Anda di halaman 1dari 25

ASKEP BAYI Ny. K DI RS.

CITRA SIDOARJO

DENGAN BBLSR RUANG N1C11 MEDIKA

OLEH : SRI UTAMI 922802

RS. CITRA MEDIKA SIDOARJO 2011

BAB I PENDAHULUAN
I.

Definisi / Pengertian BBLSR (Bayi Berat Lahir Sangat Rendah) adalah bayi yang lahir dengan berat badang kurang dari 1500 gr

II.

Penyebab BBLSR
Persalinan kurang bulan/premature

Bayi lahir dengan usia kehamilan 28 36 kg yang disebabkan oleh gangguan selama kehamilan

Lepasnya plasenta lebih cepat dari waktunya Adanya rangsangan yang memudahkan terjadinya kontraksi uterus sebelum cukup bulan

Bayi kecil masa kehamilan

Adanya hambatan pertumbuhan saat dalam kandungan Kurangnya gizi ibu yang mengakibatkan kurangnya oksigen dan nutrisi secara kronik dalam waktu yang lama untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

III. Faktor Predisposisi Faktor Ibu

: Usia, penyakit selama kehamilan, malnutrisi, trauma, kelelahan, diinginkan. merokok, kehamilan yang tidak

Faktor Placenta Faktor Janin

: Solosio plasenta, placenta previa : Kehamilan ganda, cacat bawaan, infeksi

IV. Tanda dan Gejala

BB kurang dari 1500 gr Panjang badan 45 cm, lingkar kepala 33 cm Batas dahi dan rambut kepala tidak jelas Lanugo masih banyak Jaringan lemak subkutan tipis + kurang Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya Kulit mengkilap, telapak kaki halus Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif Vernik kasiosa tidak ada atau sedikit Fungsi saraf yang belum matang

V.

Patofisiologi Terjadinya BBLR / BBLSR dapat dipengaruhi faktor ibu, faktor janin, faktor placenta dan faktor lingkungan Sehingga dapat meyebabkan syndrome aspirasi meconium yaitu bayi bisa mengalami asfiksi intra uterin, janin gasping dalam uterus, cairan amnion bercampur dengan meconium masuk dan lengket di paru janin

Maka janin dapat beresiko gangguan pertukaran gas dan resiko tidak efektifnya jalan nafas

Dapat terjadi juga imaturitas hepar gangguan transportasi albumin Defisiensi albumin gangguan pengambilan bilirubin.

Hi perbilirubin Kerniksict, Bil indirect 20 mg/dl Bayi tampak kurus, kulit longar dan kering jeringan di bawah kulit tipis. Persediaan glikogen berkuran.
1. Resiko perubahan suhu tubuh 2. Resiko gangguan integritas kulit

letargi,

ujung

leher

kaku,

kemampuan hisap menurun

VI. Komplikasi Pada Bayi BBLR / BBLSR

Hipotermi Hipoglikemia Ikterus / hiperbilirubin Masalah nutrisi Sepsis MAS (Syndroma Aspirasi Meconium)

BAB II ASKEP Pada Bayi Ny K Dengan BBLSR I. PENGKAJIAN DATA


a. Biodata

Nama Umur Alamat Nama Ibu Umur Agama Alamat Nama Ayah Umur Agama Alamat

: Bayi Ny Karsining : 1 hari : Desa Sumberploso-Sembung, Wringin Anom Gresik : Ny Karsining : 30 tahun : Islam : Desa Sumberploso-Sembung, Wringin Anom Gresik : Tn Mustajab : 35 tahun : Islam : Desa Sumberploso-Sembung, Wringin Anom Gresik

