengan teman-temanku sekelas, terutama teman-teman laki-laki juga karena orang tuaku tidak terlalu membebaniku agar harus mendapatkan rangking 1 atau sebagainya. Walau aku juga tahu bahwa mereka menginginkannya. Aku jadi sering belajar dan mengurangi waktu bermainku. Hingga pada ulangan cawu II aku tidak sama sekali under estimate. Hingga pada saat pembagian raport, raut senang muncul dari wajah ibuku yang waktu itu mengambilnya. Ternyata aku mendapatkan rangking 7. Selanjutnya pada cawu III, aku semakin giat belajar di tahun pertamaku di SD Kutoharjo 4. Dan setelah 1 cawu berlalu dengan cepat , akhirnya aku harus menghadapi ulangan kenaikan kelas yang menakutkan. Walaupun begitu rasa senang kembali terpancar dari raut muka ibuku, karena aku dinyatakan naik ke kelas 2 dan mendapatkan rangking 6. Sebuah pencapaian luar biasa menurutku. Pada saat kelas 2 aku semakin mengenal teman-temanku sekelas, termasuk teman perempuan. Akn tetapi entah kenapa 2 cawu pertama di kelas 2 harus kulalui dengan tanpa mendapatkan rangking. Entah mengapa aku menjadi seperti itu. Akan tetapi pada cawu terakhir dengan perjuangan yang luar biasa akhirnya aku mendapatkan rangking 8. Akhirnya aku masuk ke jenjang yang lebih tingggi di sekolah dasar ini. Aku naik ke kelas 3 yang saat itu di wali kelasi oleh Bu Ning. Di tingkat baru ini, aku mendapat pengalaman baru di dalam dunia pendidikanku. Pada saat kelas tiga ini mata pelajaran baru

Unforgettable life

17

aku akan pelajari. Pelajaran itu merupakan IPA dan IPS. Selain itu sistem pendidikan yang sebelumnya cawu diganti dengan sistem semester. Jadi aku hanya mendapatkan 2 kali tes. Pada saat kelas 3 ini tidak ku sangka aku akan sangat menyukai pelajaran IPA. Entah kenapa rasanya aku sangat mudah untuk mencerna pelajaran ini. Hingga pada akhirnya pada ulangan semester I pun aku mendapatkan nilai bagus dalam pelajaran IPA. Akan tetapi pada saat penerimaan raport, lagi-lagi aku mendapatkan rangking 8. Mulai saat itu aku memutuskan untuk belajar lebih giat agar dapat mendapatkan rangking lebih baik dari itu. Walupun aku saat itu sudah tahu bahwa rangking bukanlah segalanya. Hingga puncaknya pada ulangan semester genap atau ulangan kenaikan kelas. Aku mengerjakan tes tersebut dengan sungguhsungguh. Setelah aku tunggu penerimaan raport dengan anggapan yang kuat bahwa aku akan mendapatkan rangking lebih dari semester sebelumnya, ternyata kenyataan tak mengenakkan menimpaku. Pada kolom rangking tidak ada angka barang 10pun. Lalu setelah ku perlihatkan dengan temanku, ternyata jumlah nilaiku lebih baik di banding dengan teman-temanku. Untuk yang rangking 3 pu nilaiku lebih baik. Hingga saat pulang ke sekolah ku perlihatkan hasil itu kepada ibuku dan ku ceritakan semuanya pada ibuku. Aku dan ibuku memutuskan untuk mengajukan protes ke Bu Ning. Dan bukan mainnya senang hatiku. Karena Bu Ning lupa mencantumkan angka 2 pada kolom rangking. Raut senangpun juga tersirat pada wajah ibuku. Akan tetapi juga ada salah satu temanku yang bernama Dewa. Dia seharusnya mendapatkan rangking 7 tapi dia tidak mendapatkannya. Sungguh sial nasib temanku yang satu itu. Saat dia pulang denganku setelah penerimaan raport, dia terus saja mengungkitungkit kejadian itu. Sampai-sampai dia mengatakan kalau wali kelasku itu pikun. Ada-ada saja temanku yang menjadi sahabatku hingga kini itu. Pada tahun ajaran baru,kehidupan bersekolahkupun juga berubah. Di kelas 4 ini, murid-murid yang selama 3 tahun terus satu kelas harus dipisah menjadi 2 kelas. Tepatnya dipisah menjadi kelas unggulan dan kelas regular. Di kelas unggulan tentu saja berisikan anak-anak unggulan pula. Dan tentu saja kelas regular merupakan kebalikannya. Akan tetapi ada juga temanku yang mengundurkan diri dari kelas unggulan karena masalah biaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi pada tahunku sekolah mengubah kebijakan tersebut dengan menyetarakan uang SPP kelas unggulan dan kelas regular. Di kelas 4 ini, aku dan teman-temanku tidak lagi diajar oleh satu guru yang menjadi wali kelas lagi. Akan tetapi seluruh pelajaran dipisah gurunya. Ini di harapkan sekolah agar murid tidak bosan dengan guru yang itu-itu saja. Di sini aku menemukan guru IPA yang aku

