Anda di halaman 1dari 33

Ahad 22 April, 2012

Hadist: Al Hasyr:18 Al Insyiqaq: 7-15

Perbandingan Benda2 Langit

Galaxy Bimasakti

Jumlah Galaxy
Galaksi terdiri dari milyaran bintang-bintang. (Bintang merupakan benda langit seperti halnya matahari. Namun bumi dan bulan bukan

bintang). Terdapat sekitar tiga

trilliun

bintang dalam galaksi yang terbesar. Pada


umumnya setiap galaksi berisi 200 hingga 300 milyar bintang, sementara galaksi kecil memiliki 100 milyar bintang. dan jumlah galaksi ada 300 milyar galaksi di alam semesta ini. materi referensi:sumber harun yahya
www.harunyahya.com/indo/anak/pesonadiangkasa

Waktu dalam kehidupan dan kematian Sebuah Muhasabah Kubro


Alam Azali Alam Rahim Alam Dunia Alam Kubur Kiamat Hari Berbangkit Yaumul Mahsyar 7:171-172

Maut, jodoh, rezeki, bahagia/sengsara


Khilafah, Ibadah, Amal, Ujian (Ladang Akhirat) Nikmat Kubur, Azab kubur Ayat2 Makkiyah

Yaumul Bats
1 hari = 50.000 tahun, 7 golongan, SYAFAAT Muslim:1647/8, Abudaud: 1414/Tirmidzi 2082/Nasai: 2399 Kitab dari kanan, kiri, belakang 19:71, semua orang akan melintasinya Neraka Sorga, 8 pintu

Yaumil Hisab Shirot

Neraka
Sorga

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepada saya Khubaib bin 'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah dibawah naunganNya (pada hari qiyamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya.

7 golongan (Bukhari 1334)

Pemimpin yang adil, Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabnya, Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, Dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, Seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, "aku takut kepada Allah", Seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis".

Empat Perspektif Dimensi


1. Perspektif Dimensi Nilai
2. Perspektif Dimensi Waktu 3.Perspektif Dimensi Ruang dan Materi 4. Perspektif Dimensi Perbandingan Dunia dan Akhirat

Dua rakaat sholat sunat sebelum shubuh lebih baik daripada dunia dan seisinya Ribath (berjaga2 dalam jihad), lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di atasnya (Bukhori: 2678) "Tempat cemeti di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya, sungguh berpagi-pagi atau sore hari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia seisinya. (Bukhori: 5936) Dunia tidak lebih berharga bagi Allah daripada sebelah sayap nyamuk (Tirmidzi 2242) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melewati bangkai kambing busuk yang telah dibuang pemiliknya. Beliau mengatakan: "Menurut kalian, apakah bangkai ini hina bagi pemiliknya?" Mereka menjawab; Ya. Beliau bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya dunia itu lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini bagi pemiliknya. (Darimi 2620)

Perspektif Dimensi Nilai

Perspektif Dimensi Waktu


Satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Setelah itu, barulah ia dapat melihat jalannya keluar, mungkin ke surga dan mungkin pula ke neraka. (Muslim 1647) Malaikat naik dalam satu hari yang kadarnya 50.000 tahun (Al Maarij:3-4)

3. Perspektif Dimensi Ruang


Dalam Tafsir Ibnu Katsir mgn penjelasan Arasy. Perbandingan 7 langit dan bumi dg Kursi, Kursi dg Arasy Tiadalah 7 langit dan apa ada di dalamnya, dan yang ada diantara keduanya dibandingkan dengan Kursiy, maka tidak lain kecuali seperti sebuah mata rantai yang dilemparkan ke padang sahara yang luas. Jika Kursiy dibandingkan dengan Arsy Yang Mulia, maka seperti sebuah mata rantai di padang sahara yang luas. (Hadist).