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jenis Kelamin : Perempuan

Jenis Kelamin : Laki-laki

b. Riwayat Prenatal

Ibu bayi control rutin ke bidan desa, ibu mengatakan kadangkadang malas minum vitamin. Makan agak males. Tapi suka ngemil makanan ringan. Minum susu hamil jarang.. c. Riwayat Natal Bayi lahir spontan B dengan usiakehamilan 31 32 Minggu jenis kelamin laki-laki. BBL 1200 gr, panjang badan 39 cm, lk 25 cm, A5 : 8 9. Ketuban jernih, waktu lahir bayi langsung nangis spontan. Bayi

lahir tanggal 31 1 2011 jam 22 : 20 WIB di tolong oleh bidan KIA RS Citra Medika. Ibu bayi mengatakan tidak habis melakukan aktifitas yang berat. Tiba-tiba ketuban pecah dan kenceng-kenceng mulai jam 20.00 WIB sewaktu ibu bayi mengikuti pengajian. Kemudian keluarga memanggil bidan setempat oleh bidan dilakukan VT pembukaan 2 langsung dirujuk ke RS. Citra Medika. Sampai di UGD langsung dibawa ke ruang bersalin dan oleh bidan langsung dilakukan pemeriksaan USG dan tidak dilakukan VT. Tiba-tiba ibu dipanggil mengejan kemudian oleh bidan bayi sudah lahir spontan.
d. Riwayat post natal

Bayi lahir langsung dilakukan resusitasi dan langsung dimasukkan ke box lampir. Bayi nangis spontan. BBL 1200 gr. PB 39 cm. lk 25 cm dan dipindah ke ruang perawatan Kia. Pasang 02 natal 1 lpm Tidak ada kelainan kongenetal, anus ada Cek GDA 73 mg /dl Fj 130 kpm. RR 56 kpm 5.36 8oC Keluarga Acc untuk dikonsultasikan ke Dr SPA Rgl 1 februari 2011 jam 10.00 WIB advise Dr. SPA bayi dipindah ke R. intermediet keluarga ACC.

e. Riwayat penyakit ibu

Selama hamil ibu pernah sakit batuk pilek biasa. Ibu tidak pernah cek lab ibu bayi tidak ada hipertensi. II. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan umum : cukup gerak <aktif . tonus otot lemas b. Tanda-tanda vital

5.352Oc. fj 76 40 RR. 38O KPM. SPo 2 11% - 93 % apnoe

c. Kepala

LK 25 cm. Caput . ubun-ubun cembung


d. Mata

Tidak leterus. Mata kanan berair. Konjungtiva merah.


e. Hidung

Normal, secret tidak ada, tidak ada PCH


f.

Bibir /mulut Cyanonis , terpasang OGT. No. 3,5

g. Telinga normal tulang rawan dan daun telinga masih lembek h. Dada

Pergerakan dada simetris, retraksi dada , Rh -/- wz -/- sesak


i.

Perut Tidak kembung dan tidak distenderi, BU lemah, telpus masih basah tanda-tanda infeksi tidak ada, muntah 3 kali, sisa pas ret

j.

Genetalia Testis sudah turun, bentuk penis normal, bak +BAB

k. Extrimitas

Gerak aktif, akral dindin, tidak ada ondema, tidak ada kelainan

l.

Kulit Lanugo , cyanosis sel tubuh , tidak ?????

m. Reflek

Telan . hisap lemah, rooting

III.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium tanggal 3 februari 2011

Dl. HB Leko Tromb Eri Pcv

: 15,5 : 4.300 : 237.000 : 4,35 : 49

Bil Direk indirek tot GDA Gol darah

: 1,3 :68 :81 : 83 mg /dl : A Rh

IV.

Kolaborasi Dengan Tim Medis (Dr. SPA)


Tanggal 1 Februari 2011 advise Dr. SPA : Inf. D10 % 3TPM Inj Ranitidin 3X 1.5 mg Minum /OGT 12 X 2 cc Tali pusat dengan betadin thermorequlasi 02 nasal 1 2 lpm Tanggal 2 februari 2011

BBS = 1.200 gr

Advise :
Thermorequlasi Injeksi Ranitidin 3X 1.5 mg Infuse DIO Or 18 3TPM Diet ASI /PASI 12 x 2.5 cc BSK Cek DL

Tanggal 3 maret 2011


Advise : TX dilanjutkan Urdafark 2X 5 mg Balance cairan / 24 jam 8,5oC Diet ASI /PASI 12 x 3 cc

BBS : 1.100 gr

V.