Unforgettable life

17

sukai, sehingga aku semakin menyukaii pelajaran tersebut. Guru itu bernama Bapak Edi Sutoyo. Entah karena apa, rasanya aku sangat suka apabila diajar oleh guru tersebut. Aku juga menemui guru matematika yang sangat baik. Walaupun aku tidak terlalu menyukai pelajaran tersebut. Pada saat kelas 4 semester 1, aku ikut seleksi untuk mengikuti lomba macapat. Akan tetapi aku aku gagal mengikutinya. Ada juga lomba yang aku ikuti yaitu lomba MTQ tingkat kecamatan. Tapi sayang aku hanya mendapatkan juara 4 pada saat itu. Selain itu aku ikut lomba Pesta Siaga. Dan di sini aku dijadikan ketua regu. Tapi sayang, aku tidak dapat membawa anak buahku menjadi juara dan lagi-lagi hanya mendapat regu tergiat harapan 1 atau juara 4. Gara-gara terlalu banyak mengikuti kegiatan, sehingga kegiatan belajarku menjadi terganggu. Alhasil aku hanya mendapatka rangking 9 pada ulangan semester I. Pada saat semester II, aku mendapatkan teman baru pindahan dari kalimantan. Namanya adalah Alfian Arsyadi Sunanto. Dia merupakan anak dari seorang dokter kandungan yang juga menjadi sahabatku hingga saat ini. Karena aku jarang mengikuti mengikuti kegiatan pada semester II ini, akhirnya aku bisa belajar denga tenang. Dan sungguh tidak disangka-sangka aku mendapatkan rangking 1 pada ulangan semester II kali ini. Sungguh kejadian yang tidak akan terlupakan dalam hidupku. Betapa senangnya aku dan keluargaku saat mengetahui berita ini. Selanjutnya pada kelas 5 SD aku langsung diikutkan dalam lomba Kirab Panji. Dan sungguh betapa senangnya aku dan teman-temanku karena mendapatkan juara satu tingkat kabupaten berkat kerja keras latihan kami selama berminggu-minggu. Setelah itu guruku mengumumkan bahwa kabupaten Rembang akan mengadakan lomba Siswa Berprestasi. Langsung saja guruku menunjukku dan salah satu teman perempuanku yang bernama Wuri tanpa melalui seleksi. Alasannya karena aku mendapat rangking 1 dan temanku mendapat rangking 2. Berbagai pembinaan ku jalani selama berminggu. Di sekolah maupun di rumah guruku sering sekali diadakan pembinaan lomba tersebut. Akupun harus merelakan madrasah soreku. Juga pada saat ulangan semester I di kelas 5 ini aku harus merosot ke urutan 2. Setelah itu, aku kembali melakukan pembinaan-pembinaan yang melelahkan. Dan setelah hari perlombaan telah ditentukan,guruku memberitahuku dan memintaku untuk mempersiapkan diri dengan matang. Akhirnya hari yang di tunggu telah tiba. Sistem dari perlombaan ini adalah hari pertama diadakan lomba akademis dan dari tes tersebut akan disaring 6 orang untuk selanjutnya diadakan lomba non akademis yang diadakan di hari

