Anda di halaman 1dari 12

Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmatnya lah kami dapat mennyelesaikan makalah statistic ini. Makalah ini diharapkan dapat membantu pembaca khusus nya kami sendiri dalam mendefenisikan dan menghitung bagian-bagian dari statistic yang nantinya akan dihadapi ketika melakkukan proses pembelajaran dikelas. Kami juga berharap makalah ini juga bermanfaat bagi temanteman dalam menyelesaikan tugas perkuliahannya. Amin. Dan kami juga mengetahui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami mohon maaf kepada pembaca. Terima kasih.

Medan,

Maret 2013

Penulis

Kelompok 2

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pennyajian data dengan cara diagram, tabel, histogram, polygon dan ozaiv dapat dikembangkan menjadi ukuran menempatan maupun ukuran gejala pusat. Ukuran penempatan disebut juga istilah pengukuran letak. Dan ukuran gejala pusat disebut juga dengan ukuran tendnsi sentral. Ukuran dari datan sampel disebut statistic dan ukuran dari populasi disebut parameter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rataan Modus Median Kuartil Desil Presentil Rentang Rentang antar kuartil Simpangan kuartil

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa defenisi secara terminology rataan, modus, median, kuartil, desil, presentil, rentang, rentang kuartil, dan simpangan kuartil. b. Bagaimana cara menghitung tabel distribusi frekuensi. c. Bagaimana cara memnghitung data

BAB II 2.1 Isi

Rataan (Mean)
Rataan (mean) dari suatu data adalah semua jumlah semua nilai datum dengan banyak datum. Rumusnya: Rata-rata untuk data kuantitatif yang terdapat dalam sebuah sampel yang dihitung dengan rumus: X = xi ni Dimana: x (baca x bar atauu x garias) = rata-rata x xi jumlah seluruh nilai xi ni jumlah anggota sampel X adalah rata-rata untuk sampel, (baca mu). jadi x adalah statistic, sedangkan adalah parameter untuk menyatakan rata-rata. Guna rata-rata: dan paling reabel unruk alat penafsiran atau ramalan (prediksi), rata-rata dihitung dengan rumus: X = xi ni Dimana: x = x bar atau x garis atau rata-rata x xi = jumlah data x ni = jumlah anggota sampel Jika x adalah rata-rata untuk smapel, maka adalah rata-rat populasi. Adalah statistic sedangkan adalah parameter untuk menyatakan rata-rata. Jika data nya dalam bentuk distribusi frekuensi, maka rumusnya:

x = fixi/ fi

Contoh soal:

Diketahui data: 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14 Berapa rata-ratanya? Jawab: X = 10 + 3 + 12 + 5 + 7 + 10 + 8 + 14 + 14 + 14 10 = 9.7 Diketahui data: xi 50 55 60 20 Berapa rata-ratanya? Jawab: fi 4 6 3 2 15 fixi 200 330 180 40 750

x = fixi/ fi
= 750/15 = 50

Modus
Nilai yang paling sering muncul. Data tunggal Contoh: Suatu data 3, 4, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 7 Sebab nilai datum 6 paling sering muncul, yaitu sebanyak 3 kali.. Data kelompok

Modus = L + ( d1 d1 + d 2

)c

Dengan L = tepi bawah frekuensi kelas modus d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya, dan c = panjang kelas modus contoh: dari tabel distribusi frekuensi pada tabel berikut, tentukan nilai modusnya. Nilai 55 59 60 64 65 69 70 74 75 79 80 84 Titik Tengah Xi 57 62 67 72 77 82 Frekuensi fi 6 8 16 10 6 4

Jawab: Kelas modusnya 65 69 (karena memiliki frekuensi terbesar, yaitu 16). Tepi bawahnya L = 64.5 dan tepi atasnya U = 69.5 sehingga panjang kelas C = U L = 69.5 64.5 = 5 Selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d1 = 16 8 = 8 dan selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya d2 = 16 10 = 6 Jadi, kelas modusnya adalah: Modus = L + ( d1 ) c d1 + d2 = 64.5 + ( 8 )5 8+6 = 67, 36

Median
Median (yang selanjutnya Me) ialah nilai tengah-tengah dari data yang diobservasi, setelah data tersebut disusun mulai dari urutan yang terkecil sampai yang trbesar atau sebaliknya. Jika jumlah datanya ganjil, maka Me terdapat tepat di tengah-tengah. Contoh sampel dengan data: Data disusun menjadi: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14 sehingga, Me = ( 10 + 10 ) = 10

2 Data yang sudah disusun dalam daftar dustribusi frekuensi. Me dihhitung dengan rumus:

Me= b + p ( n f) f
dimana: b = batas bawah kelas Me yaitu kelas d mana akan terletak p = panjang kelas Me n = ukkuran sampel atau banyak data F = jumlah semua frekuensi sebelum kelas Me F = frekuensi kelas Me

Dari contoh diatas dapat dat sampel 3,5,7,8,10,10,12,14,14,14 ( n=10). Buat dulu daftar frekuensinya. Rentang = data terbesar data terkecil = 14 3 Banyak kelas = 1+ (3,3) log n = 1 + 3.3 log 10 = 1 + 3.3 .1 = 4.3 diambil 4 Kelas interval = p = rentang Banyak kelas

= 11/4 = 2.75 diambil 3 TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI Nilai Data f1 35 2 68 2 9 10 3 12 14 3 Jumlah 10 Setelah dari seluruh data = 5 buah, jadi Me terletak di kelas interval ketiga, karena sampai dengan ini jumlah frekuensi sudah lebih dari 5 buah. Dari kelas Me ini di dapat: b = 11,5 p=3 F=2+2=4 n = 10 sehingga:

Me = 11.5 + 3 ( 5 -4 ) = 11,5 + 0.3 = 11,8. 10 Me merupakan alat deskripsi yang baik untuk distribusi data yang tidak normal. Me sering untuk memperbaiki harga rata-rata yang terdapat dalm sekelompok data yang ekstrim harganya, sehingga kkurang mewakili (representative) sebagai ukuran gejala pusat.