Perspektif Dimensi Perbandingan Dunia dan Akhirat


Wal akhiratu khairul laka minal ula Wal akhiratu khairu wa abqa Dalam Ibnu Katsir, air yang diminum oleh burung dan air laut yang ada. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang sedikit dibandingkan dengan kehidupan akhirat (13:26)

Surga
Abu Daud 1059= sholat sunat 12 rakaat Idem 145 = wudhu dan membaguskannya Idem 2709 = akhir kalimat Idem 4408 = sayyidul istighfar Tirmidzi 3622= sendal Bilal Idem 2495= minta surga 3 kali Idem 2570 = menempuh jalan u/ cari ilmu NasaI 1331 = Dua perkara yang ringan Idem 2576 = haji mabrur Idem 456 = SHOLAT 5 WAKTU

KITAB ABU DAUD HADIST NO - 4408


Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Tsa'labah Ath Tha`i dari Ibnu Buraidah dari Bapaknya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa ketika

waktu pagi dan sore membaca: ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANII WA ANA ABDUKA WA ANA 'ALAA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU`U BINI'MATIKA WA ABUU`U BI DZANBII FAGHFIRLII INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian-Mu dan aku akan menepati perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, aku mengakui semua nikmat-Mu kepadaku dan dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang bisa mengampuni kecuali Engkau)." Lalu ia meninggal pada hari itu

atau pada malam harinya, maka ia akan masuk ke dalam surga."

KITAB ABU DAUD HADIST NO - 1059

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ulayyah telah menceritakan kepada kami Daud bin Abu Hind telah menceritakan kepadaku An Nu'man bin Salim dari 'Amru bin Aus dari 'Anbasah bin Abu Sufyan dari Ummu Habibah dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dua belas raka'at dalam sehari, maka akan di bangunkan baginya rumah di surga."

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sa'id Al Hamdani telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb Saya mendengar Mu'awiyah bin Shalih menceritakan hadits dari Abu Utsman dari Jubair bin Nufair dari Uqbah bin Amir dia berkata; Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah pelayan terhadap diri kami sendiri, yaitu kami bergantian menggembala unta kami. Ketika giliranku menggembala unta, pada waktu sore saya masukkan ke dalam kandangnya, lalu saya mendapati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah kepada orang banyak. Maka saya mendengar beliau bersabda: "Tiadalah seorang di antara kalian

KITAB ABU DAUD HADIST NO - 145

yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian dia berdiri mengerjakan shalat dua rakaat dan dia menghadapkan hati dan wajahnya, melainkan dia pasti masuk surga."
Maka saya berkata, Bagus! Bagus! Alangkah bagusnya ungkapan ini! Lalu ada seorang laki-laki di depanku berkata, Ungkapan sebelumnya lebih bagus lagi wahai Uqbah. Maka aku memandang kepada orang tersebut, ternyata dia adalah Umar bin Al-Khaththab radliallahu 'anhu. Aku bertanya, Apakah ungkapan itu wahai Abu Hafsah?

Dia menjawab, Sesungguhnya beliau bersabda tadi sebelum engkau datang:

"Tidaklah

seseorang di antara kalian berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian setelah berwudhu dia mengucapkan doa: 'Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wahdahu la syariika lahu, wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu (Aku bersaksi, bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya) ', melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan'.".

Mu'awiyah berkata; Rabi'ah bin Yazid telah menceritakan kepada kami, dari Abu Idris dari 'Uqbah bin Amir telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Isa telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid Al-Muqri dari Haiwah bin Syuraih dari Abu Aqil dari Anak pamannya dari Uqbah bin Amir Al-Juhani dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dengan lafazh semisal tanpa menyebutkan perkara penggembalaan. Dan dia menyebutkan setelah sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: " dan membaguskan wudhunya,

lalu mengangkat pandangannya ke langit, kemudian mengucapkan" dan dia pun


menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits Mu'awiyah

KITAB ABU DAUD HADIST NO - 2709


Telah menceritakan kepada kami Malik bin Abdul Wahid Al Misma'i, telah menceritakan kepada kami Adh Dhahhak bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja'far, telah menceritakan kepadaku Shalih bin Abu 'Arib dari Katsir bin Murrah dari Mu'adz bin Jabal, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) 'LAA ILAAHA ILLALLAAH" maka ia akan masuk surga."