Unforgettable life

17

kedua. Akupun mengerjakan dengan tanpa target karena sebenarnya aku sangat malas sekali mengikuti perlombaan semacam ini. Tes hari pertama selesai dan pada sore harinya guru pendampingku langsung datang ke rumahku untuk memberitahukan bahwa aku lolos tahap pertama dan harus mengikuti tes non akademis di hari kedua. Aku yang kurang terampil dalam ketrampilan dan seni sangat takut jika mendapatkan nilai yang jelek. Akan tetapi aku berharap pada hasil tes olahragaku. Pada akhir acara, pengumuman juarapun di adakan. Akhirnya setelah penantian panjang aku mendapatkan juara satu. Tapi sayangnya temanku hanya mendapatkan juara 3 dan aku berhak untuk maju ke tingkat kabupaten. Hari-hari dengan pembinaanpun harus kembali ku jalani. Di sela-sela pembinaan yang melelahkan aku diikutkan lomba tenis meja dan hanya mendapat juara 3 karena lawan yang ku hadapi sangat berat, akan tetapi sekolahku sedikit terhibur karena salah satu dari temanku ada yang mendapat juara 1 dalam porseni tersebut. Akhirnya lomba Siswa Berprestasi atau Keteladanan Siswa tingkat kabupaten dimulai, untung lokasi lombaa berada di SD Kutoharjo 2 yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolahanku, jadi aku tidak perlu pusing mencari transportasi. Seperti biasa para calon harapan bangsa ini harus mengambil nomor urut lomba. Dan sesaat setelah itu tes akademispun dimulai. Nampak semua peserta menjadi tegang. Seperti biasa akupun hanya santai dan tidak mengusung target apapun. Tes akademispun selesai, berbeda dengan lomba sebelumnya, di tingkat kabupaten ini perlombaan dilakukan satu hari penuh. Pengumuman peringkat akademis diumumkan, dan aku berada di peringkat 3. Guru pembimbingkupun memberikan motivasi agar aku bisa tenang saat melakukan tes non akademis. Pada saat di kelas seni, suaraku tiba-tiba melebar jauh dari yang diharapkan. Tapi untung saja permainan alat musikku yang pada saat itu keyboard bisa menutupinya. Saat olahragapun aku terlihat canggung mengayunkan bed pingpongku. Dan pada saat pungumuman juara, akhrnya aku dapat mendongkrak posisiku menjadi no satu. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan. Guruku langsung memelukku dengan erat da sedikit meneteskan air mata, karena sebelum aku SD Kutoharjo 4 belum mampu menembus tingkat provinsi atau bahkan kabupaten dalam hal Keteladanan Siswa. Selang beberapa minggu dari perlombaan, ternyata ulangan semester II dilaksanakan. Karena terlalu banyak pembinaan, akhirnya peringkatku kembali melorot ke posisi 3. Pada saat liburan semester akupun harus beberapa kali melakukan berbagai pembinaan. Kali ini aku bersama wakil dari Rembang lainnya yang bernama Aulia

