Anda di halaman 1dari 7

TEKNIK BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR CARA CEPAT MEMPERSINGKAT WAKTU PANEN

Santai saja, sebelum kita masuk kepada teknik budidaya lobster air tawar. Saya akan mengulas sedikit tentang Segmen Pembenihan dan pembesaran lobster air tawar. Pada prinsipnya pembenihan dan pembesaran adalah satu kesatuan yang dapat dibudidayakan karena tujuan akhir dari budidaya lobster air tawar adalah menciptakan lobster air tawar konsumsi. Karena lobster air tawar sangatlah mudah dan tidak harus memiliki keahlian khusus seperti budidaya udang lainnya atau ikan air tawar yang memiliki teknik sedemikian rumit dengan sistem kawin suntik dan pengawasan khusus, memang untuk lobster air tawar ini yang terpenting ada minat untuk mengerjakannnya saja dengan oksigen yang cukup didalam air dan pakan yang cukup tidak berlebihan maka lobster akan tumbuh sempurna dan bongsor. Tidak meyita waktu banyak apabila bapak mempunyai rutinitas aktifitas lain. Seperti bekerja, lobster air tawar dapat dikasih makan pada pagi dan sore hari untuk pembersihan kolam dan pensortiran paska panen dapat dilakukan pada waktu libur. Apa yang dibutuhkan untuk segmen pembeihan dan pembesaran: 1. Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Karna ILC Farm sangat menjaga sekali mendapatkan indukan dengan melakukan selective breeding artinya kami melakukan selective sekali untuk pertumbuhan lobster yang pertumbuhannya paling cepat diantara yang lain dalam satu generasi, itu kami pisahkan antara kelamin jantan dan betina pada ukuran 2 inci agar pada saat menginjak dewasa lobter tersebut tidak kawin dalam usia dini. Apa yang dibutuhkan pada segmen pembenihan adalah induk lobter air tawar yang kami paket dalam ukuran SET. 1 set (5 betina+4jantan) dengan kepadatan tempat pembesaran 50cmX50cm dengan tinggi air mak 30 cm dengan atap tertutup atau bisa memberi atap sebuah paranet untuk tanaman angerek atau Terpal. Untuk kolam perkawainan diusahakan mak 1 set 1m2. karna nantinya kalau kapasitas sedikit sedangkan kolam terlalu besar itu akan mengurangi lobster memilih pasangannya. Karan frekwensi mereka jarang bertemu. Dan untuk medianya pembenihan tidak harus memiliki lahan yang terlalu luas perkawinan indukan cukup mengunakan aquarium atau kolam semen dan pembesaran akanan hingga ukuran 2 inci dapat dilakukan dikolam semen

2. Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, biasanya untuk lobster air tawar yang disajikan di restoran ukuran Per Kg isi 10-12 ekor. Apa yang dibutuhakan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Dan ini harus memiliki lahan agak sedikit besar dan kami sarankan untuk pembesaran harus kolam tanah. Karena kolam tanah memiliki struktur tanah untuk lobster hidup seperti dihabitat aslinya, karana saya sudah meriset membandingkan pembesaran di aquarium, kolam semen, bak fiber, kolam terpal, kolam karper tetapi tetap kolam tanag menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat dari yang lainnya. maksimal 10 ekor per meter. Dan ini harus dipisahkan antara jenis kelamin betina dan jantan agar ketika pembesaran lobster tidak kawin. Dan diusahakan untuk kelamin jantan saja yang dibesarkan karena memang jantan lebih cepat pembesaran dibanding betina. Pembenihan dan pembesaran pada dasarnya menjadi satu kesatuan . awalnya hanya induk lobster air tawar yang dikawinkan dalam kolam semen setelah 2 minggu kolam dikuras semua maka akan ada lobster yang sudah gending telur dipindahkan kedalam kolam atau aquarium untuk masa pengeraman 1 bulan setelah itu lobster dipindahkan ke kolam semen untuk penetasan anakan lobster setelah itu biarkan anakan lobster besar hingga ukuran 2 inci selama 2 bulan setelah itu lobster disortir antara kelamin jantan dan betina siap untuk dibesarkan didalam kolam pembesaran yaitu kolam tanah, dengan masa pembesaran 6 bulan lobster dapat dipanen hingga ukuran 10 -12 ekor per Kg. Cukup sederhana kan, untuk induk lobster ukuran 4 Inci dapat menghasilkan 200 ekor telur dengan tingkat kematian 15%. Semakin besar ukuran lobster dan semakin sering lobster dikawinkan maka lobster tersebut akan semakin banyak menghasilkan telur. TEKNIK BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR PEMBENIHAN MAUPUN PEMBESARAN Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan. Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 310 C. dengan kandungan oksigen terlalut (02) 3-5 ppm, dan PH 6 8,5. sebetulnya ini tidak berpengaruh terlalu besar harus mengikuti patokan diatas. Namun cara yang sangat sederhana misalkan untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan supplayan oksigen terlarut seperti pompa atau aerator gunannya agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tidak terlalu sudah dengan iklim seperti di Indonesia ini. Supplayan oksigen terlalut itu sangat sekali dibutuhkan untuk kelangsungan hidup