KITAB TIRMIDZI HADIST NO - 2495


Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dar Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa meminta surga kepada Allah

sebanyak tiga kali, surga berkata: Ya Allah, masukkan ia ke surga. Dan barangsiapa meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata: Ya Allah, lindungilah ia dari neraka." Abu Isa berkata: Demikian Yunus bin

Abu Ishaq meriwayatkan hadits ini dari Abu Ishaq dari Buraid bin Maryam dari Anas dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya. Dan diriwayatkan dari Abu Ishaq dari Buraid bin Abu Maryam dari Anas bin Malik secara mauquf juga.

KITAB TIRMIDZI HADIST NO - 2570


Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berjalan di suatu jalan

untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga."
Abu Isa berkata; 'Ini adalah hadits hasan.'

Sungai-sungai Mengalir

KITAB NASA'I HADIST NO - 1331


Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib bin 'Arabi dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad dari 'Atha bin As Saib dari bapaknya dari 'Abdullah bin 'Amru dia berkata; Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Ada dua perkara yang jika dilakukan oleh orang muslim maka ia masuk surga. Kedua perkara tersebut ringan, namun jarang yang mengamalkannya." Abdullah bin 'Amru melanjutkan, "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda lagi:

'Shalat lima waktu lalu setiap selesai shalat bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, dan bertakbir sepuluh kali. Semua hal

tersebut bernilai seratus lima puluh di lisan dan seribu lima ratus di mizan (timbangan amal di akhirat).

Aku melihat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menghitung dzikir dengan jari-jarinya, lalu bersabda: 'Jika

kalian hendak menuju kasur atau tempat tidur, hendaklah bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, serta bertakbir tiga puluh empat kali, maka hal itu bernilai seratus kali di lisan dan seribu di mizan." Abdullah bin Amru melanjutkan lagi, "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: 'Siapakah diantara kalian yang berbuat dua ribu lima ratus kejelekan setiap siang dan malam hari? ' Lalu beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam ditanya, 'Wahai Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, bagaimana kami tidak menghitungnya? ' Beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab: 'Syetan mendatangi kalian yang sedang shalat sambil membisikkan, "Ingatlah ini dan ingatlah itu". Syetan juga datang ketika tidurnya dan membiusnya."

KITAB NASA'I HADIST NO - 2576


Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin Manshur, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah, ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Suhail dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Haji mabrur tidak mendatangkan pahala kecuali Surga." Persis seperti itu,
hanya saja beliau bersabda: "Menghapuskan dosa diantara keduanya."

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Shalih telah bercerita kepada kami Fulaih dari Hilal bin 'Ali dari 'Atha' bin asar dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada

Bukhari 2581 Surga 100 tingkat untuk mujahidin

Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan".

Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami sampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?" Beliau
bersabda: "Sesungguhnya di surga itu

ada seratus

derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian
minta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa diatas firdaus itu adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga". Berkata
Muhammad bin Fulaih dari bapaknya: "Diatasnya adalah singgasanannya Allah Yang Maha Pemurah."

Bukhori 6006 Neraka Dikelilingi Syahwat


Telah menceritakan kepada kami Ismail mengatakan, telah menceritakan kepadaku Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Neraka

dikelilingi dengan syahwat (hal-hal yang menyenangkan nafsu), sedang Surga dikelilingi hal-hal yang tidak disenangi (nafsu)."

Abu Daud 443


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Jahdlam telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Umarah bin Ghaziyyah dari Habib bin Abdurrahman bin Isaf dari Hafsh bin Ashim bin Umar dari Ayahnya dari Kakeknya, Umar bin Al-Khaththab radliallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Apabila muadzin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengucapkan juga Allahu Akbar, Allahu Akbar, kemudian apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah, maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu alla ilaha illallah. Kemudian Apabila muadzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Kemudian Apabila muadzin mengucapkan hayya 'alashshalah, maka hendaklah dia mengucapkan la haula wala quwwata illa billah.

Kemudian Apabila muadzin mengucapkan hayya 'alal falah, maka hendaklah dia mengatakan la haula wala quwwata illa billah. Kemudian Apabila muadizn mengucapkan Allahu akbar Allahu akbar, maka hendaklah dia mengucapkan Allahu Akbar Allahu akbar. Kemudian apabila muadizn mengucapkan la ilaha illallah, maka hendaklah dia mengucapkan la ilaha illallah dari dalam hatinya, niscaya dia akan masuk surga."