Unforgettable life

17

Rahmawati. Padahal saat liburang aku melakukan tethak(sunat). Jadi hari-hari pembinaanku harus dilakukan di rumahku sebagi toleransi dari guru-guru. Bersamaan dengan berakhirnya liburan akhir semester pelombaan Keteladanan siswa tingkat provinsi dimulai. Jujur pada saat itu aku benar-benar nervous melihat calon lawanku. Setelah diberikan nomor urut dan nomor kamar, akupun langsung menuju kamar yang sudah disedikan. Saat itu (kalau tidak salah) aku berada sekamar dengan anak banyumas yang aku lupa namanya. Sungguh berat perlombaan kali ini, lomba akademis harus dilakukan jam 10. Kali ini akupun benar-benar tidak mengsung target juara apapun. Perlombaan yang dilakukan selama 4 hari 3 malam ini menguras tenagaku. Akupun mempunyai lebih banyak teman yang berada di berbagai kabupaten di jawa tengah. Sayangnya, saat pengumuman yang diumumkan hanya juara 1, 2, dan 3. Dan aku baru mengetahui dari guruku bahwa aku hanya mendapatkan peringkat ke15 sejawa tengah. Kehidupanku setelah itu ku lalui tanpa pembinaan lagi. Setelah selesai dari lomba keteladanan siswa ini, aku langsung ikut tim PBB dan Kirab Panji SD Kutoharjo 4. Dan alhamdulillah setelah melalui latihan panjang, tim kami mampu mendapatkan juara 1 pada Kirab Panji dan juara 3 pada PBB. Tidak berhenti sampai di situ, aku bersama temantemanku diikutkan dalam lomba HUT SMP 1 Lasem. Aku yang lebih enjoy dari lomba sebelumnya karena bersama teman-teman akhirnya kembali mendapat nomor 1 mengalahkan 2 lawan berat dari SD Leteh III(sekarang SD Leteh II). Betapa senangnya hatiku, dan sejenak aku berpikir pasti ini adalah tahun terbaik dalam hidupku. Mungkin itu merupakan lomba terakhir yang aku ikuti di SD Kutoharjo 4 tercinta ini, karena setelah ituhari-hariku ku isi dengan sekolah dan les yang tentu saja diadakan oleh sekolahanku. Tidak terasa 1 semester telah ku jalani, dan pada ulangan semester kali ini aku mendapatkan rangking 4. entah bagaimana itu bisa terjadi akupun tidak tahu. Aku serasa telah terlena dengan apa yang telah aku dapat sebelumnya. Akupun mulai mengintrospeksi diri dan mulai belajar lebih giat mengingat ujian akhir nasional semakin dekat. Pada liburan akhir semester 1 aku dan teman-temanku mengadakan di Jatim Park yang berada di Malang. Sebelumnya terlebih dahulu aku mempersiapkan diri dengan apa yang harus aku bawa. Setelah itu pada keesokan harinya tepatnya pada pukul setengah 4 pagi, bus kami berangkat menuju ke tempat tujuan yaitu Jatim Park. Saat perjalanan aku dan teman-temanku bersuka ria karena kita akan berekreasi ke tempat yang asyik seperti Jatim Park. Nyanyian serta gurauan silih berganti terdengar riuh di dalam bus. Kira-kira pukul 10.00 wib bus kitapun sampai ke Jatim Park. Lansung saja teman-teman beserta aku langsung berhamburan keluar

Unforgettable life

17

dan langsung menuju ke tempat pengambilan tiket. Setelah mendapatkan tiket, aku bersama ketiga temanku, Meda, Jendro dan Alfian langsung menjajal berbagai permainan. Dan yang paling mendebarkan dari itu adalah pada saat kita ,asuk ke wahan rumah kaca. Hampir kesasar aku di sana. Selain itu hutan sesat maupun roller coaster mini juga mampu mengguncang adrenalin kami berempat. Akan tetpai ada satu wahana yang tak akan terlupakan untukku. Pada saat menaiki sepeda motor mini di wahana motor mini, aku haru menahan rasa sakit karena jatuh dari motor tersebut. Keras sekali tabrakan antara aku dan ban dipinggir jalan tersebut. Setelah waktu yang ditentukan selesai kamipun pulang dengan perasaan sedikit kecewa karena waktu yang diberikan Cuma sebentar. Sebelum mencapai kota rembang, terlebih dahulu kita mampir ke Tanggulangin untuk membeli oleh-oleh. Setelah seharian bermain, banyak sekali teman-temanku yang tidur saat perjalanan pulang tak terkecuali aku walaupun Cuma sebentar. Kamipun sampai di kota Rembang tercinta pada pukul 12 malam. Widyawisata tersebut akan menjadi cerita mengesankan tersebut bagiku. Selanjutnya hari-hari penuh dengan pelajaran kembali menimpaku. Hingga tak terasa ujian akhir nasional terasa semakin dekat. Akupun semakin meningkatkan intensitas belajarku. Akhirnya ujianpun datang, segala bentuk usaha baik dengan doa maupun belajar telah kulakukan. Pelajaran inti yang harus aku jalani antara lain Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA . dan pelajaran lainnya dimasukkan kedalam Ujian Sekolah. Tiga hari serasa tiga tahun bagiku. Otakku seasa tak mampu menampung apapun lagi. Dan pada akhirnya pengumuman Ujian pun diumumkan. Seluruh peserta SD Kutoharjo 4 dinyatakan lulus. Akupun mendapatkan nilai yang cukup memuasakan. Nilai dari pelajaran intiku adalah untuk Bahasa Indonesia adalah 8,60 dan matematika tidak kusangka-sangka mendapat nilai 9,50. sedangkan IPAku yang ku gadang-gadang mendapat nilai baik malah hanya mndapat nilai 8,60. setelah penerimaan hasil Ujian, aku langsung mendaftar bersama teman-temanku ke SMP N Rembang yang merupakan SMP favorit di kabupaten Rembang. Akupun langsung mengisi formulir yang disediakan. Tidak lupa aku menyerahkan fotocopy SKHUN serta fotocopy piagam sebagai syarat masuk ke SMP ini. VI.3 Masa SMP Setelah pendaftaran selesai kulakukan, akupun pulang dengan senang karena kami merasa lebih dewasa dari sebelumnya. Besoknya kami melihat ke SMP 2 Rembang untuk melihat peringkat pendaftaran. Dan yang tidak disangka-sangka aku berada di posisi teratas