Diagnosa Keperawatan
1. Resiko terjadi hipotermi b/d lapisan lemak subloton yang tipis 2. Ketidak efektifan pola nafas b/d imataritas organ pernafasan 3. Resiko gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang b/d metabolism

tubuh yang tinggi


4. Resiko infeksi b/d lemahnya sistem kekebalan tubuh bayi

BAB III ASKEP Pada Bayi Ny. K Dengan BBLSR

Rencana Keperawatan

(Dx keperawatan) Tanggal 01 Februari 2011 jam 10.30 WIB (hari I)


(1). Resiko terjadinya hipotermi b/d lapisan lemak sub lotan yang tipis. Tujuan : agar suhu tubuh bayi normal (365oC 375oC) Kriteria :

Akral hangat Suhu tubuh normal RR 40 60 KPM Fj 120 140 KPM

Subyek : Obyek : bayi akral dingin 5.352oC cyanonis ujung kuku hingga

terjadi cya central fj 121 140 KPM, RR 38 KPM


Planing : a. Kendalikan termoregulasi b. Jangan sering buka tutup jendela dan pintu incubator c. Kolaborasi dengan medis (Dr. SPA) Implementasi

Jam 10.30

Merawat bayi dalam incubator dengan suhu yang sesuai 5.incub 34oC

Melakukan pengukuran suhu tub tiap - 1 jam Menjaga kestabilan ruangan dengan suhu ruangan 24 26oC Obs TTV

Pasang topi, jaga pakaian bayi tetap kering, pasang sarung ta-ki Jam 11.00

Segera ganti popok bila bayi BAK + BAB KIE ortu tentang prosedur perawatan bayi bila terjadi hipotermi Jam 10.30

Kolaborasi dengan tim medis (Dr. SPA) Advise :


Thermorequlasi Pasang inf Dio % 3TPM Diet ASI /PASI 12x 2 cc 1 OGT Injeksi ranitidine 3x 1.5 mg Talpus dengan betadin

Evaluasi

Jam 11.00 12.00


Akral sudah hangat 5 tubuh 36oC TTV : Fj 121 kpm RR 38 kpm spo 2 86 95% Suhu incub di pertahankan 34 oC Warna kulit kemerahan Sudah tidak cyanosis lagi OGT sudah terpasang No 3.5 Ret 0.5 cc Jam 14.00

Terpasang inf DIO % jln 3tpm dengan infuse pump

Memberikan inj gastridin 1.5 mg iv pilan sudah dimasukan Memberikan pasi `1 OGT 2 cc Ret Masalh teratasi sebagian Jam 15.00 Rencana perawatan dan advise dokter dilanjutkan

(2). Ketidak efektifan pola nafas b/d imaturitas organ pernafasan Tujuan : jalan nafas efektif Kriteria hasil :

Jalan nafas efektif Frekuensi pernafasan 40 60 kpm Tidak cyanosis Suara nafaas dan irama normal Tidak ada PCH Tidak ada retraksi dada

Subyek : Obyek : bayi cyanosis ujung kuku central. Fj 76 kpm. Spo 2 11%

bayi apnoe , sesak , PCH , retraksi dada Rh -/- wz -/ Planning : a. Bebaskan /bersihkan jalan nafas b. Kolaborasi dengan tim medis (Dr. SPA) Implementasi

jam 10.30

Memberikan posisi kepala extensi

Melakukan slem sekitar mulut dan hidung bayi Melepaskan baju dan bedong bayi Memasang 02 nasal 2 lpm Observasi TTV dan observasi warna kulit Merangsang tektil saat bayi apnoe Berkolaborasi dengan tim medis advise terlampir

