Anda di halaman 1dari 32

Tangki Dan Penyimpan

KELOMPOK 2
1. DEDI MEIER SILABAN 2. DWI YUNI ERNAWATI 3. PAUL DESTIN PURBA 4. WAHYU HIDAYAT

DEFENISI TANGKI

Bagian dasar bagi banyak peralatan proses sebagai tempat penyimpanan fluida dengan berbagai modifikasi yang diperlukan untuk memungkinkannya berfungsi seperti yang diinginkan.

Pemilihan Tipe / Bentuk Tangki


Faktor terpenting yang sesuai yang mempengaruhi pemilihan ini adalah: 1. Fungsi tangki 2. Sifat alamiah dari fluida yang akan digunakan 3. Suhu dan tekanan operasi 4. Volume yang dibutuhkan atau kapasitas untuk proses yang akan digunakan

Open Tangki

Tangki silindris dengan Flat Bottoms

Tangki bedasarkan Geometri

Tangki Silindris dengan atap datar dan dasar tutup rapat

Tangki Spherical

Open tank biasanya digunakan sebagai Tangki pengendap, dekanter, reaktor,reservoir, dll.

Range diameter dari 100-200 ft

Umummnya terbuat dari Baja

Beberapa Tangki dilapisi dengan rubber, kaca, atau plastic

1.Terjadi deformasi berlebihan 2.Instabilitas Elastis 3. Instabilitas Plastis 4. Brittle rupture 5. Creep 6. Korosi

plastis

yang

Ekonomis karena beroperasi pada tekanan atmosferik

Pada kasus yang menggunakan umpan yang dipengaruhi oleh gravitasi, dan dengan dasar yang datar yang dilengkapi dengan saluran udara atau lubang angin

Untuk Perangan yang lebih kuat berdasarkan tekanan uap fluida

Diameter 12 ft dan panjangnya 200 ft

Digunakan untuk berbagai jenis atap

Contoh bentuk Tangki silindris dengan alas dan tutup yang rapat

Tangki SPHERICAL

Untuk volume besar dan tekananan biasa dalam bentuk lingkaran

Range kapasitas berkisar antara 1000-25000 bbl

Contoh peralatan untuk penyimpanan liquid dan gas dalam kuantitas yang besar

Tentukan fungsi bejana Hitung kapasitas tangki VLiquid (VL) = (F/) x Lama Penyimpanan Vtangki (Vt) = (100% + 20%) x VL Tentukan Diameter dan Tinggi tangki (Dari Appendix E Brownell & Young) Hitung tinggi liquid = Vl/A Tentukan Poperasi, Pdesain, efisiensi sambungan, Tentukan ts = (PR/(f.E-0,6)) + C Tentukan Pmax

Tipe-tipe tutup bejana


Tutup bejana ini tebagi menjadi 6 bentuk yaitu: a. Bejana Bola (Hemispherical)

Tutup bejana yang setengah bola ini biasanya digunakan pada tekan tinggi.

Th = PR/(2SE-0,2P)

Bejana Ellips Piring (Ellipsoidal)

Head tipe ini digunakan pada bejana yang beroperasi pada tekanan > 200 sampai 400 psig. th = PD/(2SE-0,2P) Tutup bejana Ellipsoidal yang standar dihasilkan dengan suatu perbandingan poros utama dan kecil sebesar 2:1. Cara perancangan tutup tipe Ellipsoidal adalah sebagai berikut :

Torispherical Head

Suatu bentuk torispherical, yang mana sering digunakan sebagai penutup akhir dari bejana silindris, dibentuk dari bagian dari suatu torus dan bagian dari suatu lapisan. Bentuknya mendekati dari suatu bentuk lonjong tetapi adalah lebih murah dan lebih mudah untuk membuatnya.
Keterangan : * (on demand) d = inside diameter D = outside diameter S = thickness R = dishing radius r = knuckle radius h = straight flange H = total depth

Th=0,885PL/(2SE-0,2P)

Bejana Piring Standar (Flanged Standart Dished & Flanged Shallow Dished Heads)

Tutup jenis ini umunya digunakan untuk bejana horizontal yang menyimpan cairan yang mudah menguap (volatile), seperti: nafta, bensin, alkohol dan lain-lain. Sedangkan pada bejana silinder tegak biasanya digunakan

Bejana Konis (Conical Head)


Tutup bejana konis biasanya digunakan sebagai penutup atas pada tangki silinder tegak dengan alas flat bottom yang beroperasi pada tekan atmosperik. Disamping itu juga digunakan sebagai tutup bawah pada alat-alat proses seperti: evaporator, spray dryer, crystallizer, bin, hopper, tangki pemisah dan lain-lain

Soal
Rancanglah sebuah bejana untuk penyimpanan asam asetat. Waktu penyimpanan asam asetat selama 7 hari. Laju alir massa bahan baku tersebut adalah 260 kg/jam. Direncanakan bejana ini beroperasi pada suhu 25 C dan tekanan 1 atm.