lobster. Media persembunyian juga harus ada agar gunanya mengurangi tinggat bertemunya lobster dengan yang lain. Karna lobster memiliki sifat kanibalisme yang tinggi ini bisa kita hindari dengan memberi paduan tempat persembunyian yang banyak seperti batu bata roster, genteng, pipa paralon yang dapat disesuaikan dengan ukuran lobster, paranet angrek atau karung. Dll kami akan menyertakan beberapa gambar bapak agar dapat mengetahui. PAKAN ALA ISLAMIC LOBSTER CENTER (ILC FARM) Untuk anakan yang baru menetas dapat diberikan makan cacing sutra, cacing beku, kutu air beku, pellet yang halus dll. Pada umumnya apapun makan dapat dimakan oleh lobster air tawar karna di habitat asalnya apapun yang ada diperairan akan dimakannya, karna lobster air tawar memang tidak susah seperti jenis perudangan lainnya atau pun perikanan lainnya. Riset dari ILC Farm untuk makanan yang mengandung perotein segar jauh lebih cepat pertumbuhannya di banding sayur-sayuran atau pellet lobster. Cacing termasuk jenis protein segar yang dapat ditemui dan tidak repot untuk mencarinnya dan dari segi harga pun tidak terlalu mahal untuk anakan lobster yang berukuran 5 inci dengan jumlah telur kurang lebih 400 butir dapat dapat menghabiskan sekitar 2 liter cacing sutra dengan harga Rp 10.000. per liter untuk makan perbulan. Dengan waktu 2 3 bulan dapat mengahasilkan bibit ukuran 2 inci Up. Untuk bibit lobster air tawar berukuran 2 inci masuk pembesaran untuk pembesaran lobster konsumsi dengan pembesaran 5 6 bulan pada perinsipnya sama bisa kita berikan apa saja, tapi ILC farm tetap memilih protein segar sebagai menu utama dan pellet lobster auau sayuran sebagai menu selingan. protein segar pun sangat bervareasi mulai dari cacahan ikan sampai empla usus, jeroan dan keong mas. Tetapi keong mas ternya memiliki kandungan protein yang sangat lengkap dan gizi yang banyak dan mudah dicari atau dikembangbiakan. Pembesaran dapat menekan biaya untuk pakan sampai menjadi 0 %. Ini terbukti sangat ampuh. Budidaya apapun biaya paling besar yaitu penyediyaan pakan, kalau biaya pakan bisa ditekan sampai 0 % dana investasi bisa digunakan untuk penunjang lainnya. Tanpa mengurangi dari kelezatan lobster itu sendiri. Suatu proses lobster bisa tumbuh sehat dan bongsor adalah tersedianya air yang cukup, oksigen terlarut yang cukup agar bisa merubah zat-zat makan menjadi daging dan pakan yang berprotein segar. Maka lobster akan tumbuh cepat dan dapat mempersingkat waktu pemanenan.