Unforgettable life

17

atau berada di peringkat pertama. Mungkin karena piagam yang ku serahkan bernilai 1 point. Akan tetapi ada salah satu sahabatku yang gagal masuk ke SMP 2 Rembang. Itu sempat membuatku sedih Setelah melalui seleksi yang panjang, akhirnya terpilih sekitar 240an anak yang akan bersekolah di SMP 2 Rembang ini. Dan diantaranya ada aku. Setelah itu para siswa diberi kesempatan untuk melakukan MOS. Sekitar waktu seminggu diberikan kepada siswa untuk beristirahat serta mempersiapkan apa saja yang harus dibawa dalamMOS yang akan dilakukan selama 3 hari tersebut. Dan akhirnya hari yang ditunggu tiba. Hari pertama masuk ke jenjang pendidikan yang satu tingkat lebih tinggi daripada SD. Walaupun masih mengenakan pakaian SD namun ini hanya akan berlangsung dalam 3 hari. Setelahnya kami akan mengenakan pakaian putih biru tua. Pengumuman kelaspun dilaksanakan. Aku mendapat kelas 7.2 yang notabene kelas unggulan. Dan yang paling mengejutkan adalah hari pertama MOS adalah hari ulang tahunku. Ini menjadi sasaran empuk bagi kakak kelas untuk mengerjaiku. Tidak heran aku dikerjai habis-habisan saat hari pertama MOS tersebut. 3 haripun tersa sangat lama sekali. Setelah melalui MOS tersebut, pelajaranpun langsung dilakukan. Akupun mengenal banyak sekali teman baru di sini. Tapi kebanyakan berasal dari SD Kutoharjo 4. Tidak terasa 1 semester terasa begitu cepat. Tespun dilakukan. Seperti biasa aku mengerjakannya dengan santai. Seminggu berlalu dengan cepat. Mungkin karena masih terpengaruh kepintaran di SD akupun dapat menyelesaikan dengan baik. Hasilnyapun tidak tanggung-tanggung. Aku mendapatkan paralel 4 se SMP 2 Rembang. Dan selanjutnya pada semester 2 aku semakin percaya diri dengan apa yang ku punya. Diawal semester ini aku diikutkan lomba tenis meja. Padahal jarang sekali aku latihan dan mungkin aku sudah lupa teknik-tekniknya. Alhasil aku kalah langsung pada pertandingan pertama. Di semester 2 ini aku juga mengalami yang namanya ditinggalakan oleh teman temanku. Hari-hariku terasa sepi. Suatu ketika aku membaca Al-Quran dan pada salah satu ayat,tiba-tiba aku menangis. Tepatnya surat As-Shaad 32 yang berbunyi maka ia berkata: sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang (baik)sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan. Sejak saat itu aku sadar aku berusaha untuk merubah sikapku. Dan subhanallah tiba-tiba teman-temankupun kembali kepadaku. Semster 2 telah berakhir, aku tidak mengerti apa yang terjadi kenpa aku bisa melorot prestasiku. Aku hanya mendapat pararel 9.