Evaluasi

Jam 11.00

Bayi sudah tidak cyanonis lagi (w kulit tampak kemerahan) Jam 11.10

Bayi bisa nangis & nafas spontan lagi Sesak berkurang TTV : 5.36 oC Fj 121 spo2 86 95 % RR 48 kpm Gerak mulai ada Jam 12.00

O2 masih terpasang 2 lpm (nasal) Kepala masih posisi extensi VS : Fj 135 spo2 93 % RR 52 kpm Jam 14.00

VS Fj 142 kpm spo2 95 % RR 49 kpm Tidak cyanosis Posisi kepala masih extensi O2 nasal masih terpasang 2 lpm

Masalah teratasi sebagian Jam 15.00

Rencana keperawatan dan advise dokter dilanjutkan

(3). Resiko kurangnya kebutuhan nutrisi b/d metabolism tubuh yang

tinggi
Tujuan : kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi Kriteria hasil :

Turgur kulit tidak lembek Bayi tidak lemah OGT Ret Tidak terjadi muntah /gomoh Daya hisap kuat

Subyek : Obyek : turgur kulit lembek, kepala lemah, muntah 3x DH tidak

kuat.
Planning : a. Memberikan diet ASI /PASI tiap 2 jam sesuai advise dokter b. Memberikan TX parenteral sesuai dengan advise dokter.

(pasang infuse)
c. Kolaborasi dengan Dr. SPA Implementasi

Jam 14.00

Memberikan mi pasi 1 OGT 2 cc Ret

Memasang infuse DIO % Jl 3 TPM Via infuse pump Mengobservasi muntah dan Ret OGT bayi Memberikan inj ranitidine 1,5 mg IV pelan sudah masuk Jam 16.00

Memberikan pasi 1 OGT 2 cc Ret 0,5 cc sisa pagi Masih terpasang infuse DIO % 3TPM Bayi sudah tidak muntah lagin Bayi masih terpasang OGT dengan memberikan pasi tiap 2 jam 2 cc

Maslah teratasi sebagian Jam 18.00 rencana perawatan dan tindakan dilanjutkan.

(DX KEPERAWATAN)

Tanggal 02 Februari 2011 (hari ke II)


1) Resiko terjadi hipotermi b/d lapisan lemak sub cuton yang tipis Tujuan : agar suhu tubuh bayi normal/stabil Kriteria hasil :

Akral hangat Suhu tubuh stabil (36,5oC 37,5oC) VS stabil

Subyek : Obyek : akral sudah hangat, 5.36oC 371 oC, tidak ada cyanosis kuku

lagi. Fj 143 kpm RR 29 - -60 kpm, SPO2 88 - -98%


Planning :

Kendalikan thermorequlasi Jangan sering buka tutup pintu incubator Tetap berkolaborasi dengan Dr.SPA

Implementasi

Jam 07.00

Bayi tetap dimasukkan dalam incubator dengan 5.34oC Mengukur suhu tubuh 1 2 jam Mempertahankan suhu ruangan 24 26oC Jam 08.00

OBS TTV tiap 1 2 jam 5.3660C Fj 142 kpm RR 42 spo2 90% Jam 09.00

Mengganti popok bayi, bayi BAK 20 cc Jam 11.00 5.3690C, akral hangat

Segera menutup kembali pintu incubator setelah melakukan tindakan Jam 14.00 5.3680C Fj 153 kpm RR 38 kpm spo2 89%

Kolaborasi dengan Dr.SPA Advise :


Rawat di incubator Inj ranitidine 3x1,5 mg Infuse DIO 0,18 3tpm ASI /PASI 12 x2,5 cc BSK cek lab DL + BIL

Evaluasi

Akral sudah hangat Suhu tub stabil 368 3690C VS stabil : Fj 142 153 kpm RR 38 42 kpm spo2 89 90% Bayi tetap di incubator dengan suhu incub 340C Suhu ruangan masih 240c 260C Maslah, teratasi sebagian