Peluang Usaha Budidaya Lobster Air Tawar


Udang lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan

dengan komoditas udang lainnya. Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar. Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecegah penangkapan lobster yang berlebihan. Peluang Usaha Budidaya Lobster Air Tawar sangat terbuka dan memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Minat masyarakat untuk mengonsumsi lobster makin meningkat. Permintaan hotel maupun rumah makan untuk menyajikan masakan lobster juga semakin banyak. Hingga saat ini banyak permintaan dari pangusaha kuliner yang belum bisa terpenuhi seratus persen. Apalagi, kebanyakan pengusaha kuliner ataupun hotel-hotel minta dikirimi beberapa kilogram lobster per minggu. Biasanya mereka membutuhkan lobster konsumsi yang setiap satu kilogram berisi sekitar 12 ekor ini. Harga lobster air tawar konsumsi dipasaran berkisar 100 ribu Rupiah per kilogramnya. Tentu harga yang saya tulis ini tidak bisa di jadikan patokan, sebab harga sangat relatif dan tergantung dengan daerah yang ada. Pada umumnya budidaya lobster air tawar dimulai dari pemijahan. Proses pemijahan dilakukan di bak semen. Induk lobster disatukan di dalam bak hingga terjadi perkawinan dan membuahkan telur. Proses pembesaran lobster dilakukan di kolam tanah di tengah sawah. Lobster tumbuh optimal di kolam air tawar dengan ph antara 7 hingga 9, dan suhu antara 23 hingga 30 derajat celsius. Pemeliharan lobster air tawar relatif tidak sulit. Untuk kolam tanah, makanannya tersedia secara alami berupa plankton. Sebagai makanan tambahan diberikan campuran parutan singkong, buah pepaya dan pelet. Pakan tambahan ini ditebarkan ke kolam sekali sehari. Lobster dipanen setelah dipelihara selama enam bulan. Pada usia tiga bulan seperti ini, lobster sudah dapat dikonsumsi, namun dari sisi ukuran belum layak, karena belum memenuhi kriteria permintaan pasar. Lobster jenis penjapit merah dipasarkan di kota-kota di Pulau Jawa. Harganya sekitar 100 ribu rupiah per kilogram. Harga jual lobster di pasaran yang cukup menggiurkan, membuat usaha budidaya ini layak untuk ditekuni karena menjanjikan keuntungan. Permintaan lobster air tawar jenis penjapit merah cukup tinggi dan belum seluruhnya dapat dipenuhi. Setiap minggunya sentra budidaya lobster air tawar ini menerima permintaan sekitar 5 kwintal lobster, namun baru dapat dipenuhi sekitar 1 kwintal saja. Bagi anda yang berminat untuk mengembangkan usaha budidaya lobster air tawar ini tentunya anda harus memperkaya informasi tentang lobster ini. Baik mnelalui buku

panduan, seminar, berbagia media dan yang lebih baik lagi adalah belajar langsung pada pembudidaya udang lobster air tawar ini.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar (LAT)

Sebelum memasuki penjabaran tentang Budidaya Lobster perlu diketahui perilaku Lobster Air Tawar (LAT) yang cukup menarik diamati adalah Aktivitasnya saat perkawinan hingga munculnya juventil. Tahap awal yang dilaksanakan oleh setiap indukan adalah: -Mencari pasangan ( dalam hal ini indukan biasanya sangat kolektif pasangan/penjantan} -Melakukan percumbuan antar pasangan -Melakukan perkawinan -Induk betina mengerami dalam mencari

telur

Cara Pembibitan (Pembenihan) Lobster Air Tawar


Pada tahap pembibitan lobster air tawar, paling tidak terdapat 5 faktor penting yang harus diperhatikan agar proses pembibitan dapat berjalan dengan sukses. Diantara Kelima faktor itu adalah indukan yang anda gunakan, kualitas air yang anda gunakan, temperatur atau suhu air, pakan yang anda berikan, shelter serta pemindahan induk yang sedang bertelur ke media pengeraman. 1. INDUKAN Lobster yang akan digunakan sebagai indukan dalam proses pembenihan lobster air tawar harus sudah melalui tahap seleksi indukan agar kualitas bibit yang dihasilkan pada akhirnya nanti adalah bibit yang benar benar berkualitas baik, dalam artian mempunyai laju pertumbuhan yang cepat dan sehat. Untuk mendapatkan indukan dengan kualitas baik, pembudidaya dapat memperolehnya dari panti induk ataupun mendapatkannya dengan cara