Unforgettable life

17

Setelah itu kehidupanku berada di kelasa baru dan masih mendapat kelas unggulan yaitu kelas 8.2. di sini aku mendapat teman baru dai beberapa kelas lain sebelumnya. Saat kelas 8 ini aku diikutkan sanggar biology. Akan tetapi pada waktu seleksi olimpiade aku tidak tersaring ke dalamnya. Selain itu aku juga diikutkan kembali oleh sekolah untuk berlomba di lomba Siswa Berprestasi. Setiap hariku kulalui dengan pembinaan dan pembinaan. Padahal dalam hati aku tidak ingin mengikutinya. Akan tetapi semua orang menginginkanku untuk mengikutinya. Aku di bawah tekanan sekarang. Itu yang menyebabkan pelajaranku anjlok di dua semester di kelas 8 ini. Walau ku tahu itu bukan satusatunya faktor. Di akhir semester 2 sekolah kami mengadakan widya wisata. Ini akan cukup untuk menghibur hatiku yang bosan dengan segala pembinaan yang ada. Tujuan yang kita tuju adalah kota metropolitan jakarta. Sebelumnya seperti biasa kami mempersiapkan segala yang harus aku bawa. Perjalananpun dilakukan jam 1 siang. Akupun hampir saja telat karena ibuku menawari tetangga sebelah rumahku yang anaknya juga temanku untuk berangkat bareng. Selama perjalanan banyak sekali anak-anak yang terlihat senang. Tak terkecuali aku. Aku mendapat tempat duduk paling belakang bersma temanku, fariz. Setelah sekitar 10 jam perjalanan yang melelahka. Akhirnya kami melakukan transit di masjid Istiqlal untuk mandi dan sholat subuh. Setelah itu kami melanjutkan ke tujuan utama bagi murid yaitu Ancol. Kami bermain sepuasnya di sana. Yang paling memacu adrenalin kami adalah wahana tornado. Hampir dibuat gila aku olehnya. Selain itu masih banyak lagi permainan yang kami datangi. Namun karena antrian yang terlalu panjang sehingga kita harus berpanas-panasan dahulu sebelum masuk ke wahana. Setelah seharian bermain di Ancol,kamipun pulang ke hotel untuk bermalam di sana. Keesokan harinya kamipun melanjutkan ke TMII dan juga ke Tamini Square untuk membeli oleh-oleh. Rasanya kami belum puas dan ingin tetap di Jakarta. Tapi apa boleh buayt kami harus meninggalka Jakarta untuk kembali ke Rembang. Setelah itu selang beberapa hari aku harus segera bersiap karena perlombaan akan segera dimulai. Tiba akhirnya hari tesebut. Akupun mengerjakan semuanya sebisaku. Yang ada dipikaranku hanyalah agar segera menyelasaikan perlombaan ini. Karena sama sekali tidak ada semangat dalam diriku waktu itu. Hasilnya aku hanya mendapat juara 6 sedangkan temanku mendapat juara 2. aku sangat menyesal sekali karena aku tidak dapat mengharumkan nama sekolahku. Tapi aku sadar penyesalan selalu datang terakhir. Begitu

