Anda di halaman 1dari 2

Ada seorang Badui datang kepada Nabi Muhammad, lalu berkata, Wahai Muhammad!

Orang itu tidak mengatakan wahai Rasulullah. Padahal, Allah swt berfirman, Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian (yang lain). (An-Nur:63). Jadi, seharusnya orang itu katakan: Wahai Rasulullah, Wahai Nabi Allah, bukan mengatakan wahai muhammad. Tetapi Nabi Muhammad saw tetap sabar dan mendiamkan hal itu. Orang itu berkata, Berikan aku sebagian harta Allah yang ada padamu; bukan dari hartamu, bukan pula dari ayahmu! Lalu para sahabat berdiri ingin menghajarnya. Tetapi Nabi Muhammad saw menenangkan para sahabat, menggandeng orang itu, dan membawanya pergi menuju rumah beliau saw. Lalu beliau memberikannya kismis, kurma, dan pakaian. Nabi bersabda,Apakah aku telah berbuat baik kepadamu? Orang itu menjawab,Ya. Semoga Allah membalasmu berupa keluarga dan sanak saudara dengan balasan terbaik. Nabi Muhammad saw bersabda,Ketika kamu keluar menemui sahabat-sahabatku, ucapkan perkataan tadi. Karena mereka masih marah kepadamu.Lalu ketika orang itu diminta keluar di depan para sahabat, Nabi Muhammad saw bersabda,Wahai orang Badui, apakah aku telah berbuat baik kepadamu? Orang itu menjawab,Ya. Semoga Allah membalasmu berupa keluarga dan sanak saudara dengan balasan terbaik. Maka Nabi Muhammad saw tersenyum dan bersabda kepada para sahabat, Tahukah kalian bagaimana perumpamaanku, perumpaan kalian, dan perumpamaan orang ini? Para sahabat ra menjawab,Kami tidak tahu, wahai Rasulullah. Nabi Muhammad saw bersabda,Perumpamaan kita seperti orang yang memiliki binatang ternak yang lepas darinya-binatang ternak itu bisa berupa bighal (hasil perkawinan antara kuda dan kedelai), kuda, atau unta. Lalu orang-orang mengejarnya. Mereka hanya membuat binatang itu tambah lari. Maka si empunya berkata,Biarkan aku yang mengurusinya! Kemudian orang itu mengambil sedikit

rumput dan dedaunan, lalu memberi isyarat kepada binatangnya. Maka binatang itu pun datang, sehingga orang itu bisa memegangnya. Jadi, kalau kubiarkan kalian dan orang Badui ini, kemudian kalian memukulnya, kemudian dia menjadi kafir (tidak beriman) tentu dia masuk neraka. Tahukah Anda apa yang dilakukan orang Badui itu setelah peristiwa ini? Setibanya di kampung halamannya, ia mendakwahi kaumnya. Mereka termasuk kabilah Arab. Dia katakan, Wahai kaumku, masuklah Islam! Karena sesungguhnya Muhammad memberi seperti pemberian orang yang tidak takut fakir. Lalu, berbondong-bondong mereka memeluk Islam. Seorang penyair mengatakan: Padang pasir yang tandus membawa harapan, dia menemuimu dengan tepukan tangan nan riuh. Sanak saudara muncul semuanya, mereka terkagum dengan jiwa besar yang tak ada tandingannya.

Dikutip dari buku berjudul Selagi Masih Muda, Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna karangan Dr.Aidh Al-Qarni, M.A.