melalui proses pembesaran calon indukan sendiri. 2. KUALITAS AIR Beberapa parameter kimia air yang harus diperhatikan adalah pH, DO, DH, Salinitas, Amoniak, Nitrit dan Nitrat. Monitoring secara rutin dan berkala terhadap masing masing parameter kimia air tersebut sangat penting untuk dilakukan. Kualitas air dapat dipertahankan dengan menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan sistem resirkulasi air atau dengan sistem filterasi air. 3. SUHU AIR Suhu air terbaik untuk tahap pembibitan adalah 24 29 derajat Celcius. Adapun beberapa cara yang dapat ditempuh untuk membuat agar suhu selalu stabil dikisaran angka tersebut adalah dengan cara memilih wadah pemeliharaan yang mempunyai kemampuan untuk mempertahankan suhu, menempatkan wadah pemeliharaan jauh dari sinar matahari atau dengan menggunakan alat bantu berupa heater. 4. PAKAN Pelet udang dengan kandungan protein sebesar 28 30 % dapat digunakan sebagai pakan. Selama periode pembibitan, ukuran pelet yang umum digunakan adalah yang berukuran D 0 D 2. Pemberian pakan secara berlebihan harus dihindari karena sisa pakan dapat memperburuk kualitas air yang pada akhirnya nanti dapat membahayakan kelangsungan hidup lobster. 5. SHELTER Ada banyak benda yang dapat digunakan sebagai shelter pada masa pembibitan ini. Misalnya : rangkaian potongan pipa paralon listrik, keranjang buah, ijuk dan waring. Masing masing mempunyai tingkat keefektifitasan sendiri sendiri. Hal yang harus diperhatikan adalah mengenai jumlah shelternya dikarenakan pada masa ini sifat kanibalisme yang ada pada diri lobster kecil sudah muncul. Pengaturan shelter juga harus diperhatikan agar tidak mejadikan areal wadah pemeliharaan menjadi sumpek dan tidak mengganggu sirkulasi air. 6. PEMINDAHAN INDUK YANG SEDANG BERTELUR Induk betina yang sedang membawa telur biasa memerlukan tempat yang lebih tenang. Ciri ciri induk yang sedang bertelur adalah banyak berdiam diri dan ekornya yang terlipat erat dan rapat karena melindungi telur. Induk yang sedang dalam kondisi seperti ini harus segera dipindahkan ke dalam wadah pemeliharaan khusus pengeraman. Pemindahan harus dilakukan dengan sangat hati hati untuk menghindari rontoknya telur yang diakibatkan oleh berontaknya induk. Pengecekan terhadap ada atau tidaknya induk yang sedang bertelur dilakukan 2 minggu setelah proses pemijahan terjadi.

( PENETASAN ) Siapkan media yang cukup luas serta shelter yang banyak. tali rafia dan waring sangat baik di gunakan. rendam dahulu tali dan waring selama sehari untuk menetralkan efek sampingnya. Masukkan tali rafia dan waring secara acak, tali di letakkan memanjang bolak balik dari ujung ke ujung kolam letakan pemberat seperti batu agar tali tidak mengambang seluruhnya. jangan lupa pasang aerator juga Indukan yang sudah mengeram selama kurang lebih 30 hari, sudah dapat di pindahkan ke media penetasan, caranya sama yaitu pindahkan bersama shelternya. Perkiraan jumlah telur tergantung dari besarnya induk, sekitar 200-300 butir untuk indukan berukuran 4". telur yang sudah menetas akan menjadi anakan/burayak berukuran 4-5 mm. tidak seluruhnya telur akan menetas secara bersamaan setidaknya perlu 3-5 hari lagi agar telur semuanya menetas menjadi burayak. Bila sudah tidak ada lagi telur yang menempel di tubuh induknya, sudah bisa di pindahkan dan di karantina karena pada umumnya indukan tersebut akan moulting. ( PEMBESARAN BENIH )
Pemberian pakan untuk burayak cukup mudah, bisa gunakan pelet yang dihaluskan atau memberikan kuning telur yang sudah di rebus. berikan secara merata untuk optimal berikan sedikit tapi sering setiap hari. perhatikan juga kualitas air, ganti air 50% dan sipon tiap minggu. Setelah 1 bulan lakukan penyortiran ukuran karena semua benih tumbuh tidak merata. tujuan sortir ini agar benih tumbuh merata di setiap ukuran karena persaingan makanan sama. Dibutuhkan waktu antara 70-100 hari untuk mencapai ukuran 5cm, hal yang perlu diingat adalah dalam tiap penetasan ada benih yang pertumbuhannya lambat sekitar 1025% serta tingkat SR /survival rate sekitar 50-80%.