Unforgettable life

17

juga pada saat aku diikutkan dalam lomba HUT SMA 1 PATI dan HUT SMA 1 REMBANG dalam mata pelajaran bahasa inggris. Tak ada satupun yang dapat ku persembahkan untuk SMP tercinta seperti yang ku lakukan terhadap Sdku yang dulu. Setelah itu les-les sorepun lebih diintensifkan guna membantu siswa agar lebih siap menghadapi Ujian Akhir yang dirasa tinggal sebentar lagi. Akhirnya hari yang ditunggu tiba. 4 mata pelajaran akan menentukan apa yang kita pelajari selama 3 tahun. Bahasa inggris, bahasa indonesia, matematika dan IPA adalah bagai musuh yang harus kita kalahkan tidak disangka aku dapat mengerjakan 4 pelajaran tanpa mencontek sekalipun. Mungkin aku sudah siap atau memang keinginanku untuk lulus dengan hasilku sendiri. Setelah Ujian Nasional selesai dilanjiutkan dengan ujian sekolah yang kebanyakan hapalan. Setelah semua ujian diselesaikan rasanya sangat senang sekali hidupku karena sebentar lagi hampir SMA. Hari pengumumanpun tiba. Seluruh siswa SMP 2 Rembang dinyatkan lulus. Dan hasil yang ku dapatkan tidak terlalu jelek. Total dari hasil ujian nasionalku adalah 36,10. total ini dari nilai bahasa indonesia 8,20 IPA 8,50 Bahasa inggris 9,40 dan Matematika 10,00. sungguh tak bisa ku bayangkan jika matematika aku mendapat nilai sempurna. Padahal aku merasa paling lemah pada pelajaran tersebut. Selanjutnya akupun mendaftar ke SMA. Dan akupun memutuskan untuk menyabang ke SMA 1 Pati dan SMA 1 Rembang. Yang pertama ku jalani adalah tes di SMA 1 Pati. Hasil yang ku dapatkan kurang maksimal yaitu berada pada posisi 250an. Sedangkan di SMA 1 Rembang aku mendapatkan rangking 40an. Akan tetapi aku lebih memilih ke SMA 1 Pati. VI.4 Masa SMA Kehidupanku di SMA dimulai dengan matrikulasi. Aku mempunyai banyak teman baru di sini. Setelah itu dibagi grup untuk MOS atau disini disebut MOPDB. Setelah kucari sekian lama namakupun tidak ada. Aku sangat bingung. Langsung saja aku protes ke panitia dan aku dimasukkan ke grup terakhir atau grup 9. bukan hanya aku yang tidak dicantumkan namanya akan tetapi ada 2 orang lagi yang tidak ada namanya dan salah satunya adalah temanku. Disini aku sebangku dengan Yusuf lulusan dari SMP 1 pati. MOPDB disini sangatlah melelahkan. Kami diharuskan untuk meminta tanda tangan kepada panitia . padahal hanya sekitar 50an panitia sedangkan peserta MOPDBnya ada 300an orang. Ada sedikit kejadian
Unforgettable life 17

lucu sekaligus memalukan. Sebelum aku mengikuti MOPDB akupun potong rambut di salon. Aku yang jarang sekali potong di salon harus merelakan rambutku dan harus dipotong setengah cm. Betapa malunya aku saat itu. Akupun berusaha sekuat tenaga agar aku rambutku dapat tumbuh kembali. Karena seluruh temanku tidak mendapatkan tandatangan yang sudah ditentukan kamipun dimarahi oleh DPH yang sangat galak. Akan tetapi kami tahu ini hanya merupakan sandiwara yang dibuat Pati. Ada satu lagi kejadian lucu yang aku alami yaitu lambang sekolah yang dijahit di lengan baju OSISku salah jahit. Hasilnya aku menjadi bahan tertawaan seluruh kelas. Aku tergabung ke dalam kelas X.9 yang aku rasa orangnya paling asyik. Di sini aku mendapat banyak sekali teman. Diantaranya Sena, Taufik, Alam, Bimo dan masih banyak lagi. Prestasi pertamake di SMA ini adalah berhasil menjadi rangking 10 dalam mid Semester 1 belum lama ini. Aku harap aku dapat menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya setelah aku bersekolah di SMA ini dan dapat membahagiakan orangtua dan membalas pengorbanan orangtua walau hanya secuil dari pengorbanan mereka. kakak kelas untuk melatih kedewasaan dan kedisiplinan. Dan akhirnya setelah tiga hari melakukan MOS kamipun telah resmi menjadi siswa SMA N 1

Unforgettable life

17

Bab VII:: Penutup

VII.1 kesimpulan Kesimpulan dari autobiografi ini adalah bahwa kehidupan itu tak dapat ditebak dan segala sesuatunya harus kita serahkan kepada Allah SWT karena di yang memberikan hidup dan memberikan takdir kepada kita.

VII.2 saran Setelah membaca autobiografi ini diharapkan pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah saya. Bahwa penyesalan selalu datang di akhir suatu kejadian. Jadi lakukan sesuatu dengan paling baik. Sehingga penyesalan itu tak akan datang.

Unforgettable life

17

Daftar pustaka:: Abahaku Ibuku Kaka-kakakku Foto-foto keluarga Arsip-arsip keluarga

Unforgettable life

17