Kuartil
Kuartil adalah jika sekumpulan data dibagi empat bagian sama banyaknya. Setelah data disusun menurut nilai terkecil sampai terbesar. Ada 3 kuartil yaitu: Kuartil pertama = k1, kuartil kedua = K2, kuartil ketiga = k3. Nama diberi kuartil terkecil dan untuk menentukan nilai kuartil sebagai berikut: 1. Susun urutan data dari terkecil sampai terbesar 2. Tetepkan 1 tk kuartil 3. Tetapkan nilai kuartil Letak kuartil digunakan dengan rumus: Letak Ki = data ke i(n+1)/4 Dengan I = 1, 2, 3 Contoh : sengan dengan data: 10, 3, 12, 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14

setelah diurutkan menjadi: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14 Letak K1 = data ke (10 + 1) /4 = data ke-2 3/4 atau 2.75, yaitu antara data ke-2 dengan data ke-3 Nilai K1 = data ke-2 + 1/4 (data ke-2 data ke-3) = 5 + 1/4 (7 5) = 5 + 1/4 . 2 =5 + 1/2 Letak K2 Nilai K2 =data ke- 2 (10 + 1 ) /4 = data ke-5 + 1/4 (data ke-6 data ke-5) = 10 + 1/4 (10-10) = 10

Letak K3 Nilai K3

= 3 (10 + 1) /2 = 8 1/4 , yaitu antara data ke-8 dengan data ke-9 = data ke-8 + 1/4 ( data ke-9 data ke-8) = 14

Desil
Desil ialah jika sekumpulan data dibagi sepuluh bagian sama banyak nya, setelah disusun dari yang terendah sampai yang tertinggi. Perhitungannya analog dngan kuartil atas hanya rumusnya saja yang berbeda dengan: Letak D1 = data ke = I (n+1) /10 Dengan I = 1,2,3, ...9 Contoh: Data sampel yang telah disusun diatas yaitu: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 12, 14, 14, 14 Misalkan kita akan menghitung desil ke-7, maka: Letak D7 = data ke-7 (10 + 1 ) /10 = data ke 7,7 berada diantara data ke-7 dan ke-8 Nilai D7 = data ke-7 + 0,1 ( data ke-8 data ke-7) = 12 + 0,1 (14- 12) = 12,2 untuk data dalam tabel distribusi frekuensi, nilai Didihitung dengan:

Di = b + p ( in/10 f)/f Dengan I = 1, 2, 3, ..9


dimana: b= batas bawah kelas Di p= panjang kelas Di F= jumlah frekuensi sebelum kelas Di F = frekuensi kelas Di Contoh: Diketahui daftar frekuensi seperti tabel distribusi frekunsi sebelumnya. Diminta desil ke-7.

Jawab: b = 8.5 p=3 f=3 F = 2+2 = 4 n = 10 D7 = 8.5 + 3 ( 7.10/3 4) / 3 = 11.5

Persentil
Sekumpulan data yang dibagi 100 bagian yang sama besar setelah data itu disususn dari yang terendah sampai yang tertinggi, sehingga serta menghasilkan 99 pembagi. Cara menghitung persentil sama halnya menghitung rata-rata desil. Perbedaaan nya terletak pada rumusnya yaitu:

Letak Pi = data ke- i(n+1)/100 Dengan I = 1, 2, 3, 99

Jika nilai Pidihiutng dengan tabel distribusi frekuensi, maka rumusnya menjadi:

Di = b + p (in/100 F) /f Dengan I = 1, 2, 3, ..100


Dimana: b = batas bawah kelas pi P = panjang kelas pi F = jumlah frekuensi sebelum kelas pi f = frekuensi kelas pi presentil berguna untuk: a. Membagi distribusi menjadi beberapa kelas yang sama besar frekuensi nya. b. Memisahkan sebagian distribusi dari sisanya

c. Menyusun norma penilaian, dan d. Menormalisasikan distribusi

Rentang
Rentang adalah ukuran varian yang paing sederhana yang dihitung dari data besar dikurang data terkecil. Rumusnya ialah:

Rentang = datumterbesar - datumterkecil Atau R = xtr - xtl


Contoh soal: Carilah rentang untuk data sampel: 3, 5, 7, 8, 10, 12, 14, 14, 14 Jawab: R = 14 3 = 8

Rentang Antar Kuartil


Rentang antar kuartil atau jangkauan antar kuartil didefenisikan sebagai sellisih antatr kuartil ketiga Q3 dengan kuartil pertama Q1. Rentang antar kuartil disebut hamparan ( dilambangkan dengan H), maka H ditentukan oleh:

H = Q3 Q1

Simpangan Kuartil
Simpangan kuartil dari suatu data didefenisikan sebagai setengah kali panjang hamparan. Oleh karena itu, simpangan kuartil disebut juga dengan semi antar kuartil jika simpangan kuartil dilambangkan dengan Qd, maka Qd ditentukan oleh:

Qd = 1/2H ( Q3 Q1)

BAB III KESIMPULAN

Daftar Pustaka
1. Walpeo E. Ronald., Pengantar statistic, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1993. 2. Wirodikromo Sartono., Matematika SMA Kelas XI IPA, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2001.