Penyeselaian
Pertimbangan dalam menentukan jenis bejana : 1. Fungsi menyimpan bahan baku 2. Cair,berbahaya,beracun dan mudah menyala 3. Suhu kamar dan tekanan atmospheric

Berdasarkan pertimbangan diatas maka bejana yang paling cocok digunakan adalah Bejana silinder tegak dengan tutup atas bentuk Conical dan tutup bawah flat.Bahan konstruksi yang cocok untuk penyimpanan Asam Asetat adalah Carbon Steel SA-285 Grade A.Karena asam asetat bersifat korosif danmudah terbakar.

Data perhitungan Tekanan = 1 atm = 14,7 psi Suhu penyimpanan = 25 C = 298,15 K Lama persediaan = 7 hari = 168 jam Laju alir massa F = 260000 gram/jam = 260 kg/jam Densitas asam asetat = 1.045 gram/cm3 = 1045 kg/m3 = 0.0712 kg/in3

Kapasitas bejana
VL = x lama penyimpanan VL = x 168 jam

dimana VL = Volume cairan F = laju alir massa = massa jenis asam asetat

= 41,79904306 m3 = 1476,12 ft3

Laju alir bahan = 260 kg/jam = 43680 kg/7 hari

Kapasitas bejana untuk 7 hari

=
= 41,79904306 m3 = 262,980 bbl Kapasitas bejana untuk 7 hari dengan factor keamanan 20 % adalah = 1,2 * 262,908 bbl = 315,49 bbl Dari appendix E (Brownwll and Young,1959) Kapasitas tangki = 380 bbl Diameter (D) = 15 ft = 180 in = 4,572 m Tinggi tangki (H) = 12 ft = 144 in = 3,6576 m Jumlah course =2

Tebal Shell Spesifikasi bahan yang digunakan (Brownell & Young,1959) Jenis plate = Carbon Steel SA-285 Grade A Tegangan yang diizinkan (f) = 11250 lb/in2 Jenis sambungan = doubled-walded balt-join Efisiensi sambungan = 80 % Factor korosi = 0,125 in

Perhitungan tekanan P = Ph + Pop Pop = 1 atm = 14,7 psi g = 32,174 ft/s2 gc = 32,174 lbm.ft/lbf.s2 hl = 8,35737107 ft 3,14 2 ^2

Ph = x

x hl x 8,35737107 ft

= 65,2371 lb/ft3 x

= 545,2104832 lbf/ft2 = 3,78618 psi

P total

= Ph + Pop = 3,78618 psia + 14,7 psi = 18,48618391 psi P desain dengan factor keamanan 20 % . . + 0,6

= 1,2 x P total = 1.2 x 18,48618391 psi = 22,18342069 psi

P max =

dimana f = tegangan yang diizinkan E = efesiensi sambungan Ts = tebal shell ri = jari-jari tangki 11250 2 0,8 0,347162771 Pmax = 90 + (0,6 0,347162771 = 34,92457339 psi

Ts = +C 0,6 dimana ts = tebal shell P = tekanan desain dengan factor keamanan r = jari-jari tangki S = tegangan yang diizikan E = efisiensi sambungan C = factor korosi 22,18342069 90 Ts = (11250 2 0,8 0,6 22,18342069 )

+ 0,125 in

= 0,347162771 in = 0,02893 ft
Tebal shell dengan factor keamanan 20 % = 1,2 x 0,347162771 in = 0,416595325 in

Tebal head Besarnya sudut pada roof dapat dicari dari persamaan Sin = 430

Dimana t = tebal cone standar 1,25 in


Sin 180 = 430 1,25

Sin = 0,334883734 = 19,565 jenis head yang digunakan adalah jenis conical head dengan kemiringan cone = 19,565 th = 2 cos ( 0,6 ) + C
=
22,18342069 180

2 19,565 ( 11250 2 0,8 0,6 22,18342069)

+ 0,125

= 0,419185421 in Tebal head dengan factor keamanan 20 % = 1,2 x 0,419185421 in = 0,503022505 in

Tinggi head OD = ID + 2 x ts = 140 in + 2 x 0,347162771 in = 180,6943327 in OA = (OD/2) x tan = (180,6943327 in/2) x tan 19,565 = 32,10900454 in Tinggi tangki keseluruhan = OA + diameter tangki + tebal shell = 32,10900454 in + 180 in + 0,347162771 in = 176,4757051 in Tutup bawah tangki Karena bagian bawah tangki berbentuk flat/ datar, maka tebal tutup bawah disamakan dengan dengan tebal shell atau bejana = 0,347162771 in = 0,02893 ft = 0,00882 m

E
F

C D

Keterangan : A : Tebal shell B : Diameter Bejana C : Tinggi Bejana D : Diameter Tutup Atas E : Tinggi Tutup Atas F : Tebal Tutup Atas G : Tebal Tutup Bawah H : Diameter Tutup Bawah

= 0,347162771 in = 180 in = 144 in = 180,6943327 in = 32,10900454 in = 0,419185421 in = 0,347162771 in = 180 in

TERIMA KASIH