Rencana perawatan dan tindakan di pertahankan,

2) Ketidakefektifan pada nafas b/d imaturitas organ pernafasan Tujuan : jalan nafas tetap efektif Kriteria hasil :

Jalan nafas efektif Frekuensi pernafasan 40 60 kpm Tidak cyanosis Tidak ada PCH & retreksi dada

Subyek : Obyek : sesak cyo , Rh -/- wz -/- 02 masih terpasang nasal 2 LPM,

PCH , Retraksi

Planning :

Bersihkan dan awasi pola nafas Kolaborasi dengan tim medis (Dr.SPA)

Pertahankan oxygenasi

Implementasi :

Jam 08.00

Obs VS : RR 42 SPO2 90% Fj : 142. 5.3680c Melihat dan membersihkan hidung dari secret O2 coba diturunkan 1 LPM Mempertahankan posisi kepala tetap extensi Jam 10.00

Obs VS : RR 35 KPM Fj. 128 SPO2 91% Melakukan observasi bayi tidak cyanosis Jam 12.00 RR 52 KPM SPO2 96% Fj 130 KPM Jam 14.00 5.368 Fj 153 RR 38 SPO2 89%

Evaluasi

Bayi tidak cyanosis lagi Jalan nafas bersih Rh -/- wz -/- PCH Retraksi dada Sesak tidak lagi Bayi masih terpasang O2 nasal 1 LPM VS : 5.360C Fj 128 153 KPM RR 38 52 KPM SPO2 89 96% Posisi bayi masih extensi Masalah teratasi

Rencana dan tindakan perawatan di pertahankan.

3) Resiko kurangnya kebutuhan nutrisi b/d metabolism tubuh yang

tinggi
Tujuan : kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi Kriteria hasil :

Turgur kulit tidak lembek Bayi tidak lemah OGT Ret Tidak terjadi muntah /gomoh Daya hisap kuat

Subyek : Obyek : turgur kulit masih lembut, terpasang OGT , DH Hisap kurang

kuat, tidak muntah lagi Ret OGT , tidak kembung


Planning :

OGT tetap dipertahankan dengan memberikan ASI /PASI 12 x25cc


Mempertahankan infuse Memberikan diet tiap 2 jam

Implementasi

Jam 08.00

Memberikan diet PASI 2,5cc /OGT Ret 1 cc klendeng pasi dimasukan lagi

Mengobservasi muntah & Ret OGT Jam10.00

Bayi BAK 15 CC & member pasi 2,5cc /OGT Ret 3 strip

Jam12.00

Mengobservasi bayi tidak muntah Melakukan Ret memasukan pasi 2,5cc / OBT Jam14.00

Memberikan pasi msk 2,5cc 1 OGT Ret 1 cc sisa pasi dimasukan lagi memberikan inj Ranitidin 1,5 kg IV sudah masuk

Evaluasi

Bayi tidak muntah lagi Kulit bayi masih lembek Masih terpasang OGT Bayi masih terpasang inf DIO O,11 37PM Obs muntah & retensi OGT

Planning dan tindakan perawatan di pertahankan (DX KEPERAWATAN)

Tanggal 03 Februari 2011 (hari ke III)


1. Resiko terjadi hipotermi b/d lapisan lemak sub cuton yang tipis Tujuan : agar suhu tubuh bayi normal (365oC 375oC) Kriteria :

Akral hangat Suhu tubuh normal RR 40 60 KPM Fj 120 140 KPM

Subyek :

Obyek : akral hangat, cyanosis , 5 368 3720C VS stabil Planning :

Pertahanan thermorequlasi Hindari seringnya buka tutup pintu dan jendela incubator Kolaborasi dengan tim medis (Dr. SPA) dan petugas laborat

Implementasi

Jam 08.00

Bayi dimasukkan incubator dengan suhu incub 34oC 35oC Memasang sarung tangan dan kaki bayi Memberikan /mengatur suhu ruangan 24 26oC Jam 08.30

Mengobservasi duhu tubuh tiap 1 2 jam Mengobservasi TTV Jam 09.00 5. 3670C Jam 14.00

kolaborasi dengan tim medis (Dr. SPA) hasil lab : Dl Hb. 15.5 Tromb. 237.000 Leko. 4. 300 Eri. 4. 35 Pcv. 40 Advise :

Bil. Direk : 1 3 Tol. 8. 1 Gol darah : A. Rh GDA : 83 mg /dl

Tx Oral :
Aphyalis 1 x 0,3 nl

L. bio 2 x sach Undafart 2 x 5 mg

Balance cairanan /24 jam : 8.5 cc Inf. DIO 0,18 3TMP Diet ASI /PASI 3 X 3CC Inj ranitidine 3 x 1, 5 mg

Evaluasi

Akral sudah hangat Suhu ruangan dipertahankan 24oC 26oC Suhu tubuh 36oC 37 oC Suhu incubator masih dipertahankan 34oC 35oC VS stabil Masalah teratasi

Rencana perawatan dan tindakan di pertahankan,

2).

Ketidakefektifan pola nafas b/d imaturitas organ pernafasan


Tujuan : jalan nafas efektif dan bayi tidak sesak Kriteria hasil :

Tidak cyanosis Tidak sesak, Rh -/- wz -/PCH tidak ada, retraksi tidak ada

Subyek :

Obyek : bayi masih terpasang O2 nasal 1 LPM, sesak tidak, cyanosis

tidak
Planning :

Awas jalan nafas Pertahankan oxygenasi Kolaborasi dengan tim medis (Dr.SPA)

Implementasi :

Jam 08.00

Memberikan posisi kepala extensi O2 nasal coba diturunkan LPM Obs VS + warna kulit (bayi tidak cyanosis) w. kulit kemerahan Jam09.00

5.37oC Fj KPM RR 40 KPM SPO2 92% Jam 11.00

Bayi tidak cyanosis, nangis spontan, tidak apnoe Jam 12.00 melakukan OBS

5.3670C Fj 135 KPM SPO2 94% RR 42 KPM

Evaluasi

Bayi tidak sesak, tidak cyanosis. Rh -/- wz -/PCH , Retraksi dada Bayi masih terpasang O2 nasal 1 LPM Masalah teratasi

Rencana perawatan dan tindakan di pertahankan.

3).

Resiko kurangnya kebutuhan nutrisi b/d metabolisme tubuh yang tinggi


Tujuan : tujuan nutrisi terpenuhi Kriteria Hasil :

Turgur kulit baik Bayi aktif Tidak terpasang OGT Daya hisap kuat Bayi tidak muntah

Subyek : Obyek : bayi masih terpasang OGT, turgur kulit agak membaik gerak

aktif, DH mulai ada bayi tidak muntah


Planning :

Coba member diet per oral Kolaborasi dengan Dr.SPA untuk pemberian infuse Mengobservasi balance cairan

Implementasi

Jam 08.00

Memberikan diet PASI per oral masuk 3cc Ret 1cc sisa pasi Jam08.30

Bayi disandarkan tidak ada muntah Jam10.00


Mengobservasi turgur kulit Memberikan pasi, masuk 5cc, 1 speen DH pelan

Jam12.00

Mengobservasi infuse, memberikan Tx oral aphyalis Obs TTV Jam 14.00

Memberikan Tx oral undafart dan inj gastridin 1,5 kg

Evaluasi

Bayi masih terpasang OGT, minum pasi perspeen dan OGT tidak ada muntah retensi OGT masih ada turgur kulit agak baik bayi masih terpasang infuse DIO 0,18 3TPM masalah teratasi sebagian

rencana perawatan dan tindakan perawatan di lanjutkan semua.

Tanggal 04 Februari 2011 (hari ke IV) Bayi masih dirawat di R intermediet & tindakan perawatan masih dilanjutkan.